"Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat" (Roma 13:1-7)
Aku yakin perikop di atas ngga akan pernah jadi ayat favorit bagi siapapun yang baca, bener ngga? Mindset kita selalu negatif kalo menyangkut pajak en pemerintah. Mungkin banyak dari antara kita yang berpikir apa gunanya bayar pajak kalo sebagian besar ngga dikelola dengan baik (malah dikorupsi en koruptornya ngga dihukum), trus ngga ada timbal balik berupa perbaikan fasilitas umum, perbaikan kinerja badan pemerintah, dsb. Tapi ayo kita mulai ambil sudut pandang dari firman Tuhan.
Emang sih, kita tau dengan jelas bahwa pemerintah yang kita punya, masih lemah sekali dalam hal integritas apalagi menyangkut pajak yang jumlahnya gede banged. Tapi, ayo kita mulai belajar taat ama firman Tuhan soal bayar pajak, menghormati pemerintah, bahkan kita perlu berdoa supaya pemerintah kita takut akan Tuhan.
Sejak sebelom masuk ke dunia kerja, Tuhan ajarkan banyak tentang hal ini ke aku. Intinya, Tuhan bilang bahwa taat bayar pajak en menghormati pemerintah tuh bukan karena mereka layak mendapatkannya ato kinerja mereka, tapi karena aku perlu menaati firman Tuhan demi kebaikanku sendiri. Alhasil dari awal kerja, aku ngotot bikin NPWP walopun papa selalu bilang ngga usa. Puji Tuhan, waktu itu General Manager Finance di tempatku kerja nyuru aku bikin NPWP. Aha, akhirnya bikin deh walopun papa tetep protes karena males ribet.
Emang sih agak ribet sejak punya NPWP karena tiap bulan gajiku dipotong untuk bayar pajak, en tiap taon kudu lapor SPT Tahunan. Tapi aku belajar taat, sekalipun ya ada rasa sakit pada "daging". Aku ngga mau liat pemerintah yang ada, aku liat ke Tuhan yang nyuruh aku untuk taat ama firman-Nya. Lagian, apa sih artinya duid segitu untuk bayar pajak dibandingkan bisa menaati Dia dalam area ini?
En aku mendapati bahwa ada damai sejahtera yang Tuhan kasi, banyak kemudahan yang aku peroleh dalam hidup, en banyak berkat yang Tuhan curahkan bagiku. Aku tau bahwa Tuhan perhitungkan ketaatanku dalam perkara-perkara kecil. Dia adalah Allah yang setia, Dia ngga pernah memerintahkan sesuatu yang mencelakakan kita, tapi semuanya untuk kebaikan kita. Melalui perintah untuk bayar pajak, Dia mengajarkan supaya hati kita ngga melekat ke uang, supaya hati kita ngga dipenuhi ketamakan, supaya hati kita tetap mencintai segala perintah-Nya.
So, ayo kita mulai belajar taat ama aturan pemerintah, dengan melihat melampaui segala aturan itu en memandang kepada Tuhan yang di atas segalanya. Lihatlah ketaatanmu kepada pemerintah sebagai ketaatanmu kepada Tuhan. En buktikan bahwa Dia adalah Allah yang tak pernah mengecewakan. Amen.
No comments:
Post a Comment