December 29, 2020

THE GIRL ON PAPER (GUILLAUME MUSSO)

1. Apa gunanya buku-buku, jika tidak membawa kita lebih dekat kepada kehidupan, jika tidak membuat kita lebih bersemangat menjalaninya? (Henry Miller).

2. Tertarik pada kehidupan seorang penulis karena Anda tertarik pada karyanya, adalah seperti tertarik pada kehidupan angsa karena Anda menyukai hidangan hati angsa (Margaret Atwood).

3. Terkadang, seorang wanita bertemu pria yang tak punya apa-apa dan memutuskan untuk memberi pria itu segalanya. Terkadang, wanita itu berhasil. Terkadang, seorang wanita bertemu pria yang punya segalanya dan memutuskan untuk meninggalkannya tanpa menyisakan apapun. Wanita itu selalu berhasil (Cesare Pavese).

4. Apakah kita benar-benar berhak melindungi teman kita dari diri mereka sendiri?

5. Kuucapkan, lagi dan lagi, hal-hal yang kita ulangi ketika kita mencoba membantu seseorang yang patah hati, tapi kata-kata tidak membuat perbedaan. Tak satupun perkataan mampu menyembuhkan orang yang sedang berada dalam hitamnya kegelapan karena kehilangan orang yang dicintainya (Richard Brautigan).

6. Masalahmu adalah masalahku. Kurasa itulah persahabatan, bukan begitu?

7. Kita sudah punya segalanya untuk menjadi bahagia. Kesehatan, masa muda, pekerjaan yang kita sukai. Kau tidak boleh menghancurkannya hanya demi seorang gadis. Itu tindakan bodoh. Dia tidak pantas mendapatkannya. Simpan rasa sedihmu untuk hari-hari lain ketika kemalangan yang sebenarnya datang ke depan pintu kita.

8. Tidak Jeff, kau tidak sendirian. Tapi, berhentilah menangis seperti itu di depan semua orang. Hanya karena seorang gadis, hanya karena si rambut pirang palsu, melepasmu pergi... Aku tahu hatimu berat. Tapi kau harus melanjutkan hidup, Jeff (Jacques Brel).

9. A: Kau ini perusak kesenangan. Kau sama sekali tidak tahu cara menghargai hal-hal menyenangkan dalam hidup. Kau harus belajar lebih santai

B: Memang salah satu di antara kita harus begitu, untuk menyeimbangkan duet kita. Dan karena kau sudah memilih peranmu terlebih dulu, aku harus mengambil yang tersisa.

10. Lebih baik kita tidak tahu apa yang terjadi dalam pabrik mimpi.

11. Dunia luar begitu kosong dari harapan hingga dunia batin dua kali lebih berharga bagiku (Emily Bronte). 

12. Setidaknya, cobalah! Pekerjaan adalah obat terbaik. Lagipula, menulis adalah hidupmu. Itu adalah solusi terbaik untuk mengeluarkanmu dari kondisi mati suri.

13. A: Kau selalu mengatakan kepadaku bahwa menulis itu penting untuk keseimbangan dan kesehatan mentalmu

B: Ah ya, kau lihat, aku salah. Bukan berhenti menulis yang membuatku gila, tapi kehilangan cinta.

14. Neraka itu ada, dan sekarang aku tahu bahwa kengeriannya terletak pada fakta bahwa dia terbuat dari kepingan-kepingan surga (Alec Covin).

15. A: Menurutmu gadis itu bagaimana? 

B: Aku tidak benar-benar mengenalnya, tapi aku yakin, dia bukan untuk Tom. 

16. Bagiku, lukisan "Lovers in Blue" itu menggambarkan penyembuhan dua makhluk yang terluka, saling menyatu untuk berbagi beban kesedihan masing-masing. 

17. Kau membutuhkan kekacauan dalam jiwamu untuk melahirkan bintang yang menari (Friedrich Nietzsche).

18. Lamunan adalah hantu, dan terkadang mereka datang tanpa diundang (Stephen King).

19. Dunia tidak akan memberimu hadiah apapun, percayalah. Kalau kau ingin punya kehidupan, curilah (Lou Andreas-Salome).

20. Sebagian dari dirimu masuk ke dalam diriku untuk selamanya dan racunnya telah menyihirku. 

21. Pikiran seorang novelis dipenuhi, bahkan dirasuki oleh karakter dalam novel mereka, seperti pikiran seorang petani yang dirasuki oleh Yesus, Maria, dan Yosef, atau seorang gila yang dirasuki iblis (Nancy Huston).

22. Teman-teman adalah para malaikat yang mengangkat kita ketika sayap kita tak ingat lagi cara untuk terbang (Anonim). 

23. Mungkin kami berharap, dengan naifnya, bahwa kalau kami tidak lagi membicarakan masa lalu, masa lalu itu pun akan menghilang.

24. Seolah-olah untuknya, perjuangan untuk bertahan hidup telah benar-benar menggantikan kebutuhan untuk mendapatkan kebahagiaan.

25. Kematian akan datang dan dia akan mengambil matamu (judul puisi yang ditemukan di atas meja di samping tempat tidur Cesare Pavese, setelah dia bunuh diri). 

26. Kami ini temanmu, bukan musuhmu.

27. Orang-orang bertanya kepadaku kapan aku akan, pada akhirnya, membuat sebuah film dengan orang-orang yang nyata. Tapi, apa sebenarnya nyata itu? (Tim Burton).

28. Lawan! Hidupkan kembali cahaya yang padam (Dylan Thomas).

29. Kau harus berhenti berkubang dalam penderitaanmu! Kalau kau tidak segera keluar dari sana, kau akan tenggelam untuk selamanya. Memang lebih mudah menghancurkan dirimu sedikit demi sedikit daripada mengumpulkan keberanian untuk kembali berjuang, kan?

30. A: Kita kemana? 

B: Ke Meksiko, untuk mendapatkan kembali hidupku, dan mengubah hidupmu.

31. Tak ada sulap, tak ada efek khusus. Kata-kata yang dituangkan di atas kertaslah yang menciptakannya, dan kata-kata di atas kertas adalah satu-satunya hal yang melepaskan kita darinya (Stephen King). 

32. Tempat itu setengah jam dari sini. Aku akan sampai dalam sepuluh menit (dari film Pulp Fiction, disutradarai Quentin Tarantino).

33. Dalam waktu dekat, mereka akan menangkap kami. Tapi aku tak peduli, Bonnie-lah yang kubutuhkan. Aku tak peduli apa yang mereka lakukan kepada kami. Akulah Bonnie, dan Clyde Barrow-lah yang kubutuhkan (Serge Gainsbourg). 

34. Neraka sepenuhnya terkandung dalam kata ini: kesendirian (Victor Hugo). 

35. Satu-satunya cara untuk keluar dari semua ini adalah bersama-sama. Kau adalah kesempatanku, dan aku kesempatanmu. 

36. Kebahagiaan adalah gelembung sabun yang berubah warna seperti bunga iris, dan yang meletus ketika kita menyentuhnya (Balzac).

37. Bukan pukulan kita yang paling penting, tapi pukulan yang kita terima, dan yang membuat kita bergerak maju (Randy Pausch). 

38. Kebebasan kita dibangun atas apa yang tidak diketahui orang lain tentang diri kita (Solzhenitsyn).

39. Beberapa hal bisa dimulai dengan mudah, tapi hanya setelah kau menyelesaikannya saja karya itu bisa mendapatkan makna sejatinya.

40. Dia secantik istri orang lain (Paul Morand).

41. Kau mungkin punya banyak kekurangan, tapi setidaknya, kupikir kau adalah seorang pria yang memegang teguh kata-katanya.

42. Kita berdua tersesat di hutan dalam masa transisi yang kejam. Hilang dalam kesepian kita... Hilang dalam cinta kita yang absolut... Penyembah mistis tanpa makam dan tanpa Tuhan (Victoria Ocampo, dalam suratnya kepada Pierre Drieu La Rochelle).

43. Ketika dia pergi, dia membawa semua daya hidup dalam diriku: harapanku, kepercayaan diriku, dan keyakinanku pada masa depan. Dia membuat darahku mengering, melenyapkan tawa, dan warna dari hidupku. Tapi, yang paling parah, dia menbuat hatiku mati rasa, merampas semua keinginan untuk mencintai lagi.

44. Gairah itu seperti obat-obatan. Pengetahuan akan efeknya yang merusak tidak pernah menghentikan siapapun dari menghancurkan diri sendiri begitu mereka terjerat olehnya.

45. Ketenaran jarang membuat kepribadian seseorang menjadi lebih baik. Alih-alih menyembuhkan luka pada harga diri seseorang, ketenaran justru cenderung melukainya lebih dalam.

46. Itu adalah salah satu hal yang memisahkan kami. Untukku, cinta itu seperti oksigen. Satu-satunya hal yang membuat kehidupan berkilau, memberinya kecemerlangan dan intensitas. Tapi untuk dia, meskipun sangat ajaib, cinta pada akhirnya hanyalah sebuah ilusi dan tipuan.

47. Kau membuat ikatan, lalu memutuskannya--itulah hidup. Pada akhirnya, kalian akan pergi ke arah yang berbeda, tanpa pernah tahu penyebabnya. Aku tidak ingin membangun kehidupanku di atas perasaan, karena perasaan selalu berubah. Perasaan itu rapuh dan tak pasti. Aku membuat musik karena musik tidak akan pernah meninggalkan hidupku. Aku suka buku karena buku akan selalu ada untukku. Tapi... aku sama sekali tidak kenal pasangan yang saling mencintai seumur hidup.

48. Yang kuinginkan adalah berbagi hidup bersamamu. Kurasa itulah makna semua cinta pada akhirnya: keinginan untuk mengalami semua hal bersama-sama, belajar dari perbedaan satu sama lain.

49. Yang kuinginkan, adalah membangun masa depan bersamamu. Aku sudah siap untuk komitmen ini, melalui semua rintangan dengan kau di sisiku. Aku tidak berkata ini akan mudah--tidak pernah ada yang mudah--tapi itulah yang paling penting untukku. Kita akan mampu mengatasi semua kesulitan dalam hidup kalau kita tetap bersama.

50. Aku tahu kita hanya layak mendapatkan cinta kalau kita memberikan seluruh jiwa raga kita kepadanya, mengambil resiko kehilangan segalanya... tapi aku tidak siap melakukannya, dan aku masih belum siap saat ini... Maafkan aku kalau aku membuatmu meyakini yang sebaliknya. 

51. Kesendirian adalah fakta terdalam dari kondisi manusia. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang menyadari dirinya sendirian dan mencari orang lain (Octavio Paz).

52. A: Kenapa kau mengikutiku? 

B: Aku ingin menghabiskan waktu denganmu, dan menanyakan sesuatu Kenapa kau tidak memintaku menemanimu? 

A: Karena aku ingin sendirian saja. Apakah itu terlalu sulit dimengerti? 

B: Tapi apa enaknya sendiri? Kesepian adalah hal terburuk di dunia. 

A: Tidak, yang terburuk di dunia adalah terjebak dengan pria sepertimu. 

53. Cinta itu seperti air raksa di tangan. Jika tangan tetap terbuka, cinta akan tetap berada di sana; cengkeramlah, dan cinta akan tergelincir melalui jari-jarimu (Dorothy Parker).

54. Dengan laras senjata di antara gigimu, kau hanya bicara dengan huruf vokal saja (dari film "Fight club" karya Chuck Palahniuk).

55. Bagian tersulit bukanlah untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi menjaganya begitu kita mendapatkannya.

56. Aku tidak peduli dengan uang. Uang tidak mengisi kekosongan; uang tidak memecahkan masalah, kau tahu itu.

57. Kau gadis yang luar biasa. Kau mengeluarkanku dari lubang hitam depresi yang hampir menelanku. Berkat kau, semua perasaan sedih yang menggangguku memudar. Dengan tawa dan leluconmu, kau mengusir kekosongan yang memenjarakanku...

58. Keberuntungan adalah apa yang terjadi ketika persiapan bertemu dengan kesempatan (Seneca).

59. A: Aku minta maaf untuk perkataanku tadi

B: Semua sudah dilupakan

A: Aku tidak pernah ingin menyakitimu

B: Aku tahu. 

60. Mereka yang sering jatuh membawa serta orang-orang yang menyelamatkan mereka (Stefan Zweig).

61. Mencintai seseorang berarti mencintai kebahagiaannya juga (Francoise Sagan).

62. Pembaca dapat dianggap sebagai tokoh utama novel, sejajar dengan penulis, karena tanpanya, tak ada yang terjadi (Elsa Triolet).

63. Buku-buku yang paling berguna adalah buku-buku yang para pembacanya mengarang setelahnya (Voltaire).

64. Sebuah buku hanya akan hidup kalau dibaca. Para pembacalah yang menyusun potongan-potongan gambar dan menciptakan dunia imajiner tempat para tokohnya hidup.

65. Membaca adalah sebuah perjanjian kemurahan hati antara penulis dan pembaca; mereka saling memercayai dan saling bergantung satu sama lain (Umberto Eco).

66. Di balik kulit luarnya yang keras, dia adalah orang yang sensitif dan murah hati. Di balik mulut besarnya yang suka membual, ada hati yang murni. Dan sejauh ini, dia sudah babak belur oleh kehidupan.

67. Kurasakan malam begitu dingin, jadi aku bangkit dan membentangkan selimut kedua di atas tubuhnya (Romain Gary).

68. Agresi kami terhadap satu sama lain telah menguap, digantikan kedekatan yang baru. Kami sedang berjuang bersama sekarang, menyadari sepenuhnya bahwa waktu yang kami habiskan bersama sangatlah pendek, setiap momen menjadi berharga, dan kami harus saling merawat satu sama lain.

69. Nostalgia... Dia membencinya. Hidup berlalu begitu cepat hingga dia memutuskan untuk tidak pernah lagi melihat ke belakang. Dia selalu hidup untuk saat ini, meninggalkan masa lalu di belakangnya. Dia tidak berlama-lama menyimpan kenangan, tidak merayakan ulang tahun, dan pindah rumah setiap dua atau tiga tahun agar tidak merasa terikat dengan benda-benda atau orang-orang. Itulah yang membuatnya bertahan selama bertahun-tahun.

70. Tidak ada yang lebih tragis daripada menemukan seseorang terengah-engah, hilang dalam labirin kehidupan (Martin Luther King Jr).

71. Hari ketika kau bisa menunjukkan kelemahanmu tanpa orang lain memanfaatkannya untuk menunjukkan kekuatannya adalah hari ketika kau dicintai (Cesare Pavese).

72. Dia sudah kehilangan segalanya, kecuali yang paling penting.

73. Ketika dia benar-benar memikirkannya, tak ada yang bisa menandingi emosi yang intens di masa muda, ketika masa depan masih terbuka lebar, ketika hidup masih penuh dengan janji dan ketenangan.

74. Aku ingin kau tahu apa keberanian sejati itu, bukan dengan membayangkan seorang laki-laki dengan senjata di tangan. Keberanian sejati adalah ketika kau tahu bahwa kau kalah sebelum kau memulainya, tapi kau tetap memulainya dan tetap bertindak, apapun yang terjadi (Harper Lee). 

75. Jangan pikirkan hari esok. Jangan pikirkan apa yang akan terjadi saat dia tidak ada di sini lagi. Hiduplah hanya untuk saat ini. 

76. Beberapa kali Milo nyaris mengungkapkan cintanya pada Carole, tapi rasa takut akan kehilangan persahabatannya telah menghalangi semua keinginan. Dia merasa rapuh dan takut hatinya akan patah. Jika saja Carole bisa melihatnya dengan cara lain. Betapa inginnya dia menunjukkan kepada Carole pria seperti apa dirinya jika dia merasa dicintai.

77. A: Kau tidak mengenalku! Kau tidak tahu apa-apa tentang hidupku

B: Nah, kalau begitu, katakan kepadaku! Apa 'rahasia gelap' yang membuatmu jadi begini? 

78. Tidak ada hal lain yang bisa dilakukan: cepat atau lambat, pada akhirnya kehidupan nyata akan selalu menegaskan kemenangannya dari dunia imajinasi.

79. Ada banyak hal yang bisa kita beri kepada mereka yang kita cintai: kata-kata, kedamaian, kegembiraan. Kau memberiku yang paling berharga dari semuanya: kerinduan. Aku tak bisa hidup tanpamu. Bahkan ketika aku melihatmu, aku lebih merindukanmu lagi (Christian Bobin).

80. Waktu untuk membaca adalah waktu yang dicuri. Mungkin itulah mengapa kereta bawah tanah menjadi perpustakaan terbesar di dunia (Francoise Sagan).

81. A: Semua ada harganya kan?

B: Saya rasa tidak, Sir

A: Apa yang pernah dikatakan Shakespeare? "Uang membuat indah semua yang jelek, membuat muda semua yang tua, membuat benar semua yang salah, dan membuat mulia semua yang terkenal..."

82. Kau bisa merusak semua yang kau inginkan, tapi itu tidak akan mengubah kenyataan.

83. Setelah mencari sesuatu tanpa menemukan apapun, kadang-kadang kau menemukannya tanpa mencari (Jerome K. Jerome).

84. Cinta sejati adalah ketika dua mimpi bertemu dan melarikan diri, sambil bergandengan tangan, dari dunia nyata (Romain Gary).

85. A: Tempatmu di sini, bersamaku! 

B: Tidak, itu tidak mungkin terjadi. Aku tidak bisa berada di dua tempat sekaligus, dunia nyata dan fiksi. Aku hampir saja mati--sungguh sebuah keajaiban aku bisa berada di sini

A: Tapi kau sudah lebih baik sekarang

B: Aku hidup dengan waktu yang dipinjam, dan kau tahu itu.

86. Aku tidak tahu aku bisa merasakan gairah, rasa hormat, canda tawa, dan kelembutan sekaligus, pada saat yang sama! Kaulah satu-satunya yang bisa membuatku membaca buku-buku. Kaulah satu-satunya yang benar-benar mendengarkanku ketika aku bicara. Kaulah satu-satunya yang tertarik pada apa yang kukatakan.

87. Berjanjilah kepadaku, kau tidak akan jatuh lagi ke lubang hitam itu. Katakan kepadaku kau tidak akan menyentuh lagi obat-obatan itu.

88. Hanya teman-teman yang bisa kau bangunkan pukul empat pagi saja yang layak kau sebut teman (Marlene Dietrich).

89. Persahabatan menggandakan kegembiraan dan mengurangi kesedihan.

90. Nasiblah yang membagikan kartu, tapi kitalah yang memainkannya (Randy Pausch).

91. Ini kisah hidup kita, Tom! Begitu salah satu dari kita retak, dua lainnya akan membawa bantuan dengan segala cara. Itulah sebabnya kita masih bertahan.

92. Beberapa orang sangat pintar melakukannya: memulai hidup mereka kembali. Yang bisa kulakukan hanyalah meneruskannya.

93. Novelis menghancurkan rumah dalam hidupnya, dan menggunakan batu batanya untuk membangun rumahnya dalam novelnya (Milan Kundera).

94. Novel itu adalah cara Tom untuk mengatakan bahwa gadis itu telah menyelamatkan hidupnya, tapi lebih dari iru, novel itu adalah tanda bahwa Tom telah memaafkannya, dan Tom tetap mencintainya meskipun dia telah meninggalkannya.




The girl on paper

Guillaume Musso

December 28, 2020

HEALTH AND WHOLENESS THROUGH THE HOLY COMMUNION (JOSEPH PRINCE)

  

INTRODUCTION

1. God ordained the Holy Communion not as a ritual to be observed, but as a blessing to be received—the blessing of health and wholeness. 

2. When you hold the bread in your hand, you are coming in touch with the greatest expression of His love. This love made Him endure the cruel stripes on His back and caused Him to subject His body to be beaten, bruised and broken so that yours can be whole. And when you partake, you celebrate and release your faith to receive His health and wholeness in exchange for your sicknesses and diseases.

3. When you drink the wine, you are reminded that the blood of the sinless Son of God did not just bring you forgiveness—it made you forever righteous, holy and blameless. So today, you have perfect standing before the Father and His ears are attentive to your softest sigh.


CHAPTER 1: THE HOLY COMMUNION--GOD'S CHANNEL OF DIVINE HEALTH

1. Next to being saved from hell or eternal destruction, divine health is the greatest blessing we can have. Without it, there is no way we can enjoy the blessings of God.

Jesus did not walk on water all the time, He did not calm storms all the time, but He healed all the time.

2. You might be surprised to know that the Bible gives one and only one reason Christians are weak and sick, and die prematurely. The apostle Paul, in 1 Corinthians 11:29–30, said, “For he who eats and drinks in an unworthy manner eats and drinks judgment to himself, not discerning the Lord’s body. For this reason many are weak and sick among you, and many sleep.” Sleep here means death, not bodily rest.

If we discern the Lord’s body, we will walk in His health and wholeness.

3. The early church believed this. That is why “… they continued steadfastly in the apostles’ doctrine and fellowship, in the breaking of bread, and in prayers”(Acts 2:42). They majored on the majors. They made a big deal of those things that God made a big deal of. They took God at His Word. It is no wonder that they experienced God’s power. In Acts 2:43, 46, we read that they broke bread from house to house, and many signs and wonders were done through the apostles.

The Holy Communion will add years to our lives and life to our years.

4. The Lord has made special provision for our health and this is all found in the death of His Son, the Lord Jesus Christ, when we come to partake at His Table.

5. When we recognize that the Holy Communion is God’s channel of health and wholeness for His people, and we teach the church to rightly discern the Lord’s body when they come to His Table, God’s people will be healthy and strong, and will live long.



CHAPTER 2: HOW TO DISCERN THE LORD'S BODY

1. God has since shown me that the body and blood should not be treated as one. There are two elements because there is a two-fold application in the Communion. The wine, which is His blood, is for our forgiveness. And the bread, which is His body, is for our healing.

2. Because the Son of God paid the penalty for your sins with His spotless blood, you can go scot-free when you put your trust in His blood to save you. When you partake of the wine, know that you are forgiven and have been made righteous. The blood of Jesus has given you right standing before God, so that you can come boldly into His presence. And when you pray, you can be sure He hears you.

3. The disciples knew that He wanted to impart to them His life, health and wholeness. These men were with Him every day and not once did they see Him sick. Not once did they see Him come down with a flu, fever or stomachache. He never had to say to them, “Can one of you preach the Sermon on the Mount for me? I don’t feel up to it today.” The Lord was never sick. More than that, He was vibrant, full of life and full of health. When those who were without hands and feet were brought to Him, they were made perfectly whole. The body parts they needed were imparted to them from the heavenly store when they touched Him.

Jesus’ body was so filled with life that even His clothes were soaked with His health.

4. So when you come to the Lord’s Table, make sure that you discern His body. When you partake, believe that Jesus took bread and broke it because His body was going to be broken. And as you partake of His broken body, know that His body was broken so that yours can be whole. When you partake in this spirit of faith, something happens to your body. You become strong, healthy and you will live long.

5. Because of what He did at the cross, we do not just have forgiveness, we also have healing. Forgiveness and healing go hand in hand. The faith that you have for forgiveness is the same faith that will bring your healing.

 

CHAPTER 3: DON'T BE AFRAID TO PARTAKE

1 Corinthians 11:27–29, KJV "Wherefore whosoever shall eat this bread, and drink this cup of the Lord, unworthily, shall be guilty of the body and blood of the Lord. But let a man examine himself, and so let him eat of that bread, and drink of that cup. For he that eateth and drinketh unworthily, eateth and drinketh damnation to himself, not discerning the Lord’s body".

1. Yet, the church has somehow misconstrued that teaching and now, Christians are saying, “If you are unworthy, don’t partake.” They say, “If you have sin in your life, don’t come to the Lord’s Table lest you become weak and sick, and die prematurely.” They have turned something that is meant to be a blessing into a curse. In any case, all of us who come to the Lord’s Table are unworthy and made worthy only by His blood. It is only Jesus’ death that qualifies us to partake. Paul was not saying that we should not partake if we are unworthy. He was saying that we should not partake in an unworthy manner.

2. The Corinthians partook unworthily because they did not recognise that the broken body of the Lord was meant to bring them health and wholeness. And by treating the Holy Communion as a ritual, they missed out on the blessings. They did not understand the significance of the bread. They did not know why they were partaking. This is what it means to partake unworthily.

3. What Paul told the Corinthians to do was to discern the power of the Lord’s broken body. He was teaching us that when we fail to discern the body, we should not partake because we are not claiming by faith what Jesus has done for us. And by failing to do  so, we are making His work on the cross ineffective and powerless as far as we are concerned.

Unworthily — anaxios NT: 371 is used in 1 Corinthians 11:27, of partaking of the Lord’s Supper “unworthily”, i.e., treating it as a common meal, the bread and cup as common things, not apprehending their solemn symbolic import.

4. One day, when we get to heaven, we will have brand new bodies that never grow old, never tire and never look bad. Meanwhile, the Lord’s Supper is how God helps us offset this process of aging and walk in divine health. Every time you partake, you are reversing the effects of the curse or divine judgment in your body.

Before you partake, just know that God wants you to “prosper in all things and be in health, just as your soul prospers” (3 John 1:2)

5. God in His mercy and wisdom devised a perfect solution. Since the simple act of eating by Adam brought disease and death, He ordained that the simple act of partaking of a crumb would bring health and wholeness to His people.


PARTAKING OF THE HOLY COMMUNION

Hold the bread in your hand and say this:

“Thank You Jesus for Your broken body. It is for my healing, my spouse’s healing and my children’s healing. Thank You that by Your stripes, by the beatings You bore, by the lashes which fell on Your back, we are completely healed. I believe and I receive.

(Eat the bread)”


Next, take the cup in your hand and say this:

“Thank You Jesus for the new covenant cut in Your blood. Your blood has brought me forgiveness and washed me from every sin. I thank You that Your blood has made me righteous. And as I drink, I celebrate and partake of the inheritance of the righteous, which is preservation, healing, wholeness and prosperity. (Drink the wine)”


“Thank you Jesus, I love You because You first loved me".




Health and Wholeness through the Holy Communion

Joseph Prince

KEKRISTENAN SEJATI VS KEKRISTENAN JAMAN NOW

Kemaren baca2 beberapa artikel, ada tulisan yang intinya bilang bahwa hamba Tuhan jaman sekarang itu mengkorting kekristenan karena hanya mengelu2kan kasih karunia en berkat, padahal sejatinya kekristenan itu tentang pikul salib en bayar harga. Ada benernya juga sih, gereja jaman sekarang dininabobokkan ama pengajaran2 tentang berkat melulu, padahal di akhir jaman ini kita kudu siap menderita bahkan mati martir.


Aku percaya bahwa ikut Tuhan itu adalah kasih karunia, tapi ga berarti hidup enak diberkati tanpa perlu pikul salib atopun bayar harga, apalagi kalo sampe melupakan Amanat Agung. Kayaknya kalo idup kita terlalu nyaman, justru patut dipertanyakan, apa kita udah idup sesuai standar Kristus, apakah kita udah radikal demi Kerajaan Allah. Bener ga sih?


Hal ini bikin aku merenung lagi tentang makna kekristenan sejati. Yang jelas aku tau bahwa aku percaya Yesus karena mengalami Dia, karena ada kuasa dalam firman-Nya, karena ada kebenaran yang memerdekakan. Tapi sungguh aku ga pernah berpikir bahwa ikut Tuhan tuh berarti aku harus diberkati dalam segala hal (ato kaya raya), doa selalu dijawab, ato ga pernah ngalami kesulitan.


Akhir2 ini aku emang agak menghindari denger kotbah dari pendeta2 yang cuma bahas berkat mulu, ato cuma fokus pada kenyamanan pribadi. Emang sih di masa pandemi gini, banyak orang lost their job, struggle with their needs; tapi lebih daripada berkat menurutku kita perlu semakin mempersiapkan diri sebagai jemaat yang siap memberitakan tentang Kristus dan kebenaran-Nya. Provision itu urusan Tuhan, tapi kita harus jalankan Amanat Agung-Nya. 


Aku inget ama ayat yang bilang "Akan tetapi ketika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi" (Lukas 18:8). Jangan sampai kita didapati terlalu sibuk dengan karir, pencapaian, pengumpulan harta duniawi, kesenangan pribadi sehingga kita didapati bercacat cela di hadapan Tuhan di akhir jaman ini. 


Beware guys, berjaga2lah karena waktunya semakin dekat. Kristus akan segera datang kembali. Perhatikanlah hidupmu sedemikian rupa agar kamu didapati berkenan di mata-Nya. 




December 25, 2020

LIKE THE FLOWING RIVER (PAULO COELHO)

1. When something undesirable grows in my soul, I ask God to give me the same courage mercilessly to pluck it out. 

2. The archer allows many arrows to go far beyond the target, because he knows that he will only learn the importance of bow, posture, string and target, by repeating his gestures thousands of time, and by not being afraid to make mistakes.

3. The story of the pencil

First quality: you are capable of great things, but you must never forget that there is a hand guiding your steps. We call that hand God, and He always guides us according to His will. Second quality: now and then, I have to stop writing and use a sharpener. That makes the pencil suffer a little, but afterwards, he’s much sharper. So you, too, must learn to bear certain pains and sorrows, because they will make you a better person. Third quality: the pencil always allows us to use an eraser to rub out any mistakes. This means that correcting something we did is not necessarily a bad thing; it helps to keep us on the road to justice. Fourth quality: what really matters in a pencil is not its wooden exterior, but the graphite inside. So always pay attention to what is happening inside you. The pencil’s fifth quality: it always leaves a mark. In just the same way, you should know that everything you do in life will leave a mark, so try to be conscious of that in your every action.

4. Don’t be influenced by what other people say: ‘that one’s prettier’ or ‘that one looks easier’.You are going to put a lot of energy and enthusiasm into achieving your objective, and you are the only person responsible for your choice, so be quite sure about what you are doing.

5. Sometimes, we are so attached to our way of life that we turn down a wonderful opportunity simply because we don’t know what to do with it. No one asks themselves: ‘Could I do something different?’

6. Two roads diverged in a wood, and I took the one less traveled by, and that has made all the difference (Robert Frost).

7. ‘There was no point in squabbling over the inheritance: love was enough,’ she said at last, sensing what we were feeling. Yes, in the light of that complete absence of bitterness or rancour, I think love really was enough.

8. We must struggle for our dreams, but we must also know that, when certain paths prove impossible, it would be best to save our energies in order to travel other roads

9. People don’t really meet together any more, and if they don’t meet, they won’t grow.

10. “If you want something, you need to look the other person in the eye.” Ever since then, that’s what I’ve done, and I’ve had nothing but good results. You can have at your disposal all the means of communication in the world, but nothing, absolutely nothing, can replace looking someone in the eye.

11. Even when a friend does something you do not like, he continues to be your friend. And on the other wing, he had these words engraved: Any action committed in anger is an action doomed to failure.

12. Yes, there is a saying that states that ‘You cannot argue with force’; but there is another saying: ‘Where there’s life, there’s hope.’

13. Accustomed as we are to the mountains and the fields, we know that God is everywhere and that there is no need for us to go into a man-made building in order to find Him. Often, during our long walks, we pray in silence, listening to the voice of nature, and understanding that the invisible world always manifests itself in the visible world. 

14. I can only conclude that worse than hunger or thirst, worse than being unemployed, unhappy in love or defeated and in despair, far worse than any or all of those things, is feeling that no one, absolutely no one, cares about us.

15. ‘However brightly a piece of coal may be burning, it will soon burn out if you remove it from the flames. However intelligent a man may be, he will soon lose his warmth and his flame if he distances himself from his fellow man.‘

16. Work is a blessing when it helps us to think about what we’re doing; but it becomes a curse when its sole use is to stop us thinking about the meaning of our life.

17. The optimist and the pessimist both die in the end, but each lives his life in a completely different way.

18. Each of us have our personal legend to fulfil, and that is all. It doesn’t matter if other people support us or criticize us, or ignore us, or put up with us – we are doing it because that is our destiny on this earth, and the fount of all joy.

19. Sometimes we encounter things on our path, but because our time has not yet come, they brush past us, without touching us, even though they were close enough for us to see them. I thank God for the awareness to understand, as a friend of mine says, that everything that had to happen happened, but nothing did.

20. How many of us, in our own lives, ever dare to ask: why do I behave in such and such a way? Why do we not find a different way of behaving?

21. Sometimes the world asks us to fight for things we do not understand, and whose significance we will never discover.

22. Each human being was given two qualities: power and the gift. Power directs us towards our destiny; the gift obliges us to share with others what is best in us.

23. If you don’t wake up early enough, you will never get to see the sunrise. And although God is always close, if you don’t pray, you will never manage to feel His presence.’

24. Watch and pray: that should be the warrior of light’s motto. If he only watches, he will start to see ghosts where they don’t exist. If he only prays, he will not have time to carry out the work that the world so desperately needs.

25. ‘There, God says to Moses: “Speak unto the children of Israel, that they go forward.” And only afterwards does he tell Moses to lift up his rod, and then the Red Sea parts. It is only courage on the path itself that makes the path appear.

26. Sometimes the invisible books, born out of our generosity towards other people, are as important as those that fill our libraries. 

27. ‘Which is about the importance of seizing every opportunity while it’s there, and how if you don’t, it’s lost for ever.’

28. Life always gives us a second chance.

29. ‘Do you know something? I think that God suffers from poor eyesight too, not because He’s old, but because that’s how He wants it to be. That way, when someone does something wrong, He can always say He couldn’t quite see, and so ends up forgiving the person because He doesn’t want to commit an injustice.’

30. ‘Did you know that bananas can teach you the meaning of life?’ 

He took out a rotten banana from the bag and threw it away. 

‘That is the life that has been and gone, and which was not used to the full and for which

it is now too late.’

Then he drew out another banana, which was still green. He showed it to her and put it back in the bag.

‘This is the life that has yet to happen, and for which we need to wait until the moment is right.’

Finally, he took out a ripe banana, peeled it, and shared it with Isabella.

‘This is the present moment. Learn how to gobble it up without fear or guilt.’

31. The Art of the Sword

Keeping calm. Anyone who understands the meaning of life knows that things have neither a beginning nor an end, and that there is, therefore, no point in worrying.

Allowing your heart to be present. This can only be heard when we are in complete harmony with the world around us, and never when we judge ourselves to be the centre of the universe.

Learning to be the other person. It is necessary, therefore, not only to observe the world, but to imagine ourselves into the skins of other people, and to learn how to follow their thoughts.

Finding the right master. The true teacher is not the one who teaches us the ideal path, but the one who shows us the many ways of reaching the road we need to travel if we are to find our destiny. Once we have found that road, the teacher cannot help us anymore, because its challenges are unique.

Escaping from threats. Nothing could be further from the truth. In order to achieve a dream, we need to preserve our life, and we must, therefore, know how to avoid those things that threaten us.

32. Therefore, if you want to be in harmony with your love or with your fight, learn to react rapidly. Through educated observation, do not allow your supposed experience of life to transform you into a machine. Use that experience to listen always to ‘the voice of the heart’. Even if you do not agree with what that voice is saying, respect it and follow its advice: it knows when to act and when to avoid action.

33. The happiness of one does not mean the unhappiness of the others.

34. Love never dies, it is transformed.

35. Peace is not the opposite of war. We can have peace in our heart even in the midst of the fiercest battles, because we are fighting for our dreams. When our friends have lost hope, the peace of the Good Fight helps us to carry on.

36. For the warrior of light, there are no abstractions. Every opportunity to transform himself is an opportunity to transform the world.

37. Love creates bridges where it would seem they were impossible.

38. Man is not born, nor does he die. Having come into existence, he will never cease to be, because he is eternal and permanent. Just as a man discards old clothes and puts on new clothes, so the soul discards the old body and puts on a new one. But the soul is indestructible; swords cannot pierce it, fire cannot burn it, water cannot wet it, the wind cannot dry it. It is beyond the power of all these things. Since man is always indestructible, he is always victorious (even in his defeats), and that is why he should never be sad.

39. Instead of merely giving answers, try to find out what questions children want to ask.

40. ‘Never forget this scene,’ he said. ‘It doesn’t matter what I do to this money. It is still a twenty-dollar bill. So often in our lives, we are crumpled, trampled, ill-treated, insulted, and yet, despite all that, we are still worth the same.’

41. ‘Sometimes God withdraws a particular blessing from someone so that the person can comprehend Him as something other than a being of whom one asks favours and makes requests. He knows how far He can test a soul, and never goes beyond that point. At such moments, we must never say: “God has abandoned me.” He will never do that, even though we may sometimes abandon Him. If the Lord sets us a great test, he always gives us sufficient–I would say more than sufficient–grace to pass that test.’

42. It’s natural that unexpected conflicts should arise, and it’s natural that wounds may be inflicted during those conflicts. The wounds pass, and only the scars remain. This is a blessing. These scars stay with us throughout our life and are very helpful. If, at some point–simply because it would make life easier, or for whatever other reason–the desire to return to the past becomes very great, we need only look at those scars. They are the marks left by the handcuffs, and will remind us of the horrors of prison, and we will keep walking straight ahead. So, relax. Let the universe move around you and discover the joy of surprising yourself. ‘God has chosen the foolish things of the world to confound the wise,’ says St Paul.

43. ‘I’ve been through all this before,’ he says to his heart. ‘Yes, you have been through all this before,’ replies his heart. ‘But you have never been beyond it.’ Then the warrior realizes that these repeated experiences have but one aim: to teach him what he has not yet learned. He always finds a different solution for each repeated battle, and he does not consider his failures to be mistakes but, rather, as steps along the path to a meeting with himself.

44. Buddha, after a long period of trial and renunciation, was so weak that he almost drowned; when he was rescued by a shepherd, he understood that isolation and sacrifice distance us from the miracle of life.

45. ‘If you begin with easy things, it leaves you unprepared for the great challenges. It’s best to know at once what difficulties you are likely to meet on the road'. 

46. Therefore, in order to prevent things from getting even worse, perhaps it is time that an Anti-Law of Jante was written: ‘You are worth much more than you think. Your work and your presence on this earth are important, even though you may not believe it. Of course, such ideas could land you in a lot of trouble for breaking the Law of Jante, but don’t be intimidated. Continue to live without fear, and you will triumph in the end.’

47. If he does not struggle against what is wrong–even if it seems beyond his strength –he will never find the right road.

48. I can see the storm approaching. As with any storm, it brings with it destruction, but it also waters the fields; and, with the rain, falls the wisdom of the heavens. As with any storm, it will pass. The more violent the storm, the more quickly it will pass. I have, thank God, learned to face storms.



Like the flowing river

Paulo Coelho 



December 24, 2020

ON THIS HOLY NIGHT

ONE: WHEN YOU FOLLOW A STAR AND FIND A STABLE (JOHN C. MAXWELL) 

Christmas is about a baby, born in a stable, who changed the world forever

1. Our expectations definitely control our conduct. We conduct our lives and our daily affairs based on what we expect from them. 

2. In Matthew chapter 2, we read the story of the wise men following the star. And, based on that scripture, the question that I have for you is this: What happens when you’ve been following a star, and it leads you to a stable? What happens when all of a sudden, after thinking that something grand and glorious would be at the other end, you end up in the backyard of a barn? And there, instead of a palace and a king on a throne, you find a little baby held by his mother. It’s nothing like what you had anticipated. How do you react when you follow the star and find a stable? How is your conduct affected by the outcome of your expectations?

3. Every one of us has had times in life when we’ve followed a star. Everything looked so promising, but we were to find out at the end that we were in a stable. Sometimes when you follow the star, it doesn’t lead you where you want to go.

Strong Christians see God in both the good and the bad. The mature believer sees God not only  in pleasures and palaces, but also in the barnyards and stables of life

4. The beautiful part of the Christmas story of the wise men is what they do when they come to that stable. Through their actions, they teach us three things:

When wise men find a stable, they look for God

Wise men of every age, when handed a difficult situation, don’t panic about the problem, but hold steady and say, “God is somewhere in this stable of life. There’s something I can learn. I’ll hold steady because God is somewhere in this.”

When wise men find a stable, they offer their VERY BEST to God

Every day when I get up and  look in the mirror, I need to ask myself, “Am I giving my very best in the situation that I’m in?” That situation may be one of many problems, or it may be one of great prosperity.

When wise men find a stable, they change their direction

Let us allow Him to change the direction of our lives, enabling us to become the great men and women of God He wants us to be. 



TWO: SEEING THE CHRISTMAS SCENERY (BILL HYBELS)

The manger is a symbol of what can happen when Jesus Christ resides inside us

1. Look at the star this Christmas. Look at it a little differently. Look at it as a symbol of the fact that God has always provided travel guides to earnest spiritual seekers. Throughout history, God has seen to it that those who diligently seek after Christ will find Him.

2. God provided a travel guide for each of us—someone to lead us to Christ. It might have been a mom or dad. It might have been a guy at work, a neighbor, a close friend, a teacher, or a pastor. But all of us who are Christians can retrace our spiritual journeys and say, “Without that person, I doubt I would ever have found Christ.” God sent someone to cross our path. He sent someone whose light was bright. He sent someone whose love was real. He sent someone whose faith was so compelling that we found ourselves trusting that earthbound travel guide to lead us to Christ.

3. For those of you who are still seekers, let me give you a word of encouragement. Chances are, God has already put a travel guide in your life somewhere. Chances are, if you were to scan the horizons of your relationships, you probably already know someone whose spiritual light burns pretty bright, whose love is real, whose faith has caught your attention more than once. That person may very well be God’s gift to you—sort of like a Christmas star—God’s travel guide.

From day one, God the Father determined not to shelter his Son from the rude, crude realities of life on planet earth. Jesus understands. He’s been there.

4. Take a good look at the stable, friends. The stable is a permanent symbol of the fact that God sent Jesus to live in the real world. For our sake, Jesus was given no aristocratic advantage. He had humbler beginnings than any of us. He was born into a real family, and He worked a real construction job. He lived in a neighborhood. He had real friends. He suffered hardship like the rest of us have, and He died a cruel death for a crime He didn’t commit.

5. Can you see how important the stable is? It symbolizes the deliberately unsheltered life of Jesus. It stands as a monument to His ability to identify and sympathize with whatever we are going through. But we must be humble and trusting enough to pour out our hearts to Him and then allow Him to love and minister to us, and restore us to wholeness again. It almost becomes a cliché, but I’ll say it again: the essence of Christianity is a relationship with resurrected Savior. It’s a dynamic restorative relationship, and it’s with One who understands.

6. Ordinary people fell on their knees and cried out, “Oh, God, thank You for Jesus Christ. Thank You for who He was and what He did for me.” When Jesus Christ takes up residency, by His Spirit, in an ordinary life, can assure you the ordinary gives way to the extraordinary. Just as a feed trough becomes a King’s cradle, a very average man or woman becomes exceptional through responsiveness to God.

7. You know, your choice is simple. You can just stand there and watch another nativity scene go by. Or you can fall on your knees in repentance, and then in worship. What will you choose to do this Christmas?



THREE: JOSEPH'S PRAYER (MAX LUCADO) 
You’ve stood where Joseph stood. Caught between what God says and what makes sense.
1. The child is Yours. The plan is Yours. The idea is Yours. And forgive me for asking but . . . is this how God enters the world? The coming of the angel, I’ve accepted. The questions people asked about the pregnancy, I can tolerate. The trip to Bethlehem, fine. But why a birth in a stable, God?
Joseph . . . did what the Lord’s angel had told him to do—Matthew 1:24 NCV
2. I’m unaccustomed to such strangeness, God. I’m a carpenter. I make things fit. I square off the edges. I follow the plumb line. I measure twice before I cut once. Surprises are not the friend of a builder. I like to know the plan. I like to see the plan before I begin.
God still looks for Josephs today. Men and women who believe that God is not through with this world. Common people who serve an uncommon God.
3. You’ve stood where Joseph stood. Caught between what God says and what makes sense. You’ve done what He told you to do only to wonder if it was Him speaking in the first place. You’ve stared into a sky blackened with doubt. And you’ve asked what Joseph asked. You’ve asked if you’re still on the right road. You’ve asked if you were supposed to turn left when  you turned right. And you’ve asked if there is a plan behind this scheme. Things haven’t turned out like you thought they would. We’ve asked our questions. We questioned God’s plan. And we’ve wondered why God does what He does.
4. If you are asking what Joseph asked, let me urge you to do what Joseph did. Obey. That’s what he did. He obeyed. He obeyed when the angel called. He obeyed when Mary explained. He obeyed when God sent. He was obedient to God. He was obedient when the sky was bright. He was obedient when the sky was dark. He didn’t let his confusion disrupt his obedience. He didn’t know everything. But he did what he knew.
5. What about you? Just like Joseph, you can’t see the whole picture. Just like Joseph, your task is to see that Jesus is brought into your part of your world. And just like Joseph, you have a choice: to obey or disobey. Because Joseph obeyed, God used him to change the world. Can He do the same with you?


FOUR: THOU SHALT CALL HIS NAME JESUS (DAVID JEREMIAH) 
The name for Christ most beloved by His followers is that simple name, Jesus
1. It’s interesting that God did not leave the naming of His Son up to the earthly parents. Instead, He sent an angel to make sure Joseph got it right. In Matthew 1:21, the angel is speaking to Joseph, comforting his fear, because Joseph does not understand what is going on with Mary at all: “And she will bring forth a Son, and you shall call His name Jesus, for He will save His people from their sins.” 
2. Why Jesus is my favorite of all the names for our Lord:
Jesus is an easy name 
God called His Son Jesus. Only two syllables, five letters, pronounced the same in almost any language. A child can learn it. It was a common Hebrew name, a popular one in Jewish families at the time our Lord was born. “Jesus” in the New Testament is the same as “Joshua” in the Old Testament.
God knew what he was doing when he named his Son. Jesus means “Jehovah Saves” or “the Lord of Salvation.” and that is who He is—the Salvation of the Lord
Jesus is an esteemed name
Many Bible scholars consider Joshua of the Old Testament to be a picture of Christ. There are some striking points of comparison between the two. Joshua led the Israelites out of the wilderness to the promised land. Jesus, as our Savior, brings us from the wilderness of sin into the spiritual promised land. In the Old Testament, Joshua led his people to conquer enemies who were protected by walled cities and huge giants. Jesus leads us to conquer the enemies of our soul.
• Jesus is an enduring name
Did you know that even though our Lord Jesus was born in obscurity over two thousand years ago and died like a criminal at the age of thirty-three, His name is the most well-known name in history? We pass it on from age to age, in printed page and spoken word. It is the most wonderful name in all the world. 
Jesus is an exalted name
Therefore God also has highly exalted Him and given Him the name which is above every name, that at the name of Jesus every knee should bow, of those in heaven, and of those on earth, and of those under the earth, and that every tongue should confess that Jesus Christ is Lord, to the glory of God the Father” (Eph 1:9–11).
Jesus is an exclusive name
His name is above every name, and His purpose in coming to this earth sets Him apart from everyone, for He saves His people from their sins. Do you believe that? “Nor is there salvation in any other, for there is no other name under heaven given among men by which we must be saved” (Acts 4:12).
3. Jesus is the only One who can save us from our sins. When I preach about Jesus in a church or some other gathering and people hear and open their hearts, their lives are changed. Can you think of anything more amazing and miraculous than that? When I preach about Jesus on the radio and people hear it in their car, Jesus comes into their hearts and changes their lives.
4. You know why His change works? He doesn’t change us from the outside in; He changes us from the inside out. Jesus comes to your heart to change you from the inside out. If you’ve never been touched by the power of Jesus, then you don’t know what it means to truly know God. If you know Jesus, He can change your life.
5. What is the name of the Christmas baby?The name of God’s only begotten Son? The name of the One who can save us from our sins? His name is Jesus. Jesus. Oh, how sweet the name!




FIVE: WHAT WILL YOU FIND AT CHRISTMAS? (RICK WARREN) 
The only people who enjoyed the first Christmas were the people who were looking for it
1. The only people who enjoyed the very first Christmas, nearly two thousand years ago, were the people who were looking for it.
Angels: “You’ll find the baby  .  .  . lying in a manger.”
Shepherds: “Let’s go and see!” (See Luke 2:12, 15)
The shepherds found Jesus because they were searching. They were seeking Him. And later on, another group, the wise men, found Jesus because they were looking for Him too.
2. Now let me ask you: What are you going to find this Christmas? I’ll tell you what you’re going to find: you’ll find what you’re looking for.
“Seek, and you will find.” (Matthew 7:7)
3. At least they’ve popped into your mind. “Why am I here? What am I here for? Why do I exist? Why should I get up in the morning, go to work, come home, watch TV, and go to bed? Is there any purpose in that? Is there a God? Can God be known?” Where do you think those ideas are coming from? God is putting those questions in your mind because He’s creating a desire in you—a thirst to know Him. God knows all about you; He wants you to know Him. And there’s no better time than Christmas to become the kind of seeker the wise men embodied. Wise people still seek Christ.
4. This Christmas God wants to give you three Christmas gifts that you’ll find if you seek them:
Forgiveness
Today your Savior was born. . . . He is Christ, the Lord (Luke 2:11 NCV)
“Unto you is born a Savior.” Yes, you can be forgiven. Now, that’s the most priceless gift you can get, the gift of a clear conscience. Yet at Christmastime, God offers you the chance to have your past forgiven and wiped clean, so you can start over, brand new. 
“All who believe in Jesus will be forgiven of their sins through Jesus’ name” (Acts 10:43 NCV).
Peace of mind
Real peace of mind is having a relationship with Jesus Christ, God’s Son, and becoming friends with God. Real peace is knowing that no matter what I do, God will never stop loving me. Real peace is knowing that no matter what happens, God will never leave me alone. He’ll always be with me.
Eternal life
God says you can find eternal life by trusting Christ. God says, “I’ll take care of your past regrets, your present problems, and your future fears.” When you summarize this in one word, do you know what it’s called? It’s called salvation. And what does salvation mean? It means Jesus saves me. It means He clears up my past, takes care of my present, and secures my future. That’s one gift you’ll never get anywhere else. You can’t find it under the Christmas tree. You can only find it in the Man on the cross.
The miracle of Christmas is not on 34th Street; it’s in Bethlehem. Through Jesus God offers you forgiveness for your past, peace of mind in the present, and a solid future in eternity.
5. Have you established a personal relationship with Christ? Because those gifts—forgiveness, peace of mind, and eternal life—are wrapped up in Him.



SIX: I WISH YOU A 'MARY' CHRISTMAS (JACK HAYFORD) 
The Word became flesh. A virgin conceived! Life was born in the dark pocket of Mary’s womb.
1. Mary’s virginity is telling us this today: we don’t have to be pure, innocent, or untarnished to receive the miracle. Mary’s virginity represents the impossibility, humanly speaking, of life coming forth. We need to see her virginity as a picture of the hopelessness of the situation.
2. Just as with Mary, the Lord has a right moment for you. There is a precise moment when the Lord will approach you. There is an appointed time in which He will enter to approach the darkness of your circumstances and penetrate it with life and light. And the Bible says, “Now is the accepted time; today is the day of salvation.”
3. The angel came to Mary, a specific woman, in a specific place, Nazareth. I want to encourage you—the Lord knows your address: where you are geographically, emotionally, spiritually, and financially. He knows every detail of your life. If the Father knows when a sparrow falls, don’t you think He’s aware of where you are, what your needs are, and what your concerns are? Rest in that.
I wish for you a “Mary” Christmas, so that in the dark pockets in your own life, there would enter today the seed of the Word of God—that Jesus would fill you, until you abound with His life
4. Let’s examine the Mary Miracle even more closely:
• The angel said Mary was “Highly Favored”
Like Mary, you are highly favored too. That passage in Ephesians says, “To the saints, the accepted ones in Christ Jesus . . .” You’re highly accepted, highly favored. And that brings with it the same possibilities and the same miracle presence, because the same degree of favor is present. You and I are highly favored!
Mary was confused and asked, “What 
manner of salutation is this?”
Often the Word of the Lord comes to us with God’s promise, but because it’s not of the world that we’re accustomed to—a world of doubt, fear, limitation, pride, arrogance, human meanness, habit, and bondage—we say, “That all sounds good, but I don’t get it.” 
The Lord says to us, “I want to welcome you to My world. Won’t you come on in? Miracles happen here on  a regular basis.” You do not have to live in the sub-miracle level. The Mary Miracle promises that the same power Mary experienced is available to work in you.
Mary tried to figure out the message on her own
Quit trying to figure out how it can be done! Every miracle of the Lord is beyond you. I invite you away from your mental rationalizations, away from that limiting reasoning that brings you into the corner of 
death.
The angel didn’t criticize Mary
The Lord doesn’t come smashing in on us, saying, “Now, there, you’re reasoning again.” Instead, He comes to us and He addresses our real problem, which is that we’re afraid.
The angel made a pronouncement
The Lord’s life shall enter into your circumstances. There shall be His triumph, His health, His fullness, His provisions.
Mary wondered, “How shall this be?”
The Lord’s not inviting you to work your way through things so He can bless them. His miracle is not going to be based on your experience, growth or development, effort, or what you can produce at your level. It’s not based on your relationship. It’s based on His promise and commitment. It’s based on His  declaration.
The angel explained that it would happen through the Holy Spirit
Don’t put any trust in the accumulated wisdom of your years, because your experience, wisdom, and knowledge don’t matter. God’s going to work it out by the ministry of the Holy Spirit.
The angel spoke about other miracles happening around Mary
I think it’s especially lovely that the angel tells Mary, “I know it’s hard for you to believe this miracle is going to happen in you. But there are miracles happening around you. Consider Elisabeth, your cousin, with her miracle.” Look around, because there are other people in whom the Holy Spirit is working miracles. There’s nothing wrong with recognizing that the actions of God are already going on in somebody else.
The angel assured Mary that nothing is impossible with God
The Oxford translation is beautiful: “For no word of God is without power.” With God, any word is attended with power to see that it’s executed. When God speaks His word, He commissions the ministry of the Holy Spirit to perform it. God will hasten His word to perform it.
Mary opened herself to the possibilities 
And Mary said, “Behold the handmaid of the 
Lord; be it unto me according to thy word.” And the angel departed from her. (Luke 1:38, KJV)
Mary’s openness to the working of the Lord is the basic principle that will work the Mary Miracle in us.
James 1:17 says, “Every good gift and every perfect gift  .  .  . comes down from the Father of lights, with whom there is no variation or shadow of turning.”
5. Wherever you are, whatever you lack, wherever His light must enter to release and bring health, strength, wisdom, discretion, and understanding, I say to you, in the name of Jesus: “Mary” Christmas is what you need. I wish you a Mary Christmas.

For with God nothing shall be impossible (Luke 1:37 KJV)




ON THIS HOLY NIGHT
Max Lucado
Rick Warren
David Jeremiah
John Maxwell
Jack Hayford
Bill Hybels


December 22, 2020

16 PRINSIP DASAR DALAM SATIR MODEL

1. Change is possible

 

2. Kita mengkonseling orang yang punya kemampuan, hanya saja karena satu dan lain hal, kemampuannya tidak berfungsi

Fokuslah pada potensi orang tersebut. 

 

3. Setiap kita punya pilihan ketika stress

Ada 2 pilihan:

• reaksi --> tidak pakai mikir

• respon --> pakai mikir

 

4. Tujuan konseling adalah orang yang kita konseling mampu membuat pilihan

Melalui konseling, kita menolong orang untuk mampu membuat pilihan, untuk mampu menganalisa, untuk berpikir supaya menjadi orang yang lebih baik. 

Pihak yang dikonseling harus jadi independen, mampu menghadapi masalah, bisa menjadi orang yang lebih baik.

Konselor tidak boleh mengambil keputusan dalam konseling.

Konseling mengarahkan orang pada kemampuan untuk memilih yang benar. 

 

5. Harapan adalah komponen yang penting untuk perubahan

Konselor harus optimis karena biasanya orang yang datang konseling itu sudah hopeless.

Konselor kadang harus "meminjamkan harapan" untuk orang yang dikonseling. 

 

6. "The problem is not the problem, coping is the problem" (Virginia Satir)

Ketika konseling, yang kita perbaiki bukan masalahnya, tapi akar masalahnya. 

Yang diperbaiki adalah dalamnya, inside out. 

Tugas konselor membuat orang yang dikonseling berhenti melakukan sesuatu yang menghalangi dia. Tidak memaksakan, tapi memunculkan suatu keputusan berdasar pilihan.

 

7. Cara seseorang menghadapi masalah biasanya adalah cara dia bertahan menghadapi pengalaman menyakitkan

Oleh karena itu, berusahalah empati dengan orang lain, jangan marah2i. 

 

8. Kebanyakan orang memilih situasi yang familiar dibandingkan perubahan

Ketika seseorang sudah nyaman dengan sebuah situasi walaupun itu tidak enak, biasanya orang akan menghindari/ menolak perubahan.

 

9. Perasaan adalah milik kita, kita bertanggung jawab atas perasaan milik kita

Saya yang mengendalikan perasaan saya. Tapi seringkali kita serahkan "remote control" atas emosi kita ke tangan orang lain, contohnya kita marah ketika orang lain berbuat sesuatu.

Remote control itu harus dikembalikan ke tangan kita.

 

10. Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi bisa mengubah dampak masa lalu terhadap kita

 

11. Menghargai dan menerima masa lalu meningkatkan kemampuan kita untuk menghadapi masa depan

 

12. Proses adalah jalan menuju perubahan

Cerita membentuk konteks untuk perubahan.

Seringkali orang bypass proses, tidak mau membicarakan, malah disuruh bersyukur atau mengampuni.

 

13. Cara seseorang menangani masalah adalah manifestasi tingkat gambar dirinya

Semakin sehat gambar dirinya semakin bisa handle masalah.

 

14. Semua orang secara umum bermaksud melakukan yang terbaik, hanya saja karena hal tertentu tidak bisa

 

15. Proses jiwa manusia itu universal, prinsip healing bisa diaplikasikan lintas budaya

 

16. Sarana/ alat kesembuhan terampuh di ruang konseling adalah konselor

Ilmu konseling itu penting, tapi pribadi si konselor yang paling penting.

Ilmu tidak ada gunanya kalo kita belum beres. 

 



Pak Sukirno Tarjadi

IG Live @konselingsatir.id

Dec 22nd, 2020

December 21, 2020

LOVE LIKE YOU'VE NEVER BEEN HURT PART 2 (JENTEZEN FRANKLIN)

BAB 8: DAN KITA ADALAH SATU

1. Pernikahan adalah ide Allah. Anda bisa menemukannya di awal dan di akhir rancangan Allah bagi manusia. Kitab pertama dalam Alkitab dimulai dengan suatu pernikahan di Taman Eden, yaitu pernikahan Adam dan Hawa. Kitab Wahyu mengakhirinya dengan pernikahan lain, perjamuan kawin Anak Domba. Dua lebih baik daripada satu. Pernikahan yang sehat masih merupakan cara Allah membangun Gereja-Nya dan menggunakan pengaruh-Nya atas dunia yang terhilang dan sekarat. Ketahuilah bahwa Tuhan memiliki sebuah tujuan bagi pernikahan Anda. Dan Ia sangat tertarik untuk melihatnya berhasil.

2. Jika Anda berusaha keras untuk menghidupkan kembali hubungan dengan pasangan Anda atau mencoba berpegang pada apa yang tersisa dalam pernikahan Anda, berbesarhatilah. Tuhan bisa menyingkirkan setiap gunung dan membelokkan setiap panah musuh. Ingat, terkadang semakin besar peperangannya, semakin besar kemenangannya.

3. Ketika nilai ini pertama Anda adalah perceraian bukan suatu pilihan, realita itu mengubah segalanya, khususnya cara Anda mengakhiri perdebatan. Tuhan sangat jelas tentang komitmen pernikahan dalam Alkitab--ia membenci perceraian (lihat Maleakhi 2:16). Sesederhana itu. Pernikahan bukanlah sebuah uji coba. Kita dipanggil untuk setia pada pernikahan... baik dalam senang maupun susah. 

4. Akitab memberitahu kita bahwa setelah Abraham membeli gua Makhpela, ia mengubur istrinya di dalamnya. Alkitab juga menyebutkan bahwa Sara, Abraham, Ishak, Ribka, dan bahkan Yakub semuanya dikubur dalam gua ini. Makhpela, nama gua ini, artinya "dobel". Gua dobel atau gua pasangan. Bagaimana kita menjaga pernikahan kita dan membuatnya berhasil sampai ke gua pasangan? 

5. Tuhan menggambarkan Hawa sebagai "kawan pembantu". Inilah alasan Tuhan menciptakan Hawa--ia adalah bantuan rohani Tuhan bagi Adam dalam sebuah paket ilahi. Tuhan memandang laki-laki dan mengumumkan bahwa kebutuhan laki-laki yang pertama bukanlah untuk melahirkan keturunan, namun bantuan ilahi. Jika ia mau menggenapi panggilan, tujuan, dan rencana Allah bagi hidupnya, ia akan membutuhkan bantuan ilahi.

6. Para perempuan adalah pemultiplikasi dan inkubator. Mereka meningkatkan apapun yang Anda berikan kepada mereka. 

Laki-laki, sayangi istri Anda. Hargai mereka. Kasihi mereka. Bagaimana Anda memperlakukan dia akan menentukan bagaimana Tuhan mendengarkan doa-doa Anda. 

Istri, Anda penting. Suami Anda membutuhkan bantuan ilahi dalam paket manusia, dan Andalah paket itu. Anda bisa membuat suatu perbedaan dalam apakah suami Anda menang atau kalah dalam hidup.

7. Mazmur 127:1 berkata, "Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya". Ketika Tuhan membangun rumah sebuah pernikahan, maka itu dibangun untuk bertahan selamanya. Setiap pasangan berjuang bersama, berdoa bersama, bermimpi bersama, mengikuti kehendak Tuhan bersama, membesarkan anak-anak bersama, dan menjalani hidup bersama. Ini adalah tempat tertinggi yang bisa Anda capai dalam sebuah pernikahan.

8. Empat kunci untuk mengasihi pasangan Anda selama masa-masa berat:

~Melewati lembah masalah bersama-sama

Ketika kita melewati lembah masalah, kita menjangkau, menggenggam tangan satu sama lain, dan terus mengejar Tuhan. Bahkan di masa terendah dalam pernikahan, Tuhan akan selalu membuka sebuah pintu harapan.

Menurut statistik, pasangan paling bahagia adalah mereka yang telah menikah 30-50 tahun. Biasanya dibutuhkan 9-17 tahun pertama untuk orang-orang mati bagi diri sendiri. Anda perlu mengerti bahwa beberapa hari baik dan beberapa hari sukar. Anda harus bertekad untuk tetap melewatinya bersama.

~Melangkah lebih dalam

Satu-satunya cara kita mempertahankan ikatan segar dan romantis seperti pengantin baru adalah dengan terus melangkah semakin dalam kepada Yesus. Tumbuhkanlah iman Anda sebagai pasangan. Berdoalah bersama. Bacalah Alkitab beraama. Menyembahlah bersama.

Bertekadlah untuk menjalani masa berat Anda bersama-sama, semuanya untuk sampai pada gua pasangan (gua Makhpela) 

~Memercayai tujuan hidup Anda sebagai pasangan

Ketika Tuhan benar-benar ada di sebuah pusat pernikahan, tujuan hidup melekat padanya. Tujuan hidup pernikahan Anda dipertaruhkan. Tujuan hidup masa depan anak-anak dipertaruhkan. Tujuan Tuhan bagi hidup Anda dipertaruhkan.

Tuhan menghormati komitmen. Setiap kali Anda membuat sebuah janji, Anda harus menghormati janji tersebut. 

~Tidak menyerah

Jika Anda tidak menyerah dan jika Anda mengusahakan pernikahan Anda, Tuhan akan menemui Anda di sana dan membuat jalan--bahkan ketika kelihatannya tidak ada jalan.

Kita memiliki lemari pendingin di rumah. Anda menaruh berbagai hal disana yang Anda ingin makan nanti. Demikian juga dengan perjalanan kita dengan Tuhan. Jika Anda sedang mengalami kebekuan yang parah, dan terasa sepertinya Anda ditinggalkan Tuhan, bukan berarti Tuhan tidak mengasihi Anda. Ia hanya sedang mengatakan, "Nanti, bukan sekarang. Kau akan bergerak ke dalam masa yang baru, dan Aku akan membuatmu siap untuknya".


BAB 9: BERJUANG UNTUK PERNIKAHAN ANDA

1. Di bawah perjanjian nikah, dua menjadi satu. Anda tidak bisa melanggar perjanjian tersebut lewat perzinahan tanpa menghancurkan kedua belah pihak sampai beberapa tingkatan. Meskipun ketidaksetiaan tentunya bisa diampuni, bekas lukanya permanen.

Pernikahan adalah tentang memberi; perzinahan adalah tentang mengambil. Itulah sebabnya Alkitab sangat jelas menyatakan bahwa perzinahan adalah dosa.

2. Ketika pasangan Anda selingkuh, Anda masuk ke dalam krisis identitas. Anda bertanya-tanya apakah Anda bisa mempercayai orang ini lagi, apakah pernikahan Anda bisa bertahan. Tentu saja, solusi paling mudah adalah perceraian. Yang paling berat adalah tetap tinggal dan mengubah krisis menjadi sebuah kesempatan. Setiap hubungan gelap memiliki kesempatan untuk menegaskan kembali sebuah hubungan. Meskipun sebuah hubungan gelap akan menghasilkan rasa sakit dan pengkhianatan, di sisi lain, itu juga bisa menghasilkan ruang untuk pertumbuhan, perenungan, dan evaluasi kembali hubungan tersebut.

3. 5 cara membuat pernikahan kebal terhadap hubungan gelap:

Menyingkirkan itu dari kepala Anda

Perzinahan dimulai pada tahap imajinasi. Anda perlu mencungkil hal-hal yang mungkin menyebabkan Anda tersandung dalam pernikahan Anda.

Menghormati satu sama lain

Jadilah lebih tertarik dalam mengambil tanggung jawab dan memperbaiki masalah apapun yang Anda miliki daripada menyalahkan. Apakah Anda ingin berdamai atau ingin menunjukkan diri Anda benar?

Mengambil tanggung jawab

Masalah besar dalam pernikahan berasal dari satu kata yang buruk--keegoisan. Disiniah hubungan Anda dengan Tuhan masuk. Ketika Anda mendekat kepada Tuhan, itu menghasilkan suatu cermin yang menyingkapkan seperti apa sebenarnya kelihatannya Anda bagi orang lain...dan bagi Tuhan, karena Ia selalu melihat apa yang sesungguhnya. Tujuannya adalah semakin kelihatan seperti Yesus. 

Pernikahan tidak membuat diri Anda yang sekarang, tapi menyingkapkan siapa Anda. Apa yang kita lakukan dengan apa yang kita ketahui tentang diri kita sendirilah yang membuat kita lebih lembut atau lebih keras hati. 

Menghidupkan kembali percintaan

Kita perlu memupuk percintaan lagi. Temukanlah suatu cara untuk terhubung kembali dengan orang yang Anda kasihi.

Memutuskan dengan pasti

Pernikahan yang berkomitmen dan bertahan selamanya menuntut suatu keputusan yang pasti. Anda harus tenang dan berhati-hati. Anda harus bertekad untuk tidak berzinah.

Masa yang berat bukanlah masa untuk berhenti mencoba. Pernikahan harus bertahan terhadap badai.

3. Pria dipanggil untuk menjadi pemimpin di rumah. Ini waktunya bagi para pria untuk mulai berdiri dan bertanggung jawab atas apa yang berlangsung dalam keluarga mereka. 

4 prinsip untuk membantu Anda menjadi pria yang kuat dalam keluarga Anda:

~Bersikaplah seperti laki-laki. Pimpin, jangan ikuti. Hormati istri Anda. Jadilah teladan bagi anak-anak Anda. 

~Jadilah orang yang berjaga-jaga. Perhatikanlah keluarga Anda.

~Berdirilah teguh dalam iman. Berpeganglah erat pada apa yang Anda percayai tentang Tuhan dan Alkitab.

~Biarlah semua yang Anda lakukan dikerjakan dalam kasih. Satu-satunya hal yang akan menghasilkan kebenaran dalam keluarga Anda adalah mengasihi tanpa henti.

4. Bagi Anda, wanita. Rumah Anda adalah ruang kelas, dan Anda adalah gurunya. Pertanyaannya, akankah pernikahan atau keluarga Anda lulus ujian? Para wanita memiliki kapasitas untuk membawa ketenangan kepada keluarga mereka. Ketika Anda mengasihi seperti Anda tidak pernah terlukai, Anda menciptakan suatu atmosfer yang memberi hidup di dalam rumah Anda.

3 kunci yang membantu Anda melewati proses ini:

a. Ingatlah bahwa Anda adalah pintu kepada kehidupan rohani dalam pernikahan Anda

Berhentilah mengeluh. Berhentilah berbicara negatif. Anda bisa membawa masuk kedamaian atau badai, pilihlah untuk menjadi orang yang membawa damai.

b. Berjaga-jagalah dengan apa yang Anda katakan

Dalam lidah Anda ada "pengajaran yang lemah lembut" (lihat Amsal 31:26). Perkataan yang lemah lembut akan lebih berdampak daripada perkataan yang diucapkan dalam ketergesaan atau kemarahan. 

c. Membangun suami Anda

Daripada memberitahu suami Anda semua yang salah tentang dia, biarkan Tuhan saja yang menunjukkan kepada dia. Tugas Anda adalah memberikan dorongan semangat kepada dia. Bersyukurlah untuknya. Tunjukkan penghargaan kepadanya. Percayalah kepadanya. 

5. Berjuanglah untuk apa yang tersisa. Tuhan bisa memberikan Anda kasih karunia untuk memulihkannya. Ia bisa memperbaiki apa yang musuh coba ambil dari Anda. Ia bisa menjamah hubungan Anda dengan kasih karunia dan mengubah Anda serta pasangan Anda menjadi pemenang. Anda tidak perlu menyerah, dan Anda tidak perlu berhenti.

6. Inilah 4 pernyataan paling sulit untuk dibuat dalam pernikahan:

*Saya salah

*Maafkan saya

*Ampuni saya

*Saya perlu bantuan

7. Tidak ada rencana pernikahan yang dirancang untuk membawa Anda kepada gua pasangan yang tidak melibatkan Anda bertumbuh dalam iman dan hubungan dengan Yesus Kristus. Mulailah disana. Ia akan menuntun Anda untuk selanjutnya dan terbukti adalah menara yang kuat dalam masa kesesakan dan Bapa yang setia dalam segala musim kehidupan.


BAB 10: DASAR YANG BERTAHAN

1. Tidak ada tempat lain di hidup ini di mana Anda menemukan pemenuhan dan kasih yang lebih besar selain di dalam hati keluarga Anda. Keluarga layak dikejar dan diperjuangkan. Jangan menyerah pada orang-orang yang Anda kasihi. Kejarlah mereka dengan kasih, kasih karunia, dan belas kasihan yang sama yang dengannya Tuhan mengejar Anda.

2. Badai akan datang. Yesus adalah satu-satunya dasar yang bisa menjamin hidup, rumah, pernikahan, dan keluarga Anda terhadap gelombang pasang yang tak terelakkan. Tidak ada dasar lain yang akan bertahan.

3. Tuhan ingin anak Harun mengenakan pakaian yang sama persis seperti yang dikenakan ayahnya ketika ia melayani sebagai imam besar. Kita akan meneruskan kepada anak-anak kita hanya apa yang kita kenakan, bukan apa yang kita akui. Selama masa-masa sukar, kita melihat dengan jelas jubah apa yang sedang kita kenakan. 

Jubah apa yang Anda teruskan kepada generasi berikutnya? Jubah damai sejahtera atau perdebatan? Jubah pengampunan atau kepahitan? Jubah keramahan atau kefrustrasian? Jubah iman atau kekhawatiran?

4. Empat cara untuk mengasihi seperti tidak pernah terlukai:

Berdoa

Jangan pernah berhenti mendoakan anak-anak Anda. Kita hanya akan melihat tangan Tuhan bergerak dalam hati dan di hidup mereka dengan doa-doa kita yang setia. 

Tetap berkomitmen

Waspada terhadap godaan terbesar Anda

Godaan terbesar Anda datang bersama dengan pembenaran terbesar Anda. Semakin besar godaannya, semakin besar manifestasi Tuhan dalam hidup Anda jika Anda tidak menyerah pada godaan itu.

Mengatakan "maafkan saya"-- dan bersungguh-sungguh dengannya

Jangan pernah menghancurkan suatu permintaan maaf dengan memberikan berbagai alasan. Jangan pernah mengatakan, "maafkan saya, tapi...".

5. Jika kita ingin membangun kembali keluarga kita di masa kita hidup, kita harus menaruh kembali gereja di dalam rumah. Kehendak Tuhan ada di suatu tempat di antara dapur Marta dan mezbah Maria.

6. Satu cara yang baik untuk membangun harga diri anak-anak Anda adalah dengan memberitahu mereka tentang hal-hal besar yang Tuhan telah lakukan dalam warisan mereka. Tantang mereka untuk hidup sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan oleh mereka yang sudah ada lebih dulu.

7. Ini waktunya kita mulai meneruskan berkat keturunan kepada anak-anak kita. Berikan kepada mereka nilai-nilai, hikmat, dan kasih yang membuat Anda sampai di tempat Anda berada sekarang. Berikan mereka cara hidup yang melayani keluarga Anda dengan baik, dan kemudian tantang mereka untuk meneruskannya kepada generasi berikutnya.


BAB 11: BERJUANG UNTUK KELUARGA ANDA

1. Anda telah diberikan harta yang berharga untuk dilindungi. Pernikahan, anak-anak Anda, orang-orang yang Anda kasihi adalah harta yang berharga. Tuhan telah menugaskan Anda untuk berjuang bagi mereka. Anda bisa entah membiarkan musuh menghapus mereka dari muka bumi, atau Anda bisa berdiri di depan orang-orang yang Anda kasihi dan berkata, "Di dalam nama Yesus, saya akan berjuang untuk keluarga saya!"

2. Orang-orang di jaman Nehemia sedang membangun dan berperang pada waktu yang sama. Mereka memegang sebuah alat di satu tangan dan sebuah senjata di tangan lain. Kita hidup di masa dimana kita harus membangun keluarga kita dengan satu tangan dan melawan musuh dengan tangan kita yang lainnya.

Jika kita berjuang, Tuhan akan berjuang

3. Empat strategi untuk mengklaim kemenangan Anda:

Mengikis lekuk-lekuk

Lekuk-lekuk yang Tuhan ingin Anda singkirkan adalah perselisihan terus menerus, peperangan yang tak pernah berakhir antara Anda dan anak yang memberontak, tuduhan tak berdasar yang keluar dari mulut Anda. Jika ini terdengar berat, berbesarhatilah. Yesus bisa membersihkan rumah Anda. Apakah Anda mengkompromikan aktivitas Anda? Apakah Anda telah berkompromi dengan siapa Anda bergaul? Izinkan Tuhan membersihkan roh Anda dan memerdekakan Anda.

3 langkah untuk mengikis lekuk-lekuk rumah Anda:

~mengurapi rumah Anda

Ketika Anda mengurapi rumah Anda, Anda sedang memberitahu Roh Kudus bahwa Ia disambut

~mengucapkan berkat atas rumah Anda

"TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera" (Bilangan 6:24-26).

~melayani persekutuan di dalam rumah Anda

Persekutuan menyembuhkan! Hampir mustahil untuk bertengkar dan berdebat jika Anda tahu Anda akan berkumpul bersama sebagai sebuah keluarga dan bersekutu.

Berkomitmen pada komitmen-komitmen Anda

Jangan goyah dalam iman Anda. Jangan mengkompromikan standar Anda. Tetapkan prioritas yang benar bagi Anda dan orang-orang yang Anda kasihi. 

Hidup oleh kepercayaan Anda

Yonadab yang menetapkan aturan bahwa ia tidak mengizinkan siapapun di rumahnya minum alkohol. Kita harus mengenali hal-hal dalam hidup kita dan keluarga kita yang tidak memuliakan Tuhan, kemudian kita harus dengan berani menyingkirkannya dari rumah kita. 

Tuliskan pesan Yosua 24:15 (NKJV) pada hati Anda: "Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan melayani TUHAN!"

Berjuang untuk apa yang tersisa

Jika Anda tidak menyerah terhadap keluarga Anda, tembok-tembok Anda akan tetap berdiri selama generasi demi generasi. Berjuanglah untuk apa yang tersisa dan Tuhan akan berjuang untuk Anda. Penuhi lembah Anda dengan doa, pujian, dan firman. Mujizat tidak ditemukan dalam apa yang hilang, mujizat ditemukan dalam apa yang tersisa. 

Tuhan tetap adalah Tuhan atas apa yang tersisa


BAB 12: MENGASIHI TUHAN SEPERTI ANDA TIDAK PERNAH TERLUKAI

1. Perjalanan Kristen itu seperti maraton, bukan lari 100 meter. Jika Anda di dalamnya untuk jangka panjang, Anda akan mengalami masa-masa patah semangat dan bahkan keputusasaan. Lalu apakah kita menyerah? Apakah kita meninggalkan iman kita? Apakah kita memilih untuk percaya tidak ada rencana atau tujuan bagi hidup kita atau pergumulan yang sedang kita alami? Tentu saja tidak. Kita mengasihi Tuhan seperti kita tidak pernah terluka.

Tujuan pertama musuh adalah untuk membuat Anda marah pada Tuhan. Jangan. Percayalah pada Tuhan. Kasihilah seperti Anda tidak pernah terluka. 

2. Anda mungkin hancur hati oleh suatu kehilangan atau krisis dalam keluarga Anda, tapi Tuhan akan membawa Anda ke tempat dimana Ia memberitahu Anda. Tidak peduli apakah Anda sedang bergerak maju di dalamnya atau apakah Anda sedang jungkir balik menuju kesana. Jika hal buruk Anda menjadi tak tertanggungkan, ini waktunya untuk hal-hal baik terjadi. Ini waktunya untuk pembebasan. Ini waktunya untuk sebuah mujizat.

Tuhan mungkin selama ini bukan pilihan pertama Anda, tapi Ia telah menjadi kesempatan terakhir Anda.

3. Hanya karena Anda mungkin tidak mengerti jalan yang sedang Anda tempuh, bukan berarti Tuhan tidak sedang memimpin Anda. Ia mungkin tidak memberikan kita jawaban, tapi Ia akan selalu memberikan kita sebuah janji. Piihlah untuk mempercayai Dia.

4. Tidak peduli badai apa yang datang, kuncinya adalah terus mengasihi dan mempercayai Tuhan. Ketika Anda menghabiskan waktu dalam doa dan membaca firman-Nya, Anda akan diperlengkapi untuk mengelola krisis dan berdiri teguh di masa-masa sulit.

5. Saya ingin mendorong Anda dengan 3 kebenaran ini:

Anda melakukan lebih baik daripada yang Anda pikir

Pengkotbah 3 menggambarkan 28 kali masa dan musim dalam hidup. Satu masa yang tidak saya lihat adalah masa untuk berhenti. Tidak ada waktu untuk berhenti dalam hidup Anda. Anda sedang melakukan yang lebih baik daripada yang Anda pikir. 

Anda berarti lebih daripada yang Anda pikirkan

Tidak peduli rasa sakit, kehilangan, atau dosa Anda, Anda tetap sebagaimana yang Tuhan ciptakan. Anda berarti lebih daripada yang Anda pikirkan!

Jangan menyerah pada Tuhan, karena Ia tidak pernah menyerah pada Anda

Tuhan tidak berurusan menggantikan orang-orang yang rusak. Tuhan berurusan memperbaiki orang-orang yang rusak. Ia tidak ingin menyingkirkan kita; Ia infin mengubah, memulihkan, mentransformasi kita. Ia ingin kita menghidupi pesan salib.


BAB 13: TERUS MENDAKI

1. Kehendak Tuhan adalah agar keluarga Anda bersatu. Ia ingin menghancurkan tembok-tembok yang telah menyebabkan perpecahan. Ia ingin mendamaikan berbagai perbedaan. Ia ingin Anda mengasihi seperti Anda tidak pernah terlukai sebelumnya. Tuhan sedang memanggil Anda ke sebuah tempat yang lebih besar daripada tempat Anda berada.

Di mana Anda berada bukanlah tujuan akhir Anda. 

2. Ketika Anda ingin sebuah keluarga yang saling mengasihi, berdiri satu sama lain dan berdamai satu dengan yang lain, Anda akan menghadapi pertarungan untuk sampai di sana. Paulus menulis, "Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng" (II Korintus 10:3-4). Satu-satunya senjata untuk melawan dalam perlengkapan senjata kita adalah pedang Roh, yang adalah firman Tuhan. Firman akan selalu cukup.

3. Ketika Daud memukul kalah orang Yebus, Daud harus menaiki saluran air. Kemenangan datang di tempat-tempat paling aneh. Peperangan terkotor di hidup Anda akan menghasilkan kemenangan terbesar.

4. Dua prinsip untuk mengatasi benteng-benteng:

Mendengarkan apa yang Tuhan katakan

Jika Anda sedang berjuang untuk keluarga Anda, jangan biarkan apa yang Anda lihat menghalangi apa yang Allah ingin Anda dengar. 

Memercayai apa yang Tuhan katakan itu benar

Percayalah pada apa yang Tuhan katakan, bukan apa yang Anda rasakan atau apa yang didikte keadaan-keadaan Anda. 

5. Kehidupan adalah suatu pendakian ke atas. Pada perjalanan Anda ke tempat itu, tujuan hidup atau tempat tinggi yang sedang Anda coba capai dalam hidup, akan mengharuskan beberapa pendakian. Tuhan sedang mencari para pendaki yang berdedikasi. Mereka menghadapi resiko, mereka menatap gunung-gunung yang kelihatan tidak dapat dinaiki. Berbesarhatilah dan tetaplah berjuang. Kabar baik--Tuhan sudah menang!



BAB 14: RAJA MEMILIKI SATU GERAKAN LAGI

1. Ketika Anda telah mendoakan keluarga Anda, pernikahan Anda, atau agar Tuhan memulihkan hubungan yang rusak itu, ada masa dimana Anda mungkin merasa ingin menyerah. Saya ingin menantang Anda untuk menyingkirkan pilihan berhenti dari hidup Anda:

Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya" (Ibrani 10:35-38).

Tugas Anda bukanlah untuk menggunakan pilihan berhenti. Karena ketika Anda memutuskan tidak akan berhenti, saat itulah peperangan sebenarnya sudah dimenangkan.
 

2. Bagaimana bertahan dalam Minggu Neraka Anda? 

• Ingatlah bahwa ujian iman Anda membawa sesuatu yang lebih berharga daripada emas. I Petrus 4:12-13 mengatakan, "Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya"

• Pertimbangkan Yesus. Kitab Ibrani menawarkan, "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa" (Ibrani 12:1-3).

Anda tidak bisa hidup di masa lalu. Panggilannya ke atas. Anda harus terus mendaki, Anda harus terus bergerak, Anda harus terus mendesak maju.

3. Apakah kehidupan menskakmat Anda? Apakah Anda merasa terperangkap? Ketahuilah ini: Sang Raja selalu memiliki satu gerakan lagi. Selalu. Gerakan kasih karunia. Gerakan pengampunan. Gerakan belas kasihan. Gerakan pemulihan. Gerakan mujizat. 

"Tidak ada hikmat dan pengertian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN" (Amsal 21:30).

4. Sekalipun Anda merasa seakan-akan Anda telah menyerah pada diri Anda sendiri, Tuhan tidak akan pernah menyerah pada Anda. Tugas Anda adalah menjaga diri Anda tetap dalam kasih Allah, tetap menjaga sikap yang baik, tetap menjaga roh Anda terus terangkat. Dan ketika Anda melakukan ini dan musuh berbisik, Skakmat, roh Anda akan meresponi dengan berkata, Saya rasa tidak!

5. Dimana Anda tidak perlu terbang, Anda kehilangan kemampuan untuk terbang. Beberapa dari kita memandang perlawanan sebagai hal yang buruk. Tapi perlawanan bisa menjadi suatu kesempatan. Tanpa perlawanan sakit hati, Anda tidak pernah membumbung tinggi seperti rajawali (lihat Yesaya 40:31). Perlawanan membuat Anda berdoa, lari kepada Tuhan, meningkatkan iman Anda.

6. Percayalah pada-Nya. Ia sudah mempersiapkan jalan bagi Anda. Tuhan bisa memakai keadaan yang paling berat untuk membentengi tembok pernikahan Anda, keluarga Anda, dan hubungan Anda dengan Dia.

Jangan menyerah. "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada hari Kristus Yesus" (Filipi 1:6). Kasih karunia Tuhan cukup untuk situasi yang sedang Anda jalani. 

7. Teruslah berdiri. Teruslah berjuang. Tuhan akan membawa Anda berhasil melewatinya. Jadi cobalah lagi. Berbicaralah lagi. Ampunilah lagi. Jangkaulah lagi. Makan bersama lagi. Teruslah berdoa. Teruslah percaya. Izinkanlah Tuhan menata kembali hati Anda. Dan mulailah mengasihi seperti Anda tidak pernah terlukai. 



PRINSIP PENTING UNTUK MEMBANTU ANDA MENGASIHI:

• Tuhan melakukan pekerjaan-Nya yang paling mencengangkan dimana berbagai hal tampak tak berpengharapan

• Kasih tidak pernah gagal

• Mengasihi orang-orang yang kacau tidak pernah salah

• Tidak mengampuni tidak pernah bisa diampuni

• Kita bisa mulai mengasihi orang lain ketika kita mengasihi diri sendiri

• Kita dipanggil untuk menjadi ramah

• Daripada menjadi orang yang mengobarkan perselisihan, jadilah pembawa damai

• Pernikahan bukan hanya ide yang bagus, itu adalah ide Allah

• Pernikahan yang berkomitmen dan bertahan selamanya menuntut suatu keputusan

• Tuhan berurusan untuk memberkati keluarga-keluarga

• Berjuang untuk keluarga Anda

• Mengasihi Tuhan seperti Anda tidak pernah terluka

• Jangan puas, teruslah mendaki



JENTEZEN FRANKLIN

LOVE LIKE YOU'VE NEVER BEEN HURT

December 12, 2020

LOVE LIKE YOU'VE NEVER BEEN HURT PART 1(JENTEZEN FRANKLIN)

PENDAHULUAN:

1. Yesus memberitahu kita bahwa dalam dunia ini, kita akan memiliki masalah (Yohanes 16:33, NLT). dalam Matius 18:7, NKJV, Ia bahkan berkata "sakit hati pasti terjadi". Terluka adalah bagian dari hidup. Tak terelakkan lagi. Tapi itu bukan akhir kisahnya.

2. Tuhan tidak ingin kita menjadi orang terluka yang berjalan. Ia ingin kita dipulihkan dan menjadi utuh. Ia menciptakan kita untuk mengasihi seperti kita tidak pernah terluka karena itulah yang Ia lakukan, dan kita diciptakan dalam gambar-Nya.

3. Kasih tanpa batas bukanlah tentang kodependensi (kecanduan hubungan) atau berpikir tidak rasional, dan ini bukan sebuah undangan untuk dipakai seperti sebuah keset atau tiang cambuk. Intinya, kita perlu mengembalikan hubungan kita bersama. Sakit ini hanya bisa disembuhkan oleh KASIH.

4. Ketika kita mencari kasih Tuhan, mengasihi diri kita sendiri, dan mengasihi orang lain, kita bisa belajar mengasihi meskipun apa yang telah terjadi di masa lalu.  Jika Anda adalah orang yang percaya pada Yesus Kristus, Anda dipanggil untuk mendamaikan. Mengasihi tidak pernah salah. Mengasihi tidak pernah kurang baik. Anda tidak berkompromi ketika Anda mengasihi. Anda tidak pernah merendahkan standar-standar Anda ketika Anda mengasihi.

5. Banyak dari kita gagal menyadari bahwa yang paling penting dalam hidup adalah hubungan. Apakah Anda ingat ketika Yesus ditanya apa perintah terbesar itu? Ia menjawab, "Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Matius 22:37-39). Disini Yesus menekankan dalam cara yang besar, pentingnya hubungan. Tentang inilah hidup--mengasihi Tuhan, mengasihi diri kita sendiri, dan mengasihi orang lain.

6. Masalah adalah salah satu pelayan Tuhan yang hebat karena itu mengingatkan betapa kita terus menerus membutuhkan Dia. Beberapa momen mengubah segalanya tentang Anda dan keluarga Anda seumur hidup Anda. Entah kehilangan, pengkhianatan, kecanduan, ketidaksetiaan--tak diragukan lagi, hal-hal ini mempengaruhi dinamika hubungan kita. Ini waktunya untuk membiarkan Dia memberikan Anda awal yang baru. Ini waktunya untuk membiarkan Tuhan membalut memar-memar Anda dan menyembuhkan luka-luka Anda.

7. Pikirkan ini sejenak. Apakah Anda ingin menjadi benar atau didamaikan? Apakah Anda ingin terluka atau dipulihkan? Apakah Anda ingin terus menjadi korban atau mulai menjadi utuh? Satu-satunya cara untuk didamaikan, dipulihkan, dan utuh adalah dengan mengasihi seperti Anda tidak pernah dilukai.


BAB 1: KASIH ITU PENTING

1. Tuhan tertarik pada kelemahan. Ia tidak bisa menolak ketika kita dengan rendah hati dan jujur mengakui betapa kita sangat membutuhkan Dia. Ketika kita adalah bejana kosong, Ia rindu memenuhi kita dengan kasih karunia, kebaikan, dan kasih-Nya. Ini adalah hukum tarik menarik Allah.

2. Beberapa hal menjadi hancur dan tidak pernah bisa menjadi kembali sama persis seperti sebelumnya. Namun Tuhan bisa membuat semua hal menjadi baru. Jika Anda bersedia mengasihi seperti Anda tidak pernah terlukai, Tuhan bisa memulihkan setiap hubungan yang hancur di hidup Anda. Jangan membuang batu-batu yang telah dibakar. Tuhan bisa dan akan memakainya untuk membangun kembali keluarga Anda.

3. Filipi 3:13-14 "Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus". Anda tidak hanya membutuhkan ingatan yang baik. Terkadang Anda membutuhkan pelupaan yang baik. Anda harus melepaskan apa yang ada di belakang Anda dan menjangkau apa yang ada di depan Anda. Jika Anda mau menjangkau hari yang baru, Tuhan akan mulai, sedikit demi sedikit, melepaskan Anda dari masa lalu.

4. Hidup adalah suatu petualangan dalam mengampuni. Semuanya adalah tentang melepaskan masa lalu dan meraih masa depan. Satu-satunya cara untuk melakukan itu adalah dengan mengasihi seperti Anda tidak pernah terlukai. Ini artinya begitu sangat mengasihi sehingga melampaui semua naluri alami Anda untuk kepahitan dan balas dendam. Ketika Anda diperlakukan dengan salah, ingatan yang buruk adalah respon terbaik Anda. Pelupaan yang baiklah yang kita semua butuhkan.

5. Tuhan melakukan pekerjaan-Nya yang paling menakjubkan dimana berbagai hal tampak tak berpengharapan. Di mana ada rasa sakit, penderitaan, dan keputusasaan, Yesus ada di sana. Tidak ada tempat yang lebih baik darinya untuk kecemerlangan Kristus bersinar.

6. Orang-orang yang telah melewati lembah dan merasakan rasa sakit lebih berkualifikasi untuk membantu menyembuhkan seseorang yang sedang mengalami krisis yang sama. Namun satu hal yang penting untuk diingat: apapun sumber rasa sakit Anda, Tuhan bisa menyembuhkan Anda.

7. Orang-orang yang paling kita kasihi adalah orang-orang yang berpotensi, lewat sakit hati, menginfeksi kita jika kita tidak bereaksi dengan benar. Tapi bersama dengan tantangan, datang kesempatan. Dan keluarga memberikan kesempatan terbesar untuk kita belajar mengasihi seperti kita tidak pernah terluka. 


BAB 2: KASIH TIDAK PERNAH GAGAL
1. Kasih itu baik. Kasih itu tidak memikirkan yang jahat. Kasih itu tetap. Kasih itu bersabar. Kasih tidak menyerah. Anda tidak bisa berjalan dalam kasih sampai Anda berjalan dalam pengampunan. Kita mungkin tidak setuju sepenuhnya dalam segala sesuatu, tapi jika kita berfokus pada darah dan pengampunan Yesus Kristus, kita bisa memiliki kesatuan! Kita bisa mengasihi satu sama lain sebagaimana Tuhan mengasihi kita.
2. Ketika Yesus menanyakan Simon, "Apakah kamu apape pada-Ku?" Ia sedang bertanya, "Apakah kamu memiliki tingkat kasih tertinggi untuk-Ku?" Simon menjawab, "Aku phileo pada-Mu". Dengan kata lain, ia tidak berada pada tingkat kasih yang sama seperti yang Yesus minta. Yesus menawarkan kepada dia tingkat kasih tertinggi, dan ketika Ia sadar bahwa Simon Petrus tidak bisa menyamainya, Ia menurunkannya sedikit. Saya percaya bahwa Tuhan sedang memanggil kita ke suatu tingkat kasih yang baru.
3. Kasih adalah jawaban bagi keluarga yang berantakan, pecandu, hubungan-hubungan yang retak, luka hati, hati yang hancur. Kasih adalah senjata yang bisa menghancurkan pemecah belahan dan membangun kembali apa yang hancur.
4. Saat kita memutuskan untuk mengasihi, lalu bagaimana? Inilah beberapa pilihan penting yang akan membantu kita sampai disana:
A. Memilih mengasihi daripada menyakiti
~ Kedalaman luka hati Anda menentukan luasnya respons Anda.
~Yusuf tidak hanya memulihkan dirinya sendiri di dalam, ia juga memulihkan dan menyelamatkan seluruh keluarganya.
~Meskipun Daud bisa saja marah atau balas dendam, ia tidak melakukannya. Alkitab memberi tahu kita bahwa Daud adalah orang yang berkenan di hati Allah.
~Anda harus mengasihi seperti Anda tidak pernah terlukai. Anda harus menolak menjadi kepahitan. Anda harus menolak menjadi marah. Anda harus menolak membalas dendam. Ketika Anda mengasihi dengan cara ini, Tuhan akan mengangkat Anda dan memakai bahkan yang terburuk yang telah dilakukan kepada Anda untuk kemuliaan-Nya.
B. Memilih mengasihi orang lain-selalu
~Ketika Anda mengasihi seseorang, itu tidak akan pernah gagal. Ketika Anda mengasihi seseorang, kasih itu akan sampai kepada mereka.
~Terkadang kita berpikir kita sedang melakukan satu hal baik ketika kita tidak mau berhubungan lagi dengan orang-orang yang kita kasihi yang tidak hidup sesuai dengan standar kita. Ini tidak benar. Kasih tidak pernah gagal. 
C. Memilih untuk bergerak maju
~Kepahitan, menghidupkan kenangan buruk atau menyimpan rasa sakitnya tidak akan membawa Anda kemanapun, itu tidak menghasilkan apapun. Anda harus memilih untuk meninggalkan siklusnya, lepaskan itu, tinggalkan itu.
~Ini waktunya untuk membiarkan Tuhan menyembuhkan Anda, memulihkan Anda, melakukan suatu pekerjaan yang besar.
D. Memilih untuk menyembuhkan luka
~Tuhan tidak pernah menghendaki luka tersebut membunuh kita. Yesus menerima luka-luka yang mematikan di Kalvari, dan ketika luka-luka itu sembuh, sebuah Gereja dilahirkan dan dunia diubahkan.
~Tuhan ingin menyembuhkan luka-luka Anda, tapi Anda harus lebih dulu membiarkan Dia. Dan sebelum Anda membiarkan Dia, Anda harus mengakui kehancuran Anda.
E. Memilih untuk terus mengemudi
~Anda bukan satu-satunya yang telah dibohongi, dikhianati, yang ditelantarkan, yang ditinggalkan. Dan Anda bukan satu-satunya orang yang sedang mencoba untuk tidak menyerah. Tapi kita tetap harus masuk ke dalam truk dan mengemudi.
~Kita membutuhkan kasih karunia Allah untuk berhenti berkelahi dan mulai berbicara. Ia akan membantu Anda berhenti berteriak dan mulai menjangkau. Ia akan mendamaikan hubungan-hubungan Anda. Ia akan membuat keluarga Anda utuh kembali.
5. Luka sembuh, tapi meninggalkan bekas luka. Bekas luka bukanlah sesuatu yang memalukan. Bekas luka adalah suatu kesaksian tentang kemampuan Allah untuk menyembuhkan luka-luka yang mematikan. Bekas luka adalah pengingat tentang betapa buruknya itu di suatu waktu dan bagaimana melalui Kristus, Anda mengatasinya. Bekas luka adalah bukti bahwa meskipun musuh mencoba sekeras mungkin untuk menghancurkan Anda atau keluarga Anda, setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil (Yesaya 54:17).
6. Kehidupan yang berbuah bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari pilihan-pilihan yang benar. Pilihlah untuk mengasihi seperti Anda tidak pernah terlukai. Jika Anda memilih untuk mengampuni, pengampunan bisa menulis ulang masa depan Anda! Kasih tidak pernah gagal. 


BAB 3: MENGASIHI TIDAK PERNAH SALAH
1. Dosa adalah dosa. Ini adalah kebenaran. Tidak bisa dinegosiasikan. Tapi inilah kebenaran lainnya: Tuhan tidak pernah memerintahkan kita untuk menolak orang-orang karena mereka tidak hidup sesuai dengan standar rohani tertentu.
2. Kasih tidak menuntut caranya sendiri. Kasih tidak pernah kehilangan iman. Kasih selalu berharap. Kasih bertahan melewati setiap keadaan. Mengasihi tidak pernah salah. Mengasihi tidak pernah kurang baik. Anda tidak mengkompromikan iman Anda ketika Anda mengasihi. Inilah artinya mengasihi seperti Anda tidak pernah terlukai.
Adalah tugas Roh Kudus untuk menginsafkan, tugas Allah untuk menghakimi, dan tugas saya untuk mengasihi (Billy Graham)
3. Ada waktu dan tempat untuk memberitahu kebenarannya dalam kasih. Terkadang kita harus meluruskan persoalan yang tidak benar. Kita perlu menasihati anak-anak kita dan mereka yang paling dekat dengan kita ketika mereka melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan firman. Tapi kita harus melakukannya dalam cara yang tulus dan berdasar dalam kasih.
4. Lima kebenaran mengenai mengasihi seperti Anda tidak pernah terlukai dalam konteks menetapkan batasan dalam keluarga Anda:
Standar itu penting
Nilai-nilai mencerminkan karakter dan identitas kita. Menetapkan dan menjaga nilai-nilai membantu kita membuat keputusan-keputusan yang baik dan menetapkan prioritas kita pada hal-hal yang benar. 
3 JENIS NILAI:
~Nilai-nilai pribadi berputar di sekitar hubungan pribadi Anda dengan Tuhan
Nilai-nilai pribadi adalah semua komitmen dan pilihan yang Anda buat yang tidak mesti diperintahkan oleh Allah tapi menuai berbagai manfaat besar secara rohani, contoh: tidak minum alkohol, berpuasa. 
Menjadi seorang pengikut Kristus artinya menjadi disiplin. Jika Anda tidak pernah berkorban apapun bagi Allah, ada sesuatu yang salah. 
~Nilai-nilai tradisi adalah nilai-nilai pribadi yang telah diteruskan dari generasi ke generasi
Berdoalah dan bacalah Alkitab untuk mendapatkan suatu fondasi tentang apa yang benar bagi Anda--dan pakailah akal sehat. Luruskan prioritas Anda.
~Nilai-nilai inti adalah standar alkitabiah yang tidak bisa dikompromikan
Nilai-nilai inti lebih daripada kepercayaan pribadi, mereka kuat. Contoh: jangan melayani berhala, jangan berdusta, jangan membunuh.
Anda perlu menarik garis
Kasih artinya menetapkan aturan, melaksanakannya, dan menolak menerima perilaku berdosa atau buruk.
Tips untuk membantu mengerjakan prosesnya:
a. Seranglah masalahnya, bukan orangnya
b. Dapatkanlah semua faktanya sebelum Anda menawarkan nasihat atau solusi
c. Carilah hal-hal positif
d. Jangan pernah menahan kasih Anda, tidak peduli betapa situasi menjadi sulit
e. Periksalah perkataan Anda
Jangan berhenti mengasihi
Jangan berbicara kepada orang bodoh di dalam diri orang lain; berbicaralah kepada raja di dalam mereka.
Terkadang Anda perlu mengasihi dari jauh
Ya, Tuhan memanggil kita untuk berkorban, memberi pipi yang lain, dan mengampuni setiap kesalahan. Tapi Ia tidak memanggil kita untuk memiliki hubungan yang dalam dan berarti dengan mereka yang telah sangat menyakiti kita. Dalam contoh ini, mungkin perlu untuk dengan sengaja menciptakan jarak. Semakin kurang Anda berhubungan dengan beberapa orang, semakin kehidupan Anda bertambah baik. 
• Kita bisa belajar melihat melalui mata Yesus
Pilihlah untuk melihat orang-orang melalui mata Yesus. Kasihilah orang lain sebagaimana Tuhan mengasihi Anda. Maka Anda akan menemukan kasih yang begitu lebar, tinggi, dalam, panjang, sehingga Anda tidak akan pernah sama lagi.


BAB 4: BERHENTILAH MENCATAT JUMLAHNYA DAN JANGAN MENGHITUNG LAGI
1. Kebenaran tentang pengampunan:
Pengampunan bukanlah tentang mencatat jumlahnya, tapi tentang tidak menghitung lagi
Meskipun terluka itu realita, menjadi kepahitan dan tetap pahit hati adalah reaksi. Kita harus menjalani gaya hidup mengampuni terus-menerus. Ini bukan tentang memenuhi persyaratan persamaan matematika. Kita harus mengampuni. Terus-menerus.
Tidak mengampuni itu tidak dapat diampuni
Jika Anda tidak mau mengampuni orang lain, Tuhan tidak akan mengampuni Anda. 
Yang terbaik di dalam kita hanya bisa dikeluarkan oleh yang terburuk yang telah dilakukan kepada kita
Seseorang yang menyakiti Anda, mengkhianati Anda, atau berbicara buruk tentang Anda bisa membawa sesuatu yang baik. 
2. Terkadang kita berpikir kita telah mengampuni seseorang, tapi sebenarnya belum. Ini satu petunjuknya: jika Anda masih sakit hati ketika Anda mendengar nama orang itu atau tidak bisa berhenti memikirkan apa yang telah terjadi, masih ada banyak pekerjaan yang harus Anda lakukan. Anda harus terus berdoa dan terus berdoa. Anda harus mengampuni dan terus mengampuni. Anda harus mengasihi dan terus mengasihi. 
3. Teruslah meminta. Teruslah mencari. Teruslah mengetok. Tuhan akan membantu Anda melepaskan pengampunan. Mungkin membutuhkan waktu, tapi jangan berhenti. Ketika kita berlutut, kita menemukan tempat yang tepat. Sulit membenci seseorang yang Anda doakan. Pengampunan akan datang jika Anda tidak menyerah. 
4. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kerap memikirkan hal-hal salah yang dilakukan kepadanya mengalami tekanan darah tinggi, menaikkan denyut jantung, dan meningkatkan ketegangan otot. Sebaliknya, ketika Anda mengampuni, Anda akan mendapatkan hubungan yang sehat, kekhawatiran berkurang, tekanan darah makin rendah, dan jantung semakin sehat.
Dimanapun Anda melepaskan pengampunan, Anda melepaskan kuasa Roh Allah dan kuasa kesembuhan. 
"Pengampunan adalah kunci yang membuka pintu dendam dan belenggu kebencian. Pengampunan adalah kuasa yang menghancurkan rantai kepahitan dan belenggu keegoisan" (Corrie ten Boom).
5. Pengampunan bukan berarti:
a. Melupakan apa yang telah terjadi
Ketika Anda mengampuni, melalui kasih karunia Allah, Anda akan mulai mengingat dengan berbeda. Perbuatan salah yang dilakukan terhadap Anda itu pada akhirnya akan menjadi titik acuan sejauh mana Anda telah melangkah dalam proses kesembuhan dan seberapa banyak Tuhan telah bekerja di hidup Anda untuk melihat melampaui rasa sakit.
b. Melepaskan orang yang berbuat salah dari konsekuensinya
Alasan nomor satu mengapa kita tidak ingin mengampuni orang adalah karena kita ingin balas dendam. Pembalasan bukanlah hak kita. Berikan kemarahan dan keinginan Anda untuk membalas dendam kepada Tuhan.
c. Perdamaian
Ketika Anda mengampuni seseorang, tidak otomatis artinya Anda harus membangun kembali hubungan yang telah rusak itu. Mengampuni seseorang tidak mengundang kekerasan lagi oleh pihak yang berbuat salah. 
6. Ambillah langkah-langkah praktis untuk mulai berjalan dalam pengampunan hari ini:
~ Membuka hati Anda
Untuk bisa mengampuni, Anda harus membuka hati Anda. Anda tidak bisa pulih atau bergerak maju sampai Anda melakukan ini. 
~ Memberikan belas kasihan
Cobalah berada di posisi mereka. Cobalah memisahkan orang itu dari tindakannya dan berbelaskasihanlah padanya.
~ Melepaskan orang itu dari penjara yang Anda taruh di dalam hati Anda
Inilah waktunya untuk melepaskan orang yang berbuat salah itu.
7. Hal salah apapun yang telah dilakukan terhadap Anda, Anda telah terobsesi padanya cukup lama. Berjalanlah terus. Mengapa menghabiskan satu-satunya kehidupan yang Anda pernah miliki dengan mencoba membenarkan masa lalu padahal Anda bisa bergerak maju ke dalam berkat Tuhan? Jangan lari dari pengampunan. Larilah kepada pengampunan. Jika Anda memilih untuk mengampuni, hati Anda akan pulih.


BAB 5: KASIH DIMULAI DISINI
1. Kasihilah diri Anda dan jangan memandang dengan cara Anda sendiri. Terkadang musuh terburuk Anda adalah diri Anda sendiri. Kita layak bukan berdasarkan kebaikan kita sendiri. Kita layak melalui Yesus Kristus dan Dia saja. Sekali kita mulai mengenali keberhargaan kita di dalam Dia, berbagai hal berubah. Kita mulai membuka diri kita kepada hal-hal besar yang Tuhan miliki bagi kita.
2. Ketika kita membiarkan kebohongan menguasai kasih, itu mempengaruhi orang-orang di sekitar kita. Kita cenderung mengeluarkan kefrustasian, rendahnya harga diri, rasa malu, atau rasa bersalah kita kepada orang-orang yang kita kasihi. Kita mungkin tidak bisa mengasihi seperti kita tidak pernah terlukai jika kita tidak mengasihi diri kita sendiri. Saat kita mengasihi diri kita, kita menjadi satu langkah lebih dekat pada Kerajaan Allah, yang adalah kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita (lihat Roma 14:17).
Anda mungkin tidak berada di tempat yang Tuhan inginkan. Tapi Anda ditetapkan untuk lingkungan pemenang.
3. Yesus ingin Anda mengenakan kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita. Ia ingin Anda mengenakan Kerajaan Allah. Ia ingin melucuti kekhwatiran Anda dan mengenakan pikiran yang sehat pada Anda. Ia ingin menghapus kelemahan Anda, masalah Anda, kesalahan Anda, penyesalan dan masa lalu Anda, dan mencurahkan kasih karunia-Nya pada Anda. Tuhan bisa menyatukan apa yang telah terkoyak. Ia sangat ingin melakukan ini, tapi ini dimulai dengan Anda. 
4. Yang bisa Anda lakukan untuk mulai mengasihi diri Anda sendiri:
Keluar dari kurungan
Ketika Anda pesta pikiran negatif, memutar ulang rasa sakit yang disebabkan seseorang pada Anda atau rasa sakit yang Anda sebabkan pada orang lain, itu menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan akan menjadi karakter yang buruk. Sekali Anda membangun karakter yang buruk, itu akan mempengaruhi tujuan hidup Anda.
Memperbarui pikiran Anda
Ubahlah apa yang Anda beritahu kepada diri Anda sendiri. Peperangan paling penting yang kita perjuangkan, seringkali terjadi di dalam. 
Menyerahkan rasa malu Anda pada Yesus
5. Pulih dari pilihan-pilihan buruk yang telah Anda buat bisa menjadi pengalaman yang memilukan hati, tapi Tuhan selalu siap untuk memulihkan Anda, memberikan awal yang baru. Ia mengatakan dalam Yeremia 31:3-4 (NLT), "Aku telah mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, Aku telah menarikmu dengan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali".


BAB 6: KASIH SETIA
1. Tidak mudah menjadi ramah ketika tekanan ada. Tidak mudah menjadi ramah ketika Anda dan pasangan Anda memiliki pemikiran yang bertentangan tentang mengasuh anak. Tidak mudah menjadi ramah ketika anak-anak Anda tidak terkendali, keuangan ketat, ibu mertua pindah ke rumah, atau ketika Anda satu-satunya orang Kristen di dalam rumah. Tapi sekalipun mengalami hal-hal ini, kita dipanggil untuk menjadi ramah.
Lebih baik mencari kecocokan daripada berkeras benar sendiri.
2. "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu" (Efesus 4:32). Di bagian pertama ayat ini, Paulus memberitahu apa yang tidak boleh dilakukan. Singkirkan perilaku yang jahat dan buruk itu. Di bagian kedua, apa yang harus dilakukan. Jadilah ramah, penuh kasih mesra, mengampuni. Ini adalah suatu ujian yang membuat Anda tahu apakah Anda telah mengampuni seseorang atau tidak.
3. Satu-satunya alasan kita memiliki atau berusaha keras memiliki buah Roh adalah agar seseorang bisa mencomot darinya dan melihat sebenarnya kita terbuat dari apa. Dunia membutuhkan lengan yang terbuka, kasih karunia, kasih, lebih banyak keramahan.
4. Alkitab memberitahu kita bahwa penduduk asli Malta "sangat ramah" terhadap orang-orang yang mengalami karam kapal (Kisah Para Rasul 28:2). Saya menyebut ini nilai dari sebuah tempat yang hangat. Kita, orang-orang Kristen, seharusnya berusaha lebih keras untuk menjadi tempat yang hangat bagi mereka yang merasa tersesat atau telah dipukul oleh kehidupan. Kita perlu mengenali rasa sakit orang lain dan menghangatkan mereka dengan api Roh Kudus. Kita perlu memberitahu mereka bahwa Tuhan mengasihi mereka dan Ia tidak menyerah kepada mereka.
5. Kita tidak dipanggil untuk menjadi ramah hanya ketika kita mengalami berkat-berkat dalam semua hubungan kita. Tuhan telah memanggil kita untuk membeli ladang. Ketika hidup menjadi sulit dan orang yang Anda kasihi tidak berada di sebuah tempat yang bagus, Anda perlu menggali sampah, botol-botol pecah, tumpukan koran; karena di dalam ladang yang kacau itu, ada harta. Anda tidak bisa memiliki harta tersebut kecuali Anda membeli seluruh ladangnya.
7. Anda menemukan harta dalam hubungan ketika Anda memilih untuk menjadi ramah. Hartanya mungkin muncul dalam bentuk sebuah hubungan yang dalam dan berarti yang Anda pikir tidak mungkin terjadi. Hartanya mungkin datang dari mengembangkan karakter Anda, bertumbuh sebagai seseorang, menjadi semakin seperti Yesus.
8. Inilah waktunya untuk mengambil pekerjaan menjadi pemburu harta daripada pengawas ladang. Berhentilah berfokus pada ladangnya atau apa yang salah dengan orang-orang. Arahkanlah mata Anda kepada hartanya--apa yang Tuhan bisa lakukan dalam orang atau situasi itu.
9. Mark Twain berkata, "Keramahan adalah bahasa yang bisa didengar orang tuli dan bisa dilihat orang buta". Keramahan bisa membuka pintu-pintu pemulihan. Keramahan bisa membawa kesembuhan. Keramahan bisa menghancurkan tembok. Keramahan bisa memberikan harapan. Keramahan bisa mengubahkan orang-orang.
10. Saya ingin menantang Anda untuk mempertimbangkan puasa dari mengkritik. Lakukanlah ini selama minimal 24 jam. Amsal 18:21 (The Message) memberitahu kita, "Perkataan membunuh, perkataan memberi kehidupan; mereka entah racun atau buah--kamu yang memilih". Perkataan negatif menciptakan atmosfer yang akan mencekik atau menghimpit roh yang menghidupkan. Berkomitmenlah untuk mengucapkan hal-hal baik. Dan jika Anda tidak bisa mengatakan apapun yang baik, jangan berkata-kata sama sekali.


BAB 7: PETARUNG, PENYULUT API, DAN PEMBAWA DAMAI
1. Efesus 4:26 berkata, "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu". Marah itu bukan dosa. Salah mengelola kemarahanlah yang bisa menjadi dosa. Ketika kita hidup dengan kemarahan yang belum terselesaikan, musuh memperoleh pijakan di dalam hati kita. Jangan memberi wilayah apapun kepada musuh untuk mendirikan tenda.
2. Pengobatan terbaik untuk mengelola kemarahan Anda adalah penundaan. "Orang yang lambat marah lebih baik daripada orang yang kuat" (Amsal 16:32, NKJV). Salah satu buah kemarahan terburuk adalah balas dendam. Balas dendam adalah tahap tidak mau mengampuni yang terburuk; itu akan merampas kreativitas, energi positif, dan sukacita Anda padahal Anda membutuhkannya untuk hidup baik. 
3. Tuhan berjanji akan melakukan pembalasan kepada musuh-musuh-Nya; apa yang paling penting bagi Anda adalah bagaimana Anda menangani kemarahan Anda untuk keadilan. Jadilah kelolalah kemarahan Anda. Lambatlah meresponi. Periksalah terus roh Anda.
"Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah" (Yakobus 1:20)
4. Satu masa lengah bisa mengubah hidup Anda. Itu bisa membuat Anda kehilangan kesaksian Anda, pengurapan Anda, pekerjaan Anda. Itu bisa menghimpit pergerakan Roh Kudus di hidup Anda, menutup pintu kepada mujizat, memutus aliran berkat.
5. Tuhan menaruh Abigail dalam hidup Daud untuk menghentikan dia dari melakukan sesuatu yang akan membunuh tujuan hidupnya. Tuhan selalu menaruh seorang Abigail di hidup kita, itu bisa seorang teman, pasangan, gembala, pengalihan panggilan telepon, atau bahkan seorang anak. Dan Abigail ini akan memeriksa Anda. Jika Anda tidak memiliki seorang Abigail di hidup Anda, saya ingin memperkenalkan Anda kepada Roh Kudus. Roh Kudus ingin mencegat masa lengah Anda. 
Berjaga-jagalah atas masa lengah Anda. Jangan meresponi "gigitan" orang yang lebih rendah. Jangan merasa seakan-akan Anda harus turun ke tingkat yang sama. Tuhan akan berurusan dengan orang-orang seperti itu. 
6. Ada masa-masa di mana kita tidak mampu menarik diri dari sebuah situasi secara fisik, tapi kita bisa menjatuhkan pedang kita dengan cara lain. Kita bisa membungkam mulut kita. Anda tidak perlu berdebat dengan musuh Anda. Anda perlu mempertahankan damai sejahtera Anda dan membiarkan Tuhan berperang bagi Anda.
7. Sebelum Israel menaklukkan Yerikho, Yosua memerintahkan orang-orang itu, "Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah katapun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! --maka kamu harus bersorak" (Yosua 6:10). Berapa kali Anda telah membuka mulut Anda dan menyebabkan kehancuran dengan perkataan yang mengalir keluar? Kali berikut Anda tergoda untuk bertindak demikian, diamlah. Sebuah mujizat akan terjadi. 
"Ingatlah untuk tidak hanya mengatakan hal yang benar di tempat yang benar, tapi jauh lebih sulit untuk diam, untuk tidak mengatakan hal yang salah pada masa yang menggoda" (Benjamin Franklin)
8. Yesus berkata, "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" (Matius 5:9). Terjemahan lain mengatakan, "Diberkatilah orang yang membuat damai". Ada masa di mana Anda harus berjuang untuk apa yang Anda percayai. Ada masa untuk bertarung bagi hak-hak Anda dan terkadang hidup Anda. Tapi sama seperti ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai (lihat Pengkotbah 3:8).
9. Beberapa dari kita adalah petarung alami. Ini tidak selalu buruk, tapi bisa tidak sehat. Tanyakan ini pada diri Anda sendiri: Ketika Anda mendapati diri Anda di tengah sebuah situasi yang tidak stabil, bagaimana kehadiran Anda mengubah berbagai hal? Apakah Anda menambahkan minyak tanah pada api yang berkobar, atau Anda memadamkan apinya? Sebaliknya, orang yang membuat damai akan meredakan situasi. Ia tidak akan menyalakan api-ia akan memadamkan api. Pikiran Abigail. Pikirkan Yesus.
10. Ingatlah bahwa damai sejahtera bukanlah ketiadaan masalah. Jangan biarkan percekcokan menjangkiti Anda. Jadilah orang yang membuat damai. Damai sejahtera di dalam memengaruhi atmosfer di luar.
11. "Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu" (Lukas 10:5-6). Menjadi orang yang membuat damai adalah hal yang menguntungkan bagi pihak manapun.
12. Jika Anda ingin memiliki damai sejahtera, Anda harus mengejarnya. Langkah praktis untuk membantu dalam pengejaran damai sejahtera:
Jinakkan lidah Anda
"Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah" (Amsal 15:1).
Jangan melompat ke dalam pergumulan
Jangan berpihak, jangan semakin menambah konflik. Sebaliknya, doakanlah situasi tersebut dan perkatakanlah kemenangan atasnya.
Berjaga-jagalah dengan siapa Anda bergaul
Ketika kebanyakan teman Anda bersungut-sungut, negatif, atau suka mengkritik, kemungkinan Anda akhirnya akan menjadi sama seperti mereka.
Berhentilah
Yesaya 26:3 berkata, "Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya". Dengan kata lain, bawalah situasi itu kepada Tuhan dan berhentilah. 

Izinkanlah damai sejahtera Kristus memerintah di dalam hati Anda. Anda diciptakan untuk menjadi pembawa damai (lihat Kolose 3:15).