June 20, 2019

GOD'S DELAY = PLOT TWIST?

Sebenernya bulan ini bulan terakhirku kerja kantoran. Sejak awal bulan, aku antusias menghitung hari. Aku rajin banget nyelesaiin semua kerjaan supaya ga ngerepoti temen yang bakal handle kerjaanku. Ga sabar menyambut hari2 kebebasan, aku udah punya plan di bulan Juli buat travelling, ikut seminar, rest, ikut baking class, ktemu temen2 yang selama ini ga sempet kutemui karena berbagai kesibukan, trus memulai segala sesuatu yang baru.

Tapi semua rencana itu berantakan gara2 kejadian ga terduga di kantor yang memaksaku untuk nambah 1 bulan lagi. Rasanya marah, kecewa, jengkel. Kenapa harus aku yang "ngalah", padahal bukan kesalahanku. Kenapa sih boss egois banget, kalo ga mau nyari penggantiku, kok ga bilang siapa yang akan gantiin aku sehingga aku isa ngajari dia lebih awal?

Akhirnya aku beneran dongkol di kantor, apalagi ketika beberapa kali boss nanya kesediaanku untuk nambah 1 bulan lagi en berkali2 kujawab "saya pengennya bulan ini terakhir, pak" en ga ada perubahan. Temen paling senior di kantor malah bilang "kan mayan dapet gaji 1 bulan lagi". Masalahnya bukan duid, tapi kesepakatan yang dilanggar, en aku udah merencanakan idupku bakal ngapain aja mulai awal Juli. Buat apa boss acc resign-ku beberapa bulan lalu kalo ujungnya kayak gini? Tau gitu skalian mepet2 aja ajuin permohonan resign-nya 😥

Aku berdoa ama Tuhan, menumpahkan semua kekesalan hatiku. Hari demi hari malah Dia memberi peneguhan bahwa delay ini merupakan rencana khusus-Nya, ada proteksi serta sesuatu yang Dia sediakan di masa sebulan ke depan. Apaan sih Tuhan, sebel deh... Kenapa ga bilang sejak awal, kan aku udah diskusi ama Tuhan soal resign bulan Juni en waktu itu Tuhan kasi damai sejahtera. Akhirnya aku jadi sedih sendiri, jengkel sendiri, beneran ga enjoy jalani hari2 di kantor. Gile aja, aku udah kenal Tuhan berapa taon, kok masih kekanak2an gini reaksinya 😥

Semalem pas merenung, Tuhan ingatkan bahwa aku selalu suka kisah dengan plot twist, bukan kisah lempeng yang ngalir kayak air atopun yang gampang ketebak endingnya. Dia ingatkan kisah Kaleb en Yosua di bible, dimana mereka begitu percaya ama Tuhan soal Tanah Perjanjian, tapi mereka ikutan dihukum 40 taon karena sungut2 orang Israel. Ga adil secara manusia karena mereka ga salah apa2 malah kudu ikutan muter di padang gurun 40 taon, tapi justru mereka dapetin janji Tuhan en mereka setia sampe beneran terima janji itu. Yosua jadi pemimpin Israel, Kaleb dapetin tanah Hebron. Dan ada 1 ayat yang Tuhan kasi ke aku yang mengingatkan bahwa semua butuh proses sekalipun Tuhan udah nyatain janji-Nya:

"Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara" (Yesaya 43:19)

"Tumbuh" itu butuh proses kan? Rasanya kudu nangis waktu Tuhan bilang hal itu. Aku ga tau ke depan bakal gimana, hal buruk apa yang sedang Tuhan luputkan dari hidupku, serta penyediaan apa yang Dia rancangkan. Tapi aku mau belajar percaya dan menaruh rasa amanku ke dalam tangan-Nya. Ga mau sebel ato marah sendiri, ga mau berontak atopun kecewa ama keadaan yang memaksaku. Sehebat apapun aku merancangkan masa depanku, aku tau bahwa Tuhan punya rancangan yang jauh lebih dahsyat dan indah.

Aku sadar bahwa masih ada sifat "control freak" dalam diriku, yang marah ketika kondisi berada di luar kendaliku, terutama ketika aku ngerasa bahwa udah nurut ama apa yang Tuhan mau tapi malah semuanya dikacaukan secara tiba2. Aku rasa bahwa harus ada "kematian daging" di dalam diriku supaya kehendak-Nya yang sempurna dinyatakan lebih lagi. En dikuatkan banget pas baca tulisan INI.

Thanks kak Echa, Imel, en Ornella yang support aku dengan kata2 membangun en doa yang ga pernah putus. Thanks karena tetap meneguhkan apa yang Tuhan mau di hidupku di saat aku bebal dengan kehendak en rencanaku. Thanks Tuhan buat surprise-nya. Aku mau taat jalani proses di kantor sebulan lagi.

June 15, 2019

ADULTERY (PAULO COELHO)

1. Tidak semua orang butuh merasa bahagia sepanjang waktu. Lagipula, tidak seorangpun dapat bahagia sepanjang waktu. Aku harus belajar menghadapi realitas kehidupan.
2. Apakah kau pikir aku tidak dihakimi dan dikritik di tempat kerjaku? Sering, malah! Tapi aku sudah memutuskan untuk mendengarkan hanya hal-hal yang mendorongku untuk maju, hal-hal yang membantuku membetulkan kesalahan-kesalahanku. Kalau tidak, aku hanya berpura-pura tidak dapat mendengar hal-hal lain dan memblokirnya.
3. Tidak penting apa yang dipikirkannya. Aku tidak bisa menghabiskan hidupku mencoba menyenangkan hati orang lain.
4. Mungkin mereka tidak memiliki kebutuhan untuk membuat orang lain terkesan. Aku memiliki kebutuhan itu, dan aku tidak dapat menolaknya, karena itu merupakan pengaruh baik dalam hidupku, terus mendorongku. Selama aku tidak mengambil resiko yang tidak perlu, tentu saja. Selama aku dapat menjaga duniaku tepat seperti sekarang ini.
5. Sesuatu telah membaik. Mempercayai orang yang kaucintai selalu membawa hasil yang baik.
6. Kau tidak memilih hidupmu, hiduplah yang memilih dirimu. Tidak ada gunanya bertanya mengapa kehidupan menahan suatu kebahagiaan atau kesedihan, kau hanya bisa menerimanya dan melanjutkan hidupmu.
7. Kita tidak dapat memilih hidup kita, tetapi kita dapat memutuskan apa yang akan kita lakukan dengan kebahagiaan atau kesedihan yang kita dapatkan.
8. Cintaku adalah milikku dan aku bebas menawarkannya pada siapapun yang kupilih, bahkan kalaupun itu bertepuk sebelah tangan. Tentu saja akan menyenangkan jika cinta itu berbalas, tetapi kalaupun tidak, siapa yang peduli. Aku tidak akan berhenti menggali lubang ini, karena aku tahu ada air di bawah sana. Air segar.
9. Pada zaman es, banyak hewan mati karena udara dingin, jadi landak-landak memutuskan berkumpul untuk saling menghangatkan tubuh dan untuk perlindungan. Tetapi duri mereka menusuk teman-teman di sekitar mereka, tepatnya teman yang paling memberi kehangatan. Karenanya mereka berpencar lagi. Dan sekali lagi banyak dari mereka mati kedinginan. Mereka harus membuat pilihan: entah mereka punah ataukah menerima duri sesama teman mereka. Dengan bijaksana, mereka memutuskan berimpit-impitan kembali. Mereka belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil yang ditimbulkan kerabat mereka, karena kunci keselamatan mereka adalah berbagi kehangatan.
10. Tak ada waktu yang lebih baik daripada musim gugur untuk mulai melupakan hal-hal yang menyulitkan kita, membiarkan mereka rontok bagaikan dedaunan kering. Tak ada waktu yang lebih baik untuk menari kembali, untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya setiap serpih cahaya matahari dan tubuh yang hangat dan jiwa dengan cahayanya sebelum jatuh tertidur dan tinggal sebuah bohlam lampu suram di atas langit.
11. Banyak orang mengatakan waktu menyembuhkan semua luka, tetapi itu tidak benar. Tampaknya, waktu hanya menyembuhkan hal-hal baik yang ingin kita genggam selamanya. Waktu memberitahu kita, "jangan konyol, ini kenyataan".
12. Semua hal yang kita cari dengan penuh antusiasme sebelum kita mencapai masa dewasa--cinta, pekerjaan, iman--berubah menjadi beban yang terlalu berat untuk ditanggung. Hanya ada satu cara untuk melepaskan diri dari hal ini: cinta. Mencintai berarti mengubah perbudakan menjadi kebebasan.
13. Tidak ada apapun yang kulakukan dapat membantumu, karena kau tidak pernah mengerti pertumbuhanmu. Kau selalu adalah makhluk yang lebih baik daripada sebelumnya.
14. Proses menua lebih traumatis bagi orang-orang yang berpikir mereka dapat mengendalikan berlalunya waktu.
15. Kita bukan orang yang semula kita inginkan. Kita adalah yang dituntut masyarakat. Kita adalah apa yang dipilih orangtua kita. Kita tidak ingin mengecewakan siapapun; kita memiliki kebutuhan yang besar untuk dicintai. Jadi kita menutupi sisi terbaik diri kita. Perlahan-lahan, cahaya impian kita berubah menjadi monster dalam mimpi-mimpi buruk. Mereka menjadi hal-hal yang tidak dilakukan, kemungkinan-kemungkinan yang tidak kita jalankan.
16. Masalah sesulit apapun pasti akan berakhir, tetapi kadang, ketika orang tersebut melintasi kegelapan dan berada di sisi seberang, dia meninggalkan serangkaian kehancuran besar-besaran di belakangnya.
17. Biarkan diri Anda terhanyut dibawa malam hari dari waktu ke waktu. Pandanglah bintang-bintang dan cobalah hanyut dalam sensasi tak terbatas. Malam dengan segala pesonanya, adalah juga jalan menuju pencerahan. Seperti halnya sumur yang gelap memiliki air yang memuaskan dahaga di bagian dasarnya, malam yang misterinya membawa kita lebih dekat kepada misteri Tuhan, memiliki api yang dapat mengobarkan jiwa kita yang tersembunyi di balik bayang-bayangnya.
18. Anda lihat para pemain ini? Mereka harus mengambil langkah selanjutnya. Mereka tidak dapat berhenti di tengah-tengah, karena itu artinya menerima kekalahan. Akan tiba waktunya ketika kekalahan tak terelakkan, tetapi setidaknya kita bertarung sampai akhir. Kita sudah memiliki semua yang kita butuhkan. Tak ada yang perlu diperbaiki. Memikirkan kita baik atau jahat, adil atau tidak adil, semua itu omong kosong. Kita tahu Jenewa sekarang ini diselubungi awan yang mungkin perlu berbulan-bulan untuk pergi, tetapi cepat atau lambat, awan itu akan pergi. Jadi, lakukan saja dan lepaskan dirimu.
19. Kita dapat menimbulkan amnesia yang bersifat relatif, tetapi karena orang ini terkait dengan fakta dan kejadian lain, praktis tidak mungkin untuk mengeliminasi seseorang sepenuhnya. Lagipula, melupakan adalah pendekatan keliru. Anda harus menghadapi setiap masalah.
20. Bagiku salah satu hal terburuk adalah hari-hari indah dan cerah di musim gugur ini. Aku membuka tirai-tirai di kantorku dan melihat orang-orang di luar sana, ada yang berjalan dan bergandengan tangan tanpa harus mencemaskan tentang konsekuensi. Tapi aku tidak dapat menunjukkan cintaku.
21. Itu adalah kesepian. Meskipun aku dikelilingi orang-orang tercinta yang peduli padaku dan hanya menginginkan yang terbaik, kemungkinan mereka mencoba menolong hanya karena mereka merasakan hal yang sama--kesepian--dan mengapa, dalam gerakan solidaritas, kau akan menemukan frase "aku berguna, meskipun kesepian" terukir di batu.
22. Tetapi rasa kesepian ini ada dan menggerogoti bagian-bagian terbaik diri kita karena kita harus mengerahkan segenap energi kita untuk tampil bahagia, walaupun kita tidak akan pernah dapat menipu diri kita sendiri. Tetapi kita bersikeras, setiap pagi untuk hanya menunjukkan mawar-mawar yang mekar, dan menyembunyikan batang-batangnya yang berduri, yang melukai kita dan membuat kita berdarah di dalam.
23. Aku bukan kanak-kanak dan kusangka tidak ada yang baru tentang diriku untuk ditemukan. Ternyata ada. Aku merupakan misteri bagi diriku; aku telah membuka pintu air dan aku ingin melangkah lebih jauh, mencoba semua yang aku tahu ada.
24. Mungkin aku tidak sungguh-sungguh mencintainya. Tetapi aku mencintai apa yang telah dibangkitkannya dalam diriku.
25. Dia mempercayai semua yang kukatakan padanya. Bukan karena dia bodoh--jauh dari itu--tetapi karena dia percaya padaku.
26. Jika orang yang menikah, demi entah alasan apapun memutuskan untuk mencari pasangan yang lain, ini tidak selalu berarti hubungan pasangan itu tidak berjalan dengan baik. Saya juga tidak percaya seks adalah motif utama. Ini lebih karena perasaan bosan, karena lenyapnya gairah hidup, karena ketiadaan tantangan. Ini campuran berbagai faktor.
27. Sementara komitmen laki-laki terhadap spesiesnya bertahan maksimal sebelas menit, bagi wanita masing-masing anak berarti setidaknya sembilan bulan masa kehamilan. Belum lagi harus merawat si bayi, memberinya makan, dan melindunginya dari bahaya. Jadi insting wanita lebih berkembang dengan cara berbeda. Kasih sayang dan kendali diri jadi lebih penting.
28. Jauh di dalam, kita semua sama. Kita melakukan kesalahan yang sama dan terus berjalan membawa pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab.
29. Aku menemukan bahwa meskipun aku mengira itu cinta, yang kurasakan ini hanya perasaan tergila-gila semata; yang ditakdirkan untuk berakhir sewaktu-waktu. Dan aku sama sekali tidak repot-repot untuk memeliharanya: aku sudah mendapatkan petualangannya, kenikmatan melakukan sesuatu yang terlarang, pengalaman seksual yang baru, kesenangannya. Semua tanpa setetes pun penyesalan. Aku sedang memberi diriku sendiri hadiah yang layak kudapatkan setelah berperilaku baik selama bertahun-tahun.
30. Cinta saja tidak cukup. Cinta bukan hanya perasaan; cinta adalah seni. Dan layaknya seni apapun, cinta tidak hanya membutuhkan inspirasi, melainkan juga banyak kerja keras.
31. Kau nyaris tewas karena keingintahuanmu. Kau mencari rasa aman dalam pengetahuan dan menghancurkan hubungan kita. Tetapi di dalam cinta, tak ada yang hancur untuk selamanya.
32. Siapapun yang tidak dapat menerima hal ini dan selalu mencoba mencari penjelasan bagi hubungan manusia yang magis dan misterius, akan melewatkan bagian terbaik dari kehidupan.
33. Aku percaya padanya sepenuhnya. Menurutku cemburu adalah untuk orang-orang yang tak percaya diri yang sakit, orang-orang yang merasa rendah diri dan percaya siapapun mengancam hubungan mereka.
34. Dapatkah kau melatih dirimu untuk mencintai laki-laki yang tepat? Tentu saja bisa. Masalahnya adalah melupakan tentang laki-laki yang salah, laki-laki yang melintas lewat dan masuk tanpa izin ke dalam pintu yang dibiarkan terbuka.
35. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Kurasa--sebenarnya, aku yakin--semua orang yang menikah selalu memiliki seseorang yang diam-diam ditaksirnya. Itu terlarang, dan bermain-main dengan yang terlarang itulah yang membuat hidup menarik.
36. Pohon itu tidak mengatakan "sampai bertemu lagi" melainkan "selamat tinggal", tahu benar dedaunan itu takkan kembali lagi. Dan pohon itu meminta angin untuk membantu menanggalkan dedaunan itu dari ranting-ranting mereka dan membawa mereka pergi jauh. Pohon itu tahu dirinya dapat tumbuh hanya jika dia beristirahat. Dan jika pohon itu tumbuh, dia akan dihormati. Dan dapat menghasilkan lebih banyak bunga cantik.
37. Kecemburuan memberitahu kita "kau dapat kehilangan semua yang sudah kaucapai dengan susah payah". Kecemburuan membutakan kita terhadap semua yang lain, terhadap momen-momen yang kita alami dengan sukacita, terhadap saat-saat menyenangkan dan ikatan-ikatan yang tercipta pada kesempatan-kesempatan itu. Bagaimana mungkin kebencian dapat menghapus seluruh sejarah sebuah pasangan?
38. Tak ada sesuatupun yang terjadi tanpa usaha. Kau harus memiliki iman. Dan untuk itu, kau harus menghancurkan tembok-tembok prasangka, dan itu membutuhkan keberanian. Untuk memiliki keberanian, kau harus mengalahkan ketakutanmu. Dan begitulah seterusnya. Marilah kita berdamai dengan hari-hari kita. Kita tidak boleh lupa bahwa kehidupan ada di sisi kita. Kehidupan juga ingin membaik. Mari kita membantunya!
39. Bermimpi tidak sesederhana kelihatannya. Sebaliknya, bermimpi bisa cukup berbahaya. Ketika bermimpi, kita menyalakan mesin-mesin berkekuatan besar dan tidak lagi dapat menyembunyikan makna  hidup kita yang sebenarnya dari diri kita sendiri. Ketika bermimpi, kita juga membuat pilihan tentang harga yang akan kita bayar.
40. Mengejar mimpi ada harganya. Itu mungkin berarti meninggalkan kebiasaan-kebiasaan kita, mungkin mengharuskan kita mengalami kesengsaraan, atau mungkin mengantar kita pada kekecewaan, dan sebagainya. Tetapi sebesar apapun bayarannya, itu tak pernah semahal harga yang dibayar orang-orang yang berhenti hidup. Karena pada suatu hari mereka akan menoleh ke belakang dan mendengar hati mereka sendiri berkata "aku sudah menyia-nyiakan hidupku".
41. Aku mengendalikan kecemburuan yang kurasakan karena dirimu dan aku senang karenanya. Kau tahu mengapa? Karena aku selalu harus menunjukkan bahwa aku layak mendapatkan cintamu. Aku harus berjuang bagi perkawinan kita, bagi kesatuan kita, dalam cara-cara yang tidak ada hubungannya dengan anak-anak kita. Aku mencintaimu. Aku akan menanggung apapun untuk selalu memilikimu di sisiku. Tetapi aku tidak dapat menghentikanmu jika kau ingin meninggalkanku suatu hari nanti. Jadi jika hari itu tiba, kau bebas untuk pergi dan mencari kebahagiaanmu. Cintaku padamu lebih kuat daripada apapun juga, dan aku tidak akan menahanmu dari menjadi bahagia.
42. Aku tidak takut pada rasa kesepian. Aku takut memperdaya diriku sendiri, bahwa aku memandang kenyataan seperti yang kuinginkan terjadi dan bukan seperti yang sesungguhnya terjadi.
43. Ketika kau saling mencintai, kau harus siap menghadapi apapun. Cinta selalu bergerak dan tak pernah mengulang dirinya. Jika kau tidak memahami ini, kau ditakdirkan untuk menderita atas sesuatu yang semata-mata ada untuk membuat kita bahagia.
44. Kita harus selalu tahu bagaimana menjual sebuah gagasan. Itulah yang menciptakan sukses bagi individu manapun. Tahu bagaimana menjual apa yang mereka inginkan. Kau juga harus menemukan seseorang yang membelinya. Itulah yang berlaku dalam bisnis, politik, dan cinta.
45. Cinta juga menginginkan hasil, meskipun semua orang berkeras mengatakan tidak, bahwa tindakan mencintai memberi makna bagi dirinya sendiri. Itukah yang terjadi? Tentu saja tidak. Aku mencintai, tetapi sebagai balasannya aku menginginkan sesuatu yang konkret--bergandengan tangan, ciuman, seks, mimpi untuk dibagikan bersama, kesempatan untuk menciptakan sebuah keluarga baru dan membesarkan anak-anak, kesempatan untuk menjadi tua bersama-sama orang yang kucintai.
46. Apa yang benar-benar menular adalah rasa takut, rasa takut terus menerus bahwa kita takkan pernah menemukan seseorang untuk menemani kita sampai akhir hidup kita. Dalam nama rasa takut ini kita dapat melakukan apa saja, termasuk menerima orang yang salah dan meyakinkan bahwa dialah jodoh kita, satu-satunya yang telah ditempatkan Tuhan di jalan kita dalam waktu sangat singkat pencarian rasa aman itu berubah menjadi cinta sepenuh hati, dan segala sesuatu tak lagi pahit dan sulit. Perasaan-perasaan kita dapat diletakkan di dalam kotak kosong dan didorong ke balik lemari di benak kita, disanalah dia akan tinggal selamanya, tersembunyi dan tidak terlihat.
47. Aku hanya ingin mengakhiri salah satu "hubungan" dengan baik-baik. Ini karena hal-hal yang tidak berakhir dengan jelas selalu meninggalkan pintu yang terbuka, sebuah kemungkinan yang belum dijelajahi, sebuah kesempatan bahwa semuanya mungkin akan kembali seperti sebelumnya.
48. Aku merasa dicintai dan bahwa aku pantas mendapatkan cinta ini.
49. Otak manusia sungguh mengagumkan: kita akan melupakan sebuah aroma hingga kita menciumnya lagi, kita akan menghapus sebuah suara dari ingatan sampai kita mendengarnya lagi, dan bahkan emosi-emosi yang sepertinya telah dikubur untuk selamanya akan bangkit kembali ke tempat yang sama.
50. Aku bangga dengan jiwa petualangannya,  tekadnya untuk menaklukkan yang tidak mungkin dan selalu menuntut lebih dan lebih lagi dari tubuhnya.
51. Aku tahu baru sepuluh tahun, tetapi waktu pertama kali kita kesini aku masih muda, aku memiliki ambisi, aku menyukai udara terbuka, dan aku tidak akan membiarkan diriku terintimidasi sesuatu yang tidak diketahui. Apakah aku sudah begitu banyak berubah?
52. Apakah menurutmu kenangan dapat mengisi masa kini? Sama sekali tidak. Sejujurnya, kenangan mencekikku. Aku menemukan bahwa aku bukan lagi orang yang sama.
53. Ada saatnya kita harus berhenti dan melihat keseluruhan gambarnya: masa lalu dan masa kini kita. Apa yang telah kita pelajari dan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. Aku selalu takut pada saat-saat seperti itu. Aku menipu diriku, mengatakan telah membuat pilihan-pilihan terbaik dan harus melakukan beberapa pengorbanan kecil. Tidak ada yang penting.
54. Kurasa aku membutuhkannya. Tetapi jangan masukkan ke hati ucapanku. Ketika sebuah balon meletus, semua orang terkejut, tetapi itu tidak lebih dari itu: balon yang meletus. Tidak berbahaya
55. Aku tidak memiliki masa lalu, masa kini, ataupun masa depan. Aku mulai mengerti apa yang disebut orang-orang dengan "keabadian".
56. Aku mulai mendengar suara-suara yang sudah terlalu lama terbungkam di dalam diriku, dibungkamkan pikiran-pikiran yang menghantui, oleh rasa kesepian, oleh teror-teror di malam hari, takut pada perubahan dan takut segala sesuatu akan tetap sama. Semakin tinggi kami melayang, semakin jauh aku dari diriku sendiri.
57. Tak satupun hubungan harus berakhir ketika kita melakukan pencarian. Yang membunuh sebuah hubungan di antara dua manusia adalah ketiadaan tantangan, perasaan bahwa tidak ada lagi sesuatu yang baru. Kita harus terus menjadi kejutan bagi satu sama lain.
58. Kebijaksanaan dan pengalaman tidak mengubah seseorang. Waktu tidak mengubah seseorang. Satu-satunya yang mengubah kita adalah cinta.
59. Hanya Kasih Sejati yang dapat bersaing dengan cinta lain manapun di dunia ini. Ketika kita memberikan segalanya, kita tidak dapat kehilangan apa-apa lagi. Dan kemudian rasa takut, cemburu, bosan, dan kemonotonan pun lenyap, dan yang tinggal hanya cahaya dari sebuah kehampaan yang tidak membuat kita gentar, melainkan membawa kita lebih dekat satu sama lain. Cahaya itu selalu berubah, dan itulah yang membuatnya indah dan penuh kejutan--tidak selalu berupa hal-hal yang kita harapkan, melainkan yang dapat kita terima.
60. Mengasihi dengan melimpah berarti hidup dengan melimpah. Mengasihi selamanya berarti hidup selamanya. Hidup kekal dipersatukan dengan kasih.
61. Mengapa kita ingin hidup selamanya? Karena kita ingin hidup satu hari lagi bersama orang di sisi kita ini. Karena kita ingin terus bersama-sama dengan orang yang layak mendapatkan cinta kita, dan orang yang tahu bagaimana mencintai kita dengan cara seperti yang kita pikir kita layak untuk dicintai.
62. Tak seorangpun dapat memaksa dirinya untuk mencintai, juga dia tidak dapat memaksa orang lain untuk mencintainya. Yang dapat kaulakukan adalah memandang Kasih, jatuh cinta pada Kasih, dan menirunya.
63. Mereka yang tahu bagaimana mengasihi mencintai Kebenaran, bersukacita bersama Kebenaran, dan tidak takut padanya, karena cepat atau lambat kebenaran membebaskan segalanya. Mereka mencari Kebenaran dengan pikiran yang jernih dan rendah hati tanpa prasangka atau sikap tidak toleran--dan sangat puas dengan apa yang mereka temukan.
64. Kasih Sejati tidak berarti memperlihatkan kelemahanmu kepada orang lain, melainkan tidak takut untuk menunjukkan kapan dirimu membutuhkan pertolongan dan bersukacita saat menemukan bahwa segalanya lebih baik daripada yang dikatakan orang.
65. Aku mencari Kebenaran dan menemukannya. Kuharap itulah yang terjadi pada siapapun yang pernah mengalami ini.
66. Ini harus menjadi tujuan kita di dunia: belajar mengasihi.
67. Kehidupan menawarkan ribuan kesempatan untuk belajar pada kita. Dalam setiap hari kehidupan kita, selalu memiliki kesempatan bagus untuk menyerah pada Kasih. Hidup bukanlah liburan panjang, melainkan proses pembelajaran terus menerus.


Paulo Coelho
ADULTERY

June 6, 2019

I SEE YOU WHEN I SEE YOU


"Tadi aku udah kliatan ako dari sini"

Kata-kata itu meluncur dari mulut seorang anak berumur 5 taon ketika aku nyamperi dia setelah dia bermain. Simple namun menunjukkan bahwa dia bisa mengenali diriku dari kejauhan, bahkan ketika aku belom melihat tubuh mungilnya di antara kerumunan orang banyak. Kata-kata itu merefresh hatiku, menyadarkan aku ga peduli seberapa lama kami ga bertemu, anak ini selalu bisa mengenaliku sesaat ketika dia melihatku.

Dan aku teringat seseorang yang berkata bahwa Ia tau namaku, Ia tau segala sesuatu tentangku sejak dunia belum dijadikan, dan Ia mengasihiku. Seketika juga kata-kata anak kecil itu berbicara lebih kuat ke dalam jiwaku. Ada Pribadi yang bisa melihatku dari kejauhan, bahkan jauh ke dalam, lebih dari apa yang terlihat oleh mata, yang tersembunyi dan luput dari pandangan orang. Ada Pribadi yang mampu melihat keberadaanku bahkan saat aku tak mampu melihat-Nya dengan jelas. Ada Pribadi yang tak pernah melepas pandangan mata-Nya dari hidupku.

Kesadaran semacam ini membuatku berpikir,  banyak hal yang orang lain ga tau, banyak kejadian yang orang ga pernah pedulikan, banyak pergumulan yang tersembunyi dari mata orang awam; tapi ga ada satupun yang luput dari perhatian-Nya. Ga peduli seberapa pahit, seberapa kelam, seberapa sulit keadaan yang sedang kujalani, Dia tau dan Dia memandangku dengan mata-Nya yang penuh kasih. 

Tulisan ini singkat, tapi aku ngerasa bahwa Tuhan sedang berbicara sesuatu kepadaku melalui seorang anak, tanpa dia tau arti sebenarnya. Tuhan yang terlebih tau apa yang aku butuhkan, Dia tau cara menyampaikannya dengan tepat kepadaku, di saat terbaik dan melalui mulut seorang anak yang begitu polos. 

Thanks Nic, kamu selalu bicara sesuatu yang bermakna lebih dalam daripada kata-kata itu sendiri. Tuhan menempatkanmu dengan cara-Nya yang unik, membuat hati ako terpikat padamu sejak pertama kali karena ada tujuan besar yang Dia letakkan. Semoga selamanya kamu selalu Tuhan pakai sebagai malaikat kecil bagi orang-orang yang ada di sekelilingmu. Ako loves you more than you know ❤


"mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya" (Mazmur 139:16)