Efesus 3:18-19--> 4 dimensi kasih Allah: panjang, lebar, tinggi, dalam.
Kasih Tuhan kepada kita nggak berhenti saat Yesus mati di kayu salib, tapi Ia melanjutkan kasih kita sepanjang umur hidup kita.
Yeremia 31:3--> Tuhan mengasihi kita dengan kasih yang kekal, oleh karena itu, Ia melanjutkan kasih setia-Nya kepada kita.
Kasih Allah kepada kita bukan hanya ditunjukkan dalam bentuk berkat, tapi juga dalam bentuk peringatan, teguran, hajaran. Namun semua itu dilakukan dengan kasih dan untuk kebaikan kita.
Salah satu bentuk kasih Tuhan adalah peringatan.
Peringatan diberikan agar kita tidak menyimpang dari kehendak Tuhan yang sempurna, dan agar kita tidak mengalami hal-hal yang tidak perlu untuk kita alami.
Peringatan kasih sama halnya dengan rambu-rambu lalu lintas, yang diberikan pemerintah untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Setiap rambu-rambu dan peraturan lalu lintas (misalnya: dilarang putar balik, harus memakai helm bagi pengendara motor, harus memakai sabuk pengaman bagi pengendara mobil, dsb), diberikan bukan untuk kebaikan/ kepentingan pemerintah. Namun setiap peraturan dan rambu-rambu tersebut diberikan untuk kebaikan kita.
Di tahun 2014 ini, Tuhan ingin memberi kita peringatan kasih untuk menuntun hidup kita, agar kita ngga salah pilih jalan.
Karena ada beberapa keputusan di dalam hidup kita, dimana 1x kita salah ambil keputusan, akibatnya fatal.
Contoh peringatan kasih:
1.Matius 27: 19--> istri Pilatus memperingatkan Pilatus untuk tidak ikut campur dalam perkara penyaliban Yesus.
Namun Pilatus mengabaikan pesan dari istrinya.
Yang kita tahu, sejak saat itu nama Pilatus nggak dicatat lagi dalam Alkitab. Entah dia masih menjabat di posisinya atau nggak, kita nggak tahu. Kalopun dia masih menjabat, posisinya nggak berguna bagi Kerajaan Allah.
Hati-hati dengan setiap keputusan yang kita ambil, karena mungkin bisa berdampak besar atas pemakaian Tuhan dalam hidup kita selanjutnya.
2. II Tawarikh 35:21-22--> Firaun Nekho memperingati Yosia untuk tidak berperang melawannya
Jangan abaikan peringatan yang Tuhan berikan, sekalipun perkataan tersebut diberikan oleh orang yang belum mengenal Tuhan!
Yosia merupakan raja yang dinubuatkan akan membawa bangsa Israel kembali kepada Tuhan, namun karena ia mengabaikan peringatan raja Nekho, ia mati muda.
3. Bilangan 22: 30-34--> keledai Bileam yang berbicara kepada Bileam untuk memperingatkan bahwa Tuhan nggak berkenan kepada jalannya
Bileam adalah seorang nabi yang peka dengan suara Tuhan, namun ketamakannya akan uang membuatnya jatuh dan akhirnya ia mati dibunuh oleh orang Israel.
4.Matius 26:33-35--> Yesus memperingatkan bahwa Petrus akan menyangkal Yesus 3x
Petrus menerima peringatan kasih dari Yesus sendiri, namun ia sesumbar bahwa ia nggak akan menyangkal Yesus.
Untungnya Petrus punya kesempatan untuk bertobat dan dipulihkan, bahkan dipakai Tuhan menjadi rasul yang luar biasa.
Setiap peringatan kasih yang Tuhan berikan, nggak akan ada artinya/ manfaatnya jika kita mengabaikannya.
Peringatan kasih yang Tuhan berikan, bisa melalui Firman Tuhan yang kita baca/ dengar (II Tim 3:16), mimpi/ penglihatan, ortu, pemimpin rohani, sahabat, penasihat, dsb.
Amsal 11:14; "Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada"
Amsal 15:22; "Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak"
Amsal 24:6; "Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak"
Dalam hal ini, kita nggak mengandalkan nasihat manusia, tapi pekalah dengan orang-orang tertentu yang Tuhan tempatkan, yang otoritasnya berada di atas kita.
Seringkali Tuhan berikan peringatan kasih melalui manusia, karena kita sendiri kurang peka dengan perkataan Tuhan.
Namun, suara Tuhan adalah suara yang harus kita dengarkan di atas suara-suara manusia.
Bagaimana peka dengan peringatan kasih yang Tuhan berikan?
Yesaya 50:4--> menjadi seorang murid
Goal kita sebagai orang Kristen bukanlah kekayaan/ kesuksesan, namun menjadi sama seperti Kristus.
Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya (Lukas 6:40).
Bedanya seorang murid dengan seorang anak adalah anak masih bisa tawar menawar, namun seorang murid harus patuh pada gurunya.
Ketika kita membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, maka Tuhan akan senantiasa mempertajam kepekaan kita untuk mendengar suara-Nya.
February 1st, 2014