March 31, 2017

GOOD OR BAD COMPANION

"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (1 Korintus 15:33).

"Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang" (Amsal 13:20).

"Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri" (Amsal 22:24-25).


Minggu-minggu terakhir ini aku makin menyadari betapa pentingnya friendship. Di umur segini, ngga mudah nyari temen baru, makin bisa ngeliat mana yang beneran temen sejati mana yang cuma manfaatin, mana yang cuma dateng pas butuh doank, en mana yang ngga layak disebut temen. Sometimes ngerasa exhausted sih karena beberapa temen lagi punya banyak masalah en jadiin aku sebagai "tong sampah".

Aku makin menelusuri bahwa ngga mudah jadi temen yang tetep positif di saat temen kita tuh punya banyak masalah, nyari kita karena butuh curhat, en buang "sampah emosi" ke kita. Aku sendiri juga punya masalah, en kadang pas aku ngasi masukan, orang yang bersangkutan tuh menyela omonganku terus, ato nyerocos tanpa henti. Ya emang ada orang-orang yang ngga butuh dikasi solusi ato masukan, cuma butuh didengerin en diperhatiin.

Aku bersyukur buat temen-temen yang tetep stay di masa-masa sulitku, en aku tau bahwa ini waktunya untuk aku menunjukkan kesetiaan di kehidupan temen-temen yang sedang ngalami masa sulit. Ini masa-masa yang melelahkan karena menguras emosi namun tetap harus menabur hal yang baik. Yang bisa kulakukan adalah banyak berdoa supaya aku bisa menjaga hati sehingga aku ngga salah merespon trus bikin kondisi jadi runyam, sambil tetep support mereka sebisaku.

Aku menyadari bahwa persahabatan yang baik diuji di masa sulit, kering, dan penuh ketidakpastian. Aku mau jadi orang yang menunjukkan kasih, kesetiaan, en persahabatan yang tulus. Aku yakin bahwa setiap kami bisa melalui masa-masa ini dan keluar sebagai pemenang serta persahabatan kami semakin dimurnikan. Aku tau bahwa persahabatan adalah sesuatu yang mampu mempengaruhi banyak aspek kehidupan kita. Disinilah aku ngerasa bersyukur banget karena aku bisa belajar banyak hal dari kehidupan temen-temenku. Semalem denger 1 kotbah ko Philip, en ada bahas soal pergaulan juga (klik di SINI)

Ada beberapa nama yang ketika diingat, bikin aku bersukacita en bersyukur ama Tuhan, merekalah orang-orang yang memberikan added value dalam kehidupanku, orang-orang yang setia dalam segala keadaan, en menunjukkan kasih tanpa syarat. Melalui mereka, Tuhan mengerjakan banyak hal yang baik dalam hidupku, mengubah aku menjadi pribadi yang lebih baik, en membuatku semakin mencapai potensi maksimalku.

Berhati-hatilah dalam memilih teman dalam pergaulanmu. Ngga semua orang layak menjalin persahabatan dengan kita, jangan sampai kita salah bergaul lalu hidup kita terkena imbas negatif, apalagi kalo karakter kita yang baik terkhamiri sehingga kita berubah menjadi lebih buruk. Bijaksanalah dalam pergaulanmu, mintalah teman-teman yang dari Tuhan, yang akan membawa hidupmu semakin bersinar bagi kemuliaan-Nya.

March 30, 2017

FUN DAY

Uda lama ngga update soal liburan nih, karena emang beberapa bulan terakhir aku ngga mbolang sama sekali. Pas libur Nyepi tanggal 28 kemaren, aku ama 2 temen ke Suroboyo Carnival (rencana ke bukit Jaddih tapi batal). Walopun di dalem kota, mayan sih buat kabur sejenak dari rutinitas. Hehehe.

Suroboyo Carnival ini terletak di jalan Ahmad Yani, seberangnya Cito situ. Tiket masuknya kalo weekdays 60rebu, kalo weekend ato hari libur 80rebu. Ternyata masih sama kayak 2 taon lalu. Pas kemaren kesana sempet ujan sih, tapi puji Tuhan sebentar doank. Kami maen di beberapa wahana, trus foto-foto. Ngerasa beneran lebih asik maen kesini daripada ngemall.

Pas maen bumper car (bombom car), aku sempet nabrak salah satu temenku en tabrakannya luar biasa kenceng. Entah gimana, tangan kiriku terpental dari setir en jadi keseleo. Alhasil 2 hari ini aku jadi ngga seberapa bisa ngelakuin banyak hal pake tangan kiri, karena tiap gerak dikit uda sakit luar biasa. Berasa jadi emak-emak dah karena kudu pijet-pijet tangan mulu >_<

Tapi dari kejadian itu, aku belajar sesuatu sih. Intinya tangan tuh cuma salah satu bagian dari tubuh yang begitu besar, apalagi tangan kiri. Seringkali kita ngga terlalu perhatiin fungsinya karena ngga sepenting tangan kanan. Tapi ternyata pas sakit begini, baru beneran kerasa fungsinya tangan kiri, apalagi yang keseleo tuh ibu jari en telunjuk. Nah kalo tangan kiri sakit aja, seluruh badan berasa menderita en ngerasa panas dingin, apalagi kalo hati kita juga lagi sakit. Dari situ aku makin paham artinya "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan" (Amsal 4:23). Kalo hati kita sakit, otomatis semua fungsi tubuh, pikiran, en perasaan kita terpengaruh sedemikian rupa. Emang sih menjaga hati tuh ngga mudah, tapi kudu dilakukan dengan sungguh-sungguh karena dari situlah sumber kehidupan kita. Thanks God buat liburannya, buat 2 temen yang nemeni liburan, en buat pembelajarannya.

Setelah semalem aku dapet pembelajaran ini pas doa sebelum tidur, tiba-tiba rasa sakit di tangan kiriku langsung berkurang drastis, en jadi bisa digerak-gerakkin dengan lebih leluasa. Hmm, kayaknya emang Tuhan lagi negur soal masalah hati sih ini, tapi Tuhan pake cara yang unik. Thanks God buat pemulihannya yang secepat kilat.

March 24, 2017

ANTARA FIRMAN TUHAN, PAJAK, EN TAAT PEMERINTAH

"Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat" (Roma 13:1-7)

Aku yakin perikop di atas ngga akan pernah jadi ayat favorit bagi siapapun yang baca, bener ngga? Mindset kita selalu negatif kalo menyangkut pajak en pemerintah. Mungkin banyak dari antara kita yang berpikir apa gunanya bayar pajak kalo sebagian besar ngga dikelola dengan baik (malah dikorupsi en koruptornya ngga dihukum), trus ngga ada timbal balik berupa perbaikan fasilitas umum, perbaikan kinerja badan pemerintah, dsb. Tapi ayo kita mulai ambil sudut pandang dari firman Tuhan.

Emang sih, kita tau dengan jelas bahwa pemerintah yang kita punya, masih lemah sekali dalam hal integritas apalagi menyangkut pajak yang jumlahnya gede banged. Tapi, ayo kita mulai belajar taat ama firman Tuhan soal bayar pajak, menghormati pemerintah, bahkan kita perlu berdoa supaya pemerintah kita takut akan Tuhan.

Sejak sebelom masuk ke dunia kerja, Tuhan ajarkan banyak tentang hal ini ke aku. Intinya, Tuhan bilang bahwa taat bayar pajak en menghormati pemerintah tuh bukan karena mereka layak mendapatkannya ato kinerja mereka, tapi karena aku perlu menaati firman Tuhan demi kebaikanku sendiri. Alhasil dari awal kerja, aku ngotot bikin NPWP walopun papa selalu bilang ngga usa. Puji Tuhan, waktu itu General Manager Finance di tempatku kerja nyuru aku bikin NPWP. Aha, akhirnya bikin deh walopun papa tetep protes karena males ribet.

Emang sih agak ribet sejak punya NPWP karena tiap bulan gajiku dipotong untuk bayar pajak, en tiap taon kudu lapor SPT Tahunan. Tapi aku belajar taat, sekalipun ya ada rasa sakit pada "daging". Aku ngga mau liat pemerintah yang ada, aku liat ke Tuhan yang nyuruh aku untuk taat ama firman-Nya. Lagian, apa sih artinya duid segitu untuk bayar pajak dibandingkan bisa menaati Dia dalam area ini?

En aku mendapati bahwa ada damai sejahtera yang Tuhan kasi, banyak kemudahan yang aku peroleh dalam hidup, en banyak berkat yang Tuhan curahkan bagiku. Aku tau bahwa Tuhan perhitungkan ketaatanku dalam perkara-perkara kecil. Dia adalah Allah yang setia, Dia ngga pernah memerintahkan sesuatu yang mencelakakan kita, tapi semuanya untuk kebaikan kita. Melalui perintah untuk bayar pajak, Dia mengajarkan supaya hati kita ngga melekat ke uang, supaya hati kita ngga dipenuhi ketamakan, supaya hati kita tetap mencintai segala perintah-Nya.

So, ayo kita mulai belajar taat ama aturan pemerintah, dengan melihat melampaui segala aturan itu en memandang kepada Tuhan yang di atas segalanya. Lihatlah ketaatanmu kepada pemerintah sebagai ketaatanmu kepada Tuhan. En buktikan bahwa Dia adalah Allah yang tak pernah mengecewakan. Amen.

March 22, 2017

GOD'S DIVINE APPEARANCE

Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: "Kawankah engkau atau lawan?" Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang." Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?" Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: "Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus." Dan Yosua berbuat demikian (Yosua 5:13-15).

"Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani." (Hakim-hakim 6:12)

Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." (I Raja-raja 19:7)


Dua minggu ini aku sedang baca bukunya Max Lucado yang "GLORY DAYS" en ada 1 babnya yang menginspirasi aku buat nulis hal ini. Intinya, siapa sih yang ngga pernah lemah, ngga pernah kuatir, ngga pernah takut, ngga pernah goyah dalam menjalani hidup? Yang terpenting bukanlah masalah apa yang kita hadapi, tapi apa (bahkan siapa) yang bisa bikin kita bertahan.

