1. Kemuliaan adalah seluruh manifestasi dari tujuan Anda, yang merupakan diri Anda yang sebenarnya.
2. Kita membutuhkan lingkungan yang tepat untuk memanifestasikan sifat kita yang sebenarnya. Kemuliaan dilepaskan ketika kondisinya tepat dan ada tuntutan terhadap dirinya.
3. Ketika kita menggunakan karunia dan bakat kita untuk mewujudkan visi dan impian yang diberikan oleh sang Pencipta, maka kita sebenarnya sedang memanifestasikan kemuliaan kita.
BAB 1: SIFAT KEMULIAAN
"Semua ciptaan ada untuk menyatakan kemuliaan Tuhan"
1. Ketika kita berbicara tentang kemuliaan (kabod atau doxa) Tuhan, sebenarnya kita mengacu pada pentingnya pribadi dan reputasi-Nya, kepenuhan hadirat-Nya di bumi, manifestasi yang terlihat dari atribut dan karakter-Nya, dan ekspresi penuh dari sifat-Nya.
2. Empat prinsip kemuliaan dalam ciptaan:
A. Tuhan menciptakan segalanya dengan kemuliaan
B. Tuhan menciptakan segalanya untuk menyatakan kemuliaan-Nya.
Kemuliaan manusia adalah menjadi serupa dengan Tuhan dan memerintah seperti Tuhan dalam persekutuan dan keharmonisan dengan Tuhan.
C. Tuhan senang ketika kemuliaan terlihat
D. Tuhan menciptakan manusia sebagai pernyataan tertinggi kemuliaan-Nya
3. Tuhan sudah mengaruniai kita dengan keserupaan rohani, intelektual, dan moral dengan Dia. Diciptakan menurut gambar Tuhan berarti Ia memberi kita sifat moral dan rohani-Nya.
4. Mengapa Tuhan menciptakan kita? Untuk menyembah Dia. Tujuan kita yang sebenarnya adalah untuk menyatakan kemuliaan Tuhan.
5. Penyembahan yang sempurna adalah hidup terus menerus di dalam hadirat Tuhan (lingkungan yang benar).
BAB 2: LINGKUNGAN KEMULIAAN
"Hadirat Tuhan adalah lingkungan yang sempurna tempat kita berbuah"
1. Manusia diciptakan untuk berfungsi di dalam lingkungan yang sudah ditetapkan: hadirat Tuhan. Kita dapat bertumbuh di dalam lingkungan yang telah dirancang untuk kita. Untuk menjadi serupa dengan Tuhan, kita harus mengenal Tuhan, dan untuk mengenal Tuhan, kita harus menghabiskan waktu di dalam hadirat-Nya.
2. Be fruitful (berbuah) berarti menghasilkan apa yang ada di dalam; memamerkan kemuliaan yang tersembunyi. Berbuah berarti menjadi produktif, dan juga mereproduksi diri. Berbuah itu penting bagi Tuhan.
3. Satu karakteristik yang signifikan dari lingkungan Eden adalah kebebasan. Adam dan Hawa diciptakan sebagai makhluk moral yang dapat menentukan diri sendiri dan bertanggung jawab. Kebebasan sejati selalu punya batasan dan ketaatan menjadi berarti hanya jika ada standar perilaku.
4. Dosa mengharuskan Tuhan untuk menghalau manusia dari hadirat-Nya. Kita tidak dapat berfungsi dengan benar tanpa hadirat Tuhan, kita juga tidak dapat masuk ke hadirat-Nya dalam keadaan rusak akibat noda dosa.
5. Tuhan menciptakan kita untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Ia akan melakukan apapun yang perlu Ia lakukan untuk mengembalikan kita kepada diri-Nya dan melihat kemuliaan-Nya dinyatakan di dalam kita.
BAB 3: KEMULIAAN DALAM "PAKAIAN BUMI"
"Kemuliaan Tuhan adalah manusia yang hidup sepenuhnya"
1. Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya. Ia menanamkan pada kita sebagian dari sifat-Nya, karakter-Nya, dan atribut-Nya. Tuhan menciptakan kita untuk memerintah, kemudian memberi kita kuasa dan otoritas untuk melakukannya.
2.
Mengakui karunia yang Tuhan berikan kepada kita dan melakukannya tanpa merasa malu atau meminta maaf bukanlah mencuri kemuliaan Tuhan. Sebaliknya inilah cara memberi kemuliaan kepada-Nya.
3. Kita harus belajar bagaimana membuat "bejana tanah liat" yang rentan ini, yaitu tubuh kita, dan mengubahnya menjadi "cawan kemuliaan".
4.
Tuhan tidak menciptakan kita untuk mencari nafkah, tetapi untuk memperlihatkan kepada dunia seperti apakah Dia. Tuhan menciptakan kita untuk menjadi dan melakukan sebagaimana yang Ia kehendaki dan kemuliaan kita adalah mengekspresikan semua itu sepenuhnya.
5. Kemuliaan Tuhan muncul ketika kita mengikuti Roh-Nya dan bergantung pada kuasa-Nya untuk menjadi segalanya sebagaimana yang Ia maksudkan bagi kita.
BAB 4: KEMULIAAN DALAM HAL "MENJADI"
"Tuhan memberi keterampilan, tetapi bukan tanpa tangan manusia. Ia tidak dapat membuat biola Antonio Stradivari tanpa Antonio" (George Eliot)
1. Tuhan sudah mengaruniai kita dengan karunia, talenta, dan kemampuan, dan Ia ingin kita menggunakan semuanya itu demi kemuliaan-Nya dan demi kebaikan umat manusia. Kita harus berusaha menuangkan secara bebas semua yang ada di dalam diri kita untuk pelayanan yang tidak egois kepada dunia. Tujuan kita haruslah "mati dalam keadaan kosong".
2.
Kita sukses di mata Tuhan ketika kita hidup dan berjalan dalam ketaatan kepada kehendak-Nya, mengerjakan panggilan-Nya di dalam hidup kita, dan mencurahkan waktu serta energi kita untuk menjadi orang yang Ia inginkan. Sukses menurut Tuhan adalah mengekspresikan sepenuhnya kemuliaan di dalam kita.
3. Tuhan menciptakan kita untuk mendapatkan kepuasan dalam pekerjaan kita di dalam kerangka hubungan kasih pribadi dengan Dia melalui Kristus. Melihat diri kita melalui mata Tuhan adalah satu-satunya cara kita dapat mengenali pribadi kita yang sebenarnya.
4.
Berada di lingkungan yang tepat adalah perkara yang paling penting. Tidak ada kesabaran dan kerja keras yang akan memberikan hasil yang baik jika kita berusaha bekerja di tempat yang salah atau mengerjakan tugas yang salah. Hidup dalam hubungan kasih yang selalu bertumbuh dengan Tuhan lebih penting daripada apapun yang kita berusaha lakukan bagi Dia.
5. Jika kita mau memaksimumkan kemuliaan kita dan mengungkapkan diri kita yang sebenarnya, kita harus siap bekerja keras.
Orang yang memaksimumkan kemuliaan mereka selalu letih. Orang yang letih, "terkuras" adalah orang yang mengubah dunia. Kemuliaan akan melahap kita seperti api dan mengosongkan kita seperti anggur yang ditumpahkan. Tujuan kita dalam hidup adalah melepaskan kemuliaan kita.
BAB 5: HADIRAT DAN KEMULIAAN
"Jika kita ingin melihat kemuliaan Tuhan, kita harus hidup di dalam hadirat Tuhan"
1. Tidaklah normal bagi orang percaya untuk menjalani kehidupan tanpa merasakan hadirat atau kuasa Tuhan. Berjalan bersama Tuhan di bawah naungan perlindungan hadirat-Nya harus menjadi pengalaman kita hari demi hari, saat demi saat.
2. Selama bangsa Israel setia kepada Tuhan, taat kepada-Nya, dan terus menerus lapar akan hadirat-Nya, mereka pun mengalami damai sejahtera, kemenangan, kemakmuran, dan memenuhi tujuan Tuhan bagi mereka sebagai suatu bangsa. Kemuliaan mereka memancar ketika mereka mengikuti tujuan yang sudah Tuhan tetapkan bagi mereka.
3. Hadirat Tuhan adalah manifestasi aktif dari Tuhan yang memenuhi lingkungan tempat ciptaan ada dan hidup, sementara kemuliaan Tuhan adalah pernyataan terbuka dari atribut dan karakter Tuhan. Manifestasi hadirat Tuhan adalah ketika Tuhan mengambil inisiatif untuk membuat diri-Nya diketahui oleh kita dengan cara tertentu dan terfokus yang melampaui kemahahadiran-Nya yang umum.
4. Ketika kita mengalami kemahahadiran Tuhan, kita menyadari keberadaan-Nya; ketika kita mengalami manifestasi hadirat Tuhan, kita menyadari kekudusan-Nya; dan ketika kita mengalami kemuliaan Tuhan, kita menyadari kuasa-Nya.
5.
Lima kunci untuk melepaskan kemuliaan Tuhan:
• Kemuliaan Tuhan memerlukan hadirat Tuhan untuk dinyatakan
• Hadirat Tuhan kondusif bagi kemuliaan Tuhan
• Manusia diciptakan untuk hidup dan berfungsi di dalam hadirat Tuhan
• Puji-pujian adalah lingkungan yang ideal bagi manusia dan ciptaan
• Hadirat Tuhan melepaskan kemuliaan Tuhan
6. Ia adalah buyung, kita adalah gelas-gelasnya, Tuhan menuangkan sebagian dari diri-Nya ke dalam kita dan ingin terus menuang hingga kita melimpah. Ia ingin kita menghasilkan kemuliaan-Nya di dalam kita untuk memberkati orang lain. "Hendaklah terang [kita] bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatan [kita] yang baik dan memuliakan Bapa [kita] yang di surga" (Matius 5:16).
7.
Bagaimanakah orang "mengecap" Tuhan? Dengan berbicara kepada seseorang dimana Dia nyata dalam hidupnya. Ketika kita "menuangkan" hidup kita kepada orang lain dalam nama Yesus, mereka akan minum dari kita tetapi akan mengecap Dia.
BAB 6: MEMULIHKAN LINGKUNGAN KEMULIAAN
"Puji-pujian kita menciptakan lingkungan rohani Eden dan menarik hadirat Tuhan"
1. Melalui darah Kristus dan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, kita dapat menciptakan lingkungan kita sendiri yang menarik hadirat Tuhan. Lingkungan itu adalah atmosfer puji-pujian.
2. Puji-pujian selalu positif. Tidak ada pujian negatif. Kita tidak dapat "memuji" dalam ketidaksepakatan; itu tidak lebih dari kritik. Dosa adalah pemberontakan melawan Tuhan, tetapi puji-pujian mencerminkan hubungan kita dengan Tuhan. Kita dapat memuji Tuhan karena kita mempunyai hubungan dengan Dia melalui Kristus.
3.
Kita harus memuji Tuhan sepanjang waktu, bahkan ketika kita tidak ingin melakukannya. Walaupun perasaan dan suasana hati kita berubah, posisi hati kita tidak boleh berubah, dan hati inilah yang Tuhan lihat. Puji-pujian yang sejati hanya datang dari kerendahan hati dan terfokus kepada Tuhan.
4. Puji-pujian adalah sesuatu yang kita lakukan, sementara penyembahan adalah sesuatu yang Tuhan lepaskan. Kita memprakarsai puji-pujian; ini datang dari dalam hati kita. Sementara kita menyempurnakan atau mematangkan puji-pujian kita, dan ketika roh kita sejalan dengan Roh Tuhan, Ia melepaskan hadirat-Nya di tengah-tengah kita. Perpaduan hadirat Tuhan dengan puji-pujian kita itulah yang disebut penyembahan.
5. Penyembahan kita terdiri tidak hanya dari pengakuan akan sifat, atribut, dan karakter Tuhan dengan pujian dan ucapan syukur kita, tetapi juga dalam pekerjaan kita, perbuatan baik kita, pelayanan kita, dan gaya hidup kita. Ketika kita hidup dan berjalan di "Eden", semua yang kita katakan, pikirkan dan perbuat menjadi tindakan penyembahan.
BAB 7: MENDESAK KEMULIAAN KELUAR
"Milikku adalah rasa sakit, dan milik-Mulah kemuliaan" (Geoffrey Chaucer)
1. Kemuliaan sebenarnya dari sebuah jeruk adalah airnya. Bagaimanakah kita mendapatkan air dari sebuah jeruk? Membelah jeruk tersebut dan memeras airnya keluar. Dengan cara yang sama, kemuliaan Tuhan di dalam kita tersembunyi di dalam "bejana tanah liat" yang kita sebut tubuh. Membawa keluar kemuliaan itu akan mengubah secara permanen bejana yang berisi kemuliaan tersebut.
2. Bagaimana kita tumbuh menjadi dewasa dalam Kristus? Belajar mempercayai Tuhan akan menyelesaikan apa yang Ia mulai. Pertumbuhan terjadi hanya ketika kita mengatasi penolakan dan rintangan.
3. Kemuliaan muncul di bawah tekanan. Tuhan memakai penolakan--masalah, pencobaan, ujian, rintangan--untuk "memeras" keluar kemuliaan-Nya dari kita. Ketika berada di bawah tekanan inilah kita menyingkapkan siapa diri kita yang sebenarnya. Kita memperlihatkan kepada dunia betapa besar Tuhan melalui pencobaan yang Ia izinkan untuk kita lalui.
4. Apa yang kita lihat sebagai masalah, Tuhan lihat sebagai peluang untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Tantangan kita adalah belajar bagaimana berhenti memandang keadaan kita melalui mata kita sendiri dan mulai melihat keadaan dari perspektif Tuhan.
5. Jika hidup menempatkan Anda "dalam suatu tekanan", jangan putus asa; itulah tempat yang baik untuk Anda berada. Izinkanlah tekanan kehidupan memeras kemuliaan keluar dari Anda supaya menyebar ke lingkungan di sekitar Anda dengan keharuman hadirat Tuhan. Kita perlu siap dan bersedia "diperas" demi kemuliaan Tuhan. Kadang-kadang perasan menyakitkan, tetapi hasil dan imbalannya sebanding dengan sakitnya.
BAB 8: YESUS— MENYATAKAN KEMULIAAN TUHAN
"Tujuan hidup adalah menyatakan kemuliaan kita"
1. "Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku unruk melakukannya" (Yohanes 17:4). Bagi Yesus, memuliakan Tuhan berarti taat dan setia untuk menyelesaikan misi yang Ia sudah terima dari Bapa-Nya. Yesus lahir untuk salib. Disitulah kepenuhan kemuliaan-Nya dinyatakan.
2. Yesus mengambil bentuk manusia supaya kita dapat melihat sendiri ekspresi penuh dari sifat dan karakter-Nya. Ia menjadi seperti kita supaya kita dapat sekali lagi menjadi seperti Dia. Yesus adalah manifestasi penuh dari kemuliaan Tuhan dalam manusia. Kehidupannya adalah teladan bagi kita untuk menjadi seperti Dia dalam "bejana tanah liat" kita.
3. 3 prinsip dari kisah air menjadi anggur (Yohanes 2:6-11):
• Kadang-kadang Tuhan mengizinkan sesuatu "habis" untuk menyatakan kemuliaan-Nya.
• Ketika hidup mengejutkan Anda ingatlah bahwa itu adalah kejutan kemuliaan.
• Kemuliaan selalu menyatakan yang lebih baik daripada apa yang kita miliki sebelumnya.
4. Begitu sering sebagai orang percaya kita melayani Tuhan karena perkara-perkara baik yang Ia perbuat bagi kita dan melupakan bahwa kehidupan bukanlah tentang berkat, melainkan tentang kemuliaan. Kemuliaan Tuhan paling bersinar terang di tengah-tengah masa gelap dan kemuliaan itu muncul di bawah tekanan.
5. Kita membawa kemuliaan kepada Tuhan ketika kita membuat sesuatu yang produktif dan berharga dari hidup kita. Ini berarti menemukan untuk apa kita dilahirkan dan melakukannya. Jika buah berarti produktivitas, maka produktivitas berarti kerja.
BAB 9: MELEPASKAN KEMULIAAN
"Apa yang kulakukan adalah aku: untuk itulah aku datang" (Gerard Manley Hopkins)
1. Tak seorangpun dari kita boleh mati sebelum kita benar-benar menyatakan kemuliaan Tuhan yang terperangkap di dalam kita. Tuhan mau kita mati dalam keadaan kosong; Ia tidak mau kita membawa kemuliaan kita ke dalam kubur.
2.
Cara untuk memuliakan Tuhan:
• Memperlihatkan sifat dan atribut-Nya.
Ini berarti memberikan penghormatan terbuka kepada Tuhan untuk semua pencapaian-Nya, semua yang Ia perbuat secara langsung dan juga yang Ia kerjakan di dalam dan melalui kita.
• Menyatakan rupa-Nya
Ketika kita mulai menemukan dan melepaskan kemuliaan kita melalui kuasa Tuhan, kita akan mulai mencerminkan rupa Pencipta kita.
• Memperlihatkan karakter-Nya
Selama kita tetap rendah hati di hadapan Tuhan dan mengizinkan Dia menyatakan kemuliaan-Nya, orang lain akan melihat karakter-Nya di dalam kita, hal-hal seperti: kebenaran, kehormatan, integritas, keadilan, dan kekudusan.
•
Memperlihatkan sikap Tuhan
Ini berarti mengerjakan mimpi kita, memaksimalkan karunia kita, memanfaatkan bakat kita, dan mengeluarkan semua kemampuan kita yang tersembunyi.
3.
Petrus mengatakan bahwa orang percaya "boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi" (kemuliaan) dan bahwa Tuhan "telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh". Ini berarti bahwa jika kita orang percaya, Tuhan sudah memberi kita segala sesuatu yang berguna bagi kita untuk menjadi serupa dengan Dia. Ia ingin kita menanggapi hidup bukan dari perspektif manusia, melainkan dari perspektif ilahi.
4. "
Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah (Yohanes 12:23-24). Ada harga untuk keilahian (godliness/ kemuliaan). Jika kita ingin kemuliaan kita muncul, kita harus siap menghadapi masa sukar. Kita harus bersedia berdiri sendirian, mengetahui sepanjang waktu bahwa akan ada banyak orang menunggu untuk menusuk kita dari belakang.
"Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (II Timotius 3:12).
5.
Kemuliaan kita yang sebenarnya tidak akan muncul sebelum hal itu membunuh kita. Kemuliaan menghabiskan kita, itulah sebabnya kita mati ketika kita selesai.
6. Tuhan tidak mau sukses yang tersembunyi; Ia mau peragaan terbuka dari apa yang Ia sudah taruh di dalam kita. Ia mau seluruh dunia melihat terbuat dari apakah kita sebenarnya. Kemuliaan Tuhan tidak dapat dinyatakan secara tersembunyi.
7.
Apabila tak seorangpun berbicara tentang Anda, itu mungkin karena Anda tidak berbuat apa-apa. Jika Anda mau berbuat sesuatu dengan hidup Anda, Anda harus keluar dari norma, berhentilah mendengarkan orang-orang yang pesimistis dan pecundang, dan bangkitlah mengatasi roh yang puas dengan keadaan biasa-biasa saja.
8. Seperti mawar yang keharumannya menjadi semakin kuat ketika helai bunganya diremas, kemuliaan Yesus memancar ketika mereka meremukkan Dia. Apakah yang akan Anda tinggalkan bagi generasi mendatang? Siapakah yang akan melihat kemuliaan Anda sesudah Anda tiada? Apakah keharuman yang tinggal dari kemuliaan Anda membuat bumi lebih baik?
BAB 10: HARUMNYA KEMULIAAN
"Kebaikan dihasilkan oleh keburukan, seperti semerbak mengeluarkan keharuman" (Samuel Rogers)
1. Tuhan meremukkan kita untuk memeras keluar kemuliaan kita. Kita mungkin tidak nyaman dengan tekanan yang Ia berikan, tetapi Tuhan senang dengan keharuman yang dihasilkan. Tuhan menciptakan kita untuk melepaskan kemuliaan-Nya di dunia dan tujuan-Nya tidak akan selesai sebelum seluruh bumi dipenuhi dengan keharumannya.
2. Memandang diri Anda sebagai "aroma Kristus" dan "keharuman kehidupan" pasti mengubah cara Anda menghadapi keadaan Anda. Bersyukurlah kepada-Nya untuk kehormatan dalam menyatakan kemuliaan-Nya. Bersyukurlah untuk pewahyuan yang Ia sudah berikan yang memungkinkan Anda mengerti keadaan dari perspektif-Nya.
3. Tekanan Tuhan tidak akan menghancurkan Anda, tetapi malah memurnikan Anda. Dapur pemurnian Tuhan hanya akan membakar habis "ketidakmurnian" dari dunia yang menyembunyikan kemuliaan Anda.
4. Peremukan ini mengungkapkan 3 rahasia untuk menyatakan kemuliaan Tuhan:
• Kemuliaan Tuhan dinyatakan ketika tuntutan diajukan atas potensi kita
• Kemuliaan Tuhan disingkapkan ketika kita mengerjakan potensi kita
• Kemuliaan Tuhan diperlihatkan melalui tantangan kehidupan
5. Hidup akan meremukkan, menekan, dan menyengsarakan kita, tetapi tangan Tuhan ada atas kita, dan Ia akan memastikan bahwa kita lolos melewati api dengan pakaian kita tidak berbau asap, tetapi keharuman dari kemuliaan.
6. Tekanan yang meremukkan dari kehidupan dan dapur kesengsaraan membawa pertumbuhan dan kematangan di dalam hidup kita. Kematangan atau kedewasaan adalah perkembangan penuh dari benih, pelaksanaan total dari potensi. Kedewasaan adalah tujuan hidup dan pertumbuhan adalah kuncinya.
7. Dunia membutuhkan kemuliaan Anda. Setiap kita adalah bagian dari rancangan utama Tuhan bagi penciptaan. Anda mempunyai sesuatu yang dunia butuhkan yang tak seorang lain pun dapat memberikannya.
8. Seperti pembawa obor Olimpiade, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga" (Matius 5:16). Jika kita setia dalam perkara ini, maka kita akan mempercepat datangnya hari ketika janji Tuhan akan tergenapi:
"Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut" (Habakuk 2:14).
Myles Munroe
THE GLORY OF LIVING
KUNCI UNTUK MELEPASKAN KEMULIAAN PRIBADI