May 31, 2013

A WOMAN'S QUESTION

Do you know you have asked for the costliest thing
Ever made by the hand above?
A woman's heart, and a woman's life
And a woman's wonderful love

Do you know you have asked for the priceless thing
As a child might ask for a toy?
Demanding what others have died to win
With the reckless dash of a boy

You have written my lesson of duty out
Manlike, you have questioned me
Now stand at the bars of my woman's soul
Until I shall question thee

You require your mutton shall always be hot,
Your socks and your shirt be whole;
I require your heart be as true as God's stars
And as pure as His heaven your soul

You require a cook for your mutton and beef,
I require a far greater thing;
A seamstress you're wanting for socks and shirts
I look for a man and a king

A king for the beautiful realm called Home,
And a man that his Maker God,
Shall look upon as He did on the first
And say: "It is very good"

I am fair and young, but the rose may fade
From this soft young cheek one day;
Will you love me then,
'mid the falling leaves
As you did 'mong the blossoms of May?

Is your heart an ocean so strong and true
I mau launch my all on its tide?
A loving woman finds heaven or hell
On the day she is made a bride

I require all things that are grand and true,
All things that a man should be;
If you give this all, I would stake my life
To be all you demand of me

If you cannot be this, a laundress and cook
You can hire and little to pay
But a woman's heart and a woman's life
Are not to be won that way

-Lena Lathrop-

May 29, 2013

BAHASA OH BAHASA~


Sabtu 25 Mei 2013, aku janjian sama laoshi buat ketemuan di mall lalu dikenalkan ke temannya (orang Taiwan) yang akan buka usaha di Surabaya dalam waktu dekat. Temannya laoshi ini butuh karyawan yang bisa ngomong mandarin untuk kerja di perusahaannya sebagai accounting staff, translator, dan ahli hukum. Jadi hari itu, laoshi membawa 3 muridnya (termasuk aku) untuk dikenalkan ke temannya itu.
Selama ini, di tempat les mandarin aku termasuk murid yang selalu dapet nilai ujian yang bagus. Aku selalu bisa menangkap setiap materi yang diajarkan dengan baik, bisa berbicara sedikit-sedikit (walopun belum lancar) dalam bahasa mandarin. Teman-teman lesku selalu menganggap aku pintar, laoshi pun sering memujiku.
Tapi hari itu, pas aku ketemu dengan 2 orang Taiwan yang merupakan pemilik perusahaan en diajak ngomong dalam bahasa mandarin, aku nggak ngeh sama sekali. Dieennkk.  Waktu itu kami bertiga seperti di-interview kecil-kecilan oleh mereka. Untungnya, salah satu murid laoshi berbaik hati sama aku, dia bantuin nerjemahkan sehingga aku bisa berkomunikasi denagn mereka. Aku menyadari kalo kosakataku dalam bahasa mandarin masih terlalu sedikit. Aku perlu banyak belajar supaya bisa berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa mandarin.
Aku belajar satu hal hari itu. Benarlah ungkapan “di atas langit masih ada langit”. Walopun di tempat les mungkin aku termasuk murid yang cukup pintar, namun faktanya aku masih perlu banyak belajar untuk bisa benar-benar menjadi pintar. Hahahaha. Peristiwa hari itu bikin aku mengurungkan niatku untuk berhenti les mandarin :p
Aku jadi memahami perkataan Yesus, “Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku” (Yohanes 8:43). Dalam kasus ini, orang Israel tidak bisa memahami maksud kedatangan Yesus untuk mati di kayu salib karena mereka nggak ngerti bahwa pembebasan yang dijanjikan Bapa bukanlah seperti yang mereka mau. Mereka mengharpkan Mesias datang untuk membebaskan mereka dari perbudakan orang Romawi, padahal Bapa bermaksud untuk membebaskan mereka dari perbudakan dosa.
Kejadian yang aku alami bikin aku paham bahwa seringkali aku pun nggak bisa menangkap maksud Bapa (bukan karena Bapa ngomong pake bahasa asing ya) karena aku nggak ngerti maksud hati-Nya. Bahasaku BERBEDA dengan bahasa-Nya. Apa yang aku pikirkan seringkali NGGAK NYAMBUNG dengan apa yang Dia pikirkan. Itulah yang bikin aku sering banget salah ngerti atopun ngambek sama Dia (bener-bener hal yang nggak patut ditiru >_<).
So gimana caranya kalo kita mau memahami maksud hati Bapa? Kenalilah bahasa-Nya, pelajarilah firman-Nya, bersekutulah secara intim dengan Dia. Seringkali bahasa kita adalah aku, buat aku, dan untukku. Tapi bahasa Bapa adalah kasih, kasih, dan kasih. Seringkali firman-Nya masuk ke otak kita, tapi nggak masuk ke hati kita sehingga kita nggak bener-bener paham. Itulah pokok permasalahannya. Persekutuan yang intim adalah kunci untuk menyelaraskan hati kita dengan hati Bapa sehingga kita bisa memahami apa yang menjadi kehendak-Nya.
Sama seperti saran yang laoshi kasi ke aku, “Kalo kamu sering dengar, lihat, en ngomong, lama-lama kamu pasti bisa”, demikian juga kalo kita sering bersekutu dengan Bapa, maka lama kelamaan kita pun pasti dapat memahami maksud-Nya.


NB: Sejak awal aku memutuskan untuk les mandarin, papaku selalu bilang “Bahasa mandarin tuh susah, nggak gampang buat dipelajari”. Tapi aku nggak mau nyerah. Memang sampai hari ini (udah sekitar 20 bulan aku les mandarin), aku belum bisa ngomong dengan lancar pake bahasa mandarin, tapi aku tahu kalo aku ngalami peningkatan. Yang namanya belajar tuh butuh proses, butuh waktu, butuh kesabaran. Demikian juga dengan memahami hati Tuhan, nggak bisa instan kan. Tapi kalo kita tekun, pasti ngalami yang namanya PROGRESS. So, jangan nyerah, jangan putus asa! Tetap maju en mendekat pada-Nya.


May 27th 2013

MY 23rd BIRTHDAY


           
Mei 2013 adalah ulangtahunku yang ke-23. Aku dibangunkan oleh sebuah mimpi yang sangat unik. Aku bermimpi salah seorang sahabatku mengirim sms “HAPPY BDAY” beserta sebuah video yang mengingatkanku tentang pengorbanan Yesus di kayu salib.
           
Nggak ada yang spesial bagiku dengan yang namanya ulangtahun. Tiap tahun selalu dipenuhi dengan orang-orang yang mengasihiku, dengan tumpukan ucapan “HAPPY BDAY” di handphone dan social media, dengan kado dari teman-teman terdekat. Tapi ulangtahun kali benar-benar BEDA! Aku yakin bahwa mimpi itu bukan sekedar mimpi, namun sebuah pesan dari Tuhan. Aku paham bahwa Tuhan mengingatkanku bahwa tiap usia yang bertambah adalah hal yang wajar, yang dialami oleh semua orang. Namun yang membuat setiap pertambahan usiaku menjadi spesial adalah anugerah yang Tuhan berikan kepadaku melalui pengorbanan Yesus di atas kayu salib.
            
Aku benar-benar sadar bahwa apapun yang aku alami dalam hidupku adalah MURNI karena anugerah. Tak ada hal di hidup ini yang kucapai karena kerja keras, kehebatanku maupun koneksi yang aku miliki. Semua hanyalah kasih karunia-Nya. Semua adalah pemberian yang diberikan-Nya kepadaku dengan penuh CINTA. Itulah yang mewarnai setiap hari di hidupku dengan berbagai warna yang indah, itulah yang membuatku selalu menitikkan air mata haru ketika aku mengingat semua kebaikan-Nya. Tanpa-Nya, semuanya adalah sia-sia!

Aku memahami bahwa semua hal yang kumiliki dalam hidup ini akan segera berlalu, hilang, dan lenyap. Namun ada satu hal yang tak pernah lekang oleh waktu dan berlaku sampai kekekalan, yaitu KASIH TUHAN dalam hidupku. Tuhan yang kukenal adalah Tuhan yang tak pernah menarik kembali kasih-Nya, sekalipun terkadang aku melupakan-Nya karena hatiku tertarik pada kemegahan semu yang dunia tawarkan. Kasih-Nyalah yang selalu membawaku kembali dalam dekapan-Nya, kasih-Nyalah yang selalu membuatku tegak berdiri menghadapi badai kehidupan, kasih-Nyalah yang membuatku ada sebagaimana aku ada hari ini.

Aku bersyukur untuk semua anugerah-Nya yang tak pernah habis dalam hidupku ini. Bersyukur untuk sebuah keluarga yang tak sempurna, namun mereka mengasihiku dengan sepenuh hati dan membiarkanku menjadi seperti yang Tuhan kehendaki. Bersyukur untuk setiap sahabat dan teman terdekat yang selalu mendukungku dalam setiap musim kehidupanku. Bersyukur untuk setiap orang yang Tuhan ijinkan lalu lalang, tinggal tetap, maupun melangkah pergi dalam masa hidupku. Bersyukur untuk setiap kesempatan dimana aku boleh menikmati semua hal yang baik, semua kesempatan yang menakjubkan, semua perkenanan yang diberikan secara melimpah oleh Bapa. Bersyukur untuk semua kasih sayang, penerimaan yang tulus, maupun setiap asam pahit kehidupan yang diberikan banyak orang sehingga aku menjadi Lucy yang sekarang.

Terima kasih Tuhan untuk segalanya. Aku berharap agar di usia yang bertambah, aku semakin mengenal hati-Nya dan mengasihi-Nya dengan tulus, aku semakin berjalan masuk dalam kehendak-Nya, aku semakin menjadi wanita yang bijaksana dan hidupku membawa dampak positif bagi sekelilingku, aku semakin mengembangkan setiap talenta yang telah Ia percayakan kepadaku.

Bagiku, pertambahan usia bukan hanya berarti menerima berbagai kasih dan perhatian secara spesial selama sehari penuh. Namun pertambahan usia mengingatkanku bahwa usiaku berkurang setahun lagi untuk aku memaksimalkan hidupku bagi Kerajaan-Nya, dan semakin dekat kepada kekekalan. Hal itu menimbulkan suatu sukacita besar karena ada tujuan kekal yang sedang menantiku dan aku tahu bahwa aku sedang dalam perjalanan ke sana.

Thanks buat setiap ucapan selamat, perhatian, kasih, dan kado yang telah aku terima. Biarlah kehadiranku boleh menjadi berkat buat setiap orang yang di sekelilingku, termasuk untuk setiap orang yang membaca post ini ^^

May 24th 2013

May 28, 2013

I KISSED DATING GOODBYE PART 2 (JOSHUA HARRIS)

BAGIAN TIGA: MEMBANGUN GAYA HIDUP BARU

SEMBILAN: MEMULAI DENGAN SEBUAH DAFTAR YANG BERSIH

LIMA LANGKAH PENTING AGAR ANDA DAPAT SEJALAN DENGAN RENCANA ALLAH

Bagi banyak orang, mendapatkan hal yang benar berarti meruntuhkan terlebih dahulu apa yang salah. Dalam beberapa kasus, hal itu berarti mengakhiri hubungan-hubungan yang salah

1. Langkah untuk memulai dan memelihara suatu gaya hidup yang berkenan kepada Tuhan dalam menjalin hubungan:

Memulai dengan sebuah daftar yang bersih

Pertama-tama kita harus bertobat dari sikap dan perbuatan berdosa di dalam hubungan-hubungan kita. Pertobatan adalah perubahan arah yang didasarkan atas perubahan hati.

~ Memutuskan hubungan adalah hal yang sulit untuk dilakukan

Ketaatan hari ini akan meluputkan Anda dari banyak kesedihan dan penyesalan di hari esok. 

~ Menyesuaikan fokus dari sebuah hubungan

Kadang tidak selalu berarti pemutusan hubungan, tetapi berarti memfokuskan kembali suatu hubungan untuk mencegahnya menuju ke arah yang salah.

~ Tidak saling menyalahkan

Jangan bertengkar atau saling menyalahkan. Jika Anda berbuat salah kepada orang itu, akuilah kesalahan Anda dan minta maaf kepadanya. Jangan membuat alasan.

Jadikan orang tua Anda sebagai teman Anda satu tim

Kita mendapatkan pengetahuan yang undah dan hikmat ketika melakukan ini. 

Menetapkan rambu-rambu yang jelas

Kapan diperlukan untuk pergi keluar dengan seseorang, dan kapan hal itu dapat mengarah pada keintiman prematur? Berapa lama sebaiknya Anda menghabiskan waktu untuk bercakap-cakap di telepon dengan lawan jenis Anda? 

Ujilah siapa yang sedang berbisik di telinga Anda

Perhatikan siapa atau apa yang mempengaruhi Anda. Siapa dan apa yang Anda dengarkan, baca, perhatikan akan mendukung atau menentang komitmen Anda untuk mengejar yang terbaik yang disediakan Allah dalam hubungan dengan lawan jenis

Padukan keyakinan Anda dengan kerendahan hati

Diperlukan hikmat dan kerendahan hati untuk menjawab dengan tepat pada situasi yang berbeda. 

2. Ketika Anda menjelaskan pendirian Anda mengenai berkencan, buatlah pernyataan spesifik mengenai kehidupan Anda sendiri, bukan pernyataan umum mengenai orang lain. Berfokuslah pada apa yang yelah dikatakan oleh Allah di dalam hati Anda. Bersikaplah rendah hati dan jujur tentang bagaimana Anda berusaha untuk taat.

3. Jika seseorang mengajak Anda pergi, pastikan orang itu mengerti bahwa Anda tidak sedang menolak dia secara pribadi atau menolak kemungkinan untuk menjalin persahabatan. Buatlah menjadi jelas bahwa Anda tidak berada dalam suatu tempat di dalam kehidupan di mana Anda sedang mengejar hubungan yang lebih dari sekadar persahabatan.


SEPULUH: SEKADAR SAHABAT DALAM DUNIA "LAKUKAN SAJA, SOBAT"

KUNCI UNTUK MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN DENGAN LAWAN JENIS DI "ZONA ROMANTIS"

"Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni" (2 Timotius 2:22).

