BAGIAN TIGA: MEMBANGUN GAYA HIDUP BARU
SEMBILAN: MEMULAI DENGAN SEBUAH DAFTAR YANG BERSIH
LIMA LANGKAH PENTING AGAR ANDA DAPAT SEJALAN DENGAN RENCANA ALLAH
Bagi banyak orang, mendapatkan hal yang benar berarti meruntuhkan terlebih dahulu apa yang salah. Dalam beberapa kasus, hal itu berarti mengakhiri hubungan-hubungan yang salah.
1. Langkah untuk memulai dan memelihara suatu gaya hidup yang berkenan kepada Tuhan dalam menjalin hubungan:
• Memulai dengan sebuah daftar yang bersih
Pertama-tama kita harus bertobat dari sikap dan perbuatan berdosa di dalam hubungan-hubungan kita. Pertobatan adalah perubahan arah yang didasarkan atas perubahan hati.
~ Memutuskan hubungan adalah hal yang sulit untuk dilakukan
Ketaatan hari ini akan meluputkan Anda dari banyak kesedihan dan penyesalan di hari esok.
~ Menyesuaikan fokus dari sebuah hubungan
Kadang tidak selalu berarti pemutusan hubungan, tetapi berarti memfokuskan kembali suatu hubungan untuk mencegahnya menuju ke arah yang salah.
~ Tidak saling menyalahkan
Jangan bertengkar atau saling menyalahkan. Jika Anda berbuat salah kepada orang itu, akuilah kesalahan Anda dan minta maaf kepadanya. Jangan membuat alasan.
• Jadikan orang tua Anda sebagai teman Anda satu tim
Kita mendapatkan pengetahuan yang undah dan hikmat ketika melakukan ini.
• Menetapkan rambu-rambu yang jelas
Kapan diperlukan untuk pergi keluar dengan seseorang, dan kapan hal itu dapat mengarah pada keintiman prematur? Berapa lama sebaiknya Anda menghabiskan waktu untuk bercakap-cakap di telepon dengan lawan jenis Anda?
• Ujilah siapa yang sedang berbisik di telinga Anda
Perhatikan siapa atau apa yang mempengaruhi Anda. Siapa dan apa yang Anda dengarkan, baca, perhatikan akan mendukung atau menentang komitmen Anda untuk mengejar yang terbaik yang disediakan Allah dalam hubungan dengan lawan jenis
• Padukan keyakinan Anda dengan kerendahan hati
Diperlukan hikmat dan kerendahan hati untuk menjawab dengan tepat pada situasi yang berbeda.
2. Ketika Anda menjelaskan pendirian Anda mengenai berkencan, buatlah pernyataan spesifik mengenai kehidupan Anda sendiri, bukan pernyataan umum mengenai orang lain. Berfokuslah pada apa yang yelah dikatakan oleh Allah di dalam hati Anda. Bersikaplah rendah hati dan jujur tentang bagaimana Anda berusaha untuk taat.
3. Jika seseorang mengajak Anda pergi, pastikan orang itu mengerti bahwa Anda tidak sedang menolak dia secara pribadi atau menolak kemungkinan untuk menjalin persahabatan. Buatlah menjadi jelas bahwa Anda tidak berada dalam suatu tempat di dalam kehidupan di mana Anda sedang mengejar hubungan yang lebih dari sekadar persahabatan.
SEPULUH: SEKADAR SAHABAT DALAM DUNIA "LAKUKAN SAJA, SOBAT"
KUNCI UNTUK MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN DENGAN LAWAN JENIS DI "ZONA ROMANTIS"
"Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni" (2 Timotius 2:22).
1. Bagi Paulus, sasaran dari persahabatan Kristen adalah kemuliaan Allah. Persahabatan itu bukan tanpa tujuan atau sekedar untuk menikmati saat yang baik. Keprihatian utama Paulus bukan agar kita mengembangkan keterampilan bersosialisasi--tetapi menjadi suatu ungkapan dari sebuah kerinduan yang menggebu-gebu bagi Allah dan kemuliaan-Nya.
Persahabatan sehat membutuhkan pengendalian diri dan sikap tidak berlebihan.
2. Menjadi konsisten itu penting--jangan menunjukkan kebaikan hanya kepada orang-orang yang menarik minat romantis Anda. Tetapi tunjukkanlah kebaikan kepada semua saudara-saudari seiman.
3. Empat langkah penting yang diperlukan dalam mempertahankan persahabatan yang sehat dengan lawan jenis:
• Memahami perbedaan antara persahabatan dan keintiman
C.S.Lewis menulis, "Kita menggambarkan sepasang kekasih berhadap-hadapan, tetapi sahabat berdampingan, mata mereka memandang ke atas". Kunci persahabatan adalah suatu sasaran atau tujuan yang sama yang difokuskan oleh orang-orang yang bersahabat.
• Jadilah inklusif, bukan eksklusif
Kita perlu melibatkan orang lain dalam kegiatan-kegiatan dan bukan mengisolasi diri kita dengan satu orang saja.
• Jadikan persahabatan sesama jenis sebagai prioritas
Persahabatan sesama jenis menjadi sumber dukungan, nasihat, cara pandang, dan rasa tanggung jawab yang penting.
• Mencari kesempatan untuk melayani, bukan dilayani
Dalam melayani kita menemukan persahabatan sejati. Dalam melayani kita bisa mengenal sahabat-sahabat kita lebih mendalami daripada sebelumnya.
"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan" (Roma 12:10-11).
4. Apakah inti hubungan kita dengan orang lain? Dengan hormat. Dan apakah rahasia semangat kita? Melayani--secara berdampingan bagi kemuliaan Allah. Dituntun oleh sikap ini, menjadi "sekedar teman" bisa menjadi suatu yang luar biasa.
SEBELAS: JAGALAH HATIMU
BAGAIMANA MEMERANGI PENCEMAR YANG BERUPA HAWA NAFSU, MABUK KEPAYANG, DAN SIKAP MENGASIHANI DIRI SENDIRI
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan" (Amsal 4:23).
1. "Ketika saya menjadi wanita dewasa dan mulai mempelajari apa yang ada di dalam hati saya, saya melihat dengan jelas bahwa, dari segala hal yang sulit diatur, tidak ada yang lebih sulit diatur daripada kehendak dan rasa sayang saya" (Elisabeth Elliot). Semakin cepat kita mengebali apa isi hati kita, itu lebih baik.
2. Kotoran-kotoran pencemar dalam menjaga hati:
• Mabuk kepayang
Untuk mematahkan pola mabuk kepayang ini, kita harus menolak pandangan bahwa sebuah hubungan manusia akan dapat memuaskan kita selengkapnya.
• Hawa nafsu
Untuk memerangi hawa nafsu di dalam diri kita, kita harus membencinya sebagaimana Allah sangat membencinya. Apa yang kita takut untuk melakukannya di hadapan manusia, seharusnya kita pun takut memikirkannya di hadapan Allah.
• Mengasihani diri sendiri
Ketika kita tenggelam dalam mengasihani diri sendiri, kita memalingkan fokus kita dari Allah--dari kebaikan-Nya, keadilan-Nya, kemampuan-Nya untuk menyelamatkan dari setiap keadaan.
Ketika saya merasa kesepian, saya lalu berpikir, Allah sedang memanggil saya kembali kepada-Nya.
3. Yesus, Anak Allah, yang di dalam Ibrani 7:25 dikatakan kepada kita, "senantiasa menjadi Pengantara" bagi kita, telah merasakan perasaan kesepian yang bisa dirasakan oleh Anda dan saya juga, dan Ia mengerti bagaimana rasanya menghadapi pencobaan. Ia akan menolong dan menopang kita ketika kita percaya kepada-Nya dan dengan setia menjaga hati kita.
DUA BELAS: MENEBUS WAKTU
MELAKUKAN YANG TERBAIK DARI KEHIDUPAN LAJANG ANDA
"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat" (Efesus 5:15-16). Versi lainnya berkata, "Berjalanlah dengan hati-hati, tidak seperti orang bodoh, tetapi orang bijaksana, tebuslah waktumu".
1. Tuhan telah mempercayakan kepada kita karunia dan talenta, Ia mengharapkan kita untuk menjaga dan menggunakan semua itu dengan bijaksana. Akankah kita mengembalikan kepada-Nya investasi-Nya di dalam diri kita? Ketika kita memfokuskan perhatian pada "menebus waktu", kita tidak hanya memaksimalkan setiap saat; tetapi kita juga akan mempersiapkan diri kita untuk masa berikutnya dalam kehidupan kita.
2. Ribka mampu memenuhi perjanjian ilahi Allah bagi kehidupannya karena ia setia melaksanakan kewajibannya saat itu. Kita akan memiliki unta-unta kita sendiri untuk diberi minum--hubungan-hubungan dan tanggung jawab saat ini yang terlalu mudah kita anggap remeh. Jika kita bijaksana, kita akan melihat tugas kita sebagai batu loncatan yang melemparkan kita masuk ke dalam rencana dan tujuan Allah bagi masa depan kita.
3. Pernikahan tidak akan mengubah kita menjadi manusia baru, pernikahan hanya akan bertindak sebagai sebuah cermin, menunjukkan diri kita yang sesungguhnya. Kita harus berlatih sekarang untuk menjadi apa yang kita inginkan di masa yang akan datang.
4. Beberapa bidang dimana kita dapat mempersiapkan diri ketika masih lajang:
• Berlatih berhubungan secara intim
Kita sebaiknya melatih keintiman dalam hubungan-hubungan yang memiliki ikatan komitmen, dimulai dengan keluarga kita.
• Berlatih mencari Allah bersama orang-orang lain
Belajarlah untuk berdoa bersama dengan orang lain. Jujurlah tentang bidang-bidang kelemahan Anda, dan mintalah kepada Allah seseorang yang dapat dipercaya yang dapat menjaga Anda agar tetap bertanggung jawab dalam bidang-bidang tersebut.
• Berlatih bertanggung jawab dalam bidang keuangan
Sekaranglah waktunya untuk mempelajari bagaimana membuat anggaran, menabung, dan memberi persepuluhan secara konsisten.
• Berlatih menjadi orang tua
Menjadi seorang ayah dan ibu yang baik dimulai ketika masih lajang.
• Berlatih keterampilan-keterampilan praktis dalam kehidupan
Mintalah kepada orang tua Anda untuk membiarkan Anda mengambil alih pemeliharaan rumah Anda, termasuk berbelanja, menyusun menu, dan memasak selama beberapa bulan.
5. Mempelajari keterampilan-keterampilan yang akan menjadikan kita pasangan yang baik adalah hasil sampingan dari kedewasaan dan keserupaan di dalam Kristus. Masing-masing kita harus mengembangkan kasih, kerendahan hati, kesabaran, pengampunan, dan tanggung jawab dalam kehidupan kita sendiri.
BAGIAN EMPAT: MEMANDANG KE DEPAN
TIGA BELAS: SIAP MENIKAH TETAPI TIDAK RELA BERKORBAN
KIAT MEMILIKI VISI YANG ALKITABIAH DAN REALISTIS MENGENAI PERNIKAHAN
1. "Perayaan pernikahan adalah suatu peristiwa, tetapi pernikahan itu sendiri adalah suatu kondisi keberadaan. Bukan tindakan yang terjadi hanya satu kali, tetapi suatu komitmen seumur hidup yang harus dikembangkan dan dipelihara" (Gary dan Betsy Ricucci, dalam buku Love that Lasts).
2. Apa itu pernikahan?
• Pernikahan adalah lembaga yang pertama (Kejadian 2:22-24)
• Pernikahan menggambarkan kesatuan supranatural antara Yesus dan gereja (Efesus 5:31-32)
• Pernikahan adalah suatu peristiwa yang telah Allah pilih untuk berlangsung selamanya (Wahyu 19:7)
• Pernikahan harus dihormati (Ibrani 13:4)
• Pernikahan adalah suatu proses pemurnian
Salah satu hadiah pernikahan terbesar yang akan Allah berikan kepada Anda adalah sebuah cermin diri yang adalah pasangan Anda.
3.Pernikahan yang bahagia membutuhkan usaha, kesabaran, disiplin diri, pengorbanan, dan sikap tunduk. Pernikahan yang berhasil memerlukan "ketekunan dan kedewasaan" dan, kita perlu menambahkab, suatu pengertian Alkitabiah mengenai rencana dan tujuan Allah bagi kita.
4. Bagi para gadis, mintalah segala sesuatu yang "besar dan sejati". Ketika Anda mempertimbangkan kemungkinan untuk menikah, jangan menurunkan standar-standar Anda untuk sesaat pun; pria manapun yang meminta Anda untuk melakukan hal tersebut tidak layak menghabiskan waktu Anda.
5. Bagi para pria, tidak ada hal yang kecil, tidak ada permainan untuk mengundang seorang gadis untuk menemani kita melalui kehidupan ini. Biarlah kita mendapatkan hak untuk membuat permintaan itu dengan berusaha menjadi pria berintegritas--para pria yang hatinya adalah samudera yang "kuat dan nyata". Kemudian, dan hanya setelah itulah seharusnya kita berdiri di pintu jiwa seorang wanita dan meminta izin untuk diberi masuk.
Kita perlu berkonsentrasi bukan hanya untuk menemukan orang yang tepat, tetapi yang lebih penting, menjadi orang yang tepat.
Ketika kemajuan fisik terjadi, kemajuan jiwa berakhir. Dengan kata lain, segera setelah kita mulai berfokus pada sisi fisik dari hubungan kita, sisi rohani dan emosional terhenti kemajuannya.
Ketika Roh Kudus mengendalikan kehidupan kita, Ia akan menghasilkan buah-buah berikut ini di dalam diri kita: "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri" (Galatia 5:22-23).
No comments:
Post a Comment