October 24, 2018

KECERDASAN ROHANI (PETRUS AGUNG PURNOMO)

BAB 1: ROH KANAAN
1. Kanaan artinya direndahkan, sesuai dengan kutukan Nuh. Tetapi arti lainnya adalah "merchant" atau pedagang. Gereja adalah Israel rohani, secara rohani roh dagangnya ikut. Saat Yesus marah di Bait Allah, meja tempat penukar uang Dia balikkan, Ia mengusir hewan-hewan yang ada dengan cemeti tali. Yang lain disingkirkan, yang Dia kembalikan burung merpati. Sebab roh itu mau mencoba menempel ke Bait Allah, yang adalah gereja Tuhan, yang mau ditempeli roh dagang.
2. Sebab itu jangan menganggap ibadah sebagai sumber keuntungan. Memang kalau cukup dan limpah itu baik, tetapi jangan cari keuntungan dalam ibadah, ibadah ya ibadah tetapi jangan berdagang. Kalau kita tidak bisa mengatasi dan mengendalikannya, maka kutuknya tidak bisa dipatahkan dalam hidup kita.
3. Untuk melawan roh dagang itu, haruslah ada roh rela berkorban. Kalau cara korbanmu dengan Tuhan, baik itu harta maupun hidupmu mulai goyah, itu artinya Anda dikuasai roh Kanaan. Tetapi kalau engkau berani mengorbankan yang paling berharga dari hidupmu, apapun yang Dia minta engkau taat, itu tandanya engkau sudah menang melawan roh Kanaan dan Anda akan menikmati Kanaan tanpa kutuk di atasnya. 
4. Roh dagang membuat Anda harus berspekulasi yang tidak menentu, karena dagang tidak pernah jelas, semuanya tergantung untung rugi. Tetapi berkat Tuhan terjadi bukan karena mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan oleh kekuatan Tuhan. Ada masanya berdagang, kalau terjadi resesi, semua akan habis. Tetapi Tuhan berkata: "Kamu resepsi saja, menikmati Aku; yang lain boleh collapse, Gosyen tetap Aku pelihara".
5. Jangan pernah berpikir: "Oleh karena kekuatan tangankulah aku memperoleh kekayaan ini". Anda harus menyadari bahwa semuanya adalah karena Dia yang memberikan kepada kita the power to get wealth. Kalau orang melihat kita, apakah orang akan berjumpa dengan Tuhan yang menyertai kita? Atau orang hanya mau belajar prinsip-prinsip dari kita? Itu jauh berbeda.


BAB 2: UJIAN AKHIR KEHIDUPAN
1. Banyak orang berkata ingin menjadi dirinya sendiri, tetapi sebenarnya di dalam Tuhan kita diajar untuk hidup makin hari semakin serupa dengan Kristus.
2. Tuhan mau berkata: "Semua anak-anak-ku akan menghadapi ujian demi ujian dalam hidupnya, karena kini sudah akhir dari akhir zaman". Di sedang menyiapkan pasukan-Nya yang luar biasa. Karena itu tidak ada cara lain kecuali kita harus menghadapi ujian itu.
3. Matius 3:15, Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya. Orang yang hidupnya hanya dikuasai oleh satu keinginan saja yaitu mau melakukan kehendak Allah, maka Bapa berkenan kepadanya.
4. "Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa" (Yohanes 12:26). Bapa lebih berkenan kepada orang-orang yang hatinya melekat dengan Dia, lebih dariada orang-orang yang hanya melayani Dia. Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia (Yohanes 14:23).
5. "Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli" (Lukas 3:23). Memang betul tanggapan orang itu melelahkan dan tidak terlalu penting, tetapi pada kenyataannya diubah pun tidak bisa, dan itu merupakan bagian yang harus dilewati. Jadi jangan terganggu dengan tanggapan orang, fokus saja kepada Tuhan. Ikuti yang Dia mau. Realitanya seperti apa, hadapi saja.
6. "Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun" (Lukas 4:1)
• Ujian pertama: yang dicobakan oleh iblis adalah supaya Yesus mau menggunakan otoritas-Nya. Dapatkah Anda seperti Dia dan berkata: "sekalipun ada kebutuhan, Aku hanya mau mengikuti kehendak Bapa, bukan kehendak setan".
• Ujian kedua: menguji apakah Anda berorientasi pada hasil atau mau mengikuti proses Tuhan? Kalau orientasinya pada hasil, setan memberikan jalan pintas tanpa siksaan dan penderitaan, namun sebetulnya itu hanyalah tipuan! 
 Ujian ketiga: pamer otoritas. Ide dasar kemenangan Yesus adalah sekalipun Aku harus melewati salib, yang penting kehendak Bapa, Aku kerjakan.

BAB 3: SALIB DAN PENDERITAAN
1. "Dan kehendak Tuhan akan terlaksana oleh-Nya" (Yesaya 53:10). Dasarnya adalah kerinduan dan motivasi yang kuat melaksanakan yang Tuhan kehendaki. Bukan seberapa Anda diberkati, bukan seberapa tinggi kedudukan dan jabatanmu, bukan seberapa berhasilnya hidupmu di dunia ini, tetapi seberapa banyaknya kehendak Tuhan yang kita laksanakan.
2. Penderitaan membuat orang bersekutu begitu rupa, sampai melebihi persaudaraan dengan saudara kandung sendiri. Begitu juga dengan Yesus, Anda tidak pernah dapat mengenal-Nya secara utuh, kecuali Anda membiarkan Roh Kudus membawamu melewati jalan penderitaan yang sama.
3. Masuk Kanaan, menikmati hasil Kanaan, tidak boleh membuat Anda hidup untuk dirimu sendiri. Itu tidak boleh membuat engkau menjadi orang yang egois dan kehilangan pengorbanan dan penderitaan yang harus dilewati. Ketika orang makin didewasakan Tuhan, dia harus mengerti bahwa setiap hal, setiap perkara rohani yang Tuhan berikan itu selalu ada harga yang harus dibayar.

BAB 4: ARAHKAN HATIMU KEPADA TUHAN
1. Lea memfokuskan hatinya kepada suaminya, bukan kepada Tuhan. Setelah dia melahirkan Ruben, Yakub tetap tidak cinta padanya. Cinta sejati tidak pernah bisa dibeli. Dengan Yesus juga sama, kalau bukan karena ada gelora cinta kepada-Nya di hatimu, engkau tidak dapat melakukan apapun yang dapat kau lakukan, tetapi hanya karena kewajiban. Semua berkat yang Dia berikan dalam hidup kita tujuannya hanyalah untuk mengembalikan hati kita kepada-Nya.
2. Ketika kali keempat Lea diberkati, hatinya mengarah kepada Tuhan (arti nama Yehuda adalah pujian atau ucapan syukur), dia bukan lagi fokus pada suaminya. Yehuda kelak melahirkan Daud, dan dari Daud akhirnya lahirlah Yesus. Kalau semua yang Tuhan berikan dalam hidup kita akhirnya bisa membuat kita makin melekat kepada Tuhan, Anda akan melihat ujungnya semuanya akan berbeda.
3. Sebagai orang percaya kalau tujuanmu hanya untuk sukses di dunia, salah besar. Kalau engkau bisa memikat hati-Nya dengan menuruti apa yang Roh Kudus sarankan (seperti yang Ester lakukan), itu akan mengubah begitu banyak dalam hidupmu. Tetapi kalau fokus awalnya cuma di dunia, materi dan anggapan manusia, Anda akan berhenti sampai disitu saja, hidupmu akan terus menurun karena dilupakan Tuhan.
4. Ketika sebuah pengorbanan yang dikehendaki Tuhan bisa membuat hati kita bersyukur, selain berkat biarlah setiap pengorbanan dan penderitaan yang sesuai dengan kehendak Tuhan dapat menaikkan ucapan syukur. Karena ada pengucapan syukur itulah maka cawan itu bukan lagi cawan kesengsaraan tetapi cawan berkat.


BAB 5: KESOMBONGAN MENGUNDANG BADAI
1. Kejadian 16:3-15 menceritakan tentang kesombongan Hagar saat tahu bahwa ia mengandung anak Abraham. Seandainya sikap hatinya lebih baik dan dia bersyukur dengan yang Tuhan beri, penindasan tidak akan terjadi. Kesombongan mengundang penindasan dan aniaya dalam hidup kita. Kesombongan merupakan magnet yang menarik persoalan dan tekanan dalam hidup kita.
2. Orang tidak kuat ketika diangkat ke atas, orang lebih bisa bertahan di bawah penderitaan. Ketika malaikat Tuhan bertemu dengan Hagar, pernyataan yang dia katakan adalah "Hagar, hamba Sarai". Itu artinya dia mengatakan, "Kamu bukan istri Abraham, kamu adalah hamba Sarai, aku mau ingatkan siapa kau sebenarnya, dan anak yang kau lahirkan itu adalah untuk nyonyamu". Kadang, pembelaan Tuhan tidak nampak seperti sebuah keadilan, ada banyak hal yang tidak masuk akal. Anda harus terbiasa dengan cara pikir Tuhan yang di luar cara otak manusia bisa menerima.
3. Jangan tergesa-gesa menyimpulkan apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita, tetapi belajar tetap rendah hati waktu Tuhan mengangkat hidupmu ke atas.


BAB 6: APEL CINTA
1. Lalu berkatalah ia kepada Yakub: "Berikanlah kepadaku anak;  kalau tidak aku akan mati" (Kejadian 30:1). Persaingan bisa membuat orang tidak bisa melihat kelemahan dirinya, kemudian berpikir sangat tidak masuk akal. Orang yang berada dalam persaingan, tidak mau kalah sehingga bisa berbuat konyol dalam hidupnya. Rahel dicintai Yakub luar biasa, tetapi tidak pernah puas, kemudian dia berikan Bilha, budaknya kepada suaminya.
2. Setelah melahirkan Yehuda, Lea tidak melahirkan lagi. Namun ketika dia memberikan buah dudaim, yang disebut apel cinta (berfungsi membuat kandungan menjadi subur), Tuhan mendengar jeritan hatinya dan membuka lagi kandungannya.
3. Tuhan melihat, setiap kali diberi anak, obsesi Lea cuma kepada suaminya, sehingga satu keseimbangan kecil yang Tuhan buat menjadi tidak imbang selama-lamanya. "Lalu ingatlah Allah akan Rahel" (Kejadian 30:22). Anda boleh menjadi orang yang dibela Tuhan terus menerus, tetapi kalau pembelaan Tuhan itu hanya dipakai untuk diri sendiri dan kepuasaannya, lama kelamaan pembelaan itu akan berakhir juga.
4. Kalau hubungan kita dengan Dia adalah hubungan yang saling memikat hati, hubungan itu tidak pernah memberi tempat kepada kesuaman, apalagi kemurtadan dalam hidup kita. Karena tekanan seberat apapun tidak akan pernah memisahkan kita dari kasih Kristus.


BAB 7: KECERDASAN ROHANI
1. Dalam Kejadian 47:7-10, Yakub dua kali memberkati Firaun. "Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi" (Ibrani 7:7). Yakub memiliki kecerdasan rohani, sekalipun dia menyadari bahwa secara naturalnya bukan anak sulung sehingga dia mencari kesempatan untuk mendapatkan hak kesulungan itu. Yakub menghargai hak kesulungan yang diremehkan oleh Esau.
2. Berkat kesulungan membuat Yakub naik dan ketika dia kembali dari pengembaraannya, dia berkata; "Dengan satu tongkat di tangan aku seberangi sungai ini, ketika aku kembali sudah menjadi dua pasukan". Dengan bermodalkan tongkat dan blessing pertamanya, Yakub bisa mengalami pelipatgandaan yang dahsyat.
3. Setelah bergulat dengan Allah di Kejadian 32, Yakub tidak dapat berjalan dengan tegak, dia berjalan sambil menyeret kakinya bahkan hidupnya. Dia diberkati dengan berkat kedua, Yakub si penipu menjadi Israel, tetapi setelah itu dia mengalami tragedi demi tragedi.
4. Walaupun dia menyeret hidupnya seperti menyeret kakinya, semua yang dialaminya membuat dia begitu matang dan kuat, mempertajam kenabian di dalam batinnya. Menjelang akhir hidupnya, Yakub memberkati Firaun, memberkati anak cucunya, dan bernubuat bagi 12 suku Israel yang terus ada sampai hari ini, yang berlangsung dengan cara Tuhan yang luar biasa.
5. Yusuf dalam kecerdasan ilahinya menasihati Firaun, tetapi Yakub dalam kematangan rohaninya memberkati Firaun. "Yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi". Hanya orang yang rela dibawa Tuhan dalam proses yang akan bisa memberkati bangsa dan negara, sebab tanpa kematangan di dalam, Anda tidak akan pernah bisa memberkati siapapun.

