May 14, 2013

“KEPINCANGAN” YANG MENGUBAH TAKDIR


Hal ini adalah suatu pewahyuan yang aku peroleh di saat teduh pagi tanggal 12 Mei 2013.

Kejadian 32:22-32
Kisah ini dimulai dengan ketakutan yang menguasai hidup Yakub. Dia takut untuk bertemu dengan kakaknya (Esau) karena kesalahan yang ia perbuat di masa lalu, yaitu mencuri hak kesulungan kakaknya.
Sejatinya Yakub berusaha untuk lari dari Esau sekali lagi, namun Allah mengajarkan sesuatu pada Yakub sehingga ia BERUBAH TOTAL.

Kejadian 32:22-23 menceritakan tentang Yakub yang berusaha lari, setelah di perikop sebelumnya (Kejadian 32:1-21) ia mengantarkan persembahan untuk mendinginkan hati Esau. Sekali penakut tetaplah penakut apabila kita tidak membereskannya di hadapan Tuhan. Kesalahan masa lalu akan selalu menghantui kita jika kita tidak menyelesaikannya dengan orang yang bersangkutan, dan terutama dengan Tuhan.

Kejadian 32:24; “Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsingè kita perlu sendirian di hadapan Tuhan dan “bergulat” dengan Tuhan apabila kita ingin menang dari masa lalu kita yang buruk (ketakutan, keslahan masa lalu, dsb). Bawalah seluruh pergumulanmu kepada Allah.

Kejadian 32:25; “Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang ituèKetika Tuhan mendapati bahwa hati kita keras, maka Tuhan terpaksa memukul sendi pangkal paha kita (kekuatan atau sumber kegagahan) agar kita berubah.
“Terpelecok”--> diubahkan oleh sebuah perjumpaan ilahi. Ada bagian tertentu yang tidak tetap berada di tempat semula (paradigma atau hati kita diselaraskan dengan milik Allah).
Jika kita “terpelecok”, maka akan ada perubahan yang dihasilkan. Tidak ada perjumpaan dengan Tuhan yang tidak menghasilkan perubahan yang kekal.

Kejadian 32:26--> Janganlah melepaskan Tuhan (jangan tinggalkan hadirat Tuhan), sebelum Tuhan memberkati kita dengan sesuatu yang mengubahkan kita!

Kejadian 32:27-28--> perubahan nama dari Yakub (penipu) menjadi Israel (pahlawan Allah). Penggantian nama berarti penemuan jati diri yang baru (II Korintus 5:17; “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”).
Seumur hidupnya Yakub disebut penipu, namun setelah perjumpaannya dengan Allah, hatinya diubahkan sekali lagi (ini bukanlah pertobatan Yakub, namun pengenalan yang lebih dalam akan pribadi Allah). Dan Tuhan me-redefinisi namanya (tujuan hidupnya) sebagai Israel, yaitu pahlawan Allah. Hanya Tuhan yang mampu mengubah perjalanan hidup kita yang rusak menjadi  sama sekali baru.

Kejadian 32:28; “sebab engkau telah bergumul dengan Allah dan manusia, dan engkau menangàTuhan itu logis, Ia tidak pernah menyuruh kita untuk mengatasi suatu masalah dengan hal yan berlawanan (misal ketika kita takut, dilawan dengan berkata “Aku tidak takut”’). Tapi Ia menyuruh kita untuk mengakui ketakutan kita dan mengakui kedaulatan-Nya. Disitulah Yakub menang karena ia lebih condong ke sisi Allah daripada manusia.
Setiap manusia pasti memiliki pergolakan batin (gelisah, takut, malu, kuatir, dsb). Tetapi apakah kamu akan memenangkan pergolakan batinmu atau memenangkan the nature of God? Apakah kita akan berkata bahwa “Hal ini memang sangat menakutkan, sehingga wajar jika saya merasa takut”, ataukah kita akan berkata “Saya takut, tapi saya tahu bahwa Allah adalah sumber kekuatan untuk saya menghadapi ketakutan ini”?

Kejadian 32:30 ;”Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” à namai atau tandai tempat atau momen dimana hidupmu diubahkan sekali lagi oleh Tuhan agar kamu selalu mengingat perbuatan-Nya yang ajaib.

Kejadian 32:31; “Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanyaàperubahan pasti melewati “1 malam yang penuh pergolakan”. Namun ketika matahari terbit (yaitu saat kita memahami hati Tuhan), disitulah orang lain bisa melihat “kepincangan” kita (yaitu perubahan hidup kita).
Apa yang terjadi pada kita di dalam “pergulatan di malam hari” (pergumulan dan perjumpaan ilahi dengan Tuhan), akan tampak ketika “matahari terbit” (di depan mata orang banyak).

Kejadian 32:32; “Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanyaà perubahan yang dialami Yakub tetap menjadi sebuah tanda bagi keturunannya.

May 12th 2013



No comments: