August 12, 2019

UMPAN IBLIS (JOHN BEVERE)

SATU: SAYA, TERSINGGUNG?
"Mustahil bahwa takkan ada pelanggaran" (Lukas 17:1, NKJV)
1. Banyak orang tak sanggup berfungsi dengan wajar dalam panggilan mereka karena luka dan derita dalam hidup mereka. Mereka dirintangi dan dihambat sehingga tidak dapat mencapai potensi mereka sepenuhnya. Seringkali justru seorang rekan, yang sudah menjadi orang percayalah yang telah melukai perasaan mereka. Ini menyebabkan pelanggaran itu terasa seperti sebuah pengkhianatan.
2. Yesus menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa memang mustahil kita hidup di dunia ini tanpa mendapat kesempatan untuk mendapati perasaan kita dilukai. Karena itu kita harus siap dan dipersenjatai untuk menghadapi pelanggaran, karena tanggapan kita menentukan masa depan kita.
3. Kata Yunani untuk "pelanggaran" dalam Lukas 17:1 NKJV berasal dari kata skandalon. Kata aslinya mengacu pada bagian jerat yang berisi umpan. Kata tersebut berarti meletakkan jerat atau jebakan dalam perjalanan seseorang. Pelanggaran adalah perkakas iblis untuk mengantar manusia ke dalam tawanan.
4. Kesombongan menahan Anda untuk berurusan dengan kebenaran. Itu mengganggu pandangan Anda. Anda tidak pernah berubah bila Anda menyangka segala sesuatu baik-baik saja. Kesombongan mengeraskan hati dan mengaburkan mata pengertian Anda. Itu akan menahan Anda dari perubahan hati, yaitu pertobatan yang akan membebaskan Anda (II Timotius 2:24-26).
5. Petunjuk Yesus yang pertama untuk membebaskan diri dari tipuan adalah "membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api" (Wahyu 3:18). Hati yang murni bagaikan emas murni--lunak, lembut, dan lentur. Ibrani 3:13 menyatakan bahwa hati dikeraskan melalui tipu daya dosa. Jika kita tidak menangani suatu pelanggaran, maka itu akan menghasilkan lebih banyak buah dosa, seperti kepahitan, kemarahan, dan dendam.
6.Allah memurnikan dengan kesengsaraan, pencobaan, dan penganiayaan, yang panasnya memisahkan ketidakmurnian seperti keengganan memaafkan, pertengkaran, kepahitan, kemarahan, kedengkian, dan sebagainya dari sifat Allah di dalam hidup kita.
7. Yesus menyatakan bahwa kesanggupan kita untuk melihat dengan benar merupakan kunci yang akan membebaskan kita dari tipuan. Sering ketika perasaan kita disakiti maka kita melihati diri kita sebagai korban dan menyalahkan orang yang menyakiti kita. Untuk alasan ini Yesus memberi nasihat, "minyak untuk melumas matamu supaya engkau dapat melihat" (Wahyu 3:18). Melihat apa? Keadaan Anda yang sebenarnya! Itulah satu-satunya cara agar kita dapat berhasrat dan bertobat. Anda hanya akan bertobat bila Anda berhenti menyalahkan orang lain.


DUA: PELANGGARAN BESAR-BESARAN
"Dan kemudian banyak orang akan dilukai perasaannya, akan saling mengkhianati dan akan saling membenci. Kemudian banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambah dosa, maka kasih banyak orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai ke akhir akan diselamatkan" (Matius 24:10-13, NKJV)
1. "Banyak orang" yang dimaksudkan Yesus adalah orang-orang Kristen yang agape-nya sudah menjadi dingin. Anda perlu menyadari bahwa bila Anda menabur kasih Allah, maka Anda akan menuai kasih Allah. Anda perlu mengembangkan iman dalam hukum rohani ini, walaupun Anda mungkin takkan menuai dari ladang tempat Anda menaburnya, atau secepat yang Anda inginkan.
2. Bila kita menyaring segala sesuatu melalui luka, penolakan, dan pengalaman masa lampau, mustahil untuk kita mempercayai Allah. Kita tak dapat mempercayai kesungguhan ucapan-Nya. Kita meragukan kebaikan dan kesetiaan-Nya karena kita menilai Dia dengan ukuran manusiawi. Tetapi Allah bukanlah manusia! Dia tak dapat berdusta (Bilangan 23:19). Jalan-Nya bukan seperti jalan kita, dan pikiran-Nya bukan seperti pikiran kita (Yesaya 55:8-9).
3. Yesus mengingatkan kita tentang adanya nabi-nabi palsu: "Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang" (Matius 24:11). Siapakah yang akan ditipu oleh nabi-nabi palsu itu? Orang-orang yang terluka perasaannya yang kasihnya telah menjadi dingin (Matius 24:12). Nabi palsu diutus oleh musuh untuk menyusup dan memperdaya. Mereka harus dikenali oleh buah-buahnya, bukan ajaran atau nubuatan mereka.
4. Suatu pengkhianatan terjadi bila seseorang yang sudah percaya berusaha mencari keuntungan atau perlindungannya sendiri dengan mengorbankan orang percaya lain. Bila pengkhianatan terjadi, hubungan tidak dapat dipulihkan kecuali diiringi dengan pertobatan yang tulus. Pengkhianatan mengantar pada kebencian, dengan akibat yang gawat. Alkitab menyatakan bahwa siapapun yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh dan tidak ada pembunuh yang memiliki hidup kekal dalam dirinya (I Yohanes 3:15).
5. Sudahkah kita melupakan perintah Allah? "Janganlah melakukan apapun melalui ambisi yang serakah atau kecongkakan, melainkan dalam kerendahan hati hendaklah masing-masing menganggap orang lain lebih baik daripada dirinya sendiri" (Filipi 2:3, NKJV). Mengapa kita tidak hidup menurut hukum kasih ini? Mengapa kita begitu cepat mengkhianati dan bukannya menyerahkan hidup kita untuk satu sama lain, sekalipun dengan resiko ditipu? Alasannya: kasih kita dingin dan ini mengakibatkan kita masih tetap berusaha melindungi diri kita sendiri. Kita tidak dapat dengan yakin menyerahkan pemeliharaan kita kepada Allah saat kita mencoba memelihara diri kita sendiri.


TIGA: BAGAIMANA INI DAPAT TERJADI ATAS DIRI SAYA?
Yusuf berkata kepada mereka:..."Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan" (Kejadian 50:19-20).
1. Yusuf mempelajari ketaatan melalui hal yang dideritanya. Saudara-saudaranya merupakan perkakas yang digunakan secara terampil di tangan Allah. Dia belum belajar bahwa kekuasaan itu diberikan untuk melayani, bukannya untuk memisahkan diri. Bila kita menghadapi kenyataan bahwa Allah sebenarnya dapat mencegah seluruh keadaan kita yang berantakan--tetapi tidak melakukannya--kita sering menyalahkan Dia.
2. Tiada seorang pria, wanita, anak atau iblis secara mutlak dapat mengeluarkan Anda dari kehendak Allah! Tiada seorang pun kecuali Allah yang menggenggam nasib Anda.
3. Allah mengetahui tindakan yang akan dilakukan oleh para saudara Yusuf sebelum mereka melakukannya. Simaklah ucapan pemazmur: "Ketika Dia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak" (Mazmur 105:16-17).
4. Banyak orang telah melayani Tuhan dengan bersemangat dan telah memasuki situasi kehidupan yang sulit akibat diperlakukan buruk oleh orang fasik atau orang Kristen duniawi. Sesungguhnya mereka telah diperlakukan secara tidak adil. Tetapi perasaan yang terluka hanya akan menggenapi maksud musuh agar mereka keluar dari kehendak Allah. Jika Anda tinggal bebas dari perasaan yang terluka maka Anda akan tinggal dalam kehendak Allah.
5. Jadi ingatlah: Tetaplah tunduk kepada Allah dengan tidak merasa sakit hati. Lawanlah iblis maka dia akan lari meninggalkan Anda (Yakobus 4:7). Kita melawan iblis dengan cara tidak merasa sakit hati. Mimpi atau penglihatan mungkin akan terjadi berlainan dari yang Anda sangkakan, tetapi Firman-Nya dan janji-janji-Nya takkan gagal. Kita hanya akan menggagalkannya dengan ketidakpatuhan kita.


EMPAT: AYAHKU, AYAHKU!
"Ayahku...dapatkah kau ketahui dan kau lihat bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku" (I Samuel 24:12).
1. Kebanyakan pria dan wanita masih muda dan mempunyai panggilan Allah yang kuat atas hidup mereka. Mereka berseru memanggil seorang ayah, seorang pria untuk mengajar, mengasihi, mendukung, dan mendorong semangat mereka. Inilah sebabnya Allah bersabda bahwa Dia akan "membuat hati bapa-bapa (pemimpin) berbalik kepada anak-anaknya (umat), dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah" (Maleakhi 4:6).
2. Banyak pemimpin memandang umat Allah sebagai sumber daya untuk melayani visi mereka, bukannya melihat visi sebagai sarana untuk melayani umat, sehingga semua keputusan dilandasi uang, angka, dan hasil yang dicapai. Berapa banyak pemimpin telah memecat bawahan mereka akibat kecurigaan? Mengapa mereka menaruh kecurigaan? Karena mereka bukan melayani Allah, mereka melayani suatu visi. Seperti Saul, mereka tidak merasa aman dengan panggilan mereka, dan hal itu menghasilkan kedengkian dan kesombongan. Mereka menyadari sifat baik pada umat yang rohani, dan bersedia memakai orang tersebut asalkan menguntungkan mereka. Saul menikmati keberhasilan Daud sampai dia melihat hal itu merupakan ancaman baginya.  Kemudian dia menurunkan kedudukan Daud dan mencari-cari alasan untuk menghancurkannya.
3. Daud telah membuktikan kemurnian hatinya ketika dia membiarkan Saul hidup. Daud menyerahkan raja itu ke tangan Allah untuk menghakiminya. Berapa banyakkah orang di masa kini yang mempunyai hati seperti Daud? Kita tidak lagi membunuh dengan pedang biasa melainkan saling menghancurkan dengan lidah. Karena perasaan dan hati yang disakiti, kita membidik mereka dengan kata-kata yang tajamnya berasal dari kepahitan dan kemarahan. Walaupun informasinya mungkin benar dan tepat, motivasinya tidak suci. Amsal 6:6-19 menyatakan bahwa menabur perselisihan atau pemisahan di antara saudara-saudara adalah kebencian Tuhan.
4. Daud sangat bijaksana ketika dia memilih untuk membiarkan Allah menjadi hakimnya. Anda bertanya, "Siapakah yang dipakai Allah untuk menghakimi Saul, hamba-Nya?" Bangsa Filistin. Saul bersama dengan para putranya, tewas selagi memerangi mereka. Ketika berita itu sampai ke telinga Daud, dia tidak merayakannya, dia berkabung. Daud tidak membunuh sisa keluarga Saul. Sebagai gantinya dia malah menunjukkan keramahan terhadap mereka.
5. Walaupun Daud ditolak oleh seorang yang seharusnya menjadi ayah kepadanya, dia tetap setia bahkan sampai sesudah kematian Saul. Memang mudah setia kepada seorang pemimpin atau ayah yang mencintai Anda, tetapi bagaimana terhadap seorang yang berniat menghancurkan Anda? Maukah Anda menjadi seorang yang sepakat dengan hati Allah, atau maukah Anda berusaha menuntut balas?


LIMA: LAHIRNYA PARA PENGEMBARA ROHANI
"Dijauhkan TUHANlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN". Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; dia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul (I Samuel 24:7-8).
1. Bagaimanapun, Daud merasa bahwa pasukan yang tertidur itu mempunyai maksud lain--menguji hatinya. Allah ingin melihat apakah Daud mau membunuh untuk menetapkan kerajaannya, mengikuti aturan Saul, atau mengizinkan Allah menetapkam tahtanya dalam kebenaran selama-lamanya. Adillah bagi Allah untuk melakukan pembalasan bagi hamba-hamba-Nya. Tidaklah adil bagi hamba-hamba-Nya menuntut pembalasan sendiri.
2. Allah menguji para hamba-Nya dengan kepatuhan. Dia dengan sengaja menempatkan kita dalam situasi yang standar agama dan masyarakatnya akan tampak membenarkan tindakan kita. Dia mengizinkan orang lain, terutama yang akrab dengan kita, untuk mendorong semangat kita melindungi diri kita sendiri. Kita mungkin berpendapat bahwa kita bersikap mulia dan melindungi orang lain dengan menuntut pembalasan sendiri. Tetapi, ini bukanlah cara Allah. Inilah cara kebijaksanaan dunia. Ini bersifat duniawi dan badani.
3. Allah menempatkan Samuel di bawah pengawasan Eli dan anak-anaknya yang korup bukan untuk menghakimi melainkan untuk melayani mereka. Anak-anak tidak mengkoreksi para ayah. Tetapi para ayah berkewajiban untuk mengajar dan mengkoreksi anak-anak. Kita harus menangani dan menghadapi orang-orang yang telah diserahkan Tuhan kepada kita untuk diajar.
4. Inilah caranya Tuhan mau kita meninggalkan sebuah gereja, "Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita, dan akan diantarkan dengan damai" (Yesaya 55:12). Ingatlah jika Anda berada di tempat yang dikehendaki Allah, maka iblis akan berusaha menyakiti perasaan Anda agar Anda pergi keluar. Dia ingin mencabut pria dan wanita dari tempat Allah menempatkan mereka. Jika dia dapat menggeser Anda keluar, maka dia telah berhasil. Jika Anda tak mau beringsut, walaupun di tengah pertentangan besar, maka Anda akan merusak rencana iblis.
5. Bila Anda keluar dari kehendak Allah, maka Anda takkan menjadi berkat atau pertolongan kepada gereja manapun. Bila Anda keluar dari kehendak Allah, bahkan hubungan-hubungan baik pun akan menjadi tegang. Orang yang sakit hatinya bereaksi terhadap situasi dan melakukan hal-hal yang tampaknya benar walaupun tidak diilhami oleh Allah. Kita tidak dipanggil untuk bereaksi melainkan untuk beraksi.
6. Jika kita tidak berlari terlalu cepat dari pertentangan rohani, maka sistem akar kita akan mendapat kesempatan menjadi semakin kuat dan semakin dalam, dan buah kita akan banyak dan lebih manis dipandang Tuhan dan lebih lezat bagi citarasa umat-Nya! Kita akan menjadi pepohonan yang dewasa yang disukai Tuhan, bukannya pepohonan yang dicabut karena tidak menghasilkan buah (Lukas 13:6-9). Kita tidak seharusnya melawan hal yang dikirim Tuhan untuk mendewasakan kita.
7. Sekali Anda meninggalkan tempat yang telah dipilih Allah untuk Anda, maka sistem perakaran Anda mulai mengerdil. Selanjutnya akan mudah bagi Anda untuk lari dari kesukaran karena Anda telah berhati-hati untuk tidak mengakarkan diri Anda dalam-dalam. Anda akhirnya mencapai tempat dimana Anda hanya mempunyai sedikit kekuatan atau sama sekali tidak kuat untuk bertahan dalam penderitaan atau penganiayaan. Anda kemudian menjadi seorang pengembara rohani yang berkelana dari satu tempat ke tempat lain, dengan rasa curiga dan takut bahwa orang lain akan memperlakukan Anda dengan buruk. Dengan kelumpuhan dan hambatan pada kesanggupan Anda untuk menghasilkan buah rohani yang sejati, maka Anda bergumul dalam suatu kehidupan yang berpusatkan diri sendiri, dengan memakan sisa-sisa buah dari orang lain.
8. Orang Kristen yang sakit hati mengikis kesanggupannya sendiri untuk menghasilkan buah. Orang yang disakiti hatinya masih mengalami mujizat, kata-kata pertuturan, pemberitaan yang kuat dan penyembuhan dalam hidup mereka. Tetapi ini adalah karunia Roh, bukan buah. Karunia itu diberikan, buah itu dibudidayakan.


ENAM: BERSEMBUNYI DARI KENYATAAN
"Walaupun (mereka) selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran" (II Timotius 3:7).
1. Jika Allah yang mengutus Anda ke gereja yang sekarang, janganlah meninggalkannya sebelum Allah melepas Anda. Jika Tuhan berdiam diri, Dia sering berkata, "Janganlah mengubah apa-apa. Janganlah pergi. Tinggallah di tempat yang telah Kutunjukkan kepadamu!" Berangkat dengan perasaan terluka atau roh kecaman bukanlah merupakan rencana Allah.
2. Pertumbuhan jasmani adalah tugas dari waktu. Pertumbuhan kecerdasan adalah tugas dari belajar. Pertumbuhan rohani bukanlah tugas dari waktu atau belajar, melainkan tugas dari kepatuhan. Bila kita mematuhi firman Allah yang diucapkan oleh Roh Kudus, maka kita akan bertumbuh dan dewasa pada masa pertentangan dan penderitaan. Pengetahuan kita tentang Alkitab bukanlah kuncinya, kepatuhanlah kuncinya.
3. Bila Allah melepaskan Anda dengan damai, Anda takkan mempunyai tekanan untuk membenarkan keberangkatan Anda ke tempat lain. Anda takkan berada di bawah tekanan untuk menghakimi atau dengan kecaman mengungkapkan masalah dari gereja Anda yang terdahulu. Bila kita mempertahankan perasaan terluka di hati kita, maka kita menyaring segala sesuatu melalui rasa sakit hati itu.
4. Pandangan kita tentang hubungan masa lalu merupakan jangkauan kita bagi hubungan masa depan kita. Cara Anda meninggalkan suatu gereja atau hubungan di masa lalu, merupakan cara Anda memasuki gereja atau hubungan Anda berikutnya. Yesus berkata dalam Yohanes 20:23, "Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada". Kita tetap melestarikan dosa orang lain bila kita menyimpan sakit hati dan menaruh dendam.
5. Sering Tuhan mengizinkan orang-orang untuk berlari dari situasi yang Dia ingin mereka hadapi jika mereka bertetap hati untuk lari dari situasi itu dalam hati mereka. Jika kita sangat bertekad di hati kita untuk tidak menghadapi situasi yang sulit, Allah akan melepaskan kita walaupun itu bukanlah kehendak-Nya yang sempurna.
6. Kasih melupakan kesalahan sedemikian rupa sehingga ada harapan untuk masa depan. Jika kita benar-benar telah mengatasi rasa sakit hati maka kita sesungguhnya akan berusaha berdamai. Waktunya mungkin tidak segera, tetapi di dalam hati kita akan menantikan kesempatan untuk pemulihan.
7. Yesus berhasrat untuk menyembuhkan luka-luka kita. Jalan kerendahan hati dan penyangkalan dirilah yang menuntun ke arah penyembuhan dan kedewasaan rohani. Kesombongan tak dapat menempuh jalan ini, tetapi hanya orang-orang yang menginginkan damai dengan resiko menerima penolakan. Ini adalah jalan kecil yang mengantar kepada keadaan direndahkan dan dipermalukan. Inilah jalan yang menuntun kepada kehidupan.


TUJUH: DASAR YANG TEGUH
Karena itu demikianlah firman Tuhan Allah: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu untuk dasar, sebuah batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang berharga, sebuah dasar yang teguh: siapa yang percaya tidak akan bertindak dengan terburu-buru" (Yesaya 28:16, NKJV).
1. Simon Petrus sangat lapar akan hal-hal dari Allah. Dialah yang paling banyak mengajukan pertanyaan. Pengetahuan yang disingkapkan tentang siapakah Yesus tidak berasal dari pengertiannya, tetapi merupakan suatu karunia, diterangi dalam hatinya sebagai tanggapan terhadap kelaparan rohaninya. Ketika Anda menerima pengetahuan yang disingkapkan dari Allah, tidak seorangpun dapat menggoyahkan Anda.
2. Hal yang disingkapkan Allah oleh Roh-Nya tak dapat diambil dari kita. Ini harus menjadi dasar dari semua perbuatan kita. Tanpa itu kita akan mudah sakit hati oleh ujian dan sengsara yang akan menggelapkan mata kita. Seorang yang tidak mantap atau berdasar dalam firman yang diwahyukan adalah calon utama untuk dapat disingkirkan oleh badai sakit hati.
3. Bila Anda tahu Allah telah menempatkan Anda dalam suatu hubungan atau suatu gereja, musuh akan mengalami lebih banyak kesulitan untuk mengeluarkan Anda. Anda dilandasi atas firman Allah yang diwahyukan dan akan berhasil melalui pertentangan walaupun tampaknya mustahil.
4. Sebagian dari Anda mungkin menikah tidak dalam kehendak Allah walaupun sebagai orang percaya. Agar dapat memasuki berkat Allah untuk pernikahan Anda, Anda harus bertobat dari sikap tidak mencari nasihat-Nya sebelum menikah, maka Dia akan mengampuni Anda. Tetapkanlah di hati Anda bahwa dua kesalahan takkan membentuk sebuah kebenaran. Merusak suatu perjanjian sebagai akibat dari sakit hati bukan merupakan jawaban. Jadi carilah Tuhan untuk memperoleh firman-Nya bagi pernikahan Anda.
5. Yesus mengubah nama Simon menjadi Petrus. Nama Simon berarti "mendengar". Nama Petrus berarti "sebuah batu". Sebagai akibat dari mendengar firman Allah yang diwahyukan di hatinya dia menjadi sebuah batu. Sebuah rumah yang didirikan dari batu-batu di atas landasan yang kokoh dari batu karang akan bertahan terhadap badai yang melandanya.
6. Ujian dan pencobaan menentukan tempat Anda secara rohani. Hal-hal itu menyingkapkan keadaan hati Anda yang sebenarnya. Cara Anda bereaksi di bawah tekanan adalah cara Anda bereaksi sebenarnya.
7. Pastikanlah bahwa Anda mendirikan hidup Anda di atas firman Allah yang diwahyukan, bukan di atas ucapan orang lain. Usahakanlah terus mencari Tuhan dan mendengarkan hati Anda. Jangan lakukan atau ucapkan segala sesuatu hanya karena semua orang melakukan atau mengucapkannya. Carilah Dia dan berdirilah di atas hal yang telah diungkapkan di hati Anda!


DELAPAN: SEMUA YANG DAPAT DIGUNCANGKAN AKAN DIGUNCANGKAN
Sekarang Dia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan mengguncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga". Ungkapan "satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat diguncangkan, karena dia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak terguncangkan (Ibrani 12:26-27).
1. Walaupun Simon Petrus telah menerima wahyu berlimpah tentang jati diri Yesus, dia belum berjalan dalam sifat dan kerendahan hati Kristus. Keangkuhan takkan pernah cukup kuat untuk melengkapi dia menggenapi masa depannya di dalam Kristus. Jika tidak disingkirkan, kesombongan ini akhirnya akan menghancurkannya.
2. Lima maksud untuk mengguncangkan suatu benda:
• mendekatkannya kepada landasannya
• menyingkirkan hal yang sudah mati
• menuai yang sudah ranum
• membangunkan
• menyatukan atau mencampur agar takkan terpisah lagi
3. Markus 4:16-17, "ialah orang-orang yang mendengar firman itu, segera menerimanya dengan kegembiraan; dan tidak berakar dalam diri mereka, dan dengan demikian hanya bertahan sebentar saja: setelah itu, bila penderitaan atau aniaya timbul karena firman, mereka segera sakit hati". Dia berkata bahwa mereka segera sakit hati karena mereka tidak mempunyai dasar. Dalam hal apakah kita berakar? Efesus 3:16-18 berkata: kita berakar dan berdasar di dalam kasih. Kasih kita kepada Allah adalah dasar kita.
4. "Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (Yohanes 15:13). Kita tidak dapat menyerahkan nyawa kita untuk seseorang yang tidak kita percayai. Kita tak dapat menyerahkan nyawa kita untuk Allah jika kita tidak cukup mengenal-Nya sehingga dapat mempercayai-Nya. Kita harus mempunyai keyakinan bahwa Dia takkan pernah melakukan apapun yang mencelakakan kita.
5. Sakit hati melahirkan kelemahan dan keputusasaan dalam hidup kita. Seringkali, segi yang kita sangka merupakan kekuatan kita adalah kelemahan kita yang tersembunyi. Itu akan tetap tersembunyi sampai suatu badai yang dahsyat membongkar tutupnya. Paulus menulis, "Karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah" (Filipi 3:3).


SEMBILAN: BATU SANDUNGAN
Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan dipermalukan. "Karena itu bagi kamu yang percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan". Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah dan untuk itu mereka juga telah disediakan" (I Petrus 2:6-8).
1. Yesus menunjukkan bahwa batu sandungan akan membersihkan orang-orang yang tidak ditanam oleh Bapa-Nya. Sebagian orang mungkin bergabung dengan gereja atau kelompok pelayanan tetapi tidak diutus oleh Allah atau berasal dari Allah. Sandungan yang terjadi bila kebenaran diberitakan menyingkapkan motif sejati mereka dan menyebabkan mereka tercabut sendiri.
2. Allah mengatakan supaya Samuel terus bergerak dalam urapan yang segar, dia harus menyadari sempurnanya kasih dan penilaian Allah. Jika Samuel kembali kepada Saul setelah Allah menolaknya, dia takkan memiliki minyak yang segar. Jika dia terus berkabung, maka dia takkan mencapai apapun.
3. Yesus tidak mau dikendalikan oleh orang-orang lain. Dia akan berbicara kebenaran walaupun itu berarti konfrontasi dan batu sandungan. Jika Anda menginginkan restu manusia, urapan Allah takkan turun ke atas Anda. Anda harus berniat di hati Anda untuk memberitakan firman Allah dan melakukan kehendak-Nya sekalipun dengan resiko menyinggung perasaan orang lain. Hal satu-satunya yang penting bagi Yesus ialah menggenapi rencana Bapa. Jika sekiranya Dia ditinggal seorang diri pada hari itu, hal tersebut tidak akan mengubah hati-Nya. Dia bertekad untuk mematuhi Bapa-Nya.
4. Sebagian orang takkan memahami Anda pada saat Anda bergerak bersama dengan Roh. Jangan biarkan tanggapan buruk mereka menahan Anda dari kebenaran yang Anda yakini dalam hati Anda. Jangan gagalkan aliran Roh demi keinginan manusia.
5. Jika seseorang menantang kebenaran Injil, maka itulah saatnya menyakiti hati tanpa permintaan maaf. Kita harus bertekad dalam hati bahwa kita akan mematuhi Roh Allah apapun resikonya. Pada saat itu, kita tak usah membuat pilihan di bawah tekanan karena pilihan itu telah dibuat.


SEPULUH: JANGAN KITA MENJADI SANDUNGAN KEPADA MEREKA
"Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung" (Roma 14:13).
1. Yesus adalah Tuhan dari bumi. Dialah Putra Allah. Bumi dan segala isinya diciptakan oleh-Nya dan tunduk kepada-Nya. Karena itu, Dia tahu bahwa uang itu ada di mulut ikan (Matius 12:27). Dia tak perlu bekerja untuk memperoleh uang itu karena Dialah Putra Allah. Namun, Dia masih memilih untuk membayar pajak dan tidak menjadi batu sandungan.
2. Beberapa perbedaan antara sikap seorang budak dan seorang pelayan:
• seorang budak harus-- seorang pelayan rela melakukannya
• seorang budak melakukan tuntutan minimum-- seorang pelayan mencapai potensi maksimum
• seorang budak berjalan satu mil -- seorang pelayan berjalan satu mil tambahan
• seorang budak merasa dirampok -- seorang pelayan memberi
• seorang budak terikat -- seorang pelayan merdeka
3. Kebebasan kita diberikan untuk melayani dan menyerahkan hidup kita. Kita harus membangun dan bukannya menghancurkan.
4. "Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun" (Roma 14:19). Kita harus menjadikan tujuan kita untuk tidak menyebabkan satu sama lain tersandung akibat kebebasan pribadi kita. Tindakan yang kita lakukan mungkin diizinkan berdasarkan Alkitab. Tetapi tanyakanlah diri Anda sendiri: apakah hal itu membina orang lain atau diri Anda sendiri?
5. Gunakanlah kebebasan Anda di dalam Kristus untuk membebaskan orang lain, bukan untuk memaksakan hak-hak Anda sendiri. Itulah salah satu pedoman dari pelayanan Paulus, "Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela" (II Korintus 6:3).


SEBELAS: PENGAMPUNAN: ANDA TIDAK MEMBERI--ANDA TIDAK MENERIMA
"Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu" (Markus 11:24-26).
1. Cara kita mengampuni, melepaskan, dan memulihkan orang lain adalah cara kita akan diampuni.
2. Yesus membuyarkan dugaan kemurahan hati Petrus, "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali!" (Matius 18:21-22). Dengan kata lain, ampunilah seperti Allah mengampuni, yaitu tanpa batas.
3. Seseorang yang tak dapat mengampuni telah lupa akan besarnya utang yang dihapuskan atas dirinya. Bila Anda menyadari bahwa Yesus telah membebaskan Anda dari kematian dan siksaan kekal, maka Anda akan membebaskan orang lain tanpa syarat.
4. "Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah', dan dia membenci saudaranya, maka dia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya" (I Yohanes 4:20). Seseorang yang menolak untuk mematuhi firman itu menipu hatinya sendiri.


DUA BELAS: PEMBALASAN DENDAM: JEBAKAN
"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!" (Roma 12:17).
1. Yesus meniadakan wilayah dendam yang samar-samar. Malah sebenarnya Dia berkata bahwa kita harus menjauhkan diri dari rencana membalas dendam dan dengan rela menerima resiko kita akan disakiti lagi. Kita harus memberi kesempatan dan mempersilakan Hakim yang adil itu untuk bertindak. Dia memberi pahala dengan adil. Hanya Dia yang menuntut pembalasan dengan adil.
2. Sering Yesus menyamakan keadaan hati kita dengan keadaan tanah. Kita dinasihati agar berakar dan berlandaskan kasih Allah. Tetapi tanah hanya akan menghasilkan sesuatu yang ditanamkan ke dalamnya. Jika kita menanamkan benih utang, tidak suka mengampuni dan sakit hati, maka akar lain akan menggantikan kasih Allah. Itu disebut akar kepahitan. Jika tidak ditangani dengan segera, akar akan sukar dicabut. Kekuatan dari perasaan yang terluka akan terus bertumbuh. Karena itu kita dinasihati agar jangan matahari terbenam sebelum padam amarah kita (Efesus 4:26).
3. Alkitab menyatakan bahwa seseorang yang tidak berusaha hidup damai dengan melepaskan perasaan terluka akhirnya akan menjadi cemar. Sesuatu yang berharga akhirnya akan dirusak oleh kenajisan dari sikap tidak mengampuni.
4. Kita harus menyelidiki hati kita dan membuka diri untuk dikoreksi oleh Tuhan, karena hanya firman-Nya yang dapat membedakan pertimbangan dan niat dari hati kita. Roh Kudus menempelak pada saat Dia berbicara melalui hati nurani seseorang. Kita tidak boleh mengabaikan penempelakan-Nya atau memadamkan Dia.
5. Janganlah takut untuk mengizinkan Roh Kudus menyingkapkan sikap tak suka mengampuni atau kepahitan. Semakin lama Anda menyembunyikannya, semakin kuat itu jadinya dan semakin keras hati Anda. Tetaplah berhati lembut.


TIGA BELAS: LUPUT DARI JEBAKAN
"Dan di dalam hal ini aku melatih diriku supaya senantiasa aku menaruh hati nurani yang hampa dari kesalahan terhadap Allah dan terhadap manusia" (Kisah Para Rasul 24:16, NKJV).
1. Terkadang orang lain menyakiti hati kita, dan tidak sukar untuk memaafkan. Kita telah melatih hati kita agar siap untuk menangani pelanggaran yang menyakitkan hati: karena itu, tiada cedera atau kerusakan permanen yang diakibatkannya. Sebagian orang terbiasa untuk mematuhi Allah dengan melatih hati mereka. Tingkat kedewasaan kita menentukan betapa baik kita akan menangani pelanggaran tanpa cedera.
2. Langkah pertama menuju penyembuhan dan kebebasan ialah menyadari bahwa Anda terluka. Sering keangkuhan tidak menghendaki kita mengakui bahwa kita terluka dan sakit hati.
3. Memang mudah untuk mengasihi orang yang tak dapat bersalah menurut pandangan kita. Itu adalah cinta bulan madu. Lain lagi untuk mencintai seseorang bila kita dapat melihat kesalahannya, terutama bila kita telah menjadi korbannya. Kasih Allah mendewasakan saya, menguatkan hati saya.
4. Kita bertumbuh di masa yang sukar, bukan di masa yang menyenangkan. Kita tidak dapat meloloskan diri dari padanya tetapi perlu menghadapinya, karena itu merupakan bagian dari proses menjadi sempurna di dalam Dia. Jika Anda memilih untuk melarikan diri, maka Anda dengan serius menghalangi pertumbuhan Anda.
5. Perhatikanlah bahwa Dia membandingkan kadar penderitaan dengan kadar sukacita. Bila kemuliaan-Nya dinyatakan, maka Anda akan dipermuliakan bersama dengan Dia. Permuliaan ini menurut kadar Anda mengizinkan-Nya menyempurnakan sifat-Nya di dalam diri Anda. Jadi janganlah melihat pada pelanggaran yang menyakitkan itu. Pandanglah kepada kemuliaan yang akan datang.


EMPAT BELAS: TUJUAN: PERDAMAIAN
"Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu" (Matius 5:21-24)
1. Yesus menasihati kita untuk berdamai walaupun pelanggaran itu bukan kesalahan kita. Dibutuhkan kedewasaan untuk berjalan dalam kerendahan hati demi perdamaian. Tetapi mengambil langkah pertama sering lebih sukar bagi orang yang dilukai perasaannya. Itulah sebabnya Yesus mengatakan kepada orang yang menyebabkan sakit hati itu agar "pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu".
2. Kita sebaiknya tidak pergi menjumpai seorang saudara yang telah menyakiti hati kita sebelum kita memutuskan untuk memaafkannya dari dalam hati kita--betapapun caranya dia menanggapi kita. Kita perlu menyingkirkan rasa permusuhan terhadap dia sebelum mendekatinya. Jika tidak, maka kita barangkali akan bereaksi dari perasaan negatif dan terluka, bukannya pemulihan.
3. Jika kita memelihara kasih Allah sebagai motivasi kita, maka kita tidak akan gagal. Kasih tak pernah gagal. Bila kita mengasihi orang lain seperti Yesus mengasihi kita, maka kita akan bebas walaupun orang lain memilih untuk tidak berdamai dengan kita.
4. "Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!" (Roma 12:18). Disebutkan "sedapat-dapatnya..." karena ada waktunya orang-orang lain akan menolak untuk berdamai dengan kita. Atau mungkin ada keadaan yang bila kita berdamai dengan mereka akan berakibat mengorbankan hubungan kita dengan Tuhan. Dalam kasus semacam ini mustahil untuk memulihkan hubungan.
5. "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" (Matius 5:9). Seorang pembawa damai akan pergi dengan kasih dan berhadapan sambil membawa kebenaran sehingga perdamaian yang diakibatkannya akan bertahan lama. Dia takkan mempertahankan suatu hubungan tiruan dan dangkal. Dia menginginkan keterbukaan, kebenaran, dan kasih. Dia menolak untuk menyembunyikan kesalahan dengan seulas senyum politik. Dia membawa perdamaian dengan kasih tegar yang tak dapat gagal.
6. Allah tidak mau seorangpun binasa, tetapi Dia tidak mau mengorbankan kebenaran demi suatu hubungan. Kasih Allah adalah kunci menuju kebebasan dari jebakan umpan dari sakit hati. Ini harus merupakan kasih yang melimpah, kasih yang terus menerus bertumbuh dan dikuatkan di dalam hati kita.


EPILOG: MENGAMBIL TINDAKAN
1. Mohonlah kepada Roh Kudus untuk menuntun Anda kepada masa lampau Anda, dengan menampilkan di hadapan Anda siapapun yang telah melukai perasaan Anda. Tinggallah hening di hadapan-Nya sementara Dia menunjukkan jati diri mereka kepada Anda. Dia akan dengan jelas mengingatkannya kepada Anda sehingga Anda takkan meragukannya. Ketika Dia berbuat demikian, Anda mungkin teringat akan rasa sakit hati yang Anda alami. Janganlah takut. Dia akan berada di sisi Anda untuk menghibur Anda.
2. Pada saat Anda melepaskan orang-orang itu dari rasa bersalah atas tindakan apapun yang dilakukan mereka kepada Anda, bayangkanlah mereka masing-masing secara perorangan. Maafkan mereka secara perorangan. Hapuskanlah utang mereka kepada Anda. Ucapkan doa.
3. Anda mungkin harus melatih diri agar tetap bebas dari sakit hati. Buatlah suatu janji untuk mendoakan mereka sebagaimana Anda akan berdoa untuk Anda sendiri. Jika pikiran negatif terus menyerang benak Anda, runtuhkanlah dengan firman Allah dan nyatakanlah keputusan Anda untuk mengampuni. Anda telah meminta anugerah Allah untuk mengampuni, dan sikap tidak mengampuni tidaklah seampuh anugerah-Nya. Jadilah berani dan bertandinglah dalam pertandingan iman yang baik.
4. Bila Anda tahu hati Anda kuat dan tetap pendiriannya, pergilah menemui mereka. Ingatlah bahwa Anda pergi dengan maksud perdamaian untuk manfaat mereka, bukan manfaat Anda sendiri. Dengan melakukan hal ini Anda akan memeteraikan kemenangan itu. Anda akan mendapatkan seorang saudara (Matius 18:15).


JOHN BEVERE
UMPAN IBLIS

No comments: