February 27, 2015

WANITA HARUS CANTIK?


"Wanita tuh harus cantik, rapi, wangi, bersih, enak dilihat, modis, bla bla bla". Kata-kata senada itu pasti sering banget kita dengar atau mungkin kita ucapkan. Memang wanita diciptakan Tuhan menjadi bunga, yang keberadaannya selalu disorot. Tapi apa sih definisi cantik sebenarnya? Haruskah wanita dandan setiap hari demi memperoleh predikat "cantik"?
     
Cantik. Definisi cantik bisa berbeda bagi setiap orang. Ada yang bilang kalo wanita yang kulitnya putih tuh cantik. Ada yang berpendapat jika wanita punya lesung pipi tuh cantik. Ada yang berkata kalo wanita yang badannya langsing itu cantik. Dan banyak lagi definisi lainnya, seperti mata belo (besar), kaki jenjang, senyum menawan, gigi rapi, tinggi semampai, modis, pintar, punya prestasi, punya jabatan, ataupun punya gigi gingsul. Hihihi.
     
Akhir-akhir ini, aku ngeliat teman-teman sebayaku mulai berdandan, poles blush on di pipi, pake maskara, eyeliner, eyeshadow, pake lipstick, pasang bulu mata palsu. Jujur aja, aku paling males sama urusan ribet satu itu. Buang waktu banget! Lain ceritanya kalo ke pesta, mau nggak mau aku poles wajahku dikit, itupun cuma pake foundation, bedakan agak tebal, sama pake lipstik. Maskara, eyeliner, dan teman-temannya tuh nggak aku sentuh. 
     
Masa bodoh dengan pendapat miring orang-orang dengan kecuekanku. Aku nggak mau cantik cuma karena pake make up, aku mau kecantikanku terpancar dari hati yang benar di hadapan Tuhan. Aku nggak mau menarik perhatian para cowok dengan pake baju mini-mini, aku mau menarik perhatian dengan perbuatan baik supaya orang banyak tau Tuhan yang aku sembah. Bye-bye cowok-cowok yang cuma ngeliat kecantikan cewek dari penampilan luar. 
     
Buat aku, belajar pake make up tuh gampang asal aku mau sedikit usaha. Beli baju-baju modis juga aku bisa. Mau bodiku langsing en mbentuk juga ga susah. Tapi aku nggak mau lakuin semua kerja keras itu sekadar buat menarik perhatian para cowok. Kalo akhir-akhir ini aku belajar make up, belajar modis (nggak lagi pake T-shirt ato kemeja kemana-mana, serta mulai pake aksesoris), itu karena aku tau bahwa aku ini berharga. Salah satu cara menghargai diri kita adalah merawat diri, kan tubuh kita adalah Bait Roh Kudus.
   
Sahabatku yang ikut JRP (John Robert Powers) sempet bilang "Di antara brain, beauty, and behaviour memang behaviour yang paling penting karena disitulah kualitas asli seseorang. Tapi jangan lupa, orang ngeliat pertama kali dari tampilan luar alias beauty. Sekalipun kamu punya brain en behaviour, kalo orang nggak tertarik saat pertama ngeliat kamu, kamu nggak akan dikasi kesempatan untuk tunjukkin dirimu" (hal ini berlaku secara umum yak, dalam dunia kerja, pelayanan, en sebagainya).
   
Kuakui kata-katanya bener. Di antara keluarga en teman-teman baik, mau secuek apapun penampilanku, mereka akan tetep sayang sama aku en nggak pernah permasalahin hal itu. Tapi di antara orang lain, hal itu belum tentu bisa diterima. Contohnya kalo di dunia kerja, kadang ada tuntutan untuk wanita pake higheels atau make up saat bekerja.
 
Menurutku belajar balance aja deh, mulai perhatiin penampilan tapi jangan terlalu berlebihan, karena lebih penting untuk melatih kemampuan en karakter daripada ribut penampilan fisik. Bagiku lebih baik jadi cewek berpenampilan biasa tapi serba bisa daripada punya penampilan waow tapi otaknya kosong atau karakternya buruk.

"Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah" (I Petrus 3:3-4)

       

"SEMUANYA BERES, ANAK-KU"


Januari lalu, sehari sebelum aku tergeletak sakit, aku ngelakuin kesalahan di kantor. Karena tagihan itu urgent en aku bikin giro di detik-detik terakhir sebelum pulang, aku nggak sadar kalo aku salah liat. Intinya aku tulis giro atas nama orang yang salah. Karena tau tagihan itu urgent, di hari aku nggak masuk, manajerku transfer tanpa ngecek lagi.
   
Kesalahan itu baru diketahui sekitar 10 hari kemudian. Aku sempet kepikiran pas sakit, "Duh gimana kalo orangnya nggak mau balikkin duidnya. Gawat kalo harus potong gaji sampai lunas, karena jumlahnya puluhan juta. Bisa-bisa aku nggak boleh resign sampai 2 tahun, huwaaa". Hari pertama aku kembali masuk kerja, masalah ini dibahas sampai ke GM (General Manager) keuangan. Manajer dan GM nggak berani marahi aku karena mereka ngeliat wajahku masih pucat pas ke kantor, mereka tau kalo aku belum sembuh total tapi maksain diri masuk kantor. 
   
Selidik punya selidik, ketauanlah kalo orang yang nerima transferan duid itu sedang liburan. Gawat banget kalo dia pake duid yang nyasar ke rekeningnya itu trus diabisin sampai nggak tersisa. Karena posisi orang yang nerima duid tuh di luar pulau, I can do nothing. 
     
Siang harinya aku ke toilet, berdoa en berserah sama Tuhan. Nggak ada satu orang pun yang bisa nolong aku dalam hal ini. Sama sekali nggak ada, kecuali Tuhan. "Tuhan, aku tau aku yang salah, tapi aku sama sekali nggak sengaja. Tolong bantu supaya orang itu mau ditemui, tolong gerakkan hati orang itu supaya mau balikkin duidnya, Tuhan. Lucy nggak bisa ngapa-ngapain. Lucy cuma bisa berdoa sama Tuhan karena Lucy tau cuma Tuhan yang bisa tolong". Saat itu juga damai sejahtera Tuhan turun dan Dia berkata,  "Semuanya beres, anak-Ku". Aku pegang perkataan Tuhan itu, sekalipun masih belum ada perubahan.
     
Singkat cerita, akhirnya orang itu bisa ditemui dan dilobi untuk ngembaliin uang. Dia janji akan mencicil transfer. Hari-hari itu merupakan masa dimana aku belajar bergantung sama Tuhan en belajar untuk strecth imanku. Tiap hari ketika orang itu udah transfer sekian juta sesuai janjinya, aku bersyukur sama Tuhan. Sampai sisa 3,5 juta, orang itu nggak transfer sampai berhari-hari. Aku mikir, kalo harus ngganti yang 3,5 juta apa boleh buat. Puji Tuhan, akhirnya tanggal 24 Februari 2015, dia transfer hingga lunas.
     
Aku bersyukur banget sama Tuhan buat pengalaman ini, luar biasa bikin deg-degan, tapi sekali lagi aku ngalami bahwa janji-Nya selalu TEPAT. "Semuanya beres, anak-Ku", memang hanya 1 kalimat, tapi Dia sungguh-sungguh tepati. Tuhan dahsyat banget, bisa gerakkan hati orang itu untuk ngembaliin uang sampai lunas, sekalipun katanya dia harus menempuh jarak yang cukup jauh dari tempat tinggalnya ke ATM untuk transfer.
     
Kesetiaan Tuhan menjagai aku dari kesalahan yang aku perbuat. Damai sejahtera-Nya nggak berhenti mengalir saat hari demi hari menunggu orang itu balikkin duid. Janji-Nya iya dan amin. Thanks God.

KETIKA KASIH BERKATA "TIDAK"

Kasih selalu memberi yang terbaik
Sekalipun tak mendapat balasan
Kasih tak pernah menuntut
Hanya memberi dan memberi

Kasih sejati bukanlah selalu berkata "YA"
Adakalanya kasih berkata "TIDAK"
Walaupun harus disalah pahami
Sekalipun harus dibenci

Pernahkah kau bayangkan betapa remuknya hati Tuhan
Ketika Ia harus berkata "TIDAK" atas doamu
Pernahkah kau mengerti bahwa Ia terluka
Ketika kau salah mengerti maksud-Nya, serta menganggap-Nya tak mengasihimu

Pernahkah kau tahu betapa sedih hati-Nya
saat kau tak paham
Ada kata "I have better for you cause I love you"
dibalik jawaban "TIDAK"

Haruskah Ia membatalkan kata "TIDAK" agar kau tak membenci-Nya?
Akankah Ia mencabut semua penderitaan agar tak disalahmengerti?
Mungkinkah Ia meluputkan pencobaan supaya kau tersenyum pada-Nya?
Sanggupkah Ia memberimu "less better" agar tak dianggap jahat?

Adakalanya Ia diam sambil menangis
saat kau tak mengerti rencana-Nya yang terbaik
saat kau hanya fokus pada keinginanmu
tanpa peduli apa yang terbaik bagimu

Adakalanya Ia tertunduk dalam duka
saat kau salah paham pada-Nya
Karena tak ada yang lebih menyakitkan
daripada disalahpahami oleh yang dikasihi

Kasih sejati mampu bersikap tegas
Sekalipun dihujat, dihakimi, bahkan ditinggalkan
Kasih sejati tak hanya memberimu kenyamanan
tapi juga mendidikmu menjadi dewasa

Kasih yang sejati sabar terhadap segala sesuatu
Sanggup menanggung segala sesuatu
Percaya segala sesuatu
Mengharapkan segala sesuatu

Mungkin saat ini kau tak mengerti
mengapa Ia berkata "TIDAK"
Namun suatu saat kau akan menemukan
kasih-Nya jauh lebih besar dari yang kau duga

Feb 27, 2015
Ditulis saat banyak hal yang terjadi tak sesuai rencana, namun aku tetap mau percaya bahwa Tuhan itu baik dan Dia nggak berhutang penjelasan apapun.
Walaupun aku belum mengerti, aku mau berkata "Thanks Tuhan sudah berkata TIDAK karena mengasihiku" :D



Lebih dari bapa di dunia
Kau menjaga hidupku ya Allah
Bahkan lebih dari kasih seorang ibu
Engkau selalu menyambutku

Lebih dari yang dunia tawarkan
Kau brikan yang terbaik oh Tuhan
Bahkan saat tak seorang mengindahkanku
Engkau tak pernah membuangku

Reff:
Kau mengasihiku
lebih dari yang kuduga
Bahkan di saat ku tiada menyadarinya
Kau sentuh hatiku
dengan kasih yang sempurna
Kau menyayangiku
lebih dari yang kurasa

February 26, 2015

STILL SINGLE, WHY NOT?

    
Di post ini aku pengen mbahas tentang Valentine day, gpp lah ya walopun telat. Hehehehe. Tahun ini merupakan tahun dimana komitmenku untuk "still single to serve the Lord" berakhir. Yup, jarang ada yang tau tentang hal ini kecuali keluarga inti en beberapa sahabat terdekat. Jadi pas Natal 2012, aku komitmen untuk memberikan 3 tahun ke depan untuk semakin melayani Yesus. Bukan berarti sebelumnya aku nggak melayani, tapi aku mau semakin fokus mencintai en melayani Tuhan dengan menjaga diriku tetap single. En aku pengen menenggelamkan diriku dalam kasih sejati yang dari Tuhan. Nggak ada cinta seindah yang Tuhan berikan. 
     
Awal-awalnya mudah, karena aku belum mikir tentang pasangan hidup. Aku ngerasa masih banyak hal yang perlu digarap dalam hidupku (ngejar karir, melayani Tuhan, membahagiakan ortu, bangun persahabatan dengan banyak orang, belajar banyak hal baru, en juga travelling). Ditambah lagi kehadiran salah satu sahabat cowok yang bikin aku comfort with my singleness. His love and attention as my brother in Christ is more than enough. Aku nggak perlu galau karena aku dikasihi sedemikian rupa. Bahkan secara nggak sadar, aku selalu membandingkan cowok-cowok yang pdkt aku dengan dia. Aku sama sekali nggak goyah dengan cowok-cowok yang kasi perhatian dengan cara murahan en berpikir bisa dapetin hatiku dengan kata-kata gombal. Thanks God for a friend and brother like him.
     
Nah awal tahun ini, dia jadian ama cewek. Trus nggak lama kemudian, temen baik yang satunya juga deket ama cewek. Wah, our friendship mulai berubah. Nggak bisa lagi curhat-curhatan en saling support kayak biasanya. Kan mereka udah punya the special one, aku harus tau diri en menjaga perasaan pacar mereka kan. Sempet berasa kesepian sih, apalagi akhir Januari kemarin aku sempet sakit parah en terbaring lemah di ranjang sampai 2 minggu. But, God's grace is more than enough.
   
Sempet mikir, tahun 2014 kemarin aku sempet bergumul tentang 1 cowok yang ndeketi aku. He's one of my best friend. Awalnya aku nggak berpikir bakal ada yang spesial di antara kami, sampai dia ngajak aku jalan berdua en I felt comfort with him. Tapi dia masih belum berani nyatain perasaannya ke aku, karena dia ngira aku jadian ama salah satu sahabatku, en mungkin takut kutolak sehingga nggak bisa berteman baik lagi. Finally, aku ambil langkah yang salah dengan menghindari dia en dia pun mulai menjauh. How stupid I am!
       
Akhir tahun kemarin, tiba-tiba muncul seorang cowok yang tertarik sama aku en temen-temenku sepakat jodohin aku sama dia. Hmm, menurutku masih terlalu dini untuk ambil keputusan, mengingat baru kenal beberapa bulan en belum paham karakter aslinya luar dalam. En aku tetap pegang prinsip "pacaran sekali untuk menikah" serta "marry your best friend".
     
Kedua cowok yang jadi sahabat baikku support aku untuk mulai membuka diri sama cowok, sahabatku yang tinggal di Aussie juga support aku en bilang "the next turn is yours, Luc" karena dia pun jadian pas Val's day kemarin. Sebenernya aku sama sekali nggak galau dengan singleness karena aku percaya, God is preparing the best for me.  How blessed to have many friends that support me. The right one pun nggak bisa gantiin posisi mereka di hatiku *hug*
     
Sehari sebelum Val's day, aku sempet pergi rame-rame ama temenku. Trus salah satu cowok nyeletuk, si R (salah satu kakak kelasku) sempet bilang gini, "Banyak orang yang galau karena nggak punya seseorang di hari Valentine, tanpa pernah mengerti betapa lebih sakitnya nggak punya ortu di saat Father's day ato Mother's day". Kata-katanya bener banget. Nggak punya pacar tuh nggak semenderita nggak punya ortu.
     
Aku yakin kalo Val's day tahun ini adalah Val's day terakhir yang kulewati as a single. Single bukan berarti nggak laku, tapi adalah masa-masa berkualitas untuk spent time with family and friends, serta masa persiapan untuk menjadi the right one. Thanks God for make me still single till now. Thanks for the everlasting love that You gave to me *kiss*
   
Aku nggak tau siapa yang jadi my prince charming, tapi aku berdoa supaya aku bisa jadi penolong yang sepadan buat dia, jadi mahkota yang selalu bikin dia bangga, serta jadi besfriend yang always support en doain dia dalam segala keadaan. Tuliskan kisah cinta yang indah buat Lucy, Tuhan. I trust in You :)
      

MBOLANG (VAL'S DAY EDITION)

Hai...hai... Valentine kemarin aku sempet "kabur" dari Surabaya alias mbolang. Bukannya menghindari Valentine loh, tapi emang ada acara di Solo en sekalian lanjut mbolang. Mumpung masih muda, manfaatin waktu sebaik mungkin untuk mbolang 😁Partner mbolangku kali ini ada yang dari Surabaya, Gorontalo, en Jakarta. Seru banget bisa spent time together with them.

14 FEBRUARI
Happy valentine. Masih ngantuk banget pas bangun soalnya abis girltalk seru ama temen yang dari Gorontalo ampe jam 2 pagi. Sekitar jam 7 berangkat dari stasiun Gubeng menuju Solo.  Ngabisin waktu sepanjang jalan dengan ngobrol en dengerin musik.
Nyampe Solo jam 12.15an, capcus ke hotel Solo Paragon untuk naruh tas en selfie. Kapan lagi kumpul bareng cewek-cewek ;) 
Puas selfie, laper nih. Nyari makan di depot Kusuma Sari. Wowww, makanannya enak en murah. Rencana awal mau wisata kuliner, tapi batal karena uda kenyang en aku sempet sakit perut gara-gara makan es krim. Oh nooooo! 
Depot Kusuma Sari
Jalan kaki ke keraton, tapi ternyata keratonnya uda tutup karena kesorean. Sayang banget deh, padahal aku penasaran gimana sih isinya keraton. Akhirnya ke PGS (Pusat Grosir Solo) untuk beli batik. Lanjut naik taxi ke toko Orion beli oleh-oleh trus mampir beli serabi Notosuman. Serabinya yummy banget deh. Very recommended. 
Balik hotel, prepare for the party. Make up sampe heboh hahahaha. I love girls day like that. Yeayyyy! Sebelnya abis party, aku sempet sakit perut lagi gara-gara makan zuppa soup. Ususku masih belum bisa nerima segala sesuatu yang mengandung susu en krim. Hiksss.
Abis party, sempet mampir ke Solo Paragon Lifestyle Mall, trus girl talk en bobok. Mbolang masih sisa 2 hari, so musti jaga stamina nih :-)

15 FEBRUARI
Bangun pagi-pagi banget demi ngejar kereta ke Jogja. Ternyata kereta Prameks (Prambanan Ekspress) lumayan juga walopun harganya murah, cuma 10 ribu loh.
Nyampe Jogja jam 8 lebih, ke Whiz hotel untuk taroh tas en jemput temen yang dari Jakarta en the adventure was begin. Maen ke candi Prambanan, foto-foto berbagai pose disono. Lucunya, salah satu temenku dikira bule oleh serombongan pelajar, diajak ngomong pake bahasa Inggris gitu. Hahahaha.
Abis dari Prambanan, lanjut body rafting di Goa Pindul. Ternyata kurang seru karena sungainya nggak ada arusnya, jadi bannya ditarik sama guide. Trus cuma liat dalemnya goa (ada kristal di dinding atas goa, kelelawar yang tinggal di sana) sambil diceritai sedikit tentang sejarahnya batu-batu yang terbentuk di sepanjang goa. Laen kali harus nyobain rafting beneran nih *yosh*
Body rafting di Goa Pindul
Makan penyetan di deket Goa Pindul (aku masih belum berani makan sambel, sedihnyaaaa).
Coklat Monggo
Trus mau ke pantai Indrayani, tapi uda sore. Akhirnya mampir ke coklat Monggo en bakpia AGI, berburu oleh-oleh. Trus jemput temen yang tinggal di Jogja untuk hang out bareng. Karena temen yang dari Jakarta uda mau balik, jadinya cuma sempet makan di angkringan. Sempet waswas, jangan sampe perutku berontak lagi. Puji Tuhan, ternyata nggak kenapa-napa.
Chit chat sambil makan di angkringan bentar, trus anter temen yang dari Jakarta untuk ke stasiun en anterin temen yang tinggal di Jogja untuk balik rumahnya.
Rencananya mau keliling Malioboro bentar, tapi apa daya kaki pegel-pegel. Akhirnya malah spent time di hotel buat girltalk (again).

16 FEBRUARI
Pembuatan batik
Bangun pagi dengan rasa pegel yang luar biasa. Ya ampun, masih muda kok tenaganya cuma segitu yakk 😂 Jalan-jalan di daerah deket hotel, berburu batik sampe agak siang. Sebelnya bau rokok merebak di sepanjang trotoar en jalanannya sempit karena kanan kiri dipenuhi pedagang. Check out hotel trus maen bentar ke Jogja City Mall.
Liat-liat buku di Gramedia trus makan en sempet nonton bioskop premiere "Kingsman" karena uda nggak tau mau ngapain sampe waktunya kereta dateng. Hahahaha. 


Refleksi:
Sebenernya mbolang kali ini kurang berkesan buat aku. Rasanya aku lebih demen ama wisata alam kayak di Bali daripada wisata kuliner ato wisata sejarah. Menurutku, Solo en Jogja bukan tempat liburan yang asik, kotanya agak kumuh gitu. Semoga next trip bisa ke tempat yang banyak wisata alamnya ato ke luar negeri yak. Hehehehe.
Belajar beberapa hal dari mbolang kali ini, salah satunya selfie. Hahaha. Lebih tepatnya belajar pede ama diriku sendiri sih. I am who I am. Tuhan ciptain aku unik en spesial, dengan semua kekakuan en ketegasanku dalam bersikap.
Belajar juga untuk lebih terbuka ama cowok, uda waktunya jugak untuk mulai menunggu the right one. Sempet kaget pas girltalk, 2 temenku ngaku kalo ternyata mereka sama-sama punya rencana untuk menjodohkan aku dengan cowok yang sama (Tuhan, Kau punya rencana apa ini? Hahahaha). Kali ini, aku nggak pengen ngulang kesalahan yang sama, yaitu menghindari temen baik sampe akhirnya persahabatan pun renggang. Nggak ada salahnya untuk nyoba kenal karakternya dulu kan. Cocok ato nggak, itu urusan belakangan.
Thanks God for this journey and the adventure ;)

February 21, 2015

ALL THINGS FOR THE LORD

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu" (Keluaran 16:11-12)

Beberapa bulan terakhir ini, banyak hal yang aku keluhkan tentang kerjaan: gaji yang berkurang karena nggak ada lagi uang makan (diganti dengan katering dari kantor), kerjaan yang super numpuk, job desk temenku yang dialihkan ke aku, manajer yang selalu berusaha nyari-nyari kesalahan, lokasi kantor yang jauh en nggak nyaman buat kerja karena banyak "penunggunya", serta beberapa aturan baru yang bikin karyawan ngerasa terpenjara. Belum lagi malapetaka yang ditimbulkan sejak adanya katering, banyak karyawan yang kena diare, bahkan hepatitis A, aku sendiri kena gejala tifus. Duh, rasa-rasanya nggak ada yang bisa bikin aku bertahan di kantor ini yak. Ditambah lagi, karena sakit (seumur idup aku nggak pernah sakit parah kayak gitu), ortuku nyuruh aku nyari kerjaan lain yang lebih oke.
   
Aku sempet mikir, usiaku masih muda, aku punya kemampuan en bisa cepat belajar hal-hal baru, mestinya gampang nyari kerjaan di tempat lain. So, aku mulai berdoa, bergumul, en cari-cari lowongan kerja. Pas tergeletak sakit akhir Januari kemarin, tiba-tiba ada temen yang ngasi kabar kalo ada lowker (lowongan kerja) yang sesuai ama kriteria yang kudoain: lokasi kerja yang deket rumah, hari kerja senin-jumat, jarang lembur, ada bonus en kompensasi, serta perusahaan yang namanya lumayan besar. En kabar itu datang bertepatan dengan rencanaku, yaitu interview di awal Februari sehingga Maret/April baru pindah ke kantor baru, sehingga bulan Februari aku bisa ambil cuti untuk mbolang. Yesss, idup itu terasa indah banget ketika semua doaku "seolah-olah" terjawab :p
     
Sehari sebelum masukkin lamaran en tes akuntansi, aku berdoa sama Tuhan. Aku tau secara background pendidikan, pengalaman organisasi, en skill, aku nggak bakal ditolak. Pas doa, aku dapet damai sejahtera, tapi rasanya ada yang kurang klik di hati. Malam itu (2 Februari 2015), aku memutuskan untuk BERSERAH. Kalo emang Tuhan berkehendak untuk aku kerja disitu, pasti keterima, entah gimana caranya. Kalo nggak, He has something better in mind. 
     
Hal mengejutkan terjadi. Aku lupa dengan dasar akuntansi! Padahal soal tesnya gampang buanget. Saat itu galau abis, trus akhirnya aku ambil keputusan yang salah sehingga tesku failed. Pulang dari tes, aku sedih banget, yakin nggak bakal ketrima di perusahaan itu. Aku cerita ke mama en beliau bilang "Mungkin kesalahanmu emang fatal, tapi kalo Tuhan berkehendak kamu kerja disana, pasti ada kasih karunia". Yup, kata-kata mama bener. Idup ini bukan hanya tentang usaha kita sebagai manusia, tapi juga kasih karunia Tuhan.
     
Aku sempet cerita ke temenku en dia bilang "Kadang Tuhan tuh ngasi sesuatu bukan karena Dia pengen, tapi karena kita terus-terusan merengek". Jleb banget. Disitu aku sadar, kalo mungkin aja Tuhan ngasi lowker itu karena aku yang terus menerus merengek, seolah-olah Tuhan pengen buktikan kalo Dia mampu kasi semua yang aku mau, seperti Dia pernah kasi daging dan roti ke bangsa Israel. Sore itu aku nangis bukan hanya karena sedih, tapi juga bertobat. Ampuni aku karena mementingkan kenyamanan en egoku, Tuhan. Engkau nggak perlu lakuin mujizat apapun untuk membuktikan bahwa Engkau adalah Tuhan.
     
Sore itu aku belajar ngerti hati Tuhan, diingetin beberapa hal juga. Pertama, kotbah ko Philip yang bilang "mungkin Tuhan masih pengen kamu kerja di tempat itu untuk memberkati atasanmu". Kedua, kotbah ps.Jose Carol yang ngomong "seberapa sering kau melakukan sesuatu bukan untuk dirimu sendiri? Seberapa sering kau melakukan sesuatu yang nggak ada untungnya sama sekali buat dirimu, tapi menguntungkan orang lain? Jika kita melatih itu, you will have a different life!". Ketiga, kata-kata salah 1 sahabatku: "Kita ini sering banget minta tolong sama Tuhan untuk berkati hidup kita en Tuhan kasi. Pas Sahabat kita (Tuhan) minta sesuatu ke kita, masak kita nggak mau "nolong" Dia?".
     
Tiga hal itu bikin aku speechless. Aku tau kalo Tuhan masih pengen aku ada di kantor yang sekarang, aku tau kalo tugasku belom selesai, aku tau kalo Dia masih punya rencana bagiku disitu. Tapi egoku mengatakan hal sebaliknya, yaitu kalo ada tempat yang lebih baik, buat apa bertahan di kantor yang nggak ngasi keuntungan lebih. Kedagingan ini perlu dimatikan supaya aku bisa menggapai hal-hal yang menyukakan hati Tuhan. 
   
Aku nggak mau ngalami lagi yang namanya "kesusahan yang nggak perlu" karena aku berdoa memaksakan kehendakku. Aku nggak pengen mendapatkan sesuatu yang aku inginkan, kalo hal itu emang nggak ada dalam rencana Tuhan. Aku nggak mau mementingkan egoku kalo itu nggak sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna.
     
Kalo emang nggak ada alasan untuk aku bertahan di kantor ini, biarlah Tuhan menjadi satu-satunya alasan. Senyuman dan perkenanan-Mu, itulah yang kurindukan, Tuhan. Aku mau melakukan TEPAT seperti yang Kau inginkan.

"Whatever you do, work it with ALL YOUR HEART, as working for the Lord, not for men, since you know that you will receive an inheritance from the Lord as a reward. It is the Lord Christ you are serving" (Colossians 3:23-24).


Ajarku tuk mengerti jalan-jalan-Mu, Tuhan
Ajarku tuk mengerti rencana-Mu di hidupku
Sekalipun banyak hal yang takkan kupahami
Namun kutahu Engkau besertaku

Ajarku tuk bersyukur dalam segala keadaan
Ajarku merasakan kasih-Mu yang sempurna
Sekalipun kuberjalan dalam lembah yang kelam
Namun ku tetap percaya Kau setia

Reff:
Jalan-Mu adil dan benar
Rencana-Mu sungguh sempurna
Gunung batuku yang tak akan goyah
Kau memegang hari esokku
Dan menuntun setiap jalanku
Bersama-Mu ku tak akan goyah