"安全感是自己内心的强大。安全感是自己给自己,别人给不了你"。(Rasa aman adalah kekuatan yang ada di dalam hati. Rasa aman adalah pemberianmu kepada dirimu sendiri, orang lain tidak dapat memberikannya).
Semalem nonton film Mandarin "The Interpreter" en ada quote di atas. Kalo dipikir-pikir, bener juga bahwa rasa aman adalah sesuatu yang tumbuh di dalam diri kita sendiri, ngga bisa kita cari di luar diri kita. Rasa aman yang sejati muncul dari hubungan kita dengan Tuhan. Dalam Mazmur 62:1 Daud bilang "Hanya dekat Allah saja aku tenang..."
Rasa aman itu bisa kita peroleh kalo kita paham jati diri kita di dalam Kristus en kita tau bahwa kita dikasihi apa adanya, bahkan saat kita masih berdosa dan belum menerima keselamatan. Rasa aman itu ngga bisa diperoleh dari harta, prestise, penampilan fisik, background keluarga, merk yang menempel di baju (ato mobil) kita ato apapun yang bersifat semu.
Namun sayangnya, seringkali kita mendapati orang yang ngga punya rasa aman itu sehingga berusaha mencarinya dengan berbagai macam cara. Entah mencari rasa aman itu di dalam diri orang lain, maupun dalam benda tertentu, atau komunitas tertentu. Bahkan ngga sedikit orang yang hidupnya dipenuhi dengan pelarian karena ngga sadar akar masalahnya dimana. Mungkin masalahnya bersumber dari trauma masa lalu, background keluarga yang berantakan, ato perlakuan buruk dari lingkungan.
Hari-hari ini banyak orang menjadi social climber (bergaul dengan orang populer), belanja merk tertentu, mencari pacar yang kaya raya, suka pamer eksistensi di sosial media, merebut teman orang lain supaya terlihat populer, menjelekkan orang lain supaya dirinya terlihat hebat, dsb.
Kita ngga bisa mengubah background keluarga, karakter asli, serta keberadaan kita secara sosial. Jangan sesali apapun yang ngga bisa kita ubah, tapi ubahlah apa yang masih bisa diubah. Perbaiki kualitas dirimu, pergaulanmu, komunitasmu, pola pikirmu, dan yang terutama hubunganmu dengan Tuhan.
Ingatlah bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini hanya sementara, jangan gantungkan rasa amanmu di hal yang ngga kekal karena kamu akan kecewa. Taruhlah rasa amanmu di dalam Pribadi yang tak akan pernah berubah, Yesus Kristus. Maka kamu akan menemukan kedamaian dan rasa aman yang sejati. Amen.
Rasa aman itu bisa kita peroleh kalo kita paham jati diri kita di dalam Kristus en kita tau bahwa kita dikasihi apa adanya, bahkan saat kita masih berdosa dan belum menerima keselamatan. Rasa aman itu ngga bisa diperoleh dari harta, prestise, penampilan fisik, background keluarga, merk yang menempel di baju (ato mobil) kita ato apapun yang bersifat semu.
Namun sayangnya, seringkali kita mendapati orang yang ngga punya rasa aman itu sehingga berusaha mencarinya dengan berbagai macam cara. Entah mencari rasa aman itu di dalam diri orang lain, maupun dalam benda tertentu, atau komunitas tertentu. Bahkan ngga sedikit orang yang hidupnya dipenuhi dengan pelarian karena ngga sadar akar masalahnya dimana. Mungkin masalahnya bersumber dari trauma masa lalu, background keluarga yang berantakan, ato perlakuan buruk dari lingkungan.
Hari-hari ini banyak orang menjadi social climber (bergaul dengan orang populer), belanja merk tertentu, mencari pacar yang kaya raya, suka pamer eksistensi di sosial media, merebut teman orang lain supaya terlihat populer, menjelekkan orang lain supaya dirinya terlihat hebat, dsb.
Kita ngga bisa mengubah background keluarga, karakter asli, serta keberadaan kita secara sosial. Jangan sesali apapun yang ngga bisa kita ubah, tapi ubahlah apa yang masih bisa diubah. Perbaiki kualitas dirimu, pergaulanmu, komunitasmu, pola pikirmu, dan yang terutama hubunganmu dengan Tuhan.
Ingatlah bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini hanya sementara, jangan gantungkan rasa amanmu di hal yang ngga kekal karena kamu akan kecewa. Taruhlah rasa amanmu di dalam Pribadi yang tak akan pernah berubah, Yesus Kristus. Maka kamu akan menemukan kedamaian dan rasa aman yang sejati. Amen.
No comments:
Post a Comment