February 28, 2013

MY REST




Beberapa hari lalu, pas aku doa di sore hari, tiba-tiba aku galau banget tentang skripsi. Ini uda akhir Februari en skripsiku belom dapet acc dari dosen. Padahal untuk wisuda Mei, aku harus selesai skripsi (sidang akhir) paling lambat awal Maret. Duuuuhhh, aku nggak mau molor lagi. Pengen cepet lulus trus cari kerja. Bosen banget ngurus skripsi yang kayaknya tiada akhir gini T.T
            
Doa yang awalnya jadi persiapan buat aku pelayanan malem harinya, berubah arah jadi berdoa tentang skripsi. Tuhan, please donk buat mujizat supaya aku bisa cepet selesai. Lembutkan hati dosenku yang sekeras batu bara :P Dan sejuta doa yang isinya tentang permohonan supaya skripsi ini cepet kelar.
            
Tiba-tiba di tengah doaku yang penuh kegalauan itu, aku denger Roh Kudus nyanyiin lagu di atas dengan lembut banget. Aku denger lagu itu nggak secara audibel, tapi aku tahu kalo aku denger lagu itu dengan jelas di telingaku. Byuuurr. Langsung air mataku meluber kemana-mana.
            
Aku denger di hatiku Tuhan bilang dengan sangat lembut, “Apa Aku tetep jadi kepuasan terbesarmu ato skripsi yang selesai yang jadi kepuasanmu, Luc? Apa kamu ngerasa damai kalo skripsimu dapet acc ato damai itu Aku yang kasi? Apa sukacitamu ditentukan sama skripsi ato Aku yang tentukan?” Jleeeb jleeeb jleeeb. Tiga pertanyaan yang sukses banget bikin aliran tangisanku makin deras.
            
Pas Tuhan nanya gitu, Roh Kudus tetep nyanyiin lagu itu di telingaku. Lagu yang awalnya hanya sekedar aku denger, tiba-tiba aku pahami kata demi katanya. Kepuasan batinku Tuhan, kuperoleh dari-Mu (Cuma Tuhan yang bisa puaskan batinku, bukan skripsi yang kelar). Kedamaian jiwaku oh Tuhan, Kau yang berikan (Damai sejahtera tuh Tuhan yang kasi, nggak peduli apapun keadaan yang aku alami). Sukacita sukacita yang melimpah, dekapan kasih-Mu kurasakan (sukacitaku bersumber dari Tuhan, bukan dari kebutuhan ato keinginanku yang terpenuhi).
            
Thank You, Tuhan. Entah aku bisa wisuda Mei ato nggak, aku tetep mau percaya sama Engkau. Buat temen-temenku skripsi tuh gampang banget, aku nggak tahu buat aku kenapa sulit banget selesai, susah banget dapet acc. Tapi aku tahu kalo Engkau nggak tinggalin aku di masa-masa sulit ini. Aku mau belajar ngerti hati-Mu en maksud-Mu lebih lagi. Aku berserah sama Engkau.

“My souls finds rest in God alone.; my salvation comes from Him” (Psalms 62:1).


  
Kepuasan batinku Tuhan, kuperoleh dari-Mu
Kedamaian jiwaku oh Tuhan, Kau yang berikan
Sukacita sukacita yang melimpah, dekapan kasih-Mu kurasakan
Kau sumber pengharapan dan kota perlindungan
Kutahu sungguh Kau berarti bagiku
Reff: Yesus yang kuperlu di setiap waktu
Lebih dari semua Kau bagiku
Di atas sgalanya di dalam hidupku
Satu hal kutahu, hanya Kau Yesus, sobat yang kuperlu
(Sobat yang Kuperlu)         

February 16, 2013

COME THIRSTY PART 2 (MAX LUCADO)

BAGIAN KETIGA: MEYAKINI KETUHANAN-NYA


SEPULUH: KEPADA TUHAN KITA (NYARIS) PERCAYA

Saya tahu Allah tahu yang terbaik bagi saya.

Saya tahu bahwa saya tidak tahu apa-apa.

Saya tahu bahwa Dia memedulikan saya. 

1. Mengakui kedaulatan Allah berarti mengakui pemerintahan Allah, otoritas agung-Nya. Menerima kedaulatan Allah sama artinya dengan kesediaan minum dari sumur kekuasaan-Nya dan keberanian membuat keputusan di kala bahtera kita diterjang badai.

"Allah kita di surga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!" (Mazmur 115:3).

2. Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah Allah yang perkasa dan juga baik. Yang menjadi masalah adalah agenda umat manusia. Kita memburu prioritas yang keliru. Kita menghendaki kesehatan prima, penghasilan tinggi, tidur malam yang nyenyak, dan tunjangan pensiun yang memuaskan. Akan tetapi, prioritas Allah adalah Allah. Mengapa ada surga? Untuk menunjukkan bahwa Allah ada. "Langit menceritakan kemuliaan Allah" (Mazmur 19:1).

"Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan" (Kejadian 50:20).

