August 26, 2019

LIBUR 17AN

Pas 17an kami sekeluarga refreshing ke beberapa pantai di Malang selatan. Akhirnyaaa mantai lagi setelah lebih dari 1,5 taon 😆 Berangkat hampir jam 1 subuh, nyampe ke lokasi pantai sekitar jam stengah 6. Aku ngantuk berat karena dalam seminggu itu aku riwa riwi buat meeting en jaga pameran, trus sopirnya ternyata ga tau jalan sehingga aku ga tidur buat ngarahin jalan pake GPS. Oh my...

Batu Bengkung spot 1
Tujuan pertama adalah pantai Batu Bengkung, ombaknya super gede tapi menyenangkan, pasirnya berkerikil. 

Batu Bengkung spot 2
Airnya superrrr dingin, jadi kami cuma ecek2 aja sebentar. Di pantai ini ada 2 spot, yang 1 ada bebatuan yang ditumbuhi lumut, yang 1 lagi ada bebatuan alam yang menahan ombak besar mencapai pantai. Disini susah sinyal sodara2, karena lokasinya jauh banget dari Malang kota. Cocok banget buat yang pengen menenangkan diri en menyepi.

Pantai Gopit
Sekitar 300 meter dari situ, ada pantai Gopit yang pasirnya super halus en putih, ombaknya ga segede Batu Bengkung. Trus ada spot foto yang menarik, ada semacem batu berbentuk ular yang digantung di semacam bingkai.

Bukit Teluk Asmara (BTA)
Beralih ke pantai Teluk asmara yang katanya mirip Raja Ampat di Papua. Ternyata pantainya ga begitu bagus, rame banget karena banyak orang camping di tepi pantai. 

Pantai Teluk Asmara
Ada 2 spot yaitu Bukit Teluk Asmara (BTA) ama pantai Teluk asmara. Di BTA ada flying fox buat yang pengen memacu adrenalin. Pantai Teluk asmara kotor banget, banyak sampah dari alga yang terbawa ombak plus daun2 gugur. Aku ga nemu bukit yang katanya bisa buat liat pantainya kayak Raja Ampat 😢

Pantai sendiki
Lanjot ke pantai Sendiki, udah ada sinyal yang bisa ditangkep disini ahahaha bahagianya. Jalanan menuju pantai ini cuma jalan sepetak di tengah sawah, dimana jalannya cuma cukup dilewati 1 mobil. Jadi kalo papasan ama mobil laen, kudu merepet banget dah, serem. Petunjuk arahnya juga kurang, bahkan di tengah2 sawah sinyal ilang lagi en mikir kayaknya bakal nyasar ke antah berantah deh. Syukurlah ternyata nyampe tujuan ahahaha. Untuk mencapai pantainya, kita perlu jalan kaki sekitar 300 meter, tenang aja karena jalannya udah dibuat jadi tangga kok. Overall pantai ini paling bagussss, airnya biru tua, ada ayunan di tepi pantainya, garis pantainya cukup panjang. Kami paling banyak menghabiskan waktu disini karena super tenang walopun ada beberapa pengunjung. Ada rumah pohon berbentuk gubuk buat yang pengen nginep (lupa foto).

Pantai Tamban
Terakhir kami ke pantai Tamban yang masih berdekatan ama pantai Sendiki. Pantai ini letaknya di seberang rumah penduduk, jadi turun mobil langsung pantai deh. Garis pantainya panjang banget. Dari kejauhan keliatan pantai2 laen yang berdekatan. Pantai ini tekstur pasirnya paling unik, padet banget kalo diinjak, trus begitu disapu ombak langsung pasirnya rapi banget kayak semen yang diratakan.

Overall liburan kali ini cukup menyenangkan, apalagi kami cuma pergi berempat, jadi bener2 quality time, enjoy karena bisa atur waktu en tujuan yang kami mau. Thank God kami masih dikasi kesehatan en berkat sehingga bisa liburan bareng.


August 25, 2019

HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE IN THE DIGITAL AGE PART II (DALE CARNEGIE)

BAGIAN III: CARA MENDAPATKAN DAN MENJAGA KEPERCAYAAN ORANG LAIN
I. HINDARI ARGUMEN
1. Berdebat dengan orang lain jarang sekali membuahkan hasil untuk Anda; biasanya perdebatan berakhir dengan salah satu pihak semakin yakin dengan kebenarannya.
2. Anda harus lebih menghargai interdependensi dibandingkan independensi dan memahami bahwa negosiasi dengan rasa hormat itu lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan percekcokan.
3. Cara membangun kebiasaan untuk menghindari argumen adalah mengakui bahwa kemungkinan untuk mendapatkan hasil-hasil intrapersonal yang lebih hebat menjadi lebih besar saat pengalaman dan wawasan Anda dipadukan dengan pengalaman dan wawasan orang lain.


II. JANGAN PERNAH BERKATA, "KAU SALAH"
1. Negosiasi menjadi lebih produktif saat setiap pihak mengakui bahwa pihak lain memiliki kecemasan yang beralasan.
2. Nuansa atau perbedaan yang halus, adalah sebuah konsep yang penting untuk diingat saat sedang berargumentasi. Ketidaksetujuan seringkali berupa perselisihan kecil yang bisa dengan mudah dinegosiasikan jika kita duduk di meja perundingan dengan pikiran yang lebih terbuka.
3. Seluruh pemecahan masalah, kolaborasi, dan jalan keluar perselisihan yang efektif dimulai dengan mengosongkan pikiran--dari apa yang kita ketahui dan apa yang kita pikir harus kita ketahui.
4. Sebenarnya di balik keyakinan bahwa orang lain itu salah, terdapat sebuah pengakuan yang tak terucapkan bahwa kita tidak ingin ditolak. Karena tidak ingin menjadi pihak yang salah, kita pun memproyeksikan kesalahan tersebut kepada orang lain.
5. Memberitahu orang bahwa mereka salah hanya akan membuat orang memusuhi Anda. Anda bisa memberitahu bahwa seseorang itu salah hanya dengan melalui tatapan atau gerak gerik, jadi Anda harus menjaga diri agar tidak terkesan menghakimi dalam setiap cara komunikasi Anda.
6. Walaupun bisa jadi Anda benar dan pihak lain salah, tidak ada gunanya mengusik ego seseorang atau merusak sebuah hubungan secara permanen.


III. AKUI KESALAHAN DENGAN CEPAT DAN SUNGGUH-SUNGGUH
1. Satu alasan kenapa kita merasa begitu sulit untuk mengakui kesalahan kita adalah kita cenderung melupakan pesan yang terkandung dalam permintaan maaf. Jika kita langsung mengakui kesalahan kita dengan sungguh-sungguh, sikap tersebut sama saja seperti mengirimkan sebuah press release ke seluruh dunia untuk mengkonfirmasikan bahwa kita sungguh-sungguh peduli dengan orang-orang yang kita sakiti, bahwa kita merasa rendah diri, dan kita ingin meluruskan permasalahan. Kita lebih bersedia memaafkan mereka yang mau mengakui kesalahan mereka.
2. Kita semua terkadang lupa bahwa ada semacam kepuasan dengan memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan. Sikap tersebut tidak hanya melegakan diri dari rasa bersalah dan keinginan untuk membela diri, tetapi juga kerap membantu memecahkan masalah yang timbul karena kesalahan tersebut dengan lebih cepat.
3. Saat kita menyadari dan mengakui kesalahan kita, respon yang diberikan orang lain biasanya dalam bentuk pengampunan dan kebaikan hati. Saat kita melalaikan tanggung jawab atau menolak untuk mengakui kesalahan, dengan cepat kita membuat orang-orang di sekitar kita semakin gusar dan kesalahpahaman pun tumbuh dan menimbulkan dampak negatif.


IV. AWALI DENGAN SIKAP RAMAH
1. Keramahan mendapatkan keramahan. Kita cenderung setuju dengan orang lain atau melihat hal-hal dari perspektifnya saat kita memiliki perasaan yang akrab dengan seseorang.
2. Ada perbedaan besar antara keterlibatan dan minat. Minat dapat dibangkitkan dengan berbagai cara, kebanyakan cara tersebut tidaklah baik. Keterlibatan terjadi dalam sebuah level yang lebih dalam saat nilai-nilai inti seseorang disentuh.
3. Jika Anda ingin suara Anda menjangkau melewati kebisingan dan menembus permukaan agar orang lain bergerak ke arah Anda, awalilah dengan sikap ramah. Kesan pertama yang ditimbulkannya jauh lebih diingat dibandingkan segala sesuatu yang dipancing oleh menarik perhatian yang paling keras dan paling provokatif di dunia ini.


V. MENGAKSES AFINITAS
1. Siapa yang Anda dapatkan tidak ditentukan oleh apa yang Anda inginkan. Dia ditentukan oleh siapa diri Anda.
2. Semakin banyak "ya" yang Anda dapatkan dari awal sebuah interaksi, bahkan jika semuanya tidak begitu berkaitan dengan proposal yang sesungguhnya, semakin besar kemungkinan yang Anda dapatkan untuk membuat orang itu terus setuju dengan Anda. Mendapatkan kata "ya" jauh lebih mudah jika Anda memulai dengan kata "ya".
3. Menetapkan kesamaan atau afinitas sedari awal adalah bentuk baru dari kata "ya". Semakin banyak kata "ya" yang Anda dapatkan di awal, semakin besar kemungkinan Anda untuk berhasil mendapatkan kata "ya" untuk ide, solusi, atau transaksi Anda. Akseslah afinitas secepat dan sesering mungkin.


VI. BIARKAN ORANG LAIN MENDAPAT PENGAKUAN
1.  Walaupun mudah untuk mengerti kenapa kita ingin mendapatkan penghargaan atas sebuah kesuksesan yang kita raih, tindakan mengklaim penghargaan ini tidak akan membuat Anda mendapatkan teman. Hal ini juga akan meredupkan pengaruh Anda dengan lebih cepat dibandingkan tindakan lainnya.
2. Kenapa pengakuan kerap kali dicuri ketimbang dibagi? Tersangka utamanya adalah rasa takut. Seperti Laut Mati, saat kita menyimpan segala sesuatu yang segar dan bagus untuk diri kita sendiri, kita mengubah kehidupan kita menjadi sup air mata yang sangat asin.
3. Seringkali kita mendengar orang berkata agar bisa sukses, kita harus dikelilingi oleh orang-orang yang sukses. Anda bisa berusaha menjalin pertemanan dengan mereka yang sudah sukses, atau Anda bisa mencari kesuksesan bagi mereka yang sudah berteman dengan Anda. Kesuksesan Anda selalu sepadan dengan jumlah orang yang ingin menyaksikan Anda sukses.
4. Menyerahkan pengakuan adalah cara hidup yang Anda tanam dalam hubungan-hubungan Anda karena begitu bersyukur dengannya dan apa yang hubungan ini berikan kepada Anda. Sikap ini berarti mengedepankan kesuksesan dan kemajuan orang lain terlebih dahulu--dan menaruh keyakinan di dalam diri Anda sendiri dan di dalam kekuatan hubungan timbal-balik.
5. Timbal balik adalah produk alami dari sebuah hubungan ketika dua orang saling berbagi rasa senang dan sakit. Dalam hubungan sejati, teman mencari cara untuk membalas kebaikan temannya.
6. Semakin banyak Anda menyerahkan pengakuan kepada orang lain atas sesuatu yang Anda lakukan, Anda pun menjadi semakin diingat, dan pada akhirnya semakin banyak pengakuan yang Anda dapatkan.
7. "Tidak ada batasan dari apa yang bisa dilakukan seseorang, atau kemana orang itu bisa pergi, jika dia tidak keberatan dengan siapa yang mendapatkan pengakuan" (Ronald Reagan). Kesuksesan bukanlah mengenai perhatian dan pujian. Kesuksesan adalah mengenai kemitraan dan kemajuan.


VII. TERLIBAT SECARA EMPATIK
1. Saat Anda meluangkan waktu untuk melihat dari perspektif orang lain, Anda akan bersimpati pada perasaan dan gagasannya. Saat berurusan dengan seseorang, selalu tanyai diri Anda, "Apa yang akan aku rasakan, bagaimana reaksiku, jika aku berada di dalam posisinya?"
2. Kebanyakan orang hanya mencari seseorang yang bersedia mendengarkan mereka dan bersimpati dengan keadaan buruk yang mereka alami, tak peduli seberapa kecil atau besar masalah mereka. Jika Anda bisa melakukannya untuk orang lain, berarti Anda memberikan hadiah untuk mencerahkan harinya, atau bahkan minggu atau bulannya.
3. Dengan meluangkan waktu untuk meneliti keadaan orang lain saat ini, Anda pun tidak membuat asumsi akan diri mereka. Jika seseorang penting bagi Anda, Anda menghabiskan setiap detik untuk berusaha memahami perspektif orang itu dengan lebih baik.
4. Empati adalah kekuatan yang tak terelakkan dari pendekatan berdasarkan kemurahan hati dan pengertian.


VIII. GUGAH SIFAT MULIA
1. Menggugah sifat baik dalam diri orang-orang yang ingin Anda pengaruhi bisa memberikan imbalan yang hebat untuk Anda.
2. Kunci untuk pertumbuhan yang sukses dan dampak positif di dalam dan di luar pasar adalah "bisnis kemanusiaan".
3. Agar dapat memiliki hubungan yang sejati dengan orang lain, Anda harus memuliakan martabat mereka. Dengan begitu, Anda pun memuliakan martabat Anda sendiri. Cobalah menggugah sifat baik dan Anda pun dapat menggerakkan orang banyak, dan menggerakkan diri Anda sendiri bersama dengan mereka.


IX. BERBAGI PERJALANAN
1. Manusia tidak ingin diperlakukan sebagai komoditas. Manusia ingin merasa penting dan cara terbaik untuk menunjukkannya adalah dengan memperbolehkan mereka terhubung dengan sebuah kisah yang lebih besar.
2. Saat sebuah pesan menjadi sebuah misi, mereka akan menceritakan kisah Anda kepada orang lain yang bersedia mendengarkannya. Dengan melakukannya, mereka menjadi pendukung terbesar dalam memasarkan produk Anda. Pelajaran yang bisa dipetik: pengaruh itu diberikan.
3. Agar ide Anda bisa benar-benar menonjol, sebaiknya Anda mengambil pendekatan yang unik. Lakukan sesuatu yang tidak dilihat orang-orang setiap harinya. Bagikan kisah Anda dan orang lain pun akan bersedia membagi kisah mereka. Bersama-sama Anda akan menciptakan sebuah kisah yang baru dan lebih besar.
4. Semakin banyak orang yang berbagi perjalanan dengan Anda, semakin banyak yang bisa diraih bersama. Saat perjalanan Anda menjadi perjalanan kita, kita sama-sama tertarik untuk melihat kemana perjalanan ini mengarah.

X. BERIKAN TANTANGAN
1. Kompetisi adalah salah satu realitas yang paling menarik di dunia. Koneksi diperlukan agar kita terus berusaha, sementara kompetisi diperlukan agar kita terus berjuang.
2. Tantangan mengubah kehidupan. Tantangan juga sama pentingnya dengan tanggapan atas tantangan tersebut. Tantangan yang menginspirasi dan mendorong sangatlah berbeda dari tantangan yang mematahkan semangat dan membuat depresi.
3. Carilah sebuah afinitas yang bisa mendorong sebuah kompetisi yang bisa memiliki arti lebih dari sekadar mencapai garis akhir, tetapi juga menawarkan pertemanan yang bertahan lama dan menggabungkan pengaruh untuk perubahan yang positif.


BAGIAN IV: CARA MENUNTUN PERUBAHAN TANPA PENOLAKAN ATAU KEBENCIAN
I. AWALI DENGAN POSITIF
1. "Tanggung jawab pertama seorang pemimpin adalah menjelaskan kenyataan yang ada. Tanggung jawab terakhir adalah mengucapkan terima kasih. Di antara kedua tanggung jawab itu, pemimpin menjadi seorang pelayan" (Max DePree).
2. Menuntun dengan positif dan menolak dorongan untuk menimbulkan drama adalah alat yang bisa membantu memperkuat tekad kita, teknik untuk membantu kita melangkah dengan percaya diri ke dalam masalah.
3. Pertama, pujian yang Anda lontarkan harus tulus dan dari dalam hati, bukan hanya semacam alat untuk mengulur waktu sementara Anda menyusun kritik yang ingin Anda sampaikan. Kedua, Anda harus bisa menciptakan arus yang mulus dari satu titik ke titik lain. Ketiga, setelah memuji, lebih baik Anda memberikan saran yang membangun ketimbang kritik.


II. AKUI KEKURANGAN ANDA
1. Mengakui kesalahan diri--bahkan saat orang itu belum memperbaikinya--bisa membantu meyakinkan lawan bicara untuk mengubah perilakunya sendiri.
2. Agar dapat meninggalkan jalan kegagalan yang berkesinambungan, pertama-tama yang harus dilakukan adalah menuturkan dua kata yang paling sulit untuk dituturkan: "saya salah". Kita harus membuka mata, mengakui kesalahan, dan bersedia bertanggung jawab secara penuh untuk tindakan-tindakan dan sikap yang salah saat ini.
3. Kesalahan adalah sebuah kesempatan untuk menunjukkan pribadi dan pemimpin macam apa kita ini. Seberapa baik Anda berani mengakui bahwa kesalahan Anda memiliki kesan yang lebih besar dibandingkan kesuksesan Anda.


III. SAMPAIKAN KESALAHAN TANPA MENARIK PERHATIAN
1. Menarik perhatian secara tidak langsung kepada kesalahan seseorang sangatlah berguna dalam menghadapi orang-orang yang mungkin membenci kritik secara langsung.
2. Terkadang cara terbaik untuk memperbaiki sikap bukanlah dengan menghukum sikap yang salah secara terbuka, tetapi memanfaatkan situasi yang ada untuk membangun kepercayaan diri dan koneksi yang lebih dalam.
3. Sebaiknya kita mengkonfrontasi kesalahan dengan jujur, tidak menggunakannya sebagai kesempatan untuk mengutuk. Lakukanlah dengan menyampaikan kesalahan mereka tanpa menarik perhatian dan dengan mengembalikan kepercayaan diri dan kekuatan mereka.


IV. LEBIH BAIK MENGAJUKAN PERTANYAAN DARIPADA MEMBERI PERINTAH SECARA LANGSUNG
1. Dengan bertanya, kita membuat orang-orang yang ingin kita pengaruhi menjadi semakin terlibat.
2. Melontarkan pertanyaan tidak hanya membuat sebuah perintah terdengar lebih menyenangkan dan mengurangi rasa jengkel, seringkali tindakan ini memancing kreativitas dan inovasi dalam memecahkan masalah yang ada.


V. PERINGAN KESALAHAN
1. Hanya sedikit dari kita yang meluangkan waktu untuk memikirkan cara membuat orang lain menyelamatkan mukanya. Kita tidak mengindahkan perasaan orang lain, menggunakan cara kita, mencari kesalahan, menuturkan ancaman. Sebenarnya kita bisa mengucapkan satu atau dua patah kata untuk menenangkan orang lain, memikirkan perasaan orang lain, mengajak mereka bicara secara tertutup--hal apapun untuk meringankan rasa sakit yang ditimbulkan.
2. "Memaafkan dan mengingat", sebuah jalan yang penting untuk diambil agar dapat belajar dari kesalahan dan mengubah perilaku. Tujuannya adalah untuk membantu individu meraih akuntabilitas sambil mengatasi masalah kegagalan, sebuah pertarungan dalam diri semua orang yang menyurutkan semangat.
3. Membuat orang merasa aman untuk melakukan kegagalan adalah sebuah cara untuk memastikan mereka akan lebih siap dalam mengakui kesalahan mereka, lebih cepat pulih dari kesalahan tersebut, dan lebih bisa menarik pelajaran darinya.
4. Lima tindakan yang bisa digunakan untuk menanamkan pertahanan organisasi:
• Akui bahwa kegagalan terjadi
• Dorong timbulnya dialog untuk menumbuhkan kepercayaan
• Pisahkan orang dari kesalahannya
• Belajar dari kesalahan Anda
• Ciptakan sistem resiko dan sistem kegagalan
5. Yang harus kita ingat saat menghadapi seseorang yang telah membuat kesalahan adalah cara orang tersebut menghadapi kesalahan tergantung dari dukungan yang diterimanya saat melewati momen tersebut dan menarik pelajaran darinya.


VI. FOKUS PADA KEMAJUAN
1. Pujian dan semangat: dua elemen penting dalam memotivasi seseorang untuk mewujudkan potensi mereka, untuk memperbaiki atau mengatasi tantangan.
2. Saran untuk memuji orang di sekitar Anda:
• pujilah dari hati dengan tulus dan ikhlas
• pujilah secepat mungkin
• pujilah dengan spesifik
• pujilah orang di depan umum
3. Inti dari pemberian semangat adalah menunjukkan keyakinan Anda pada talenta, bakat, dan kemampuan orang lain karena orang tersebut ada, tidak peduli seperti apa situasinya saat ini.
4. Hal yang bisa kita gunakan untuk menciptakan lingkungan yang mendorong semangat:
• Prioritaskan hubungan yang sehat
• Berikan semangat setiap harinya
• Bersikap melibatkan
• Jangan biarkan konflik berlarut-larut
• Bersenang-senanglah
5. Ingatlah, kemampuan menjadi layu saat didera kritik dan mekar saat diberi semangat. Berfokuslah pada kemajuan maka Anda pun membawa bakat orang lain ke titik maksimum.


VII. SEMATKAN REPUTASI YANG BAIK KEPADA ORANG LAIN
1. Saat Anda memberikan nilai A, Anda akan mendapati diri Anda berbicara kepada orang-orang bukan dari posisi untuk menakar apakah mereka sesuai standar Anda atau tidak, tetapi dari suatu posisi dengan rasa menghormati yang memberikan ruang kepada mereka untuk menyadari diri mereka sendiri. Nilai A ini bukan harapan yang harus diwujudkan, tetapi kemungkinan yang bisa terjadi.
2. Agar dapat mengubah perilaku seseorang, ubahlah level kehormatan yang diterimanya dengan memberikan reputasi bagus yang bisa diembannya. Bersikaplah seakan-akan sifat yang berusaha Anda inginkan dari dirinya sudah menjadi salah satu bagian dari karakteristik luar biasa orang tersebut.


VIII. TERUS TERHUBUNG PADA PIJAKAN YANG SAMA
1. Kenapa pijakan yang sama itu begitu penting? Agar seseorang pemimpin dapat memengaruhi sikap atau perilaku orang lain dengan efektif.




DALE CARNEGIE
HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE IN THE DIGITAL AGE




August 24, 2019

HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE IN THE DIGITAL AGE PART I (DALE CARNEGIE)

PENDAHULUAN
1. Ketepatan komunikasi itu penting, lebih penting daripada sebelumnya, karena kita hidup pada era yang rentan, ketika kata-kata yang salah atau salah dimengerti bisa menimbulkan bencana, sama seperti yang ditimbulkan oleh tindakan mendadak yang tak dipikirkan terlebih dahulu (James Thurber).
2. Anda meninggalkan seseorang dalam keadaan lebih baik atau lebih buruk. Yang terbaik di antara kita memberikan dampak yang lebih baik kepada yang lain dengan setiap anggukan kepala, perubahan nada suara, sikap.
3. Anda bisa mendapatkan lebih banyak teman dalam waktu dua bulan dengan menjadi lebih tertarik kepada orang lain dibandingkan dua tahun Anda mencoba membuat orang lain tertarik kepada Anda.
4. Komunikasi adalah manifestasi dari pikiran, niat, dan kesimpulan yang kita ambil tentang orang-orang di sekitar kita. Mulut bicara dari hati.
5. Dua level pengaruh tertinggi dapat diraih saat: (1) orang-orang mengikuti Anda karena apa yang Anda telah lakukan untuk mereka, dan (2) orang-orang mengikuti Anda karena siapa diri Anda. Level pengaruh tertinggi diraih saat kemurahan hati dan kepercayaan mengelilingi perilaku Anda.
6. Hindari kebiasaan salahkan, omeli, kritik; bicaralah sesuai dengan minat orang lain, jika Anda salah, segera akui dengan simpatik; selamatkan muka orang lain. Prinsip seperti ini mendorong Anda untuk mempertimbangkan kebutuhan orang lain sebelum bicara.
7. Jika kita bersikap ramah dan mempengaruhi orang lain secara positif, kita pun dapat membuka jalan pada sumber inspirasi, makna, dan akal yang lebih dalam lagi.
8. Kita semua memiliki keinginan yang kuat untuk komunikasi yang jujur--untuk memahami dan dipahami. Kita memiliki keinginan untuk koneksi yang autentik--untuk dikenal, diterima, dan dihargai. Selain itu, kita menginginkan kolaborasi yang sukses--untuk bekerjasama menuju pencapaian yang berarti, entah itu berupa kesuksesan komersial, kemenangan korporat, atau hubungan yang bertahan lama.
9. Kesuksesan zaman sekarang tidak diukur dengan skala media, tapi dengan skala arti. Tunjukkan diri Anda penuh arti dalam segala interaksi Anda, dan jalan menuju kesuksesan dalam setiap usaha Anda pun menjadi lebih mudah dan jauh lebih berkelanjutan. Hati orang lain tergugah karena setiap interaksi yang mereka lakukan dengan Anda selalu membuat mereka menjadi sedikit lebih baik.
10. Orang yang memiliki pengetahuan teknis ditambah dengan kemampuan untuk mengekspresikan ide, untuk mengambil posisi sebagai pemimpin dan membangkitkan antusiasme di antara orang-orang--berada dalam jalan menuju kekuasaan yang lebih tinggi.


BAGIAN 1: YANG PERLU DILAKUKAN DALAM KETERLIBATAN
I. KUBUR BUMERANG ANDA
1.Kita berkomunikasi untuk menghancurkan orang lain atau untuk membangun orang lain.
2. Anda dan saya sama-sama tidak suka menjadi subjek yang dicela, entah kita berhak mendapatkannya atau tidak. Kita begitu ingin diterima orang lain sebesar kita begitu membenci sebuah kutukan.
3. Jika kata-kata Anda didengar, sebaiknya Anda menganggap hal itu sebagai sebuah tanggung jawab, bukan beban atau berkat. Mereka yang menerima tanggung jawab ini dengan kerendahan hati, belas kasih, dan semangat yang bisa dipercaya akan maju lebih cepat karena yang lain bersedia mendengarkannya.
4. Para pemimpin berwibawa terhebat adalah mereka yang menahan lidah mereka dan menelan gengsi mereka saat ombak emosi negatif mulai meninggi, dan membiarkan kecekatan, kerendahan hati, dan kebijakan menunjukkan lebih banyak ketimbang apa yang bisa ditunjukkan oleh omelan yang kritis.
5. Kuburkan bumerang Anda, dan kata-kata Anda akan membentuk sebuah jalan yang lebih cepat menuju kemajuan.


II. TEGASKAN HAL-HAL YANG BAIK
1. Menegaskan kebaikan dalam diri orang lain tidaklah sama dengan pujian. Perbedaannya ada pada maksud yang tulus.
2. Menjadi orang yang berpengaruh adalah tentang membuat diri Anda berbeda, melangkah ke sebuah tempat yang lebih tinggi di benak dan hati orang lain.
3. Segala kemajuan yang hebat dan pemecahan masalah dengan pihak lain terjadi saat setidaknya salah satu pihak bersedia mengakui kebaikan yang ada.


III. SENTUH KEINGINAN INTI
1. Untuk memengaruhi orang lain agar bertindak, pertama-tama kau harus berhubungan dengan keinginan inti yang mereka rasakan.
2. Dua wawasan kunci untuk memengaruhi orang lain:
A. Pengaruh membutuhkan lebih banyak intuisi dibandingkan intelektualitas
• "Jika orang tersebut tidak memiliki hubungan yang mendalam dengan orang-orang, dia tidak akan memiliki pengaruh yang besar kepada mereka" (Guy Kawasaki).
Lembut dalam sikap, kuat dalam tindakan.
B. Pengaruh membutuhkan tangan yang lembut
• Bangkitkan sebuah keinginan yang membara di dalam diri orang lain. Mereka yang bisa melakukannya memiliki dunia dalam genggaman tangan mereka.
3. Perubahan sejati lahir dari sentuhan intrapersonal yang mengenai bagian terdalam dalam diri seseorang.


BAGIAN 2: ENAM CARA UNTUK MEMBERIKAN KESAN YANG BERTAHAN LAMA
I. TUNJUKKAN MINAT TERHADAP MINAT ORANG LAIN
1. Keinginan kita untuk menjadi berarti dalam kehidupan orang lain seharusnya mudah dicapai, tapi kita mempersulitnya; perjuangan terbesar kita adalah egoisme kita, faktor terbesar yang menghalangi persahabatan.
2. "Para individu yang tidak tertarik dengan sesama manusialah yang mengalami kesulitan terbesar dalam hidup dan menimbulkan kerusakan terbesar kepada orang lain. Dari individu semacam itulah seluruh kegagalan manusia berasal" (Alfred Adler).
3. Saat Anda memasukkan minat orang lain ke dalam minat Anda--Anda mendapati bahwa minat Anda terpenuhi saat Anda berada dalam proses membantu orang lain.
4. Dua poin kunci untuk menaruh minat pada minat orang lain:
• hubungan manusia selalu lebih mudah jika dimulai dengan rasa suka
• potensi untuk konektivitas relasional itu sangat besar
5. Daripada menghabiskan waktu setiap hari memoles media digital Anda, lebih baik Anda menghabiskan waktu berhubungan dengan teman, kolega, dan klien Anda. Jika Anda tulus dalam usaha Anda untuk berhubungan dengan orang lain, Anda memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan koneksi yang penuh arti.

II. TERSENYUMLAH
1. Tersenyumlah lewat kata-kata Anda yang tertulis dan Anda pun menyampaikan kepada orang lain bahwa kebahagiaan mereka penting bagi Anda.
2. Tersenyum secara fisik, bahkan saat sedang menelepon, sebenarnya membuat nada suara Anda saat mengucapkan kata-kata terdengar lebih menyenangkan.
3. Saat sedang mencari pengaruh yang menuntun ke arah perubahan yang positif, Anda tidak boleh menghindari hubungan manusia yang sehat. Sebuah senyuman membuka jalan menuju hubungan itu, entah senyuman tersebut terlihat, secara tertulis atau verbal.


III. BERKUASA DENGAN NAMA
1. Ada kekuatan dalam nama seseorang. Lebih dari sekedar kata, nama adalah simbol verbal dari sesuatu yang lebih mendalam dan lebih berarti.
2. Kesempatan untuk dikenal orang lain dan mengenal orang lain adalah dua sisi mata uang yang sama. Ada branding--pengenalan Anda kepada orang lain. Dan ada pembangunan hubungan--interaksi antara Anda dan orang lain.
3. Hasil utama dalam bisnis yang didapat dengan mengingat nama orang adalah: mereka mengingat Anda.
4. Sebelum Anda menggunakan nama seseorang, pastikan Anda mengenalnya dalam konteks yang tepat. Jika Anda mengingat nama orang dan menggunakannya, secara tidak langsung Anda telah memberikan pujian yang halus dan sangat efektif. Namun, jika Anda melupakan atau salah mengejanya, Anda menempatkan diri Anda di sebuah tempat yang tidak menguntungkan.
5. Nama adalah merek dagang seseorang. Selain hadiah kehidupan, nama adalah hadiah berikutnya yang didapatkan seseorang. Saat nama digunakan dalam percakapan, informasi yang sedang kita bahas atau koneksi yang kita cari akan memiliki arti yang lebih dalam lagi.


IV. SIMAK LEBIH LAMA
1. Dengan menyimak, kita mendapat kekuatan untuk mengubah hati dan pikiran. Selain itu, menyimak adalah kekuatan untuk memberikan apa yang sangat diinginkan orang lain--untuk didengar dan dimengerti.
2. Sama seperti senyuman, kekuatan menyimak itu besar. Saat Anda menyimak, Anda tidak hanya menimbulkan sebuah kesan instan; Anda juga membangun sebuah jembatan solid untuk hubungan yang berkelanjutan.
3. Dimanapun Anda berada, bawalah diri Anda sepenuhnya disana.


V. BAHAS APA YANG PENTING BAGI MEREKA
1. Saat Anda tahu apa yang penting bagi orang lain melalui praktik menyimak yang lebih lama, Anda dapat benar-benar terlibat dengan mereka lewat mengedepankan hal-hal yang penting bagi mereka dalam interaksi Anda.
2. Pertemanan yang intim memerlukan komitmen yang dalam dan berdasarkan resiko yang besar--pertama-tama ada resiko dari memercayai bahwa kita orang yang cukup penting, cukup berbobot sehingga dapat memengaruhi kehidupan orang lain. Jika kita tidak memahami signifikansi kehadiran kita, kita tidak bisa memberikan hadiah kehidupan kita kepada orang lain.
3. Ada resiko dalam memiliki sebuah hubungan, dan jika kita ingin memengaruhi kehidupan orang lain, kita harus merasa nyaman dalam menghadapi resiko tersebut. Resiko yang paling berarti memiliki imbalan yang setimpal.
4. Perbedaan antara teman dan pengikut Anda adalah sebuah hal yang penting untuk dipertimbangkan saat Anda ingin membuat kesan yang mendalam di hati orang lain. Anda memiliki pengaruh yang besar terhadap beberapa orang di dunia ini; mereka merupakan berkat dan tanggung jawab.
5. Di sebuah era ketika jumlah pesan begitu banyak, hanya sejumlah kecil pesan yang benar-benar penting. Untuk bisa memengaruhi orang lain, pastikan pesan Anda menjadi salah satu di antaranya.


VI. BUAT ORANG LAIN MERASA LEBIH BAIK
1. Banyak langkah yang berada di antara apa yang kita tanam dan apa yang kita tuai. Kebanyakan adalah benih-benih kecil yang ditanam di momen-momen kecil setiap harinya.
2. Banyak orang membuat kesalahan menyamakan inspirasi dengan implementasi. Agar dapat menjadi seorang seniman hebat yang bisa meniru gambaran besar, para murid harus belajar memusatkan perhatian pada hal-hal kecil.
3. Apa yang memotivasi Anda untuk mendapatkan teman jarang sekali memotivasi orang lain untuk memberikan pertemanan kepada Anda. Kunci untuk mendapatkan teman dan memengaruhi orang adalah mengubah hubungan dari manipulatif menjadi bermakna.
4. Tidak ada pertukaran yang alami. Anda membuat seseorang merasa sedikit lebih baik atau sedikit lebih buruk. Tidaklah realistis mengharapkan setiap pertukaran dengan setiap orang dapat mengubah kehidupan. Namun, neraca Anda lebih berat pada satu sisi atau sisi lainnya setiap harinya.
5. Yesus berkata, "perlakukan orang lain seperti kalian ingin diperlakukan oleh mereka". Cobalah selalu buat orang lain merasa sedikit lebih baik, dan Anda mungkin terkejut mengetahui bagaimana tindakan itu bisa menjadikan Anda besar dan kemana Anda dibawanya

August 15, 2019

UCY NGAPAIN AJA?

Hari ke 14...
Banyak banget yang nanya "setelah resign ngapain aja?" "enak ya jalan2 terus?" "ga bosen ta?"

Jawaban gue kalo lagi pengen godain orang: makan, tidor, jalan2 lirik2 koko ganteng ahahaha.
Jawaban gue kalo lagi waras: menebus semua utang kegiatan yang ga sempet dilakuin selama kerja kantoran. Ya utang bobok, utang Qtime ama kluarga en temen2, utang belajar hal2 baru, utang baca buku, utang work out, termasuk utang pacaran ama Tuhan. Uwuwuwuw.

Selain itu, aku juga isi waktuku dengan meeting, PK (product knowledge), jaga pameran property. Karena sadar aku masih "hijau" di bidang ini, kudu rajin belajar, ktemu orang buat denger mereka sharing pengalaman, buat belajar strategi2 marketing. Aku juga pake waktuku buat bikin orderan cookies, nyoba bikin varian baru. Pokoknya aku atur waktu lakuin semua hal yang positif en perlu lah.

Jangan dikira aku cuma makan bobok jalan2 doank ya. Itu yang kliatan, yang ga kliatan mah banyak hahaha. Aku kan ga suka nganggur tanpa tujuan. Weekend tuh aku udah ngatur jadwal buat seminggu ke depan mau ngapain, bukan leyeh2 mulu. Tiap hari harus ada kegiatan yang bermanfaat, harus ada me time juga, harus ada waktu belajar hal baru. Istilahnya udah bebas atur waktu, ya kudu lebih tanggung jawab lagi donk. Kudu ngisi hidup dengan semua hal yang emang berguna, yang ngisi jiwa en rohku juga.

Kalo direnungkan, selama kerja kantor tuh aku kehilangan banyak hal. Ngomong gini bukan jelek2in kerja kantor ya, semua ada plus minus masing2. Kerja kantor tuh di titik aman, punya gaji tetap tiap bulan, ga pusing dengan lika-liku perekonomian. Tapi ga punya kebebasan waktu. Freelance tuh bebas banget, tapi justru kudu puter otak, mau dapet duid ya kudu kerja cerdas, ga brati bebas ngapa2in trus duid ngalir masuk. Kudu berhikmat, jangan sampe bablas bebasnya trus malah ga produktif apalagi hura2 doank.

Tapi sejak freelance, aku lebih memaknai hidupku. Bener kalo orang bilang bahwa uang bukan segalanya, bahwa tau hal2 apa yang bikin kita hepi tuh penting banget, bahwa punya kebebasan waktu tuh karunia yang menuntut tanggung jawab begitu besar. Aku sadar kalo aku ga lagi money oriented, ga ngejar2 kudu closing, ga kudu dapet orderan cookies sekian toples, ga kudu ada duid masuk sekian juta ke rekening. Aku lebih ke relationship oriented, orang sekelilingku hepi ga dengan kehadiranku, tiap kali aku meet up ama temen2 lama tuh mereka diberkati kaga ama sharing2ku, aku sendiri udah nyenengin Tuhan apa belom dengan semua yang kulakuin.

Aku jadi memandang idup dengan cara pandang baru. Waktuku banyak, jadi lebih banyak mikir, banyak merenung, banyak belajar (en semoga tambah bijak). Aku menyadari bahwa hidup tuh bener2 indah, aku melepaskan diriku dari target untuk mencapai sesuatu, melepaskan diri dari beban2 yang ga perlu. Aku tau kalo aku akan berkembang asal aku tetep on track, tapi sementara ini aku perlu slow down untuk membiarkan diriku menyesuaikan dengan semua perubahan yang ada.

Intinya, bersyukurlah dengan keadaan dimana kamu berada saat ini. Yang kerja kantor, enjoy aja, tiap orang punya bagian masing2, ga perlu iri, ga perlu mengingini bagian orang lain. Manusia itu sawang sinawang, kamu belom tentu enjoy kalo ada di posisiku sekarang dengan kondisi hati yang kurang bersyukur hahaha. Beneran bingung loh kalo di masa transisi dari dapet gaji tetap ke  posisi ga ada kepastian, walopun aku selalu beriman "berkat Tuhan selalu ada" en beneran selalu ada jalannya buat masuk ke rekeningku.

Berjalanlah sesuai apa yang Tuhan titahkan ke hidupmu. Semua ada waktu dan bagiannya masing2 kok. Peka aja ama apa yang Dia mau atas hidupmu. Apa yang kualami sekarang juga ga mudah, perlu berbulan2 meyakinkan diri untuk ajuin resign en siapkan mental, perlu iman en kenekadan untuk jalani bidang baru, perlu terus memandang kepada Dia yang berjanji akan memegang hidupku.

Syukuri, jalani, nikmati aja sesuai porsimu. Ga usah ikut2an trend untuk resign, ga usah sok2 nekad kalo itu bukan bagianmu, ga usah pengen keliatan hebat di depan orang. Tau aja apa yang jadi kehendak Tuhan bagimu, jalani dengan sukacita en penuh pengharapan, isi hidupmu dengan hal2 yang bener2 perlu. En alami kebaikan Tuhan dalam setiap musim hidupmu.

Aku diingatkan ama lagu lama:
Dia yang sanggup
Dia berfirman dan jadikan
Dia yang sanggup
Dia berjanji dan genapi
Dia yang sanggup
Asal kupercaya dan serahkan semua 
Dia Immanuel, briku kemenangan

August 12, 2019

UMPAN IBLIS (JOHN BEVERE)

SATU: SAYA, TERSINGGUNG?
"Mustahil bahwa takkan ada pelanggaran" (Lukas 17:1, NKJV)
1. Banyak orang tak sanggup berfungsi dengan wajar dalam panggilan mereka karena luka dan derita dalam hidup mereka. Mereka dirintangi dan dihambat sehingga tidak dapat mencapai potensi mereka sepenuhnya. Seringkali justru seorang rekan, yang sudah menjadi orang percayalah yang telah melukai perasaan mereka. Ini menyebabkan pelanggaran itu terasa seperti sebuah pengkhianatan.
2. Yesus menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa memang mustahil kita hidup di dunia ini tanpa mendapat kesempatan untuk mendapati perasaan kita dilukai. Karena itu kita harus siap dan dipersenjatai untuk menghadapi pelanggaran, karena tanggapan kita menentukan masa depan kita.
3. Kata Yunani untuk "pelanggaran" dalam Lukas 17:1 NKJV berasal dari kata skandalon. Kata aslinya mengacu pada bagian jerat yang berisi umpan. Kata tersebut berarti meletakkan jerat atau jebakan dalam perjalanan seseorang. Pelanggaran adalah perkakas iblis untuk mengantar manusia ke dalam tawanan.
4. Kesombongan menahan Anda untuk berurusan dengan kebenaran. Itu mengganggu pandangan Anda. Anda tidak pernah berubah bila Anda menyangka segala sesuatu baik-baik saja. Kesombongan mengeraskan hati dan mengaburkan mata pengertian Anda. Itu akan menahan Anda dari perubahan hati, yaitu pertobatan yang akan membebaskan Anda (II Timotius 2:24-26).
5. Petunjuk Yesus yang pertama untuk membebaskan diri dari tipuan adalah "membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api" (Wahyu 3:18). Hati yang murni bagaikan emas murni--lunak, lembut, dan lentur. Ibrani 3:13 menyatakan bahwa hati dikeraskan melalui tipu daya dosa. Jika kita tidak menangani suatu pelanggaran, maka itu akan menghasilkan lebih banyak buah dosa, seperti kepahitan, kemarahan, dan dendam.
6.Allah memurnikan dengan kesengsaraan, pencobaan, dan penganiayaan, yang panasnya memisahkan ketidakmurnian seperti keengganan memaafkan, pertengkaran, kepahitan, kemarahan, kedengkian, dan sebagainya dari sifat Allah di dalam hidup kita.
7. Yesus menyatakan bahwa kesanggupan kita untuk melihat dengan benar merupakan kunci yang akan membebaskan kita dari tipuan. Sering ketika perasaan kita disakiti maka kita melihati diri kita sebagai korban dan menyalahkan orang yang menyakiti kita. Untuk alasan ini Yesus memberi nasihat, "minyak untuk melumas matamu supaya engkau dapat melihat" (Wahyu 3:18). Melihat apa? Keadaan Anda yang sebenarnya! Itulah satu-satunya cara agar kita dapat berhasrat dan bertobat. Anda hanya akan bertobat bila Anda berhenti menyalahkan orang lain.


DUA: PELANGGARAN BESAR-BESARAN
"Dan kemudian banyak orang akan dilukai perasaannya, akan saling mengkhianati dan akan saling membenci. Kemudian banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambah dosa, maka kasih banyak orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai ke akhir akan diselamatkan" (Matius 24:10-13, NKJV)
1. "Banyak orang" yang dimaksudkan Yesus adalah orang-orang Kristen yang agape-nya sudah menjadi dingin. Anda perlu menyadari bahwa bila Anda menabur kasih Allah, maka Anda akan menuai kasih Allah. Anda perlu mengembangkan iman dalam hukum rohani ini, walaupun Anda mungkin takkan menuai dari ladang tempat Anda menaburnya, atau secepat yang Anda inginkan.
2. Bila kita menyaring segala sesuatu melalui luka, penolakan, dan pengalaman masa lampau, mustahil untuk kita mempercayai Allah. Kita tak dapat mempercayai kesungguhan ucapan-Nya. Kita meragukan kebaikan dan kesetiaan-Nya karena kita menilai Dia dengan ukuran manusiawi. Tetapi Allah bukanlah manusia! Dia tak dapat berdusta (Bilangan 23:19). Jalan-Nya bukan seperti jalan kita, dan pikiran-Nya bukan seperti pikiran kita (Yesaya 55:8-9).
3. Yesus mengingatkan kita tentang adanya nabi-nabi palsu: "Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang" (Matius 24:11). Siapakah yang akan ditipu oleh nabi-nabi palsu itu? Orang-orang yang terluka perasaannya yang kasihnya telah menjadi dingin (Matius 24:12). Nabi palsu diutus oleh musuh untuk menyusup dan memperdaya. Mereka harus dikenali oleh buah-buahnya, bukan ajaran atau nubuatan mereka.
4. Suatu pengkhianatan terjadi bila seseorang yang sudah percaya berusaha mencari keuntungan atau perlindungannya sendiri dengan mengorbankan orang percaya lain. Bila pengkhianatan terjadi, hubungan tidak dapat dipulihkan kecuali diiringi dengan pertobatan yang tulus. Pengkhianatan mengantar pada kebencian, dengan akibat yang gawat. Alkitab menyatakan bahwa siapapun yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh dan tidak ada pembunuh yang memiliki hidup kekal dalam dirinya (I Yohanes 3:15).
5. Sudahkah kita melupakan perintah Allah? "Janganlah melakukan apapun melalui ambisi yang serakah atau kecongkakan, melainkan dalam kerendahan hati hendaklah masing-masing menganggap orang lain lebih baik daripada dirinya sendiri" (Filipi 2:3, NKJV). Mengapa kita tidak hidup menurut hukum kasih ini? Mengapa kita begitu cepat mengkhianati dan bukannya menyerahkan hidup kita untuk satu sama lain, sekalipun dengan resiko ditipu? Alasannya: kasih kita dingin dan ini mengakibatkan kita masih tetap berusaha melindungi diri kita sendiri. Kita tidak dapat dengan yakin menyerahkan pemeliharaan kita kepada Allah saat kita mencoba memelihara diri kita sendiri.


TIGA: BAGAIMANA INI DAPAT TERJADI ATAS DIRI SAYA?
Yusuf berkata kepada mereka:..."Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan" (Kejadian 50:19-20).
1. Yusuf mempelajari ketaatan melalui hal yang dideritanya. Saudara-saudaranya merupakan perkakas yang digunakan secara terampil di tangan Allah. Dia belum belajar bahwa kekuasaan itu diberikan untuk melayani, bukannya untuk memisahkan diri. Bila kita menghadapi kenyataan bahwa Allah sebenarnya dapat mencegah seluruh keadaan kita yang berantakan--tetapi tidak melakukannya--kita sering menyalahkan Dia.
2. Tiada seorang pria, wanita, anak atau iblis secara mutlak dapat mengeluarkan Anda dari kehendak Allah! Tiada seorang pun kecuali Allah yang menggenggam nasib Anda.
3. Allah mengetahui tindakan yang akan dilakukan oleh para saudara Yusuf sebelum mereka melakukannya. Simaklah ucapan pemazmur: "Ketika Dia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak" (Mazmur 105:16-17).
4. Banyak orang telah melayani Tuhan dengan bersemangat dan telah memasuki situasi kehidupan yang sulit akibat diperlakukan buruk oleh orang fasik atau orang Kristen duniawi. Sesungguhnya mereka telah diperlakukan secara tidak adil. Tetapi perasaan yang terluka hanya akan menggenapi maksud musuh agar mereka keluar dari kehendak Allah. Jika Anda tinggal bebas dari perasaan yang terluka maka Anda akan tinggal dalam kehendak Allah.
5. Jadi ingatlah: Tetaplah tunduk kepada Allah dengan tidak merasa sakit hati. Lawanlah iblis maka dia akan lari meninggalkan Anda (Yakobus 4:7). Kita melawan iblis dengan cara tidak merasa sakit hati. Mimpi atau penglihatan mungkin akan terjadi berlainan dari yang Anda sangkakan, tetapi Firman-Nya dan janji-janji-Nya takkan gagal. Kita hanya akan menggagalkannya dengan ketidakpatuhan kita.


EMPAT: AYAHKU, AYAHKU!
"Ayahku...dapatkah kau ketahui dan kau lihat bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku" (I Samuel 24:12).
1. Kebanyakan pria dan wanita masih muda dan mempunyai panggilan Allah yang kuat atas hidup mereka. Mereka berseru memanggil seorang ayah, seorang pria untuk mengajar, mengasihi, mendukung, dan mendorong semangat mereka. Inilah sebabnya Allah bersabda bahwa Dia akan "membuat hati bapa-bapa (pemimpin) berbalik kepada anak-anaknya (umat), dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah" (Maleakhi 4:6).
2. Banyak pemimpin memandang umat Allah sebagai sumber daya untuk melayani visi mereka, bukannya melihat visi sebagai sarana untuk melayani umat, sehingga semua keputusan dilandasi uang, angka, dan hasil yang dicapai. Berapa banyak pemimpin telah memecat bawahan mereka akibat kecurigaan? Mengapa mereka menaruh kecurigaan? Karena mereka bukan melayani Allah, mereka melayani suatu visi. Seperti Saul, mereka tidak merasa aman dengan panggilan mereka, dan hal itu menghasilkan kedengkian dan kesombongan. Mereka menyadari sifat baik pada umat yang rohani, dan bersedia memakai orang tersebut asalkan menguntungkan mereka. Saul menikmati keberhasilan Daud sampai dia melihat hal itu merupakan ancaman baginya.  Kemudian dia menurunkan kedudukan Daud dan mencari-cari alasan untuk menghancurkannya.
3. Daud telah membuktikan kemurnian hatinya ketika dia membiarkan Saul hidup. Daud menyerahkan raja itu ke tangan Allah untuk menghakiminya. Berapa banyakkah orang di masa kini yang mempunyai hati seperti Daud? Kita tidak lagi membunuh dengan pedang biasa melainkan saling menghancurkan dengan lidah. Karena perasaan dan hati yang disakiti, kita membidik mereka dengan kata-kata yang tajamnya berasal dari kepahitan dan kemarahan. Walaupun informasinya mungkin benar dan tepat, motivasinya tidak suci. Amsal 6:6-19 menyatakan bahwa menabur perselisihan atau pemisahan di antara saudara-saudara adalah kebencian Tuhan.
4. Daud sangat bijaksana ketika dia memilih untuk membiarkan Allah menjadi hakimnya. Anda bertanya, "Siapakah yang dipakai Allah untuk menghakimi Saul, hamba-Nya?" Bangsa Filistin. Saul bersama dengan para putranya, tewas selagi memerangi mereka. Ketika berita itu sampai ke telinga Daud, dia tidak merayakannya, dia berkabung. Daud tidak membunuh sisa keluarga Saul. Sebagai gantinya dia malah menunjukkan keramahan terhadap mereka.
5. Walaupun Daud ditolak oleh seorang yang seharusnya menjadi ayah kepadanya, dia tetap setia bahkan sampai sesudah kematian Saul. Memang mudah setia kepada seorang pemimpin atau ayah yang mencintai Anda, tetapi bagaimana terhadap seorang yang berniat menghancurkan Anda? Maukah Anda menjadi seorang yang sepakat dengan hati Allah, atau maukah Anda berusaha menuntut balas?


LIMA: LAHIRNYA PARA PENGEMBARA ROHANI
"Dijauhkan TUHANlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN". Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; dia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul (I Samuel 24:7-8).
1. Bagaimanapun, Daud merasa bahwa pasukan yang tertidur itu mempunyai maksud lain--menguji hatinya. Allah ingin melihat apakah Daud mau membunuh untuk menetapkan kerajaannya, mengikuti aturan Saul, atau mengizinkan Allah menetapkam tahtanya dalam kebenaran selama-lamanya. Adillah bagi Allah untuk melakukan pembalasan bagi hamba-hamba-Nya. Tidaklah adil bagi hamba-hamba-Nya menuntut pembalasan sendiri.
2. Allah menguji para hamba-Nya dengan kepatuhan. Dia dengan sengaja menempatkan kita dalam situasi yang standar agama dan masyarakatnya akan tampak membenarkan tindakan kita. Dia mengizinkan orang lain, terutama yang akrab dengan kita, untuk mendorong semangat kita melindungi diri kita sendiri. Kita mungkin berpendapat bahwa kita bersikap mulia dan melindungi orang lain dengan menuntut pembalasan sendiri. Tetapi, ini bukanlah cara Allah. Inilah cara kebijaksanaan dunia. Ini bersifat duniawi dan badani.
3. Allah menempatkan Samuel di bawah pengawasan Eli dan anak-anaknya yang korup bukan untuk menghakimi melainkan untuk melayani mereka. Anak-anak tidak mengkoreksi para ayah. Tetapi para ayah berkewajiban untuk mengajar dan mengkoreksi anak-anak. Kita harus menangani dan menghadapi orang-orang yang telah diserahkan Tuhan kepada kita untuk diajar.
4. Inilah caranya Tuhan mau kita meninggalkan sebuah gereja, "Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita, dan akan diantarkan dengan damai" (Yesaya 55:12). Ingatlah jika Anda berada di tempat yang dikehendaki Allah, maka iblis akan berusaha menyakiti perasaan Anda agar Anda pergi keluar. Dia ingin mencabut pria dan wanita dari tempat Allah menempatkan mereka. Jika dia dapat menggeser Anda keluar, maka dia telah berhasil. Jika Anda tak mau beringsut, walaupun di tengah pertentangan besar, maka Anda akan merusak rencana iblis.
5. Bila Anda keluar dari kehendak Allah, maka Anda takkan menjadi berkat atau pertolongan kepada gereja manapun. Bila Anda keluar dari kehendak Allah, bahkan hubungan-hubungan baik pun akan menjadi tegang. Orang yang sakit hatinya bereaksi terhadap situasi dan melakukan hal-hal yang tampaknya benar walaupun tidak diilhami oleh Allah. Kita tidak dipanggil untuk bereaksi melainkan untuk beraksi.
6. Jika kita tidak berlari terlalu cepat dari pertentangan rohani, maka sistem akar kita akan mendapat kesempatan menjadi semakin kuat dan semakin dalam, dan buah kita akan banyak dan lebih manis dipandang Tuhan dan lebih lezat bagi citarasa umat-Nya! Kita akan menjadi pepohonan yang dewasa yang disukai Tuhan, bukannya pepohonan yang dicabut karena tidak menghasilkan buah (Lukas 13:6-9). Kita tidak seharusnya melawan hal yang dikirim Tuhan untuk mendewasakan kita.
7. Sekali Anda meninggalkan tempat yang telah dipilih Allah untuk Anda, maka sistem perakaran Anda mulai mengerdil. Selanjutnya akan mudah bagi Anda untuk lari dari kesukaran karena Anda telah berhati-hati untuk tidak mengakarkan diri Anda dalam-dalam. Anda akhirnya mencapai tempat dimana Anda hanya mempunyai sedikit kekuatan atau sama sekali tidak kuat untuk bertahan dalam penderitaan atau penganiayaan. Anda kemudian menjadi seorang pengembara rohani yang berkelana dari satu tempat ke tempat lain, dengan rasa curiga dan takut bahwa orang lain akan memperlakukan Anda dengan buruk. Dengan kelumpuhan dan hambatan pada kesanggupan Anda untuk menghasilkan buah rohani yang sejati, maka Anda bergumul dalam suatu kehidupan yang berpusatkan diri sendiri, dengan memakan sisa-sisa buah dari orang lain.
8. Orang Kristen yang sakit hati mengikis kesanggupannya sendiri untuk menghasilkan buah. Orang yang disakiti hatinya masih mengalami mujizat, kata-kata pertuturan, pemberitaan yang kuat dan penyembuhan dalam hidup mereka. Tetapi ini adalah karunia Roh, bukan buah. Karunia itu diberikan, buah itu dibudidayakan.


ENAM: BERSEMBUNYI DARI KENYATAAN
"Walaupun (mereka) selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran" (II Timotius 3:7).
1. Jika Allah yang mengutus Anda ke gereja yang sekarang, janganlah meninggalkannya sebelum Allah melepas Anda. Jika Tuhan berdiam diri, Dia sering berkata, "Janganlah mengubah apa-apa. Janganlah pergi. Tinggallah di tempat yang telah Kutunjukkan kepadamu!" Berangkat dengan perasaan terluka atau roh kecaman bukanlah merupakan rencana Allah.
2. Pertumbuhan jasmani adalah tugas dari waktu. Pertumbuhan kecerdasan adalah tugas dari belajar. Pertumbuhan rohani bukanlah tugas dari waktu atau belajar, melainkan tugas dari kepatuhan. Bila kita mematuhi firman Allah yang diucapkan oleh Roh Kudus, maka kita akan bertumbuh dan dewasa pada masa pertentangan dan penderitaan. Pengetahuan kita tentang Alkitab bukanlah kuncinya, kepatuhanlah kuncinya.
3. Bila Allah melepaskan Anda dengan damai, Anda takkan mempunyai tekanan untuk membenarkan keberangkatan Anda ke tempat lain. Anda takkan berada di bawah tekanan untuk menghakimi atau dengan kecaman mengungkapkan masalah dari gereja Anda yang terdahulu. Bila kita mempertahankan perasaan terluka di hati kita, maka kita menyaring segala sesuatu melalui rasa sakit hati itu.
4. Pandangan kita tentang hubungan masa lalu merupakan jangkauan kita bagi hubungan masa depan kita. Cara Anda meninggalkan suatu gereja atau hubungan di masa lalu, merupakan cara Anda memasuki gereja atau hubungan Anda berikutnya. Yesus berkata dalam Yohanes 20:23, "Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada". Kita tetap melestarikan dosa orang lain bila kita menyimpan sakit hati dan menaruh dendam.
5. Sering Tuhan mengizinkan orang-orang untuk berlari dari situasi yang Dia ingin mereka hadapi jika mereka bertetap hati untuk lari dari situasi itu dalam hati mereka. Jika kita sangat bertekad di hati kita untuk tidak menghadapi situasi yang sulit, Allah akan melepaskan kita walaupun itu bukanlah kehendak-Nya yang sempurna.
6. Kasih melupakan kesalahan sedemikian rupa sehingga ada harapan untuk masa depan. Jika kita benar-benar telah mengatasi rasa sakit hati maka kita sesungguhnya akan berusaha berdamai. Waktunya mungkin tidak segera, tetapi di dalam hati kita akan menantikan kesempatan untuk pemulihan.
7. Yesus berhasrat untuk menyembuhkan luka-luka kita. Jalan kerendahan hati dan penyangkalan dirilah yang menuntun ke arah penyembuhan dan kedewasaan rohani. Kesombongan tak dapat menempuh jalan ini, tetapi hanya orang-orang yang menginginkan damai dengan resiko menerima penolakan. Ini adalah jalan kecil yang mengantar kepada keadaan direndahkan dan dipermalukan. Inilah jalan yang menuntun kepada kehidupan.


TUJUH: DASAR YANG TEGUH
Karena itu demikianlah firman Tuhan Allah: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu untuk dasar, sebuah batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang berharga, sebuah dasar yang teguh: siapa yang percaya tidak akan bertindak dengan terburu-buru" (Yesaya 28:16, NKJV).
1. Simon Petrus sangat lapar akan hal-hal dari Allah. Dialah yang paling banyak mengajukan pertanyaan. Pengetahuan yang disingkapkan tentang siapakah Yesus tidak berasal dari pengertiannya, tetapi merupakan suatu karunia, diterangi dalam hatinya sebagai tanggapan terhadap kelaparan rohaninya. Ketika Anda menerima pengetahuan yang disingkapkan dari Allah, tidak seorangpun dapat menggoyahkan Anda.
2. Hal yang disingkapkan Allah oleh Roh-Nya tak dapat diambil dari kita. Ini harus menjadi dasar dari semua perbuatan kita. Tanpa itu kita akan mudah sakit hati oleh ujian dan sengsara yang akan menggelapkan mata kita. Seorang yang tidak mantap atau berdasar dalam firman yang diwahyukan adalah calon utama untuk dapat disingkirkan oleh badai sakit hati.
3. Bila Anda tahu Allah telah menempatkan Anda dalam suatu hubungan atau suatu gereja, musuh akan mengalami lebih banyak kesulitan untuk mengeluarkan Anda. Anda dilandasi atas firman Allah yang diwahyukan dan akan berhasil melalui pertentangan walaupun tampaknya mustahil.
4. Sebagian dari Anda mungkin menikah tidak dalam kehendak Allah walaupun sebagai orang percaya. Agar dapat memasuki berkat Allah untuk pernikahan Anda, Anda harus bertobat dari sikap tidak mencari nasihat-Nya sebelum menikah, maka Dia akan mengampuni Anda. Tetapkanlah di hati Anda bahwa dua kesalahan takkan membentuk sebuah kebenaran. Merusak suatu perjanjian sebagai akibat dari sakit hati bukan merupakan jawaban. Jadi carilah Tuhan untuk memperoleh firman-Nya bagi pernikahan Anda.
5. Yesus mengubah nama Simon menjadi Petrus. Nama Simon berarti "mendengar". Nama Petrus berarti "sebuah batu". Sebagai akibat dari mendengar firman Allah yang diwahyukan di hatinya dia menjadi sebuah batu. Sebuah rumah yang didirikan dari batu-batu di atas landasan yang kokoh dari batu karang akan bertahan terhadap badai yang melandanya.
6. Ujian dan pencobaan menentukan tempat Anda secara rohani. Hal-hal itu menyingkapkan keadaan hati Anda yang sebenarnya. Cara Anda bereaksi di bawah tekanan adalah cara Anda bereaksi sebenarnya.
7. Pastikanlah bahwa Anda mendirikan hidup Anda di atas firman Allah yang diwahyukan, bukan di atas ucapan orang lain. Usahakanlah terus mencari Tuhan dan mendengarkan hati Anda. Jangan lakukan atau ucapkan segala sesuatu hanya karena semua orang melakukan atau mengucapkannya. Carilah Dia dan berdirilah di atas hal yang telah diungkapkan di hati Anda!


DELAPAN: SEMUA YANG DAPAT DIGUNCANGKAN AKAN DIGUNCANGKAN
Sekarang Dia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan mengguncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga". Ungkapan "satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat diguncangkan, karena dia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak terguncangkan (Ibrani 12:26-27).
1. Walaupun Simon Petrus telah menerima wahyu berlimpah tentang jati diri Yesus, dia belum berjalan dalam sifat dan kerendahan hati Kristus. Keangkuhan takkan pernah cukup kuat untuk melengkapi dia menggenapi masa depannya di dalam Kristus. Jika tidak disingkirkan, kesombongan ini akhirnya akan menghancurkannya.
2. Lima maksud untuk mengguncangkan suatu benda:
• mendekatkannya kepada landasannya
• menyingkirkan hal yang sudah mati
• menuai yang sudah ranum
• membangunkan
• menyatukan atau mencampur agar takkan terpisah lagi
3. Markus 4:16-17, "ialah orang-orang yang mendengar firman itu, segera menerimanya dengan kegembiraan; dan tidak berakar dalam diri mereka, dan dengan demikian hanya bertahan sebentar saja: setelah itu, bila penderitaan atau aniaya timbul karena firman, mereka segera sakit hati". Dia berkata bahwa mereka segera sakit hati karena mereka tidak mempunyai dasar. Dalam hal apakah kita berakar? Efesus 3:16-18 berkata: kita berakar dan berdasar di dalam kasih. Kasih kita kepada Allah adalah dasar kita.
4. "Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (Yohanes 15:13). Kita tidak dapat menyerahkan nyawa kita untuk seseorang yang tidak kita percayai. Kita tak dapat menyerahkan nyawa kita untuk Allah jika kita tidak cukup mengenal-Nya sehingga dapat mempercayai-Nya. Kita harus mempunyai keyakinan bahwa Dia takkan pernah melakukan apapun yang mencelakakan kita.
5. Sakit hati melahirkan kelemahan dan keputusasaan dalam hidup kita. Seringkali, segi yang kita sangka merupakan kekuatan kita adalah kelemahan kita yang tersembunyi. Itu akan tetap tersembunyi sampai suatu badai yang dahsyat membongkar tutupnya. Paulus menulis, "Karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah" (Filipi 3:3).


SEMBILAN: BATU SANDUNGAN
Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan dipermalukan. "Karena itu bagi kamu yang percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan". Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah dan untuk itu mereka juga telah disediakan" (I Petrus 2:6-8).
1. Yesus menunjukkan bahwa batu sandungan akan membersihkan orang-orang yang tidak ditanam oleh Bapa-Nya. Sebagian orang mungkin bergabung dengan gereja atau kelompok pelayanan tetapi tidak diutus oleh Allah atau berasal dari Allah. Sandungan yang terjadi bila kebenaran diberitakan menyingkapkan motif sejati mereka dan menyebabkan mereka tercabut sendiri.
2. Allah mengatakan supaya Samuel terus bergerak dalam urapan yang segar, dia harus menyadari sempurnanya kasih dan penilaian Allah. Jika Samuel kembali kepada Saul setelah Allah menolaknya, dia takkan memiliki minyak yang segar. Jika dia terus berkabung, maka dia takkan mencapai apapun.
3. Yesus tidak mau dikendalikan oleh orang-orang lain. Dia akan berbicara kebenaran walaupun itu berarti konfrontasi dan batu sandungan. Jika Anda menginginkan restu manusia, urapan Allah takkan turun ke atas Anda. Anda harus berniat di hati Anda untuk memberitakan firman Allah dan melakukan kehendak-Nya sekalipun dengan resiko menyinggung perasaan orang lain. Hal satu-satunya yang penting bagi Yesus ialah menggenapi rencana Bapa. Jika sekiranya Dia ditinggal seorang diri pada hari itu, hal tersebut tidak akan mengubah hati-Nya. Dia bertekad untuk mematuhi Bapa-Nya.
4. Sebagian orang takkan memahami Anda pada saat Anda bergerak bersama dengan Roh. Jangan biarkan tanggapan buruk mereka menahan Anda dari kebenaran yang Anda yakini dalam hati Anda. Jangan gagalkan aliran Roh demi keinginan manusia.
5. Jika seseorang menantang kebenaran Injil, maka itulah saatnya menyakiti hati tanpa permintaan maaf. Kita harus bertekad dalam hati bahwa kita akan mematuhi Roh Allah apapun resikonya. Pada saat itu, kita tak usah membuat pilihan di bawah tekanan karena pilihan itu telah dibuat.


SEPULUH: JANGAN KITA MENJADI SANDUNGAN KEPADA MEREKA
"Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung" (Roma 14:13).
1. Yesus adalah Tuhan dari bumi. Dialah Putra Allah. Bumi dan segala isinya diciptakan oleh-Nya dan tunduk kepada-Nya. Karena itu, Dia tahu bahwa uang itu ada di mulut ikan (Matius 12:27). Dia tak perlu bekerja untuk memperoleh uang itu karena Dialah Putra Allah. Namun, Dia masih memilih untuk membayar pajak dan tidak menjadi batu sandungan.
2. Beberapa perbedaan antara sikap seorang budak dan seorang pelayan:
• seorang budak harus-- seorang pelayan rela melakukannya
• seorang budak melakukan tuntutan minimum-- seorang pelayan mencapai potensi maksimum
• seorang budak berjalan satu mil -- seorang pelayan berjalan satu mil tambahan
• seorang budak merasa dirampok -- seorang pelayan memberi
• seorang budak terikat -- seorang pelayan merdeka
3. Kebebasan kita diberikan untuk melayani dan menyerahkan hidup kita. Kita harus membangun dan bukannya menghancurkan.
4. "Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun" (Roma 14:19). Kita harus menjadikan tujuan kita untuk tidak menyebabkan satu sama lain tersandung akibat kebebasan pribadi kita. Tindakan yang kita lakukan mungkin diizinkan berdasarkan Alkitab. Tetapi tanyakanlah diri Anda sendiri: apakah hal itu membina orang lain atau diri Anda sendiri?
5. Gunakanlah kebebasan Anda di dalam Kristus untuk membebaskan orang lain, bukan untuk memaksakan hak-hak Anda sendiri. Itulah salah satu pedoman dari pelayanan Paulus, "Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela" (II Korintus 6:3).


SEBELAS: PENGAMPUNAN: ANDA TIDAK MEMBERI--ANDA TIDAK MENERIMA
"Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu" (Markus 11:24-26).
1. Cara kita mengampuni, melepaskan, dan memulihkan orang lain adalah cara kita akan diampuni.
2. Yesus membuyarkan dugaan kemurahan hati Petrus, "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali!" (Matius 18:21-22). Dengan kata lain, ampunilah seperti Allah mengampuni, yaitu tanpa batas.
3. Seseorang yang tak dapat mengampuni telah lupa akan besarnya utang yang dihapuskan atas dirinya. Bila Anda menyadari bahwa Yesus telah membebaskan Anda dari kematian dan siksaan kekal, maka Anda akan membebaskan orang lain tanpa syarat.
4. "Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah', dan dia membenci saudaranya, maka dia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya" (I Yohanes 4:20). Seseorang yang menolak untuk mematuhi firman itu menipu hatinya sendiri.


DUA BELAS: PEMBALASAN DENDAM: JEBAKAN
"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!" (Roma 12:17).
1. Yesus meniadakan wilayah dendam yang samar-samar. Malah sebenarnya Dia berkata bahwa kita harus menjauhkan diri dari rencana membalas dendam dan dengan rela menerima resiko kita akan disakiti lagi. Kita harus memberi kesempatan dan mempersilakan Hakim yang adil itu untuk bertindak. Dia memberi pahala dengan adil. Hanya Dia yang menuntut pembalasan dengan adil.
2. Sering Yesus menyamakan keadaan hati kita dengan keadaan tanah. Kita dinasihati agar berakar dan berlandaskan kasih Allah. Tetapi tanah hanya akan menghasilkan sesuatu yang ditanamkan ke dalamnya. Jika kita menanamkan benih utang, tidak suka mengampuni dan sakit hati, maka akar lain akan menggantikan kasih Allah. Itu disebut akar kepahitan. Jika tidak ditangani dengan segera, akar akan sukar dicabut. Kekuatan dari perasaan yang terluka akan terus bertumbuh. Karena itu kita dinasihati agar jangan matahari terbenam sebelum padam amarah kita (Efesus 4:26).
3. Alkitab menyatakan bahwa seseorang yang tidak berusaha hidup damai dengan melepaskan perasaan terluka akhirnya akan menjadi cemar. Sesuatu yang berharga akhirnya akan dirusak oleh kenajisan dari sikap tidak mengampuni.
4. Kita harus menyelidiki hati kita dan membuka diri untuk dikoreksi oleh Tuhan, karena hanya firman-Nya yang dapat membedakan pertimbangan dan niat dari hati kita. Roh Kudus menempelak pada saat Dia berbicara melalui hati nurani seseorang. Kita tidak boleh mengabaikan penempelakan-Nya atau memadamkan Dia.
5. Janganlah takut untuk mengizinkan Roh Kudus menyingkapkan sikap tak suka mengampuni atau kepahitan. Semakin lama Anda menyembunyikannya, semakin kuat itu jadinya dan semakin keras hati Anda. Tetaplah berhati lembut.


TIGA BELAS: LUPUT DARI JEBAKAN
"Dan di dalam hal ini aku melatih diriku supaya senantiasa aku menaruh hati nurani yang hampa dari kesalahan terhadap Allah dan terhadap manusia" (Kisah Para Rasul 24:16, NKJV).
1. Terkadang orang lain menyakiti hati kita, dan tidak sukar untuk memaafkan. Kita telah melatih hati kita agar siap untuk menangani pelanggaran yang menyakitkan hati: karena itu, tiada cedera atau kerusakan permanen yang diakibatkannya. Sebagian orang terbiasa untuk mematuhi Allah dengan melatih hati mereka. Tingkat kedewasaan kita menentukan betapa baik kita akan menangani pelanggaran tanpa cedera.
2. Langkah pertama menuju penyembuhan dan kebebasan ialah menyadari bahwa Anda terluka. Sering keangkuhan tidak menghendaki kita mengakui bahwa kita terluka dan sakit hati.
3. Memang mudah untuk mengasihi orang yang tak dapat bersalah menurut pandangan kita. Itu adalah cinta bulan madu. Lain lagi untuk mencintai seseorang bila kita dapat melihat kesalahannya, terutama bila kita telah menjadi korbannya. Kasih Allah mendewasakan saya, menguatkan hati saya.
4. Kita bertumbuh di masa yang sukar, bukan di masa yang menyenangkan. Kita tidak dapat meloloskan diri dari padanya tetapi perlu menghadapinya, karena itu merupakan bagian dari proses menjadi sempurna di dalam Dia. Jika Anda memilih untuk melarikan diri, maka Anda dengan serius menghalangi pertumbuhan Anda.
5. Perhatikanlah bahwa Dia membandingkan kadar penderitaan dengan kadar sukacita. Bila kemuliaan-Nya dinyatakan, maka Anda akan dipermuliakan bersama dengan Dia. Permuliaan ini menurut kadar Anda mengizinkan-Nya menyempurnakan sifat-Nya di dalam diri Anda. Jadi janganlah melihat pada pelanggaran yang menyakitkan itu. Pandanglah kepada kemuliaan yang akan datang.


EMPAT BELAS: TUJUAN: PERDAMAIAN
"Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu" (Matius 5:21-24)
1. Yesus menasihati kita untuk berdamai walaupun pelanggaran itu bukan kesalahan kita. Dibutuhkan kedewasaan untuk berjalan dalam kerendahan hati demi perdamaian. Tetapi mengambil langkah pertama sering lebih sukar bagi orang yang dilukai perasaannya. Itulah sebabnya Yesus mengatakan kepada orang yang menyebabkan sakit hati itu agar "pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu".
2. Kita sebaiknya tidak pergi menjumpai seorang saudara yang telah menyakiti hati kita sebelum kita memutuskan untuk memaafkannya dari dalam hati kita--betapapun caranya dia menanggapi kita. Kita perlu menyingkirkan rasa permusuhan terhadap dia sebelum mendekatinya. Jika tidak, maka kita barangkali akan bereaksi dari perasaan negatif dan terluka, bukannya pemulihan.
3. Jika kita memelihara kasih Allah sebagai motivasi kita, maka kita tidak akan gagal. Kasih tak pernah gagal. Bila kita mengasihi orang lain seperti Yesus mengasihi kita, maka kita akan bebas walaupun orang lain memilih untuk tidak berdamai dengan kita.
4. "Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!" (Roma 12:18). Disebutkan "sedapat-dapatnya..." karena ada waktunya orang-orang lain akan menolak untuk berdamai dengan kita. Atau mungkin ada keadaan yang bila kita berdamai dengan mereka akan berakibat mengorbankan hubungan kita dengan Tuhan. Dalam kasus semacam ini mustahil untuk memulihkan hubungan.
5. "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" (Matius 5:9). Seorang pembawa damai akan pergi dengan kasih dan berhadapan sambil membawa kebenaran sehingga perdamaian yang diakibatkannya akan bertahan lama. Dia takkan mempertahankan suatu hubungan tiruan dan dangkal. Dia menginginkan keterbukaan, kebenaran, dan kasih. Dia menolak untuk menyembunyikan kesalahan dengan seulas senyum politik. Dia membawa perdamaian dengan kasih tegar yang tak dapat gagal.
6. Allah tidak mau seorangpun binasa, tetapi Dia tidak mau mengorbankan kebenaran demi suatu hubungan. Kasih Allah adalah kunci menuju kebebasan dari jebakan umpan dari sakit hati. Ini harus merupakan kasih yang melimpah, kasih yang terus menerus bertumbuh dan dikuatkan di dalam hati kita.


EPILOG: MENGAMBIL TINDAKAN
1. Mohonlah kepada Roh Kudus untuk menuntun Anda kepada masa lampau Anda, dengan menampilkan di hadapan Anda siapapun yang telah melukai perasaan Anda. Tinggallah hening di hadapan-Nya sementara Dia menunjukkan jati diri mereka kepada Anda. Dia akan dengan jelas mengingatkannya kepada Anda sehingga Anda takkan meragukannya. Ketika Dia berbuat demikian, Anda mungkin teringat akan rasa sakit hati yang Anda alami. Janganlah takut. Dia akan berada di sisi Anda untuk menghibur Anda.
2. Pada saat Anda melepaskan orang-orang itu dari rasa bersalah atas tindakan apapun yang dilakukan mereka kepada Anda, bayangkanlah mereka masing-masing secara perorangan. Maafkan mereka secara perorangan. Hapuskanlah utang mereka kepada Anda. Ucapkan doa.
3. Anda mungkin harus melatih diri agar tetap bebas dari sakit hati. Buatlah suatu janji untuk mendoakan mereka sebagaimana Anda akan berdoa untuk Anda sendiri. Jika pikiran negatif terus menyerang benak Anda, runtuhkanlah dengan firman Allah dan nyatakanlah keputusan Anda untuk mengampuni. Anda telah meminta anugerah Allah untuk mengampuni, dan sikap tidak mengampuni tidaklah seampuh anugerah-Nya. Jadilah berani dan bertandinglah dalam pertandingan iman yang baik.
4. Bila Anda tahu hati Anda kuat dan tetap pendiriannya, pergilah menemui mereka. Ingatlah bahwa Anda pergi dengan maksud perdamaian untuk manfaat mereka, bukan manfaat Anda sendiri. Dengan melakukan hal ini Anda akan memeteraikan kemenangan itu. Anda akan mendapatkan seorang saudara (Matius 18:15).


JOHN BEVERE
UMPAN IBLIS

August 10, 2019

THE TRUE PROSPERITY

Aku nulis ini dengan penuh ucapan syukur ke Tuhan. Apa yang dulu kudoain mati2an, sekarang kuterima semua dengan begitu mudahnya. Lingkungan kerja yang dulu kuharap2in, sekarang kurasakan tiap harinya. Yang dulu aku berharap bisa ktemu orang2 hebat yang humble bahkan mau ngajarin, sekarang kesampean. Bener kalo dibilang bahwa semua tuh butuh proses, orang terbaik en lingkungan yang tepat tuh Tuhan siapkan tepat pada waktunya.

Jadi 10 hari terakhir ini aku udah free dari kerja kantor yang jamnya mengikat. Seminggu ini aku baru ngantor di property, ga tiap hari juga sih, aku pilih hari en kegiatan apa aja yang mau aku ikutin. Aku bersyukur karena ga perlu bangun pagi2 banget, masih punya waktu buat saat teduh, work out, baca bible, baca buku rohani, bikin orderan cookies, nonton film, quality time ama family. Gilaakkk, hepi banget jadinya semua waktu tuh cukup buat ngapa2in.

Aku bersyukur banget ktemu banyak orang hebat yang super humble, ramah, en ga pelit ngajari, ikut meeting ini itu, belajar banyak hal baru dari para senior. Lebih bersyukur lagi dapet kesempatan buat jaga pameran minggu depan, bahkan ada yang merelakan jadwal jaganya buat aku, padahal hal itu ga menguntungkan dia blas. Aku beneran bersyukur bisa mendapatkan banyak kebaikan selama seminggu ini, banyak kesempatan belajar en kenal orang baru, kesempatan denger lika-liku perjuangan beberapa orang di bidang ini. Walopun emang akhirnya aku agak kecapean karena kadang meetingnya berjam2 di 2 tempat berbeda pula. Ya, masih butuh penyesuaian lah ya, yang biasanya seharian duduk manis di kantor, sekarang kudu mobile terus.

Banyak temen yang terheran-heran ketika tau aku udah resign dari kantor, nanya apa yang bikin aku seberani itu menceburkan diri ke bidang baru dimana aku ga punya pengalaman blas disitu. Ex officemates juga pada iri ngeliat jadwal kerjaku yang fleksibel, bahkan mereka udah pada ngajakkin ktemuan pengen tau kabarku 10 hari ini hahaha. Temen2 yang udah lama ga ktemu mah hepi banget karena sekarang udah ga sesusah dulu buat jadwalin ktemuan.

Kalo aku noleh ke masa setaon terakhir, dimana aku doa nangis2 ama Tuhan karena udah stress banget ama kerjaan kantor, aku mensyukuri semua hari2 gelap itu, semua airmata yang kucurahkan, semua doa yang kunaikkan, en yang paling penting tangan Tuhan yang pegang hidupku. Aku ga pernah tau Tuhan bakal arahkan aku ke bidang ini, dengan cara yang ga terduga, dengan janji-Nya yang begitu luar biasa, dengan waktu yang tepat, dengan orang2 terbaik di dalamnya.

Aku tau bahwa hari2ku ke depan masih panjang. Semua dipenuhi ketidakpastian, tapi aku melihat tangan Tuhan yang menenun semua dengan begitu sempurna. Aku bersedia untuk belajar dari nol, memulai segala sesuatu bersama Dia yang berjanji dan menepati, en berjalan dalam kesetiaan. Aku ga sabar menyambut hari2 yang semakin baik ke depan bersama Tuhan. Haleluya!

Semoga bulan2 en taon2 ke depan aku tetep bisa bersukacita en mensyukuri semuanya yang kuterima sebagai jawaban atas doa2ku en kebaikan Tuhan yang melimpah ini. Aku diingetin bahwa the true prosperity tuh bisa menikmati semua berkat Tuhan, ga dikejar2 waktu, bisa enjoy ciptaan Tuhan, bisa punya quality time bersama orang2 terkasih. Lord, thank You for Your loving kindness.

PEMURNIAN

"Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan" (Roma 12:19-20)

Berat bagiku buat nulis hal ini...

Minggu lalu, aku kontak salah 1 fulltimer gereja yang pernah berseteru denganku, karena aku mau mampir library. Pikirku taon demi taon udah berlalu, aku sudah mengampuni dia, en berpikir dia udah berubah jadi pribadi yang lebih baik. Dari situ, aku tau kalo temen baiknya mau tunangan dengan sepupuku. Usut punya usut, akhirnya terbongkarlah semua kebohongan en kemunafikan sepupuku hanya supaya hubungannya lancar dengan cewek itu. Lalu ketika fakta terungkap, aku difitnah oleh sepupuku bahkan mau dilabrak. Hal ini menimbulkan pertengkaran dahsyat di keluarga besarku.

Sempet terbersit kemarahan di hatiku, gara2 fulltimer ini, hubunganku rusak, tapi dia sembunyi tangan en malah berbalik marah ke aku karena temannya tau dia membocorkan hal2 yang ga seharusnya, bahkan dia block kontakku serta mengucapkan tuduhan tak berdasar. Aku sempet mau datengi fulltimer ini ke kantornya, lapor ke atasannya tentang semua kebusukan yang dilakukan sehingga merusak banyak hubungan. Untungnya, sabtu lalu aku merencanakan ke BDI, dan Tuhan berbicara banyak disana sehingga aku mengurungkan niatku untuk melaporkan fulltimer itu.

Tuhan menyingkapkan bahwa semua perseteruan itu ada andil kesalahanku, namun Dia memakainya untuk menyingkapkan motif terselubung setiap orang. Aku ga ada niat untuk merusak hubungan siapapun, tapi ada pihak yang menunggangi en membuat semua jadi runyam. Aku bersedia dihukum ama Tuhan kalo emang aku bersalah di mata-Nya. Dan akhirnya aku tau bahwa fulltimer itu ga pernah punya niat baik, dia selalu menyampaikan fitnahan orang ke aku untuk menghancurkanku, tapi dia selalu kabur setiap kali kedoknya terbongkar. Aku tau keluarga om-ku yang dari dulu berbuat jahat ke aku tuh memang ga pernah tulus, sekalipun aku berusaha membalas kejahatan mereka dengan kebaikan, mereka selalu punya senjata untuk menusukku dari belakang. Bahkan kata2 "ga dulur2an" keluar dari mulut om-ku. Oke, aku lebih bahagia putus hubungan dengan toxic family kayak gitu.

Jujur aja, aku sempet mangkel, ngerasa semua kebaikan, doa, serta ketulusanku tuh sia2. Percuma aku berbuat baik kalo ujungnya aku difitnah, ditusuk dari belakang, lalu dijelek2kan seperti itu. Tapi aku mau mengampuni, bahkan aku hapus semua bukti konkret di chat yang bisa kupakai untuk menghancurkan mereka balik. Tuhan menyelidiki hatiku dan aku sadar dari awal aku ga ada niat untuk merusak hubungan siapapun, bahkan sekalipun aku udah disakiti seperti ini. Pembalasan adalah urusan Tuhan, aku ga mau mengutuk, aku ga mau menuntut balas.

Aku melepas semua hakku untuk membela diri, untuk membalas, untuk membuka semua fakta. Bagiku ketenangan batin dan kebenaran di hadapan Allah jauh lebih penting daripada semua pembelaan diri atau pembuktian. Aku tau dengan jelas, kebenaran akan menang pada akhirnya, bahkan tanpa perlu aku konfirmasi. Orang yang sejak awal punya niat ga murni dalam membangun hubungan denganku, akan terbuka karakter aslinya suatu saat nanti. Aku ga perlu capek2 berbuat ini itu. Cukup Tuhan yang tau semuanya, aku ga perlu klarifikasi kanan kiri. Entah kenapa, aku ngalami ketenangan dalam hadirat-Nya setiap kali aku doa di masa2 pergumulan itu.

Pemurnian...
Betapa banyak orang yang membangun hubungan dengan kita tanpa kita sadari apa motif sebenarnya di balik semua senyum manis dan kebaikan mereka? Betapa banyak orang mengaku sebagai fulltimer, hamba Tuhan, ataupun sudah bertobat, tapi hidupnya diselubungi dengan kemunafikan, kepalsuan, serta kisah bohong demi menyelamatkan "muka" mereka? Berapa banyak orang tau tentang masa lalu kita, mengaku sebagai saudara, namun nyatanya menggunakan semua informasi pribadi kita untuk mengarang kisah bohong tentang kita demi melindungi diri mereka?

Pemurnian...
Berapa banyak orang yang benar2 murni membangun hubungan dengan kita, menabur kasih dan kebaikan tanpa pamrih? Berapa banyak orang yang benar2 tulus membantu di saat kesesakan kita tanpa ada niat memutarbalikkan kisah kita untuk kepentingan pribadi mereka yang egois? Berapa banyak orang yang berdiri membela di masa terpuruk kita, tanpa ada agenda tersembunyi di masa mendatang?

Saudara, fulltimer, hamba Tuhan, bahkan ada hubungan darah pun ga menjamin bahwa mereka benar2 orang yang tulus dan murni. Ketika dalam keadaan terjepit, manusia cenderung mengarang kisah pembenarannya sendiri, bahkan membusukkan nama kita demi keuntungan pribadi mereka. Apapun yang mereka lakukan, sama sekali tidak menggambarkan diri kita, tapi membongkar kedok mereka sendiri.

Tak peduli apapun yang orang lain lakukan, tetaplah jaga hatimu murni di hadapan Allah. Kita ga berurusan dengan manusia, namun dengan Allah itu sendiri. Setiap kebohongan, kemunafikan, kebencian, amarah, ataupun dendam akan terbuka pada akhirnya. Tetaplah hidup dengan sikap hati yang benar, sekalipun orang berusaha menghancurkanmu. Tetaplah jaga perkenanan dan kepercayaan Allah di hidupmu. Orang benar merasa aman seperti singa muda. Percayalah bahwa Allah tau mana yang benar di hadapan-Nya dan Dia menunggu saatnya untuk memberi ganjaran kepada setiap orang.

August 6, 2019

PANGGILAN TUHAN MEMASUKI PERJALANAN BELAS KASIHAN (IIN TJIPTO)

1. Pelayanan kita dirancang khusus dan kita dilengkapi khusus untuk itu. Bila kita mengenali ini, maka kita tidak akan pernah menjadi orang yang tidak pernah merasa bahagia. Kita takkan pernah merasa iri dengan orang lain. Bahkan kita tak akan pernah kecewa dengan Tuhan, karena Allah kita mempunyai perhatian khusus untuk kita semua.
2. Pengalaman itu ditumpuk Tuhan dari hari ke hari untuk menyiapkan sebuah panggilan dalam hidup ini. Kalau Anda mengalami kesulitan ekonomi terus menerus, mungkin Anda akan menjadi calon konglomerat. Kalau Anda mengalami hinaan terus menerus, maka mungkin Anda akan dibuat untuk bisa meninggikan banyak orang.
3. "Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus" (Efesus 1:18). Jika Anda bisa melihat dengan mata hati yang terang, maka kita melihat betapa besar, betapa spektakuler dan betapa luar biasanya setiap panggilan kita.
4. "Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu" (Efesus 4:1). Kita harus mempersiapkannya dengan membangun sesuatu. Jika Anda mau panggilan itu, maka Anda harus menyelaraskan hidup.
5. Panggilan sangat berbeda dengan karir atau pekerjaan. Orang sering membangun karir karena ingin mendapat fasilitas, uang, gaji, dan kenyamanan. Tetapi untuk panggilan, orang justru harus membayar untuk mendapatkannya. Tanpa fasilitas, orang yang terpanggil tetap mau melaksanakannya dan Tuhanlah yang menyediakan sarana untuk mencapai panggilan-Nya.
6. Untuk mencapai panggilan Anda akan menghadapi banyak ujian, yang terutama Anda harus bertanya seberapa besar Anda mau membayar untuk panggilan itu. Seberapa berani Anda tanpa fasilitas mau melaksanakan panggilan itu. Anda harus mengetahui bahwa tanpa mencapai panggilan itu maka Anda tidak akan mencapai identitas diri Anda yang sesungguhnya.
7. Satu pelayanan yang bisa membuat orang mengenal Yesus, yaitu kalau Anda memecahkan roti, artinya membagikan hidup Anda pada orang lain.
8. Panggilan selalu sesuai dengan talenta. Sama halnya kasih karunia selalu sejalan dengan panggilan. Di dalam kasih karunia ada talenta atau kemampuan.
9. Allah akan menaruh panggilan ke dalam hidup Anda dan itu akan bisa Anda nikmati. Dia bukanlah Allah yang kejam, Dia juga bukan Allah yang memberikan sesuatu yang tak bisa Anda nikmati.
10. Setiap panggilan harus selalu diteguhkan dengan pernyataan Tuhan. Panggilan juga sejalan dengan isi buku atau pelajaran yang kita tangkap. Penangkapan kita sebenarnya diarahkan oleh Roh Kudus sesuai dengan panggilan yang ditanamkan ke dalam diri kita.
11. Kenyataan adalah musuh utama untuk menerima panggilan Tuhan. Tetapi kenyataan juga akan menjadi batu loncatan untuk membuat kita naik dalam iman.
12. Dalam pemuridan, Anda tidak bisa menaklukkannya secara kelompok tapi satu demi satu. Setelah Anda mendapatkan hati anak-anak itu maka Anda dengan mudah membawa mereka pergi kemana Tuhan mau. Taklukkan anak-anak melalui hatinya, sampai mereka tahu bahwa mereka dikasihi, bahwa Anda tahu yang terbaik bagi mereka. Mereka akan menangkap hati Anda dan bukan hanya perintah. Orang yang melakukan dengan hati akan melakukan karya yang besar.
13. CIRI ORANG YANG TIDAK MENEMUKAN PANGGILAN:
• Menjadi pekerja, bukan menerima visi dan misi
Seorang pekerja berorientasi pada upah, sedangkan orang yang menerima panggilan akan membayar harga untuk panggilannya.
• Selalu membandingkan dirinya dengan orang lain
Dengan membanding-bandingkan, maka ia akan kehilangan fokus, cinta, panggilan, dan hati Tuhan dalam hidupnya.
• Mulai menghakimi orang lain
Setiap kita memiliki peran unik di dalam Kerajaan Allah dan hal ini tak pernah bisa digantikan, karenanya jangan mengurusi orang lain.
14. Kunci agar Tuhan memakai kita adalah kerendahan hati, sedangkan kunci setan menjatuhkan kita adalah kesombongan. Sikap kita terhadap orang yang dekat seringkali cerminan hati kita, karakter yang sebenarnya.
15. Jika Anda mendapatkan jodoh yang tepat maka pasangan Anda akan membantu Anda dalam melaksanakan panggilan dari Tuhan. Tetapi jika jodoh Anda tak tepat maka ia akan menghalangi atau menghambat panggilan itu.
16. Yang Allah cari dalam hidup kita bukan sekedar pemberian, tapi hati yang memiliki belas kasihan, yang mengerjakan segala sesuatu karena ada belas kasihan. Orang yang memiliki belas kasihan akan melakukan lebih dari yang diminta, bahkan mungkin akan membuat Tuhan tidak usah meminta kita melakukan sesuatu, kita akan dengan rela hati melakukannya.
17. Belas kasihan akan mendatangkan kemurahan, kerendahan hati, membuat kita tidak menuntut dan menyalahkan orang lain. Belas kasihan membuat kita memiliki kelemahlembutan, kesabaran, membawa lawatan Tuhan atas bangsa, membawa hadirat Tuhan.
18. Belas kasihan tidak pernah dapat diberikan, belas kasihan harus ditabur di dalam hati sampai Tuhan mengerjakannya. Tanah itu harus dibongkar, dirombak, sampai Tuhan dapat menaburkan benih itu.
19. Tanpa belas kasihan, lawatan tidak akan datang. Dibutuhkan bejana-bejana yang dapat dipenuhi dengan minyak belas kasihan Tuhan, yang akan membawa kesembuhan, kemerdekaan, kehidupan atas setiap luka, ikatan, dan kematian.
20. Biarlah hidup kita menjadi saluran kasih, berkat dan pemulihan untuk mereka yang tidak mencari Tuhan, tidak merasa butuh, kasar dan menolak. Karena kasih menutupi banyak pelanggaran. Karena kasih kuat seperti maut, tidak ada orang yang menang melawan maut kecuali Yesus. Demikian juga tidak ada orang yang kuat melawan kasih, kasih (sifat dan karakter Allah sendiri) pasti menang!


PANGGILAN TUHAN MEMASUKI PERJALANAN BELAS KASIHAN
IIN TJIPTO