August 14, 2013

TERNYATA…


Beberapa waktu lalu, waktu aku merenungkan tentang visi hidupku di tahun 2013 (baca di SINI) en kotbah ko Philip yang INI aku baru bener-bener ngerti secara keseluruhan maksud dari visi yang Dia berikan bagiku tahun ini. Emang sih telat banget ngertinya, tapi nggak apa-apa deh daripada nggak sama sekali :P
“Hanya lakukanlah dengan sangat setia perintah dan hukum yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, yakni mengasihi TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu” (Yosua 22:5).

“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah” (Efesus 3:18-19).

Waktu dapet 2 ayat itu, aku cuma ngerti bahwa untuk melakukan Yosua 22:5, aku butuh Efesus 3:18-19 dulu. Aku butuh untuk ngalami kasih Tuhan, mengenal kasih Tuhan, en dipenuhi kasih Tuhan barulah aku bisa mengasihi Tuhan en hidup seperti apa yang Dia kehendaki. Tapi ternyata aku SALAH BESAR. Bener-bener salah besar.
           
Aku baru sadar en ngerti bahwa kasih itu adalah Pribadi Allah sendiri. Kasih bukan hanya sekedar perasaan, bukan hanya buah roh, bukan sekedar sebuah tindakan. Tapi kasih adalah Yesus itu sendiri. Bagaimana aku bisa mengasihi Pribadi yang adalah kasih itu sendiri? Akulah yang dikasihi, akulah yang dikasihi, dan akulah yang dikasihi. Bukan aku yang mampu mengasihi, bukan aku yang mampu bertindak, bukan aku yang bisa berbuat baik. Semua hanya bersumber dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia.
           
Lebih dalam lagi, aku baru paham bahwa bukan saja aku nggak akan pernah mengasihi Dia kembali (membalas kasih-Nya), namun juga bahwa mengasihi sesama adalah satu-satunya cara yang “dianggap-Nya” sebagai tindakan kasih terhadap-Nya, sebagai sebuah tindakan ketaatan akan perintah-Nya. Duuh, aku jadi orang Kristen selama 8 tahun kok baru paham hal ini dengan jelas yak?
           
Jadi, ketika kita berbuat baik kepada sesama kita, Dia menganggapnya sebagai perbuatan baik kepada-Nya. Ketika kita memberi makan orang yang lapar, Dia memperhitungkannya sebagai pemebrian kepada-Nya. Ketika kita menghibur mereka yang terluka atau disakiti, Dia melihatnya sebagai sebuah tindakan yang comfort Him. “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu  telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40) ini jadi makin jelas bagiku.
           
Tuhan, ajari Lucy untuk memahami kasih-Mu dan membagikannya kepada mereka yang membutuhkan. Ajari Lucy nggak lagi berusaha mengasihi-Mu dengan caraku, tapi dengan cara yang Kau mau, yaitu mengasihi jiwa-jiwa lebih lagi. Ajari aku untuk melihat dengan mata-Mu, mendengar dengan telinga-Mu, merespon dengan hati-Mu, bertindak dengan tangan-Mu, berjalan dengan kaki-Mu. Ajari aku untuk mengenal betapa besarnya Engkau, kasih itu sendiri.

Aug 3rd, 2013

BLOG 2ND ANNIVERSARY


Hola ^^ Akhirnya bisa update blog lagi setelah liburan...

Dua tahun lalu, blog ini lahir dari sebuah kerinduan sederhana untuk freeze every momen dan pembelajaran yang aku alami bersama Tuhan. Puji Tuhan kalo selama 2 tahun ini, blog ini boleh terus eksis en berubah fungsi bukan hanya sekedar jadi jurnal pribadi, tapi juga dipakai-Nya menjadi berkat bagi orang lain. Bahkan aku nggak pernah berpikir, bahwa melalui blog ini, aku belajar banyak hal, kenal beberapa orang baru, en juga bisa menginspirasi orang lain untuk mengembangkan talenta mereka dalam dunia tulis menulis.

Aku bersyukur untuk setiap tenunan tangan Tuhan selama 2 tahun ini, setiap kesetiaan yang Dia tunjukkan dalam kehidupanku, setiap proses en pembelajaran yang mengubahkan hidupku secara pribadi. Aku mau say thanks untuk setiap orang yang berperan aktif dalam mendukungku untuk terus menulis: keluarga, sahabat, teman-teman, bahkan untuk seseorang yang berusaha menyaingiku sedemikian rupa dengan berbagai cara karena iri hati. Iri hatimu menumbuhkan sebuah karakter baru dalam diriku, yaitu pengendalian diri :D

Selama 2 tahun nulis di blog, perlahan-lahan aku semakin ngerti rencana-Nya atas hidupku. Aku semangat banget untuk nulis ketika aku menyadari bahwa sebuah tulisan bisa berdampak dahsyat dan tak lekang oleh waktu. Sebuah kata-kata yang diucapkan hanya bisa memberkati beberapa orang yang mendengarkan saat itu juga. Namun, sebuah tulisan nggak punya batas waktu dan ruang. Aku berharap supaya setiap kata, setiap ayat, setiap kalimat, setiap paragraf, bahkan setiap posting bisa berdampak positif bagi kalian yang membacanya, siapapun kalian, dimanapun kalian, dan kapanpun kalian membacanya. Biar setiap kata-kata di blog ini menjadi hidup dan menjadi kesaksian yang memuliakan Kristus.

Thanks untuk setiap silent reader dari blog ini, semoga setiap tulisan en pengalamanku disini bisa memberkati kalian yah (en plis kasi komen atau kritik atas tulisan yang kalian baca, supaya aku bisa mengembangkan diri lebih lagi). Thanks untuk setiap orang yang nyempetin diri untuk kasi komen en follow blog ini, it’s such a blessing for me! Thanks juga buat setiap orang yang pernah share link blog ini baik melalui facebook, group, dll-nya.

Thanks for everything, Jesus. Biar Lucy semakin kecil dan Engkau saja yang semakin ditinggikan.

Aug 3rd, 2013

August 12, 2013

THE LAND OF BLESSINGS


Kemaren malem, pas SaTe (Saat Teduh), Tuhan nyatakan janji-Nya bagi hidupku di dunia kerja. Pas baca ayat demi ayat, rasanya specchless banget. Tuhaaaan, thanks buat janji-Mu yang begitu indah untuk memberkatiku di hari-hari depan, hari-hari yang bahkan belum aku jalani. Aku mau setia sama Engkau, nggak peduli apapun yang terjadi, seumur hidupku. Ini dia ayat-ayatnya, aku ambil dari versi The Message.
                                                                                                                            
Deuteronomy 8
1 Keep and live out the entire commandment that I’m commanding you today so that you’ll live and prosper and enter and own the land that GOD promised to your ancestors.
2 Remember every road that GOD led you on for those forty years in the wilderness, pushing you to your limits, testing you so that He would know what you were made of, whether you would keep His commandments or not.
3 He put you through hard times. He made you go hungry. Then He fed you with manna, something neither you nor your parents knew anything about, so you would learn that men and women don’t live by bread only; we live by every word that comes from GOD’s mouth.
4 Your clothes didn’t wear out and your feet didn’t blister those forty years.
5 You learned deep in your heart that GOD disciplines you in the same ways a father disciplines his child.
6 So it’s paramount that you keep the commandments of GOD, your God, walk down the roads He shows you and revently respect Him.
7 GOD is about to bring you into a good land, a land with brooks and rivers, springs and lakes, streams out of the hills and through the valleys.
8 It’s a land of wheat and barley, of vines, and figs and pomegranates, of olives, oil, and honey.
9 It’s land where you’ll never go hungry—always food on the table and a roof over your head. It’s a land where you’ll get iron out of rocks and mine copper from the hills.
10 After a meal, satisfied, bless GOD, your God, for the good land He has given you.
11 Make sure you don’t forget GOD, your God, by not keeping His commandments, His rules and regulations that I command you today.
12 Make sure that when you eat and are satisfied, build pleasant houses and settle in,
13 see your herds and flocks flourish and more and more money come in, watch your standard of living going up and up—
14 make sure you don’t become so full of yourself and your things that you forget GOD, your God, the God who delivered you from Egyptian slavery;   
15 the God who led you through that huge and fearsome wilderness, those desolate, arid badlands crawling with fiery snakes and scorpions; the God who gave you water gushing from hard rock;
16 the God who gave you manna to eat in the wilderness, something your ancestors had never heard of, in order to give you a taste of the hard life, to test you so that you would be prepared to live well in the days ahead of you.
17 If you start thinking to yourselves, “I did all this. And all by myself, I’m rich. It’s all mine!” – well, think again.
18 Remember that GOD, your God, gave you the strength to produce all this wealth so as to confirm the covenant that He promised to your ancestors – as it is today.
19  If you forget, forget GOD, your God, and start taking up with other gods, serving and worshiping them, I’m on record right now as giving you firm warning: that will be the end of you; I mean it—destruction.
20 You’ll go to your doom—the same as the nations GOD is destroying before you; doom because you wouldn’t obey the Voice of GOD, your God.

Aug 7th, 2013