BAB 8: LOYALITAS DAN KESETIAAN
1. Betapa sukarnya kita bertindak dan punya hati seorang hamba, padahal apapun yang kita lakukan akan jauh lebih mudah andaikan kita melakukan dengan hati seorang hamba. Seringkali kita datang sebagai seorang tuan, penguasa, orang yang punya posisi; dan ujungnya menambah kekacauan, tidak membawa anugerah dan berkat apapun.
2. "Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah" (1 Yohanes 3:9). Keintiman dengan Tuhan akan membuat banyak hal ilahi masuk dalam kehidupan kita. Kalau kita loyal dan setia, maka akan terjadi "pembuahan ilahi" yang kelak melahirkan perkara-perkara rohani yang luar biasa.
3. Belajar dari Sara:
• Untuk menantikan janji Tuhan dibutuhkan daya tahan dan itu memang tidak mudah.
• Kalimat hidup kita akan bisa dilanjutkan tanpa Tuhan menghentikan kalimat sebelumnya. Jangan menyimpulkan sesuatu terlalu dini, akibatnya kita bisa salah bereaksi.
Kita harus sabar menantikan Tuhan karena seringkali kita tidak bisa membaca ke arah mana Tuhan bergerak.
4. Belajar dari Ribka:
• Ribka sudah mengerti bahwa Yakub akan lebih kuat daripada Esau, karena Ribka meminta petunjuk Tuhan (Kejadian 25:23). Oleh karenanya Ribka kasih kepada Yakub, bukan karena karakter atau kecocokannya, tetapi karena dia tahu bahwa Tuhan menyatakan keberpihakan pada Yakub.
Kalau Anda mendapatkan sesuatu dari Tuhan sampai terjadi suatu konflik dalam batin, biasakan untuk belajar meminta petunjuk Tuhan. Itu akan membuat Anda menjadi bijaksana, tenang, dan mengerti apa kehendak Tuhan dalam hidupmu, dan kerjakan semuanya seperti petunjuk Tuhan.
5. Belajar dari Rahel:
• Rahel sangat dimanja oleh Yakub dan dicintai luar biasa. Dalam kemanjaannya, kesakitan dalam melahirkan dia bagikan ke orang lain. Ketika anaknya lahir diberi nama Ben-oni, artinya son of my sorrow. Tetapi Yakub berkata "Tidak! Aku beri nama Benyamin". Artinya son of my right hand.
• Kita suka mengekspos kesakitan kita ke luar, membagikan penderitaan kepada orang lain, dan itu bukan sesuatu yang baik. Orang percaya akan berkata: "Segala sesuatu dapat kutanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku".
Kita harus tetap berani bertahan demi menopang rencana Allah dalam hidup kita, walaupun kita harus menanggung penderitaan. 


BAB 9: TIGA MACAM BATU
1. Batu pertama: batu impian (Kejadian 28:13-19)
• Jika kita ingin maju dalam Tuhan, ingin rohnya bertumbuh dalam Tuhan, kita harus punya alas bernama batu impian.
Tiap kali merebahkan kepala, biarlah yang bergerak dalam roh kita adalah sebuah impian sorgawi. Begitu impian itu dicampur dengan pengurapan Tuhan, akan melahirkan perkara rohani yang luar biasa.
• Impian akan membawa kita pada terobosan yang luar biasa. Orang Kristen yang sudah berhenti dari impian ilahinya, maka berhentilah pertumbuhan rohaninya.
• Yang meresahkan saudara-saudara Yusuf bukan karena dia suka melaporkan kejahatan mereka kepada bapaknya, tetapi impiannya. Ketika seorang anak Tuhan mendapatkan impian sorgawi, hidupnya dipenuhi dengan semua yang ilahi sehingga ia berkata: "aku punya impian dari Tuhan". Hal itu membuat dia tiba-tiba menjadi seorang yang berbahaya bagi orang lain.
2. Batu kedua: 5 batu yang licin (I Samuel 17:40-43).
• Batu yang licin adalah sesuatu yang kecil tidak terlihat oleh lawan tetapi itu tertanam di dalam roh Anda.
• Batu ini hanya berguna kalau jatuh di tangan pahlawan, yang diurapi, dan tahu bagaimana menggunakannya. Tetapi juga tahu bagaimana membagikan batu kepada giant killer yang lain.
• "Apa yang kau terima dengan cuma-cuma, bagikanlah itu juga dengan cuma-cuma". Kita ingin membawa semua orang menjadi lebih dari pemenang.
3. Batu ketiga: batu yang dilumuri darah para martir Tuhan (Kisah Para Rasul 7:54)
• Jangan ada seorangpun yang memegang batu seperti itu dan melemparkan kepada siapapun. Kalau Anda harus memilih, pilihlah biar engkau yang dilempari, dan engkau tidak pernah melempari siapapun.
• Tuhan akan membuat kita menjadi orang yang penuh kasih, bukan pelempar batu.


Petrus Agung Purnomo
KECERDASAN ROHANI

No comments: