"Wanita tuh harus cantik, rapi, wangi, bersih, enak dilihat, modis, bla bla bla". Kata-kata senada itu pasti sering banget kita dengar atau mungkin kita ucapkan. Memang wanita diciptakan Tuhan menjadi bunga, yang keberadaannya selalu disorot. Tapi apa sih definisi cantik sebenarnya? Haruskah wanita dandan setiap hari demi memperoleh predikat "cantik"?
Cantik. Definisi cantik bisa berbeda bagi setiap orang. Ada yang bilang kalo wanita yang kulitnya putih tuh cantik. Ada yang berpendapat jika wanita punya lesung pipi tuh cantik. Ada yang berkata kalo wanita yang badannya langsing itu cantik. Dan banyak lagi definisi lainnya, seperti mata belo (besar), kaki jenjang, senyum menawan, gigi rapi, tinggi semampai, modis, pintar, punya prestasi, punya jabatan, ataupun punya gigi gingsul. Hihihi.
Akhir-akhir ini, aku ngeliat teman-teman sebayaku mulai berdandan, poles blush on di pipi, pake maskara, eyeliner, eyeshadow, pake lipstick, pasang bulu mata palsu. Jujur aja, aku paling males sama urusan ribet satu itu. Buang waktu banget! Lain ceritanya kalo ke pesta, mau nggak mau aku poles wajahku dikit, itupun cuma pake foundation, bedakan agak tebal, sama pake lipstik. Maskara, eyeliner, dan teman-temannya tuh nggak aku sentuh.
Masa bodoh dengan pendapat miring orang-orang dengan kecuekanku. Aku nggak mau cantik cuma karena pake make up, aku mau kecantikanku terpancar dari hati yang benar di hadapan Tuhan. Aku nggak mau menarik perhatian para cowok dengan pake baju mini-mini, aku mau menarik perhatian dengan perbuatan baik supaya orang banyak tau Tuhan yang aku sembah. Bye-bye cowok-cowok yang cuma ngeliat kecantikan cewek dari penampilan luar.
Buat aku, belajar pake make up tuh gampang asal aku mau sedikit usaha. Beli baju-baju modis juga aku bisa. Mau bodiku langsing en mbentuk juga ga susah. Tapi aku nggak mau lakuin semua kerja keras itu sekadar buat menarik perhatian para cowok. Kalo akhir-akhir ini aku belajar make up, belajar modis (nggak lagi pake T-shirt ato kemeja kemana-mana, serta mulai pake aksesoris), itu karena aku tau bahwa aku ini berharga. Salah satu cara menghargai diri kita adalah merawat diri, kan tubuh kita adalah Bait Roh Kudus.
Sahabatku yang ikut JRP (John Robert Powers) sempet bilang "Di antara brain, beauty, and behaviour memang behaviour yang paling penting karena disitulah kualitas asli seseorang. Tapi jangan lupa, orang ngeliat pertama kali dari tampilan luar alias beauty. Sekalipun kamu punya brain en behaviour, kalo orang nggak tertarik saat pertama ngeliat kamu, kamu nggak akan dikasi kesempatan untuk tunjukkin dirimu" (hal ini berlaku secara umum yak, dalam dunia kerja, pelayanan, en sebagainya).
Kuakui kata-katanya bener. Di antara keluarga en teman-teman baik, mau secuek apapun penampilanku, mereka akan tetep sayang sama aku en nggak pernah permasalahin hal itu. Tapi di antara orang lain, hal itu belum tentu bisa diterima. Contohnya kalo di dunia kerja, kadang ada tuntutan untuk wanita pake higheels atau make up saat bekerja.
Menurutku belajar balance aja deh, mulai perhatiin penampilan tapi jangan terlalu berlebihan, karena lebih penting untuk melatih kemampuan en karakter daripada ribut penampilan fisik. Bagiku lebih baik jadi cewek berpenampilan biasa tapi serba bisa daripada punya penampilan waow tapi otaknya kosong atau karakternya buruk.
"Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah" (I Petrus 3:3-4)