1. Bagi Paulus, sasaran dari persahabatan Kristen adalah kemuliaan Allah. Persahabatan itu bukan tanpa tujuan atau sekedar untuk menikmati saat yang baik. Keprihatian utama Paulus bukan agar kita mengembangkan keterampilan bersosialisasi--tetapi menjadi suatu ungkapan dari sebuah kerinduan yang menggebu-gebu bagi Allah dan kemuliaan-Nya.

Persahabatan sehat membutuhkan pengendalian diri dan sikap tidak berlebihan. 

2. Menjadi konsisten itu penting--jangan menunjukkan kebaikan hanya kepada orang-orang yang menarik minat romantis Anda. Tetapi tunjukkanlah kebaikan kepada semua saudara-saudari seiman.

3. Empat langkah penting yang diperlukan dalam mempertahankan persahabatan yang sehat dengan lawan jenis:

Memahami perbedaan antara persahabatan dan keintiman

C.S.Lewis menulis, "Kita menggambarkan sepasang kekasih berhadap-hadapan, tetapi sahabat berdampingan, mata mereka memandang ke atas". Kunci persahabatan adalah suatu sasaran atau tujuan yang sama yang difokuskan oleh orang-orang yang bersahabat.

Jadilah inklusif, bukan eksklusif

Kita perlu melibatkan orang lain dalam kegiatan-kegiatan dan bukan mengisolasi diri kita dengan satu orang saja. 

Jadikan persahabatan sesama jenis sebagai prioritas

Persahabatan sesama jenis menjadi sumber dukungan, nasihat, cara pandang, dan rasa tanggung jawab yang penting.

Mencari kesempatan untuk melayani, bukan dilayani

Dalam melayani kita menemukan persahabatan sejati. Dalam melayani kita bisa mengenal sahabat-sahabat kita lebih mendalami daripada sebelumnya. 

"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan" (Roma 12:10-11).

4. Apakah inti hubungan kita dengan orang lain? Dengan hormat. Dan apakah rahasia semangat kita? Melayani--secara berdampingan bagi kemuliaan Allah. Dituntun oleh sikap ini, menjadi "sekedar teman" bisa menjadi suatu yang luar biasa.


SEBELAS: JAGALAH HATIMU

BAGAIMANA MEMERANGI PENCEMAR YANG BERUPA HAWA NAFSU, MABUK KEPAYANG, DAN SIKAP MENGASIHANI DIRI SENDIRI

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan" (Amsal 4:23).

1. "Ketika saya menjadi wanita dewasa dan mulai mempelajari apa yang ada di dalam hati saya, saya melihat dengan jelas bahwa, dari segala hal yang sulit diatur, tidak ada yang lebih sulit diatur daripada kehendak dan rasa sayang saya" (Elisabeth Elliot). Semakin cepat kita mengebali apa isi hati kita, itu lebih baik. 

2. Kotoran-kotoran pencemar dalam menjaga hati:

Mabuk kepayang

Untuk mematahkan pola mabuk kepayang ini, kita harus menolak pandangan bahwa sebuah hubungan manusia akan dapat memuaskan kita selengkapnya.

Hawa nafsu

Untuk memerangi hawa nafsu di dalam diri kita, kita harus membencinya sebagaimana Allah sangat membencinya. Apa yang kita takut untuk melakukannya di hadapan manusia, seharusnya kita pun takut memikirkannya di hadapan Allah. 

Mengasihani diri sendiri

Ketika kita tenggelam dalam mengasihani diri sendiri, kita memalingkan fokus kita dari Allah--dari kebaikan-Nya, keadilan-Nya, kemampuan-Nya untuk menyelamatkan dari setiap keadaan.

Ketika saya merasa kesepian, saya lalu berpikir, Allah sedang memanggil saya kembali kepada-Nya. 

3. Yesus, Anak Allah, yang di dalam Ibrani 7:25 dikatakan kepada kita, "senantiasa menjadi Pengantara" bagi kita, telah merasakan perasaan kesepian yang bisa dirasakan oleh Anda dan saya juga, dan Ia mengerti bagaimana rasanya menghadapi pencobaan. Ia akan menolong dan menopang kita ketika kita percaya kepada-Nya dan dengan setia menjaga hati kita.


DUA BELAS: MENEBUS WAKTU

MELAKUKAN YANG TERBAIK DARI KEHIDUPAN LAJANG ANDA

"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat" (Efesus 5:15-16). Versi lainnya berkata, "Berjalanlah dengan hati-hati, tidak seperti orang bodoh, tetapi orang bijaksana, tebuslah waktumu".

1. Tuhan telah mempercayakan kepada kita karunia dan talenta, Ia mengharapkan kita untuk menjaga dan menggunakan semua itu dengan bijaksana. Akankah kita mengembalikan kepada-Nya investasi-Nya di dalam diri kita? Ketika kita memfokuskan perhatian pada "menebus waktu", kita tidak hanya memaksimalkan setiap saat; tetapi kita juga akan mempersiapkan diri kita untuk masa berikutnya dalam kehidupan kita. 

2. Ribka mampu memenuhi perjanjian ilahi Allah bagi kehidupannya karena ia setia melaksanakan kewajibannya saat itu. Kita akan memiliki unta-unta kita sendiri untuk diberi minum--hubungan-hubungan dan tanggung jawab saat ini yang terlalu mudah kita anggap remeh. Jika kita bijaksana, kita akan melihat tugas kita sebagai batu loncatan yang melemparkan kita masuk ke dalam rencana dan tujuan Allah bagi masa depan kita.

3. Pernikahan tidak akan mengubah kita menjadi manusia baru, pernikahan hanya akan bertindak sebagai sebuah cermin, menunjukkan diri kita yang sesungguhnya. Kita harus berlatih sekarang untuk menjadi apa yang kita inginkan di masa yang akan datang.

4. Beberapa bidang dimana kita dapat mempersiapkan diri ketika masih lajang:

Berlatih berhubungan secara intim

Kita sebaiknya melatih keintiman dalam hubungan-hubungan yang memiliki ikatan komitmen, dimulai dengan keluarga kita.

Berlatih mencari Allah bersama orang-orang lain

Belajarlah untuk berdoa bersama dengan orang lain. Jujurlah tentang bidang-bidang kelemahan Anda, dan mintalah kepada Allah seseorang yang dapat dipercaya yang dapat menjaga Anda agar tetap bertanggung jawab dalam bidang-bidang tersebut.

Berlatih bertanggung jawab dalam bidang keuangan

Sekaranglah waktunya untuk mempelajari bagaimana membuat anggaran, menabung, dan memberi persepuluhan secara konsisten.

Berlatih menjadi orang tua

Menjadi seorang ayah dan ibu yang baik dimulai ketika masih lajang.

Berlatih keterampilan-keterampilan praktis dalam kehidupan

Mintalah kepada orang tua Anda untuk membiarkan Anda mengambil alih pemeliharaan rumah Anda, termasuk berbelanja, menyusun menu, dan memasak selama beberapa bulan. 

5. Mempelajari keterampilan-keterampilan yang akan menjadikan kita pasangan yang baik adalah hasil sampingan dari kedewasaan dan keserupaan di dalam Kristus. Masing-masing kita harus mengembangkan kasih, kerendahan hati, kesabaran, pengampunan, dan tanggung jawab dalam kehidupan kita sendiri. 


BAGIAN EMPAT: MEMANDANG KE DEPAN

TIGA BELAS: SIAP MENIKAH TETAPI TIDAK RELA BERKORBAN

KIAT MEMILIKI VISI YANG ALKITABIAH DAN REALISTIS MENGENAI PERNIKAHAN

1. "Perayaan pernikahan adalah suatu peristiwa, tetapi pernikahan itu sendiri adalah suatu kondisi keberadaan. Bukan tindakan yang terjadi hanya satu kali, tetapi suatu komitmen seumur hidup yang harus dikembangkan dan dipelihara" (Gary dan Betsy Ricucci, dalam buku Love that Lasts).

2. Apa itu pernikahan? 

• Pernikahan adalah lembaga yang pertama (Kejadian 2:22-24)

• Pernikahan menggambarkan kesatuan supranatural antara Yesus dan gereja (Efesus 5:31-32)

• Pernikahan adalah suatu peristiwa yang telah Allah pilih untuk berlangsung selamanya (Wahyu 19:7)

• Pernikahan harus dihormati (Ibrani 13:4)

• Pernikahan adalah suatu proses pemurnian 

Salah satu hadiah pernikahan terbesar yang akan Allah berikan kepada Anda adalah sebuah cermin diri yang adalah pasangan Anda.

3.Pernikahan yang bahagia membutuhkan usaha, kesabaran, disiplin diri, pengorbanan, dan sikap tunduk. Pernikahan yang berhasil memerlukan "ketekunan dan kedewasaan" dan, kita perlu menambahkab, suatu pengertian Alkitabiah mengenai rencana dan tujuan Allah bagi kita.

4. Bagi para gadis, mintalah segala sesuatu yang "besar dan sejati". Ketika Anda mempertimbangkan kemungkinan untuk menikah, jangan menurunkan standar-standar Anda untuk sesaat pun; pria manapun yang meminta Anda untuk melakukan hal tersebut tidak layak menghabiskan waktu Anda.

5. Bagi para pria, tidak ada hal yang kecil, tidak ada permainan untuk mengundang seorang gadis untuk menemani kita melalui kehidupan ini. Biarlah kita mendapatkan hak untuk membuat permintaan itu dengan berusaha menjadi pria berintegritas--para pria yang hatinya adalah samudera yang "kuat dan nyata". Kemudian, dan hanya setelah itulah seharusnya kita berdiri di pintu jiwa seorang wanita dan meminta izin untuk diberi masuk.



EMPAT BELAS: APA YANG TERJADI DI USIA LIMA PULUH TAHUN?
KARAKTER DAN SIKAP YANG PALING PENTING DIPERHATIKAN DALAM DIRI PASANGAN HIDUP
1. "Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati" (1 Samuel 16:7). Amsal 31:30 berkata, "Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji". Kita terlalu mudah terkesan oleh wajah; Allah menginginkan kita menilai hal-hal kekal. Untuk memilih seorang pasangan hidup dengan bijaksana, kita diharuskan memperhatikan karakter dan sikap orang tersebut.
Kita perlu berkonsentrasi bukan hanya untuk menemukan orang yang tepat, tetapi yang lebih penting, menjadi orang yang tepat.
2. Ciri-ciri karakter dan sikap yang penting di dalam diri seorang pasangan hidup:
KARAKTER
Karakter adakah diri Anda di dalam kegelapan ketika tidak ada orang lain kecuali Allah yang melihat. 
Kilasan dari karakter seseorang:
Bagaimana orang itu berhubungan dengan Tuhan
Hubungan seseorang dengan Tuhan adalah acuan hubungan-hubungan lain di dalam kehidupannya--ketika hubungan ini tidak teratur, maka hubungan-hubungan yang lain akan terkena akibatnya.
Bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain
~ Para pemegang otoritas
Berusahalah menjadi seseorang yang menghormati otoritas yang diberikan oleh Allah. 
~ Orang tua
Cara seorang pria memperlakukan ibunya adalah cara pria itu memperlakukan istrinya kelak. 
~ Lawan jenis
Belajarlah membedakan antara keramahan yang murni dan sikap genit. 
~ Teman-teman
Teman-teman seseorang adalah orang-orang yang mempengaruhi dan membentuk orang tersebut. Dalam kategori ini, cara seseorang memperlakukan teman-temannya tidak sepenting siapa teman-temannya.
Bagaimana seseorang mendisiplin diri sendiri
Hal-hal yang kita lakukan tanpa sengaja, hampir tanpa berpikir, mengungkapkan karakter kita yang sesungguhnya. 
Bagaimana seseorang menghabiskan waktu
Elisabeth Elliot tertarik pada Jim Elliot karena Jim menghafalkan firman Tuhan ketika ia menunggu di antrean kafetaria.
~ Cara seseorang menghabiskan waktu senggangnya memberi tahu kita apa yang dihargai oleh orang itu
Apakah orang ini mengisi waktu senggangnya dengan berjam-jam duduk di depan TV? Apakah orang ini membangun hubungan, atau berlari pada pengalihan yang lain? 
~ Bagaimana ia menangani keuangan
Kebiasaan seseorang membelanjakan uangnya mengungkapkan tingkatan tanggung jawabnya.
~ Bagaimana orang itu merawat tubuhnya
Allah ingin kita memelihara kesehatan dan kondisi tubuh kita sehingga kita dapat menjadi lebih efektif dalam melayani Dia. 

SIKAP
Sikap adalah tempat yang menguntungkan bagi seseorang, cara ia memandang dan bereaksi terhadap kehidupan.
~ Sikap mau taat kepada Allah
Hanya orang-orang yang memiliki sikap mau taat terhadap firman Tuhanlah yang akan terus bertumbuh dalam kedewasaan dan kesalehan di sepanjang kehidupan mereka. 
~ Sikap rendah hati
Pernikahan menjadi kokoh dengan memelihara sikap rendah hati yang cepat mengakui dosa, mementingkan kepentingan orang lain, dan meminta maaf. 
~ Sikap rajin
"Bekerja...bukanlah apa yang kita lakukan untuk mencari nafkah, tetapi apa yang kita lakukan dengan kehidupan kita. Lawan dari bekerja bukan bersenang-senang atau bermain-main, tetapi menganggur-- tidak menginvestasikan diri kita pada apapun juga" (William Bennet).
~ Sikap puas dan berpengharapan
Sikap ini adalah optimisme yang lahir krena iman yang memandang kepada Allah--suatu sikap yang lebih menyadari dan bersyukur atas kasih karunia Allah daripada masalah-masalah yang membutuhkan penyelesaian. 
3. Benjamin Franklin berkata, "Bukalah mata Anda lebar-lebar sebelum pernikahan--tutuplah sebelah sesudahnya". Pernikahan membutuhkan iman terhadap penyediaan Allah dan kemauan untuk memaafkan ketidaksempurnaan--kemurahan yang diperlukan untuk tetap membuat mata kita "tertutup sebelah" terhadap kelemahan-kelemahan pasangan kita.
4. Kita tidak dapat mempercayai diri kita sendiri, dan kita tidak dapat mengetahui secara lengkap orang yang akan kita nikahi, tetapi kita dapat mempercayai Allah untuk menuntun kita dalam keputusan-keputusan kita dan menolong kita menjalaninya dengan komitmen kita.
5. Dengan seorang wanita yang takut akan Allah, yang kekuatan dari dalam dirinya keluar dari mata air kehidupan-Nya, waktu hanya dapat menambahkan kepadanya kecantikan yang sejati.


LIMA BELAS: PERCINTAAN YANG DIDASARKAN PRINSIP
PRINSIP-PRINSIP YANG DAPAT MENUNTUN ANDA DARI PERSAHABATAN MENUJU PERNIKAHAN
1. Tingkatan-tingkatan dalam berhubungan:
Persahabatan biasa
Jika Anda mengingat bahwa tindakan Anda mempengaruhi orang lain, Anda akan memiliki ketetapan hati untuk melanjutkan hubungan dengan hati-hati dan waspada. 
Persahabatan yang lebih mendalam
Konteks hubungan ini bukanlah membicarakan tentang masa depan Anda bersama-sama; ini adalah waktu untuk saling mengenal, melayani Tuhan bersama-sama di gereja, dan mendengarkan tuntunan Allah. 
Berpacaran: keintiman yang berintegritas menuju suatu tujuan
Masa berpacaran adalah masa untuk menyelaraskan keintiman yang semakin dalam dengan komitmen yang semakin dalam pula. 
"Saya siap untuk menguji dan diuji"!
Pertunangan
Jelaslah jika masalah dan keprihatinan timbul mengenai rencana untuk bersatu dalam pernikahan selama masa ujian ini, Anda sebaiknya menghentikan kemajuan hubungan itu bahkan mempertimbangkan untuk membatalkannya. Tetapi jika Anda berdua yakin akan cinta Anda terhadap pasangan Anda dan sebaliknya, kedua pihak orang tua mendukung hubungan Anda, Anda tidak mempunyai alasan untuk menunda pertunangan dan mulai merencanakan pernikahan Anda.
2. Apakah saya siap untuk melanjutkan hubungan ini melampaui persahabatan untuk mengejar pernikahan? 
~ Lampu hijau 1: Firman Allah
Allah menetapkan pernikahan, tetapi Ia juga menciptakan batasan-batasan di sekelilingnya. Contoh, jika orang yang sedang Anda pikirkan bukan seorang Kristen atau memiliki iman yang dipertanyakan, berhentilah di jalur Anda. Sebelum melanjutkan dalam suatu hubungan, carilah tuntunan Allah melalui firman-Nya yang tertulis.
~ Lampu hijau 2: Anda siap untuk pernikahan
Apakah Anda menyadari dan siap untuk memikul tanggung jawab sebagai suami dan istri? Apakah Anda telah mencapai tingkat kematangan rohani dan stabilitas emosional sebagai seorang lajang yang menjamin Anda melangkah ke dalam suatu komitmen seumur hidup? Apakah Anda siap secara finansial?
~ Lampu hijau 3: persetujuan dan dukungan dari orang tua Anda (atau wali, penasihat Kristen, dan teman-teman Kristen)
Anda menginginkan hikmat dan sudut pandang mereka yang mengasihi Anda dan dapat menilai Anda secara objektif. 
~ Lampu hijau 4: damai sejahtera Allah
Anda tidak dapat menggantikan damai sejahtera yang datang dari berjalan di dalam rencana Allah. Seringkali Anda akan merasakan adanya damai sejahtera Allah hanya pada saat ketiga lampu hijau di atas jelas.
3. Seorang pemuda sebaiknya menunjukkan rasa hormat terhadap orang yang bertanggung jawab pada pemudi yang disukainya (orang tua, kakek, atau pendetanya). Tidak peduli respon apa yang Anda terima dari orang tua si gadis, bersikaplah cukup rendah hati untuk mendengarkan dan menghormati mereka. Allah akan memberkati Anda karena melakukan hal tersebut.
4. Hubungan cinta yang didasarkan prinsip memiliki tujuan dalam pengejarannya akan pernikahan, bersikap melindungi dalam menghindari godaan seksual, dan bertanggung jawab kepada orang tua atau orang-orang Kristen lainnya.
Ketika kemajuan fisik terjadi, kemajuan jiwa berakhir. Dengan kata lain, segera setelah kita mulai berfokus pada sisi fisik dari hubungan kita, sisi rohani dan emosional terhenti kemajuannya. 
5. Ingatlah, dengan menunda keterlibatan seksual, Anda sedang menyimpan gairah dan berhubungan seksual untuk pernikahan Anda yang akan lebih berarti. Jangan membiarkan ketidaksabaran saat ini merampok Anda dari hubungan seksual yang murni dan menggairahkan dalam pernikahan.
Ketika Roh Kudus mengendalikan kehidupan kita, Ia akan menghasilkan buah-buah berikut ini di dalam diri kita: "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri" (Galatia 5:22-23).


ENAM BELAS: KELAK AKU AKAN MEMILIKI SEBUAH KISAH UNTUK DICERITAKAN
MENULIS SEBUAH KISAH CINTA YANG DENGAN BANGGA AKAN ANDA CERITAKAN
1. "Sejarah tidak pernah terlihat seperti sejarah ketika Anda sendiri yang mengalaminya. Hal itu terlihat membingungkan dan kacau, dan selalu terasa tidak nyaman" (John Gardner).
2. Bagaimana Anda akan memberi respon ketika suatu hari nanti Anda memandang ke belakang kepada kisah cinta Anda? Akankah cerita itu membawa air mata kebahagiaan atau air mata penyesalan yang mendalam? Akankah kisah itu mengingatkan Anda akan kebaikan Allah atau kurangnya iman Anda atas kebaikan Allah? Akankah kisah itu menjadi sebuah cerita tentang kesucian, iman, cinta yang tidak mementingkan diri sendiri? Atau akankah kisah itu menjadi cerita tentang ketidaksabaran, keegoisan, dan kompromi? Itu semua adalah pilihan Anda.


JOSHUA HARRIS
I KISSED DATING GOODBYE

 

May 26, 2013

I KISSED DATING GOODBYE PART 1 (JOSHUA HARRIS)

BAGIAN SATU: TIDAK ADAKAH CARA YANG LEBIH BAIK? 

SATU: INIKAH NAMANYA CINTA? 

DARI APA YANG DIRASAKAN BAIK, KEMBALI PADA YANG BAIK

1. Saya ingin menyenangkan Dia dalam hubungan-hubungan saya bahkan jika hal itu berarti terlihat radikal dan bodoh bagi orang lain--bahkan jika hal itu berarti mengucapkan selamat tinggal pada kencan. 

"Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka" (2 Korintus 5:14-15).

2. Akitab mengajarkan bahwa jika kita sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus, kita mati bagi cara hidup kita yang lama. Sekarang kita hidup bagi Allah dan bagi orang lain. Setiap hubungan bagi seorang Kristen merupakan sebuah kesempatan untuk mengasihi orang lain seperti Allah telah mengasihi kita. Menginginkan kesucian dan kemurnian dari pasangan kita karena hal itu menyenangkan Allah dan melindungi pasangan kita.

3. Saya menyadari bahwa sementara persahabatan dengan lawan jenis itu menyenangkan, saya tidak berkepentingan untuk menarik hati seorang gadis dan meminta perhatian khusus darinya jika saya tidak siap untuk mempertimbangkan tentang pernikahan.

4. Dengan menghindari hubungan percintaan sebelum Allah memberi tahu saya bahwa saya telah siap, saya lebih baik menganggap gadis-gadis itu sebagai teman, dan saya dapat tetap bebas memfokuskan diri saya kepada Allah. 

Kita perlu belajar untuk menjadikan firman Allah, dan bukan perasaan kita, sebagai penuntun. Ketika kita melakukan hal itu, kasih kita menjadi lebih berhikmat. 

5. Ketika kita menjadikan kemuliaan Allah dan kebutuhan orang lain menjadi prioritas, kita memposisikan diri kita untuk menerima sukacita terbesar di dalam kehidupan kita.


DUA: SEBUAH PRINSIP KECIL DALAM MENJALIN HUBUNGAN (YANG MENUNTUN PADA PERUBAHAN BESAR) 

SUKACITA DALAM MENIKMATI KEINTIMAN ADALAH UPAH DARI KOMITMEN

1. Sebuah hubungan yang intim adalah suatu pengalaman indah yang diinginkan oleh Allah untuk kita nikmati. Tetapi Allah telah menjadikan keintiman sebagai produk sampingan dari kasih yang didasarkan atas komitmen.

2. Amsal 3:3 berkata, "Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu". Allah menginginkan kasih dan kesetiaan saling berhubungan. Di dalam rencana-Nya, manfaat pribadi dari suatu hubungan intim--baik secara emosional maupun secara seksual--selalu terkait erat dengan kasih dan komitmen yang penuh pengorbann untuk kebaikan orang lain dalam jangka panjang.

Aturan Emas: memutuskan untuk melakukan apa yang terbaik bagi orang lain tanpa pernah menuntut keintiman yang tidak dapat Anda sejajarkan dengan komitmen Anda.

3. Dimanakah sukacita yang sejati? Sukacita itu ditemukan di dalam kasih Allah yang besar--kasih yang didasarkan atas kesetiaan, yang berakar pada komitmen. Sukacita keintiman adalah upah dari komitmen.


TIGA: TUJUH KEBIASAAN BERKENCAN YANG PALING MERUSAK

MENGENALI KECENDERUNGAN-KECENDERUNGAN NEGATIF DALAM BERKENCAN

1. Kencan itu sendiri bukanlah penyebab masalah yang kita lihat di dalam hubungan cinta. Orang-orang berdosa dan mementingkan diri sendiri adalah penyebabnya--sikap dan nilai-nilai kita yang salahlah yang membuat kencan menjadi rusak.

2. Kencan itu sendiri tidak membuat kita menjadi berdosa. Dan menghindarinya tidak akan menyelesaikan semua masalah dalam hubungan percintaan. Tetapi adalah bodoh jika kita berpura-pura mengatakan bahwa paling tidak berkencan itu sendiri bukan bagian dari masalah. 

3. Tujuh kebiasaan berkencan yang sangat merusak ini adalah beberapa "penyimpangan" yang seringkali dibuat dalam hubungan cinta:

Kencan cemderung melewatkan tahap persahabatan dalam suatu hubungan

Persahabatan adalah seperti dua orang yang berjalan berdampingan menuju suatu sasaran yang sama (C.S.Lewis). Jika daya tarik romantis terbentuk setelah mengembangkan suatu persahabatan, itu adalah bonus tambahan.

Kencan seringkali menyamakan cinta dengan hubungan fisik

Keterlibatan fisik dapat merusak cara pandang mereka dan menuntun mereka pada pilihan yang tidak bijaksana. Allah juga tahu bahwa kita akan membawa kenangan dari keterlibatan fisik masa lalu ke dalam pernikahan kita. Ia tidak ingin kita hidup dengan perasaan bersalah dan penyesalan.

Kencan seringkali mengisolasi pasangan dari hubungan penting lainnya

Perhatian khusus yang seringkali diharapkan dalam hubungan percintaan memiliki suatu kecenderungan untuk mengisolasi mereka dari teman-teman yang paling mengasihi mereka, anggota keluarga yang paling mengenal mereka, dan sedihnya, bahkan Allah, yang kehendak-Nya jauh lebih penting daripada cinta yang romantis.

Kencan dapat mengalihkan perhatian kaum muda dari tanggung jawab utama mereka untuk mempersiapkan masa depan mereka

Salah satu kecenderungan yang paling menyedihkan dari berkencan adalah mengalihkan perhatian kaum muda dari mengembangkan kemampuan dan keterampilan mereka yang telah diberikan oleh Allah.

Kencan dapat menyebabkan perasaan tidak puas terhadap karunia Allah mengenai keadaan lajang

Allah memberikan kepada kita masa lajang untuk bertumbuh, belajar, dan melayani. Kita menemukan keindahan yang sesungguhnya dengan cara menggunakan kebebasan kita untuk melayani Allah dengan bebas. 

Kencan dapat menciptakan suatu lingkungan palsu untuk mengevaluasi karakter orang lain

Salah satu alasan mengapa kencan itu menyenangkan adalah karena kencan memberikan kepada kita istirahat dari kehidupan nyata. Prioritas mereka seharusnya bukanlah menjauh dari kehidupan nyata; mereka membutuhkan dosis kuat akan realitas yang objektif. 

Kencan seringkali hanya menjadi tujuan akhir

Banyak hubungan di zaman sekarang terhenti pada "dating limbo", bukannya bertindak sebagai sebuah jembatan antara persahabatan dan pernikahan, kencan justru menjadi tujuan akhir, tidak benar-benar berakhir, tetapi juga tidak maju. 



EMPAT: PERCINTAAN YANG MELAWAN ARUS
LIMA PERUBAHAN SIKAP UNTUK MEMBANTU ANDA MENGHINDARI KENCAN YANG MERUSAK
1. Lima sikap baru yang akan membantu kita melepaskan diri dari kebiasaan negatif dalam berkencan:
Setiap hubungan adalah kesempatan untuk meneladani kasih Kristus
Dunia akan tahu bahwa kita mengikut Kristus dengan cara kita mengasihi orang lain. Karena itulah, kita harus mempraktikkan kasih sebagaimana yang didefinisikan oleh Allah--kasih yang sungguh-sungguh, tidak mementingkan diri sendiri, dan memiliki hati seorang hamba. 
Masa lajang saya adalah karunia Allah
Kita perlu memandang masa lajang sebagai suatu karunia, perlu belajar untuk merasa puas dengan persahabatan, selama Allah menginginkan kita untuk tetap lajang. 
Saya tidak perlu mengejar hubungan percintaan sebelum saya siap untuk menikah
Tuhan meminta agar kita bersabar menantikan dan selama masa penantian itu, berhubunganlah secara intim dengan keluarga dan juga jalani hubungan yang mendalam dengan saudara-saudari di dalam Tuhan.
Saya tidak dapat "memiliki" seseorang di luar pernikahan
Sebelum kita siap untuk mengikat diri kita di dalam pernikahan, kita tidak memiliki hak untuk memperlakukan siapapun seolah-olah orang itu adalah milik kita. 
Saya akan menghindari situasi-situasi yang dapat membuat saya berkompromi mengenai kesucian tubuh atau pikiran saya
Kesucian adalah lebih dari sekadar mempertahankan keperawanan. Di mana, kapan, dan dengan siapa Anda memilih untuk menghabiskan waktu Anda akan mengungkapkan komitmen sejati Anda terhadap kesucian.
2. Jika kita ingin menjalani kehidupan "sesuai dengan gaya Allah", kita harus merangkul suatu pola kehidupan yang revolusioner. Mengubah sikap Anda dalam berkencan adalah suatu hal yang hanya dapat Anda lakukan dengan pertolongan Allah.
3. Memilih untuk tidak memainkan permainan berkencan tidak berarti menolak persahabatan dengan lawan jenis, persahabatan, hubungan cinta, atau pernikahan. Meninggalkan berkencan adalah suatu produk sampingan dari kerinduan utama Allah bagi kita untuk membuat diri kita mencari Dia dengan sepenuh hati.


BAGIAN DUA: INTI PERMASALAHAN
LIMA: MENCARI KATA "CINTA" DALAM KAMUS ALLAH
MEMPELAJARI DEFINISI YANG SESUNGGUHNYA
1. Sebagai orang Kristen, kita memperagakan kasih Allah kepada dunia. Ketika berkencan, kita mewakili kasih Allah, bukan hanya terhadap orang yang berhubungan dengan kita, tetapi juga bagi orang-orang yang memperhatikan kita.
2. Pola-pola dunia mengenai kasih:
• Kasih terutama adalah untuk kepuasan dan kenyamanan diri sendiri
• Kasih terutama adalah perasaan
• Kasih ada di luar kendali kita
3. Allah selalu mendefinisikan kasih dengan menunjuk kepada Anak-Nya. Kasih Allah yang sempurna bagi dunia yang telah jatuh paling jelas terlihat dalam kematian Anak-Nya. Penangkal racun dari Kristus terhadap racun cinta pada diri sendiri adalah Salib. Yesus berkata, "Setiap orang tang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku" (Matius 16:24).
Kasih sejati selalu mengungkapkan dirinya dalam ketaatan kepada Allah dan pelayanan kepada orang lain. 
4. Ketika kita mencabut racun cinta pada diri sendiri, seluruh motivasi kita dalam melakukan hubungan dengan sesama diubahkan. Lebih banyak perubahan terjadi ketika kita mengasihi dengan kasih Kristus.
"Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi" (Yohanes 13:35).
5. Ketika kita berhubungan dengan orang lain pada saat ini, kita membentuk pola-pola yang akan kita bawa ke dalam pernikahan kita. Karena alasan ini, kita harus mempraktekkan bukan saja kasih yang tidak pura-pura, tetapi juga kasih yang didasarkan atas komitmen. Cinta sejati bersedia menunggu saat yang tepat untuk membuat komitmen terhadap kasih yang diajarkan Allah--kasih yang tetap kokoh, tak pernah padam, dan memiliki komitmen total
Berkomitmen, sungguh-sungguh, tidak mementingkan diri sendiri, bertanggung jawab--menunjukkan tentang kasih Allah. Inilah waktunya untuk membiarkan definisi Allah tentang kasih menetapkan kembali cara hidup kita. 


ENAM: SESUATU YANG BENAR PADA WAKTU YANG TIDAK TEPAT ADALAH SESUATU YANG SALAH
BAGAIMANA MENCEGAH KETIDAKSABARAN AGAR TIDAK MENCURI KARUNIA HIDUP MELAJANG
"Hanya dengan belajar menunggu, dan dengan kemauan untuk menerima hal yang buruk bersama hal yang baiklah biasanya kita akan bisa mencapai hal-hal yang sungguh-sungguh berharga" (William J. Bennet).
1. Tiga kebenaran sederhana yang dapat membantu mengoreksi sikap-sikap yang salah tentang penetapan waktu yang tepat untuk menjalin hubungan:
Hal yang benar pada waktu yang tidak tepat adalah hal yang salah
Usaha kita untuk mendahului waktu Allah dapat merusak keindahan rencana-Nya bagi kehidupan kita. 
Anda tidak perlu membeli apa yang tidak mampu Anda beli
Keintiman membutuhkan komitmen. Jika saya tidak berada di posisi membayar komitmen secara tunai, saya tidak bisa membeli pasangan hidup saya kelak.
Masa lajang adalah sebuah karunia dari Allah
Allah tidak menggunakan keadaan lajang kita untuk menghukum kita. Ia telah menciptakan masa ini sebagai suatu kesempatan yang tak tertandingi untuk memberikan pengabdian yang sepenuhnya kepada Allah. Dan sebagai suatu masa untuk bertumbuh dan melayani yang tidak seharusnya kita terima begitu saja atau kita izinkan terlewatkan.
2. Allah hanya meminta kita untuk menunggu. Menunggu waktu Allah memerlukan kepercayaan akan kebaikan dan hikmat-Nya. Kita mengembangkan kesabaran ketika kifa mempercayai bahwa Allah tidak memberikan apa yang kita anggap baik hanya karena Ia memiliki sesuatu yang lebih baik bagi kita--entah saat ini maupun di masa yang akan datang.
3. Kita tidak akan pernah mencapai kepuasan apabila kita menjadikannya sebagai tujuan akhir. Kepuasan diperoleh pada saat kita menjadikannya sebagai suatu keadaan dalam pikiran. Kunci kepuasan adalah kepercayaan. Jika kita membiarkan ketidaksabaran mengarahkan kita, kita akan kehilangan karunia saat ini.
4. Keadaan lajang adalah suatu karunia. Marilah bersukacita di dalamnya dan nikmatilah kesempatan-kesempatan yang ada hari ini. Marilah kita berlatih memercayai Allah dengan terlebih dahulu mencari Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya dengan segenap hati kita dan membiarkan Allah sendiri yang membuat perencanaan.
5. Jika Allah tahu bahwa Anda siap untuk membuat komitmen yang bertanggung jawab, Ia akan menunjukkan orang yang tepat pada saat yang tepat. Marilah jalani kehidupan kita saat ini bagi Kerajaan Allah dan percayakan hari esok kita kepada-Nya. Kita tidak bisa meletakkan masa depan kita ke tangan yang lebih baik. Yang perlu kita lakukan adalah percaya.
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan" (Yeremia 29:11).


TUJUH: JALAN MENUJU KESUCIAN
BAGAIMANA UNTUK BISA MASUK KE JALAN MENUJU KEBENARAN
1. Jika kita sungguh-sungguh ingin menjalani kehidupan yang suci, kita tidak boleh membiarkan diri kita sedetik pun berpaling dari pengejaran akan kebenaran.
Kejatuhan Daud ke dalam dosa tidak terjadi dalam sekali lompatan. Daud tidak berada dimana seharusnya ia berada--ia tidak berasa di garis depan dalam pertempuran Allah.
2. Ketidaksucian bukanlah sesuatu yang kita lakukan secara tiba-tiba. Hal itu terjadi ketika kita kehilangan fokus kita terhadap Allah. Hal itu dimulai di dalam hati kita, di dalam motivasi dan sikap kita. "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Matius 5:28).
3. Bagaimana menghindari "jalur melandai" menuji ketidaksucian? "Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya" (Amsal 7:25). Menjalani suatu kehidupan yang suci di hadapan Allah membutuhkan kerjasama antara hati dan kaki Anda. Jalan menuju kesucian dimulai di dalam hati; Anda harus mendukungnya dengan keputusan-keputusan praktis setiap hari mengenai kemana, kapan, dan dengan siapa Anda memilih untuk berada.
4. Petunjuk untuk membantu kita memelihara jalan menuju kesucian dengan hati dan kaki kita:
Menghormati pentingnya keintiman fisik
Allah merancang seksualitas sebagai suatu ekspresi fisik dari kesatuan dalam pernikahan. Allah menjaganya sangat hati-hati dan menempatkan banyak ketentuan karena Ia menganggap hal itu sangat berharga.
Menetapkan standar-standar yang sangat tinggi
Kita hanya dapat mencapai kebenaran dengan melakukan dua hal--menghancurkan dosa mulai dari tahap embrio dan melarikan diri dari godaan.
Jadikan kesucian orang lain sebagai prioritas
Sebagai pria, kita perlu berhenti bertindak seperti pemburu yang berusaha menangkap para gadis dan mulai melihat diri kita sebagai tentara yang melindungi mereka. 
Sebagai wanita, kita perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar mode ketika berbelanja pakaian.
5. Kesucian adalah jalan masuk kepada semarak ciptaan Allah. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya" (Mazmur 24:3-4). Hanya orang yang suci hatinya bisa melihat wajah-Nya. Hanya orang yang suci hatinya dapat menjadi Bait Roh Kudus-Nya.


DELAPAN: MASA LALU YANG DIBERSIHKAN: SEBUAH RUANGAN
BAGAIMANA YESUS DAPAT MENEBUS MASA LALU ANDA
1. Hanya karena kita mengakui perbuatan dosa atau menyesalinya tidak berarti kita diampuni. Penyesalan yang mendalam tidak dapat menyelamatkan seseorang. Hanya iman di dalam Kristus yang dapat. Hanya percaya pada kematian dan kebangkitan-Nya bagi kita.
2. "Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!" (Roma 13:12). Masa lalu tidak perlu menentukan masa depan kita. Saat ini kita memiliki pilihan tentang bagaimana kita akan hidup. Apakah kita akan menetapkan hati kita pada Allah dan berjalan di dalam jalan-Nya?
3. Mungkin Anda memiliki sebuah kenangan khusus yang terus menghantui Anda, sebuah kenangan yang membuat Anda merasa tidak layak menerima kasih dan pengampunan Allah. Berpalinglah darinya. Jangan mengingat-ingat hal tersebut lagi. Jika Anda telah menolak segala perbuatan tersebut, Allah telah berjanji untuk tidak mengingatnya lagi (Ibrani 8:12). Berjalanlah terus. Suatu kehidupan yang suci menanti Anda.


JOSHUA HARRIS
I KISSED DATING GOODBYE

May 14, 2013

“KEPINCANGAN” YANG MENGUBAH TAKDIR


Hal ini adalah suatu pewahyuan yang aku peroleh di saat teduh pagi tanggal 12 Mei 2013.

Kejadian 32:22-32
Kisah ini dimulai dengan ketakutan yang menguasai hidup Yakub. Dia takut untuk bertemu dengan kakaknya (Esau) karena kesalahan yang ia perbuat di masa lalu, yaitu mencuri hak kesulungan kakaknya.
Sejatinya Yakub berusaha untuk lari dari Esau sekali lagi, namun Allah mengajarkan sesuatu pada Yakub sehingga ia BERUBAH TOTAL.

Kejadian 32:22-23 menceritakan tentang Yakub yang berusaha lari, setelah di perikop sebelumnya (Kejadian 32:1-21) ia mengantarkan persembahan untuk mendinginkan hati Esau. Sekali penakut tetaplah penakut apabila kita tidak membereskannya di hadapan Tuhan. Kesalahan masa lalu akan selalu menghantui kita jika kita tidak menyelesaikannya dengan orang yang bersangkutan, dan terutama dengan Tuhan.

Kejadian 32:24; “Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsingè kita perlu sendirian di hadapan Tuhan dan “bergulat” dengan Tuhan apabila kita ingin menang dari masa lalu kita yang buruk (ketakutan, keslahan masa lalu, dsb). Bawalah seluruh pergumulanmu kepada Allah.

Kejadian 32:25; “Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang ituèKetika Tuhan mendapati bahwa hati kita keras, maka Tuhan terpaksa memukul sendi pangkal paha kita (kekuatan atau sumber kegagahan) agar kita berubah.
“Terpelecok”--> diubahkan oleh sebuah perjumpaan ilahi. Ada bagian tertentu yang tidak tetap berada di tempat semula (paradigma atau hati kita diselaraskan dengan milik Allah).
Jika kita “terpelecok”, maka akan ada perubahan yang dihasilkan. Tidak ada perjumpaan dengan Tuhan yang tidak menghasilkan perubahan yang kekal.

Kejadian 32:26--> Janganlah melepaskan Tuhan (jangan tinggalkan hadirat Tuhan), sebelum Tuhan memberkati kita dengan sesuatu yang mengubahkan kita!

Kejadian 32:27-28--> perubahan nama dari Yakub (penipu) menjadi Israel (pahlawan Allah). Penggantian nama berarti penemuan jati diri yang baru (II Korintus 5:17; “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”).
Seumur hidupnya Yakub disebut penipu, namun setelah perjumpaannya dengan Allah, hatinya diubahkan sekali lagi (ini bukanlah pertobatan Yakub, namun pengenalan yang lebih dalam akan pribadi Allah). Dan Tuhan me-redefinisi namanya (tujuan hidupnya) sebagai Israel, yaitu pahlawan Allah. Hanya Tuhan yang mampu mengubah perjalanan hidup kita yang rusak menjadi  sama sekali baru.

Kejadian 32:28; “sebab engkau telah bergumul dengan Allah dan manusia, dan engkau menangàTuhan itu logis, Ia tidak pernah menyuruh kita untuk mengatasi suatu masalah dengan hal yan berlawanan (misal ketika kita takut, dilawan dengan berkata “Aku tidak takut”’). Tapi Ia menyuruh kita untuk mengakui ketakutan kita dan mengakui kedaulatan-Nya. Disitulah Yakub menang karena ia lebih condong ke sisi Allah daripada manusia.
Setiap manusia pasti memiliki pergolakan batin (gelisah, takut, malu, kuatir, dsb). Tetapi apakah kamu akan memenangkan pergolakan batinmu atau memenangkan the nature of God? Apakah kita akan berkata bahwa “Hal ini memang sangat menakutkan, sehingga wajar jika saya merasa takut”, ataukah kita akan berkata “Saya takut, tapi saya tahu bahwa Allah adalah sumber kekuatan untuk saya menghadapi ketakutan ini”?

Kejadian 32:30 ;”Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” à namai atau tandai tempat atau momen dimana hidupmu diubahkan sekali lagi oleh Tuhan agar kamu selalu mengingat perbuatan-Nya yang ajaib.

Kejadian 32:31; “Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanyaàperubahan pasti melewati “1 malam yang penuh pergolakan”. Namun ketika matahari terbit (yaitu saat kita memahami hati Tuhan), disitulah orang lain bisa melihat “kepincangan” kita (yaitu perubahan hidup kita).
Apa yang terjadi pada kita di dalam “pergulatan di malam hari” (pergumulan dan perjumpaan ilahi dengan Tuhan), akan tampak ketika “matahari terbit” (di depan mata orang banyak).

Kejadian 32:32; “Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanyaà perubahan yang dialami Yakub tetap menjadi sebuah tanda bagi keturunannya.

May 12th 2013