Sejak
aku kecil, mama mengajariku untuk suka baca buku en nulis. Dimulai dengan
membaca buku-buku cerita dongeng, kisah rakyat, en cerita pendek. Kemudian
dilanjutkan dengan membaca kisah hidup orang-orang terkenal seperti Alexander
Graham Bell, Thomas Alfa Edison, Wright bersaudara, dan sebagainya. Lalu komik
en novel ketika aku menginjak usia remaja. Akhirnya aku jatuh cinta pada yang
namanya buku en berbagai karya sastra.
Sejak aku SD, mama menyuruhku untuk menulis diary, hal-hal apa aja yang aku alami seharian itu, dengan bahasa khas anak kecil tentunya. Untuk yang satu ini, aku benci banget. Aku suka baca buku, tapi untuk menulis tuh susah banget. Jadi, aku menulis diary dengan super ogah-ogahan. Tapi aku nurut sama mama en tulisanku hanya berupa jadwal kegiatan dari aku bangun pagi sampai bobok malam harinya :P
Siapa yang pernah menyangka, bahwa usaha en didikan mamaku itu suatu saat membuahkan hasil? Nggak pernah ada yang tau kalo ternyata aku punya bakat terpendam di bidang tulis menulis, bahkan aku pun nggak nyangka. Aku nggak pernah membayangkan hari ini diriku bisa menulis en bisa menghasilkan tulisan demi tulisan di sebuah blog. Yang tentunya dibutuhkan perjuangan yang panjang sampai akhirnya aku bisa menulis dengan enjoy hari ini.
Entah waktu itu mama menyuruhku karena intuisinya sebagai seorang ibu yang mengenali bakat terpendamku, atau beliau hanya ingin mengajarkan hal yang baik untukku, aku nggak tau. Aku inget betapa jengkelnya aku saat mama nyuruh aku nulis diary. Aku inget betapa malasnya aku mengisi buku diary-ku dengan tulisan tangan seorang anak SD. Aku inget semua hal itu en hari ini aku tersenyum. Tersenyum karena aku tau bahwa Tuhan di atas sana bekerja melalui masa-masa pembelajaranku waktu itu.
Semua hal yang waktu itu kujalani dengan asal-asalan, jengkel en terpaksa, ternyata menghasilkan sesuatu yang positif hari ini, minimal positif buat diriku sendiri. Hari ini blog-ku bukan hanya menjadi sebuah jurnal pribadi bagi diriku, namun juga bisa menjadi sarana untuk aku menginjil dan berbagi kepada orang lain tentang apa saja yang aku pelajari, dan juga bisa memberkati orang lain yang membacanya.
Saat ini, aku bersyukur untuk seorang mama yang melatihku untuk sebuah tujuan yang besar, yang mungkin beliau sendiri tak pernah tau (namun Tuhan di atas sana mengetahuinya dan merencanakan sesuatu yang indah). Aku bersyukur untuk setiap masa pembelajaran yang Tuhan berikan padaku (saat dipaksa mama untuk menulis diary waktu kecil, saat nggak sengaja masuk ke organisasi pers di kampus, saat aku menghabiskan waktu-waktuku untuk membaca berbagai karya sastra). Aku bersyukur buat Tuhan yang diam-diam menenun kehidupanku. Nggak pernah ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Nggak pernah ada yang sia-sia ato terbuang percuma, karena Tuhan merancangkan segala sesuatu untuk tujuan yang besar.
“Aku bersyukur kepada-Mu oleh
karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku
benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku
dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi
yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya
tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya”
(Mazmur 139:14-16).
Bila kurenungkan kasih setia-Mu
Sungguhlah Engkau Penolongku
Dan dalam naungan kepak sayap-Mu
Jiwaku bersorak memuji Engkau
Reff: Kasih setia-Mu lebih dari
hidup
Biar bibirku memegahkan
Engkau
Seumur hidup ‘ku kan
memuji-Mu
Tanganku kunaikkan demi
nama-Mu
(Bila
Kurenungkan-Maria Shandi)
April
24th 2013
1:05
pm
No comments:
Post a Comment