Berasa surprise banget waktu malem-malem mau doa en tiba-tiba Tuhan bikin aku galau abis dengan banyak hal yang terjadi di idup (yang selama ini ga terlalu kupikirin tentunya). Mulai deh bermunculan masalah sidang akhir yang kagak keluar-keluar jadwalnya, kerjaan apa yang Tuhan mau buat aku, panggilan hidup, masalah keluarga, masalah pelayanan, dsb-nya.
Pas diingetin tentang apa aja yang lagi aku hadepin en pergumulin, tiba-tiba aku nangis. En pas itu Tuhan kasi 1 ayat di II Korintus 12:9--> “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah, kuasa-Ku menjadi sempurna”. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku”.
Ujung-ujungnya, aku nggak berdoa buat pergumulan-pergumulanku,tapi menikmati “makanan yang lezat” dari Firman-Nya, kata demi kata. En, aku bener-bener dikuatkan. So, check this out:
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah, kuasa-Ku menjadi sempurna”.
CUKUP --> apa yang Yesus telah lakukan di atas kayu salib, lebih dari CUKUP untuk meng-cover semua pergumulan, masalah, kesulitan, kegalauan, ketakutan, penderitaan, dsb yang kita alami
Apapun yang sedang kita pergumulkan saat ini, belajarlah untuk mencukupkan diri dalam Tuhan. Jangan bilang kalo apa yang Tuhan lakukan itu nggak cukup ato kurang untuk bantu kita ngadepin pergumulan kalian saat ini.
KASIH --> kita dikasihi oleh Bapa bukan karena kita layak, tapi karena STATUS kita sebagai ANAK BAPA.
Tuhan mengasihi kita dengan kasih yang tulus, tanpa mengharapkan balasan apapun dari kita. Semua itu dilakukan-Nya karena kita adalah anak-anak-Nya.
KARUNIA --> pemberian dari Bapa untuk memperlengkapi hidup kita (bukan hanya bakat en talenta, tapi juga keluarga, fasilitas hidup, temen-temen, bahkan orang yang bikin kita sebeeeel setengah mati) agar hidup kita lebih baik lagi
Bedanya kasih en karunia disini nih: kasih diberikan tanpa mengharapkan apapun (termasuk imbalan ato balasan). Tapi karunia diberikan agar hidup kita menjadi lebih baik lagi (ada target ato harapan).
Karunia Tuhan dalam hidup kita bisa aja berupa penghiburan dari keluarga ato temen kita, teguran ato kritikan dari orang lain yang mungkin nggak suka sama kita, dsb.
-KU --> semua tuh bersumber dari TUHAN, jadi jangan andalkan yang laen!
Hidup kita tuh ibarat selang air yang harus selalu melekat sama keran air (maksudnya disini tentunya TUHAN) untuk dapet air. Kalo kita nggak melekat sama keran air, hidup kita nggak akan bisa dapetin air (apapun yang kita butuhkan).
Makanya ada ayat yang bilang: “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah” (Mazmur 62:2-3).
BAGIMU --> semua hal yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita (entah baik maupun buruk), tujuannya adalah untuk KEBAIKAN KITA.
Roma 8:28 bilang, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.
Masalahnya adalah, kita tahu nggak sih kalo Tuhan tuh mengerjakan segala sesuatu buat kebaikan kita? Sering banget kita berpikir kalo Tuhan tuh jahat karena mengijinkan hal-hal yang buruk terjadi dalam hidup kita.
Padahal Tuhan tuh selalu merancangkan apa yang baik, bahkan jauuuuhhhh lebih baik daripada apa yang bisa kita rancangkan.
Yeremia 29:11 mengatakan; “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.
SEBAB --> sebab tuh awal, akibat tuh akhir. Apapun yang kita alami saat ini tuh belum finish, masih awalnya. Orang dunia aja bilang NO PAIN, NO GAIN. Kalo nggak ada proses, nggak akan ada hasil yang baik. Kalo nggak ada hal-hal buruk, kita nggak akan melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan. Oleh karena itu, berlarilah, kejarlah sampai finish.
Hidup kita tuh ibarat puzzle, yang dibangun oleh banyak kepingan kecil yang penuh warna, goresan en bentuknya beda-beda (ada yang bagiannya menonjol, ada yang bolong). Setiap orang, kejadian, en proses yang Tuhan ijinkan terjadi tuh membentuk setiap bagian yang diperlukan untuk bikin hidup kita lengkap. Kita nggak bisa bilang sama Tuhan, “Aku mau hidupku penuh dengan warna-warna cerah, kaya merah, kuning, ijo, biru aja. Aku nggak suka warna hitam karena jelek en gelap”.
Bayangin kalo ada puzzle yang cuma punya satu warna, nggak bagus kan, nggak menarik. Begitu juga dengan hidup kita ^^
JUSTRU --> cuma dapet pewahyuan simple kayak gini untuk kata JUSTRU:
Justru itu kamu masih belum boleh nyerah!
Justru itu kamu masih harus terus berjuang!
Justru itu jangan berhenti berdoa!
Justru itu jangan berhenti berharap!
Justru itu kamu nggak boleh putus asa!
DALAM --> Melalui setiap pergumulan en permasalahan yang kita sedang hadapi, Tuhan pengen bekerja di bagian dalam dari diri kita, yaitu hati en pikiran (dimana nggak ada seorangpun yang tau en bisa ngerti). Tuhan mau ubahkan apa yang masih belum beres di dalam diri kita (entah masih ada trauma masa lalu, kepahitan, ketakutan, kebencian, dsb).
Kalo bagian dalam-nya kita udah beres, barulah ntar hasilnya keliatan di luar, sehingga bisa kesaksian yang hidup buat orang lain.
KELEMAHAN --> Tuhan mau ubah kelemahan kita jadi kekuatan Tuhan, keterbatasan kita jadi ketidakterbatasan-Nya, ketidakmampuan kita jadi kemampuan-Nya, dukacita kita jadi sukacita, supaya kita bisa lihat Tuhan melalui “kelemahan” kita.
KUASA-KU --> kuasa Tuhan bisa mengubah apapun menjadi mulia.
Tapi inget, hanya KUASA TUHAN. Bukan kehebatan kita, bukan koneksi kita, bukan harta kita, bukan yang laen-laen.
MENJADI --> kata “menjadi” merupakan akibat dari setiap PROSES yang akan kita lihat, jika kita SETIA.
Untuk mencapai kata “menjadi”, butuh yang namanya kerendahan hati untuk diproses, untuk dileburkan demi suatu tujuan yang lebih baik. Contohnya adalah untuk bikin kue yang enak, kita butuh macem-macem bahan (paling gampang pasti ada tepung, mentega, gula, baking powder, telur). Tiap bahan yang ada harus rela meleburkan diri mereka menjadi suatu adonan supaya bisa menjadi kue yang enak. Bayangin kalo tepung bilang, “Aku nggak mau bercampur sama mentega yang lengket itu. Aku pengen tetep putih”. Nggak bakalan ada yang namanya kue yang enak kalo masing-masing bahan mempertahankan dirinya sendiri :P
Jadi, ayok kita belajar punya kerendahan hati untuk diproses en melebur dengan apa yang Tuhan mau.
Semua hal yang ada di hidup kita ini bergantung banget sama yang namanya RESPON HATI kita, mau nggak kita dibentuk, mau nggak kita diproses.
Aku pun belajar untuk nerima apa yang Tuhan rencanakan dalam hidupku, sekalipun bidang itu bukan bidang yang aku suka. En ini masih dalam proses bergumul en merendahkan hati untuk tunduk :P
SEMPURNA --> apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita, nggak pernah setengah-setengah! Semuanya pasti sempurna!
Kalo apa yang kita hadapi sekarang masih buruk ato belum sempurna, itu berarti belum selesai!
Perkataan Tuhan ini diawali dengan kata CUKUP en diakhiri dengan kata SEMPURNA, hal ini berarti: Ketika kita belajar mencukupkan diri dalam kasih karunia Tuhan, maka Tuhan akan membawa hidup kita berjalan menuju kesempurnaan.
Ketika kita udah memahami kalimat “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah, kuasa-Ku menjadi sempurna”, barulah kita bisa dengan sukacita mengatakan kalimat berikutnya: Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
Be blessed!
22 Juni 2013
