Pasangan hidup alias PH, sapa sih yang nggak memikirkan tentang hal ini? Kebanyakan orang menentukan kriteria atas pasangan hidup yang didambakannya. Bagi yang cewek, pengen dapet cowok yang baik hati, pinter, putih, tinggi, kaya, dsb. Bagi yang cowok, pengennya dapet cewek yang cantik, putih, lemah lembut, bisa masak, dsb. Nggak ada yang salah dengan menentukan kriteria atas pasangan hidup yang kita idamkan, tapi apa sih hal terpenting yang musti kita cermati?
Sebagai anak Tuhan, tentunya kita tahu bahwa Tuhan mempunyai rencana yang besar atas hidup setiap kita kan. Namun seringkali kita teledor untuk memahaminya dalam perjalanan hidup kita. Kalo Tuhan punya rencana yang besar atas hidup kita, Tuhan mau pakai hidup kita menjadi alat-Nya, tentunya kita nggak boleh sembarangan sama hidup kita ini. Harus extra hati-hati dalam segala tindakan, keputusan, dan pemikiran kita. Nggak terkecuali tentang PH ini.
Kita tahu dalam Alkitab, Daud adalah orang yang sangat luar biasa. Dia deket bangeeeet sama Tuhan. Pas bergumul, dia berdoa. Pas seneng, dia nyanyi muji Tuhan. Pas terjepit, dia berseru sama Tuhan. Top banget pokoknya. Tapi, kalo kita cermati, kita akan nemuin bahwa Daud nggak pernah berdoa dalam masalah PH. Nggak percaya? Coba deh selidiki Alkitab kalian.
Kejatuhan Daud dalam masalah PH dikarenakan dia nggak berdoa meminta petunjuk Tuhan ketika dia menyukai seorang gadis. Akibatnya, dia tercatat memiliki 8 istri, banyak selir, dan yang paling mengenaskan adalah sebuah perselingkuhan. Kita tahu bahwa dalam masalah pasangan hidup, Daud nggak bisa jadi teladan buat kita.
Balik lagi ke rencana Tuhan dalam hidup kita. Di Alkitab, Tuhan berkata, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2:18). Jadi, dalam membuat rencana di hidup kita, Tuhan tahu bahwa kita nggak mampu sendirian. Oleh karena kebaikan-Nya, kita diberikan penolong alias PH itu. Tujuan utamanya adalah menolong kita untuk menyelesaikan mandat Tuhan di bumi, yaitu untuk membantu kita dalam memenuhi panggilan kita.
Kalau kita uda tahu fakta ini, berarti kita musti lebih selektif dalam memilih PH donk. Karena orang tersebut haruslah orang yang bisa membantu kita dalam mencapai tujuan yang Tuhan letakkan dalam hidup kita. Jadi PH tuh bukan cuma untuk nemeni kita doank, tapi terutama untuk menjadi mitra kita dalam menjalani misi kita di bumi ini. So pertama- tama, kalau kita dekat sama seseorang, kita harus perhatiin, apakah orang tersebut visi hidupnya menyenangkan Tuhan? Lalu, gimana hidupnya, apakah dia taat melakukan firman Tuhan ato nggak, hidupnya menjadi berkat bagi sekelilingnya ato nggak, apa karakternya memuliakan Tuhan. Jadi, jangan cuma ngeliat secara fisik aja (dia cantik or ganteng), ato secara jasmani (pinter, tinggi, kaya, dsb). Tapi liat hatinya, liat cara hidupnya, liat buah- buahnya.
Daripada kita meminta hal- hal yang bersifat fisik dan jasmani, lebih baik kita meminta hal- hal yang bersifat rohani, terutama supaya orang tersebut adalah orang yang cinta Tuhan dan bisa membawa kita semakin deket sama Tuhan. Lebih baik mendapatkan orang yang secara fisik biasa saja, namun memiliki hati yang cinta dan takut akan Tuhan. Karena orang yang cinta dan takut akan Tuhan, akan diberkati Tuhan, lebih daripada orang yang memiliki kelebihan- kelebihan fisk dan jasmani.
Beberapa waktu lalu ketika aku merenungkan hal ini, Tuhan ngomong dengan sangat jelas, “Aku mau pakai hidupmu, oleh karena itu, setiap keputusanmu itu penting. Apapun tindakanmu, bukan hanya manusia yang memperhatikannya, tapi juga Sorga dan neraka”. Ngeri bener pas Tuhan bilang begitu, karena aku baru sadar bahwa orang yang mau dipakai Tuhan tuh hidupnya bener- bener harus diperhatiin sungguh- sungguh. Sekali salah melangkah, akibatnya bisa fatal.
Ada perkataan seperti ini, “Surga dan neraka bisa dirasakan di bumi melalui pernikahan”. Menurutku itu adalah hal yang sangat benar. Kalau kita salah memilih PH, pastilah kita akan merasakan penderitaan yang sangat luar biasa, karena PH akan menemani kita sepanjang sisa hidup kita. Namun berbahagialah orang yang menemukan orang yang tepat, karena selain membuat hidup kita semakin efektif, PH yang tepat juga membuat kita bisa menikmati hidup yang dikaruniakan Tuhan.
Nah memilih PH ini merupakan hal yang sangat vital dalam hidup kita, jadi pikirkan baik- baik sebelum mengambil keputusan. Berdoalah, tanya pendapat orangtua dan pemimpin rohani, tunggu waktu yang tepat. Jangan sampai kita salah memilih PH. God bless you ^^
Nov 20th 2011
1:40 pm