1. Change is possible
2. Kita mengkonseling orang yang punya kemampuan, hanya saja karena satu dan lain hal, kemampuannya tidak berfungsi
Fokuslah pada potensi orang tersebut.
3. Setiap kita punya pilihan ketika stress
Ada 2 pilihan:
• reaksi --> tidak pakai mikir
• respon --> pakai mikir
4. Tujuan konseling adalah orang yang kita konseling mampu membuat pilihan
Melalui konseling, kita menolong orang untuk mampu membuat pilihan, untuk mampu menganalisa, untuk berpikir supaya menjadi orang yang lebih baik.
Pihak yang dikonseling harus jadi independen, mampu menghadapi masalah, bisa menjadi orang yang lebih baik.
Konselor tidak boleh mengambil keputusan dalam konseling.
Konseling mengarahkan orang pada kemampuan untuk memilih yang benar.
5. Harapan adalah komponen yang penting untuk perubahan
Konselor harus optimis karena biasanya orang yang datang konseling itu sudah hopeless.
Konselor kadang harus "meminjamkan harapan" untuk orang yang dikonseling.
6. "The problem is not the problem, coping is the problem" (Virginia Satir)
Ketika konseling, yang kita perbaiki bukan masalahnya, tapi akar masalahnya.
Yang diperbaiki adalah dalamnya, inside out.
Tugas konselor membuat orang yang dikonseling berhenti melakukan sesuatu yang menghalangi dia. Tidak memaksakan, tapi memunculkan suatu keputusan berdasar pilihan.
7. Cara seseorang menghadapi masalah biasanya adalah cara dia bertahan menghadapi pengalaman menyakitkan
Oleh karena itu, berusahalah empati dengan orang lain, jangan marah2i.
8. Kebanyakan orang memilih situasi yang familiar dibandingkan perubahan
Ketika seseorang sudah nyaman dengan sebuah situasi walaupun itu tidak enak, biasanya orang akan menghindari/ menolak perubahan.
9. Perasaan adalah milik kita, kita bertanggung jawab atas perasaan milik kita
Saya yang mengendalikan perasaan saya. Tapi seringkali kita serahkan "remote control" atas emosi kita ke tangan orang lain, contohnya kita marah ketika orang lain berbuat sesuatu.
Remote control itu harus dikembalikan ke tangan kita.
10. Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi bisa mengubah dampak masa lalu terhadap kita
11. Menghargai dan menerima masa lalu meningkatkan kemampuan kita untuk menghadapi masa depan
12. Proses adalah jalan menuju perubahan
Cerita membentuk konteks untuk perubahan.
Seringkali orang bypass proses, tidak mau membicarakan, malah disuruh bersyukur atau mengampuni.
13. Cara seseorang menangani masalah adalah manifestasi tingkat gambar dirinya
Semakin sehat gambar dirinya semakin bisa handle masalah.
14. Semua orang secara umum bermaksud melakukan yang terbaik, hanya saja karena hal tertentu tidak bisa
15. Proses jiwa manusia itu universal, prinsip healing bisa diaplikasikan lintas budaya
16. Sarana/ alat kesembuhan terampuh di ruang konseling adalah konselor
Ilmu konseling itu penting, tapi pribadi si konselor yang paling penting.
Ilmu tidak ada gunanya kalo kita belum beres.
Pak Sukirno Tarjadi
IG Live @konselingsatir.id
Dec 22nd, 2020
No comments:
Post a Comment