3. Apakah Anda dipanggil untuk mengalami masa-masa Getsemani? Tidakkah "Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita bagi Dia" (Filipi 1:29)? Kalau begitu, datanglah wahai yang merasa dahaga dan teguklah sepuasnya kekuasaan-Nya. Dialah yang menyusun segala rencana. Dia mengetahui apa yang terbaik bagi Anda. Tidak ada satupun perjuangan yang harus Anda hadapi yang terjadi di luar rencana, hadirat, dan izin-Nya.

4. Kita hidup di bawah perlindungan tangan kuasa Sang Raja yang mengawasi setiap keadaan dalam hidup kita dan gemar melakukan hal yang mendatangkan kebaikan bagi kita. Tidak ada sesuatu pun yang terjadi tanpa terlebih dahulu melalui saringan kasih-Nya.

5. Tetaplah bersemangat. Segala jalan Allah selalu benar. Jalan-jalan itu mungkin terasa tidak masuk akal, misterius, sulut dipahami, rumit, dan bahkan menyakitkan bagi kita. Akan tetapi, semua jalan itu benar. "Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28).


SEBELAS: KHAWATIR? TIDAK PERLU
1. Tidakkah Anda ingin berhenti merasa khawatir? Adakah peralatan yang sanggup melindungi Anda dari unsur-unsur kehidupan yang keras? Inilah yang Allah tawarkan kepada Anda: kemungkinan memiliki kehidupan yang bebas dari kekhawatiran. Dia telah menciptakan kubah bagi hati Anda. "Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (Filipi 4:7).
2. Ada dua kata yang mampu meringkas pendapat-Nya tentang hal kekhawatiran: tidak relevan dan tidak sepantasnya. "Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambah sehasta pada jalan hidupnya?" (Matius 6:27). Kekhawatiran adalah hal yang tidak relevan. Kekhawatiran tidak mengubah apapun.
3. Sebanyak 92% dari kekhawatiran kita sebenarnya adalah kekhawatiran yang tidak perlu. Bukan saja karena kekhawatiran adalah hal yang tidak relevan, tidak bermanfaat; melainkan juga karena kekhawatiran adalah hal yang tidak patut, pertanda bahwa kita tidak mempercayai Allah.

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur" (Filipi 4:6).
4. Apakah Anda ingin mengurangi kekhawatiran Anda? Lebih seringlah berdoa. Daripada menatap ke depan dengan penuh ketakutan, lebih baik Anda menengadah ke atas dengan iman. Daripada mengkhawatirkan segala sesuatu, lebih baik "berdoalah untuk segala sesuatu".
5. Bapa mengajukan permintaan, "Tetaplah berada di dekat-Ku. Berbicaralah kepada-Ku. Berdoalah kepada-Ku. Hiruplah Aku dan embuskanlah kekhawatiranmu". Kekhawatiran akan hilang ketika kita menengadah ke atas. Allah tahu apa yang dapat terjadi dalam perjalanan ini, dan Dia ingin membawa kita pulang dengan selamat. 
Allah telah membuktikan apa yang telah dilakukannya pada masa lalu. Kealpaan adalah sumber ketakutan, tetapi ingatan yang baik membentuk hati yang baik. 
"Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara kamu" (1 Petrus 5:7).


DUA BELAS: PARA MALAIKAT MENJAGA ANDA
1. Ada dua kata sifat yang digunakan dalam Alkitab untuk memberi gambaran yang lebih jelas mengenai malaikat: banyak dan perkasa. Kitab Ibrani 12:22 menyebutkan, "beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah".
2. Tak ada gunanya Anda berusaha berbicara kepada malaikat; mereka tidak akan mendengarkannya. Telinga mereka hanya tertuju kepada suara Allah. Mereka adalah "roh-roh yang melayani Tuhan" (Ibrani 1:14, NCV), yang hanya bersedia menanggapi dan melaksanakan perintah-Nya dan hanya menuruti petunjuk-Nya.
3. Para malaikat termasuk dalam kelompok ciptaan Allah yang tidak kelihatan. Mereka menyembah-Nya dan--Inilah minuman bagi jiwa-jiwa yang dahaga--mereka melindungi kita. "Seluruh malaikat adalah roh-roh yang melayani Allah dan yang telah diutus untuk menolong mereka yang akan menerima anugerah keselamatan" (Ibrani 1:14, NCV). 
"Jika Anda adalah orang percaya, para malaikat yang perkasa akan mendampingi Anda, di sepanjang hidup Anda" (Billy Graham).
4. Akan nyenyakkah tidur Anda jika Anda mengetahui bahwa para agen rahasia terbaik dari surga yang berjaga di depan pintu Anda?  Anda tidak sendirian. Terimalah kuasa Allah atas kehidupan Anda. Para malaikat surgawi, yang jumlahnya banyak dan perkasa itu, menjagai Anda. Dan ketika Anda melewati garis kemenangan, mereka akan menjadi orang pertama yang akan menyambut Anda dengan tepuk tangan dan sorak sorai.


TIGA BELAS: BERSAMA ALLAH SEBAGAI PENJAGA ANDA
1. Ketentraman Anda adalah kepedulian utama Allah. Hadirat Allah menaungi kehidupan Anda. Allah-lah yang meluputkan Anda dari malapetaka. Dialah Penjaga Anda. 
Salah satu janji yang paling gamblang mengatakan demikian: "Tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi padamu" (Mazmur 91:10, NCT). 
2. "Kalau begitu, mengapa tetap ada malapetaka?" Benarkah hal-hal buruk sungguh menimpa Anda? Anda dan Allah mungkin memiliki pengertian yang berbeda menyangkut kata buruk. Apa yang buruk di mata seorang anak tidaklah selalu demikian di mata seorang ayah.
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun" (Yakobus 1:2-4).
3. Kapankah Allah akan berhenti menempa Anda? Ketika Dia melihat diri-Nya terpantul dalam diri Anda. "TUHAN akan menyelesaikannya bagiku!" (Mazmur 138:8). "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga" (Yohanes 5:17).
4. Allah melindungi mereka yang berpaling kepada-Nya. Pukulan yang Anda rasakan bukanlah pertanda bahwa Dia menjauhi Anda, melainkan justru membuktikan kedekatan-Nya dengan Anda. Percayalah akan kedaulatan-Nya. Bukankah Dia layak Anda percayai?
"Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi" (Yosua 21:45).
5. Allahlah yang menetapkan langkah-langkah Anda dan menjadi sumber sukacita dalam setiap saat kehidupan Anda (lihat Mazmur 37:23,24). Dia senantiasa mengawasi Anda. Bahkan, mobil-Nya menepi ke pinggir jalan. Lihatlah Allah sedang membukakan pintu mobil-Nya. Kemudian Anda mengambil tempat di kursi penumpang. Tidakkah Anda merasa aman karena mengetahui bahwa Dialah yang mengendalikan segalanya? 


BAGIAN KEEMPAT: MENERIMA KASIH-NYA
EMPAT BELAS: MENYELAM LEBIH DAN LEBIH DALAM LAGI
"sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah" (Efesus 3:17-19).
1. Dia mengasihi Anda karena Dia adalah Dia. Dia mengasihi Anda karena Dia memutuskan demikian. Karena dorongan pribadi, tanpa syarat, dan spontan. Kasih-Nya tidak pernah berubah dan Dia berikan karena Dia memang telah memutuskan untuk memberikan-Nya. 
Anda sama sekali tidak memiliki andil terhadap kasih Allah.
2. Kesuksesan belum tentu merupakan pertanda adanya kasih Allah. Sebaliknya, perjuangan hidup yang berat juga belum tentu merupakan pertanda tidak adanya kasih Allah. Ukuran pasti yang Allah tetapkan bukanlah pada hari baik atau hari buruk yang merundung Anda, melainkan pada saat ketika Anak-Nya mengorbankan nyawa.
3. Tinggal di dalam kasih Kristus berarti membuat kasih-Nya sebagai rumah Anda. "Kita telah tinggal di dalam rumah yang tetap, yaitu dalam rumah kehidupan kasih" (1 Yohanes 4:16, MSG). Anda telah meninggalkan rumah yang lama, yaitu kasih yang penuh kepalsuan dan berpindah ke rumah-Nya yang penuh kasih sejati.
4. Tetaplah bergantung pada Kristus seperti ranting yang melekat pada pokok anggur. Menurut Yesus, sebuah ranting menjelaskan definisi mengenai tinggal di dalam. "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku" (Yohanes 15:4).
5. Izinkan Kristus yang mengendalikan hukum pusat pemerintahan hati Anda. Setiap orang harus menjadikan kasih Allah sebagai tempat kediaman-Nya. Nyatakan dan ikrarkan hal ini:
Tidak ada seorang pun yang boleh memulai kehidupannya di dunia sebelum ia berdiri di kaki salib untuk menerima kasih Allah. 

LIMA BELAS: PERNAHKAH ANDA MENDENGAR SUARA PINTU YANG GEMERINCING? 
Rasa takut kehilangan kasih seorang bapa dapat berakibat fatal. 
1. "Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?" (Roma 8:35). Tidak seorang pun mampu mengayunkan kapaknya untuk memisahkan Anda dari kasih Allah. Penderitaan duniawi tidak sama dengan penolakan surgawi. 
2. Malam itu, sebelum ayam berkokok, "semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri" (Markus 14:50). Namun, yang menakjubkan adalah ketika Kristus bangkit dari kematian, Dia tidak pernah mengungkit masalah ini. Dia dapat membiarkan mereka terus menerus mendengar suara pintu yang gemerincing. Namun, Dia tidak melakukannya.
3. Hanya Allah yang sanggup bangkit dari kematian. Dan, hanya kasih Allah yang sudi kembali untuk seorang peragu. Tinggalkanlah Allah--Dia masih tetap akan mengasihi Anda. Sangkalilah Allah--Dia masih tetap akan mengasihi Anda. Ragukanlah Allah--Dia masih tetap akan mengasihi Anda.
4. Berita Injil terbesar adalah bukan Anda yang mengasihi Allah, melainkan Allah yang mengasihi Anda; bukan Anda yang sanggup mengenal Allah, melainkan Allah yang telah lebih dahulu mengenal Anda! Dia memeteraikan nama Anda di telapak tangan-Nya. Anda tidak pernah dapat terhapus dari pikiran-Nya, melarikan diri dari pandangan-Nya, kabur dari pikiran-Nya.
5. Hampirilah sumur kasih-Nya dan minumlah. Mungkin perlu waktu untuk dapat merasakan perbedaannya. Hanya jika kita bersedia minum tanpa henti, kita dapat melembabkan hati kita. Begitu hati Anda terisi oleh kasih-Nya, Anda tidak akan pernah menjadi sama lagi. 


ENAM BELAS: MENGHADAPI KEABADIAN TANPA RASA TAKUT
"Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih" (1 Yohanes 4:17-18).
1. Mereka yang dipenuhi oleh kasih Allah tidak akan berkhianat untuk mendapatkan cinta dari orang lain. Mereka bahkan juga tidak akan berkhianat untuk mendapatkan kasih Allah. 
Kita berubah karena kita telah memiliki kasih Allah. Kasih Allah yang sempurna. 
2. Apakah dampak kasih yang sempurna? Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan akan penghakiman. Kasih yang sempurna bahkan melenyapkan ketakutan akan hari penghakiman. Mereka yang menerima-Nya sama sekali tidak perlu takut. 
3. Percayalah akan kasih Allah. Percayalah akan kasih-Nya yang sempurna. Tidak perlu takut bahwa Dia akan mengetahui masa lalu Anda. Dia sudah tahu. Tidak perlu ketakutan kalau-kalau Anda akan mengecewakan-Nya di masa mendatang. Dia sanggup menunjukkan kepada Anda babak kehidupan yang akan Anda lalui. Dengan pengetahuan yang sempurna akan masa lalu dan visi sempurna akan masa depan, Dia mengasihi Anda secara sempurna.


TUJUH BELAS: SEANDAINYA ALLAH MENYURATI ANDA
1. Anda dapat menikmati Natal setiap hari. 
Karya-Nya: di kayu salib dan pada kebangkitan-Nya. Hasilnya, Anda tidak perlu menanggung hukuman dosa, dan kubur tidak lagi menakutkan. 
Kekuatan-Nya: tidak bergantung pada Anda. Anda sanggup melakukan segala hal melalui Kristus, yang memberi Anda kekuatan. 
Kuasa-Nya: Dia bertanggung jawab atas diri Anda dan memelihara Anda.
Kasih-Nya: apakah yang sanggup memisahkan Anda dari kasih-Nya? 
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku" (Wahyu 3:20). 
2. "Jika seseorang dahaga, biarkan ia datang kepadaku [bukan datang kepada nabi-nabiku atau pada manusia] dan minum" (Yohanes 7:37, NIV). Allah menggambarkan diri-Nya sendiri sebagai "sumber air yang hidup" (Yeremia 2:13). Ucapkanlah syukur kepada-Nya atas keran-keran yang ada, tetapi janganlah mengandalkan mereka sebagai pemuas dahaga Anda.
3. Ucapkanlah syukur kepada-Nya atas kardus yang menjadi wadah pemberian-Nya. Akan tetapi, jangan lupa membuka kardus itu. Dan yang terpenting, jangan lupa membawa surat-Nya. Sepucuk surat yang tertimbun di antara tumpukan anugerah belas kasihan dan komitmen yang tak pernah berhenti mengalir setiap hari--sepucuk surat pribadi.


MAX LUCADO
COME THRISTY

February 14, 2013

COME THIRSTY PART 1 (MAX LUCADO)


 "Jika kamu haus, datanglah! Jika kamu ingin air yang memberi kehidupan, datanglah dan teguklah. Semua ini cuma-cuma!" (Wahyu 22:17, CEV).

"Kita masing-masing sekarang adalah bagian dari tubuh kebangkitan-Nya, disegarkan dan disatukan dalam satu sumber--Roh-Nya--dimana kita datang dan minum" (I Korintus 12:13, MSG).


MEAGAN

1. Meagan, jangan keraskan hatimu. Kamu tidak diciptakan untuk menjadi pribadi yang sepemarah dan sekeras ini. 

2. Aku tahu bahwa kamu adalah seseorang yang jauh lebih baik daripada ini. Aku pun tahu bahwa tidak ada kata terlambat untuk berubah. Inikah jalan yang ingin kau tempuh?  Gedung-gedungnya tampak indah, tetapi jalannya tidak mengantarmu sampai kemana-mana.

3. Stres mengisyaratkan adanya kebutuhan yang lebih mendalam, suatu kerinduan. Kita rindu untuk dapat memenuhinya, untuk dapat melakukan perubahan. Diterima, dianggap berarti--semua itu penting bagi kita. 

