February 27, 2014

PERINGATAN KASIH


Efesus 3:18-19--> 4 dimensi kasih Allah: panjang, lebar, tinggi, dalam.
Kasih Tuhan kepada kita nggak berhenti saat Yesus mati di kayu salib, tapi Ia melanjutkan kasih kita sepanjang umur hidup kita.
Yeremia 31:3--> Tuhan mengasihi kita dengan kasih yang kekal, oleh karena itu, Ia melanjutkan kasih setia-Nya kepada kita.
Kasih Allah kepada kita bukan hanya ditunjukkan dalam bentuk berkat, tapi juga dalam bentuk peringatan, teguran, hajaran. Namun semua itu dilakukan dengan kasih dan untuk kebaikan kita.


Salah satu bentuk kasih Tuhan adalah peringatan.
Peringatan diberikan agar kita tidak menyimpang dari kehendak Tuhan yang sempurna, dan agar kita tidak mengalami hal-hal yang tidak perlu untuk kita alami.
Peringatan kasih sama halnya dengan rambu-rambu lalu lintas, yang diberikan pemerintah untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Setiap rambu-rambu dan peraturan lalu lintas (misalnya: dilarang putar balik, harus memakai helm bagi pengendara motor, harus memakai sabuk pengaman bagi pengendara mobil, dsb), diberikan bukan untuk kebaikan/ kepentingan pemerintah. Namun setiap peraturan dan rambu-rambu tersebut diberikan untuk kebaikan kita.
Di tahun 2014 ini, Tuhan ingin memberi kita peringatan kasih untuk menuntun hidup kita, agar kita ngga salah pilih jalan.
Karena ada beberapa keputusan di dalam hidup kita, dimana 1x kita salah ambil keputusan, akibatnya fatal.

Contoh peringatan kasih:
1.Matius 27: 19--> istri Pilatus memperingatkan Pilatus untuk tidak ikut campur dalam perkara penyaliban Yesus.
Namun Pilatus mengabaikan pesan dari istrinya.
Yang kita tahu, sejak saat itu nama Pilatus nggak dicatat lagi dalam Alkitab. Entah dia masih menjabat di posisinya atau nggak, kita nggak tahu. Kalopun dia masih menjabat, posisinya nggak berguna bagi Kerajaan Allah.
Hati-hati dengan setiap keputusan yang kita ambil, karena mungkin bisa berdampak besar atas pemakaian Tuhan dalam hidup kita selanjutnya.

2. II Tawarikh 35:21-22--> Firaun Nekho memperingati Yosia untuk tidak berperang melawannya
Jangan abaikan peringatan yang Tuhan berikan, sekalipun perkataan tersebut diberikan oleh orang yang belum mengenal Tuhan!
Yosia merupakan raja yang dinubuatkan akan membawa bangsa Israel kembali kepada Tuhan, namun karena ia mengabaikan peringatan raja Nekho, ia mati muda.

3. Bilangan 22: 30-34--> keledai Bileam yang berbicara kepada Bileam untuk memperingatkan bahwa Tuhan nggak berkenan kepada jalannya
Bileam adalah seorang nabi yang peka dengan suara Tuhan, namun ketamakannya akan uang membuatnya jatuh dan akhirnya ia mati dibunuh oleh orang Israel.

4.Matius 26:33-35--> Yesus memperingatkan bahwa Petrus akan menyangkal Yesus 3x
Petrus menerima peringatan kasih dari Yesus sendiri, namun ia sesumbar bahwa ia nggak akan menyangkal Yesus.
Untungnya Petrus punya kesempatan untuk bertobat dan dipulihkan, bahkan dipakai Tuhan menjadi rasul yang luar biasa.
Setiap peringatan kasih yang Tuhan berikan, nggak akan ada artinya/ manfaatnya jika kita mengabaikannya.
Peringatan kasih yang Tuhan berikan, bisa melalui Firman Tuhan yang kita baca/ dengar (II Tim 3:16), mimpi/ penglihatan, ortu, pemimpin rohani, sahabat, penasihat, dsb.
Amsal 11:14; "Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada"
Amsal 15:22; "Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak"
Amsal 24:6; "Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak"
Dalam hal ini, kita nggak mengandalkan nasihat manusia, tapi pekalah dengan orang-orang tertentu yang Tuhan tempatkan, yang otoritasnya berada di atas kita.
Seringkali Tuhan berikan peringatan kasih melalui manusia, karena kita sendiri kurang peka dengan perkataan Tuhan.
Namun, suara Tuhan adalah suara yang harus kita dengarkan di atas suara-suara manusia.
Bagaimana peka dengan peringatan kasih yang Tuhan berikan?
Yesaya 50:4--> menjadi seorang murid
Goal kita sebagai orang Kristen bukanlah kekayaan/ kesuksesan, namun menjadi sama seperti Kristus.
Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya (Lukas 6:40).
Bedanya seorang murid dengan seorang anak adalah anak masih bisa tawar menawar, namun seorang murid harus patuh pada gurunya.
Ketika kita membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, maka Tuhan akan senantiasa mempertajam kepekaan kita untuk mendengar suara-Nya.

February 1st, 2014

HOLY SPIRIT'S VOICE (DAG HEWARD-MILLS)


"...sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang akan datang (Yohanes 16:13)

1.Suara Roh Kudus menyampaikan rencana jangka pendek Tuhan bagi Anda
Salah satu tugas utama dari Roh Kudus adalah menyampaikan pikiran Tuhan kepada Anda. Ia tidak akan berbicara dari diri-Nya sendiri. Apa pun yang Ia dengar diucapkan oleh Tuhan, Ia akan sampaikan itu kepada Anda. Mulai hari ini, tidak perlu berkonsultasi kepada para ahli nujum atau peramal bintang. Roh Kudus akan menunjukkan kepada Anda hal-hal yang akan datang.
Tuhan akan memberitahu Anda apa yang akan terjadi. Jika Ia tidak memberitahu apa-apa kepada Anda, tidak ada sesuatu yang luar biasa yang akan terjadi. Roh Kudus bertugas selama dua puluh empat jam sehari; Dia berbicara setiap saat. Adalah tugas kita untuk belajar mendengar suara-Nya dan bagaiamana membedakan suara-Nya dari suara-suara lain.

2. Roh Kudus mungkin memilih untuk berbicara kepada roh, jiwa, atau tubuh Anda
Roh Kudus memiliki suatu suara. Namun demikian, Alkitab mengajarkan bahwa Ia berbicara langsung ke dalam roh, jiwa, atau tubuh Anda. Ketika Roh Kudus berbicara kepada pikiran Anda, itu akan terdengar sedikit berbeda dengan ketika Ia berbicara kepada tubuh fisik Anda.
Saya telah mengalami suara Roh Kudus berbicara kepada saya dengan ketiga cara tersebut. Ia berbicara kepada kita dengan ketiga cara tersebut dan adalah penting bagi kita untuk menerima dari Roh Kudus dengan cara mana pun Dia berbicara kepada kita. Ketika Roh Kudus berbicara ke dalam roh Anda, Anda tidak mendengar suara langsung. Inilah yang orang-orang sebut sebagai "suara hati".

3. Suara Roh Kudus kepada roh Anda disebut "saksi di dalam hati"
Alkitab memberitahu kita bahwa Roh Kudus yang ada di dalam roh kita berteriak "Abba Bapa", yang merupakan teriakan seorang anak kepada bapanya. Dengan suara Roh Kudus di dalam hati Anda, Anda tahu bahwa Anda adalah sungguh-sungguh anak Tuhan.
Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" (Galatia 4:6)
Ayat ini mengatakan bahwa Roh Kudus berseru atau berteriak di dalam hati Anda. Tetapi pernahkah Anda mendengar suara yang jelas yang mengatakan "Abba Bapa"? Pernahkah Anda mendengar suara yang jelas melintas di dalam pikiran Anda dan mengatakan "Abba Bapa"? Jawabannya adalah tidak! Apa akibatnya jika Roh Kudus berseru "Abba Bapa" di dalam hati kita? Hal itu menciptakan suatu keyakinan yang tak terdengar tentang keselamatan Anda. Anda tahu bahwa Anda adalah seorang Kristen dan Anda tahu bahwa Anda akan masuk surga.


Suara Roh Kudus kepada roh Anda menciptakan apa yang saya sebut sebagai kepastian yang tak terdengar. Hal itu menciptakan suatu pengetahuan yang melegakan tentang sesuatu. Rasul Paulus menjelaskan ini sebagai perasaan atau suatu pengetahuan. Anda mungkin bertanya, "Pendeta, bagaimana Anda tahu hal-hal tersebut?" Saya mengetahuinya dari Alkitab. Marilah kita membacanya bersama-sama.
"Sementara itu sudah banyak waktu yang hilang. Waktu puasa sudah lampau dan sudah berbahaya untuk melanjutkan pelayaran. Sebab itu Paulus memperingatkan mereka, katanya: "Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita". Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nahkoda dari pada kepada perkataan Paulus" (Kisah Para Rasul 27:9-11)
Rasul Paulus mengatakan kepada perwira dan jurumudi yang telah berpengalaman bahwa ia merasa bahwa akan ada masalah serius selama perjalanan. Paulus tidak mengatakan bahwa ia mendengar Roh Tuhan yang memberitahu dia untuk tidak melakukan perjalanan. Ia hanya memiliki suatu pengetahuan dan suatu perasaan. Bagaimana ia mengetahui hal itu? Bagaimana ia merasakan hal itu? Apakah itu adalah perasaan natural atau perasaan rohani? Tentunya ini bukan perasaan natural karena dalam alam natural tidak ada tanda bahaya. Angin bertiup sangat perlahan, yang merupakan tanda yang baik.
"Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka bahwa mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh. Lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta" (Kisah Para Rasul 27:13).
Sebagaimana dapat Anda lihat, angin selatan bertiup sepoi-sepoi. Tidak ada indikasi masalah. Paulus memiliki apa yang dimiliki oleh banyak orang Kristen ketika Roh Kudus berbicara kepada roh mereka--suatu perasaaan atau suatu pengetahuan. Seperti untuk membedakan berbagai cara ketika Roh Kudus berbicara, Tuhan berbicara kepada Pauulus dengan cara yang berbeda pada perjalanan ini.
Hal-hal buruk yang dirasakannya terjadi dan orang-orang di dalam kapal kehilangan harapan untuk tetap bertahan hidup. Namun demikian, Tuhan berbicara kepada Paulus dengan cara yang tidak biasa atau cara yang spektakuler.
Dan karena mereka beberapa lamanya tidak makan, berdirilah Paulus di tengah-tengah mereka dan berkata:

"Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini. Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini. Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya berdiri di sisiku, dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau. Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku" (Kisah Para Rasul 27:21-25).
Anda dapat melihat dari bagian ini bahwa Roh Kudus berbicara dengan dua cara yang berbeda pada dua kesempatan yang berbeda. Yang pertama dengan suara hati dan yang kedua melalui seorang malaikat.
Ayat lainnya yang mengatakan hal yang sama adalah Roma 8:16.
Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah (Roma 8:16).
Ketika Roh Kudus berbicara kepada roh Anda, tidak ada pemikiran yang melintas di pikiran Anda. Roh yang bersaksi adalah Roh yang sama dengan Roh yang berbicara atau bersaksi kepada hati Anda bahwa Anda adalah anak Tuhan. Ini adalah cara yang paling umum untuk Anda mendeteksi suara Roh. Ketika Anda ingin mengambil suatu keputusan, perhatikanlah kepastian yang tak terdengar di dalam hati Anda! Jika Anda ingin menikah dengan seseorang, perhatikanlah pengetahuan yang melegakan bahwa "memang ini!" Jika Anda perlu berganti pekerjaan atau memasuki suatu kerjasama, periksalah apakah Anda memiliki kepastian tentang kedamaian di dalam hati Anda.


DAG HEWARD-MILLS
HOW YOU CAN BE IN THE PERFECT WILL OF GOD
Bab 10: Tiga Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Suara Roh Kudus
Hlm 116-121