November 29, 2017

BROKEN VESSEL

"Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum" (Yesaya 42:3)

Beberapa hari ini banyak merenung, banyak diajar, banyak diingatkan dan dibukakan sesuatu. Aku menyadari bahwa ada segelintir orang masih menghakimi aku berdasarkan masa laluku, tanpa mau melihat diriku yang sekarang. Mereka ngga update apapun tentang diriku yang sekarang, tapi tiap kali ktemu selalu pakai takaran lama untuk menilai diriku. Semua uda ngga relevan lah ya, manusia itu dinamis, berubah seiring berjalannya waktu dan proses yang dihadapi. Dan yang aku tau, orang-orang yang menghakimi bukanlah orang yang beneran mengasihiku, melainkan hanya memanfaatkanku saat mereka butuh lalu menjelek-jelekkanku di belakang saat aku ngga lagi berguna buat mereka. So, woles aja ama penghakiman mereka walopun sempet mikir pengen mbales huahaha #devil's laugh

Puji Tuhan, pada saat sulit seperti ini, Tuhan kasi beberapa orang yang membangkitkan semangat, yang kasi compliment tentang perubahan hidupku, yang bilang kalo melalui aku mereka belajar sesuatu dan diubahkan. Aku sangat menghargai pengakuan seperti itu en berasa begitu bersyukur karena Tuhan bersedia pake bejana yang retak ini untuk jadi berkat bagi beberapa orang. I'm not perfect, tapi aku tau bahwa aku ngalami perubahan dan pertumbuhan. Hanya mata yang penuh kasih yang bisa melihat perubahan hidup sementara mata penuh penghakiman akan selalu ngeliat kekurangan dan luka yang ditimbulkan oleh masa lalu. Kamu tipe yang mana?

Aku tau bahwa aku ngga perlu mencapai kesempurnaan dulu baru dipakai Tuhan jadi saluran tangan-Nya buat sekelilingku, ngga perlu 100% pulih baru bisa dipakai memulihkan sekelilingku,  ngga perlu mencapai takaran orang laen untuk melayani orang-orang yang Bapa tunjuk. Aku belajar taat, sekalipun hidupku masih banyak cacat cela, jatuh bangun, dan ketidaksempurnaan. Aku ngga mau jadi orang munafik yang sok suci ketika melayani orang laen, aku mengakui bahwa akupun masih terluka, bahwa aku masih terseok-seok berjalan dalam panggilan-Nya, bahwa aku masih perlu kasih karunia-Nya untuk tetap bertahan dalam jalur kebenaran-Nya.

Aku pun ngga mau menghakimi orang laen yang dengan kerendahan hati membuka dark side mereka, memohon pertolongan serta mencari nasihat untuk kehidupan yang lebih baik. Aku melihat mereka sebagai orang-orang yang dikasihi Tuhan, sekalipun compang-camping namun berharga di mata-Nya. Aku ngga berhak menilai mereka ngga layak sementara aku sendiri pun tau bahwa diriku sudah dilayakkan oleh darah Kristus. Dan aku pun mau melihat mereka seperti Kristus melihat; bahwa mereka berharga, bahwa mereka dikasihi, bahwa mereka pun dalam proses menuju kehidupan yang jauh lebih baik (sekalipun mungkin sekarang belom keliatan hasilnya).

Beneran dikuatkan pas baca status kak Echa beberapa hari lalu:
"Love is ever ready to believe the best of every person (I Corinthians 13:7, AMPC). Kasih selalu siap untuk percaya yang terbaik dari setiap orang. Termasuk orang-orang yang sulit, yang menyakitimu, mengecewakanmu, menggosipkanmu, tidak tahu berterima kasih, tidak membalas chat-chatmu, anak rohani yang memberontak, teman yang tidak membayar hutang, dsb. Kasih siap untuk percaya yang terbaik dari setiap mereka, bahwa mungkin ada alasan di balik tindakan-tindakan mereka, bahwa mungkin mereka sendiri terluka, bahwa mereka masih bisa berubah, bahwa mereka tidak seperti itu. Kasih-Nya...Kasih-Nya dalam hati saya".

Sekalipun aku dihakimi, dicerca, dan dijauhi... Aku belajar untuk mengampuni orang-orang itu, kuakui ngga mudah, tapi aku ngga mau menghakimi mereka balik. Mungkin mereka pun pernah terluka dengan sikap ato tindakanku, lalu berbalik menghujamku dengan cara menghakimi. Itu hak mereka, itu pilihan mereka, dan itu sama sekali ngga mendefinisikan diriku yang sebenarnya. Identitasku ada dalam Yesus, aku tau bahwa aku dibaharui dari hari ke hari, aku tau bahwa aku dalam proses dan ngalami progress, aku tau bahwa aku sedang berjalan maju bukan stagnasi.

Fokusku sekarang adalah menggali luka-luka apa aja yang masih perlu disembuhkan, bagian-bagian apa yang perlu dipulihkan, dan aku menyerahkan diriku sepenuhnya ke tangan Bapa yang penuh kasih untuk menggilasku sedemikian rupa. Aku ngga mau lagi menyakiti orang laen, ngga mau membalas kejahatan dengan kejahatan, ngga mau lagi menjauhi orang yang menyakitiku, ngga mau bicara yang buruk tentang mereka yang mengkhianatiku. Mereka pun masih dibentuk oleh Tuhan, mereka pun broken vessel yang sedang dalam proses.

Apapun kondisimu hari ini, siapapun kamu, yuk sama-sama belajar untuk saling memandang dengan kasih, bukan dengan penghakiman ato sikap penuh pembenaran diri sendiri. Pandanglah orang lain sebagai orang yang dikasihi Tuhan, yang sedang dalam proses dimana mereka pun mau pulih, dimana mereka pun mau untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pandanglah Kristus yang menciptakan mereka dan ngga lepas tangan atas hidup mereka, dukunglah orang-orang yang sedang menghadapi proses mereka, dan tunjukkan buah-buah roh terutama kesabaran. Biar broken vessels ini sama-sama bisa dipakai untuk menyinarkan secercah cahaya bagi sekeliling. Amen.



November 22, 2017

MENGAMPUNI YANG TAK PERNAH MEMINTA MAAF

Banyak pergumulan batin, mimpi buruk, obrolan yang mencelikkan mata, serta kebenaran yang memerdekakan yang membuat seorang Rachel sampai ke titik ini. Titik dimana aku menyadari bahwa diriku terjebak dalam sebuah kondisi yang buruk karena bergaul dengan orang-orang yang salah selama kurun waktu tertentu. Titik dimana aku menyadari bahwa ngga seharusnya aku berada di lembah kekelaman yang penuh dengan air mata, penyesalan, serta penolakan. Titik dimana aku menyadari bahwa aku harus bangkit dan memperbaiki segala sesuatu bersama dengan Tuhan.

Aku berada di titik kesadaran dimana mereka memang sedikit berjasa untuk mengubahku dari orang yang kasar dan dingin menjadi agak hangat dan menyenangkan. Mereka mengubahku dari sosok tanpa ekspresi dan judes menjadi seorang yang agak ramah dan mulai bisa menunjukkan senyum. Aku menyadari bahwa pola pikirku yang terlalu idelias berubah menjadi realistis dengan kehadiran beberapa dari mereka.

Namun aku menolak lupa bahwa mereka menorehkan luka yang baru sebagai ganti menyembuhkan trauma masa laluku. Aku masih ingat penghakiman yang mereka lontarkan ganti persahabatan yang kuberikan, serta setiap pengkhianatan yang mereka lakukan ganti kasihku. Aku ingat bahwa ujungnya aku terjebak dalam sebuah pergaulan sia-sia yang bikin aku ngga bisa menghargai potensi yang terpendam dalam diriku. 

Aku memutuskan bahwa semua yang pernah terjadi di belakang itu harus menjadi sebuah pelajaran berharga yang menghasilkan mutiara dalam hidupku. Aku ngga mau lagi menyesalinya dengan menangis sampai air mataku kering, aku ngga mau lagi menganggap diriku bodoh dengan semua keputusan yang pernah kuambil untuk bergaul dengan mereka, aku ngga mau lagi menghabiskan malam-malam penuh penderitaan karena alam bawah sadarku berontak lalu memunculkan mimpi-mimpi buruk. Aku lelah dengan semua ini, aku mau bangkit.

Aku belajar menerima semua hal yang pernah terjadi dalam hidupku, entah yang baik maupun yang buruk. Aku menerima semua kata-kata penghakiman, pengkhianatan, serta semua sikap mereka yang tiba-tiba menjauhiku tanpa alasan, bahkan membuangku saat mereka sudah tak membutuhkanku lagi. Aku menerima kenyataan bahwa diriku pernah sedemikian naif, bodoh, dan nyaman dengan semua kepalsuan yang mereka ciptakan.

Disinilah aku mau belajar untuk MENGAMPUNI. Mengampuni orang-orang yang menjerumuskanku ke dalam kehidupan yang bukan untukku, mengampuni orang-orang yang membalas kasihku dengan pengkhianatan, mengampuni orang-orang yang menyakitiku namun tak pernah mengakuinya apalagi meminta maaf, bahkan mengampuni diriku sendiri yang begitu bodoh membiarkan semua ini terjadi kepadaku. Mengampuni diri sendiri mungkin ada di tingkat terberat, karena semua ini terjadi hanya karena aku yang mengijinkannya sekalipun tanpa sadar.

Aku mengampuni mereka bukan karena mereka layak diampuni, tapi karena aku telah terlebih dulu diampuni oleh Tuhan. Aku mengampuni bukan karena aku hebat, tapi karena aku menyadari betapa rapuhnya diriku dan pengampunan memberiku kekuatan untuk tidak lagi menoleh ke belakang. Aku mengampuni karena aku mau melupakan kesalahan mereka, aku siap membuka lembaran baru serta membangun kehidupan yang lebih baik lagi. Aku mengampuni karena aku mau mematikan kedagingan dan siap menabur benih yang baik untuk masa depanku. Aku mengampuni demi kebaikanku sendiri agar hatiku lega.

Semoga suatu saat aku bisa berterima kasih kepada mereka atas semua yang pernah mereka lakukan kepadaku. Semoga suatu saat aku bisa berterima kasih kepada diriku yang pernah begitu bodoh dan akhirnya memutuskan untuk melepaskan pengampunan serta bangkit. Semoga suatu saat aku bisa tersenyum ketika aku menoleh ke masa-masa yang telah berlalu. Semoga...

Saat ini, aku hanya bisa berterima kasih kepada Tuhan yang selalu setia mendampingi serta menuntunku sekalipun aku masih seringkali mengeraskan hati dan memilih jalanku sendiri. Aku berterima kasih kepada keluarga yang selalu menerimaku apa adanya, bahkan di saat-saat aku terpuruk. Aku berterima kasih kepada teman-teman yang tidak membuangku di saat aku dalam kondisi yang tak bisa dipahami, yang begitu menyebalkan dan pemarah, serta begitu penuh perkataan pahit. 

Terima kasih, tanpa kalian ngga akan ada Rachel yang sekarang. Terima kasih, karena telah menunjukkan kasih yang tulus. Terima kasih, karena memberikan diri kalian untuk menjadi bantalan emosiku. Terima kasih, untuk kesabaran dan nasihat-nasihatnya. Terima kasih, karena menerimaku apa adanya sekalipun aku sulit dimengerti. Terima kasih untuk segalanya.


NB:
Terima kasih Aretha, tulisanmu menginspirasiku untuk menerima semua keadaanku serta benar-benar melepaskan pengampunan. Memang saat ini aku belum bisa berterima kasih kepada mereka dan diriku sendiri, seperti yang sudah kamu lakukan, tapi aku yakin bahwa aku akan sampai ke titik itu suatu hari nanti...

November 20, 2017

THE REAL ME???

Kemaren sempet mampir ke tempat sodara, trus ngobrol ama koko sepupu. Ngomong ngalor ngidul soal komunitas, soal sistem kerja, soal gimana idup relevan di jaman ini tapi ga keluar dari firman Tuhan, soal politik di dalam dunia gereja. Random topic as always tapi belajar beberapa hal lah. Ngga nyesel lah mampir walopun dipaksa makan ini itu (alamat gendud kalo sering mampir kesono nih).

