August 25, 2019

HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE IN THE DIGITAL AGE PART II (DALE CARNEGIE)

BAGIAN III: CARA MENDAPATKAN DAN MENJAGA KEPERCAYAAN ORANG LAIN
I. HINDARI ARGUMEN
1. Berdebat dengan orang lain jarang sekali membuahkan hasil untuk Anda; biasanya perdebatan berakhir dengan salah satu pihak semakin yakin dengan kebenarannya.
2. Anda harus lebih menghargai interdependensi dibandingkan independensi dan memahami bahwa negosiasi dengan rasa hormat itu lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan percekcokan.
3. Cara membangun kebiasaan untuk menghindari argumen adalah mengakui bahwa kemungkinan untuk mendapatkan hasil-hasil intrapersonal yang lebih hebat menjadi lebih besar saat pengalaman dan wawasan Anda dipadukan dengan pengalaman dan wawasan orang lain.


II. JANGAN PERNAH BERKATA, "KAU SALAH"
1. Negosiasi menjadi lebih produktif saat setiap pihak mengakui bahwa pihak lain memiliki kecemasan yang beralasan.
2. Nuansa atau perbedaan yang halus, adalah sebuah konsep yang penting untuk diingat saat sedang berargumentasi. Ketidaksetujuan seringkali berupa perselisihan kecil yang bisa dengan mudah dinegosiasikan jika kita duduk di meja perundingan dengan pikiran yang lebih terbuka.
3. Seluruh pemecahan masalah, kolaborasi, dan jalan keluar perselisihan yang efektif dimulai dengan mengosongkan pikiran--dari apa yang kita ketahui dan apa yang kita pikir harus kita ketahui.
4. Sebenarnya di balik keyakinan bahwa orang lain itu salah, terdapat sebuah pengakuan yang tak terucapkan bahwa kita tidak ingin ditolak. Karena tidak ingin menjadi pihak yang salah, kita pun memproyeksikan kesalahan tersebut kepada orang lain.
5. Memberitahu orang bahwa mereka salah hanya akan membuat orang memusuhi Anda. Anda bisa memberitahu bahwa seseorang itu salah hanya dengan melalui tatapan atau gerak gerik, jadi Anda harus menjaga diri agar tidak terkesan menghakimi dalam setiap cara komunikasi Anda.
6. Walaupun bisa jadi Anda benar dan pihak lain salah, tidak ada gunanya mengusik ego seseorang atau merusak sebuah hubungan secara permanen.


III. AKUI KESALAHAN DENGAN CEPAT DAN SUNGGUH-SUNGGUH
1. Satu alasan kenapa kita merasa begitu sulit untuk mengakui kesalahan kita adalah kita cenderung melupakan pesan yang terkandung dalam permintaan maaf. Jika kita langsung mengakui kesalahan kita dengan sungguh-sungguh, sikap tersebut sama saja seperti mengirimkan sebuah press release ke seluruh dunia untuk mengkonfirmasikan bahwa kita sungguh-sungguh peduli dengan orang-orang yang kita sakiti, bahwa kita merasa rendah diri, dan kita ingin meluruskan permasalahan. Kita lebih bersedia memaafkan mereka yang mau mengakui kesalahan mereka.
2. Kita semua terkadang lupa bahwa ada semacam kepuasan dengan memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan. Sikap tersebut tidak hanya melegakan diri dari rasa bersalah dan keinginan untuk membela diri, tetapi juga kerap membantu memecahkan masalah yang timbul karena kesalahan tersebut dengan lebih cepat.
3. Saat kita menyadari dan mengakui kesalahan kita, respon yang diberikan orang lain biasanya dalam bentuk pengampunan dan kebaikan hati. Saat kita melalaikan tanggung jawab atau menolak untuk mengakui kesalahan, dengan cepat kita membuat orang-orang di sekitar kita semakin gusar dan kesalahpahaman pun tumbuh dan menimbulkan dampak negatif.


