BAGIAN SATU: TIDAK ADAKAH CARA YANG LEBIH BAIK?
SATU: INIKAH NAMANYA CINTA? DARI APA YANG DIRASAKAN BAIK, KEMBALI PADA YANG BAIK
1. Saya ingin menyenangkan Dia dalam hubungan-hubungan saya bahkan jika hal itu berarti terlihat radikal dan bodoh bagi orang lain--bahkan jika hal itu berarti mengucapkan selamat tinggal pada kencan.
"Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka" (2 Korintus 5:14-15).
2. Akitab mengajarkan bahwa jika kita sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus, kita mati bagi cara hidup kita yang lama. Sekarang kita hidup bagi Allah dan bagi orang lain. Setiap hubungan bagi seorang Kristen merupakan sebuah kesempatan untuk mengasihi orang lain seperti Allah telah mengasihi kita. Menginginkan kesucian dan kemurnian dari pasangan kita karena hal itu menyenangkan Allah dan melindungi pasangan kita.
3. Saya menyadari bahwa sementara persahabatan dengan lawan jenis itu menyenangkan, saya tidak berkepentingan untuk menarik hati seorang gadis dan meminta perhatian khusus darinya jika saya tidak siap untuk mempertimbangkan tentang pernikahan.
4. Dengan menghindari hubungan percintaan sebelum Allah memberi tahu saya bahwa saya telah siap, saya lebih baik menganggap gadis-gadis itu sebagai teman, dan saya dapat tetap bebas memfokuskan diri saya kepada Allah.
Kita perlu belajar untuk menjadikan firman Allah, dan bukan perasaan kita, sebagai penuntun. Ketika kita melakukan hal itu, kasih kita menjadi lebih berhikmat.
5. Ketika kita menjadikan kemuliaan Allah dan kebutuhan orang lain menjadi prioritas, kita memposisikan diri kita untuk menerima sukacita terbesar di dalam kehidupan kita.
DUA: SEBUAH PRINSIP KECIL DALAM MENJALIN HUBUNGAN (YANG MENUNTUN PADA PERUBAHAN BESAR)
SUKACITA DALAM MENIKMATI KEINTIMAN ADALAH UPAH DARI KOMITMEN
1. Sebuah hubungan yang intim adalah suatu pengalaman indah yang diinginkan oleh Allah untuk kita nikmati. Tetapi Allah telah menjadikan keintiman sebagai produk sampingan dari kasih yang didasarkan atas komitmen.
2. Amsal 3:3 berkata, "Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu". Allah menginginkan kasih dan kesetiaan saling berhubungan. Di dalam rencana-Nya, manfaat pribadi dari suatu hubungan intim--baik secara emosional maupun secara seksual--selalu terkait erat dengan kasih dan komitmen yang penuh pengorbann untuk kebaikan orang lain dalam jangka panjang.
Aturan Emas: memutuskan untuk melakukan apa yang terbaik bagi orang lain tanpa pernah menuntut keintiman yang tidak dapat Anda sejajarkan dengan komitmen Anda.
3. Dimanakah sukacita yang sejati? Sukacita itu ditemukan di dalam kasih Allah yang besar--kasih yang didasarkan atas kesetiaan, yang berakar pada komitmen. Sukacita keintiman adalah upah dari komitmen.
TIGA: TUJUH KEBIASAAN BERKENCAN YANG PALING MERUSAK
MENGENALI KECENDERUNGAN-KECENDERUNGAN NEGATIF DALAM BERKENCAN
1. Kencan itu sendiri bukanlah penyebab masalah yang kita lihat di dalam hubungan cinta. Orang-orang berdosa dan mementingkan diri sendiri adalah penyebabnya--sikap dan nilai-nilai kita yang salahlah yang membuat kencan menjadi rusak.
2. Kencan itu sendiri tidak membuat kita menjadi berdosa. Dan menghindarinya tidak akan menyelesaikan semua masalah dalam hubungan percintaan. Tetapi adalah bodoh jika kita berpura-pura mengatakan bahwa paling tidak berkencan itu sendiri bukan bagian dari masalah.
3. Tujuh kebiasaan berkencan yang sangat merusak ini adalah beberapa "penyimpangan" yang seringkali dibuat dalam hubungan cinta:
• Kencan cemderung melewatkan tahap persahabatan dalam suatu hubungan
Persahabatan adalah seperti dua orang yang berjalan berdampingan menuju suatu sasaran yang sama (C.S.Lewis). Jika daya tarik romantis terbentuk setelah mengembangkan suatu persahabatan, itu adalah bonus tambahan.
• Kencan seringkali menyamakan cinta dengan hubungan fisik
Keterlibatan fisik dapat merusak cara pandang mereka dan menuntun mereka pada pilihan yang tidak bijaksana. Allah juga tahu bahwa kita akan membawa kenangan dari keterlibatan fisik masa lalu ke dalam pernikahan kita. Ia tidak ingin kita hidup dengan perasaan bersalah dan penyesalan.
• Kencan seringkali mengisolasi pasangan dari hubungan penting lainnya
Perhatian khusus yang seringkali diharapkan dalam hubungan percintaan memiliki suatu kecenderungan untuk mengisolasi mereka dari teman-teman yang paling mengasihi mereka, anggota keluarga yang paling mengenal mereka, dan sedihnya, bahkan Allah, yang kehendak-Nya jauh lebih penting daripada cinta yang romantis.
• Kencan dapat mengalihkan perhatian kaum muda dari tanggung jawab utama mereka untuk mempersiapkan masa depan mereka
Salah satu kecenderungan yang paling menyedihkan dari berkencan adalah mengalihkan perhatian kaum muda dari mengembangkan kemampuan dan keterampilan mereka yang telah diberikan oleh Allah.
• Kencan dapat menyebabkan perasaan tidak puas terhadap karunia Allah mengenai keadaan lajang
Allah memberikan kepada kita masa lajang untuk bertumbuh, belajar, dan melayani. Kita menemukan keindahan yang sesungguhnya dengan cara menggunakan kebebasan kita untuk melayani Allah dengan bebas.
• Kencan dapat menciptakan suatu lingkungan palsu untuk mengevaluasi karakter orang lain
Salah satu alasan mengapa kencan itu menyenangkan adalah karena kencan memberikan kepada kita istirahat dari kehidupan nyata. Prioritas mereka seharusnya bukanlah menjauh dari kehidupan nyata; mereka membutuhkan dosis kuat akan realitas yang objektif.
• Kencan seringkali hanya menjadi tujuan akhir
Banyak hubungan di zaman sekarang terhenti pada "dating limbo", bukannya bertindak sebagai sebuah jembatan antara persahabatan dan pernikahan, kencan justru menjadi tujuan akhir, tidak benar-benar berakhir, tetapi juga tidak maju.
EMPAT: PERCINTAAN YANG MELAWAN ARUS
LIMA PERUBAHAN SIKAP UNTUK MEMBANTU ANDA MENGHINDARI KENCAN YANG MERUSAK
1. Lima sikap baru yang akan membantu kita melepaskan diri dari kebiasaan negatif dalam berkencan:
• Setiap hubungan adalah kesempatan untuk meneladani kasih Kristus
Dunia akan tahu bahwa kita mengikut Kristus dengan cara kita mengasihi orang lain. Karena itulah, kita harus mempraktikkan kasih sebagaimana yang didefinisikan oleh Allah--kasih yang sungguh-sungguh, tidak mementingkan diri sendiri, dan memiliki hati seorang hamba.
• Masa lajang saya adalah karunia Allah
Kita perlu memandang masa lajang sebagai suatu karunia, perlu belajar untuk merasa puas dengan persahabatan, selama Allah menginginkan kita untuk tetap lajang.
• Saya tidak perlu mengejar hubungan percintaan sebelum saya siap untuk menikah
Tuhan meminta agar kita bersabar menantikan dan selama masa penantian itu, berhubunganlah secara intim dengan keluarga dan juga jalani hubungan yang mendalam dengan saudara-saudari di dalam Tuhan.
• Saya tidak dapat "memiliki" seseorang di luar pernikahan
Sebelum kita siap untuk mengikat diri kita di dalam pernikahan, kita tidak memiliki hak untuk memperlakukan siapapun seolah-olah orang itu adalah milik kita.
• Saya akan menghindari situasi-situasi yang dapat membuat saya berkompromi mengenai kesucian tubuh atau pikiran saya
Kesucian adalah lebih dari sekadar mempertahankan keperawanan. Di mana, kapan, dan dengan siapa Anda memilih untuk menghabiskan waktu Anda akan mengungkapkan komitmen sejati Anda terhadap kesucian.
2. Jika kita ingin menjalani kehidupan "sesuai dengan gaya Allah", kita harus merangkul suatu pola kehidupan yang revolusioner. Mengubah sikap Anda dalam berkencan adalah suatu hal yang hanya dapat Anda lakukan dengan pertolongan Allah.
3. Memilih untuk tidak memainkan permainan berkencan tidak berarti menolak persahabatan dengan lawan jenis, persahabatan, hubungan cinta, atau pernikahan. Meninggalkan berkencan adalah suatu produk sampingan dari kerinduan utama Allah bagi kita untuk membuat diri kita mencari Dia dengan sepenuh hati.
BAGIAN DUA: INTI PERMASALAHAN
LIMA: MENCARI KATA "CINTA" DALAM KAMUS ALLAH
MEMPELAJARI DEFINISI YANG SESUNGGUHNYA
1. Sebagai orang Kristen, kita memperagakan kasih Allah kepada dunia. Ketika berkencan, kita mewakili kasih Allah, bukan hanya terhadap orang yang berhubungan dengan kita, tetapi juga bagi orang-orang yang memperhatikan kita.
2. Pola-pola dunia mengenai kasih:
• Kasih terutama adalah untuk kepuasan dan kenyamanan diri sendiri
• Kasih terutama adalah perasaan
• Kasih ada di luar kendali kita
3. Allah selalu mendefinisikan kasih dengan menunjuk kepada Anak-Nya. Kasih Allah yang sempurna bagi dunia yang telah jatuh paling jelas terlihat dalam kematian Anak-Nya. Penangkal racun dari Kristus terhadap racun cinta pada diri sendiri adalah Salib. Yesus berkata, "Setiap orang tang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku" (Matius 16:24).
Kasih sejati selalu mengungkapkan dirinya dalam ketaatan kepada Allah dan pelayanan kepada orang lain.
4. Ketika kita mencabut racun cinta pada diri sendiri, seluruh motivasi kita dalam melakukan hubungan dengan sesama diubahkan. Lebih banyak perubahan terjadi ketika kita mengasihi dengan kasih Kristus.
"Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi" (Yohanes 13:35).
5. Ketika kita berhubungan dengan orang lain pada saat ini, kita membentuk pola-pola yang akan kita bawa ke dalam pernikahan kita. Karena alasan ini, kita harus mempraktekkan bukan saja kasih yang tidak pura-pura, tetapi juga kasih yang didasarkan atas komitmen. Cinta sejati bersedia menunggu saat yang tepat untuk membuat komitmen terhadap kasih yang diajarkan Allah--kasih yang tetap kokoh, tak pernah padam, dan memiliki komitmen total.
Berkomitmen, sungguh-sungguh, tidak mementingkan diri sendiri, bertanggung jawab--menunjukkan tentang kasih Allah. Inilah waktunya untuk membiarkan definisi Allah tentang kasih menetapkan kembali cara hidup kita.
ENAM: SESUATU YANG BENAR PADA WAKTU YANG TIDAK TEPAT ADALAH SESUATU YANG SALAH
BAGAIMANA MENCEGAH KETIDAKSABARAN AGAR TIDAK MENCURI KARUNIA HIDUP MELAJANG
"Hanya dengan belajar menunggu, dan dengan kemauan untuk menerima hal yang buruk bersama hal yang baiklah biasanya kita akan bisa mencapai hal-hal yang sungguh-sungguh berharga" (William J. Bennet).
1. Tiga kebenaran sederhana yang dapat membantu mengoreksi sikap-sikap yang salah tentang penetapan waktu yang tepat untuk menjalin hubungan:
• Hal yang benar pada waktu yang tidak tepat adalah hal yang salah
Usaha kita untuk mendahului waktu Allah dapat merusak keindahan rencana-Nya bagi kehidupan kita.
• Anda tidak perlu membeli apa yang tidak mampu Anda beli
Keintiman membutuhkan komitmen. Jika saya tidak berada di posisi membayar komitmen secara tunai, saya tidak bisa membeli pasangan hidup saya kelak.
• Masa lajang adalah sebuah karunia dari Allah
Allah tidak menggunakan keadaan lajang kita untuk menghukum kita. Ia telah menciptakan masa ini sebagai suatu kesempatan yang tak tertandingi untuk memberikan pengabdian yang sepenuhnya kepada Allah. Dan sebagai suatu masa untuk bertumbuh dan melayani yang tidak seharusnya kita terima begitu saja atau kita izinkan terlewatkan.
2. Allah hanya meminta kita untuk menunggu. Menunggu waktu Allah memerlukan kepercayaan akan kebaikan dan hikmat-Nya. Kita mengembangkan kesabaran ketika kifa mempercayai bahwa Allah tidak memberikan apa yang kita anggap baik hanya karena Ia memiliki sesuatu yang lebih baik bagi kita--entah saat ini maupun di masa yang akan datang.
3. Kita tidak akan pernah mencapai kepuasan apabila kita menjadikannya sebagai tujuan akhir. Kepuasan diperoleh pada saat kita menjadikannya sebagai suatu keadaan dalam pikiran. Kunci kepuasan adalah kepercayaan. Jika kita membiarkan ketidaksabaran mengarahkan kita, kita akan kehilangan karunia saat ini.
4. Keadaan lajang adalah suatu karunia. Marilah bersukacita di dalamnya dan nikmatilah kesempatan-kesempatan yang ada hari ini. Marilah kita berlatih memercayai Allah dengan terlebih dahulu mencari Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya dengan segenap hati kita dan membiarkan Allah sendiri yang membuat perencanaan.
5. Jika Allah tahu bahwa Anda siap untuk membuat komitmen yang bertanggung jawab, Ia akan menunjukkan orang yang tepat pada saat yang tepat. Marilah jalani kehidupan kita saat ini bagi Kerajaan Allah dan percayakan hari esok kita kepada-Nya. Kita tidak bisa meletakkan masa depan kita ke tangan yang lebih baik. Yang perlu kita lakukan adalah percaya.
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan" (Yeremia 29:11).
TUJUH: JALAN MENUJU KESUCIAN
BAGAIMANA UNTUK BISA MASUK KE JALAN MENUJU KEBENARAN
1. Jika kita sungguh-sungguh ingin menjalani kehidupan yang suci, kita tidak boleh membiarkan diri kita sedetik pun berpaling dari pengejaran akan kebenaran.
Kejatuhan Daud ke dalam dosa tidak terjadi dalam sekali lompatan. Daud tidak berada dimana seharusnya ia berada--ia tidak berasa di garis depan dalam pertempuran Allah.
2. Ketidaksucian bukanlah sesuatu yang kita lakukan secara tiba-tiba. Hal itu terjadi ketika kita kehilangan fokus kita terhadap Allah. Hal itu dimulai di dalam hati kita, di dalam motivasi dan sikap kita. "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Matius 5:28).
3. Bagaimana menghindari "jalur melandai" menuji ketidaksucian? "Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya" (Amsal 7:25). Menjalani suatu kehidupan yang suci di hadapan Allah membutuhkan kerjasama antara hati dan kaki Anda. Jalan menuju kesucian dimulai di dalam hati; Anda harus mendukungnya dengan keputusan-keputusan praktis setiap hari mengenai kemana, kapan, dan dengan siapa Anda memilih untuk berada.
4. Petunjuk untuk membantu kita memelihara jalan menuju kesucian dengan hati dan kaki kita:
• Menghormati pentingnya keintiman fisik
Allah merancang seksualitas sebagai suatu ekspresi fisik dari kesatuan dalam pernikahan. Allah menjaganya sangat hati-hati dan menempatkan banyak ketentuan karena Ia menganggap hal itu sangat berharga.
• Menetapkan standar-standar yang sangat tinggi
Kita hanya dapat mencapai kebenaran dengan melakukan dua hal--menghancurkan dosa mulai dari tahap embrio dan melarikan diri dari godaan.
• Jadikan kesucian orang lain sebagai prioritas
Sebagai pria, kita perlu berhenti bertindak seperti pemburu yang berusaha menangkap para gadis dan mulai melihat diri kita sebagai tentara yang melindungi mereka.
Sebagai wanita, kita perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar mode ketika berbelanja pakaian.
5. Kesucian adalah jalan masuk kepada semarak ciptaan Allah. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya" (Mazmur 24:3-4). Hanya orang yang suci hatinya bisa melihat wajah-Nya. Hanya orang yang suci hatinya dapat menjadi Bait Roh Kudus-Nya.
DELAPAN: MASA LALU YANG DIBERSIHKAN: SEBUAH RUANGAN
BAGAIMANA YESUS DAPAT MENEBUS MASA LALU ANDA
1. Hanya karena kita mengakui perbuatan dosa atau menyesalinya tidak berarti kita diampuni. Penyesalan yang mendalam tidak dapat menyelamatkan seseorang. Hanya iman di dalam Kristus yang dapat. Hanya percaya pada kematian dan kebangkitan-Nya bagi kita.
2. "Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!" (Roma 13:12). Masa lalu tidak perlu menentukan masa depan kita. Saat ini kita memiliki pilihan tentang bagaimana kita akan hidup. Apakah kita akan menetapkan hati kita pada Allah dan berjalan di dalam jalan-Nya?
3. Mungkin Anda memiliki sebuah kenangan khusus yang terus menghantui Anda, sebuah kenangan yang membuat Anda merasa tidak layak menerima kasih dan pengampunan Allah. Berpalinglah darinya. Jangan mengingat-ingat hal tersebut lagi. Jika Anda telah menolak segala perbuatan tersebut, Allah telah berjanji untuk tidak mengingatnya lagi (Ibrani 8:12). Berjalanlah terus. Suatu kehidupan yang suci menanti Anda.
JOSHUA HARRIS
I KISSED DATING GOODBYE
No comments:
Post a Comment