4. Dimana Allah saat semua kemelut ini terjadi? Jauh lebih dekat daripada yang pernah kau impikan. Meagan, setiap orang yang minum air ini akan merasa haus lagi. Namun, Aku menawarkan minuman yang berbeda. Siapapun yang minum air yang Kuberikan tidak akan pernah haus lagi. Tidak akan pernah.


SATU: HATI YANG DEHIDRASI

1. Hati yang dehidrasi akan mengirimkan pesan yang bernada putus asa. Apakah menurut Anda, Allah menginginkan Anda hidup dengan semua itu? Tanpa harapan. Susah tidur. Kesepian. Kemarahan. Mudah tersinggung. Perasaan tidak aman. Semua itu adalah peringatan. Peringatan akan adanya gejala-gejala kekeringan dalam jiwa yang terdalam.

2. Pandanglah rasa sakit di hati Anda, bukan sebagai beban yang harus dipikul, melainkan sebagai suatu dahaga dalam diri yang terdalam yang harus segera dipuaskan--sebuah bukti adanya sesuatu dalam diri Anda yang mulai layu.

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup" (Yohanes 7:37-38)

3. Pengarahan Anda tidak diperlukan, yang Dia perlukn adalah izin Anda. Seperti air, Yesus tidak akan masuk, kecuali jika Anda meneguknya. Itulah sebabnya, kita harus dengan sepenuh hati berserah kepada kuasa-Nya. 

Demi mereka yang memerlukan kasih Anda, basahilah jiwa Anda! Pedulikanlah dahaga Anda.

4. Agama memang memberi rasa tenang, tetapi tidak mampu memberi rasa puas. Aktivitas gerejawi mungkin mampu meredam dahaga, tetapi hanya Kristus yang sanggup melenyapkan dahaga. Minumlah dari Dia.

5. Sebuah doa bagi hati yang dahaga. Bawalah selalu kemanapun Anda pergi. Anda akan dengan mudah mengingat doa ini dengan mengingat huruf yang ada dalam kata W-E-L-L (sumur), yang merupakan kependekan dari God's Work (Karya Allah), God's Energy (Kekuatan Allah), His Lordship (Kuasa-Nya), dan His Love (Kasih-Nya).

February 13, 2013

CONTROVERSIAL WOMEN


Kalo kita mencermati Alkitab, kita bakal ngeliat kalo Tuhan tuh nggak pernah memakai orang-orang hebat. Bahkan ironis banget karena orang-orang hebat pasti jatuh en nggak masuk dalam daftar orang yang dipakai besar sama Tuhan (contohnya: Eliab kakak Daud, Saul, Absalom). Kok bisa gitu? Iya, soalnya orang yang hebat cenderung sombong sehingga nggak masuk dalam kriterianya Tuhan, yaitu rendah hati en mau dibentuk.
Kita tau kalo Tuhan bisa pakai kelemahan manusia menjadi senjata yang kuat di tangan-Nya. Dia bisa pakai orang yang nggak punya kemampuan untuk jadi hebat di dalam kasih setia-Nya. Tapi yang bikin aku terkejut banget adalah Tuhan juga bisa memakai orang-orang yang punya reputasi buruk di masyarakat untuk jadi alat pilihan di tangan-Nya. Mau bukti?
Ada Rahab yang berprofesi sebagai pelacur. Ya benar, dia adalah seorang wanita tunasusila. Namun, Tuhan memakai dia untuk menyelamatkan dua pengintai yang dikirim ke Yerikho. Bahkan Tuhan mengizinkan nama Rahab masuk dalam silsilah nenek moyang Yesus. Seolah Tuhan mau ngajar kita bahwa reputasi kita yang buruk bukanlah halangan untuk pemakaian-Nya atas hidup kita J
Ada juga Hana, seorang wanita yang mandul. Di jaman itu, wanita yang nggak bisa ngelahirin anak dipandang rendah, dianggap kena kutuk Tuhan. Tapi melalui kesetiaan Hana terhadap suaminya en penyerahan dirinya ke Tuhan, Tuhan pakai Hana untuk melahirkan Samuel, nabi yang luar biasa di Israel. Melalui Samuel-lah, Saul en Daud diurapi menjadi raja.
Selanjutnya, ada wanita yang bersuamikan seorang pria dursila, yaitu Abigail. Diceritakan kalo Abigail tuh cantik tapi suaminya yang namanya Nabal tuh nggak punya aturan. Nggak ngebayangin gimana ceritanya seorang wanita yang cantik bisa punya suami yang kayak gitu. Tapi Tuhan pakai Abigail untuk berbicara mendinginkan hati Daud pas Daud berikhtiar membunuh Nabal en seisi rumahnya.
Ada juga wanita yang bernama Batsyeba, janda Uria panglima perang Daud. Batsyeba nggak bisa menolak keinginan Daud, walaupun saat itu statusnya adalah istri Uria (entah karena takut akan hukuman ato terpesona sama ketampanan Daud). Namun, Tuhan pakai Batsyeba untuk melahirkan raja terbesar yang pernah ada, yaitu Salomo. Bahkan nama Batsyeba pun masuk dalam silsilah nenek moyang Yesus.
Rut juga adalah wanita yang berasal dari keturunan yang ditolak Tuhan serta penyembah berhala. Tapi karena tekadnya untuk berbalik kepada Tuhan Allah Israel, Tuhan menuliskan kisah cinta yang indah antara Rut dengan Boas. Dan akhirnya Rut juga masuk dalam silsilah nenek moyang Yesus. Seolah-olah penolakan Tuhan yang universal atas bangsa Moab nggak berlaku atas hidup Rut.
Rahab.
Hana.
Abigail.
Batsyeba.
Rut.
Kelima nama yang nggak dipandang manusia di jaman itu. Lima wanita yang mungkin ngerasa kalo mereka nggak akan menorehkan sesuatu yang kekal. Lima kehidupan yang mungkin sudah nggak ada harapan untuk masuk daftar “alat pilihan Tuhan”. Namun, dengan kebaikan-Nya, kelima nama itu ada di Alkitab sebagai orang-orang yang membawa dampak. Masa lalu ataupun reputasi yang hancur bukanlah masalah buat Tuhan. Dia mampu membalikkan keadaan mereka menjadi kemuliaan. Dia juga mampu melakukan hal yang sama bagi hidupmu dan hidupku.

February 13th, 2013
1:53 pm

BIAR JABATANNYA DIAMBIL ORANG LAIN


Setelah baca beberapa post sebelumnya, astaga, serius amat sih gaya penulisanku. Sekarang, aku mau ganti haluan ah. Nulis dengan gaya sesantai mungkin, supaya nggak mboseni. Hahahaha. Setelah lama nggak nulis sendiri, kangen juga buat update blog ini. Thanks God semua kegilaan kejar deadline skripsi udah kelar, tinggal nunggu acc dari dosen trus sidang akhir, trus lulus deh. Emang bener kata-kata “badai pasti berlalu”. Akhirnya skripsi ini hampir berlalu jugak. Yippie!

Kali ini aku pengen nulis tentang pengalamanku yang tanpa kusadari, ternyata spektakuler juga (opini pribadi sih, hahahaha). Beberapa bulan kemaren kan bergumul tentang mau pindah pelayanan, yang akhirnya batal soalnya Tuhan masih mau aku disini. Setelah semua itu berlalu, ada surprise dari Tuhan. Yey! Ternyata Tuhan emang belum selesai sama aku di pelayanan ini.

 Awal bulan Februari ini, sebelum berangkat ke menara doa, aku udah punya feeling kalo bakalan dikasi kepercayaan untuk jadi bendahara menara doa. Dalem hati mikir, Tuhan aku ini punya tampang bendahara tah, kok dimana-mana selalu dikasi kepercayaan jadi bendahara. Hahahaha. En ternyata bener, tiba-tiba ketua menaraku yang cewek (ketua menaraku ada 2, yang 1 cewek, 1-nya cowok) bilang, “Luc, mulai sekarang kamu jadi bendahara menara ini ya. Minggu depan cece kasi uangnya ke kamu”. Karena udah dapet feeling, aku nggak kaget. Malahan aku bilang sambil iseng, “Yaaaa, jangan donk ce, ntar aku nggak bisa sering-sering bolos donk :p”.

Seminggu kemudian, ketika jabatan bendahara diresmikan (walah), trus aku pulang ke rumah, tiba-tiba aku inget satu ayat “Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain” (Kisah Para Rasul 1:20). Pas dapet ayat itu, aku shock berat. Kenapa? Soalnya, jabatan bendahara itu sebelumnya dipegang sama orang yang pernah dinubuatin bakalan jadi ketua menara, tapi orang itu nggak setia, jarang banget dateng. Ketua menaraku yang cowok sampe sebel ngeliatnya en beberapa kali disindir, tapi tuh orang tetep aja nggak berubah. En tiba-tiba jabatan bendahara itu dihibahkan ke aku. Buat aku yang ngalami hal ini, tentu berkesan banget en aku belajar sesuatu. Kesetiaanmu (dan bukan kemampuanmu) yang membuatmu dipromosikan!

Trus pikiranku melayang kemana-mana. Jadi inget kalo Tuhan pernah kasi tau bahwa karunia inner healing yang aku punya tuh juga aslinya bukan milikku, tapi milik pemimpinku jaman di pelajar yang hidupnya asal-asalan. Trus juga talenta menulis ini entah dari mana asalnya, yang jelas aku tau banget kalo awalnya aku nggak punya talenta ini. Nggak tau deh, siapa pemilik sebenernya dari apa yang sekarang dipercayakan ke tanganku ini. Tapi kalo semua ini ditaruh ke dalam tanganku, nggak berarti aku boleh sombong. Justru aku harus TAKUT. Karena kalo aku nggak jaga hidupku dengan benar, siapa tau suatu saat semua itu bakalan dipindahtangankan ke orang lain juga. Bukannya aku serakah, aku sama sekali nggak keberatan kalo ada orang lain yang punya hal yang sama. Tapi aku nggak mau kalo karena aku hidup nggak taat ato nggak jaga hidup, akhirnya apa yang ada di tanganku itu dipercayakan ke orang lain. Nggak mau banget!

Disitulah aku sadar banget kalo sebenernya aku ini nggak punya apa-apa. Aku cuma berusaha setia, taat, en jaga hidupku di hadapan Tuhan en sesamaku. Semua hal yang hari ini ada di hidupku, murni kasih karunia Tuhan. Aku nggak pernah bayangin dapet ini itu dari Tuhan, tapi Tuhan yang kasi semuanya. Tuhan tuh baik banget. Itulah yang bikin aku tambah segan en hormat sama Dia. Dia perhitungkan semua hal yang aku lakukan, yang orang lain nggak pernah tau.

Hal itu juga yang bikin aku jadi semakin hati-hati. Kalo Yudas Iskariot jatuh di masalah duit waktu dia dipercaya untuk jadi bendaharanya Tuhan, aku nggak boleh jatuh. Aku nggak boleh lakukan hal yang sama. Aku nggak boleh lalai atau lengah.  Biar kehidupan Yudas Iskariot jadi pelajaran yang berharga buat hidupku. Biar kesalahan en kejatuhan Yudas Iskariot menjadi peringatan buat aku.

“Thanks God buat semua yang Kau percayakan dalam hidupku. Semua itu hanya karena kebaikan-Mu, bukan karena aku mampu ataupun telah ngelakuin ini dan itu. Ajar aku jadi orang yang bisa Kaupercayai sampai akhir, yang Kaudapati setia dan berkenan sampai akhir, hingga nama-Mu yang semakin ditinggikan. Amin”.


February 13th, 2013
12:58 pm

February 4, 2013

I’M HEALED


Akhirnya sempet update blog lagi, setelah lama nggak nulis karena sibuk dengan skripsi yang bikin puyeng. Hahaha. En di update kali ini, panjaaaaaaaang banget ceritanya (karena uda lama nggak nulis, jadi tumpah jadi satu deh :P). Let’s check it out!

Beberapa bulan ini, aku kecewa banget sama yang namanya pelayanan. Fiuuuhhhh. Aku suka banget ngelayani Tuhan en sesama, aku bersyukur banget dengan semua kepercayaan Tuhan dalam hidupku. Aku seneng banget ngeliat apa yang kulakuin tuh berbuah en jadi berkat buat orang yang kulayani.  Sampe suatu saat, aku nemuin yang namanya “pergeseran muka bumi” (hahahaha) di dalam pelayanan, kayak perlakuan pilih kasih yang ekstrem dari pemimpin, sikap nyebelin dari rekan pelayanan, ketidakkonsistenan dari pemimpin, pelayan-pelayan yang ngelayani asal-asalan tanpa bangun hubungan intim sama Tuhan, dan berbagai macam hal yang bikin hati ini super dongkol kaya makan jengkol >.<
            
Sebenernya, dari pertengahan tahun 2012, aku udah tertarik untuk ngelayani di bidang lain (interpreter bahasa mandarin). Tapi waktu itu aku masih bergumul, gimana dengan pelayananku di pendoa. Bergumul sekian lama karena ngerasa kalo bahasa mandarinku masih belum jago, masih perlu banyak belajar en latihan (walopun di pelayanan interpreter bakal ada training dsb-nya juga). Trus ditambah dengan kekecewaan yang numpuk puk puk kayak gunung Everest, aku makin pengen pindah pelayanan. Waktu itu, dalam lava amarah (huekekeke), aku mikir, “Udah ah, yang bikin aku “besar” bukan pelayanan doa kok, tapi Tuhan yang percayain ini itu dalam hidupku. Ngapain aku ngerasa berat untuk ninggalin pelayanan ini. Ogah banget ngelayani sama orang2 yang nggak bener”.
            
Waktu itu aku bilang sama Tuhan, “Tahun 2012 ini tahun terakhir aku ngelayani di departemen doa, tahun 2013 aku masuk ke interpreter yah, Tuhan. Please, kasi tau apa Tuhan berkenan ato nggak”. Tuhan nggak jawab-jawab. Aku berdoa trus, tapi tetep nggak ada tanda ato jawaban apapun. Sampe di Natal pendoa Desember kemaren, Tuhan cuma bilang gini, “Aku masih mau kamu di sini, Luc. Aku belum selesai sama kamu di departemen ini”. Huwaaaa… Waktu dapet kata-kata itu, aku tetep nggak setuju. “Tuhan kan tau, aku udah jengkel abis. Banyak banget yang nggak bener, jadi ogah ngelayani disini lagi. Pindah aja ya Tuhan, kan aku belajar mandarin buat bisa ngelayani ke bangsa-bangsa, mungkin bisa dimulai lewat interpreter”.  Dia dieeem lagi, so aku garuk-garuk kepala en nggak berani ambil langkah.
            
Masuk ke Januari 2013, aku cuma komitmen buat setia sama Tuhan, nggak komitmen ke pelayanan apapun. Aku komitmen untuk lebih taat sama Tuhan, untuk ngejalanin apapun yang Tuhan mau, dsb. Sampe pertengahan Januari 2013, ada pertemuan doa. Aku negosiasi ama Tuhan waktu itu, pengen banget nggak dateng. Males abis dah pokoknya buat pelayanan, pertemuan, or apapun yang diadain oleh departemen ini. 


Trus terjadi percakapan kayak gini sewaktu aku nego sama Tuhan:
T: “Luc, kamu inget waktu kamu mulai pelayanan?”
G: “Inget banget, Tuhan. Waktu itu aku kan belum mikir pelayanan, trus Tuhan manggil buat pelayanan doa”.
T: ”Berarti Aku yang bikin kamu mulai dalam pelayanan kan?”
G: “Iya”.
T : “Kalo Aku yang mulai, cuma Aku yang bole bilang berhenti. Kamu nggak bole berhenti kalo Aku belum bilang berhenti”.
G: *tertohok*
*speechless trus siap-siap berangkat ke pertemuan*
            
Malem itu, aku dateng ke pertemuan en disegarkan kembali. Pengkotbahnya nyampein tentang hal-hal mendasar tentang pelayanan yang semua orang di pelayanan itu udah tau banget, tapi perlu untuk dilakuin lagi dengan sungguh2. Pokoknya sebuah teguran untuk ngelakuin semuanya lagi dengan komitmen sama Tuhan. Thanks God, ternyata emang Tuhan belum selesai sama aku di pelayanan ini.

Malem-malem pas aku siap-siap mau tidur, Tuhan ngajak aku ngobrol. Dia bukain hal-hal yang udah lamaaaa banget, yang bahkan sebagian besarnya aku udah lupa. Dia ingetin aku pada masa-masa aku masih “hijau” dalam pengenalan akan Dia, diaman aku masih struggling sama karakter- karakter burukku, sama masa laluku yang kelam, dsb. Di masa itu, aku ngerasa nggak mampu berbuat apa-apa buat Dia, tapi Dia malah percayakan pelayanan ke aku, Dia yang ngajar aku pelan-pelan kayak seorang bapa yang ngajar anaknya. Dia yang bangkitkan aku pas aku jatuh, Dia yang kuatkan aku pas aku lemah, Dia yang menghibur ketika aku diperlakuin nggak adil. Dia yang bela aku pas aku difitnah sama pemimpin yang aku kagumi, Dia yang kasi aku kepercayaan lebih dari pemimpinku itu, Dia yang kasi janji buat aku, Dia yang bawa aku ke tempat-tempat en pengalaman-pengalaman yang nggak pernah aku bayangkan. Dia adalah Bapa yang setia sama aku *terharu banget*
            
Dia juga ingetin masa-masa awal aku bangun pelayananku di departemen doa. Berkali-kali aku takut, ngerasa nggak mampu, ngerasa salah masuk pelayanan, bahkan mau mundur dari pelayanan. Tapi berkali-kali juga Dia kirimkan pemimpin yang support aku, yang kuatkan aku, yang tegakkan kepalaku untuk memandang Dia yang mempercayakan semua itu. Dia juga yang menambahkan hal-hal baru, karunia en talenta-talenta baru, orang-orang baru untuk aku layani. Semuanya tuh hanya karena kasih karunia-Nya. Semua tuh Dia yang kerjakan, bukan aku. Aku hanya alat yang kecil, yang nggak bisa apa-apa, tapi dipakai-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Lewat setiap musim, setiap masa, setiap naik en turun, Dia yang tetep pegang tanganku en bawa aku mendekat ke Dia.
            
En dua minggu lalu, aku dapet sebuah kotbah yang menempelak banget, kotbahnya mbahas tentang kelelahan dalam pelayanan (kalo mau baca, klik di SINI). Pas dengerin kotbah itu, rasanya bolak-balik ketampar deh, sampe babak belur :P Tapi aku bener-bener belajar bahwa melayani tuh harus dimulai dengan hati yang menerima panggilan en kepercayaan Tuhan dengan sukacita. Tuhan yang ngasi pelayanan ke kita, Tuhan yang ngasi kita kemampuan en kekuatan, en Tuhan yang akan mengerjakannya di dalam kita. Jadi, semua tuh murni dari Tuhan, oleh Tuhan, en untuk Tuhan. Nggak ada unsur “aku”-nya sama sekali, bukan karena aku mampu, bukan karena aku layak, bukan karena aku hebat. Tapi semua karena Tuhan itu baik, karena Tuhan tuh setia, karena Tuhan tuh mau bawa anak-anak-Nya ngalami hal-hal yang baik bersama Dia.

Thank You Tuhan, buat setiap hal yang Kau ijinkan terjadi. Engkau yang selalu ada di sampingku, menopang en menguatkanku. Thank you buat orang-orang yang nyebelin en menguji kesabaranku. Thank you buat pemimpin-pemimpin yang masih berdiri tegak di jalur en kebenaran Tuhan.

February 4th, 2013
1:17 pm