June 23, 2014

A FRIEND IN NEED IS A FRIEND INDEED

Well, bulan April-Mei kemaren adalah bulan-bulan tersuram dalam hidupku, en nggak ada seorangpun yang bener-bener peduli selain Tuhan. Bulan-bulan dimana aku merasa seperti Daud yang nggak punya tempat berteduh selain di dalam gua persembunyian bernama hadirat Tuhan..
       
Bulan-bulan itu,  aku masih belum tau apa yang sebenernya terjadi dengan diriku. Pokoknya drop banget karena tiba-tiba aku menyadari bahwa aku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa sekarang ini statusku adalah "pengangguran" (nggak terlibat dalam pelayanan formal di departemen apapun).
       
Sampailah aku di padang belantara bernama kegersangan rohani. En aku pun mulai malas untuk datang CG dengan SENGAJA. Why? Karena aku tau bahwa aku nggak bisa selalu memberi makan tanpa mendapat porsi makanan yang cukup. Aku sadar bahwa aku hanyalah manusia biasa, dimana aku pun butuh support, kasih dan penerimaan. Aku bukanlah orang yang selalu kuat, selalu bisa memberikan jawaban, selalu bisa menegur dan mengajar, namun itulah yang selalu dituntut dari padaku.
   
Puji Tuhan, tiba-tiba ada teman baik yang ngontak en tanya kabarku. Trus aku cerita tentang kondisiku en dia nguatkan aku. Bener-bener sebuah kasih karunia punya temen yang luar biasa en punya kapasitas besar. Inilah perkataan-perkataannya yang nguatkan aku:

"Sayangi dirimu, ketika kamu terluka, Tuhan tau itu. Dan Tuhan ga nuntut kamu gimana-gimana. Tenang, diam, dan still in God's presence. Baca (Alkitab) aja masio ga konsen. Jalani saja meskipun sakit. Orang special prosese special =D".

"Panggilan blur karena realita itu wajar. Elia blur sampai ditanyai Tuhan kerjamu opo. Tapi waktu duduk di bawah kaki Tuhan, hati disegarkan, kamu kembali tajam melihat ke atas".

"Luc, rhema untuk kamu dapet'e Aku yang memilih kamu, Aku yang menetapkan engkau. Aku yang menyertai sampai akhir. Jadilah kuat! Yesaya 46:5 tapi kamu bacao Yesaya 46 semua'e supaya kamu bisa melihat konteks'e".

"Sayangi dirimu lah. Tuhan ae punya hari Sabat, masa kamu ga sabatin badan, pikiran, dan perasaanmu? Musa perlu lari dari Firaun, Elia butuh sembunyi di gua, Daud perlu sembunyi di Ziklag. Semua orang butuh waktu untuk rest sebelum melanjutkan perjalanannya kembali".

"Melayani dengan caranya Tuhan, bukan cara manusia. Tuhan ga sembuhin semua orang sakit, Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang Bapa tunjuk".

"Semangat2 Luc. Saat visi ga bisa terlihat lagi, ada yang lebih dari sekedar visi, hubungan dengan Bapamu. Itu memberikan kekuatan dan keyakinan bahwa ada something more".
  
       
Pada waktu aku baca tentang Elia di I Raja-raja 19:1-18, aku bener-bener dikuatkan oleh setiap ayat yang ada. Praise God! Juga ketika aku baca ayat demi ayat di Yesaya 46. Benarlah perkataan dalam Amsal 18:24 "Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara". Juga di Amsal 17:17 "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran". Thanks, my friend.

BAGAIMANA MENGGEMBALAKAN NABI (STEPHEN L. MANSFIELD)

Mungkin Anda telah mendengar kata-kata bijak kuno yang jenaka ini: Penginjil murni yang ditinggal sendiri akan membangun gereja yang besar tetapi dangkal, gereja yang luas tetapi kedalaman akan perkara-perkara Tuhan hanya seinci. Gembala yang murni berdiri sendiri akan menghasilkan gereja dengan orang-orang yang memiliki hubungan mendalam, tetapi tidak mempunyai cukup visi untuk menemukan jalan untuk keluar. Rasul yang murni berdiri sendiri akan menghasilkan gereja yang kacau karena ia tidak pernah ada--ia selalu keluar menjalin hubungan "translokal". Seorang guru yang murni berdiri sendiri akan menjadikan gereja sebuah ruang kuliah. Dan nabi? Gereja yang dipimpin oleh nabi yang murni biasanya merupakan kelompok domba yang ditempa dengan baik.


KITA SALING MEMBUTUHKAN
Mungkin hal ini berlebihan, tetapi lebih benar dari yang mungkin kita ingin akui. Kenyataannya bahwa karunia-karunia kita, bahkan untuk kepemimpinan tidak pernah dimaksudkan untuk berfungsi sendirian. Kita saling memerlukan satu sama lain. Kita memerlukan tim yang merupakan pelayanan lima jawatan yang membuat Tubuh Kristus seimbang dan kuat.

Dengan kata lain, setiap kita memiliki tujuan, tetapi tujuan kita tercapai dengan adanya hubungan satu dengan yang lain. Tidak ada di antara kita diberikan semua perlengkapan yang kita perlukan untuk mencapai tujuan kita. Kita sangat kurang menyatakan Yesus kepada dunia yang sekarat! Kita membutuhkan orang di sekeliling kita dengan peralatan dan kemampuan yang berbeda, tetapi tujuan tersebut digenapi dalam suatu penataan korporat atau kerja sama.

Ada banyak aplikasi atau penerapan yang dapat kita buat mengenai kebenaran ini, tetapi salah satu yang paling ditekankan untuk masa sekarang adalah hubungan antara gembala dan nabi. Sementara Tuhan sedang memperbaharui pelayanan profetik yang penuh kuasa kepada gereja, Ia juga sedang mengajar kita untuk merangkai profetik ke dalam ekspresi korporat dari pelayanan lima jawatan, untuk menambatkan profetik kepada karunia-karunia tambahan yang membuat seorang nabi berhasil. Tidak ada pelayanan yang lebih penting bagi kesuksesan ini dibandingkan dengan gembala. Oleh sebab itu, mari kita pertimbangkan beberapa kunci untuk menggembalakan orang profetik secara efektif.


JALAN NABI
Sebelum kita melakukan hal ini, mari kita pikirkan tentang siapa sebenarnya orang-orang profetik ini, walaupun kita mungkin telah menganggap mereka semua sama untuk mendapatkan gambaran tentang mereka.

Orang yang dipanggil ke dalam pelayanan profetik kelihatannya dilahirkan dengan tingkat sensitivitas rohani yang lain dari yang lain. Mereka mungkin artistik dalam sifat atau mungkin secara harafiah, atau mungkin mereka telah menjumpai bahwa karunia penglihatan mereka membuat mereka menjadi pemimpin di antara sahabat-sahabat mereka. Hampir pasti mereka tidak cocok, memiliki jiwa yang sensitif yang secara mendalam merasakan kehancuran dunia secara mendalam. Bahkan jika mereka dihormati, mereka jarang bermasyarakat seperti layaknya bagian dari masyarakat tersebut. Mereka sering tidak dimengerti oleh orang tua dan dibuat merasa seperti "kambing hitam". Karunia rohani mereka pada keadaan yang belum ditebus membuat mereka sangat sadar akan realitas yang tidak terlihat, tetapi tanpa bertambatkan kepada kebenaran sehingga beberapa di antara mereka berbelok ke okultisme dan hal yang berbau mistik palsu. Semua ini sekedar gambaran negatif dari panggilan mereka, hasil cetak dari tujuan ilahi dalam mereka yang belum ditebus.

Ketika orang-orang yang memiliki karunia profetik ini datang kepada Yesus, biasanya mereka datang dengan gairah yang tak tertahankan. Mereka telah menemukan, seperti kita semua, jawaban atas tangis jiwa mereka. Mereka lapar. Mereka makan firman Tuhan dengan lahap dan menyerahkan diri mereka sepenuhnya ke dalam penyembahan yang murni. Arus kebenaran dan kasih bersatu di dalam diri mereka dan sering mereka sangat murah hati. Biasanya mereka takjub dengan tanda dan mujizat dan bersuka ria di dalam kuasa Tuhan.


MENGENAL MINAT TUHAN
Pada waktunya mereka mulai merasakan hasil cetak dari panggilan mereka yang unik. Mereka mengembangkan perasaan yang tajam akan hadirat Tuhan dan tahu ketika Ia ingin berbicara kepada umat-Nya. Ia merasakan minat-Nya dan beban hati-Nya, bahkan sebelum mereka mengetahui dengan tepat apa yang sedang mereka rasakan. Sungguh indah, tetapi juga membingungkan mereka karena mereka sering merasa didesak antara hal yang Tuhan ingin lakukan dan rutinitas keagamaan yang sedang terjadi di seputar mereka. Tendensi mereka untuk berpikir dalam hal hitam dan putih membuat mereka tidak sabar terhadap kompromi dan sesuatu yang tidak pasti. Mereka tidak dapat mengerti mengapa orang lain tidak melihat hal-hal sejelas yang mereka lihat.

Situasi bertambah buruk. Karunia profetik sering hadir dengan bakat yang dramatis, volume, air mata, dan semarak. Ini menimbulkan kritik dan tuduhan kesombongan. Para nabi yang sering kali kurang memiliki karakter untuk mempertahankan bobot urapan, membuat kesalahan. Mereka dapat menjadi kritis, menuruti kata hati dan bersikap sombong. Lagi pula, menggembalakan dan mengajar merupakan karunia-karunia yang cukup umum. Tetapi nabi? Ia "dapat membaca surat Anda", mengatakan misteri jiwa Anda yang gelap, dan mengungkap takdir "profetik" Anda. Siapa yang perlu hal lain lagi?
     
Maka kalau tidak mengidolakan, jemaat akan mencurigai orang-orang profetik, mempergunakan atau menolak mereka. Mereka berantakan, bukan saja pelayanan, tetapi juga kehidupan mereka. Kebenarannya adalah bahwa guru dapat mengajar apa saja terlepas apakah mereka telah menjalaninya atau tidak. Tetapi nabi biasanya harus menjalani apa yang mereka sampaikan. Kehidupan mereka merupakan obyek pelajaran dalam pewahyuan dan ini dapat merupakan pengalaman yang menggetarkan.


TAJAM DENGAN PENGLIHATAN ROHANI, TETAPI BUTA SEPERTI KELELAWAR
Ini merupakan gambaran dari orang-orang yang memiliki karunia profetik. Berani dan aman. Akurat dan tidak tepat sasaran. Memiliki bakat melihat perkara-perkara misteri spiritual dan buta seperti kelelawar ketika tiba pada realitas alami. Orang-orang profetik dapat menyampaikan perkataan profetik kepada individu lain tentang segala sesuatu yang telah atau yang akan mereka lakukan, tetapi mereka tidak dapat mendengar suara Tuhan untuk hal yang paling sederhana tentang kehidupan mereka sendiri!
     
Orang-orang profetik datang ke gereja Anda! Nyatanya, mereka mungkin telah ada di jemaat Anda! Jadi apa yang harus Anda lakukan? Belajarlah menggembalakan mereka seperti yang telah Paulus ajarkan di dalam 2 Korintus 10:8 dan 13:10, bahwa otoritas seorang pemimpin Kristen adalah untuk membangun orang menjadi pribadi sebagaimana panggilan Tuhan terhadap mereka, dan bukan menghancurkan mereka. Belajarlah bahwa urapan yang Anda miliki merupakan aliran kasih karunia dan penglihatan untuk menolong orang dengan setiap jenis karunia memenuhi tujuan ilahi mereka. Kemudian Anda mendapatkan kembali panggilan Anda untuk membawa Tubuh Kristus menjadi dewasa dan menerima kebenaran bahwa Anda tidak dapat menyelesaikannya tanpa pelayanan profetik. Ingatlah bahwa menggembalakan adalah seperti menjaga sebuah kebun, menjauhkan perusak, mencabut rumput liar, memberi makan yang sedang bertumbuh, menyirami dengan baik, dan tidak mengharapkan buah masak dalam semalam. Pada akhirnya Anda menyambut kebenaran yang membawa kepada kerendahan hati bahwa Anda tidak dapat menyediakan segala sesuatu yang diperlukan jemaat Anda. Anda memerlukan orang-orang profetik.


MENGGEMBALAKAN NABI
Ada banyak tugas dalam menggembalakan orang-orang profetik yang juga berlaku umum dalam menggembalakan siapa pun. Namun, untuk tujuan kita dalam konteks ini, mari kita berfokus kepada dua tugas yang sangat penting ketika menggembalakan nabi.

Pertama berkaitan dengan hati yang terluka. Dengan menceritakan jalan yang harus ditempuh oleh kebanyakan nabi, baik sebagai orang Kristen atau sebelumnya, biasanya ada kebutuhan eksepsional untuk menyelesaikan masalah luka dan kepahitan. Jika hal ini tidak disampaikan, kelihatannya nabi tersebut akan mengendap pada kondisi hati yang terisolasi, kritis dan keras yang dapat memadamkan api profetik. Namun, jika masalah ini berhasil dikemukakan dengan baik, akan ada kasih dan kepenuhan yang lebih besar, serta aliran perkataan profetik yang lebih jelas dari sebelumnya.


MENYEMBUHKAN KEPAHITAN
Kebanyakan nabi, seperti kebanyakan orang Kristen, pada satu atau lain waktu telah diserang. Dalam Perjanjian Baru, perkataan "offended (diserang)" berasal dari kata Yunani scandalon. Kata ini dipergunakan dalam zaman kuno untuk menggambarkan bagian dari suatu jerat tempat umpan diletakkan. Gambaran ini menolong kita untuk mengerti bahwa ketika kita diserang, kita telah mengambil umpan perangkap yang telah ditaruh untuk kita. Lalu siapa yang menaruh jerat itu? Paulus berkata kepada Timotius di dalam 2 Timotius 2:24-26 bahwa orang-orang yang diserang telah ditawan oleh si jahat untuk melakukan kehendaknya. Jadi, jerat serangan disusun bagi kita oleh setan yang ingin mendominasi kehidupan kita. Salah satu cara untuk mendominasi kita adalah dengan kepahitan yang menyerang masuk ke dalam jiwa kita.
     
Adalah menarik bahwa kepahitan ditulis di dalam Alkitab sebagai racun yang tajam dan pedas. Ia seperti empedu yang pahit. Itu sebabnya mengapa menghindari serangan dan sifat menyerang merupakan hal yang penting. Jerat-jerat serangan ini memasukkan empedu kepahitan ke dalam mereka yang ditawannya dan membiarkan mereka dalam noda dan cemar.    
     
Ini berarti kepahitan mencemarkan baik roh seseorang dan "aliran" yang menyalurkan karunia-karunia orang tersebut. Pernahkah Anda mendengar seseorang yang menyampaikan perkataan yang benar yang membuat Anda gelisah oleh karena sesuatu yang Anda rasakan keluar dari roh mereka? Hal ini terjadi karena ketika roh seseorang dinodai, segala sesuatu yang mengalir dari roh mereka dinodai. Nabi khususnya rentan terhadap masalah ini, karena jalan sukar yang biasanya mereka harus lalui dan arena urapan yang ada di dalam mereka sering sangat kuat. Kuasa urapan sering dapat memperkuat apa yang ada di dalam hati mereka, membuat hati pahit, pengalaman yang tidak enak bagi semua orang yang mendengarnya.
     
Gembala harus menolong nabi melihat pekerjaan destruktif yang dihasilkan oleh kepahitan di dalam kehidupan mereka. Apakah nabi benar-benar sangat sukar dikendalikan? Apakah ada sifat kritis dalam pengajarannya atau perilaku menghakimi dalam nubuat-nubuat yang mereka sampaikan? Apakah nabi seperti anjing kecil yang terluka ketika berhubungan dengan orang lain, melarikan diri paling tidak dari serangan? Kesemuanya ini dapat menjadi pertanda dari hati yang pahit yang dapat berakhir dengan diskualifikasi pelayanan. Ingat bahwa di dalam Kisah Rasul 8:20-23, Petrus berkata kepada Simon bahwa ia tidak mengambil bagian dalam pelayanan Roh karena hatinya penuh dengan kepahitan. Kepahitan sangat berbahaya dan harus dibersihkan melalui pertobatan, pengampunan, yang disucikan oleh perkataan dan kasih dari Tubuh Kristus yang menyembuhkan.


KESEIMBANGAN ALKITABIAH
Area kedua yang harus difokuskan oleh gembala dalam mengayomi nabi adalah dalam area keseimbangan Alkitabiah. Karunia-karunia profetik sering sangat kuat dan indah sehingga mudah bagi nabi untuk mengembangkan karunia terpisah dari kebenaran dan doktrin Alkitab. Ini akan melemahkan karunia yang ada padanya dan membiarkan nabi membuat kesalahan doktrinal yang didasarkan kepada pewahyuan yang tidak diuji oleh kebenaran Alkitab yang murni. Banyak bidat berbahaya telah muncul oleh karena terputusnya hubungan antara nabi dengan Alkitab.
     
Penting bagi nabi dan pengikutnya untuk mengerti bahwa firman dan Roh selalu sejalan. Tidak menjadi Alkitabiah supaya dapat berjalan di dalam roh merupakan kesalahan serius. Keduanya harus menyatu dan gembala harus menolong nabi melihat kebutuhan ini dan membuka kehidupan nabi kepada kebenaran dan teologi Alkitab yang mendalam. Jika kita mengerti bahwa nubuat tidak hanya meramal (memberitahukan perkara-perkara yang akan datang) tetapi juga forthtelling (menyampaikan kebenaran Tuhan), maka kebutuhan akan keseimbangan Alkitabiah semakin jelas.


MENGGEMBALAKAN PESAN PROFETIK
Kebanyakan orang yang berada di seputar pelayanan profetik mempunyai lebih dari satu cerita seram tentang perkataan profetik yang menuntun orang kepada perbuatan ekstrem. Bagi beberapa orang, cerita-cerita seperti itu menjadi dasar untuk menghindari orang-orang profetik dan mempersalahkan nabi. Kebenarannya adalah bahwa biasanya bukan nabi yang harus dipersalahkan. Kesalahan terletak pada ketidakdewasaan kita dalam mengetahui bagaimana harus menilai nubuat atau perkataan profetik. Paulus menyatakan kepada kita di dalam 1 Tesalonika 5:19 untuk tidak menganggap rendah nubuat tetapi mengujinya dan berpegang kepada yang baik. Bagi seorang gembala yang menyambut pelayanan profetik di dalam gereja, penting untuk mengetahui bagaimana menilai nubuat dan melatih yang lain untuk melakukan hal yang sama, agar dapat mendengar perkataan Tuhan dan menghindari bencana.
     
Mari kita pertimbangkan contoh Paulus. Dalam Kisah Rasul 20:22 Paulus berkata bahwa ia dipaksa oleh Roh Kudus untuk pergi ke Yerusalem. Ia telah mendengarnya dari Tuhan dan kemudian berangkat. Tetapi di tengah perjalanan, Paulus melanjutkan ke Tirus dan murid-murid yang di sana "melalui Roh" memaksa Paulus untuk tidak pergi ke sana (Kis 21:4). Jelas, perkataan karunia Roh Kudus ini, termasuk nubuat. Tetapi Paulus melanjutkan perjalanannya, sebab ayat berikutnya berkata, "Tetapi setelah lewat waktunya, kami berangkat meneruskan perjalanan kami".

Tidak lama kemudian Paulus dan timnya berjumpa dengan Agabus, yang mengikat tangannya dengan ikat pinggang Paulus seraya berkata, "Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain". Bahkan anggota tim Paulus dengan menangis mendesak Paulus untuk kembali, tetapi Paulus maju terus. Kemudian, di pasal 23, Yesus berkata bahwa kehadiran Paulus di Yerusalem tentu saja merupakan kehendak Allah: "Kuatkan hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma" (Kis 23:11).
 
Jelas, Tuhan memimpin Paulus untuk pergi ke Yerusalem. Jelas bahwa Paulus menerima dua contoh masukan profetik yang kelihatannya mendesak dia untuk tidak pergi ke Yerusalem. Paulus harus menilai perkataan ini, untuk mengujinya dengan hal yang ia ketahui. Perkataan dari murid-muridnya di Tirus yang ia nilai salah, mungkin lebih dimotivasi oleh belas kasihan manusia, bukan oleh Roh Kudus. Sementara itu tindakan profetik Agabus, harus diinterpretasikan secara benar. Agabus tidak pernah berkata, "Jangan pergi". Ia sekedar memberitahu apa yang akan terjadi jika Paulus pergi. Paulus menerjemahkannya dengan benar, sebagai instruksi bukan permohonan untuk tidak pergi, dan ia pergi memenuhi kehendak Tuhan.


MELIHAT MELALUI KACA DALAM KEGELAPAN
Ini merupakan pengajaran kritis bagi kita. Jelas mereka yang menerima nubuat harus mengetahui pelajaran ini. Namun penting juga bagi para nabi untuk menerima dengan rendah hati kebenaran yang mereka lihat melalui sebuah kaca di dalam kegelapan, bahwa mereka mengetahui hanya sebagian. Dengan kata lain, mereka dapat melakukan kesalahan. Nabi yang dewasa mendesak setiap orang yang menerima nubuat, untuk menilai, menguji, dan membandingkannya dengan Alkitab segala sesuatu yang mereka sampaikan. Mereka tidak tersinggung ketika orang berhati-hati, ketika mereka memandang nubuat dengan benar sebagai panggilan untuk berdoa sebelum bertindak. Sikap seperti itu akan membuat pelayanan menjadi lebih sehat, mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dan hal ini akan membuktikan tingkat karakter yang akan membuat Tuhan mempercayakan nabi dengan kuasa dan ketepatan yang lebih besar.


MENGGEMBALAKAN TIM PROFETIK
Salah satu kebenaran yang paling penting bagi gembala untuk menanamkan di dalam hati seorang nabi adalah bahwa nabi merupakan bagian dari tim yang diperlengkapi. Hal ini mengandung dua elemen. Pertama, tugas utama seorang nabi menurut visi Efesus pasal empat adalah memperlengkapi orang-orang kudus. Setiap nabi yang dewasa mengerti hal ini dan sangat ingin membangkitkan nabi-nabi dan mendewasakan Tubuh Kristus sebesar keinginannya untuk bernubuat. Tetapi juga penting bagi nabi untuk mengerti bahwa ia merupakan bagian dari suatu tim yang diperlengkapi, yang ditempatkan oleh Tuhan dengan anggota lainnya dari kepemimpinan lima jawatan untuk melayani Tubuh Kristus.
   
Ini adalah kebenaran penting bagi nabi. Dibandingkan dengan karunia-karunia lain, nabi lebih memiliki tendensi untuk menyendiri. Hal ini sering disebabkan oleh luka yang telah kita diskusikan di muka. Sebagaimana penuh kuasanya karunia yang mungkin ada pada mereka, mereka tidak akan pernah memenuhi panggilan Tuhan dan berpengaruh penuh sesuai dengan panggilan mereka kecuali mereka belajar untuk bekerja sama dalam satu tim dengan karunia kepemimpinan lainnya. Gembala yang bijaksana akan menolong nabi mengerti dinamika ini dan merawat "kemampuan untuk dapat ditempa dalam satu tim" di dalam jiwa mereka.
     
Karena pelayanan profetik sangat dramatis, ada juga tendensi di dalam Tubuh Kristus untuk meninggikannya melebihi pelayan-pelayan lain menurut Efesus pasal empat. Karena alasan tertentu, hal ini merupakan kesalahan kristis. Pertama, setiap pelayanan dari kelima jawatan tersebut membawa kebenaran dan kuasa yang diperlukan oleh gereja yang tanpa hal ini akan timbul ketidakseimbangan dan kelemahan. Tetapi juga benar bahwa ada elemen profetik pada semua pelayanan lainnya yang terdapat di dalam Efesus pasal empat. Pelayanan penggembalaan akan sangat sulit tanpa masukan profetik. Pelayanan apostolik jelas tidak mungkin tanpa hal itu.
     
Nabi mempunyai peran dalam memberi dorongan atas elemen profetik dari semua karunia dan juga menerima cetakan dari karunia-karunia tersebut di dalam pelayanan mereka sendiri. Kesemua hal inilah yang dapat dilakukan oleh gembala yang bijaksana untuk merawat dan memberi dorongan. Hal ini lebih merupakan penyambutan pelayanan profetik pada tempatnya, bukan mengidolakan profetik dan memecah belah Tubuh Kristus.

MIMPI MENJADI KENYATAAN
Selama bertahun-tahun orang-orang percaya mempunyai mimpi, yaitu kemungkinan munculnya nabi-nabi yang penuh kuasa di dalam gereja. Ini telah terjadi dan sekarang mimpi yang lebih besar sedang dalam proses menjadi kenyataan. Tuhan menganugerahkan bukan saja nabi individu, tetapi sekumpulan orang profetik. Ini terjadi secara luas karena pelayanan para gembala yang bijaksana, yaitu gembala yang tidak hanya menyambut profetik, tetapi memeliharanya dengan baik, dengan tangan yang kokoh dan penuh kasih, dan kebenaran Alkitab. Pekerjaan gembala yang seperti itulah yang menjadi salah satu alasan terbesar akan adanya harapan bahwa gereja yang benar-benar profetik akan muncul dalam generasi ini.


STEPHEN L. MANSFIELD
Gembala dan Nabi
Protokol bagi Gereja yang Sehat
Bab 3: MENGGEMBALAKAN ORANG-ORANG PROFETIK
Hlm 33-45

MENYATUKAN NABI DENGAN GEMBALA DALAM SATU TIM (STEPHEN L. MANSFIELD)

Para gembala memerlukan nabi. Gereja mereka akan lebih sehat bila ada para nabi, dibandingkan jika tidak ada nabi. Nabi, bersama dengan rasul merupakan dasar gereja. Tetapi mereka harus mengerti bagaimana mereka dapat menjalin hubungan secara efektif satu sama lain.
      
Titik awalnya haruslah mengenali bahwa gembala adalah pemegang otoritas rohani atas gereja lokal. Segala sesuatu yang merusak peran penggembalaan ini bukan merupakan kehendak Tuhan di dalam gereja yang sehat. Di dalam gereja lokal, seorang nabi merupakan anggota tim, dan bukan pemimpin tim.
       
Saya senang memikirkan tentang gembala dan nabi sebagai pitcher dan catcher seperti dalam tim bisbol. Ketika Anda menonton pertandingan bisbol di televisi, kebanyakan kamera tertuju ke arah pitcher dan catcher. Mereka bukan keseluruhan tim, tetapi mereka pasti merupakan pertahanan utama. Perhatikan bahwa pitcher merupakan pemegang otoritas. Pitcher adalah satu-satunya pemain yang mendapat kredit jika timnya memenangkan pertandingan, dan sebaliknya ia juga orang yang dipersalahkan atas kekalahan yang diderita oleh timnya dalam suatu pertandingan. Di dalam gereja lokal, gembala adalah pitcher, dan catcher-nya adalah nabi.
      
Catcher memberikan tanda kepada pitcher. Tetapi setiap tanda tergantung pada otoritas akhir dari pitcher. Dalam banyak kasus, pitcher menerima tanda yang diberikan oleh catcher dan kemudian melakukan lemparan menurut tanda yang diberikan oleh catcher. Tetapi kadang-kadang tidak. Catcher memberi nasihat kepada pitcher, tetapi juga tergantung kepada otoritas akhir dari pitcher. Selama bertahun-tahun, protokol bisbol ini telah dikembangkan dengan baik.

PROTOKOL BAGI GEMBALA DAN NABI:
  1. Nabi tunduk kepada gembala. Nabi mengakui bahwa gembala memiliki urapan Tuhan untuk memimpin gereja, dan bahwa gembala merupakan pemegang otoritas akhir atau final.
  2. Nabi mendengar dari Tuhan. Ini merupakan karunia yang dimiliki oleh nabi. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa gembala tidak mendengar dari Tuhan. Tetapi coba teliti Amos 3:7: "Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi".
  3. Nabi menyampaikan kepada gembala hal yang ia dengar dari Tuhan. Pada titik ini kedewasaan dan membedakan segala roh akan menuntun nabi untuk mengatakan seberapa banyak, kapan harus menyampaikan, dan bagaimana mengkomunikasikan pesan Tuhan dengan ramah.
  4. Gembala menilai, menginterpretasikan, menyusun strategi, dan melaksanakan kehendak Tuhan seperti yang dinyatakan di dalam nubuat. Inilah yang menjadi titik lemah para nabi untuk terjebak. Mereka mungkin tidak berpikir bahwa gembala membuat pilihan yang tepat, sehingga mereka beralih ke mode yang tidak seharusnya dan mencoba untuk mengontrol atau mengintimidasi gembala. Ketika hal ini mereka lakukan, mereka mulai tampak seperti nabi yang terdapat di sampul depan majalah Ministries Today.
       
Saya tidak mengatakan bahwa keempat pokok pikiran ini merangkul keseluruhan protokol bagi gembala untuk menjalin hubungan dengan nabi. Tetapi pokok-pokok pikiran ini merupakan titik awal yang baik untuk membuat sebuah gereja lokal menjadi makmur seperti yang Tuhan inginkan.


STEPHEN L. MANSFIELD
Gembala dan Nabi
Protokol bagi Gereja yang Sehat
Bab 2: Menyatukan Gembala dan Nabi dalam Satu Tim
Hlm 28-31

PEACE AND PROSPERITY


"Also, seek the peace and prosperity of the city of which I have carried you into exile. Pray to the LORD for it, because if it prospers, you too will prosper". (Jeremiah 29:7).

Bulan April kemarin adalah bulan dimana aku mulai drop. Banyak hal yang bikin aku lemah secara roh, antara lain: tekanan di tempat kerja, jengkel dengan rekan-rekan di connect group (CG) dimana para pemimpin nggak berfungsi dengan baik, serta penyesalan karena aku keluar dari pelayanan di saat tahun ini banyak pergerakan. Aku ngerasa hidupku sekarang ini nggak berguna buat Kerajaan Tuhan.
   
Semakin hari semakin banyak tekanan yang menghimpit aku di kantor. Hutang-hutang yang semakin menumpuk en nggak tau kapan akan dibayar, sementara kondisi keuangan perusahaan sedang sulit karena membiayai banyak proyek besar. Anak-anak di CG banyak cerita ke aku tentang pergumulan hidup mereka, en ketika aku minta mereka cerita ke pemimpin mereka masing-masing, mereka bilang "Aku nggak mau cerita ke pemimpinku, mereka sibuk sendiri gitu". Bahkan ada beberapa orang yang bilang kalo mereka nggak respek sama pemimpin mereka. What??? En ketika aku nyampeiin tentang perkataan anak-anak ke para pemimpin CG, mereka nggak berusaha untuk care sama anak-anak mereka, mereka cuma kaget en berjanji (lagi) untuk mulai perhatiin anak-anak mereka. En yang aku tau, nggak ada perubahan apapun, hanya janji-janji palsu seperti biasanya. Hufff.
    
Di gereja sedang banyak pergerakan, banyak KKR dan mission trip yang diselenggarakan. Aku yang selama bertahun-tahun selalu terlibat dalam pergerakan, ngerasa hampa banget pas aku udah nggak bisa ikut lagi dalam pergerakan yang ada.
    
Sedih, menyesal, kecewa, ngerasa hampa. Semua perasaan itu berkecamuk dalam hatiku. Aku ngerasa udah ambil keputusan yang salah untuk keluar dari pelayanan, tapi aku tau kalo aku nggak bisa balik. Aku bingung gimana harus ngatasi para vendor yang marah-marah karena tagihan mereka belum dibayar selama berbulan-bulan. Belum lagi, ketika aku butuh support dari CG, eh tiap kali aku datang malah nggak dapet apa-apa dari CG. Tiap dateng CG makin drop karena firman Tuhan yang dibagiin sangat dangkal, hadirat Tuhan nggak bener-bener dateng. CG hanya berjalan seperti rutinitas tanpa ada pemulihan, terobosan, maupun hadirat Tuhan yang mengubahkan.
      
Selama sekitar 2 minggu di bulan April itu, aku mulai menyibukkan diri dengan pekerjaanku. Aku habiskan seluruh waktu dan tenaga di kantor, pulang kantor aku segera tidur. Baca Alkitab pun rasa-rasanya nggak ada yang masuk ke otak ataupun hatiku, berdoa pun nggak bisa fokus. Seumur-umur belum pernah aku ngalami hal kayak gini. So, selama beberapa minggu, aku habiskan waktu-waktuku dalam penyembahan sampai aku tertidur. Itulah yang kulakukan hari demi hari karena aku udah nggak tau musti ngapain lagi. Dateng ke pemimpin en minta didoain bukan sebuah opsi bagiku.
     
Karena aku tau bahwa aku sedang butuh banyak makanan rohani untuk support diriku, akhirnya aku melarikan diri ke ibadah profesional muda (Pro-M). En suprisingly, Tuhan mengisi penuh bejana hidupku dengan hadirat-Nya, dengan firman Tuhan yang bener-bener sesuai dengan porsiku. Nggak nyesel deh bolos CG demi dateng pro-M! Bahkan aku sempet berpikir, mungkin memang sudah waktunya untuk aku pindah ke pro-M.
   
Di suatu hari di kantor, ketika aku sedang berdoa karena saking nggak kuatnya dengan telpon dari vendor yang ngucapin sumpah serapah, Tuhan ingetin aku satu ayat "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu" (Yeremia 29:7).
    
Aku tau sikap apa yang harus aku ambil ketika aku ngerasa nggak nyaman di tempat dimana Tuhan menempatkan aku (baik itu CG maupun kantor), yaitu BERDOA bagi kesejahteraan! Aku harus berdoa supaya Tuhan kasi kesejahteraan buat perusahaan tempatku bekerja supaya hutang-hutang bisa segera dilunasi. Bahkan aku harus berdoa supaya damai sejahtera Tuhan melimpah dalam hatiku agar aku tetap kuat berdiri menghadapi masalah en tekanan dalam hidup.

"Make yourselves at home there and work for the country's welfare" (Jeremiah 29:7, The Message).