Teachable heart, hati yang mudah untuk diajar. Sesuatu yang sangat langka untuk ditemukan akhir- akhir ini. Sering kali aku menemukan orang- orang yang mengeraskan hatinya dan merasa dirinya pandai sehingga tidak mau mendengarkan pendapat orang lain. Bukankah hidup ini adalah sebuah universitas kehidupan, dimana kita terdaftar sebagai mahasiswa abadi, yang tidak akan pernah lulus hingga ajal menjemput?
Namun sebagai manusia, seringkali kita mendahulukan ego kita. Kita memasang cap pada diri kita, bahwa kita sudah “terlalu” pandai atau “terlalu” senior, sehingga kita merasa bahwa kita sudah cukup banyak belajar. Benarkah hal itu? Menurutku TIDAK! Sebagai manusia, berapapun usia kita, berapa banyakpun gelar yang kita peroleh, kita tetap perlu untuk belajar. Belajar adalah sebuah proses seumur hidup. Tidak ada yang namanya berhenti dari belajar. Orangyang merasa dirinya sudah “terlalu” pandai dan memutuskan untuk berhenti belahar, maka orang itu sudah mati selagi hidup.
Aku menyadari bahwa kita hidup dalam masyarakat yang “tinggi hati”, sehingga kita cenderung sulit untuk belajar, terutama belajar tentang kehidupan. Belajar bukan hanya di bangku sekolah atau universitas, namun juga belajar dari dan tentang kehidupan. Sebenarnya, kita diciptakan oleh Tuhan untuk memiliki hati yang mudah untuk diajar, asalkan kita merendahkan hati kita dan mau untuk dikoreksi.
Tuhan memberikan Roh Kudus sebagai Penolong kita, untuk mengajarkan banyak hal kepada kita. Namun terkadang, Tuhan mengijinkan kita untuk belajar dari orang lain, yaitu sesama kita. Janganlah kita memiliki sikap hati yang sombong, sehingga kita memandang rendah orang yang usianya lebih muda dibandingkan dengan kita. Orang yang lebih muda daripada kita, belum tentu tidak memiliki sesuatu yang dapat kita pelajari. Seringkali, aku menemukan bahwa Tuhan memakai anak- anak kecil untuk mengajarkanku bagaimana mengucap syukur, mengajarkan ketulusan, dan kemurnian. Usia tidak menjamin bahwa kita “cukup” pandai atau “cukup” berpengalaman.
Sebagai seorang anak Tuhan, kita harus memiliki hati yang mudah untuk diajar, yaitu hati yang lembut untuk dikoreksi, serta hati yang mau untuk berubah. Walaupun secara rohani, mungkin kita merasa bahwa kita sudah mengenal Tuhan, mengerti kitab suci, berpengalaman dalam melayani. Hal itu tidak berarti kita boleh berhenti untuk belajar. Selalu ada hal baru yang dapat kita pelajari, karena Tuhan memberikan pewahyuan dan pengertian yang baru, sama seperti Ia memberikan manna yang baru setiap pagi kepada bangsa Israel di padang gurun.
Dalam Alkitab, ada seorang tokoh yang memiliki hati yang mudah untuk diajar. Orang itu adalah Apolos. “Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal- soal Kitab Suci. Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes.Ia mulai mengajar denagn berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan denga teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah. Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara- saudara di Efesus mengirim surat kepada murid- murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, mejadi seorang yang sangat berguna bagi orang- orang yang percaya. Sebab dengan tak jemu- jemunya ia membantah orang –orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias” (Kisah Para Rasul 18:24-28). Apolos adalah seorang percaya yang sangat menggebu- gebu dalam memberitakan Injil, namun pada saat itu pengetahuannya tentang Yesus sangatlah sedikit. Namun ketika Priskila dan Akwila mengajar dia, dia tidak memiliki sikap hati yang sombong ataupun menolak. Ia dengan rendah hati mau diajar, sehingga Alkitab mengatakan setelah itu ia menjadi seorang yang sangat berguna.
Biarlah dari kehidupan Apolos, kita belajar untuk memiliki a teachable heart, hati yang mudah untuk diajar. Karena ketika kita memiliki a teachable heart lah, kita akan selalu diperbarui oleh Tuhan dari hari ke hari, sehingga kita semakin mengenal Dia.
God bless you all.
January 18,2012
11:31 am