IV. AWALI DENGAN SIKAP RAMAH
1. Keramahan mendapatkan keramahan. Kita cenderung setuju dengan orang lain atau melihat hal-hal dari perspektifnya saat kita memiliki perasaan yang akrab dengan seseorang.
2. Ada perbedaan besar antara keterlibatan dan minat. Minat dapat dibangkitkan dengan berbagai cara, kebanyakan cara tersebut tidaklah baik. Keterlibatan terjadi dalam sebuah level yang lebih dalam saat nilai-nilai inti seseorang disentuh.
3. Jika Anda ingin suara Anda menjangkau melewati kebisingan dan menembus permukaan agar orang lain bergerak ke arah Anda, awalilah dengan sikap ramah. Kesan pertama yang ditimbulkannya jauh lebih diingat dibandingkan segala sesuatu yang dipancing oleh menarik perhatian yang paling keras dan paling provokatif di dunia ini.


V. MENGAKSES AFINITAS
1. Siapa yang Anda dapatkan tidak ditentukan oleh apa yang Anda inginkan. Dia ditentukan oleh siapa diri Anda.
2. Semakin banyak "ya" yang Anda dapatkan dari awal sebuah interaksi, bahkan jika semuanya tidak begitu berkaitan dengan proposal yang sesungguhnya, semakin besar kemungkinan yang Anda dapatkan untuk membuat orang itu terus setuju dengan Anda. Mendapatkan kata "ya" jauh lebih mudah jika Anda memulai dengan kata "ya".
3. Menetapkan kesamaan atau afinitas sedari awal adalah bentuk baru dari kata "ya". Semakin banyak kata "ya" yang Anda dapatkan di awal, semakin besar kemungkinan Anda untuk berhasil mendapatkan kata "ya" untuk ide, solusi, atau transaksi Anda. Akseslah afinitas secepat dan sesering mungkin.


VI. BIARKAN ORANG LAIN MENDAPAT PENGAKUAN
1.  Walaupun mudah untuk mengerti kenapa kita ingin mendapatkan penghargaan atas sebuah kesuksesan yang kita raih, tindakan mengklaim penghargaan ini tidak akan membuat Anda mendapatkan teman. Hal ini juga akan meredupkan pengaruh Anda dengan lebih cepat dibandingkan tindakan lainnya.
2. Kenapa pengakuan kerap kali dicuri ketimbang dibagi? Tersangka utamanya adalah rasa takut. Seperti Laut Mati, saat kita menyimpan segala sesuatu yang segar dan bagus untuk diri kita sendiri, kita mengubah kehidupan kita menjadi sup air mata yang sangat asin.
3. Seringkali kita mendengar orang berkata agar bisa sukses, kita harus dikelilingi oleh orang-orang yang sukses. Anda bisa berusaha menjalin pertemanan dengan mereka yang sudah sukses, atau Anda bisa mencari kesuksesan bagi mereka yang sudah berteman dengan Anda. Kesuksesan Anda selalu sepadan dengan jumlah orang yang ingin menyaksikan Anda sukses.
4. Menyerahkan pengakuan adalah cara hidup yang Anda tanam dalam hubungan-hubungan Anda karena begitu bersyukur dengannya dan apa yang hubungan ini berikan kepada Anda. Sikap ini berarti mengedepankan kesuksesan dan kemajuan orang lain terlebih dahulu--dan menaruh keyakinan di dalam diri Anda sendiri dan di dalam kekuatan hubungan timbal-balik.
5. Timbal balik adalah produk alami dari sebuah hubungan ketika dua orang saling berbagi rasa senang dan sakit. Dalam hubungan sejati, teman mencari cara untuk membalas kebaikan temannya.
6. Semakin banyak Anda menyerahkan pengakuan kepada orang lain atas sesuatu yang Anda lakukan, Anda pun menjadi semakin diingat, dan pada akhirnya semakin banyak pengakuan yang Anda dapatkan.
7. "Tidak ada batasan dari apa yang bisa dilakukan seseorang, atau kemana orang itu bisa pergi, jika dia tidak keberatan dengan siapa yang mendapatkan pengakuan" (Ronald Reagan). Kesuksesan bukanlah mengenai perhatian dan pujian. Kesuksesan adalah mengenai kemitraan dan kemajuan.


VII. TERLIBAT SECARA EMPATIK
1. Saat Anda meluangkan waktu untuk melihat dari perspektif orang lain, Anda akan bersimpati pada perasaan dan gagasannya. Saat berurusan dengan seseorang, selalu tanyai diri Anda, "Apa yang akan aku rasakan, bagaimana reaksiku, jika aku berada di dalam posisinya?"
2. Kebanyakan orang hanya mencari seseorang yang bersedia mendengarkan mereka dan bersimpati dengan keadaan buruk yang mereka alami, tak peduli seberapa kecil atau besar masalah mereka. Jika Anda bisa melakukannya untuk orang lain, berarti Anda memberikan hadiah untuk mencerahkan harinya, atau bahkan minggu atau bulannya.
3. Dengan meluangkan waktu untuk meneliti keadaan orang lain saat ini, Anda pun tidak membuat asumsi akan diri mereka. Jika seseorang penting bagi Anda, Anda menghabiskan setiap detik untuk berusaha memahami perspektif orang itu dengan lebih baik.
4. Empati adalah kekuatan yang tak terelakkan dari pendekatan berdasarkan kemurahan hati dan pengertian.


VIII. GUGAH SIFAT MULIA
1. Menggugah sifat baik dalam diri orang-orang yang ingin Anda pengaruhi bisa memberikan imbalan yang hebat untuk Anda.
2. Kunci untuk pertumbuhan yang sukses dan dampak positif di dalam dan di luar pasar adalah "bisnis kemanusiaan".
3. Agar dapat memiliki hubungan yang sejati dengan orang lain, Anda harus memuliakan martabat mereka. Dengan begitu, Anda pun memuliakan martabat Anda sendiri. Cobalah menggugah sifat baik dan Anda pun dapat menggerakkan orang banyak, dan menggerakkan diri Anda sendiri bersama dengan mereka.


IX. BERBAGI PERJALANAN
1. Manusia tidak ingin diperlakukan sebagai komoditas. Manusia ingin merasa penting dan cara terbaik untuk menunjukkannya adalah dengan memperbolehkan mereka terhubung dengan sebuah kisah yang lebih besar.
2. Saat sebuah pesan menjadi sebuah misi, mereka akan menceritakan kisah Anda kepada orang lain yang bersedia mendengarkannya. Dengan melakukannya, mereka menjadi pendukung terbesar dalam memasarkan produk Anda. Pelajaran yang bisa dipetik: pengaruh itu diberikan.
3. Agar ide Anda bisa benar-benar menonjol, sebaiknya Anda mengambil pendekatan yang unik. Lakukan sesuatu yang tidak dilihat orang-orang setiap harinya. Bagikan kisah Anda dan orang lain pun akan bersedia membagi kisah mereka. Bersama-sama Anda akan menciptakan sebuah kisah yang baru dan lebih besar.
4. Semakin banyak orang yang berbagi perjalanan dengan Anda, semakin banyak yang bisa diraih bersama. Saat perjalanan Anda menjadi perjalanan kita, kita sama-sama tertarik untuk melihat kemana perjalanan ini mengarah.

X. BERIKAN TANTANGAN
1. Kompetisi adalah salah satu realitas yang paling menarik di dunia. Koneksi diperlukan agar kita terus berusaha, sementara kompetisi diperlukan agar kita terus berjuang.
2. Tantangan mengubah kehidupan. Tantangan juga sama pentingnya dengan tanggapan atas tantangan tersebut. Tantangan yang menginspirasi dan mendorong sangatlah berbeda dari tantangan yang mematahkan semangat dan membuat depresi.
3. Carilah sebuah afinitas yang bisa mendorong sebuah kompetisi yang bisa memiliki arti lebih dari sekadar mencapai garis akhir, tetapi juga menawarkan pertemanan yang bertahan lama dan menggabungkan pengaruh untuk perubahan yang positif.


