January 16, 2013

SEBUAH REFLEKSI


Sebelum masuk ke tahun 2013, Tuhan udah kasi banyak janji en tuntunan untuk hidupku ke depan, termasuk ayat yang mengajarkan aku untuk mengatur keuangan dan waktu jika aku sudah bekerja nanti. Tuhan emang selalu berjalan jauh di depan jalanku sehingga Dia bisa memberikan petunjuk yang aku butuhkan. Bersyukur banget punya Engkau, Bapa yang baik ^^
            
Tahun 2013 ini, ada 2 ayat yang menjadi petunjuk hidupku. Ayat pertama ada di Yosua 22:5;Hanya, lakukanlah dengan sangat setia perintah dan hukum, yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, yakni mengasihi TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu”. 

Ayat kedua ada di Efesus 3:18-19; Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah”.
            
Waktu dapet ayat pertama, waduh kok kayaknya berat banget ya. Keliatannya sih ayat ini simple, tapi kalo dibaca baik-baik, ternyata berat juga. Gimana bisa mengasihi Tuhan sepanjang tahun dengan kasih en ketaatan yang kayak gitu? Tapi puji Tuhan, ayat di Efesus itu adalah jawabannya. Kuncinya adalah sebelum aku mengasihi Tuhan, aku perlu untuk memahami en mengalami kasih-Nya yang luar biasa itu.  Kalo aku telah memahami en mengalami kasih-Nya itu, maka aku akan dimampukan untuk mengasihi-Nya dengan cara yang Ia mau (yang menurutku berat itu tadi).
            
Sebelum tahun 2012 berakhir, aku sempet ketemu sama temen-temen SMA (cewek en cowok, dalam waktu yang berbeda) en cerita-cerita. Ada temenku yang cewek bisa dapet pekerjaan dengan begitu mudahnya, gaji yang lumayan tapi dia diharuskan untuk memanipulasi pajak. Dia menjalankan hal itu, walopun ia tahu kalo hal itu nggak boleh dilakukan. Apa boleh buat, dunia kerja ya seperti itu, itulah tanggapannya pas aku tanya kenapa dia mau melakukannya. Berbeda jauh dengan temanku yang cowok, dia nggak dapet-dapet pekerjaan yang pas, bahkan setelah sekitar 15 kali interview kerja. Karena dia punya prinsip untuk kerja dengan bener en tetap melayani Tuhan. Pernah ada perusahaan yang mau menggaji dia dengan gaji yang lumayan besar, tapi dia nggak mau karena hari Sabtu en Minggu nggak libur (hal itu berarti dia nggak bisa pelayanan).
            
Disitulah aku menemukan sebuah fakta, bahwa walopun statusmu adalah anak Tuhan, nggak berarti jalanmu selalu mulus. Kalo kamu mau hidup dengan benar, mungkin kamu akan mengalami kesulitan demi kesulitan. Mungkin fakta ini sulit en sakit untuk diterima, tapi coba pikirkan mana yang lebih baik, kamu dapet kerjaan dengan gaji yang lumayan tapi kamu harus mengkompromikan nilai-nilai kebenaran, ataukah kamu rela menunggu pekerjaan yang terbaik yang dari Tuhan sekalipun waktunya lama? Yang aku tau, Tuhan pasti akan perhatikan anak-anak-Nya yang berusaha untuk hidup benar, sekalipun harus melewati berbagai rintangan. Tuhan lebih menilai hatimu daripada prestasi yang kamu capai. Dan ketika Tuhan menilai hatimu, apakah Dia mendapati hatimu tetap berkenan kepada-Nya sekalipun di masa-masa sulit?
            
Kita butuh pekerjaan, Tuhan tau itu. Dia sanggup pelihara kita kok. Seringkali cara-Nya tuh nggak sama dengan cara yang kita mau atau pikirkan. Terkadang Dia mengijinkan kita berjalan di dalam kekelaman en kegelapan, bukan karena Dia nggak mampu memberikan yang terbaik buat kita. Tetapi justru lewat masa-masa sulit itu, Dia mau membentuk karakter kita menjadi semakin serupa dengan Dia. Dia rindu kita hidup berkenan di hadapan-Nya sehingga pintu-pintu berkat akan dibukakan pada waktu-Nya. Jadi, setialah di masa-masa sulit sampai Dia bertindak atas hidupmu.
            
Semoga kita bisa menjalani tahun 2013 ini dengan amat sangat baik en mengakhirinya dengan kemenangan yang luar biasa ^^

January 6th 2013
12:50 pm

January 3, 2013

TUHAN TAK INGKAR JANJI




Karena itu, rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya (1 Petrus 5:6).


Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh daripada TUHAN! (Yeremia 17:5).



Berkat Tuhanlah yang menjadikannya kaya, susah payah tidak akan menambahinya (Amsal 10:22).


Awal tahun 2012 kemaren, aku dapet 3 ayat di atas sebagai bekal perjalanan selama setahun. Aku mikir kok banyak banget yah. Tapi seneng juga sih dapet ayat-ayat itu, karena aku tau kalo Tuhan bakal bekerja dengan cara yang ajaib di tahun 2012.
            
Sepanjang tahun 2012, harapan-harapanku banyak yang nggak terkabul, rencana wisuda gagal total. Tapi banyak hal yang dahsyat yang Tuhan kerjakan dalam hidupku, yang akhirnya membentuk karakterku sedemikian rupa. Di balik setiap “kegagalan” rencanaku, Dia mengerjakan hal-hal yang baik. Dan yang paling penting, Dia genapi janji-Nya dalam tahun 2012.
            
Pertama, Dia menggenapi janji-Nya dalam I Petrus 5:6. Di tempat les, aku dibenci tanpa alasan oleh salah satu teman les. Cece ini lumayan pinter bahasa mandarinnya, tapi dia jarang ngomong ato njawab, jadi aku yang sering njawab pertanyaan laoshi (kasian soalnya kalo laoshi-nya dikacangin kan :p). Cece ini selalu ngeliat aku dengan tatapan nggak suka. Tapi aku diem aja en nggak membalas (walopun dalam hati rada dongkol juga, gue ngga salah apa-apa kok digituin sih). En Tuhan “meninggikan” aku di tempat les dengan cara setiap laoshi (catat ya SETIAP laoshi) yang ngajar di kelasku, selalu memuji aku, selalu kasi perhatian lebih ke aku. Itu adalah penggenapan janji yang sangat menyenangkan buatku.
            
Trus ada satu cerita lagi tentang penggenapan janji di ayat yang sama. Bulan November kemaren, aku melayani di satu tempat selama 4x. Aku ditempatkan di bawah seorang pemimpin yang nggak kompeten tapi sombong abis dan suka cari muka. Aku sempet jengkel karena tante ini selalu nggak tau apa-apa kalo ditanyai, nggak ngasi pengarahan dengan baik, lepas tanggung jawab. Di minggu ketiga, aku sempet mau protes supaya dia nggak kaya gitu (karena sikapnya, orang-orang yang ada di bawah kepemimpinannya kacau balau). Malam hari, sebelum aku melancarkan aksi teguranku, aku berdoa en Tuhan kasi aku ayat di Roma 12:17-18. Aku renungkan ayat itu sampai meresap di hatiku en akhirnya aku memutuskan untuk diam en nggak menegur tante itu. Besoknya, saat pelayanan aku dipenuhi dengan kasih en damai sejahtera Tuhan. Pagi itu, tiba-tiba aku dipanggil oleh pemimpin yang lebih tinggi. Tuhan kasi aku surprise, aku diberi kepercayaan lebih. Selama dua minggu sebelumnya, aku dipercayai untuk melayani 2 orang, tapi di minggu ketiga itu aku dikasi kepercayaan untuk melayani 5 orang baru. Lalu 2 orang yang awalnya aku layani itu dipindahtangankan ke tante tersebut. Tante itu ngeliat aku dengan sewot, dalam hati aku bingung en ngerasa surprise banget. Pas pulang dari pelayanan, Tuhan baru ngomong ke aku kalo itu upah dari ketaatanku. Tuhan tuh baik banget! ^^
            
Kedua, penggenapan janji untuk ayat Yeremia 17:5 berhubungan dengan skripsi. Aku sebenernya udah capek banget sama skripsi karena nggak kelar-kelar. Dengan cara yang ajaib, dosen pembimbingku yang selama ini mempersulit aku, tiba-tiba nyuruh aku cepet-cepet selesaiin skripsi. Padahal konon kabarnya, dosen tersebut hobi banget mempersulit mahasiswa sampai titik darah penghabisan (aku emang ngalami sampai 1 tahun sih, tapi perubahan sikapnya tuh drastis en nggak mungkin banget). Dengan pertolongan Tuhan, akhirnya di bulan Desember kemarin aku bisa sidang proposal. Kelulusan en wisuda di depan mata.
            
Ketiga, penggenapan janji  untuk ayat Amsal 10:22. Selama tahun 2012, di keluargaku banyak banget pengeluaran yang harus kami sediakan. Mulai dari biaya skripsiku yang nggak kelar-kelar, adikku masuk kuliah (butuh bayar uang gedung en uang semester), beberapa alat elektronik di rumah yang rusak di waktu hampir bersamaan. Hal itu cukup bikin pusing juga, tapi Tuhan nggak pernah terlambat. Setiap kebutuhan en biaya, Dia cukupkan dengan cara yang ajaib tepat waktu. Bahkan yang lebih ajaib lagi, sempet kulkas kami rusak en nggak bisa diperbaiki, jadi harus beli baru. Trus waktu kami masih cari-cari kulkas baru untuk dibeli, Tuhan kirimkan saudaraku untuk ngasi kulkasnya yang masih tergolong baru (sempet dipake sebentar sama dia, trus nggak dipake karena dia beli kulkas yang lebih gede).
            
Mungkin buat orang lain, hal-hal yang aku alami di atas nggak spektakuler. Tapi bagiku, hal-hal itu menunjukkan bahwa Dia masih bekerja di hidupku, Dia bertanggung jawab untuk menggenapi semua janji yang Dia berikan ke hidupku. Setiap kebutuhan, pergumulan, en permasalahanku, Dia yang membantuku untuk menyelesaikan. Dia adalah Bapa yang baik en setia. Thanks God buat 2012, thanks buat setiap pengalaman en kebaikan yang boleh aku alami. All glory for You, Jesus ^^


Engkau yang lebih tau cara untuk membuka jalanku
Engkau yang lebih mengerti cara untuk menolong hidupku
Reff: Kupercaya Kau Tuhan yang tak pernah gagal
Menjadikanku lebih dari pemenang
Kupercaya Kau Tuhan yang tak pernah lalai
Menggenapi janji-janji-Mu
(Tuhan Tak Pernah Gagal- Maria Shandi)

January 3rd, 2013
2:05 pm