April 4, 2012

DICIPTAKAN UNTUK MENYEMBAH

Salah satu tujuan Tuhan menciptakan manusia adalah untuk menyembah Dia. Setiap manusia, diciptakan segambar dan serupa dengan Allah sendiri (Kejadian 1:26) dan untuk menyembah Dia dalam roh dan kebenaran, seumur hidup kita (Yohanes 4: 23). Kita diciptakan untuk menjadi seorang penyembah!
                Sebelum menyembah, seorang penyembah harus mengenal siapa yang disembahnya. Kita perlu mengenal Allah, bukan hanya sebagai Allah yang ada dan berdaulat di masa lalu, namun juga sebagai Allah yang berdaulat dan relevan dalam hidup kita hari ini. Kita harus mengenal Dia secara pribadi, bukan hanya berseru kepada-Nya saat kita memerlukan-Nya. Dia juga bukan Allah yang jauh dari kita, bukan Allah yang sulit untuk ditemui, namun Dia adalah Allah yang sangat dekat dengan kita, sehingga kita diperbolehkan memanggil-Nya dengan sebutan Bapa J
                Seorang penyembah harus memiliki hati yang mengagumi Allahnya, apapun yang terjadi di hidupnya. Penyembahan yang kita naikkan, seharusnya tidak bergantung pada keadaan ato situasi yang sedang kita hadapi. Seorang penyembah tidak boleh terpengaruh ato tergantung pada keadaan! Seorang penyembah harus bisa tetap menyembah walopun dalam keadaan tersulit sekalipun. Karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang tidak terpengaruh oleh situasi, Dia tetap berkuasa dan mulia, apapun yang terjadi dalam hidup kita.
                Dalam menyembah-Nya, kita perlu mengeluarkan ekspresi yang didasarkan pada rasa kagum dan hormat kita kepada-Nya. Kita bukan menyembah-Nya dalam suatu “agama” ato rutinitas belaka, namun harus berdasarkan pada hati kita yang mengasihi Dia. Dari hati yang mengasihi, akan timbul suatu ekspresi ketika kita menyembah.
                Karena salah satu tujuan penciptaan kita adalah agar kita menyembah-Nya, marilah kita sama- sama belajar untuk menyembah Dia, dalam setiap waktu di hidup kita. Milikilah gaya hidup yang menyembah, yaitu dalam segala sesuatu yang kita lakukan, kita kembalikan untuk kemuliaan Tuhan. Melalui segala sesuatu yang ada di hidup kita, kita menyembah Dia. Menyembah bukan hanya ketika kita ada di gereja ataupun dalam persekutuan, bukan juga hanya ketika kita berada dalam kamar kita. Penyembahan bukanlah hanya ketika kita mengangkat tangan kita, menyanyikan lagu- lagu penyembahan, maupun ketika kita bersorak- sorai mengagungkan Dia. Namun penyembahan adalah seluruh aspek hidup kita, dalam pekerjaan atau studi, dalam perkataan, dalam pikiran kita, dalam tindakan kita, dan dalam segala hal.

No comments: