...Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu... (Wahyu 3:8)
1.Sebuah pintu terbuka adalah sebuah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan di tengah-tengah kemustahilan.
2.Sebuah pintu terbuka adalah suatu kesempatan untuk luput atau mencapai sesuatu bagi Tuhan.
3.Sebuah pintu terbuka adalah jalan terbuka di tengah-tengah keadaan yang mustahil.
4.Sebuah pintu terbuka adalah suatu terobosan yang terkait dengan waktu, yang memberikan kepada Anda suatu pilihan yang dibutuhkan.
TIGA CARA UNTUK MENGENALI SEBUAH PINTU:
1.Mengenali suatu kesempatan yang datang di tengah-tengah pilihan lain yang tidak dapat berhasil
Secara alamiah, sebuah pintu diapit oleh tembok-tembok yang tak dapat ditembus di sisi kiri dan kanannya. Ini menggambarkan keadaan yang mustahil atau tidak dapat ditembus di sekeliling kecuali di posisi dimana pintu itu berada.
...Aku akan tinggal di Efesus... Sebab di sini banyak kesempatan bagiku... (I Korintus 16:8, 9).
Paulus memutuskan untuk tinggal di Efesus karena kesempatan-kesempatan melayani disana. Di sekeliling dia adalah kota-kota yang bermusuhan, yang belum terbuka terhadap Injil. Ketika Anda diapit oleh kemustahilan dan satu lubang terbuka, itu seringkali adalah Tuhan yang membuka pintu bagi Anda.
2.Melihat bahwa itu adalah sebuah kesempatan yang tidak selalu ada
Secara alamiah, sebuah pintu tidak memiliki suatu posisi yang pasti. Pintu itu bisa terbuka atau tertutup. Kesempatan apapun yang muncul semusim dan menghilang lagi harus dianggap sebagai sebuah pintu.
Walaupun ada suatu kesempatan untuk pelayanan di Efesus, kesempatan itu tidak akan ada selamanya. Pada masa kini, hanya ada sedikit kesempatan untuk melayani di Efesus. Pintu tertutup di banyak bagian di benua Eropa. Namun demikian, saat ini pintu terbuka di banyak bagian di benua Afrika dan dunia yang sedang berkembang. Pintu-pintu tersebut tidak akan tetap terbuka selamanya. Stabilitas yang menurun dan peperangan mungkin menutup pintu tersebut suatu hari kelak. Adalah tugas kita untuk menerobos pintu-pintu ketika pintu-pintu itu sedang terbuka. Ketika "negara tirai besi" runtuh, tiba-tiba ada pintu terbuka bagi Injil di Eropa Timur. Pintu itu perlahan-lahan menutup kembali.
3.Menyadari bahwa Tuhanlah yang membuka kesempatan-kesempatan dan itu tidak ada kaitannya dengan usaha-usaha Anda.
Secara alamiah, seringkali Anda tidak memasang pintu-pintu yang Anda temui. Setiap orang hanya melewati pintu-pintu yang terbuka. Sebuah pintu yang terbuka bukanlah buatan Anda. Anda hanya mengambil manfaatnya saja.
Setibanya disitu mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman (Kisah Para Rasul 14:27).
Ketika Paulus dan Barnabas memberikan laporan dari perjalanan pengabaran Injil mereka yang pertama, setiap orang bersukacita atas apa yang Tuhan lakukan. Mereka tiba pada suatu kesimpulan: Tuhan telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain! Mereka taahu bahwa hanya Tuhan yang dapat membuat hal tersebut terjadi.
PINTU PELAYANAN
Ada beberapa pintu-pintu penting yang harus dikenali dan dilewati oleh setiap orang Kristen. Tuhan seringkali menggunakan pintu-pintu untuk mengarahkan anak-anak-Nya.
Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, sebab disini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang (I Korintus 16: 8,9).
Pintu pelayanan adalah kesempatan untuk menjadi efektif bagi Tuhan. Pintu pelayanan adalah kesempatan untuk melayani Tuhan. Kita tidak dapat secara efektif memenangkan jiwa-jiwa untuk Yesus terus menerus. Ada saatnya hal itu tidak memungkinkan lagi. Kadangkala pernikahan, kehamilan, dan membesarkan anak menutup pintu pelayanan. Jika Anda mengambil kesempatan ketika kesempatan itu datang, Anda akan mengalami banyak berkat. Ketika Anda mengikuti pintu pelayanan, ada dua kualifikasi penting, yaitu:
a. Anda lulus dari menjadi orang baru
Tuhan tidak menempatkan orang yang tak berpengalaman ke dalam pelayanan. Anda memerlukan pengalaman untuk menjadi seorang hamba Tuhan. Apa yang sudah Anda alami? Anda sudah berhasil bertahan hidup dari apa? Penderitaan apa yang sudah Anda alami?
Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman iblis (I Timotius 3:6).
b.Anda membuktikan diri Anda sehingga Anda dapat ditempatkan dalam suatu jabatan
Ada empat tingkatan dalam jajaran pelayanan kepada Tuhan:
1.Melakukan pekerjaan: "...lakukanlah pekerjaan pemberita Injil" (II Timotius 4:5)
2.Memiliki suatu karunia: "Mempunyai karunia yang berlain-lainan" (Roma 12:6)
3. Memiliki suatu pelayanan: "...tunaikanlah tugas pelayananmu" (II Timotius 4:5)
4.Menempati suatu jabatan: "...Aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku" (Roma 11:13)
Ambillah pelayanan pengabaran Injil. Anda dapat bekerja sebagai seorang pengabar Injil tetapi itu tidak berarti bahwa Anda ada dalam jabatan seorang penginjil. Seperti Timotius, Anda mungkin untuk sementara waktu terlibat dalam pelayanan pengabaran Injil. Di tingkatan berikutnya, Anda mungkin memiliki suatu karunia pengabaran Injil. Itu tidak berarti bahwa Anda ada di dalam pelayanan dari seorang penginjil, tetapi dengan satu langkah tambahan, Anda dapat maju ke dalam pelayanan dari seorang penginjil. Pada titik itu, hal itu telah menjadi pelayanan Anda yang permanen.
Pada tingkatan tertinggi, Anda sesungguhnya dapat berada dalam jabatan sebagai seorang penginjil. Ketika Anda menduduki suatu jabatan, Anda berada di tingkatan tertinggi dalam pelayanan. Ketika Anda ada di tingkat jabatan, Anda perlu mempekerjakan orang-orang untuk membantu Anda. Ketika ada beberapa orang membantu dan melayani di bawah Anda dalam pelayanan Anda, itu seringkali merupakan suatu tanda bahwa Anda sedang menempati suatu jabatan rohani.
Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tidak bercacat (I Timotius 3:10)
Pintu pelayanan akan menunjukkan bahwa Anda setia dalam perkara-perkara kecil. Kemudian Anda dapat dipercaya dengan perkara-perkara yang lebih besar.
Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar… (Lukas 16:10).
Ketika Anda mengikuti pintu-pintu pelayanan, Anda akan seringkali menemukan diri Anda melakukan pekerjaan-pekerjaan rendah dalam pelayanan. Nada mungkin berada di belakang layar. Anda mungkin tidak dilihat atau dipuji untuk apa yang Anda laukan, tetapi jangan kuatir, upah Anda terjamin. Upah bagi mereka yang pergi dan mereka yang tinggal di belakang sama. Ini adalah suatu hokum yang ditetapkan oleh Raja Daud.
… Sebab, bagian orang yang tinggal di dekat barang-barang adalah sama seperti bagian orang yang pergi berperang; itu akan dibagi sama-sama (I Samuel 30:24).
BAGAIMANA MENGENALI SEBUAH PINTU PEMBERITAAN
Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan… (Kolose 4:3).
PINTU PEMBERITAAN
Sebuah pintu pemberitaan adalah sebuah kesempatan untuk berkotbah atau mengajar. Setiap kesempatan untuk membagikan Firman harus ditangkap. Itu adalah kesempatan yang Tuhan berikan untuk melayani. Setiap kali Anda membagikan Firman, Anda menjadi lebih dewasa. Tahukah Anda bahwa pengkotbah adalah orang yang paling dipengaruhi oleh kotbah.
Semakin banyak berkotbah, semakin baik pelayanan serang hamba Tuhan. Sebuah pintu pemberitaan adalah suatu pintu keunggulan bagi Anda.
PINTU IMAN
Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman (Kisah Para Rasul 14:27).
Sebuah pintu iman adalah kesempatan untuk keselamatan bagi seseorang. Ketika Anda berhubungan dengan orang-orang, Anda harus mengenali apakah sebuah pintu iman sedang terbuka. Di Eropa misalnya, pintu iman (keselamatan) tertutup. Ini tidak berarti bahwa rang-orang di Eropa tidak dapat diselamatkan. Tetapi kesempatan untuk keselamatan lebih besar di beberapa tempat lain.
Kadang kala seseorang mengalami suatu krisis dalam kehidupannya dan menjadi lebih terbuka bagi pesan Kristus. Sebuah pintu iman sedang terbuka bagi orang lain. Tangkaplah kesempatan itu dan layanilah Injil kepadanya.
DAG HEWARD-MILLS
HOW YOU CAN BE IN THE PERFECT WILL OF GOD
Bab 15: BAGAIMANA MENGIDENTIFIKASI SEBUAH PINTU
Hlm 143-150
No comments:
Post a Comment