Pertama, aku belajar tentang  "A generous person will prosper; whoever refreshes others will be refreshed" (Proverbs 11:25, NIV). Ya intinya aku mampir karena uda lama ga mampir en pengen bikin omku seneng aja (aku tuh ponakan favoritnya, padahal aku kan judes en nyebelin wkwkwk). Seneng aja ngeliat ekspresi wajahnya dia kalo ketemu aku, ngguyoni aku (aku selalu pura-pura ngambek), trus ngobrol hal remeh temeh. Disitulah akhirnya bukan cuma beliau yang direfresh, tapi aku jugak! Bisa bikin orang seneng tuh bikin aku lebih seneng ketimbang beliau sendiri. Aku bersyukur buat om yang satu ini, karena dia selalu menunjukkan kasih yang tulus, sekalipun my big fam ga suka sama aku karena masa laluku yang pemberontak.

Kedua, ngobrol ama koko sepupu soal politik dalam dunia gereja, ya awalnya aku cerita soal aku ogah join ke CG en pelayanan tuh karena kasusnya selalu berulang. Tiap kali aku lebih dipercaya ato kemampuanku lebih bagus daripada pemimpinku, ujungnya aku difitnah, trus didepak. Dasarnya aku males ribut karena ga pernah kepikiran buat ngerebut jabatan orang, ya aku ga klarifikasi (toh pemimpin di atasnya kaga mau denger, langsung percaya cerita sepihak), trus aku milih buat keluar aja. Sepupuku bilang kalo seringkali dalam dunia bisnis tuh politiknya sebisa mungkin mempertahankan jajaran pemimpin atas (misalnya direksi) karena butuh loyalitas, sekalipun tau bahwa mereka biang masalah, cuma kalo dalem gereja diterapkan kayak gitu juga ya repot. Dia bilang kalo aku ini terlalu pintar sehingga bisa tau kebobrokan pemimpinku, makanya aku didepak. Seringkali pemimpin ga bisa handle orang yang terlalu kritis, terlalu pinter, ato susah "ditekuk" sesuai kemauan mereka. Masuk akal sih, gue kan tipe yang kalo uda tau kaga bener, gue kaga mau nurut karena prinsipku di gereja tuh kebenaran kudu dijunjung di atas segala kepentingan.

Ketiga, sepupuku abis belajar ngebaca karakter orang dari tulisan tangan, trus aku iseng aja minta dibaca en hasilnya mengejutkan. Ga semuanya bener sih, beberapa meleset tapi ada juga yang tepat. Hasilnya kayak gini nih: (1) emosional, (2) logis, (3) introvert, (4) kuat di itung-itungan, (5) susah move on (6) benci nama sendiri, (7) ada sesuatu yang jahat dalam diriku, (8) gampang akrab ama orang, (9) planning idup jelas, (10) ambisius en optimis, (11) ada sesuatu yang ditutupi menyangkut masa lalu, (12) diplomatis, (13) planning duid kacau (boros), (14) multitasking, (15) pinter ngeles. Silakan dinilai sendiri mana yang bener mana yang kaga, LOL.

Jujur aja pas ngeliat hasil tesnya, aku siyok kok bisa kayak gitu. Tapi aku ngerti bahwa tulisan tangan tuh bisa mengungkap alam bawah sadar seseorang (tentang gambar diri, trauma, planning, kemampuan tersembunyi, sifat asli) lebih akurat ketimbang baca ekspresi wajah atopun baca bahasa tubuh. Ya intinya gue kudu isa perbaiki apa yang di dalem kalo mau idupku berubah jadi lebih baik, ama kudu belajar ilmu baca tulisan tangan supaya lebih lihai lagi ngadepin orang laen.


November 13, 2017

GOODBYE FOREVER

 "Halo...Tumben kamu ngontak, ada masalah ya? Hmm, tolong donk mulai sekarang delete semua kontakku, aku ngga mau diganggu lagi. Tenkiu"


Iya, kamu tau namaku, kamu tau sebagian masa laluku dari ceritaku. Tapi kamu ngga pernah ngalami sehingga kamu ngga bakal ngerti apa aja yang udah kulewati hingga aku jadi diriku yang sekarang. Trus pas aku punya masalah en ngehindari kamu, kamu ngejudge aku unusual, unlogical, ngga cengli. Bukannya kalo kamu tau aku unusual, mestinya kamu paham kalo aku ngalami sesuatu yang buruk ya? Tapi kamu mana peduli, kan kamu uda ngga butuh aku. Bahkan kamu ngga mau diajak ktemuan untuk slesaiin kesalahpahaman kita, kamu lebih asik ama geng gejemu, trus dengan sinisnya kamu bilang "bagiku uda selesai" bahkan kamu bilang "aku ngga akan ajak kamu keluar lagi". Dan bagiku that's the end of this toxic relationship.

Semua persahabatan yang kita bangun sekian taon hancur berkeping-keping, aku kecewa dan marah ama sikapmu yang memerlakukanku seperti abis manis sepah dibuang. Dan aku inget ini bukan pertama kali kamu merlakuin aku seperti itu, but aku pastiin bahwa that's the last. Aku ngga butuh sebuah hubungan yang ngga jelas kayak gitu. Terlebih lagi, aku ngga butuh kamu judge dengan chat panjang lebar berkedok "dari seorang yang tidak ingin sahabatnya celaka", it's totally fake! If you were really my friend, you will stay beside me in my trouble times, not hurt and left me just like you did.

Aku capek ngadepi sifat childishmu yang memalukan, kelakuanmu yang ngga behave, kamu ngga sadar apalagi minta maaf kalo salah, cara bercandamu yang sering merendahkan bahkan menyakitiku. Berkali-kali aku tegur dengan tegas, tapi cuma kamu anggep angin lalu. Kamu emang egois, ngga pernah peduli dengan perasaan orang laen, tapi selalu marah kalo ditegur soal sifat childish dan kasarmu. Aku benci dengan perilakumu yang datang dan pergi sesuka hati, kamu selalu maksa ktemuan kalo kamu punya masalah (bahkan maksa anter jemput aku en bayari makananku), tapi kamu selalu ngilang kalo hepi. Harga persahabatan ngga semurah jasa anter jemput en harga makanan, tau!

Aku ngerasa begitu bodoh, kenapa dulu pernah membiarkanmu sebegitu dekat, pernah jatuh cinta ama kamu, bahkan pernah nganggep kamu sebagai sodaraku. Dan ujungnya berakhir dengan begitu buruk, bahkan sempat memporakporandakan emosiku. Aku menyesali semua waktu yang pernah kuhabiskan denganmu, berbagi kisah dan sharing banyak hal, bahkan hal rohani sekalipun. Ngga bisa dipungkiri, kamu pernah berperan besar untuk menyembuhkan luka batinku, namun kamu menorehkan luka baru yang lebih dalam dari yang pernah ada.

Aku tau bahwa seharusnya aku melepaskanmu dari dulu, terutama ketika sama-sama tau bahwa kita ngga berjodoh. Entah kenapa, aku ngga rela ngelepas kamu. Mungkin karena aku belom nemuin pria laen yang bisa mengasihiku, sehingga aku bertahan dengan orang yang mengasihiku karena ada maunya, memanipulasi emosiku demi kepentingan pribadinya. Bodoh dan naif memang, tapi aku pernah sebegitu butanya karena cinta. Cinta yang ngga perlu ada apalagi bertumbuh di hatiku.

Setaon terakhir, ketika aku memutuskan untuk lost contact denganmu adalah masa paling indah yang pernah kumiliki dalam hidup ini (dan aku berniat memperpanjangnya seumur hidupku). Aku memperoleh segala sesuatu yang jauuuuhh lebih baik dari apa yang pernah kamu berikan, aku menemukan kehendak Tuhan, aku berjumpa dengan orang-orang yang mengasihiku apa adanya sekalipun mereka tau semua kecacatan dan keburukanku. Aku mulai mengerti jalan-jalan Tuhan yang sulit diselami, namun semuanya begitu indah dalam simfoni. Dan aku bertumbuh sedemikian rupa dalam kasih karunia-Nya, ketika aku membiarkan semua impianku yang semu diremukkan-Nya.

Aku ingat 2 taon lalu Tuhan pernah berbisik; "Serahkan dia dalam tangan-Ku, seperti Abraham menyerahkan Ishak. Serahkan untuk melepaskan, bukan untuk menerima kembali. I have someone better for you". Dan akhirnya aku memahami hal itu, aku paham kenapa kita ngga berjodoh, kenapa mama en semua sahabatku ngga suka ama kamu. Kamu emang ngga layak buat aku, dan ngga baik kalo kita bersama. Semua kekusutan dan jalan buntu selama bertaon-taon mendadak menjadi begitu jelas.

Aku menyadari bahwa aku ngga perlu berjuang untuk seseorang yang ngga akan pernah jadi milikku, bahkan aku uda ngga berminat ama kamu sekalipun kamu ngejar-ngejar aku. Aku ngga akan ngasi kamu kesempatan untuk memperbaiki kesalahanmu ato mengubah apapun yang sudah terjadi. Seandainya aku lebih cepat melepasmu, pasti hidupku jauh lebih bahagia dan aku sudah mencapai banyak hal yang baik dalam hidup ini. Tapi sayangnya semua harus kubayar dengan harga yang sangat mahal, yaitu penundaan.

Aku tau bahwa semua ini bukan sepenuhnya salahmu, akupun bersalah karena membiarkan diriku diperlakukan demikian. Aku pun berdosa terhadap diriku karena mengijinkanmu menyakiti dan memanipulasiku bertaon-taon lamanya. Jika saja dari dulu aku menetapkan batasan serta bersikap tegas, pasti hari ini akan berbeda kisahnya. Namun semua ngga bisa diulang, ngga ada yang bisa kembali seperti semula. Biarlah hubungan ini retak dan ngga akan pernah tersambung kembali, bahkan jika hanya untuk sebatas teman.


Terima kasih pernah menjadi tamengku dari pria-pria ngga jelas yang mendekatiku, untuk setiap doa yang pernah kau panjatkan untukku kepada Tuhan, karena kesabaranmu menghadapi temperamenku. Terima kasih telah mengajarkanku banyak hal, menemaniku menghadapi banyak situasi, mendidikku agar mengandalkan Tuhan lebih dari apapun juga. Dan terutama aku berterima kasih karena kamu pernah memerlakukanku sedemikian buruk, hingga akhirnya aku bisa melepasmu.


Aku mengampunimu sepenuhnya, tak ada dendam, tak ada lagi kekecewaan. Memang seharusnya aku ngga pernah menaruh harapan apapun kepadamu. Namun ini caraku, mengampuni namun "membakar jembatan" sehingga aku dan kamu terpisah oleh jarak yang tak terseberangi. Aku ngga akan biarkan dirimu mendekat, stalking, ato tau apapun tentang diriku. Dan aku ngga akan pernah cari tau apapun tentang kamu lagi. Inilah akhir dari kisah kita.

November 11, 2017

TANGISAN LANGIT

Langit sedang menangis
Berduka karna sepi
Kuberkata, aku disini menemanimu
Mari kita berbincang

Langit menjawab
Aku lelah dengan perasaan ini
Perasaan yang bukan untukku
Hati yang tergores karena harapan semu


Aku lelah dengan penantian sia-sia
Keinginan yang tak terwujud
Rindu yang tak terbalas
Kasih yang dimanipulasi


Tumpahkan semua hingga habis
Curahkan hingga kau lega
Bebaskan cengkeraman di hatimu
Lepaskan belenggu yang mengikatmu


Langitpun menumpahkan air mata
Deras penuh jeritan petir
Berangin menghajar pepohonan
Mengobrak-abrik ketenangan malam


Rasa sakit yang lama terpendam
Terlampiaskan sudah
Jeritan hati terdalam
Telah tersampaikan


Tak perlu ada yang memahami
Tak butuh satupun menenangkan
Biarkan langit meluapkan emosi
Demi kedamaian hatinya


~Rachel~
November 11, 2017

UNDERSTANDING YOUR POTENTIAL PART II (MYLES MUNROE)

BAB VII: APAKAH YANG DAPAT ANDA LAKUKAN?
"Seseorang tidak dapat menemukan lautan baru kecuali jika ia mempunyai keberanian untuk kehilangan pemandangan pantai"
1. Orang yang mengubah dunia adalah orang yang membuang kata-kata "tidak mungkin" dari kamus mereka. Kita dapat melakukan segala sesuatu--apapun yang kita percaya dan ingin lakukan untuk Tuhan.
2. Tuhan telah membangun potensi ke dalam diri Anda untuk menghasilkan segala sesuatu yang Ia kehendaki. Ia tidak akan memintanya jika itu tidak tersedia. Ia memperlengkapi Anda untuk menghasilkan apapun yang Ia kehendaki.
3. Tidak seorangpun dapat menentukan seberapa banyak dapat Anda hasilkan kecuali Anda sendiri dan Tuhan. Dalam dunia ini seharusnya tidak ada yang dapat menghentikan Anda untuk mencapai, menyadari, menggenapi dan memaksimalkan potensi Anda sepenuhnya.
4. Setelah Anda kembali kepada Tuhan (dalam pertobatan), Roh Kudus membawa kasih kembali ke dalam hati Anda. Ia menyalakan apa yang telah ada dalam hati Anda selama ini. Kasih bukan keputusan yang Anda buat karena Anda telah memilikinya (kasih bukan karunia, itu adalah buah. Jika Allah memilikinya, Anda memilikinya juga). Itulah sebabnya mengapa Anda dapat mengasihi musuh Anda.
5. Satu-satunya jalan untuk melepaskan diri dari semua keterikatan dan kebiasaan yang menguasai adalah memahami tujuan keberadaan Anda. Ia tidak menciptakan Anda untuk dikendalikan apapun. Ia menciptakan Anda supaya Anda dapat menguasai bumi.
6. Tuhan menghendaki engkau hidup selamanya karena roh tidak dapat mati. Dan engkau harus hidup selamanya dengan puas. Tuhan tidak pernah membuat apapun tanpa suatu tujuan. Jadi engkau dirancang untuk hidup kekal dan engkau harus memenuhi tujuan hidupmu.
7. Potensi sejati Anda memerlukan hidup kekal untuk dinyatakan dan dimaksimalkan.

BAB VIII: TANTANGLAH KEMAMPUAN ANDA
"Kemampuan Anda memerlukan tanggung jawab untuk menyingkapkan kemungkinan- kemungkinannya. Lakukanlah semampu Anda di manapun Anda berada dengan apa yang Anda miliki (Theodore Roosevelt)"
1. Setiap orang melihat Yesus, namun hanya sedikit di antara kita yang bertanya kepada Yesus, "Beritahukanlah kepadaku apa yang harus aku lakukan. Berilah aku sesuatu untuk menantang potensiku". Berilah tanggung jawab pada kemampuan Anda; itulah yang akan mengubah dunia. Mujizat terjadi jika kita memberikan tanggung jawab pada potensi kita. Jangan biarkan apa yang ada dalam diri Anda mati bersama Anda karena Anda tidak menantangnya.
2. Tidak ada jalan pintas untuk mengembangkan potensi Anda. Anda tidak akan pernah mengetahui apa yang mungkin dapat Anda capai jika Anda menggunakan alat bantu untuk dapat mencapainya. Anda tidak akan pernah mengetahui apa yang dapat Anda pelajari jika Anda mendapatkan gelar tanpa memenuhi persyaratan. Jalan pintas meniadakan potensi.
3. Kecuali jika Anda mengambil resiko untuk mencoba sesuatu yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya, Anda tidak akan pernah mengalami kekayaan yang hidup dalam diri Anda.
4. Keberhasilan membutuhkan usaha mencoba jalur baru daripada melewati jalan yang telah sering dilalui. Ada empat tahap pencapaian impian Anda: persiapkan dengan penuh doa, rencanakan dengan penuh tujuan, lakukan dengan cara positif, kejar dengan tekun.
5. Tidak seorangpun dapat memanjat melampaui batasan yang telah ia tetapkan dalam dirinya sendiri. Keberhasilan tidak pernah selesai, kegagalan tidak pernah mematikan. Keberanianlah yang penting-- keberanian dan kemauan untuk terus maju.

BAB IX: KUNCI MENUJU POTENSI ANDA
"Rahasia kehidupan yang berbahagia dan produktif adalah tetap melekat pada Sumber Anda"
1. Saat Tuhan menghendaki manusia, Ia berfirman pada diri-Nya sendiri. Karena itu manusia adalah apa yang kepadanya Tuhan berfirman. Manusia adalah roh sebab manusia berasal dari alam roh. Karena Anda berasal dari Tuhan, Anda memiliki komponen yang sama seperti Tuhan dan potensi Anda ditentukan oleh Tuhan.
2. Jika Anda memutuskan bahwa Anda tidak memerlukan Tuhan, Anda juga memutuskan tidak akan pernah mencapai semua kemampuan diri Anda. Seperti tanaman tidak dapat memenuhi potensinya tanpa terhubung dengan tanah, Anda tidak dapat memenuhi potensi sejati Anda tanpa berhubungan dengan Tuhan. Yesus berkata, "Akulah pokok anggur yang benar" (Yohanes 15:1). Kata "pokok anggur" disini secara harafiah berarti sumber kehidupan.
3. Seperti tukang kebun dalam kebun anggur, Bapa datang ke dalam hidup Anda dan mulai memangkas kebiasaan-kebiasaan yang sedang menggantung dan sikap-sikap yang sedang membunuh Anda. Ia merapikan sedikit disini dan sedikit disana dari hubungan-hubungan buruk yang menghalangi potensi Anda dan menghambat pertumbuhan Anda. Berapa banyakkah waktu Anda yang terbuang dari ketidaktaatan dan pemberontakan? Pangkaslah hidup Anda melalui disiplin dan ketaatan kepada Tuhan, yang menghendaki potensi Anda dimaksimalkan.
4. Setiap kali Anda melanggar batasan Anda, Anda dalam pemberontakan terhadap Tuhan. Batasan satu-satunya dari potensi Anda adalah pelanggaran terhadap firman Tuhan. Tuhan memberikan kebebasan kepada Anda untuk melakukan apapun kecuali tidak menaati-Nya.
5. Seluruh tujuan keberadaan Anda-- untuk memantulkan dan memperbesar kemuliaan Tuhan-- dipenuhi setiap kali Anda memaksimalkan potensi Anda. Tuhan bekerja keras untuk menjaga kita tetap berhubungan dengan Dia. Ia menghendaki kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi melalui kita.

BAB X: MEMBATASI POTENSI ANDA YANG TIDAK TERBATAS
"Kemampuan potensial Anda memerlukan kehidupan kekal untuk dapat diwujudkan"
1. Jika Anda ingin mengetahui seberapa besar potensi yang Anda miliki, pertama-tama tentukanlah siapa yang menciptakan dan membentuk Anda. Lalu periksalah tuntutan-Nya pada hidup Anda. Apapun yang dituntut-Nya, Anda pasti bisa.
2. Tidak peduli seberapa jauh pun kemajuan manusia atau seberapa banyak pun yang sudah ia kerjakan, ia tidak akan pernah mengalami potensinya yang penuh tanpa adanya suatu hubungan pribadi dengan Tuhan.
3. Kita harus memahami bahwa tubuh kita-- walaupun memiliki potensi, kekuatan, kemampuan, dan nilai yang luar biasa-- seharusnya tidak pernah menjadi ukuran potensi kita yang sepenuhnya. Jangkaulah melebihi genggaman Anda. Tubuh Anda bukan potensi Anda yang sepenuhnya.
4. Saya mendorong Anda untuk mengembangkan dan memelihara sikap yang tepat terhadap tubuh Anda. Belajarlah untuk melihatnya dari sudut pandang Tuhan, Penciptanya, yang (melalui rasul Paulus) menyebutnya "Bait Allah yang hidup" [II Korintus 6:16]. Pemeliharaannya dan efektivitas operasinya adalah tanggung jawab Anda. Tubuh Anda membutuhkan pemeriksaan berkala, jumlah bahan bakar (makanan) yang tepat, periode penyembuhan dan rekreasi (beristirahat, tidur, berpuasa), dan olahraga yang menyegarkan.
5. Saat wahyu dari manusia-- roh digantikan oleh informasi dari indra jasmani, manusia menjadi korban dari lingkungan dengan pendidikan sebagai tujuan utamanya. Ukuran potensi Anda yang sesungguhnya tersembunyi dalam Roh Tuhan. Putuskanlah untuk menemukan konsep Tuhan tentang potensi Anda.

BAB XI: KUNCI UNTUK MEMENUHI POTENSI ANDA YANG SEBENARNYA
"Apa yang ada di belakang kita dan apa yang ada di depan kita adalah masalah-masalah kecil dibandingkan dengan apa yang ada dalam diri kita (Oliver Wendel Holmes)"
"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada apa yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita... (Efesus 3:20)"
1. Firman Tuhan atas potensi Anda:
A. Anda memiliki potensi untuk ada dalam kelas Tuhan (Kejadian 1:27)
B. Anda memiliki potensi untuk bekerja seperti Tuhan (Kejadian 1:26)
C. Tuhan melihat dalam diri Anda potensi untuk menguasai, memerintah, dan menaklukkan seluruh bumi (Kejadian 1:26, 28)
D. Anda memiliki kemampuan untuk beranak cucu dan mempunyai keturunan Anda sendiri (Kejadian 1:28)
E. Anda memiliki kemampuan membayangkan dan merencanakan untuk melakukan segala sesuatu (Kejadian 11:6)
F. Anda memiliki potensi untuk percaya bahwa yang mustahil dapat menjadi mungkin (Markus 9:25)
G. Anda memiliki potensi untuk memengaruhi perkara jasmani dan rohani (Matius 16:19)
H. Anda memiliki potensi untuk menerima apapun yang Anda minta (Yohanes 15:7)
I. Anda memiliki potensi untuk melakukan pekerjaan yang lebih besar dari yang telah Yesus lakukan (Yohanes 14:12)
2. Sepuluh kunci untuk melepaskan potensi Anda:
* Anda harus mengenal (berhubungan dengan) Sumber Anda
Tuhan menjamin performance yang maksimal bagi potensi kita jika kita tetap berhubungan dengan-Nya dan tunduk pada persyaratan, spesifikasi, dan standar yang ditetapkan-Nya.
* Anda harus memahami bagaimana suatu produk dirancang untuk berfungsi
Potensi kita tidak dapat dilepaskan tanpa iman dan kasih. Ketakutan dan kebencian mengakibatkan hubungan pendek bagi potensi kita.
* Anda harus mengetahui tujuan Anda
Tujuan melahirkan tanggung jawab dan tanggung jawab menuntut potensi.
* Anda harus memahami sumber Anda
Sumber dan persediaan adalah untuk mempertahankan produk tersebut sementara potensinya dimaksimalkan.
* Anda harus ada dalam lingkungan yang tepat
Potensi manusia memerlukan lingkungan positif persekutuan, hubungan, kasih, dan tantangan untuk dapat dimaksimalkan.
* Anda harus melatih potensi Anda
Menuntut suatu janji tidak akan pernah membuatnya menjadi kenyataan. Anda harus menerapkan prinsip bekerja. Tanah telah dijanjikan kepada Abraham, namun ia harus menjalaninya untuk memilikinya.
* Anda harus menumbuhkan potensi Anda
Anda harus memberi makan potensi Anda dengan pupuk teman baik yang positif, lingkungan yang memberikan dorongan, menyiramkan air firman Tuhan, dan memandikannya dengan sinar matahari doa pribadi.
* Anda harus menjaga potensi Anda
Anda harus menjaga visi-visi dan impian-impian Anda dari dosa, keputusasaan, penundaan, kegagalan, pendapat, penyimpangan, tradisi, dan kompromi.
* Anda harus membagikan potensi Anda
Potensi sejati dan pemenuhannya dalam hiduo bukan apa yang sudah diselesaikan, melainkan apa manfaat yang diberikannya.
* Anda harus mengetahui dan memahami hukum keterbatasan
Kebebasan dan kekuatan adalah dua unsur yang paling penting dalam hidup kita. Kebebasan memerlukan hukum untuk dapat dinikmati dan kekuatan memerlukan tanggung jawab untuk dapat efektif.

BAB XII: BERANI MEMPERCAYAI POTENSI ANDA
"Potensi tanpa tujuan ilahi menghasilkan kehancuran diri sendiri"
1. Tuhan itu hidup dan berpikir dalam potensi. Ia selalu melihat perkara-perkara yang belum dapat terlaksana. Dengan sederhana Yesus meminta kita untuk memiliki iman-- mempercayai kebaikan dan pemeliharaan Tuhan.
2. Anda tidak memerlukan segala sesuatu untuk menikmati hidup, Anda perlu hidup untuk menikmati segala sesuatu.
3. Tuhan merindukan hubungan antara roh Anda dan Roh Kudus-Nya menjadi kaya sehingga Anda dapat menyatakan kedalaman kekayaan yang tidak terbatas dari potensi Anda yang tersembunyi.
4. "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kami inginkan dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu" (Markus 11:24, KJV). Keinginan adalah begitu menginginkan sehingga mau berkorban untuk itu. Hanya jika kita bersedia berkorban untuk apa yang kita inginkan, kita akan menerimanya.
5. Entah Anda gagal atau berhasil, menang atau kalah, itu tidak bergantung pada Tuhan, melainkan pada Anda. Ia siap melakukan bagian-Nya jika Anda bersedia bekerjasama dengan tujuan-Nya bagi hidup Anda.


MYLES MUNROE

November 7, 2017

UNDERSTANDING YOUR POTENTIAL PART I (MYLES MUNROE)

"Aku hanya ada satu. Tetapi aku salah satunya. Tak dapat kulakukan segala sesuatu, tetapi aku dapat melakukan sesuatu. Apa yang dapat kulakukan sebaiknya kulakukan. Dan apa yang sebaiknya kulakukan, dengan anugerah Tuhan akan kulakukan" (Jerry Horner)


PENDAHULUAN
1. Sikap tidak peduli dan acuh tak acuh adalah alat setan yang sangat kuat untuk menghambat pertumbuhan Kerajaan Allah. Banyak orang Kristen yang tidak waspada telah ditaklukkan oleh daya tarik "hidup santai" yang memperdaya.
2. Keberhasilan bukan suatu perbandingan antara apa yang telah kita lakukan dengan yang dilakukan orang lain. Masalahnya hanya mencapai tingkatan terbaik kita, mengusahakan yang terbaik dari kemampuan dan kemungkinan kita.
3. Salah satu tragedi terbesar dalam kehidupan adalah menyaksikan matinya potensi tanpa dimanfaatkan.
4. Segala sesuatu dalam kehidupan diciptakan dengan potensi dan memiliki prinsip potensi. Masalah-masalah dalam dunia kita tetap tidak terjawab karena potensi yang tetap terkubur.
5. Tolaklah rasa puas dari keberhasilan Anda, sebab potensi tidak pernah punya rencana pensiun.

BAB I: SEGALA SESUATU DALAM KEHIDUPAN MEMPUNYAI POTENSI
"Semua manusia dikirim ke dunia dengan kredit tanpa batas. namun sedikit sekali yang mengambil sepenuhnya"
1. Potensi adalah... kemampuan yang tidak aktif... kekuatan cadangan... kekuatan yang belum dimanfaatkan... keberhasilan yang belum dipakai... talenta tersembunyi... kemampuan yang masih tertutup... semua yang dapat Anda capai namun belum terwujud... semua yang Anda mampu lakukan namun belum dilaksanakan... sejauh yang dapat kita capai namun belum tercapai... apa yang dapat kita selesaikan namun belum diselesaikan... Potensi adalah kemampuan yang belum tersingkap dan kekuatan yang terpendam.
2. Kecuali Anda melakukan sesuatu melebihi apa yang telah Anda lakukan, Anda tidak akan pernah bertumbuh atau mengalami potensi Anda sepenuhnya.
3. Potensi selalu ada, menanti untuk disingkapkan. Potensi menuntut Anda untuk tidak pernah berhenti pada apa yang telah Anda capai.
4. Jangan merasa puas dengan keberhasilan terakhir Anda, sebab masih banyak keberhasilan yang harus disempurnakan. Karena Anda penuh dengan potensi, Anda seharusnya bukan orang yang sama di tahun depan.
5. Orang yang mati tanpa mencapai potensi mereka sepenuhnya merampok generasinya dari kemampuannya yang tersembunyi.

BAB II: SUMBER SEGALA POTENSI
"Potensi sesuatu berhubungan dengan sumbernya"
1. Segala sesuatu yang dahulu ada, sekarang ada, ada di dalam Tuhan. Kita harus mulai dengan Tuhan.
2. Jadi, iman bukan bukti dari segala sesuatu yang tidak ada. Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang belum kelihatan. Segala sesuatu yang kita lihat telah ada sebelumnya. Itu menjadi kelihatan saat Tuhan berfirman. Tuhan adalah sumber kehidupan.
3. Tuhan tidak menciptakan dunia hanya dengan memikirkan segala sesuatu lalu menjadi ada. Ia mengerjakannya. Setelah menciptakan suatu rencana dalam pikiran-Nya, Tuhan berfirman untuk membuat kelihatan apa yang tidak kelihatan.
4. Saat penciptaan selesai, Tuhan beristirahat. Tuhan adalah yang pertama berhari sabat-- Ia memaksudkan Sabat sebagai suatu berkat. Ia tahu bahwa kehidupan menghasilkan pekerjaan, dan pekerjaan menciptakan kebutuhan akan istirahat.
5. Seperti Tuhan, kita mengandung banyak hal. Kita penuh dengan imajinasi, memiliki kekuatan potensi untuk menjadi lebih dari apa yang tampak dari kita. Ada banyak impian, visi, rencana, dan gagasan di dalam kita yang perlu dilepaskan. Tuhan ingin kita menyalurkan kuasa-Nya dan menggunakannya, sebab Tuhan menciptakan kita dengan potensi.

BAB III: SIAPAKAH ANDA?
"Siapa Anda sebenarnya berhubungan dengan dari mana Anda berasal"
1. Jangan pernah biarkan siapapun membuang Anda. Anda bukan barang rongsokan. Saat Tuhan melihat Anda, Ia melihat hal-hal yang diabaikan orang lain. Roh Tuhan yang berhubungan dengan roh Anda adalah satu-satunya hakim yang benar tentang nilai diri Anda. Jangan terima pendapat orang lain karena mereka tidak dapat melihat apa yang dilihat Tuhan.
2. Anda tidak akan pernah mengenal diri Anda sendiri dengan menghubungkannya dengan ciptaan, hanya dengan Sang Pencipta. Kunci untuk memahami kehidupan ada dalam sumber kehidupan, bukan dalam kehidupan itu sendiri.
3. Anda adalah apa yang Tuhan katakan tentang Anda; Ia melihat ke dalam diri Anda melebihi apa yang Anda bayangkan. Potensi Anda hanya dibatasi oleh Tuhan, bukan orang lain.
4. Melampaui masalah-masalah pada saat ini Tuhan melihat keberhasilan, dan Ia selalu memanggilnya sampai apa yang dilihat-Nya menjadi kenyataan.
5. "Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain yaitu: Kristus ada di dalam kamu, Kristus adalah pengharapan akan kemuliaan" (Kolose 1:27). Tugas kita bukan membawa Kristus ke dalam diri kita, melainkan keluar dari diri kita.

BAB IV: APAKAH YANG TERJADI DENGAN ANDA YANG SEBENARNYA?
"Saat seseorang menetapkan suatu batas atas kemungkinan jati dirinya, ia telah meletakkan suatu batas atas jati dirinya nanti"
1. Setan yang datang untuk menghancurkan apa saja yang diciptakan Tuhan, telah menghancurkan konsep diri kita sendiri. Karena kita tidak menyukai diri kita sendiri, kita melakukan segala sesuatu yang bodoh. Jika Anda mencintai diri Anda sendiri, Anda tidak akan menurunkan standar Anda. Anda tidak akan menjual diri Anda kepada seorangpun. Anda tidak akan membiarkan seorangpun membeli Anda-- Anda terlalu mahal.
2. Setan menghancurkan kecerdasan sejati manusia, yang merupakan suatu hubungan rohani dengan Tuhan. Saat kita berhubungan dengan Tuhan, roh kita dapat mengetahui apapun. Itulah sebabnya pengetahuan yang digunakan Tuhan untuk berkomunikasi tidak dipelajari.
3. "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan" (Yohanes 10:10). Yesus datang untuk mengambil penutup mata air Anda, untuk membuang penyumbat diri Anda yang sejati, untuk membuka kapasitas diri Anda yang sejati dan apa yang Anda sanggup jadikan.
4. Pekerjaan Yesus adalah membuka penutup-- membuka apa yang ditutup oleh setan. Yesus datang untuk melakukan kebalikan dari apa yang dilakukan setan. Yesus datang bukan untuk meyakinkan Tuhan tentang apapun, melainkan untuk meyakinkan kita tentang siapa diri kita sebenarnya.
5. Yesus datang bukan untuk mati bagi diri-Nya sendiri, melainkan untuk Anda, supaya Anda dapat dihubungkan kembali dengan Sumber Hidup. Ia memberikan hidup-Nya untuk memulihkan hubungan Anda dengan Tuhan-- memberikan kepada Anda hidup berkelimpahan, yang mengalir dan memancar.

BAB V: HIKMAT SIAPAKAH?
"Hikmatlah yang tertinggi; karena itu perolehlah hikmat (Amsal 4:7, NIV)"
"Hikmat melindungi kita dari bahaya pengetahuan"
1. Jika kita tidak bertanya pada diri sendiri, "Apakah tujuan dari segala sesuatu dalam kehidupan?" Kita akan mati tanpa mengalami potensi dari segala sesuatu. Kita akan kehilangan hikmat Tuhan dalam penciptaan.
2. Tuhan menganggap hikmat apapun yang tidak memenuhi tujuannya semula sebagai kebodohan.
3. Roh Kudus adalah kunci yang membuat kuasa yang tertidur dalam diri Anda menjadi hidup. Sebab Anda tidak mampu benar-benar mengenal diri Anda sendiri sampai secara rohani Anda hidup.
4. Hal-hal terdalam yang dapat Anda ketahui tentang diri Anda sendiri adalah apa yang Anda dapat dari roh Anda.
5. Saat Anda lapar akan hal-hal yang dalam dari Tuhan, Anda tidak akan dapat dipuaskan sampai Roh Kudus menyatakan rahasia hikmat Tuhan kepada Anda. Anda tidak akan pernah dipuaskan tanpa Tuhan, sebab Anda mencari apa yang Tuhan miliki.

BAB VI: MENGAPA ANDA DILAHIRKAN?
"Tak seorangpun dapat membuat Anda merasa rendah tanpa persetujuan Anda (Eleanor Roosevelt)"
1. Jika Anda merasa nyaman tentang diri Anda sendiri, Anda akan merasa nyaman tentang orang lain. Hanya setelah Anda melihat diri Anda sebagai orang yang berhargalah, Anda dapat menghargai orang lain.
2. Hanya jika Anda menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan Anda, itulah langkah pertama untuk memahami mengapa Anda dilahirkan.
3. Sebagian jawaban dari pertanyaan mengapa kita lahir dinyatakan dalam kehendak Tuhan supaya kita dapat menampilkan kemuliaan-Nya.
4. Mulailah membayangkan apa yang ingin Anda jadikan... apa yang ingin Anda capai... kemana Anda akan pergi... siapa yang ingin Anda pengaruhi. Lakukanlah sesuatu dan taruhlah rencana Anda di suatu tempat yang mudah dicapai supaya Anda dapat memantau kemajuan Anda, dengan melihat sedekat apakah Anda ke sasaran Anda berikutnya.
5. Saat Anda bermimpi, berpikir, membayangkan dan merencanakan apa, Anda akan mulai melihat mengapa Tuhan menciptakan Anda dan pekerjaan yang telah Ia rancang bagi Anda.


MYLES MUNROE