Hal
ini adalah suatu pewahyuan yang aku peroleh di saat teduh pagi tanggal 12 Mei
2013.
Kejadian
32:22-32
Kisah
ini dimulai dengan ketakutan yang menguasai hidup Yakub. Dia takut untuk
bertemu dengan kakaknya (Esau) karena kesalahan yang ia perbuat di masa lalu,
yaitu mencuri hak kesulungan kakaknya.
Sejatinya
Yakub berusaha untuk lari dari Esau sekali lagi, namun Allah mengajarkan
sesuatu pada Yakub sehingga ia BERUBAH TOTAL.
Kejadian
32:22-23 menceritakan tentang Yakub yang berusaha lari, setelah di perikop
sebelumnya (Kejadian 32:1-21) ia mengantarkan persembahan untuk mendinginkan
hati Esau. Sekali penakut tetaplah penakut apabila kita tidak membereskannya di
hadapan Tuhan. Kesalahan masa lalu akan selalu menghantui kita jika kita tidak
menyelesaikannya dengan orang yang bersangkutan, dan terutama dengan Tuhan.
Kejadian
32:24; “Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar
menyingsing” è kita perlu sendirian di hadapan Tuhan
dan “bergulat” dengan Tuhan apabila kita ingin menang dari masa lalu kita yang
buruk (ketakutan, keslahan masa lalu, dsb). Bawalah seluruh pergumulanmu kepada
Allah.
Kejadian
32:25; “Ketika orang itu melihat, bahwa
ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub,
sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok,
ketika ia bergulat dengan orang itu” èKetika Tuhan
mendapati bahwa hati kita keras, maka Tuhan terpaksa memukul sendi pangkal paha
kita (kekuatan atau sumber kegagahan) agar kita berubah.
“Terpelecok”--> diubahkan oleh sebuah perjumpaan ilahi. Ada bagian tertentu yang tidak tetap
berada di tempat semula (paradigma atau hati kita diselaraskan dengan milik
Allah).
Jika
kita “terpelecok”, maka akan ada perubahan yang dihasilkan. Tidak ada
perjumpaan dengan Tuhan yang tidak menghasilkan perubahan yang kekal.
Kejadian
32:26--> Janganlah melepaskan Tuhan (jangan tinggalkan hadirat Tuhan), sebelum Tuhan
memberkati kita dengan sesuatu yang mengubahkan kita!
Kejadian
32:27-28--> perubahan nama dari Yakub (penipu) menjadi Israel (pahlawan Allah). Penggantian
nama berarti penemuan jati diri yang baru (II Korintus 5:17; “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia
adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah
datang”).
Seumur
hidupnya Yakub disebut penipu, namun setelah perjumpaannya dengan Allah,
hatinya diubahkan sekali lagi (ini bukanlah pertobatan Yakub, namun pengenalan
yang lebih dalam akan pribadi Allah). Dan Tuhan me-redefinisi namanya (tujuan
hidupnya) sebagai Israel, yaitu pahlawan Allah. Hanya Tuhan yang mampu mengubah
perjalanan hidup kita yang rusak menjadi sama sekali baru.
Kejadian
32:28; “sebab engkau telah bergumul dengan Allah dan manusia, dan engkau
menang” àTuhan
itu logis, Ia tidak pernah menyuruh kita untuk mengatasi suatu
masalah dengan hal yan berlawanan (misal ketika kita takut, dilawan dengan
berkata “Aku tidak takut”’). Tapi Ia menyuruh kita untuk mengakui ketakutan
kita dan mengakui kedaulatan-Nya. Disitulah Yakub menang karena ia lebih
condong ke sisi Allah daripada manusia.
Setiap
manusia pasti memiliki pergolakan batin (gelisah, takut, malu, kuatir, dsb).
Tetapi apakah kamu akan memenangkan pergolakan batinmu atau memenangkan the nature of God? Apakah kita akan
berkata bahwa “Hal ini memang sangat menakutkan, sehingga wajar jika saya merasa
takut”, ataukah kita akan berkata “Saya takut, tapi saya tahu bahwa Allah adalah
sumber kekuatan untuk saya menghadapi ketakutan ini”?
Kejadian
32:30 ;”Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah
melihat Allah berhadapan muka, tetapi
nyawaku tertolong!” à namai atau tandai tempat atau momen
dimana hidupmu diubahkan sekali lagi oleh Tuhan agar kamu selalu mengingat
perbuatan-Nya yang ajaib.
Kejadian
32:31; “Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah
melewati Pniel; dan Yakub pincang
karena pangkal pahanya” àperubahan pasti melewati “1 malam yang
penuh pergolakan”. Namun ketika matahari terbit (yaitu saat kita memahami hati
Tuhan), disitulah orang lain bisa melihat “kepincangan” kita (yaitu perubahan
hidup kita).
Apa
yang terjadi pada kita di dalam “pergulatan di malam hari” (pergumulan dan
perjumpaan ilahi dengan Tuhan), akan tampak ketika “matahari terbit” (di depan
mata orang banyak).
Kejadian
32:32; “Itulah sebabnya sampai sekarang
orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia
telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya” à
perubahan yang dialami Yakub tetap menjadi sebuah tanda bagi keturunannya.
May
12th 2013
No comments:
Post a Comment