May 28, 2013

I KISSED DATING GOODBYE PART 2 (JOSHUA HARRIS)

BAGIAN TIGA: MEMBANGUN GAYA HIDUP BARU

SEMBILAN: MEMULAI DENGAN SEBUAH DAFTAR YANG BERSIH

LIMA LANGKAH PENTING AGAR ANDA DAPAT SEJALAN DENGAN RENCANA ALLAH

Bagi banyak orang, mendapatkan hal yang benar berarti meruntuhkan terlebih dahulu apa yang salah. Dalam beberapa kasus, hal itu berarti mengakhiri hubungan-hubungan yang salah

1. Langkah untuk memulai dan memelihara suatu gaya hidup yang berkenan kepada Tuhan dalam menjalin hubungan:

Memulai dengan sebuah daftar yang bersih

Pertama-tama kita harus bertobat dari sikap dan perbuatan berdosa di dalam hubungan-hubungan kita. Pertobatan adalah perubahan arah yang didasarkan atas perubahan hati.

~ Memutuskan hubungan adalah hal yang sulit untuk dilakukan

Ketaatan hari ini akan meluputkan Anda dari banyak kesedihan dan penyesalan di hari esok. 

~ Menyesuaikan fokus dari sebuah hubungan

Kadang tidak selalu berarti pemutusan hubungan, tetapi berarti memfokuskan kembali suatu hubungan untuk mencegahnya menuju ke arah yang salah.

~ Tidak saling menyalahkan

Jangan bertengkar atau saling menyalahkan. Jika Anda berbuat salah kepada orang itu, akuilah kesalahan Anda dan minta maaf kepadanya. Jangan membuat alasan.

Jadikan orang tua Anda sebagai teman Anda satu tim

Kita mendapatkan pengetahuan yang undah dan hikmat ketika melakukan ini. 

Menetapkan rambu-rambu yang jelas

Kapan diperlukan untuk pergi keluar dengan seseorang, dan kapan hal itu dapat mengarah pada keintiman prematur? Berapa lama sebaiknya Anda menghabiskan waktu untuk bercakap-cakap di telepon dengan lawan jenis Anda? 

Ujilah siapa yang sedang berbisik di telinga Anda

Perhatikan siapa atau apa yang mempengaruhi Anda. Siapa dan apa yang Anda dengarkan, baca, perhatikan akan mendukung atau menentang komitmen Anda untuk mengejar yang terbaik yang disediakan Allah dalam hubungan dengan lawan jenis

Padukan keyakinan Anda dengan kerendahan hati

Diperlukan hikmat dan kerendahan hati untuk menjawab dengan tepat pada situasi yang berbeda. 

2. Ketika Anda menjelaskan pendirian Anda mengenai berkencan, buatlah pernyataan spesifik mengenai kehidupan Anda sendiri, bukan pernyataan umum mengenai orang lain. Berfokuslah pada apa yang yelah dikatakan oleh Allah di dalam hati Anda. Bersikaplah rendah hati dan jujur tentang bagaimana Anda berusaha untuk taat.

3. Jika seseorang mengajak Anda pergi, pastikan orang itu mengerti bahwa Anda tidak sedang menolak dia secara pribadi atau menolak kemungkinan untuk menjalin persahabatan. Buatlah menjadi jelas bahwa Anda tidak berada dalam suatu tempat di dalam kehidupan di mana Anda sedang mengejar hubungan yang lebih dari sekadar persahabatan.


SEPULUH: SEKADAR SAHABAT DALAM DUNIA "LAKUKAN SAJA, SOBAT"

KUNCI UNTUK MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN DENGAN LAWAN JENIS DI "ZONA ROMANTIS"

"Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni" (2 Timotius 2:22).

1. Bagi Paulus, sasaran dari persahabatan Kristen adalah kemuliaan Allah. Persahabatan itu bukan tanpa tujuan atau sekedar untuk menikmati saat yang baik. Keprihatian utama Paulus bukan agar kita mengembangkan keterampilan bersosialisasi--tetapi menjadi suatu ungkapan dari sebuah kerinduan yang menggebu-gebu bagi Allah dan kemuliaan-Nya.

Persahabatan sehat membutuhkan pengendalian diri dan sikap tidak berlebihan. 

2. Menjadi konsisten itu penting--jangan menunjukkan kebaikan hanya kepada orang-orang yang menarik minat romantis Anda. Tetapi tunjukkanlah kebaikan kepada semua saudara-saudari seiman.

3. Empat langkah penting yang diperlukan dalam mempertahankan persahabatan yang sehat dengan lawan jenis:

Memahami perbedaan antara persahabatan dan keintiman

C.S.Lewis menulis, "Kita menggambarkan sepasang kekasih berhadap-hadapan, tetapi sahabat berdampingan, mata mereka memandang ke atas". Kunci persahabatan adalah suatu sasaran atau tujuan yang sama yang difokuskan oleh orang-orang yang bersahabat.

Jadilah inklusif, bukan eksklusif

Kita perlu melibatkan orang lain dalam kegiatan-kegiatan dan bukan mengisolasi diri kita dengan satu orang saja. 

Jadikan persahabatan sesama jenis sebagai prioritas

Persahabatan sesama jenis menjadi sumber dukungan, nasihat, cara pandang, dan rasa tanggung jawab yang penting.

Mencari kesempatan untuk melayani, bukan dilayani

Dalam melayani kita menemukan persahabatan sejati. Dalam melayani kita bisa mengenal sahabat-sahabat kita lebih mendalami daripada sebelumnya. 

"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan" (Roma 12:10-11).

4. Apakah inti hubungan kita dengan orang lain? Dengan hormat. Dan apakah rahasia semangat kita? Melayani--secara berdampingan bagi kemuliaan Allah. Dituntun oleh sikap ini, menjadi "sekedar teman" bisa menjadi suatu yang luar biasa.


SEBELAS: JAGALAH HATIMU

BAGAIMANA MEMERANGI PENCEMAR YANG BERUPA HAWA NAFSU, MABUK KEPAYANG, DAN SIKAP MENGASIHANI DIRI SENDIRI

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan" (Amsal 4:23).

1. "Ketika saya menjadi wanita dewasa dan mulai mempelajari apa yang ada di dalam hati saya, saya melihat dengan jelas bahwa, dari segala hal yang sulit diatur, tidak ada yang lebih sulit diatur daripada kehendak dan rasa sayang saya" (Elisabeth Elliot). Semakin cepat kita mengebali apa isi hati kita, itu lebih baik. 

2. Kotoran-kotoran pencemar dalam menjaga hati:

Mabuk kepayang

Untuk mematahkan pola mabuk kepayang ini, kita harus menolak pandangan bahwa sebuah hubungan manusia akan dapat memuaskan kita selengkapnya.

Hawa nafsu

Untuk memerangi hawa nafsu di dalam diri kita, kita harus membencinya sebagaimana Allah sangat membencinya. Apa yang kita takut untuk melakukannya di hadapan manusia, seharusnya kita pun takut memikirkannya di hadapan Allah. 

Mengasihani diri sendiri

Ketika kita tenggelam dalam mengasihani diri sendiri, kita memalingkan fokus kita dari Allah--dari kebaikan-Nya, keadilan-Nya, kemampuan-Nya untuk menyelamatkan dari setiap keadaan.

Ketika saya merasa kesepian, saya lalu berpikir, Allah sedang memanggil saya kembali kepada-Nya. 

3. Yesus, Anak Allah, yang di dalam Ibrani 7:25 dikatakan kepada kita, "senantiasa menjadi Pengantara" bagi kita, telah merasakan perasaan kesepian yang bisa dirasakan oleh Anda dan saya juga, dan Ia mengerti bagaimana rasanya menghadapi pencobaan. Ia akan menolong dan menopang kita ketika kita percaya kepada-Nya dan dengan setia menjaga hati kita.


DUA BELAS: MENEBUS WAKTU

MELAKUKAN YANG TERBAIK DARI KEHIDUPAN LAJANG ANDA

"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat" (Efesus 5:15-16). Versi lainnya berkata, "Berjalanlah dengan hati-hati, tidak seperti orang bodoh, tetapi orang bijaksana, tebuslah waktumu".

1. Tuhan telah mempercayakan kepada kita karunia dan talenta, Ia mengharapkan kita untuk menjaga dan menggunakan semua itu dengan bijaksana. Akankah kita mengembalikan kepada-Nya investasi-Nya di dalam diri kita? Ketika kita memfokuskan perhatian pada "menebus waktu", kita tidak hanya memaksimalkan setiap saat; tetapi kita juga akan mempersiapkan diri kita untuk masa berikutnya dalam kehidupan kita. 

2. Ribka mampu memenuhi perjanjian ilahi Allah bagi kehidupannya karena ia setia melaksanakan kewajibannya saat itu. Kita akan memiliki unta-unta kita sendiri untuk diberi minum--hubungan-hubungan dan tanggung jawab saat ini yang terlalu mudah kita anggap remeh. Jika kita bijaksana, kita akan melihat tugas kita sebagai batu loncatan yang melemparkan kita masuk ke dalam rencana dan tujuan Allah bagi masa depan kita.

3. Pernikahan tidak akan mengubah kita menjadi manusia baru, pernikahan hanya akan bertindak sebagai sebuah cermin, menunjukkan diri kita yang sesungguhnya. Kita harus berlatih sekarang untuk menjadi apa yang kita inginkan di masa yang akan datang.

4. Beberapa bidang dimana kita dapat mempersiapkan diri ketika masih lajang:

Berlatih berhubungan secara intim

Kita sebaiknya melatih keintiman dalam hubungan-hubungan yang memiliki ikatan komitmen, dimulai dengan keluarga kita.

Berlatih mencari Allah bersama orang-orang lain

Belajarlah untuk berdoa bersama dengan orang lain. Jujurlah tentang bidang-bidang kelemahan Anda, dan mintalah kepada Allah seseorang yang dapat dipercaya yang dapat menjaga Anda agar tetap bertanggung jawab dalam bidang-bidang tersebut.

Berlatih bertanggung jawab dalam bidang keuangan

Sekaranglah waktunya untuk mempelajari bagaimana membuat anggaran, menabung, dan memberi persepuluhan secara konsisten.

Berlatih menjadi orang tua

Menjadi seorang ayah dan ibu yang baik dimulai ketika masih lajang.

Berlatih keterampilan-keterampilan praktis dalam kehidupan

Mintalah kepada orang tua Anda untuk membiarkan Anda mengambil alih pemeliharaan rumah Anda, termasuk berbelanja, menyusun menu, dan memasak selama beberapa bulan. 

5. Mempelajari keterampilan-keterampilan yang akan menjadikan kita pasangan yang baik adalah hasil sampingan dari kedewasaan dan keserupaan di dalam Kristus. Masing-masing kita harus mengembangkan kasih, kerendahan hati, kesabaran, pengampunan, dan tanggung jawab dalam kehidupan kita sendiri. 


BAGIAN EMPAT: MEMANDANG KE DEPAN

TIGA BELAS: SIAP MENIKAH TETAPI TIDAK RELA BERKORBAN

KIAT MEMILIKI VISI YANG ALKITABIAH DAN REALISTIS MENGENAI PERNIKAHAN

1. "Perayaan pernikahan adalah suatu peristiwa, tetapi pernikahan itu sendiri adalah suatu kondisi keberadaan. Bukan tindakan yang terjadi hanya satu kali, tetapi suatu komitmen seumur hidup yang harus dikembangkan dan dipelihara" (Gary dan Betsy Ricucci, dalam buku Love that Lasts).

2. Apa itu pernikahan? 

• Pernikahan adalah lembaga yang pertama (Kejadian 2:22-24)

• Pernikahan menggambarkan kesatuan supranatural antara Yesus dan gereja (Efesus 5:31-32)

• Pernikahan adalah suatu peristiwa yang telah Allah pilih untuk berlangsung selamanya (Wahyu 19:7)

• Pernikahan harus dihormati (Ibrani 13:4)

• Pernikahan adalah suatu proses pemurnian 

Salah satu hadiah pernikahan terbesar yang akan Allah berikan kepada Anda adalah sebuah cermin diri yang adalah pasangan Anda.

3.Pernikahan yang bahagia membutuhkan usaha, kesabaran, disiplin diri, pengorbanan, dan sikap tunduk. Pernikahan yang berhasil memerlukan "ketekunan dan kedewasaan" dan, kita perlu menambahkab, suatu pengertian Alkitabiah mengenai rencana dan tujuan Allah bagi kita.

4. Bagi para gadis, mintalah segala sesuatu yang "besar dan sejati". Ketika Anda mempertimbangkan kemungkinan untuk menikah, jangan menurunkan standar-standar Anda untuk sesaat pun; pria manapun yang meminta Anda untuk melakukan hal tersebut tidak layak menghabiskan waktu Anda.

5. Bagi para pria, tidak ada hal yang kecil, tidak ada permainan untuk mengundang seorang gadis untuk menemani kita melalui kehidupan ini. Biarlah kita mendapatkan hak untuk membuat permintaan itu dengan berusaha menjadi pria berintegritas--para pria yang hatinya adalah samudera yang "kuat dan nyata". Kemudian, dan hanya setelah itulah seharusnya kita berdiri di pintu jiwa seorang wanita dan meminta izin untuk diberi masuk.



EMPAT BELAS: APA YANG TERJADI DI USIA LIMA PULUH TAHUN?
KARAKTER DAN SIKAP YANG PALING PENTING DIPERHATIKAN DALAM DIRI PASANGAN HIDUP
1. "Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati" (1 Samuel 16:7). Amsal 31:30 berkata, "Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji". Kita terlalu mudah terkesan oleh wajah; Allah menginginkan kita menilai hal-hal kekal. Untuk memilih seorang pasangan hidup dengan bijaksana, kita diharuskan memperhatikan karakter dan sikap orang tersebut.
Kita perlu berkonsentrasi bukan hanya untuk menemukan orang yang tepat, tetapi yang lebih penting, menjadi orang yang tepat.
2. Ciri-ciri karakter dan sikap yang penting di dalam diri seorang pasangan hidup:
KARAKTER
Karakter adakah diri Anda di dalam kegelapan ketika tidak ada orang lain kecuali Allah yang melihat. 
Kilasan dari karakter seseorang:
Bagaimana orang itu berhubungan dengan Tuhan
Hubungan seseorang dengan Tuhan adalah acuan hubungan-hubungan lain di dalam kehidupannya--ketika hubungan ini tidak teratur, maka hubungan-hubungan yang lain akan terkena akibatnya.
Bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain
~ Para pemegang otoritas
Berusahalah menjadi seseorang yang menghormati otoritas yang diberikan oleh Allah. 
~ Orang tua
Cara seorang pria memperlakukan ibunya adalah cara pria itu memperlakukan istrinya kelak. 
~ Lawan jenis
Belajarlah membedakan antara keramahan yang murni dan sikap genit. 
~ Teman-teman
Teman-teman seseorang adalah orang-orang yang mempengaruhi dan membentuk orang tersebut. Dalam kategori ini, cara seseorang memperlakukan teman-temannya tidak sepenting siapa teman-temannya.
Bagaimana seseorang mendisiplin diri sendiri
Hal-hal yang kita lakukan tanpa sengaja, hampir tanpa berpikir, mengungkapkan karakter kita yang sesungguhnya. 
Bagaimana seseorang menghabiskan waktu
Elisabeth Elliot tertarik pada Jim Elliot karena Jim menghafalkan firman Tuhan ketika ia menunggu di antrean kafetaria.
~ Cara seseorang menghabiskan waktu senggangnya memberi tahu kita apa yang dihargai oleh orang itu
Apakah orang ini mengisi waktu senggangnya dengan berjam-jam duduk di depan TV? Apakah orang ini membangun hubungan, atau berlari pada pengalihan yang lain? 
~ Bagaimana ia menangani keuangan
Kebiasaan seseorang membelanjakan uangnya mengungkapkan tingkatan tanggung jawabnya.
~ Bagaimana orang itu merawat tubuhnya
Allah ingin kita memelihara kesehatan dan kondisi tubuh kita sehingga kita dapat menjadi lebih efektif dalam melayani Dia. 

SIKAP
Sikap adalah tempat yang menguntungkan bagi seseorang, cara ia memandang dan bereaksi terhadap kehidupan.
~ Sikap mau taat kepada Allah
Hanya orang-orang yang memiliki sikap mau taat terhadap firman Tuhanlah yang akan terus bertumbuh dalam kedewasaan dan kesalehan di sepanjang kehidupan mereka. 
~ Sikap rendah hati
Pernikahan menjadi kokoh dengan memelihara sikap rendah hati yang cepat mengakui dosa, mementingkan kepentingan orang lain, dan meminta maaf. 
~ Sikap rajin
"Bekerja...bukanlah apa yang kita lakukan untuk mencari nafkah, tetapi apa yang kita lakukan dengan kehidupan kita. Lawan dari bekerja bukan bersenang-senang atau bermain-main, tetapi menganggur-- tidak menginvestasikan diri kita pada apapun juga" (William Bennet).
~ Sikap puas dan berpengharapan
Sikap ini adalah optimisme yang lahir krena iman yang memandang kepada Allah--suatu sikap yang lebih menyadari dan bersyukur atas kasih karunia Allah daripada masalah-masalah yang membutuhkan penyelesaian. 
3. Benjamin Franklin berkata, "Bukalah mata Anda lebar-lebar sebelum pernikahan--tutuplah sebelah sesudahnya". Pernikahan membutuhkan iman terhadap penyediaan Allah dan kemauan untuk memaafkan ketidaksempurnaan--kemurahan yang diperlukan untuk tetap membuat mata kita "tertutup sebelah" terhadap kelemahan-kelemahan pasangan kita.
4. Kita tidak dapat mempercayai diri kita sendiri, dan kita tidak dapat mengetahui secara lengkap orang yang akan kita nikahi, tetapi kita dapat mempercayai Allah untuk menuntun kita dalam keputusan-keputusan kita dan menolong kita menjalaninya dengan komitmen kita.
5. Dengan seorang wanita yang takut akan Allah, yang kekuatan dari dalam dirinya keluar dari mata air kehidupan-Nya, waktu hanya dapat menambahkan kepadanya kecantikan yang sejati.


LIMA BELAS: PERCINTAAN YANG DIDASARKAN PRINSIP
PRINSIP-PRINSIP YANG DAPAT MENUNTUN ANDA DARI PERSAHABATAN MENUJU PERNIKAHAN
1. Tingkatan-tingkatan dalam berhubungan:
Persahabatan biasa
Jika Anda mengingat bahwa tindakan Anda mempengaruhi orang lain, Anda akan memiliki ketetapan hati untuk melanjutkan hubungan dengan hati-hati dan waspada. 
Persahabatan yang lebih mendalam
Konteks hubungan ini bukanlah membicarakan tentang masa depan Anda bersama-sama; ini adalah waktu untuk saling mengenal, melayani Tuhan bersama-sama di gereja, dan mendengarkan tuntunan Allah. 
Berpacaran: keintiman yang berintegritas menuju suatu tujuan
Masa berpacaran adalah masa untuk menyelaraskan keintiman yang semakin dalam dengan komitmen yang semakin dalam pula. 
"Saya siap untuk menguji dan diuji"!
Pertunangan
Jelaslah jika masalah dan keprihatinan timbul mengenai rencana untuk bersatu dalam pernikahan selama masa ujian ini, Anda sebaiknya menghentikan kemajuan hubungan itu bahkan mempertimbangkan untuk membatalkannya. Tetapi jika Anda berdua yakin akan cinta Anda terhadap pasangan Anda dan sebaliknya, kedua pihak orang tua mendukung hubungan Anda, Anda tidak mempunyai alasan untuk menunda pertunangan dan mulai merencanakan pernikahan Anda.
2. Apakah saya siap untuk melanjutkan hubungan ini melampaui persahabatan untuk mengejar pernikahan? 
~ Lampu hijau 1: Firman Allah
Allah menetapkan pernikahan, tetapi Ia juga menciptakan batasan-batasan di sekelilingnya. Contoh, jika orang yang sedang Anda pikirkan bukan seorang Kristen atau memiliki iman yang dipertanyakan, berhentilah di jalur Anda. Sebelum melanjutkan dalam suatu hubungan, carilah tuntunan Allah melalui firman-Nya yang tertulis.
~ Lampu hijau 2: Anda siap untuk pernikahan
Apakah Anda menyadari dan siap untuk memikul tanggung jawab sebagai suami dan istri? Apakah Anda telah mencapai tingkat kematangan rohani dan stabilitas emosional sebagai seorang lajang yang menjamin Anda melangkah ke dalam suatu komitmen seumur hidup? Apakah Anda siap secara finansial?
~ Lampu hijau 3: persetujuan dan dukungan dari orang tua Anda (atau wali, penasihat Kristen, dan teman-teman Kristen)
Anda menginginkan hikmat dan sudut pandang mereka yang mengasihi Anda dan dapat menilai Anda secara objektif. 
~ Lampu hijau 4: damai sejahtera Allah
Anda tidak dapat menggantikan damai sejahtera yang datang dari berjalan di dalam rencana Allah. Seringkali Anda akan merasakan adanya damai sejahtera Allah hanya pada saat ketiga lampu hijau di atas jelas.
3. Seorang pemuda sebaiknya menunjukkan rasa hormat terhadap orang yang bertanggung jawab pada pemudi yang disukainya (orang tua, kakek, atau pendetanya). Tidak peduli respon apa yang Anda terima dari orang tua si gadis, bersikaplah cukup rendah hati untuk mendengarkan dan menghormati mereka. Allah akan memberkati Anda karena melakukan hal tersebut.
4. Hubungan cinta yang didasarkan prinsip memiliki tujuan dalam pengejarannya akan pernikahan, bersikap melindungi dalam menghindari godaan seksual, dan bertanggung jawab kepada orang tua atau orang-orang Kristen lainnya.
Ketika kemajuan fisik terjadi, kemajuan jiwa berakhir. Dengan kata lain, segera setelah kita mulai berfokus pada sisi fisik dari hubungan kita, sisi rohani dan emosional terhenti kemajuannya. 
5. Ingatlah, dengan menunda keterlibatan seksual, Anda sedang menyimpan gairah dan berhubungan seksual untuk pernikahan Anda yang akan lebih berarti. Jangan membiarkan ketidaksabaran saat ini merampok Anda dari hubungan seksual yang murni dan menggairahkan dalam pernikahan.
Ketika Roh Kudus mengendalikan kehidupan kita, Ia akan menghasilkan buah-buah berikut ini di dalam diri kita: "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri" (Galatia 5:22-23).


ENAM BELAS: KELAK AKU AKAN MEMILIKI SEBUAH KISAH UNTUK DICERITAKAN
MENULIS SEBUAH KISAH CINTA YANG DENGAN BANGGA AKAN ANDA CERITAKAN
1. "Sejarah tidak pernah terlihat seperti sejarah ketika Anda sendiri yang mengalaminya. Hal itu terlihat membingungkan dan kacau, dan selalu terasa tidak nyaman" (John Gardner).
2. Bagaimana Anda akan memberi respon ketika suatu hari nanti Anda memandang ke belakang kepada kisah cinta Anda? Akankah cerita itu membawa air mata kebahagiaan atau air mata penyesalan yang mendalam? Akankah kisah itu mengingatkan Anda akan kebaikan Allah atau kurangnya iman Anda atas kebaikan Allah? Akankah kisah itu menjadi sebuah cerita tentang kesucian, iman, cinta yang tidak mementingkan diri sendiri? Atau akankah kisah itu menjadi cerita tentang ketidaksabaran, keegoisan, dan kompromi? Itu semua adalah pilihan Anda.


JOSHUA HARRIS
I KISSED DATING GOODBYE

 

No comments: