October 31, 2018

TOUGH OCTOBER

Bulan Oktober ini merupakan bulan yang bener-bener luar biasa, banyak kejadian baik maupun tak terduga yang terjadi di hidupku maupun sekitarku. Aku bersyukur atas segalanya, karena semua itu membuatku semakin mendekat sama Tuhan. Aku dapet rhema bahwa "THE BATTLE IS THE LORD'S", kalo ada rasa takut di hatimu berarti kamu ga rest. 

Bulan ini diawali dengan sangat baik, aku mulai nyoba ke bidang usaha baru, kenal ama orang-orang hebat, dapet info-info berguna untuk mengembangkan karirku. Ikut training en belajar hal-hal baru yang sangat menarik. Aku percaya Tuhan punya rencana besar buat hidupku di bidang ini.

Sempat hang out berdua ama adek after months, seneng ngeliat dia banyak berubah en skripsinya ada progress. Aku sempet adain giveaway buku lagi, trus mulai berbenah kamar karena emang beneran niat nyobain "minimalism lifestyle", intinya adalah identify the essential and let go of the rest. 

Trus dicurhati banyak orang tentang pergumulan mereka. Sebagian besar sedang ngalami goncangan dalam berbagai aspek kehidupan. Ada yang tiba-tiba diputus pacarnya di hari H pertunangan, ada yang struggle soal panggilan hidup, ada yang stress karena ngadepi perubahan di kerjaan, ada emaknya sodara yang sakit parah, dsb. Tapi ada beberapa kabar bagus juga, temen kantor ngelahirin anak cewek, ada 1 anak temen udah ga takut lagi ama orang asing, ada temen yang udah bisa hadapi semua badai yang menerjang hidupnya karena percaya bahwa Tuhan yang pegang kendali. 

Sempet ga sengaja ktemu ama mantan temen baik yang pernah nyakiti aku. Kami cuma say "hi" dari kejauhan, menyadari bahwa hubungan yang udah retak ga perlu diperbaiki, karena kami udah bahagia tanpa keberadaan masing-masing. Aku lega banget akhirnya semua berakhir seperti ini, tanpa perlu ada konflik lagi ato penjelasan apapun. Aku bersyukur melepaskan diri dari hubungan ga jelas ama dia, karena sampai hari ini dia tetep aja playboy. Aku makin menyadari bahwa seleksi alam itu beneran terjadi, hanya orang-orang yang ditakdirkan untuk ada di hidupku lah yang akan stay en ngalami hubungan yang makin berkualitas.

Ketika bulan ini hampir berakhir, ada 1 badai yang tiba-tiba menerpa. Papa harus operasi usus! Entah kenapa pas dapet kabar itu, hatiku tenang banget. Puji Tuhan semua berjalan dengan baik en lancar, bahkan Tuhan sediain temen sekamar yang baik buat nemeni papa. Walopun kami sempet kerepotan riwa-riwi ke RS untuk gantian jaga papa, tapi Tuhan itu luar biasa baik! Penyertaan-Nya sempurna.

Thanks Tuhan buat 1 bulan yang penuh dengan pembelajaran, thanks buat kasih setia-Mu yang ga pernah berhenti mengalir, thanks buat semua keluarga en bestfriends yang support aku. Aku bersyukur buat semua hal yang terjadi, semua hal yang mendewasakanku, yang membuat banyak hubungan semakin diperkuat. All glory to Jesus! 

October 24, 2018

KECERDASAN ROHANI (PETRUS AGUNG PURNOMO)

BAB 1: ROH KANAAN
1. Kanaan artinya direndahkan, sesuai dengan kutukan Nuh. Tetapi arti lainnya adalah "merchant" atau pedagang. Gereja adalah Israel rohani, secara rohani roh dagangnya ikut. Saat Yesus marah di Bait Allah, meja tempat penukar uang Dia balikkan, Ia mengusir hewan-hewan yang ada dengan cemeti tali. Yang lain disingkirkan, yang Dia kembalikan burung merpati. Sebab roh itu mau mencoba menempel ke Bait Allah, yang adalah gereja Tuhan, yang mau ditempeli roh dagang.
2. Sebab itu jangan menganggap ibadah sebagai sumber keuntungan. Memang kalau cukup dan limpah itu baik, tetapi jangan cari keuntungan dalam ibadah, ibadah ya ibadah tetapi jangan berdagang. Kalau kita tidak bisa mengatasi dan mengendalikannya, maka kutuknya tidak bisa dipatahkan dalam hidup kita.
3. Untuk melawan roh dagang itu, haruslah ada roh rela berkorban. Kalau cara korbanmu dengan Tuhan, baik itu harta maupun hidupmu mulai goyah, itu artinya Anda dikuasai roh Kanaan. Tetapi kalau engkau berani mengorbankan yang paling berharga dari hidupmu, apapun yang Dia minta engkau taat, itu tandanya engkau sudah menang melawan roh Kanaan dan Anda akan menikmati Kanaan tanpa kutuk di atasnya. 
4. Roh dagang membuat Anda harus berspekulasi yang tidak menentu, karena dagang tidak pernah jelas, semuanya tergantung untung rugi. Tetapi berkat Tuhan terjadi bukan karena mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan oleh kekuatan Tuhan. Ada masanya berdagang, kalau terjadi resesi, semua akan habis. Tetapi Tuhan berkata: "Kamu resepsi saja, menikmati Aku; yang lain boleh collapse, Gosyen tetap Aku pelihara".
5. Jangan pernah berpikir: "Oleh karena kekuatan tangankulah aku memperoleh kekayaan ini". Anda harus menyadari bahwa semuanya adalah karena Dia yang memberikan kepada kita the power to get wealth. Kalau orang melihat kita, apakah orang akan berjumpa dengan Tuhan yang menyertai kita? Atau orang hanya mau belajar prinsip-prinsip dari kita? Itu jauh berbeda.


BAB 2: UJIAN AKHIR KEHIDUPAN
1. Banyak orang berkata ingin menjadi dirinya sendiri, tetapi sebenarnya di dalam Tuhan kita diajar untuk hidup makin hari semakin serupa dengan Kristus.
2. Tuhan mau berkata: "Semua anak-anak-ku akan menghadapi ujian demi ujian dalam hidupnya, karena kini sudah akhir dari akhir zaman". Di sedang menyiapkan pasukan-Nya yang luar biasa. Karena itu tidak ada cara lain kecuali kita harus menghadapi ujian itu.
3. Matius 3:15, Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya. Orang yang hidupnya hanya dikuasai oleh satu keinginan saja yaitu mau melakukan kehendak Allah, maka Bapa berkenan kepadanya.
4. "Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa" (Yohanes 12:26). Bapa lebih berkenan kepada orang-orang yang hatinya melekat dengan Dia, lebih dariada orang-orang yang hanya melayani Dia. Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia (Yohanes 14:23).
5. "Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli" (Lukas 3:23). Memang betul tanggapan orang itu melelahkan dan tidak terlalu penting, tetapi pada kenyataannya diubah pun tidak bisa, dan itu merupakan bagian yang harus dilewati. Jadi jangan terganggu dengan tanggapan orang, fokus saja kepada Tuhan. Ikuti yang Dia mau. Realitanya seperti apa, hadapi saja.
6. "Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun" (Lukas 4:1)
• Ujian pertama: yang dicobakan oleh iblis adalah supaya Yesus mau menggunakan otoritas-Nya. Dapatkah Anda seperti Dia dan berkata: "sekalipun ada kebutuhan, Aku hanya mau mengikuti kehendak Bapa, bukan kehendak setan".
• Ujian kedua: menguji apakah Anda berorientasi pada hasil atau mau mengikuti proses Tuhan? Kalau orientasinya pada hasil, setan memberikan jalan pintas tanpa siksaan dan penderitaan, namun sebetulnya itu hanyalah tipuan! 
 Ujian ketiga: pamer otoritas. Ide dasar kemenangan Yesus adalah sekalipun Aku harus melewati salib, yang penting kehendak Bapa, Aku kerjakan.

BAB 3: SALIB DAN PENDERITAAN
1. "Dan kehendak Tuhan akan terlaksana oleh-Nya" (Yesaya 53:10). Dasarnya adalah kerinduan dan motivasi yang kuat melaksanakan yang Tuhan kehendaki. Bukan seberapa Anda diberkati, bukan seberapa tinggi kedudukan dan jabatanmu, bukan seberapa berhasilnya hidupmu di dunia ini, tetapi seberapa banyaknya kehendak Tuhan yang kita laksanakan.
2. Penderitaan membuat orang bersekutu begitu rupa, sampai melebihi persaudaraan dengan saudara kandung sendiri. Begitu juga dengan Yesus, Anda tidak pernah dapat mengenal-Nya secara utuh, kecuali Anda membiarkan Roh Kudus membawamu melewati jalan penderitaan yang sama.
3. Masuk Kanaan, menikmati hasil Kanaan, tidak boleh membuat Anda hidup untuk dirimu sendiri. Itu tidak boleh membuat engkau menjadi orang yang egois dan kehilangan pengorbanan dan penderitaan yang harus dilewati. Ketika orang makin didewasakan Tuhan, dia harus mengerti bahwa setiap hal, setiap perkara rohani yang Tuhan berikan itu selalu ada harga yang harus dibayar.

BAB 4: ARAHKAN HATIMU KEPADA TUHAN
1. Lea memfokuskan hatinya kepada suaminya, bukan kepada Tuhan. Setelah dia melahirkan Ruben, Yakub tetap tidak cinta padanya. Cinta sejati tidak pernah bisa dibeli. Dengan Yesus juga sama, kalau bukan karena ada gelora cinta kepada-Nya di hatimu, engkau tidak dapat melakukan apapun yang dapat kau lakukan, tetapi hanya karena kewajiban. Semua berkat yang Dia berikan dalam hidup kita tujuannya hanyalah untuk mengembalikan hati kita kepada-Nya.
2. Ketika kali keempat Lea diberkati, hatinya mengarah kepada Tuhan (arti nama Yehuda adalah pujian atau ucapan syukur), dia bukan lagi fokus pada suaminya. Yehuda kelak melahirkan Daud, dan dari Daud akhirnya lahirlah Yesus. Kalau semua yang Tuhan berikan dalam hidup kita akhirnya bisa membuat kita makin melekat kepada Tuhan, Anda akan melihat ujungnya semuanya akan berbeda.
3. Sebagai orang percaya kalau tujuanmu hanya untuk sukses di dunia, salah besar. Kalau engkau bisa memikat hati-Nya dengan menuruti apa yang Roh Kudus sarankan (seperti yang Ester lakukan), itu akan mengubah begitu banyak dalam hidupmu. Tetapi kalau fokus awalnya cuma di dunia, materi dan anggapan manusia, Anda akan berhenti sampai disitu saja, hidupmu akan terus menurun karena dilupakan Tuhan.
4. Ketika sebuah pengorbanan yang dikehendaki Tuhan bisa membuat hati kita bersyukur, selain berkat biarlah setiap pengorbanan dan penderitaan yang sesuai dengan kehendak Tuhan dapat menaikkan ucapan syukur. Karena ada pengucapan syukur itulah maka cawan itu bukan lagi cawan kesengsaraan tetapi cawan berkat.


BAB 5: KESOMBONGAN MENGUNDANG BADAI
1. Kejadian 16:3-15 menceritakan tentang kesombongan Hagar saat tahu bahwa ia mengandung anak Abraham. Seandainya sikap hatinya lebih baik dan dia bersyukur dengan yang Tuhan beri, penindasan tidak akan terjadi. Kesombongan mengundang penindasan dan aniaya dalam hidup kita. Kesombongan merupakan magnet yang menarik persoalan dan tekanan dalam hidup kita.
2. Orang tidak kuat ketika diangkat ke atas, orang lebih bisa bertahan di bawah penderitaan. Ketika malaikat Tuhan bertemu dengan Hagar, pernyataan yang dia katakan adalah "Hagar, hamba Sarai". Itu artinya dia mengatakan, "Kamu bukan istri Abraham, kamu adalah hamba Sarai, aku mau ingatkan siapa kau sebenarnya, dan anak yang kau lahirkan itu adalah untuk nyonyamu". Kadang, pembelaan Tuhan tidak nampak seperti sebuah keadilan, ada banyak hal yang tidak masuk akal. Anda harus terbiasa dengan cara pikir Tuhan yang di luar cara otak manusia bisa menerima.
3. Jangan tergesa-gesa menyimpulkan apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita, tetapi belajar tetap rendah hati waktu Tuhan mengangkat hidupmu ke atas.


BAB 6: APEL CINTA
1. Lalu berkatalah ia kepada Yakub: "Berikanlah kepadaku anak;  kalau tidak aku akan mati" (Kejadian 30:1). Persaingan bisa membuat orang tidak bisa melihat kelemahan dirinya, kemudian berpikir sangat tidak masuk akal. Orang yang berada dalam persaingan, tidak mau kalah sehingga bisa berbuat konyol dalam hidupnya. Rahel dicintai Yakub luar biasa, tetapi tidak pernah puas, kemudian dia berikan Bilha, budaknya kepada suaminya.
2. Setelah melahirkan Yehuda, Lea tidak melahirkan lagi. Namun ketika dia memberikan buah dudaim, yang disebut apel cinta (berfungsi membuat kandungan menjadi subur), Tuhan mendengar jeritan hatinya dan membuka lagi kandungannya.
3. Tuhan melihat, setiap kali diberi anak, obsesi Lea cuma kepada suaminya, sehingga satu keseimbangan kecil yang Tuhan buat menjadi tidak imbang selama-lamanya. "Lalu ingatlah Allah akan Rahel" (Kejadian 30:22). Anda boleh menjadi orang yang dibela Tuhan terus menerus, tetapi kalau pembelaan Tuhan itu hanya dipakai untuk diri sendiri dan kepuasaannya, lama kelamaan pembelaan itu akan berakhir juga.
4. Kalau hubungan kita dengan Dia adalah hubungan yang saling memikat hati, hubungan itu tidak pernah memberi tempat kepada kesuaman, apalagi kemurtadan dalam hidup kita. Karena tekanan seberat apapun tidak akan pernah memisahkan kita dari kasih Kristus.


BAB 7: KECERDASAN ROHANI
1. Dalam Kejadian 47:7-10, Yakub dua kali memberkati Firaun. "Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi" (Ibrani 7:7). Yakub memiliki kecerdasan rohani, sekalipun dia menyadari bahwa secara naturalnya bukan anak sulung sehingga dia mencari kesempatan untuk mendapatkan hak kesulungan itu. Yakub menghargai hak kesulungan yang diremehkan oleh Esau.
2. Berkat kesulungan membuat Yakub naik dan ketika dia kembali dari pengembaraannya, dia berkata; "Dengan satu tongkat di tangan aku seberangi sungai ini, ketika aku kembali sudah menjadi dua pasukan". Dengan bermodalkan tongkat dan blessing pertamanya, Yakub bisa mengalami pelipatgandaan yang dahsyat.
3. Setelah bergulat dengan Allah di Kejadian 32, Yakub tidak dapat berjalan dengan tegak, dia berjalan sambil menyeret kakinya bahkan hidupnya. Dia diberkati dengan berkat kedua, Yakub si penipu menjadi Israel, tetapi setelah itu dia mengalami tragedi demi tragedi.
4. Walaupun dia menyeret hidupnya seperti menyeret kakinya, semua yang dialaminya membuat dia begitu matang dan kuat, mempertajam kenabian di dalam batinnya. Menjelang akhir hidupnya, Yakub memberkati Firaun, memberkati anak cucunya, dan bernubuat bagi 12 suku Israel yang terus ada sampai hari ini, yang berlangsung dengan cara Tuhan yang luar biasa.
5. Yusuf dalam kecerdasan ilahinya menasihati Firaun, tetapi Yakub dalam kematangan rohaninya memberkati Firaun. "Yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi". Hanya orang yang rela dibawa Tuhan dalam proses yang akan bisa memberkati bangsa dan negara, sebab tanpa kematangan di dalam, Anda tidak akan pernah bisa memberkati siapapun.

BAB 8: LOYALITAS DAN KESETIAAN
1. Betapa sukarnya kita bertindak dan punya hati seorang hamba, padahal apapun yang kita lakukan akan jauh lebih mudah andaikan kita melakukan dengan hati seorang hamba. Seringkali kita datang sebagai seorang tuan, penguasa, orang yang punya posisi; dan ujungnya menambah kekacauan, tidak membawa anugerah dan berkat apapun.
2. "Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah" (1 Yohanes 3:9). Keintiman dengan Tuhan akan membuat banyak hal ilahi masuk dalam kehidupan kita. Kalau kita loyal dan setia, maka akan terjadi "pembuahan ilahi" yang kelak melahirkan perkara-perkara rohani yang luar biasa.
3. Belajar dari Sara:
• Untuk menantikan janji Tuhan dibutuhkan daya tahan dan itu memang tidak mudah.
• Kalimat hidup kita akan bisa dilanjutkan tanpa Tuhan menghentikan kalimat sebelumnya. Jangan menyimpulkan sesuatu terlalu dini, akibatnya kita bisa salah bereaksi.
Kita harus sabar menantikan Tuhan karena seringkali kita tidak bisa membaca ke arah mana Tuhan bergerak.
4. Belajar dari Ribka:
• Ribka sudah mengerti bahwa Yakub akan lebih kuat daripada Esau, karena Ribka meminta petunjuk Tuhan (Kejadian 25:23). Oleh karenanya Ribka kasih kepada Yakub, bukan karena karakter atau kecocokannya, tetapi karena dia tahu bahwa Tuhan menyatakan keberpihakan pada Yakub.
Kalau Anda mendapatkan sesuatu dari Tuhan sampai terjadi suatu konflik dalam batin, biasakan untuk belajar meminta petunjuk Tuhan. Itu akan membuat Anda menjadi bijaksana, tenang, dan mengerti apa kehendak Tuhan dalam hidupmu, dan kerjakan semuanya seperti petunjuk Tuhan.
5. Belajar dari Rahel:
• Rahel sangat dimanja oleh Yakub dan dicintai luar biasa. Dalam kemanjaannya, kesakitan dalam melahirkan dia bagikan ke orang lain. Ketika anaknya lahir diberi nama Ben-oni, artinya son of my sorrow. Tetapi Yakub berkata "Tidak! Aku beri nama Benyamin". Artinya son of my right hand.
• Kita suka mengekspos kesakitan kita ke luar, membagikan penderitaan kepada orang lain, dan itu bukan sesuatu yang baik. Orang percaya akan berkata: "Segala sesuatu dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku".
Kita harus tetap berani bertahan demi menopang rencana Allah dalam hidup kita, walaupun kita harus menanggung penderitaan. 


BAB 9: TIGA MACAM BATU
1. Batu pertama: batu impian (Kejadian 28:13-19)
• Jika kita ingin maju dalam Tuhan, ingin rohnya bertumbuh dalam Tuhan, kita harus punya alas bernama batu impian.
Tiap kali merebahkan kepala, biarlah yang bergerak dalam roh kita adalah sebuah impian sorgawi. Begitu impian itu dicampur dengan pengurapan Tuhan, akan melahirkan perkara rohani yang luar biasa.
• Impian akan membawa kita pada terobosan yang luar biasa. Orang Kristen yang sudah berhenti dari impian ilahinya, maka berhentilah pertumbuhan rohaninya.
• Yang meresahkan saudara-saudara Yusuf bukan karena dia suka melaporkan kejahatan mereka kepada bapaknya, tetapi impiannya. Ketika seorang anak Tuhan mendapatkan impian sorgawi, hidupnya dipenuhi dengan semua yang ilahi sehingga ia berkata: "aku punya impian dari Tuhan". Hal itu membuat dia tiba-tiba menjadi seorang yang berbahaya bagi orang lain.
2. Batu kedua: 5 batu yang licin (I Samuel 17:40-43).
• Batu yang licin adalah sesuatu yang kecil tidak terlihat oleh lawan tetapi itu tertanam di dalam roh Anda.
• Batu ini hanya berguna kalau jatuh di tangan pahlawan, yang diurapi, dan tahu bagaimana menggunakannya. Tetapi juga tahu bagaimana membagikan batu kepada giant killer yang lain.
• "Apa yang kau terima dengan cuma-cuma, bagikanlah itu juga dengan cuma-cuma". Kita ingin membawa semua orang menjadi lebih dari pemenang.
3. Batu ketiga: batu yang dilumuri darah para martir Tuhan (Kisah Para Rasul 7:54)
• Jangan ada seorangpun yang memegang batu seperti itu dan melemparkan kepada siapapun. Kalau Anda harus memilih, pilihlah biar engkau yang dilempari, dan engkau tidak pernah melempari siapapun.
• Tuhan akan membuat kita menjadi orang yang penuh kasih, bukan pelempar batu.


Petrus Agung Purnomo
KECERDASAN ROHANI

October 15, 2018

SALAH JALUR

"我不小心迷路的人生又重新找到了方向"

Banyak keputusan dalam hidup ini yang kurasa adalah keputusan yang salah, namun di dalam Tuhan, Dia sanggup ubahkan menjadi suatu berkat, mercies in disguise. Ga ada satupun kesalahanku yang fatal, semuanya Dia arahkan untuk mendatangkan kebaikan bagiku, dengan cara yang ga pernah kuduga ato kubayangkan. Siapa sangka salah jalur membuatku mendapatkan anugerah yang tak ternilai, hubungan2 yang berkualitas, serta pengalaman tak terlupakan.

Waktu SMA, aku ngerasa keputusanku untuk pindah kelas adalah sebuah kesalahan. Sampe aku ktemu seseorang en Tuhan memakainya untuk mengerjakan perubahan serta pemulihan dalam hidupku. Taon-taon itu merupakan masa dimana banyak bagian dari diriku yang Tuhan rombak, perlahan aku menerima diriku dengan semua sisi gelapnya, serta berubah menjadi apa yang Tuhan mau.

Keputusan untuk kuliah di jurusan akuntansi pun sebuah kesalahan. Aku ga pernah menyukai dunia itu, sekalipun nilai akuntansiku selalu bagus en beberapa kali hanya aku yang mencapai nilai lulus di masa SMA. Ujungnya aku ga pernah menikmati masa kuliahku, makin belajar makin ga enjoy. Tapi ijazah di bidang inilah yang bikin aku bisa bekerja sampai sekarang, bahkan beberapa orang dari big family salut karena aku bisa mengurus pajak tanpa bantuan konsultan.

Di masa kuliah aku memutuskan untuk lebih menekuni kegiatan organisasi, sebuah keputusan yang salah di mata banyak orang namun disitulah Tuhan mempertemukanku dengan orang-orang hebat, yang mengasihi en menerimaku apa adanya, serta membantu prosesku untuk berkembang menjadi diriku yang sekarang. Melalui kesalahan inilah, aku banyak belajar mengembangkan kemampuanku dalam literatur, hubungan intrapersonal en psikologi. Aku belajar mengembangkan sisi kolerikku untuk memimpin en mengarahkan orang lain, membuat mereka bukan hanya menyelesaikan program, tapi memahami jati diri dan kemampuan pribadinya.

Keputusanku untuk keluar dari connect group dan pelayanan juga sempat kuanggap sebagai sebuah kesalahan besar, namun siapa sangka justru karena itulah aku berubah menjadi orang yang semakin "membumi" dan lebih manusiawi, bukan lagi ngeroh. Dari keputusanku untuk meninggalkan dunia semu pelayanan, aku malah menemukan bahwa tempat terbaikku adalah bersinar di dunia sekuler.

Tanpa sadar, melalui berbagai kesalahan yang kubuat, Tuhan mengarahkan orang-orang terbaik untuk membantuku berjalan dalam kehendak-Nya. Di jalur yang salah menurutku itulah, Tuhan mendatangkan anugerah yang melimpah, pembelajaran yang kuperlukan, serta orang-orang yang akhirnya menjadi sahabat sejatiku. Tuhan tuh luar biasa, ga ada satu hal pun yang gagal di mata-Nya.

Aku bersyukur buat setiap orang yang kutemui di jalur yang salah ini. Thanks karena sudah menemaniku berjalan dalam proses pendewasaanku, penemuan jati diri dan panggilan Tuhan di hidupku. Thanks karena sudah menorehkan banyak hal yang kekal di hidupku, mempengaruhiku menjadi orang yang lebih baik dan logis, mengubahku menjadi seorang yang mulai menghangat.

Thanks G yang membuka selubung di hatiku sehingga aku bisa mencintai diriku sendiri dan bahkan berani menghadapi bayang-bayang masa laluku. Thanks buat setiap orang yang ga pernah lelah mensupport saat aku bergumul hebat di masa-masa penuh penolakan dan pencarian jati diri. Thanks buat OR yang selalu memberikan kasih dan persahabatan yang tulus kapanpun aku membutuhkanmu.

Thanks PF yang membantuku mengenali sisi melankolisku dan membuatku berhasil menaklukkannya, thanks sudah jadi partner travellingku sejak awal. Thanks buat SW yang menantangku menjadi seorang wanita yang lebih baik, menjadi orang Kristen yang berdampak positif bukan hanya sibuk dengan kegiatan gereja. Thanks buat MC yang mengajarku untuk membangkitkan sisi ceria dan polos seperti anak kecil, yang ga memandang segala sesuatu dengan rumit. Thanks buat MK yang mencelikkan mataku akan arti namaku yaitu LIGHT, sehingga menginspirasiku untuk menulis blog.

Thanks buat CY yang seringkali hadir membagikan keceriaan en pembelajaran. Thanks buat VT, my teddy bear yang senantiasa memberikan kehangatan di kala musim dingin menerpa. Thanks buat IP& EM yang selalu membuatku bersyukur dengan kehadiran en persahabatan kalian. Thanks buat setiap orang yang namanya tak disebutkan disini namun mengerjakan misi Tuhan untuk memberkatiku. Love you all 😍

October 10, 2018

MENIKMATI KESENDIRIAN

"The LORD is my portion, saith my soul; therefore will I hope in him. The LORD is good unto them that wait for him, to the soul that seeketh him. It is good that a man should both hope and quietly wait for the salvation of the LORD. It is good for a man that he bear the yoke of his youth. He sitteth alone and keepeth silence, because he hath borne it upon him. He putteth his mouth in the dust; if so be there may be hope. He giveth his cheek to him that smiteth him: he is filled full with reproach. For the LORD will not cast off for ever: But though he cause grief, yet will he have compassion according to the multitude of his mercies (Lamentations 3:24-32)

 "It is good for me that I have been afflicted; that I might learn thy statutes"
(Psalms 119:71)


Sebagai makhluk melankolis-kolerik yang bahasa kasihnya adalah quality time, aku seneng banget ama deep convo. Aku demen ama orang-orang yang bisa nyambung diajak ngobrol tentang topik apapun, bahkan bisa brainstorming en mengubah paradigma tentang banyak hal di hidup ini. Singkatnya, aku adalah makhluk bawel yang kepengen terus bisa keep in touch, denger kisah baru tentang perkembangan hidup seseorang, ato belajar banyak hal baru melalui convo.

Tapi setelah ngalami banyak hal, aku kehilangan orang-orang yang dulunya kuanggap best friends yang bisa habiskan waktu hampir setiap hari untuk chit chat. When lost them, I felt so lonely. Waktu itu banyak perasaan bergejolak di dalam batin en aku ga tau kudu cerita ke siapa, bahkan aku jadi takut cerita sama orang karena aku ga tau siapa yang bisa kupercaya, apalagi bisa kasi aku solusi. Aku kesepian sampe di tahap aku memendam semua emosiku dalam diam, aku menelan semua perasaanku tanpa bisa mencurahkannya.

Masa-masa itu merupakan masa terburukku. Tapi justru aku bergaul akrab dengan Tuhan, mencurahkan banyak hal ke Dia, dan mendapatkan banyak hikmat serta pengertian baru, yang ga bisa kudapetin dari deep convo dengan manusia. Akibatnya, aku ngerasa aku jadi makin bijak karena bisa memahami begitu rumitnya pergolakan batin manusia, bisa memandang semua masalah dari perspektif kekekalan, serta merasakan ketenangan karena tau Bapa memegang kendali atas segala sesuatu yang terjadi. Aku bersyukur kesendirian itu membuahkan sebuah pengenalan yang lebih dalam akan pribadi Bapa. 

Memang terkadang masih ada perasaan kesepian, karena aku ga lagi punya temen deket yang bisa kuajak berbagi hampir semua hal. Tapi aku menyadari bahwa aku ga perlu berbagi hampir semua hal ke manusia, hanya Tuhan saja yang perlu tau detailnya. Biarlah banyak hal menjadi rahasia dalam hidupku, hanya orang terdekat saja yang perlu tau perkembanganku en semua pergumulan yang ada.

Sebenernya ada masa dimana aku merindukan mereka yang pernah menjadi temen baikku, partner ngobrolku, teman berbagi kisah. Namun ketika mengingat perbuatan mereka kepadaku, yang meninggalkanku di masa sulitku, dengan semua penilaian miring tanpa fakta, serta semua penghakiman yang menyakitkan, aku ngerasa lebih baik aku sendirian. Aku menyadari bahwa aku lebih ga mau disakiti daripada punya temen yang ga jelas temen ato lawan, hahahaha. Sungguh egois diriku yang sekarang. Tapi aku menyadari bahwa aku kecanduan akut ama yang namanya kesendirian, karena disitulah aku bisa mendengar dengan jelas suara Tuhan dan jeritan jiwaku yang terdalam.

Aku menyadari bahwa ketika berhubungan dengan mereka, aku ga sepenuhnya bahagia, ga sepenuhnya bisa bebas menjadi diriku sendiri yang blak-blakan en apa adanya, ga sepenuhnya bisa belajar banyak hal. Sejujurnya aku seringkali banyak belajar dari perkataanku sendiri yang kulontarkan ke mereka, bukan belajar dari perkataan mereka. Jadi ya so what, kesepianku sebenernya unrealistic sih. Toh aku punya semua yang kubutuhkan, orang-orang yang tulus mengasihiku, serta Tuhan yang begitu setia. Ga perlu aku merindukan orang-orang yang penuh drama itu kan.

Aku menyadari bahwa kebutuhanku untuk ngalami deep convo ini juga bisa kulampiaskan untuk ngobrol ama Tuhan, ama keluarga ato temen terdekat yang masih setia di sampingku. Aku ga kesepian banget sih, karena masih banyak orang yang mengasihiku. Aku tau bahwa aku mengalami kenyamanan luar biasa dengan kesendirian ini. Parah memang, aku bisa kembali begitu introvert yang suka mengurung diri di kamar, membaca dan merenungkan segala sesuatu hingga begitu detail. Tapi ada bagusnya sih, aku ga banyak keluar duid untuk hang out, namun tetep berkembang secara psikologis en pribadi.

Jadi aku ngerasa bahwa emang selama sekitar 2 taon ini Tuhan ijinkan untuk aku tersimpan dalam tabung panah, mengasah diri, mempertajam segala sesuatu yang memang perlu kupelajari, supaya aku siap diluncurkan sebagai senjata-Nya yang efektif. Aku berkata, aku siap dipakai kembali oleh-Mu ya Bapa, menjadi diriku yang semakin melesat tajam dalam ketepatan yang Kau inginkan. Aku siap dipakai sebagai alat yang bisa Kau percaya dan banggakan dalam setiap bagian yang Kau percayakan. Aku percaya hikmat-Mu menuntunku sedemikian rupa dalam setiap perkataaan dan perbuatanku. Jadikan aku indah di mata-Mu, berbuah lebat bagi kemuliaan nama-Mu saja.

Aku menyadari kesendirian ini begitu indah karena kehabiskan dalam naungan hadirat-Mu. Engkau yang tau setiap airmataku, pergumulanku, kesesakanku, serta pertimbanganku. Terima kasih sudah mengijinkan aku melewati masa padang gurun yang begitu menyakitkan namun meredefinisi diriku sedemikian rupa. Aku mau siap keluar ke medan perang kembali, bergandengan tangan mengerjakan visi-Mu yang mulia. 

October 8, 2018

我不是以前的我

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (II Korintus 5:17)


Setelah melewati banyak jalan berliku, pengkhianatan, proses bertubi-tubi, pergeseran hidup, perubahan, serta berbagai pergolakan batin... Disinilah aku, berdiri teguh dalam kasih karunia Tuhan, menemukan jati diriku di dalam Dia, serta menemukan rencana-Nya yang sempurna. Disinilah aku, dengan semua keberadaanku sedang berjalan selangkah demi selangkah menggenapi kehendak-Nya. Disinilah aku, meninggalkan semua masa lalu, luka, trauma, dan segala kenangan pahit di dalamnya.

Dalam semua proses panjang itu, aku bersyukur karena Tuhan senantiasa setia mendampingi, di saat tak ada seorangpun yang mampu memahamiku, bahkan diriku sendiri. Tanpa-Mu, aku tak akan mampu tersenyum kembali menatap masa depan dengan iman dan pengharapan. Aku bersyukur buat setiap pribadi, yang sekalipun tak mengerti apa yang sedang kualami, namun tetap menunjukkan kasih dan persahabatan sejati. Tanpa kalian, aku tak akan menjadi diriku yang sekarang. Terima kasih buat setiap orang yang sekalipun berbeda denganku, namun justru membuat perbedaan itu menjadi perekat hubungan kita, yang mengasah diri kita masing-masing seturut arahan Bapa.

Terima kasih kepada diriku sendiri yang pernah kecewa, depresi, mengisolasi diri dari semua peradaban. Terima kasih telah mengijinkan diri terluka, menyadari kebodohan, lalu mengampuni segalanya dan berdiri kembali lebih tegar. Terima kasih pernah bergumul sedemikian rupa lalu menyadari bahwa engkau layak mendapat yang terbaik sesuai rancangan Tuhan. Terima kasih telah berani melepaskan semua yang bukan untukmu, sekalipun kau begitu menginginkannya. Terima kasih sudah berdiri kembali menjadi dirimu yang dewasa dan kuat, yang tak lagi digoyahkan oleh penilaian orang lain. 

Terima kasih telah berani memerangi keberadaan setiap emosi negatif, kemarahan, kekecewaan, dan kebencian yang bersarang dalam jiwa. Terima kasih telah menangis begitu rupa hingga tak ada air mata tersisa. Terima kasih telah menyiksa diri dalam duka dan menemukan makna hidupmu. Terima kasih karena telah menguatkan hati, lalu menegakkan kepalamu kembali.  Terima kasih karena telah mengubur semua masa lalu dan bangkit menjadi pribadi yang baru. Terima kasih karena tak pernah menoleh lagi ke belakang untuk menyesalinya kembali.

Sungguh, aku menyukai diriku yang sekarang, seperti burung yang bebas terbang kemanapun Tuhan perintahkan, tanpa peduli pendapat siapapun. Aku bebas menghirup udara segar, melakukan segala sesuatu yang kumau, mengembangkan diri semaksimal mungkin, mencoba segala hal untuk semakin mengenal diriku. Aku bahagia, aku gembira, aku mencintai dirimu yang baru, Rachel! 

Aku tak lagi membiarkan orang lain mengatur hidupku, perilakuku, responku, maupun tingkah lakuku. Aku tak lagi membiarkan ada seorangpun mengendalikan hidupku, aku tak ingin hidup untuk menyenangkan siapapun selain Tuhan. Aku tak ingin hidup yang sempurna, aku hanya menginginkan hidupku sendiri beserta semua bagian di dalamnya.

Aku sangat menikmati hari2 tanpa pria brengsek yang merenggut kebebasanku serta memaksaku untuk menuruti semua keegoisannya, yang EQnya rendah karena sering meremehkanku berdasarkan emosi sesaat, yang berkedok sok rohani namun  perilakunya begitu menyimpang dari kebenaran ilahi, yang begitu childish dan selalu ngerasa dirinya paling benar.  Aku menikmati hidupku tanpa tuntutan tak masuk akal dari pihak otoritas yang mengaku rohani, aku membebaskan diriku dari semua aturan tak masuk akal yang orang lain labelkan padaku. I am who I am, and I know that God loves my bold soul. Aku tak akan lembek lagi menghadapi kaum2 yang hanya berani menindasku beramai2.

Aku berhak menjadi diriku sendiri yang semakin diubahkan seperti Kristus dari hari ke hari. Aku berhak menikmati hidupku tanpa ada seorangpun yang perlu mendikteku. Aku berhak melakukan apapun yang baik bagi diriku sendiri, tanpa perlu persetujuan orang lain. Aku tak lagi membiarkan orang lain mendefinisikan diriku.

Inilah aku, siap bertempur kembali dalam gelanggang pertandingan yang telah Tuhan tentukan bagiku. Inilah aku, siap dipakai menjadi alat kemuliaan-Nya. Inilah aku, siap menghadapi apapun karena aku percaya kepada Dia yang menggenggam tanganku.

我不是以前的我。我是现在的我,更新的我 ( I am not the old me. I am who I am, the renew one)

October 4, 2018

PERTANYAAN UNFAEDAH SEGALA ABAD

Nyadar ngga sih kalo umur udah melebihi 25 en belom ada gandengan apalagi rencana nikah, masyarakat bakal membombardir ama pertanyaan kuno "mana pasangannya" "kapan nih nyebar undangan" en serangkaian pertanyaan sejenis? Unfaedah namun anehnya tetap dilestarikan oleh kalangan tetua di negeri ini.

Jaman udah berubah, budaya dan pola pikir masyarakat juga ngalami perubahan. Kalo di jaman Kartini en Siti Nurbaya, wanita didoktrinasi bahwa keberadaan mereka hanyalah untuk melahirkan anak, menjadi "boneka" sang suami yang bisa dipamerkan ke publik, dan dituntut "tetap bodoh" agar tak memberontak. Sekarang udah ngga jamannya lagi kaleee... Wanita sekarang kudu smart en bisa punya prinsipnya sendiri. Wanita masa kini berhak mengenyam pendidikan setinggi mungkin, sukses berkarir, bahkan mengaktualisasikan dirinya.

Sayangnya pola pikir demikian ngga menjangkiti kaum yang lebih tua beserta seluruh jajaran masyarakat yang masih berpikiran "kolot". Mereka masih berusaha mengamputasi hak wanita untuk bebas menentukan hidupnya sendiri, termasuk untuk tidak menikah, berprestasi dan tetap bahagia. Masih banyak kaum yang memandang rendah para wanita yang masih single namun menghasilkan banyak karya hebat di masa kini, hanya karena statusnya.

Miris... 

Menikah bukanlah tolak ukur kesuksesan seseorang, bukan tujuan dari kehidupan, dan juga bukan sebuah keharusan. Menikah bukanlah sebuah takdir yang harus dijalani oleh wanita, itu hanyalah sebuah pilihan--boleh diambil namun boleh diabaikan--demi kehidupan yang lebih baik.

Teman sebayaku emang banyak yang sudah menikah, namun hampir 80%nya tidak bahagia, kehilangan kesempatan untuk berkarir atau mengenyam pendidikan yang lebih baik, serta terkurung dalam "budaya istri harus tunduk kepada suami" yang akhirnya memberangus haknya untuk memaksimalkan potensi diri.

Aku mengenal banyak orang yang belum (atau tidak) menikah namun hidupnya berdampak secara luar biasa, menghasilkan karya hebat, serta mampu mengaktualisasi dirinya secara maksimal. Karirnya menanjak, berdampak besar bagi banyak orang, namun tetap bahagia sekalipun masih sendiri. Menurutku itu suatu hal yang membanggakan!

Barusan baca beberapa artikel soal pernikahan, virginity, en stereotipe tentang wanita bikin aku makin ngerasa bahwa dunia ini sangat ga adil dalam memandang wanita. Tapi artikel itu sebagian besar sama prinsipnya dengan yang aku pegang, bahwa wanita berhak menentukan jalan hidupnya sendiri, entah menikah ato tidak, entah apa yang pernah menjadi masa lalunya, ngga peduli bagaimana tanggapan orang sekeliling tentang statusnya. Jangan punya pola pikir seperti budak, dimana wanita harus menikah, harus mau diperlakukan seperti apapun oleh prianya karena takut prianya marah. 

Aku ngga mendukung feminisme ya, tapi equalisme. Bahwa kedudukan wanita setara dengan pria, bahwa wanita pun punya kehormatan en layak untuk mengembangkan serta mengekspresikan dirinya dengan bebas. Bahwa wanita ngga perlu tunduk ama aturan tak tertulis yang beredar di masyarakat bahwa wanita adalah warga kelas dua.

So, dari semua prinsip yang kuanut, aku memutuskan untuk menjalani hidupku tanpa peduli dengan tanggapan miring orang sekitarku. Why do you try so hard to fit in when you was born to be different? Jalan idup setiap orang tuh unik, nhga perlu menyamakan diri untuk menjadi seperti orang laen. You're free be yourself, live your life to the fullest, and glorify God through everything you do.