June 23, 2014

A FRIEND IN NEED IS A FRIEND INDEED

Well, bulan April-Mei kemaren adalah bulan-bulan tersuram dalam hidupku, en nggak ada seorangpun yang bener-bener peduli selain Tuhan. Bulan-bulan dimana aku merasa seperti Daud yang nggak punya tempat berteduh selain di dalam gua persembunyian bernama hadirat Tuhan..
       
Bulan-bulan itu,  aku masih belum tau apa yang sebenernya terjadi dengan diriku. Pokoknya drop banget karena tiba-tiba aku menyadari bahwa aku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa sekarang ini statusku adalah "pengangguran" (nggak terlibat dalam pelayanan formal di departemen apapun).
       
Sampailah aku di padang belantara bernama kegersangan rohani. En aku pun mulai malas untuk datang CG dengan SENGAJA. Why? Karena aku tau bahwa aku nggak bisa selalu memberi makan tanpa mendapat porsi makanan yang cukup. Aku sadar bahwa aku hanyalah manusia biasa, dimana aku pun butuh support, kasih dan penerimaan. Aku bukanlah orang yang selalu kuat, selalu bisa memberikan jawaban, selalu bisa menegur dan mengajar, namun itulah yang selalu dituntut dari padaku.
   
Puji Tuhan, tiba-tiba ada teman baik yang ngontak en tanya kabarku. Trus aku cerita tentang kondisiku en dia nguatkan aku. Bener-bener sebuah kasih karunia punya temen yang luar biasa en punya kapasitas besar. Inilah perkataan-perkataannya yang nguatkan aku:

"Sayangi dirimu, ketika kamu terluka, Tuhan tau itu. Dan Tuhan ga nuntut kamu gimana-gimana. Tenang, diam, dan still in God's presence. Baca (Alkitab) aja masio ga konsen. Jalani saja meskipun sakit. Orang special prosese special =D".

"Panggilan blur karena realita itu wajar. Elia blur sampai ditanyai Tuhan kerjamu opo. Tapi waktu duduk di bawah kaki Tuhan, hati disegarkan, kamu kembali tajam melihat ke atas".

"Luc, rhema untuk kamu dapet'e Aku yang memilih kamu, Aku yang menetapkan engkau. Aku yang menyertai sampai akhir. Jadilah kuat! Yesaya 46:5 tapi kamu bacao Yesaya 46 semua'e supaya kamu bisa melihat konteks'e".

"Sayangi dirimu lah. Tuhan ae punya hari Sabat, masa kamu ga sabatin badan, pikiran, dan perasaanmu? Musa perlu lari dari Firaun, Elia butuh sembunyi di gua, Daud perlu sembunyi di Ziklag. Semua orang butuh waktu untuk rest sebelum melanjutkan perjalanannya kembali".

"Melayani dengan caranya Tuhan, bukan cara manusia. Tuhan ga sembuhin semua orang sakit, Tuhan Yesus menyembuhkan orang yang Bapa tunjuk".

"Semangat2 Luc. Saat visi ga bisa terlihat lagi, ada yang lebih dari sekedar visi, hubungan dengan Bapamu. Itu memberikan kekuatan dan keyakinan bahwa ada something more".
  
       
Pada waktu aku baca tentang Elia di I Raja-raja 19:1-18, aku bener-bener dikuatkan oleh setiap ayat yang ada. Praise God! Juga ketika aku baca ayat demi ayat di Yesaya 46. Benarlah perkataan dalam Amsal 18:24 "Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara". Juga di Amsal 17:17 "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran". Thanks, my friend.

No comments: