December 28, 2020

KEKRISTENAN SEJATI VS KEKRISTENAN JAMAN NOW

Kemaren baca2 beberapa artikel, ada tulisan yang intinya bilang bahwa hamba Tuhan jaman sekarang itu mengkorting kekristenan karena hanya mengelu2kan kasih karunia en berkat, padahal sejatinya kekristenan itu tentang pikul salib en bayar harga. Ada benernya juga sih, gereja jaman sekarang dininabobokkan ama pengajaran2 tentang berkat melulu, padahal di akhir jaman ini kita kudu siap menderita bahkan mati martir.


Aku percaya bahwa ikut Tuhan itu adalah kasih karunia, tapi ga berarti hidup enak diberkati tanpa perlu pikul salib atopun bayar harga, apalagi kalo sampe melupakan Amanat Agung. Kayaknya kalo idup kita terlalu nyaman, justru patut dipertanyakan, apa kita udah idup sesuai standar Kristus, apakah kita udah radikal demi Kerajaan Allah. Bener ga sih?


Hal ini bikin aku merenung lagi tentang makna kekristenan sejati. Yang jelas aku tau bahwa aku percaya Yesus karena mengalami Dia, karena ada kuasa dalam firman-Nya, karena ada kebenaran yang memerdekakan. Tapi sungguh aku ga pernah berpikir bahwa ikut Tuhan tuh berarti aku harus diberkati dalam segala hal (ato kaya raya), doa selalu dijawab, ato ga pernah ngalami kesulitan.


Akhir2 ini aku emang agak menghindari denger kotbah dari pendeta2 yang cuma bahas berkat mulu, ato cuma fokus pada kenyamanan pribadi. Emang sih di masa pandemi gini, banyak orang lost their job, struggle with their needs; tapi lebih daripada berkat menurutku kita perlu semakin mempersiapkan diri sebagai jemaat yang siap memberitakan tentang Kristus dan kebenaran-Nya. Provision itu urusan Tuhan, tapi kita harus jalankan Amanat Agung-Nya. 


Aku inget ama ayat yang bilang "Akan tetapi ketika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi" (Lukas 18:8). Jangan sampai kita didapati terlalu sibuk dengan karir, pencapaian, pengumpulan harta duniawi, kesenangan pribadi sehingga kita didapati bercacat cela di hadapan Tuhan di akhir jaman ini. 


Beware guys, berjaga2lah karena waktunya semakin dekat. Kristus akan segera datang kembali. Perhatikanlah hidupmu sedemikian rupa agar kamu didapati berkenan di mata-Nya. 




No comments: