Well, bulan April-Mei kemaren adalah
bulan-bulan tersuram dalam hidupku, en nggak ada seorangpun yang bener-bener
peduli selain Tuhan. Bulan-bulan dimana aku merasa seperti Daud yang nggak
punya tempat berteduh selain di dalam gua persembunyian bernama hadirat Tuhan..
Bulan-bulan itu, aku masih belum tau apa yang sebenernya terjadi dengan diriku. Pokoknya drop banget karena tiba-tiba aku menyadari bahwa aku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa sekarang ini statusku adalah "pengangguran" (nggak terlibat dalam pelayanan formal di departemen apapun).
Sampailah aku di padang belantara bernama kegersangan rohani. En aku pun mulai malas untuk datang CG dengan SENGAJA. Why? Karena aku tau bahwa aku nggak bisa selalu memberi makan tanpa mendapat porsi makanan yang cukup. Aku sadar bahwa aku hanyalah manusia biasa, dimana aku pun butuh support, kasih dan penerimaan. Aku bukanlah orang yang selalu kuat, selalu bisa memberikan jawaban, selalu bisa menegur dan mengajar, namun itulah yang selalu dituntut dari padaku.
"Sayangi dirimu, ketika kamu
terluka, Tuhan tau itu. Dan Tuhan ga
nuntut kamu gimana-gimana. Tenang, diam, dan still in God's presence. Baca (Alkitab) aja
masio ga konsen. Jalani saja
meskipun sakit. Orang special prosese special =D".
"Panggilan blur karena realita
itu wajar. Elia blur sampai ditanyai Tuhan kerjamu opo. Tapi waktu duduk di
bawah kaki Tuhan, hati disegarkan, kamu kembali tajam melihat ke atas".
"Luc, rhema untuk kamu dapet'e
Aku yang memilih kamu, Aku yang menetapkan engkau. Aku yang menyertai sampai
akhir. Jadilah kuat! Yesaya 46:5 tapi kamu bacao Yesaya 46 semua'e supaya kamu
bisa melihat konteks'e".
"Sayangi dirimu lah. Tuhan ae
punya hari Sabat, masa kamu ga sabatin badan, pikiran, dan perasaanmu? Musa
perlu lari dari Firaun, Elia butuh sembunyi di gua, Daud perlu sembunyi di
Ziklag. Semua orang butuh waktu untuk rest sebelum melanjutkan perjalanannya
kembali".
"Melayani dengan caranya
Tuhan, bukan cara manusia. Tuhan ga sembuhin semua orang sakit, Tuhan Yesus menyembuhkan
orang yang Bapa tunjuk".
"Semangat2 Luc. Saat visi ga
bisa terlihat lagi, ada yang lebih dari sekedar visi, hubungan dengan Bapamu.
Itu memberikan kekuatan dan keyakinan bahwa ada something more".
Pada waktu aku baca tentang Elia di I Raja-raja 19:1-18, aku bener-bener dikuatkan oleh setiap ayat yang ada. Praise God! Juga ketika aku baca ayat demi ayat di Yesaya 46. Benarlah perkataan dalam Amsal 18:24 "Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara". Juga di Amsal 17:17 "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran". Thanks, my friend.

No comments:
Post a Comment