Sebagai orang Kristen, kita pun ngga luput dari hantaman badai, tumpukan masalah, ato kejutan pencobaan. Tapi ketika kita tau siapa yang menyertai kita, seharusnya kita ngga perlu kalut. Namun seringkali kita mulai bimbang ketika kita ngerasa beban kita terlalu berat, sehingga kita perlu intervensi Tuhan ato pernyataan Tuhan sekali lagi untuk mengokohkan hati kita yang mulai kehilangan arah.

Dari 3  ayat Alkitab di pembuka note ini, semuanya mengalami perjumpaan dengan Malaikat Tuhan aka Yesus, sehingga mereka dikuatkan untuk mengemban misi yang sulit menurut takaran mereka. Yosua saat memasuki Yerikho setelah kematian Musa, Gideon menghadapi bangsa Midian, dan Elia menghadapi kekejaman Izebel serta gelapnya penyembahan berhala. Dan kita menghadapi serbuan deadline, hutang yang menumpuk, serangan fajar dari penyakit mematikan, dinginnya kasih dari orang terdekat, atau masa depan yang tak menentu.

Sebagai manusia, kita punya batas kekuatan, daya tahan kita ngga seberapa, hati kita punya limit untuk menanggung semua emosi. Terkadang, saat kita sudah ngerasa ngga mampu alias njedog, kita perlu menengadah sejenak ke atas dan memandang ke Sorga kepada Pribadi yang Setia itu, yang berjanji untuk selalu menyertai kita. Dan seperti yang kita tau, Dia selalu menepati janji-Nya, dari situlah kita memperoleh kekuatan kita kembali.

Max Lucado menuliskan dengan begitu apik tentang hal ini; 
"Kita perlu mengetahui bahwa Allah ada di dekat kita! Kita tidak pernah sendirian. Dalam saat terkelam kita, dalam pertanyaan-pertanyaan terdalam kita, Tuhan semesta alam tidak pernah meninggalkan kita".

"Hadirat-Nya adalah bagian dari warisan Anda"

"Selama mata kita hanya tertuju pada Yerikho kita, kita tidak akan melihat Yesus. Kita harus melihat ke atas".

"Kita tidak pernah terlalu kuat atau perkasa hingga kita tidak perlu menyembah. Orang-orang yang tanpa penyembahan tidak memiliki kuasa yang lebih besar darinya untuk diandalkan. Hati yang tanpa penyembahan menghadapi Yerikho seorang diri".


Ngga peduli sebesar apapun masalah yang sedang kita hadapi, sesulit ato sekeras apapun badai menerpa perahu kita, semustahil apapun keadaan yang menghimpit kita, ingatlah untuk memandang kepada Sumber Kekuatanmu yang sejati, Yesus. Jangan andalkan koneksimu, kemampuanmu, fasih lidahmu, ato kelihaian strategimu. Berlututlah lalu angkat wajahmu menghadap Sorga. Dia yang mengasihimu siap memberikanmu kekuatan yang baru.



Kekuatanku hanya Kau, Tuhan
Harapanku hanya Kau, Tuhan
Saat badai datang menerpa
Tak goyah kubersama-Mu

Tak mampu ku tanpa-Mu, Tuhan
Sungguh tak kuat ku tanpa-Mu, Tuhan
Pegang erat tanganku, Tuhan
Jangan pernah Kau lepaskan

Reff:
Hanya Engkau buat ku dapat bertahan
Hanya Engkau yang selalu kuandalkan
Saat aku ada di batas kekuatanku
Kekuatan janji-Mu memulihkan hidupku
(Lagu "Di Batas Kekuatan")

March 21, 2017

THE FRUIT OF INTIMACY

"Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali." Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya (I Raja-raja 18:36-38).


Baru-baru ini Tuhan ngajari aku tentang keintiman dengan Dia. Yang namanya keintiman dengan Tuhan tuh ngga melulu bicara sesuatu yang dahsyat, tapi berbicara dari hati ke hati, dengan penuh keyakinan bahwa kami saling percaya dan memahami. Keintiman tuh tentang dua hati yang terpaut satu sama lain, berusaha menyediakan waktu untuk berkomunikasi dalam hal apapun dan kapanpun. Tuhan ngajari aku untuk kembali berbisik ke Dia di tengah kesibukan di kantor, kadang cuma ngomong satu dua hal yang simple, kadang cuma bilang apa yang aku rasakan, kadang cuma bilang "Lord, thankyou and I love You".

Keliatannya hal itu simple en mendasar sekali untuk bangun keintiman dengan Tuhan, tapi faktanya banyak orang yang uda lama jadi Kristen malah uda ngga pernah melakukan hal-hal seperti itu sama Tuhan. Hal-hal yang keliatannya sepele, tapi keluar dari kerinduan hati serta komitmen untuk menjaga komunikasi tuh penting. Aku belajar lagi untuk mendengarkan suara-Nya yang lembut, di tengah hiruk pikuk deadline SPT tahunan. Dan justru suara-Nya itu meredam semua rasa stress dan memberikanku hikmat dalam banyak hal.

Ngomongin tentang keintiman, pasti ada buahnya kan ya. Ayat di atas bicara tentang kuasa yang Elia miliki sebagai buah dari keintiman hubungannya dengan Tuhan. Dia ngga perlu doa panjang lebar, ngga perlu nunggu berjam-jam, ngga perlu metode yang rumit "hanya" untuk mendapatkan jawaban doa. Keintiman mendatangkan percepatan, kuasa, dan mujizat.

Tiba-tiba aku inget soal ilustrasi soal hubungan ortu dan anak. Seorang anak ngga perlu minta ijin ke ortu untuk ambil apapun yang ada di kulkas rumahnya (coklat, es krim, buah, cake, dsb). Semua yang ortunya miliki adalah miliknya, dia bole ambil en makan apapun yang tersedia di kulkas. Beda dengan tamu ato tetangga, ngga mungkin bisa sebebas itu ambil apapun yang ada di meja makan, apalagi kulkas.

Begitu juga dengan kehidupan kita, jika kita dekettt ama Tuhan, bangun keintiman dengan-Nya en jadi kekasih hati-Nya maka kita punya hak istimewa itu. Ngga perlu berbelit-belit ketika pengen sesuatu, ngga perlu bingung nyampein apa yang ada di hati, ngga perlu ragu buat minta pertolongan-Nya saat kita butuh. Keintiman yang dibangun akan menghasilkan buah-buah yang manis.

Sebenernya berkat terbesar dalam hidup ini bukanlah berkat itu sendiri, tapi keintiman dengan Tuhan. Ketika hati kita dan hati Tuhan menjadi satu, apa yang menjadi kerinduan-Nya juga menjadi kerinduan kita, maka kita ngga perlu ngoyo untuk mengajukan permohonan kita. Cukup berbisik dengan segenap hati kepada Pribadi yang kita cintai dan mencintai kita, maka Ia akan hadir.

Bersyukur banget punya Tuhan yang begitu nyata, begitu dekat, dan begitu akrab. Bersyukur banget karena aku punya Pribadi yang selalu ada di sampingku di setiap waktu, siap mendengarkan isi hati dan pikiranku, serta mampu menolongku dengan cara yang ajaib. I love You wholeheartedly, Jesus!

March 19, 2017

MARRIAGE IS NOT A GOAL

Beberapa hari lalu nonton film "The Last Woman Standing" (剩者为王)en ngerasa kayak berkaca di kehidupanku sendiri hahaha. Yah akhir-akhir ini banyak "burung berkicau" yang nanya soal mana pacarku, kapan aku merid, blablablahh. Bagiku yang namanya marriage is not a GOAL, it's a journey yang ngga semua orang bakal jalani. Kalo diijinkan menikah ya bersyukur (en pengennya hepi donk ya), kalo belum diijinkan ya tetep bersyukur karena masih hepi menikmati masa single yang penuh dengan kebebasan en keseruan yang ngga akan terulang lagi.

Pas nonton film diatas, aku flashback sih ama masa-masa aku pernah dikenalin ke cowok yang lebih tua kayak si dokter, tapi ngga bikin aku ngerasa sreg. Umur yang tua ngga menjamin seseorang tuh dewasa dalam segala hal en terutama ngga menjamin bisa jadi pria yang memimpin aku jadi pribadi yang lebih baik. Flashback juga karena pernah deket ama cowok yang lebih muda, yang bikin aku nyaman en hepi, tapi dia belom siap bangun hubungan yang serius. Thanks buat cowok-cowok yang pernah hadir dalam hidupku, entah memberikan warna cerah beserta kedewasaan, maupun cowok-cowok brengsek yang membuatku makin sadar bahwa aku layak dapet pria yang isa ngehargai en nerima aku apa adanya.

Dari film ini, aku belajar bahwa ngga perlu dengerin omongan orang untuk cepet-cepet merid, ngga perlu kepatok ama yang namanya umur, jangan nikah karena tuntutan ortu atopun lingkungan. Hidupmu adalah tanggungjawabmu sendiri, kamu yang menjalani (orang laen cuma bisa komentar kan ya), kamu sendiri yang merasakan bahagia ato nggaknya, kamu sendiri yang memperjuangkan progressmu. Jangan bandingkan diri ama temen-temen sebaya yang uda merid ato punya anak, karena tiap orang punya waktu en takarannya sendiri.

Aku terharu banget en setuju ama perkataan dari papanya tokoh cewek yang bilang bahwa "爱情跟婚姻不是百分百对等的,她不应该为父母亲结婚,她不应该在外面听什么。她应该想着跟自己喜欢的人白头偕老去结婚" [love and marriage are not 100% equal, she (his daughter) shouldn't getting married for parents, she shouldn't listen to anything outside. She should think about to be with the one she loves, to live together for lifetime]. Hati ortu tuh pengen anaknya bahagia, en ortu ngga pengen anaknya menikah cuma karena kewajiban ato demi keinginan ortu. Kebahagiaan tuh lebih penting daripada status pernikahan.

Dua hari lalu, aku dapet kabar mengejutkan dari seorang temen baik yang batal nikah. Sedih dengernya tapi aku salut ama dia yang berani batalin pernikahannya karena dia ngeliat calon suaminya tuh ngga tegas en masih anak mama. Selama ini aku kira mereka bahagia dengan hubungannya, ternyata si cowok tuh cuek banget en temenku ngga mau nuntut. Tapi ternyata si cowok malah makin semaunya en ada kemungkinan punya wanita laen. Trus di kantor juga dapet cerita dari temen tentang sahabatnya yang batal nikah karena si cowok maen tangan. Salut bagi cewek-cewek yang berani batalin pernikahan karena ngeliat sesuatu yang lebih besar daripada sekedar status! Kebahagiaanmu tuh ngga terletak di dalam pernikahan, tapi di keputusan en pilihanmu sendiri.

Pernikahan ngga identik ama yang namanya bahagia, apalagi kalo sebelom nikah uda tau bahwa calon pasanganmu ngga bisa bikin kamu hepi, ngga bisa jadi pria yang mengasihimu, ngga bisa jadi sosok yang kamu hargai (boro-boro bikin kamu ngerasain sosok Tuhan). Emang kodrat wanita kudu tunduk, tapi kalo prianya ngga jadi teladan, egois en nyuru pihak wanita ngalah mulu en malah maen kasar ya bye-bye aja deh.

Aku bersyukur ngeliat temenku ngga terpuruk en cepet bangkit dari kesedihannya. Aku bersyukur ngeliat dia yang menaruh iman en pengharapan bahwa Tuhan akan kasi pria yang terbaik bagi idupnya. Aku bersyukur ngeliat dia ngga dendam ato kepaitan ama cowok brengsek itu. Aku percaya bahwa Tuhan akan mendatangkan pria yang tepat buat dia pada waktu-Nya, seperti seorang bapa yang meminta kalung mutiara imitasi anaknya agar bisa memberikan yang asli.

Dari sharing-sharing kemaren, aku belajar bahwa lebih baik terlambat nikah (ato tetep single seumur idup) daripada nikah tapi dipenuhi derai air mata. Yang namanya pernikahan tuh bakal dijalani seumur idup en emang ngga ada manusia yang perfect, tapi bijaksanalah sebelum ambil keputusan untuk nikah, karena ngga ada jalan mundur kalo uda nikah. Hargai dirimu, bikin dirimu bahagia dengan apa yang ada. Seorang pria dan pernikahan bukanlah tolak ukur kebahagiaanmu.

Menikahlah dengan pria yang tepat, yang mau berjuang bersamamu, yang bisa menerima dan mencintaimu apa adanya, yang dengan kebersamaan kalian membuat hidup kalian berdua jadi lebih baik. Menikahlah dengan pria yang kalian berdua mau saling memahami, saling membangun, en saling memberikan yang terbaik. Menikahlah dengan pria yang mau mengusahakan terciptanya "surga di bumi" denganmu.

March 17, 2017

安全感 (THE SENSE OF SECURITY)

"安全感是自己内心的强大。安全感是自己给自己,别人给不了你"。(Rasa aman adalah kekuatan yang ada di dalam hati. Rasa aman adalah pemberianmu kepada dirimu sendiri, orang lain tidak dapat memberikannya).

Semalem nonton film Mandarin "The Interpreter" en ada quote di atas. Kalo dipikir-pikir, bener juga bahwa rasa aman adalah sesuatu yang tumbuh di dalam diri kita sendiri, ngga bisa kita cari di luar diri kita. Rasa aman yang sejati muncul dari hubungan kita dengan Tuhan. Dalam Mazmur 62:1 Daud bilang "Hanya dekat Allah saja aku tenang..."

Rasa aman itu bisa kita peroleh kalo kita paham jati diri kita di dalam Kristus en kita tau bahwa kita dikasihi apa adanya, bahkan saat kita masih berdosa dan belum menerima keselamatan. Rasa aman itu ngga bisa diperoleh dari harta, prestise, penampilan fisik, background keluarga, merk yang menempel di baju (ato mobil) kita ato apapun yang bersifat semu.

Namun sayangnya, seringkali kita mendapati orang yang ngga punya rasa aman itu sehingga berusaha mencarinya dengan berbagai macam cara. Entah mencari rasa aman itu di dalam diri orang lain, maupun dalam benda tertentu, atau komunitas tertentu. Bahkan ngga sedikit orang yang hidupnya dipenuhi dengan pelarian karena ngga sadar akar masalahnya dimana. Mungkin masalahnya bersumber dari trauma masa lalu, background keluarga yang berantakan, ato perlakuan buruk dari lingkungan.

Hari-hari ini banyak orang menjadi social climber (bergaul dengan orang populer), belanja merk tertentu, mencari pacar yang kaya raya, suka pamer eksistensi di sosial media, merebut teman orang lain supaya terlihat populer, menjelekkan orang lain supaya dirinya terlihat hebat, dsb.

Kita ngga bisa mengubah background keluarga, karakter asli, serta keberadaan kita secara sosial. Jangan sesali apapun yang ngga bisa kita ubah, tapi ubahlah apa yang masih bisa diubah. Perbaiki kualitas dirimu, pergaulanmu, komunitasmu, pola pikirmu, dan yang terutama hubunganmu dengan Tuhan.

Ingatlah bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini hanya sementara, jangan gantungkan rasa amanmu di hal yang ngga kekal karena kamu akan kecewa. Taruhlah rasa amanmu di dalam Pribadi yang tak akan pernah berubah, Yesus Kristus. Maka kamu akan menemukan kedamaian dan rasa aman yang sejati. Amen.


March 12, 2017

VIRTUOUS WOMAN

Minggu lalu baca kisah Abigail di kitab Samuel en belajar banyak hal tentang "VIRTUOUS WOMAN". Dikisahkan bahwa Abigail ini perempuan yang bijak dan cantik, tapi suaminya seorang yang kasar dan jahat (lihat I Samuel 25:3). Kok bisa ya seorang wanita yang cantik en bijak menikah ama pria yang ngga sepadan gitu? Mungkin aja mereka dijodohin, inget kan kalo jaman dulu ngetren yang namanya perjodohan.

Aku sempet penasaran sih ama arti nama Abigail, en banyak sumber menulis bahwa artinya adalah "bapakku membuat dirinya bersukacita". Ngga heran lah ya, bapak mana yang ngga bersukacita kalo punya anak yang cantik en bijak gitu (dadah2 ama kak Echa yang nama depannya Abigail wkwkwk). Yang jelas arti nama Abigail tuh bagus en dia menghidupi arti namanya, sekalipun dia menikah dengan pria yang ngga banget. Tapi Abigail tetep jadi seorang istri yang baik, yang melayani suaminya, en jadi berkat buat keluarganya. Terbukti pada saat Daud mau menyerang keluarga Nabal karena kebodohannya, Abigail sesegera mungkin berusaha menyelamatkan keluarganya. Di jaman itu, seorang wanita berangkat menemui seorang pria yang uda berencana memusnahkan sebuah keluarga tuh resikonya gede, apalagi Daud adalah seorang prajurit yang punya banyak pasukan. 

Walopun suaminya jahat en kasar, bahkan bisa dikatakan mencelakakan keluarga dengan kebodohannya, tapi Abigail ngga pernah berusaha membalas suaminya. Aku jadi inget ama kata-kata di Amsal 31:12; "Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya". Keren pisan nih Abigail. Padahal ngga gampang loh jadi wanita yang tetep berbuat baik ketika dia ngga mendapatkan kebaikan en perlindungan dari suami yang notabene adalah kepala keluarga.

Kita tau lah ya akhir kisahnya, karena kebijaksanaan Abigail, Daud batal memusnahkan keluarga Nabal. Abigail memberitahu Nabal soal rencana Daud di waktu yang tepat, en Tuhan yang membalas kejahatan Nabal sehingga ia mati. Trus Abigail jadi istri Daud. Kebijaksanaan Abigail menyelamatkannya dari pemusnahan, bahkan akhirnya dia diperistri oleh Daud, orang yang berkenan di hati Tuhan.

Dari kisah itu aku belajar bahwa sebagai wanita, kita perlu punya kebijaksanaan melebihi kecantikan. Kebijaksanaan bisa menyelamatkan kita dari banyak perkara, kebijaksanaan jauh lebih berharga daripada sekedar kecantikan lahiriah. Trus kalo kita diperlakukan ngga baik, jangan membalas (terutama buat para istri), walopun hal ini sama sekali ngga gampang buat dilakuin. Virtuous tuh bukan tergantung situasi, tapi karakter yang mendarah daging. Aku berdoa supaya aku pun makin dibentuk jadi virtuous woman yang berkenan di hati Tuhan. Amen.

March 6, 2017

STILL ON PROGRESS

Tiba-tiba inget sama omongan satu temen cowok beberapa waktu lalu, yang nanya kenapa aku pasang behel padahal menurut dia tuh aku bukan tipe cewek yang peduli ama penampilan. You know me so well bro, tapi kamu juga perlu tau bahwa pola pikirku berubah, aku pasang behel demi kebaikanku sendiri en supaya pede kalo ketawa. Namanya juga bertemen dari jaman kuliah dimana aku masih bulukan, cuek, gendud, belom punya duid sendiri, en belom ngerti dandan. Jelas aja dia tau gimana perubahanku lah ya.

Sebenernya aku ini tipe cewek yang males ribet, ngga demen ngikuti perkembangan fashion, ngga modis, en cuek ama penampilan. Tapi ketika aku semakin menyadari jati diriku en betapa berharganya aku di hadapan Tuhan, so aku pengen upgrade diri lah ya, bukan cuma secara inside tapi juga outside. Apa salahnya mengubah penampilan supaya kemuliaan Tuhan makin terpancar dari diriku? #ceileh Ngga cukup lah ya jadi orang yang punya hati yang berkualitas en otak yang pinter kalo penampilan acak-acakan. Manusia kan selalu ngeliat dari penampilan luar dulu baru mau menilai kualitas yang tersembunyi.

Orang yang ngga begitu kenal aku, pasti cuma menilai perubahanku dari luar (ya iyalah keliatan banget penampilanku berubah jadi kurus dengan gigi kotak-kotak). Tapi orang terdekat akan tau perubahanku jauh daripada sekedar apa yang terpancar di luar. Ada satu temen deket yang bilang kalo aura wajahku berubah jadi makin dewasa setelah aku ngalami keterpurukan selama beberapa bulan terakhir, dia tau langkah-langkah yang kuambil untuk memperbaiki kualitas diriku, dia tau pergumulanku en bagaimana caraku menang atasnya. Orang terdekat selalu tau perubahan nyata yang signifikan, melebihi apa yang terlihat di luar. Yang penting tuh apa yang terjadi di dalam, yang pada akhirnya bersinar di luar.

Aku uda berhenti membanding-bandingkan diriku dengan orang lain, karena menyadari setiap orang punya levelnya sendiri, punya waktu en pertumbuhannya sendiri, punya tingkat kesadaran dan keberaniannya sendiri untuk berubah. Aku jadi inget kata-kata seseorang "Bagi orang yang natur keberanian 9 melakukan tindakan berani 9 itu wajar. Bagi orang natur keberanian 2 melakukan keberanian 3 tuh luar biasa. Jangan ukur dengan yang 9. Menjadi 3 lalu 4 dan seterusnya sudah cukup. Pertumbuhan tiap orang beda-beda, tapi kalo pertumbuhan dipaksakan maka jadi ga sehat".

Aku bersyukur dengan semua perubahan yang terjadi dalam hidupku akhir-akhir ini, aku ngga mau membandingkan diriku dengan orang lain. Aku mau membandingkan diriku yang sekarang dengan diriku yang dulu dan memastikan bahwa aku ngalami progress yang signifikan. Aku ngga mau membebani diriku dengan beban yang ngga perlu, yang bikin aku stress, yang bikin aku ngerasa gagal. Tiap orang punya milestones-nya sendiri, punya cara en waktunya sendiri. Aku ngga mau kayak 3 temenku yang juga sama-sama pasang behel en membandingkan badan mereka yang ngga sekurus aku sejak pasang behel. Jangan pasang kuk yang ngga perlu atas dirimu, gals!

Aku belajar banyak soal progress ini dari pasang behel sih. Selama hampir 5 bulan pasang behel (en hampir 7 bulan pasang braces), berat badanku turun 7kg. Awal-awal doank hepi karena agak kurus, lama-lama menderita juga. Tapi aku menikmati setiap prosesnya termasuk rasa sakit yang menyiksa, musti bersihin sisa makanan yang nyangkut, musti rajin jaga kebersihan gigi karena masih ada bagian yang bolong, serta perubahan struktur rahang yang harus kuhadapi. Kalo ngeliat hasilnya, gigiku masih banyak yang belom di posisi seharusnya padahal uda menderita sedemikian rupa en keluarin banyak duid. Tapi aku bersyukur karena ngga banyak masalah terjadi selama ini, ngga perlu operasi gigi ato infeksi.

Bulan lalu pas kontrol ke dokter, aku bilang ke dokternya kok akhir-akhir ini kayak ngga ada progress, trus dokternya malah iket karet giginya lebih kenceng sampe aku kesakitan luar biasa selama beberapa hari. Jadi kapok deh hahaha. Semua ada waktunya, walopun keliatannya lambat, mending aku nurut ama dokter aja daripada minta cepet-cepet en malah sakitnya ngga tertahankan. Dokternya lebih tau yang terbaik lah ya, yang penting ada progress walopun ngga secepet yang aku mau.

Aku belajar melihat hidup ini dari progress yang ada, bukan dari kesulitan yang menerpa, bukan dari hal buruk yang terjadi, bukan dari krisis yang menerjang. Hidup ini ngga seharusnya berjalan di tempat, usahakan dirimu semakin berkembang dan maju, ngga peduli apapun yang menimpa kapal kehidupanmu.

HAVE YOU EVER BEEN ALONE WITH GOD?

Holaaa, aku mau update soal apa yang sedang Tuhan ajarkan ke aku beberapa hari terakhir ini. Mumpung hari ini aku ada 1 day-off alias sakit sehingga ngga ngantor, so aku mau pake waktu ini buat nulis. Tapi jangan harapkan tulisan ini bagus, namanya orang sakit, ngga bisa mikir buat nulis bagus lah ya, hehehe. Aku selalu bersyukur kalo Tuhan ijinkan sakit, itu pertanda bahwa Tuhan pengen ngomong sesuatu yang penting ke aku. Biasa lah, aku yang kolerik ini selalu sibuk en susah diem, kalo ngga dibikin sakit, susah rest en denger suara Tuhan. Suatu "penyakit" yang beneran ngga bagus, tapi ya puji Tuhan akhir-akhir ini uda berkurang bebalnya, hehehe.

Beberapa hari lalu, aku ngga sengaja nemu tulisan INI en beneran merefleksikan diri. Aku makin paham kenapa Tuhan ijinkan banyak hal buruk terjadi akhir-akhir ini, yaitu supaya aku punya lebih banyak waktu bersama Tuhan, istilahnya bergulat ama Tuhan gitu. Dibukakan banyak hal, salah satunya nyambung sih ama kotbah ko Philip kemaren soal ada sesuatu yang harus digeser ato ditampi supaya Tuhan bisa kasi sesuatu yang baru. Masalah big family, kehilangan 2 temen, masalah kerjaan, en beberapa hal yang menumpuk akhir-akhir ini tuh bikin aku nyari Tuhan lebih lagi, bikin aku bertanya-tanya arah mana yang Tuhan mau aku melangkah selanjutnya.

Sempet juga aku bergumul soal kerjaan baru, karena makin lama tuh aku makin ngerasa ngga suka kerja di bidang tax& accounting, hati ini makin lama makin berontak tapi bingung mau melangkah ke bidang apa. Nyesel gitu punya ijazah di bidang accounting, trus sempet mikir mau nyobain "working holiday" ke Australia selama setaon, tapi juga makin bingung setelah itu mau ngapain. Trus sempet gitu agak "iri" ama satu temen yang kerja di bidang yang aku demen banged, aku yang rekomen dia di tempat itu tapi aku sendiri ngga keterima, hahaha. Tapi Tuhan singkapkan bahwa Tuhan punya "tanah perjanjian yang penuh susu dan madu" buat aku, tempat yang jauh lebih baik daripada tempat yang nolak aku itu. En melalui sakit hari ini, Tuhan bilang kalo aku ngga bisa terlalu capek jadi ngga bisa di tempat yang jadwalnya super hectic begitu. Baiklah, aku menerimanya karena tau bahwa Tuhan lebih paham mana yang terbaik buat aku. Maybe aku dipakai Tuhan untuk jadi "juru minuman" yang buka pintu buat temenku, tapi jalanku bukan disitu. Kudu rela en berbesar hati lah ya.

Aku jadi makin memahami bahwa kadang Tuhan tuh ijinkan kita ada di masa-masa "kering", penuh ketandusan, en penderitaan bukan karena kita berdosa ato ngelakuin sesuatu yang ngga berkenan di hati-Nya. Tapi karena Tuhan mau bikin kita mempertanyakan lagi jalan hidup kita, kembali memandang ke Dia, en menemukan hal baru yang Dia sediakan bagi kita. Hidup ini terlalu indah jika hanya dijalani dengan kenyamanan dan kestabilan, kadang perlu ada goncangan yang bikin kita dibawa ke next level of intimacy, pola pikir yang baru, en semakin mendekati Tanah Perjanjian.

Aku ngga tau hari-hari ke depan bakal gimana, tapi aku percaya bahwa Dia menyediakan hal-hal yang terbaik, apa yang ngga pernah dilihat mata, ngga pernah didengar telinga, bahkan ngga pernah timbul dalam hatiku. Aku punya suatu harapan baru bahwa hidup ini ngga cuma begini-begini aja, bahwa banyak hal yang jauh lebih dahsyat yang menantiku, bahwa masih banyak orang terbaik yang akan Tuhan pertemukan denganku, bahwa masih banyak kesempatan untuk aku bertumbuh dan berbuah bagi Dia.

Aku diingatkan ayat favoritku sepanjang masa di Roma 8:28; "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah". Dalam versi Mandarinnya, ditulis bahwa ribuan hal bekerja secara efektif untuk memanggil orang-orang yang mengasihi Allah agar menerima sebuah benefit yang diperintahkan Tuhan bagi mereka yang dipanggil-Nya. Keren gilak nih versi Mandarinnya. Gue kudu beli Alkitab versi laen deh supaya makin paham betapa dalam en beragamnya makna firman Tuhan, hehehe.

So, hari-hari ke depan aku bakal explore banyak hal soal Tanah Perjanjian, tentang janji Tuhan di saat aku sebelom kerja, en soal buku Max Lucado yang kemaren ngga sengaja kutemukan pas maen ke toko buku. Ngga kebetulan lah ya, bukunya bahas soal "Menikmati Kehidupan Negeri Perjanjian Anda Sekarang". Kayaknya Tuhan punya suatu rencana besar yang bakal segera disingkapkan nih, wohooo!