Kalo
kita mencermati Alkitab, kita bakal ngeliat kalo Tuhan tuh nggak pernah memakai
orang-orang hebat. Bahkan ironis banget karena orang-orang hebat pasti jatuh en
nggak masuk dalam daftar orang yang dipakai besar sama Tuhan (contohnya: Eliab
kakak Daud, Saul, Absalom). Kok bisa gitu? Iya, soalnya orang yang hebat
cenderung sombong sehingga nggak masuk dalam kriterianya Tuhan, yaitu rendah
hati en mau dibentuk.
Kita tau kalo Tuhan bisa pakai kelemahan manusia menjadi senjata yang kuat di tangan-Nya. Dia bisa pakai orang yang nggak punya kemampuan untuk jadi hebat di dalam kasih setia-Nya. Tapi yang bikin aku terkejut banget adalah Tuhan juga bisa memakai orang-orang yang punya reputasi buruk di masyarakat untuk jadi alat pilihan di tangan-Nya. Mau bukti?
Kita tau kalo Tuhan bisa pakai kelemahan manusia menjadi senjata yang kuat di tangan-Nya. Dia bisa pakai orang yang nggak punya kemampuan untuk jadi hebat di dalam kasih setia-Nya. Tapi yang bikin aku terkejut banget adalah Tuhan juga bisa memakai orang-orang yang punya reputasi buruk di masyarakat untuk jadi alat pilihan di tangan-Nya. Mau bukti?
Ada
Rahab yang berprofesi sebagai pelacur. Ya benar, dia adalah seorang wanita
tunasusila. Namun, Tuhan memakai dia untuk menyelamatkan dua pengintai yang
dikirim ke Yerikho. Bahkan Tuhan mengizinkan nama Rahab masuk dalam silsilah
nenek moyang Yesus. Seolah Tuhan mau ngajar kita bahwa reputasi kita yang buruk
bukanlah halangan untuk pemakaian-Nya atas hidup kita J
Ada
juga Hana, seorang wanita yang mandul. Di jaman itu, wanita yang nggak bisa
ngelahirin anak dipandang rendah, dianggap kena kutuk Tuhan. Tapi melalui
kesetiaan Hana terhadap suaminya en penyerahan dirinya ke Tuhan, Tuhan pakai
Hana untuk melahirkan Samuel, nabi yang luar biasa di Israel. Melalui Samuel-lah,
Saul en Daud diurapi menjadi raja.
Selanjutnya,
ada wanita yang bersuamikan seorang pria dursila, yaitu Abigail. Diceritakan
kalo Abigail tuh cantik tapi suaminya yang namanya Nabal tuh nggak punya
aturan. Nggak ngebayangin gimana ceritanya seorang wanita yang cantik bisa
punya suami yang kayak gitu. Tapi Tuhan pakai Abigail untuk berbicara
mendinginkan hati Daud pas Daud berikhtiar membunuh Nabal en seisi rumahnya.
Ada
juga wanita yang bernama Batsyeba, janda Uria panglima perang Daud. Batsyeba
nggak bisa menolak keinginan Daud, walaupun saat itu statusnya adalah istri Uria
(entah karena takut akan hukuman ato terpesona sama ketampanan Daud). Namun,
Tuhan pakai Batsyeba untuk melahirkan raja terbesar yang pernah ada, yaitu
Salomo. Bahkan nama Batsyeba pun masuk dalam silsilah nenek moyang Yesus.
Rut
juga adalah wanita yang berasal dari keturunan yang ditolak Tuhan serta
penyembah berhala. Tapi karena tekadnya untuk berbalik kepada Tuhan Allah
Israel, Tuhan menuliskan kisah cinta yang indah antara Rut dengan Boas. Dan
akhirnya Rut juga masuk dalam silsilah nenek moyang Yesus. Seolah-olah penolakan
Tuhan yang universal atas bangsa Moab nggak berlaku atas hidup Rut.
Rahab.
Hana.
Abigail.
Batsyeba.
Rut.
Kelima
nama yang nggak dipandang manusia di jaman itu. Lima wanita yang mungkin
ngerasa kalo mereka nggak akan menorehkan sesuatu yang kekal. Lima kehidupan
yang mungkin sudah nggak ada harapan untuk masuk daftar “alat pilihan Tuhan”.
Namun, dengan kebaikan-Nya, kelima nama itu ada di Alkitab sebagai orang-orang
yang membawa dampak. Masa lalu ataupun reputasi yang hancur bukanlah masalah
buat Tuhan. Dia mampu membalikkan keadaan mereka menjadi kemuliaan. Dia juga
mampu melakukan hal yang sama bagi hidupmu dan hidupku.
February
13th, 2013
1:53
pm
No comments:
Post a Comment