Sebelum
masuk ke tahun 2013, Tuhan udah kasi banyak janji en tuntunan untuk hidupku ke
depan, termasuk ayat yang mengajarkan aku untuk mengatur keuangan dan waktu
jika aku sudah bekerja nanti. Tuhan emang selalu berjalan jauh di depan jalanku
sehingga Dia bisa memberikan petunjuk yang aku butuhkan. Bersyukur banget punya
Engkau, Bapa yang baik ^^
Tahun 2013 ini, ada 2 ayat yang menjadi petunjuk hidupku. Ayat pertama ada di Yosua 22:5; “Hanya, lakukanlah dengan sangat setia perintah dan hukum, yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, yakni mengasihi TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu”.
Ayat kedua ada di Efesus 3:18-19; “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah”.
Waktu dapet ayat pertama, waduh kok kayaknya berat banget ya. Keliatannya sih ayat ini simple, tapi kalo dibaca baik-baik, ternyata berat juga. Gimana bisa mengasihi Tuhan sepanjang tahun dengan kasih en ketaatan yang kayak gitu? Tapi puji Tuhan, ayat di Efesus itu adalah jawabannya. Kuncinya adalah sebelum aku mengasihi Tuhan, aku perlu untuk memahami en mengalami kasih-Nya yang luar biasa itu. Kalo aku telah memahami en mengalami kasih-Nya itu, maka aku akan dimampukan untuk mengasihi-Nya dengan cara yang Ia mau (yang menurutku berat itu tadi).
Sebelum tahun 2012 berakhir, aku sempet ketemu sama temen-temen SMA (cewek en cowok, dalam waktu yang berbeda) en cerita-cerita. Ada temenku yang cewek bisa dapet pekerjaan dengan begitu mudahnya, gaji yang lumayan tapi dia diharuskan untuk memanipulasi pajak. Dia menjalankan hal itu, walopun ia tahu kalo hal itu nggak boleh dilakukan. Apa boleh buat, dunia kerja ya seperti itu, itulah tanggapannya pas aku tanya kenapa dia mau melakukannya. Berbeda jauh dengan temanku yang cowok, dia nggak dapet-dapet pekerjaan yang pas, bahkan setelah sekitar 15 kali interview kerja. Karena dia punya prinsip untuk kerja dengan bener en tetap melayani Tuhan. Pernah ada perusahaan yang mau menggaji dia dengan gaji yang lumayan besar, tapi dia nggak mau karena hari Sabtu en Minggu nggak libur (hal itu berarti dia nggak bisa pelayanan).
Disitulah aku menemukan sebuah fakta, bahwa walopun statusmu adalah anak Tuhan, nggak berarti jalanmu selalu mulus. Kalo kamu mau hidup dengan benar, mungkin kamu akan mengalami kesulitan demi kesulitan. Mungkin fakta ini sulit en sakit untuk diterima, tapi coba pikirkan mana yang lebih baik, kamu dapet kerjaan dengan gaji yang lumayan tapi kamu harus mengkompromikan nilai-nilai kebenaran, ataukah kamu rela menunggu pekerjaan yang terbaik yang dari Tuhan sekalipun waktunya lama? Yang aku tau, Tuhan pasti akan perhatikan anak-anak-Nya yang berusaha untuk hidup benar, sekalipun harus melewati berbagai rintangan. Tuhan lebih menilai hatimu daripada prestasi yang kamu capai. Dan ketika Tuhan menilai hatimu, apakah Dia mendapati hatimu tetap berkenan kepada-Nya sekalipun di masa-masa sulit?
Kita butuh pekerjaan, Tuhan tau itu. Dia sanggup pelihara kita kok. Seringkali cara-Nya tuh nggak sama dengan cara yang kita mau atau pikirkan. Terkadang Dia mengijinkan kita berjalan di dalam kekelaman en kegelapan, bukan karena Dia nggak mampu memberikan yang terbaik buat kita. Tetapi justru lewat masa-masa sulit itu, Dia mau membentuk karakter kita menjadi semakin serupa dengan Dia. Dia rindu kita hidup berkenan di hadapan-Nya sehingga pintu-pintu berkat akan dibukakan pada waktu-Nya. Jadi, setialah di masa-masa sulit sampai Dia bertindak atas hidupmu.
Semoga kita bisa menjalani tahun 2013 ini dengan amat sangat baik en mengakhirinya dengan kemenangan yang luar biasa ^^
January
6th 2013
12:50
pm
No comments:
Post a Comment