November 15, 2014

FATHER'S HEART

"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu" (I Korintus 13:4-7).

Father's heart. Hati Bapa. Hal itu mudah banget untuk dikatakan, tapi sangat sulit untuk dipraktekkan. Apalagi dalam kondisi yang buruk, diperlakukan nggak adil, dihakimi tanpa sebab, diremehkan dan difitnah. Namun itulah yang Tuhan ajarkan dalam hidupku di masa-masa suramku.

Well, beberapa kali Tuhan menyatakan dengan jelas kalo aku harus balik ke CG lama sekalipun ada CG yang jauh lebih baik, pemimpin yang care, sahabat yang membangun, serta hubungan kasih yang nyata yang kudapat dari teman-teman BUF. Aku ngerasa semua hal itu udah lebih dari cukup en nggak bisa kudapatkan di CG. Nggak akan pernah bisa.

Saat aku memantapkan hatiku untuk taat, datanglah badai yang hampir bikin kemauanku kandas. Aku dapet kabar kalo gembala pemuda dapet info nggak bener tentang aku en dia ambil kesimpulan bahwa akulah yang bermasalah. Dia bilang kalo dimana-mana aku ini bikin masalah, nggak hanya di pelayanan, tapi juga di CG. En beberapa perkataan lain yang menyakitkan hati karena isinya penghakiman semua. Wewwww, you know my name, but not my story and the reason behind. Bukannya pemimpin yang lebih atas seharusnya berusaha mendamaikan, tapi ini kok malah ambil kesimpulan sendiri setelah denger cerita dari 1 pihak? Manusia...manusia, ternyata kualitas hatimu nggak sehebat jabatan yang kamu duduki :(

Saat denger kabar itu, aku kecewa banget. Selama ini aku respek sama pemimpin yang 1 itu karena kunilai hatinya masih murni, ternyata persepsiku selama ini salah. Dia cuma melihat apa yang kelihatan, tanpa mau tahu kasus sebenernya en gimana kondisinya. Ok, aku nggak akan balik CG kalo uda di-judge tanpa alasan gitu.

Jujur, kata-katanya menghujam hatiku en bikin aku marah. Aku sampai berpikir, apa bener aku yang salah dsb. Akhirnya aku nemui sahabatku, minta dia doain aku en kasi nasihat. En dia kasi aku nasihat bukan yang membela posisiku, tapi membela hati Tuhan. Sekali lagi aku bersyukur sama Tuhan, karena uda kasi cowok 1 itu jadi sahabatku!

Inilah pelajaran yang kudapet dari dia:
"Hati Bapa tuh selalu ngampuni, Luc. Kasih menutupi segala pelanggaran. Kalo kamu uda lakuin bagianmu dengan sangat baik, nggak usah peduli kalo pemimpinmu nggak lakuin bagian mereka, nggak usa peduli kondisi anak-anak CGmu yang stagnasi, kamu nggak bisa handle semua. Jangan libatkan perasaanmu terlalu dalam ketika kamu melayani orang. Aku tau kamu orang yang peduli banget, tapi kamu harus bisa bedakan antara simpati en empati. Kalo nggak gitu, kasian kamunya. Aku nggak tau kenapa Tuhan kasi kamu pemimpin kayak gitu. Tapi 1 hal yang aku tau, kamu adalah orang yang tulus en iblis nggak suka itu. Makanya iblis berusaha hancurkan kesatuan antara kamu dan pemimpinmu. Kamu punya hati yang tulus en pemimpinmu punya jabatan, kalo kalian bersatu hati, pasti kalian bisa menghancurkan iblis. Itulah yang iblis nggak mau. Belajarlah dari Daud, yang sekalipun dikejar-kejar Saul karena iri hati sampai mau dibunuh, Daud tetap respek sama Saul. Bahkan 2 kali Daud punya kesempatan untuk bunuh Saul, tapi Daud nggak lakukan, dengan sebuah respon "Aku nggak akan jamah orang yang diurapi Tuhan". Padahal saat itu Tuhan uda menolak Saul en Roh Tuhan udah undur dari Saul. Daud nunjukkan kasih saat kelakuan Saul udah kelewatan karena Daud berharap Saul mau berubah. Daud berharap Saul nggak lagi nganggep dia sebagai musuh, tapi sebagai partner, sebagai anak. Tapi Saul nggak berubah. Apakah Daud putus asa? Nggak! Daud tetap berharap, bahkan sampai Saul mati pun Daud meratap. Nggak heran Tuhan berkati Daud sedemikian rupa, karena hatinya murni en berkenan sama Tuhan. Bisa nggak kamu punya hati kayak gitu? Jangan tuntut orang lain berubah, kamu dulu yang harus berubah, sekalipun bukan kamu yang salah. Walaupun "jubah pemimpinmu" jelek (kepemimpinannya ngga benar), jangan dirobek. Justru kamu yang harus back up bagian yang robek itu, untuk menjaga nama baiknya di depan orang".

Finally, setelah pertemuan yang mengubahkan hatiku itu, aku memutuskan untuk kembali ke CG, aku memutuskan untuk minta maaf duluan ke semua pemimpin yang dengan sengaja menyakiti hatiku. Nggak peduli apapun alasan mereka ngelakuin hal itu, aku mau punya sikap hati yang benar. En aku kembali bukan untuk dipercayai kembali, bukan untuk memimpin lagi, tapi untuk menggenapi perjanjianku dengan Tuhan bahwa tahun ini adalah tahun terakhirku berjuang di CG yang stagnasi itu. Hal ini kulakukan bukan karena aku hebat, tapi karena aku tau itulah yang Tuhan mau.
  
Thanks Yesus buat hati-Mu yang Kau impartasikan ke dalam hatiku. Thanks my best friend, yang nggak mau namanya disebutkan, ketemu kamu selalu merupakan berkat tersendiri buat aku :D


Kasih Tuhan memulihkan
Kasih Tuhan memperbarui
Kasih Tuhan mau mengampuni
Kasih Tuhan mengubah sgalanya

No comments: