January 24, 2019

BRIDA (PAULO COELHO)

1. Teks tanpa nama dalam Tradisi berkata bahwa, dalam hidup setiap orang bisa mengambil satu dari dua sikap: membangun atau menanam. Para pembangun mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun menyelesaikan pekerjaan mereka, tapi suatu hari mereka menyelesaikan apa yang mereka lakukan. Kemudian mereka sadar bahwa mereka terkurung oleh tembok-tembok mereka sendiri. Hidup kehilangan maknanya ketika pembangunan berhenti.
2. Lalu ada pula mereka yang menanam. Mereka bertahan melewati banyak badai dan segala perubahan musim, dan mereka jarang bisa beristirahat. Tapi tidak seperti bangunan, kebun tak pernah berhenti tumbuh. Dan selagi kebun itu membutuhkan perhatian penuh tukang kebun, kebun itu juga membuat hidup sang tukang kebun menjadi petualangan besar.
3. Akankah kau melepaskan segala sesuatu demi cinta sejati? Aku tidak melihat ada kontradiksi antara pencarian dan kebahagiaan pribadiku.
4. Ketika kau menemukan jalanmu, kau tidak boleh takut. Kau harus memiliki keberanian yang cukup untuk melakukan kesalahan. Kekecewaan, kekalahan, dan keputusasaan adalah alat-alat yang digunakan Tuhan untuk menunjukkan jalan kepada kita.
5. Malam hanyalah sebagian dari hari. Karena itu ia merasa aman dalam gelap seperti dalam terang. Kegelapanlah yang membuatnya sanggup memanggil suatu kehadiran yang melindungi itu. Ia harus memercayainya. Dan rasa percaya itu disebut Iman. Tak seorangpun mampu memahami Iman, tapi ia mengalami Iman saat ini, tenggelam dalam kegelapan malam yang paling pekat dan tak terjelaskan. Nyata hanya karena ia percaya. Mujizat juga tak bisa dijelaskan tapi ada bagi yang percaya.
6. Kau bisa menemukan Pasangan Jiwamu dengan melihat cahaya di mata mereka, dan sejak awal, begitulah cara orang mengenali cinta sejati mereka.
7. Itu pernah terjadi. Karena tindakan gegabah terhadap seseorang, aku akhirnya kehilangan hubungan dengan orang-orang yang kusayangi. Ia tak boleh melakukan hal yang sama sekarang. Ia berada di jalan ketika kenalan-kenalan berharga sangat sulit ditemukan. 
8. Itulah masalah terbesar dengan siapapun yang ingin mempelajari sihir. Saat kita memulai perjalanan, kita selalu tahu yang kita harapkan akan dapat kita temukan. Wanita umumnya mencari Pasangan Jiwa dan pria mencari Kekuatan. Tak ada yang benar-benar tertarik untuk belajar. Mereka hanya ingin mencapai tujuan mereka.
9. Jalan sihir--seperti jalan hidup--adalah dan akan selalu menjadi jalan Misteri. Mempelajari sesuatu berarti bersentuhan dengan dunia yang tak kau ketahui. Agar bisa belajar kau harus rendah hati.
10. Seluruh umat manusia hanya bisa mencapai Persatuan dengan Tuhan jika pada suatu titik, pada suatu saat dalam kehidupan mereka, mereka berhasil bersekutu dengan Pasangan Jiwa mereka.
11. Pengetahuan selalu menjadi kekuatan yang menjaga alam semesta tetap berada di tempatnya dan bintang-bintang berputar pada orbitnya. Itulah kemuliaan seorang pria--untuk merawat dan mempertahankan pengetahuan. Dan karena itulah seluruh umat manusia bisa bertahan hidup.
12. Kepada wanita diberikan sesuatu yang jauh lebih tak kentara dan rapuh, tapi tanpanya pengetahuan menjadi sama sekali tidak berarti, dan hal itu adalah transformasi. Para pria meninggalkan tanah dalam keadaan subur, kita menabur benih, dan tanah bertransformasi menjadi pepohonan dan tanaman.
13. Tanah memerlukan bibit dan bibit membutuhkan tanah. Yang satu hanya bisa memiliki arti jika bersama yang lainnya. Demikian juga dengan manusia. Ketika pengetahuan pria bersekutu dengan transformasi wanita, maka persatuan magis yang besar pun tercipta, dan namanya adalah Kebijakan. Kebijakan berarti mengetahui dan mentransformasi.
14. Mereka tahu mereka bisa mati kapan saja, dan karena itu, bagi mereka hidup adalah perayaan panjang.
15. Tuhan adalah kata-kata. Berhati-hatilah selalu dengan apa yang kau katakan dalam segala situasi dan keadaan. Kata-kata memiliki kuasa yang lebih besar daripada banyak ritual.
16. Jangan repot-repot mencoba menjelaskan emosi-emosi yang kau rasakan. Jalani hidup sekuat mungkin dan jaga apa yang kau rasakan sebagai sebuah pemberian dari Tuhan. Cara terbaik untuk menghancurkan jembatan antara yang kelihatan dan yang tak kelihatan adalah dengan mencoba menjelaskan emosimu.
17. Emosi benar-benar mirip kuda liar, dan yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah membebaskan mereka.
18. Bukan penjelasan yang mendorong kita terus maju, tapi keinginan kita untuk melanjutkan perjalanan.
19. Memilih satu jalan berarti harus kehilangan jalan-jalan yang lain. Ia memiliki satu kehidupan utuh untuk dijalani dan selalu berpikir nanti ia mungkin menyesali pilihan-pilihan yang diambil saat ini. "Aku takut berkomitmen kepada diriku sendiri", pikirnya. Ia ingin mengikuti semua jalan yang mungkin dan akhirnya malah tidak mengikuti satu pun.
20. Tak ada satu hal pun di dunia ini yang bisa sepenuhnya salah, bahkan jam rusak pun menunjukkan waktu yang tepat dua kali sehari.
21. Terkadang, suatu berkah Tuhan datang dengan memecahkan semua jendela.
22. Ketika kau jatuh cinta, kau sanggup mempelajari segala sesuatu dan mengetahui hal-hal yang sebelumnya bahkan tak pernah berani kau pikirkan, karena cinta adalah kunci untuk memahami semua misteri.
23. Cinta sejati mengijinkan tiap-tiap orang mengikuti jalan mereka masing-masing, tahu mereka tak akan pernah terpisah dengan Pasangan Jiwa mereka.
24. Jangan pernah berhenti memiliki keraguan. Jika kau sampai berhenti, itu pasti karena kau berhenti bergerak maju, dan pada titik itu, Tuhan akan ikut campur dan menarik karpet dari bawah kakimu, karena begitulah cara-Nya mengawasi orang-orang yang dipilih-Nya, dengan memastikan mereka selalu mengikuti jalan yang telah ditentukan hingga akhir perjalanan. Jika kita berhenti karena alasan apapun, baik karena rasa puas, kemalasan, atau karena memahami kepercayaan sesat, Tuhan akan memaksa kita untuk terus maju.
25. Di sisi lain, kau harus berhati-hati untuk tidak pernah mengijinkan keraguan melumpuhkanmu. Selalu ambil keputusan yang perlu kau ambil, bahkan ketika kau tidak yakin melakukan hal yang tepat.
26. Mainkan peranmu dan jangan khawatirkan apa yang dilakukan orang lain. Percayalah Tuhan juga berbicara kepada mereka, dan mereka sama terlibatnya denganmu untuk menemukan makna hidup.
27. Begitu kita berhasil melalui ketakutan yang muncul di awal, kita berangsur-angsur menjadi terbiasa dengan satu-satunya solusi yang ada: mengikuti mimpi-mimpi kita. Memiliki keberanian untuk mengambil langkah-langkah yang selalu ingin kita ambil adalah satu-satunya cara menunjukkan kepercayaan kita kepada Tuhan.
28. Kita tidak mencari jawaban, kita menerima. Lalu hidup menjadi lebih intens, lebih bercahaya, karena kita memahami bahwa setiap menit, setiap langkah yang kita ambil, memiliki arti lebih dalam dari sekedar diri kita sendiri. Kita menyadari di suatu tempat dalam ruang dan waktu, pertanyaan ini sesungguhnya memiliki jawaban. Kita menyadari memang ada alasan untuk keberadaan kita di sini, dan bagi kita, itu sudah cukup.
29. Hidup adalah tindakan berdasarkan iman dan aku layak untuk pencarian itu
30. A: Jika kalian tidak mengetahui tentang titik cahaya atau cahaya istimewa di mata Pasangan Jiwa, apakah kalian masih akan bersama?
B: Aku tidak tahu. Aku hanya tau jika kami masih bersama, tak akan berhasil bagi kami berdua. Kita hanya memahami hidup dan Semesta ketika kita menemukan Pasangan Jiwa kita.
31. Kita semua tuan dari nasib kita sendiri. Kita bisa dengan amat mudah membuat kesalahan yang sama berulang-ulang. Kita bisa dengan mudah melarikan diri dari semua yang kita dambakan dan yang dengan murah hati telah diletakkan hidup di depan kita.
32. Pilihan lainnya, kita bisa menyerahkan diri kepada Tuntunan Ilahi, mengambil tangan Tuhan, dan berjuang demi impian-impian kita, percaya bahwa mereka selalu tiba pada saat yang tepat.
33. Yang tadinya hanyalah harapan kini menjadi suatu kepastian.
34. Ini adalah hadiah dariku untukmu. Hadiah atas nama cinta dan rasa terima kasih karena kau ada dan karena aku telah menunggu begitu lama hanya untuk menemukanmu.
35. Betapa banyak hal telah kulewatkan hanya karena aku takut akan melewatkannya.
36. A: Aku tidak tahu apakah cinta muncul tiba-tiba. Tapi aku tahu aku terbuka untuk cinta, siap untuk cinta.
B: Aku juga siap untuk cinta.
37. Kami mulai berkencan, kemudian menikah. Aku tidak pernah memberitahunya tentang mimpiku tinggal di kota besar, mengunjungi tempat-tempat dan orang-orang yang berbeda. Karena tiba-tiba, seluruh dunia ada di desaku. Cinta menjadi penjelasan untuk hidup.
38. Pria itu membuatku mengerti bahwa aku penting untuk dunia dan sejarah negaraku. Aku merasa diperlukan dan itu perasaan terbaik yang pernah dimiliki seseorang.
39. Perasaan cinta tidak menua seperti tubuh. Perasaan-perasaan ini membangun bagian dunia yang tidak kukenal, tapi ini adalah dunia tanpa waktu, ruang, dan batasan.
40. Menemukan satu hal penting di dalam dirimu bukan berarti kau harus menyerahkan segala hal penting lainnya.
41. Cinta ada di atas segalanya, dan tidak ada kebencian di dalam cinta, hanya terkadang ada kesalahan.
42. Menjadi manusia berarti memiliki keraguan tapi tetap melanjutkan berjalan di jalanmu.
43. Aku takut akan kematian, tetapi lebih takut untuk menyia-nyiakan hidupku. Aku takut akan cinta, karena cinta melibatkan banyak hal yang berada di luar pemahaman kita; cinta mencurahkan terang yang mengagumkan, tetapi bayangan yang muncul darinya membuatku takut
44. Lelaki itu (Yesus) telah memainkan peran-Nya dan menunjukkan pada dunia bahwa jika semua orang memainkan peran mereka, tidak ada yang harus menderita, karena Ia telah menjalani derita untuk semua orang yang memiliki keberanian untuk memperjuangkan mimpi mereka.
45. Ingatlah, jalan pertama menuju Tuhan adalah doa, kemudian kebahagiaan.
46. Ketika dua lelaki jatuh cinta dengan wanita yang sama, lebih baik jika mereka saling membenci daripada menjadi teman. Karena jika itu terjadi, kau akan kehilangan mereka berdua.
47. Kau hanya bisa dekat dengan orang lain jika kau salah satu dari mereka.
48. Terima yang ditawarkan hidup kepadamu dan berusahalah untuk minum dari setiap cawan. Semua anggur harus dirasakan; sebagian hanya harus dihirup, tetapi yang lain harus diminum seluruhnya.
49. Dunia sekarang adalah ladang, dan kau akan bekerja untuk memastikan akan ada panen yang baik.
50. Ini yang diajarkan hutan kepadaku. Bahwa kau tidak akan pernah menjadi milikku dan karena itulah aku tidak akan pernah kehilanganmu. Kau adalah harapanku  pada momen kesepianku, kecemasanku pada momen keraguan, kepastianku pada momen keyakinan. Mengetahui bahwa kau nyata adalah salah satu alasanku untuk melanjutkan hidup.
51. Aku akan selalu ingat bahwa cinta itu kebebasan. Itu adalah pelajaran yang mengirimku ke pengasingan dan sekarang membebaskanku lagi.

January 21, 2019

ๅ–œไปŽๅคฉ้™ (JOY FROM HEAVEN)

Setelah 2 hari sebelumnya ngerasa drained up gara2 ktemuan ama temen yang omongannya ga membangun, Tuhan gantikan ama triple blessing di hari Minggu. Haleluya ❤ Tuhan emang selalu ahli dalam hal2 ga terduga yang mendatangkan kebaikan. Gimana ga makin jatuh cinta coba?

Pertama, awalnya aku janjian berempat, tapi akhirnya cuma bertiga karena 1-nya kudu beres2 rumah akibat kebanjiran. Dalam perjalanan ke lokasi ktemuan, aku dapet driver grab yang segereja trus akhirnya ngobrol2 seru soal dunia pelayanan, panggilan hidup, en kehidupan rohani. Ga nyangka banget bisa ktemu orang yang open minded, yang berkecimpung di dunia pelayanan tapi ngerti bahwa kepemimpinan tuh tentang dampak en kuasa (bukan sekedar karena kenal ato udah bertaon2 di gereja makanya bisa jadi pemimpin), yang berani ngasi masukan dsb. Perjalanan sekitar stengah jam jadi ga mboseni, malah aku diteguhkan beberapa hal, trutama soal melayani orang yang di luar gereja tuh emang lebih berdampak ketimbang bergelut di pelayanan gereja.

"Yang penting di dunia ini bukan seberapa banyak uang yang kamu hasilkan, tapi seberapa bergunanya hidupmu bagi sekeliling"

Kedua, di mall ga sengaja ktemu ama 2 ponakan yang lucu abis. Walopun cuma bentar, tapi dapet quality time-nya. Seneng banget ketika mereka antusias ngeliat aku trus minta gendong. Yang cowok berceloteh nggemesin kayak biasanya, yang cewek senyum malu2 tapi tiba2 peluk aku dengan sweet. Waow, thanks kiddos! Love tank-ku langsung full seketika itu juga hahaha. Dari ktemu mereka, aku belajar bahwa anak kecil tuh punya memori yang kuat, beneran kudu tanemin nilai2 kekekalan buat mereka walopun ktemu cuma bentar. Bagi mereka, waktu en perhatian tuh berharga banget. Mereka masih inget kalo aku pernah kasi waktuku buat maen kejar2an ama mereka (yang besoknya aku langsung boyoken itu) ๐Ÿ˜…

"TIME is how most children spell love. Healthy parents don’t find family time, they make time.

Ketiga, seru banget ktemuan bertiga karena ada 1 temen yang mbanyol abis. Cerita banyak hal, dia juga ga pelit berbagi ilmu soal baking, trus ngasi aku beberapa saran yang berguna. Thanks Nyit ๐Ÿ˜˜ Abis gitu kita menggila makan es krim sampe 2x, trus karaoke bareng. Aku beneran menikmati waktu2 berharga ama mereka, ngerasa di-refresh bangetttt, merasakan kasih mereka yang ga berubah sekalipun mereka tau semua kejelekanku, ngerasa hubungan berkualitas kayak gini jauh lebih bernilai daripada apapun di dunia ini.

"Friends come and friends go, but a true friend sticks by you like family" (Proverbs 18:24, The Message)

Ketika aku merenung, aku paham sesuatu. Dalam hidup ini, kita ktemu dengan orang ga terhitung banyaknya, ada yang dateng en pergi tanpa meninggalkan jejak, ada yang dateng sebentar lalu memberikan pembelajaran (ato penyesalan) luar biasa, ada yang dateng lalu menetap serta memberikan benih2 kekal yang buahnya bisa dinikmati bersama. 

Aku bersyukur buat orang2 yang sekalipun begitu sibuk en berkali2 batal ktemuan, tetep ngotot reschedule jadwal sampe akhirnya beneran ktemu. Aku bersyukur buat orang2 yang nyari aku bukan buat curhat ato buang sampah emosinya ato minta sesuatu dari hidupku, tapi mereka memberikan sesuatu yang indah dari diri mereka yang bisa menyegarkan jiwaku. Aku bersyukur buat orang2 yang sekalipun sering ilok2an di chat, tapi sejatinya hati mereka selalu mendoakan kebaikanku en selalu nongol di saat2 terendah dalam hidupku untuk membangkitkanku. Aku bersyukur buat mereka, Tuhan. Aku bersyukur karena Engkau menaruh mereka di hidupku dan kami bertumbuh bersama dalam kasih karunia-Mu.

January 17, 2019

10 YEARS CHALLENGE

2009 vs 2019
Di instagram lagi booming #10yearschallenge, dimana kita bandingin foto taon 2009 dengan taon 2019. Ga kerasa 10 taon berlalu, pastinya banyak perubahan terjadi. Aku bongkar foto jadul en ikutan challenge ini buat seru2an aja, sekaligus penasaran ngeliat perubahan wajahku selama 10 taon ini hahaha.

"The only time you should ever look back is to see how far you've come. And yes, He is faithful"

@TP with 1 kepenilikan CG
Hasilnya secara garis besar, ga banyak perubahan berarti yang terpampang di wajah. Wajahku tetep alami minim makeup, model rambut juga tetep simple tanpa semir, en ekspresi wajah juga wajar2 aja wkwkwkwk. Beberapa temenku komen kalo wajahku ga berubah sama sekali (alias ga tambah tua), awet cantiknya (makasih say ๐Ÿ˜˜), yang berubah giginya (ya iyalah), ama lebih ceria.

LKMM @campus
Kalo diperhatiin secara lebih detail, sebenernya banyak perubahan terjadi, terutama buat orang2 yang kenal deket sama aku pasti paham banget perubahanku luar dalem. Kita soroti yang bagian luarnya aja lah yaa... Yang paling kontras keliatan adalah wajah lebih item karena sering mbolang, jaman dulu mah anak alim yang riwa riwi di kampus doank, paling banter keluar kota karena kegiatan wajib organisasi. Trus yang dulunya ga pernah berani senyum kliatan gigi, sekarang udah berani nunjukkin gigi rapi, ga heran aku yang sekarang lebih ceria karena bangga. Selain itu, sorot mata jaman dulu masih cupu en takut2, sekarang udah lebih tegas en berani. Abis gitu kantong mata makin kliatan, karena udah ngalami berbagai cobaan hidup wakakaka.

Natal pendoa @XO Suki
Sempet bongkar2 foto lama, jaman masih ikut CG, berbagai kegiatan organisasi, en pelayanan. Banyak momen berharga yang sempet terlupakan, orang2 yang udah entah pada ilang kemana, serta kenangan yang membekas. Aku tersenyum kalo inget semua itu, masa2 muda yang membentukku menjadi diriku yang sekarang, banyak peremukan ego, banyak perubahan sudut pandang, banyak hubungan terjalin en retak. Dan semuanya bermakna bagi hidupku. Tanpa mereka en semua keantikan mereka, ga akan ada diriku yang sekarang. Dan Tuhan merajut semuanya secara sempurna.

Dikjur LPM
Waktu ngeliat perubahan2 itu, aku bersyukur banget ama Tuhan buat 10 taon yang berlalu ini. Banyak hal terjadi yang mengubahkan bagian dalamku aka hati, yang hanya Tuhan yang tau detailnya. Flashback ke masa2 selama 10 taon ini, aku mendapati bahwa Tuhan itu begitu baik dan setia. Thanks Jesus for Your everlasting love, thanks family& friends yang menemaniku melewati berbagai season keidupan. 

January 5, 2019

FAMILY'S RECREATION

Akhir taon kemaren, kami sekeluarga liburan bareng ke Batu, Malang. Karena aku udah suntuk ama kerjaan, trus mikir mending ajak family liburan ketimbang aku pergi berlibur ama temen kan ya. Lagian taon 2018 aku belom ajak family kemana2. Akhirnya aku booking hotel en tiket kereta dulu sebelom ngomong ke family, maksa gitu loh karena biasanya kalo ngomong dulu papa pasti males pergi. Wkwkwkwk. 


FIRST DAY:
Berangkat tanggal 30 pagi naek kereta, trus keliling kota disponsori ama grabcar en gocar hahaha. Hari pertama bingung mau maen kemana. Sempet pengen ke Taman Langit Gunung Banyak, ternyata lokasinya superrr jauh, Selecta katanya cuma bunga2 en ortu uda pernah kesana. Pikirku ke "Museum Angkut" ato "Legend Star", tapi papa bilang ke tempat yang aku belom pernah masuk aja. Akhirnya maen ke Eco Green Park di Jatim Park 2 karena aku pikir isinya taneman2 gitu, kan kangen liat yang seger ijo2. Ternyata mirip ama Batu Secret Zoo sih, banyak hewannya sampe papa nyeletuk "jauh2 kesini kok maennya ke bonbin" ๐Ÿ˜ Tapi mayan sih, di Eco Green Park ada "Rumah Terbalik", wahana "Cinema", simulasi gempa, planetarium. Jadi nyesel banget masuk kesini, akhirnya mutusin buat lanjot ke Jatim Park 3. Jam 3an meluncur ke Jatim Park 3, macet sampe 1 jam-an.

Hampir jam 5 masuk ke "Legend Star", puas banget keliling sampe jam 8an. Walopun aku udah pernah kesana April kemaren, kali ini suasananya beda karena pergi bareng keluarga en banyak dekor Natalnya. Ternyata ada beberapa spot yang dulunya aku kelewatan, baru kali ini aku tau en masuk, contohnya: "Dunia es", "Istana China", "Istana Korea", ama "Zona India". Sempet ujan beberapa kali sehingga bikin jalan2nya kurang nyaman kali ini, tapi not bad lah. Family time selalu menyenangkan.

Di Jatim Park 3, ada Dino mall en foodcourt sehingga ga perlu khawatir kalo mau cari makan. Tempat ini emang didesain begitu nyaman buat liburan singkat. Di "Legend Star" kita bisa sewa baju ala Korea, Jepang, atopun Belanda buat foto2. Tapi karena rame banget en uda kucel keringetan serta kena gerimis, aku ga sewa baju lah. 


DAY 2:
Paginya sarapan di deket hotel, abis gitu meluncur ke Jatim Park 3 lagi buat masuk ke "Dino Park". Ini mah buat nyenengin adek yang demen ama dinosaurus. Aku mah ngerasa bosen disini karena ga suka dino, abis gitu tempatnya gedeee banget sampe kaki gempor. Hahahaha. Mau sewa e-bike ternyata udah disewa semua. Sewa e-bike 100ribu/3jam.

Wahana "5 jaman" antri superrr panjang, jadinya kami keliling ke tempat laen dulu. Cuaca panas mendung ga menentu, bikin dehidrasi pol. Disini ada beberapa spot: "Aquarium 3D", "The rimba", "Ice age", "Dino attack", dsb. Ada banyak kios kecil penjual makanan sehingga ga perlu khawatir kelaperan. Ada beberapa wahana buat maen seperti "Bumper Car", "Pirate Ship", dan lainnya. 

Stengah 6 lebih kelar, abis gitu bingung mau kemana. Sempet mikir mau ke Malang Night Paradise tapi kok kayaknya ga worth it. Akhirnya stay di Jatim Park 3, beli tiket happy hour. Jadi tiket terusan ini berlaku untuk 7 wahana mulai jam 18.00-21.00. Kami ambil yang paket A. Ternyata sangat menyenangkan en worth the price ketimbang dino park hahahaha.

Jam 9an slesai, trus makan di dino mall trus pulang. Udah ga sanggup untuk nunggu pergantian taon. Sempet merenung sejenak, betapa aku bersyukur buat sepanjang taon 2018 dimana Tuhan bekerja secara luar biasa, banyak hal mengubahkan hidup kami sekeluarga, banyak berkat dicurahkan, kami semakin dekat satu sama lain. Thanks Jesus. 


DAY 3:
HAPPY NEW YEAR 2019 ๐ŸŽ‰๐ŸŽŠ
Paginya sempet doa berdua ama mama, trus jalan kaki cari sarapan. Abis gitu meluncur ke Kampung Warna Warni Jodipan. Ternyata biasa aja tempatnya, rame banget en pekat ama asap rokok. Sebenernya ada jembatan kaca yang menghubungkan Kampung Warna Warni ama Kampung Tridi, tapi kliatan antrian mengular en panas terik banget. Akhirnya kami memutuskan buat ganti tujuan aja. Kami ke jalan Kawi rencananya mau wisata kuliner aja, ternyata masih kenyang hahaha. Jadinya cuma makan lumpia, bakso presiden, trus ke rujak manis semeru. Trus ke Lai-lai supermarket buat beli oleh-oleh abis gitu balik hotel buat ambil koper en menuju ke stasiun.

Malemnya mampir ke depot sodara buat berkunjung en dinner. Lumayan juga buat family time disitu sambil bantu-bantu depot sodara karena kekurangan tenaga.


Refleksi:
Sebenernya liburan kali ini aku ga terlalu ngerencanain gimana sih, karena bingung mau ajak ortu kemana. Aku pengennya nginep di omah kayu ato hotel backpacker, trus wisata yang ekstrem kayak paralayang. Tapi karena ada ortu, aku kudu mikirin kenyamanan mereka juga kan. Jadinya wisata ke tempat yang terjamin fasilitasnya aja supaya mereka juga ga kecapekan. Aku menyadari bahwa aku kudu menyenangkan ortu en bangun hubungan yang semakin berkualitas ama mereka selagi bisa. Seringkali kesibukan bikin aku ga punya waktu untuk menyendiri ama mereka, buat berbakti en dengerin isi hati mereka. En liburan kali ini bener-bener belajar di area itu. Thank God for everything ❤

January 3, 2019

2019: THE YEAR OF FULLFILLED PROMISE

"Not one word failed from all the good words God spoke to the house of Israel (Rachel). Everything came out right" (Joshua 21:45, the Message)

"God’s blessing makes life rich; nothing we do can improve on God" (Proverbs 10:22, The Message)


Untuk taon 2019 ini aku dapet 2 janji Tuhan yang sangat menyenangkan ahahaha. Haleluya! En diteguhkan kanan kiri (salah satunya artikel INI) bahwa taon 2019 ini semuanya bukan tentang aku,  tapi tentang Dia! Semua oleh Dia, hanya bagi Dia, en untuk Dia. Aku ga boleh ambil credit secuilpun dalam segala hal. Excited banget untuk ngalami banyak hal dahsyat di taon baru ini ๐Ÿ˜

Janji yang pertama Tuhan kasi di akhir November 2018, di saat aku belom serius doa minta ayat buat bekal taon 2019. Ngasinya pun tiba-tiba, bukan pas syahdu ato gimana gitu, sampe aku shock. Tapi seneng sih ama janji yang ini, apalagi ketika Tuhan ngomong janji apa aja yang akan Dia genapi dalam idupku. Rasanya speechless dah, ngerasa diriku masih banyak kurangnya, masih banyak bandel en ga taat ngelakuin apa yang Tuhan suruh, tapi kok Tuhan malah bilang bakal penuhi semua janji-Nya. Tuhan, Kau baik banget sihh ๐Ÿ˜‚

Janji kedua, tentang berkat. Dapet ayat ini siang hari di tanggal 31 Desember. Berkat disini bukan cuma soal duid, tapi mencakup banyak aspek, terutama relationship. Tuhan bilang bakal berkati aku dalam segala aspek hidup, tanpa perlu aku ngoyo, tanpa perlu kerja kerasku, tanpa perlu aku lembur ga jelas, tanpa perlu koneksi orang hebat. Pas Tuhan kasi ayat ini, nada bicara-Nya tuh kayak "I will do anything without your effort". Beneran berasa keMahakuasaan-Nya gitu loh. Kayak Tuhan pengen jadi pemeran utama dalam segala berkat yang turun atas idupku di taon 2019 ini. Mau banget donk Tuhan, aku ga nolak kok ๐Ÿ˜

Jadi aku memasuki taon 2019 ini dengan sumringah banget. Aku ga takut dengan apapun yang akan terjadi di depan, sekalipun banyak isu negatif, ramalan bencana, adanya pilpres, ato kondisi ekonomi yang makin ga menentu. Aku tau bahwa aku bisa percaya sepenuhnya kepada Dia yang memegang hidupku. Janji-Nya ya dan amen, ga peduli apapun gejolak yang sedang menerpa. Dia tetap setia, sekalipun kondisi berubah tanpa bisa diprediksi.

Entah kenapa kuat banget keyakinan dalam hatiku kalo taon 2019 ini aku akan menuai banyak hal yang baik, yang merupakan hasil taburanku di taon-taon sebelumnya. Aku juga yakin jodohku bakal menampakkan diri di depanku. Untuk yang terakhir, Tuhan udah ngomong dari stengah taon lalu sih. Hahahaha. 

Welcome 2019. Aku menanti-nantikan Engkau, ya Tuhan. Aku berserah dan berharap penuh...