BAGIAN IV: CARA MENUNTUN PERUBAHAN TANPA PENOLAKAN ATAU KEBENCIAN
I. AWALI DENGAN POSITIF
1. "Tanggung jawab pertama seorang pemimpin adalah menjelaskan kenyataan yang ada. Tanggung jawab terakhir adalah mengucapkan terima kasih. Di antara kedua tanggung jawab itu, pemimpin menjadi seorang pelayan" (Max DePree).
2. Menuntun dengan positif dan menolak dorongan untuk menimbulkan drama adalah alat yang bisa membantu memperkuat tekad kita, teknik untuk membantu kita melangkah dengan percaya diri ke dalam masalah.
3. Pertama, pujian yang Anda lontarkan harus tulus dan dari dalam hati, bukan hanya semacam alat untuk mengulur waktu sementara Anda menyusun kritik yang ingin Anda sampaikan. Kedua, Anda harus bisa menciptakan arus yang mulus dari satu titik ke titik lain. Ketiga, setelah memuji, lebih baik Anda memberikan saran yang membangun ketimbang kritik.


II. AKUI KEKURANGAN ANDA
1. Mengakui kesalahan diri--bahkan saat orang itu belum memperbaikinya--bisa membantu meyakinkan lawan bicara untuk mengubah perilakunya sendiri.
2. Agar dapat meninggalkan jalan kegagalan yang berkesinambungan, pertama-tama yang harus dilakukan adalah menuturkan dua kata yang paling sulit untuk dituturkan: "saya salah". Kita harus membuka mata, mengakui kesalahan, dan bersedia bertanggung jawab secara penuh untuk tindakan-tindakan dan sikap yang salah saat ini.
3. Kesalahan adalah sebuah kesempatan untuk menunjukkan pribadi dan pemimpin macam apa kita ini. Seberapa baik Anda berani mengakui bahwa kesalahan Anda memiliki kesan yang lebih besar dibandingkan kesuksesan Anda.


III. SAMPAIKAN KESALAHAN TANPA MENARIK PERHATIAN
1. Menarik perhatian secara tidak langsung kepada kesalahan seseorang sangatlah berguna dalam menghadapi orang-orang yang mungkin membenci kritik secara langsung.
2. Terkadang cara terbaik untuk memperbaiki sikap bukanlah dengan menghukum sikap yang salah secara terbuka, tetapi memanfaatkan situasi yang ada untuk membangun kepercayaan diri dan koneksi yang lebih dalam.
3. Sebaiknya kita mengkonfrontasi kesalahan dengan jujur, tidak menggunakannya sebagai kesempatan untuk mengutuk. Lakukanlah dengan menyampaikan kesalahan mereka tanpa menarik perhatian dan dengan mengembalikan kepercayaan diri dan kekuatan mereka.


IV. LEBIH BAIK MENGAJUKAN PERTANYAAN DARIPADA MEMBERI PERINTAH SECARA LANGSUNG
1. Dengan bertanya, kita membuat orang-orang yang ingin kita pengaruhi menjadi semakin terlibat.
2. Melontarkan pertanyaan tidak hanya membuat sebuah perintah terdengar lebih menyenangkan dan mengurangi rasa jengkel, seringkali tindakan ini memancing kreativitas dan inovasi dalam memecahkan masalah yang ada.


V. PERINGAN KESALAHAN
1. Hanya sedikit dari kita yang meluangkan waktu untuk memikirkan cara membuat orang lain menyelamatkan mukanya. Kita tidak mengindahkan perasaan orang lain, menggunakan cara kita, mencari kesalahan, menuturkan ancaman. Sebenarnya kita bisa mengucapkan satu atau dua patah kata untuk menenangkan orang lain, memikirkan perasaan orang lain, mengajak mereka bicara secara tertutup--hal apapun untuk meringankan rasa sakit yang ditimbulkan.
2. "Memaafkan dan mengingat", sebuah jalan yang penting untuk diambil agar dapat belajar dari kesalahan dan mengubah perilaku. Tujuannya adalah untuk membantu individu meraih akuntabilitas sambil mengatasi masalah kegagalan, sebuah pertarungan dalam diri semua orang yang menyurutkan semangat.
3. Membuat orang merasa aman untuk melakukan kegagalan adalah sebuah cara untuk memastikan mereka akan lebih siap dalam mengakui kesalahan mereka, lebih cepat pulih dari kesalahan tersebut, dan lebih bisa menarik pelajaran darinya.
4. Lima tindakan yang bisa digunakan untuk menanamkan pertahanan organisasi:
• Akui bahwa kegagalan terjadi
• Dorong timbulnya dialog untuk menumbuhkan kepercayaan
• Pisahkan orang dari kesalahannya
• Belajar dari kesalahan Anda
• Ciptakan sistem resiko dan sistem kegagalan
5. Yang harus kita ingat saat menghadapi seseorang yang telah membuat kesalahan adalah cara orang tersebut menghadapi kesalahan tergantung dari dukungan yang diterimanya saat melewati momen tersebut dan menarik pelajaran darinya.


VI. FOKUS PADA KEMAJUAN
1. Pujian dan semangat: dua elemen penting dalam memotivasi seseorang untuk mewujudkan potensi mereka, untuk memperbaiki atau mengatasi tantangan.
2. Saran untuk memuji orang di sekitar Anda:
• pujilah dari hati dengan tulus dan ikhlas
• pujilah secepat mungkin
• pujilah dengan spesifik
• pujilah orang di depan umum
3. Inti dari pemberian semangat adalah menunjukkan keyakinan Anda pada talenta, bakat, dan kemampuan orang lain karena orang tersebut ada, tidak peduli seperti apa situasinya saat ini.
4. Hal yang bisa kita gunakan untuk menciptakan lingkungan yang mendorong semangat:
• Prioritaskan hubungan yang sehat
• Berikan semangat setiap harinya
• Bersikap melibatkan
• Jangan biarkan konflik berlarut-larut
• Bersenang-senanglah
5. Ingatlah, kemampuan menjadi layu saat didera kritik dan mekar saat diberi semangat. Berfokuslah pada kemajuan maka Anda pun membawa bakat orang lain ke titik maksimum.


VII. SEMATKAN REPUTASI YANG BAIK KEPADA ORANG LAIN
1. Saat Anda memberikan nilai A, Anda akan mendapati diri Anda berbicara kepada orang-orang bukan dari posisi untuk menakar apakah mereka sesuai standar Anda atau tidak, tetapi dari suatu posisi dengan rasa menghormati yang memberikan ruang kepada mereka untuk menyadari diri mereka sendiri. Nilai A ini bukan harapan yang harus diwujudkan, tetapi kemungkinan yang bisa terjadi.
2. Agar dapat mengubah perilaku seseorang, ubahlah level kehormatan yang diterimanya dengan memberikan reputasi bagus yang bisa diembannya. Bersikaplah seakan-akan sifat yang berusaha Anda inginkan dari dirinya sudah menjadi salah satu bagian dari karakteristik luar biasa orang tersebut.


VIII. TERUS TERHUBUNG PADA PIJAKAN YANG SAMA
1. Kenapa pijakan yang sama itu begitu penting? Agar seseorang pemimpin dapat memengaruhi sikap atau perilaku orang lain dengan efektif.




DALE CARNEGIE
HOW TO WIN FRIENDS AND INFLUENCE PEOPLE IN THE DIGITAL AGE




No comments: