July 25, 2014

THE DARK SIDE OF LEADERSHIP (GARY L. MCINTOSH& SAMUEL D. RIMA)


Well, Juni kemaren aku baca sebuah buku yang bagus banged, yang mbahas tentang sisi gelap dari kehidupan manusia en gimana cara ngatasinnya. Di post ini, aku akan bahas sekilas tentang apa sih sebenernya sisi gelap itu en summary dari tiap bab. Check this out:

APAKAH SISI GELAP ITU?
Sisi gelap, walaupun terdengar cukup menyeramkan, sebenarnya merupakan konsekuensi alami dari perkembangan umat manusia. Ini adalah desakan batin, tekanan, dan disfungsi personalitas kita yang sering kali tercetus tanpa pertimbangan atau tetap tidak disadari sampai kita mengalami suatu ledakan emosi, atau beberapa masalah besar lainnya yang mengakibatkan kita mencari alasan. Karena ini merupakan bagian dari diri kita yang sampai tingkat tertentu tidak kita sadari, mengintai di dalam bayang-bayang kepribadian kita, yang kita sebut sisi gelap kepribadian kita. Akan tetapi, bagaimanapun prasangka gambaran mental yang diciptakan istilah sisi gelap itu, seperti yang akan kita lihat, ini bukanlah suatu kekuatan negatif yang ada di dalam kehidupan kita. Di dalam hampir semua kasus faktor-faktor yang pelan namun pasti melemahkan kita adalah bayang-bayang dari sesuatu yang telah menyumbangkan keberhasilan kita.

Ada kalanya sisi gelap itu kelihatannya menerpa kita secara tiba-tiba. Dalam realitasnya ia telah menyusup ke dalam diri kita secara perlahan. Perkembangan dari sisi gelap kita telah berjalan seumur hidup walaupun faktanya, serangan emosi, tekanan, dan disfungsi yang kuat ini dapat terjadi secara mendadak. Seperti cuka dan soda yang diaduk perlahan di dalam tabung yang tertutup rapat, kepribadian kita secara perlahan telah terjalin dengan sejumlah tekanan, emosi, pengharapan, dan pengalaman semasa hidup kita dan telah menciptakan sisi gelap kita.
Jika tidak diwaspadai, campuran itu pada akhirnya akan meledak dengan kekuatan yang mengerikan. Bagi sebagian orang, selubungnya dapat dipertahankan sampai sekian periode waktu, sebelum akhirnya ledakan itu terjadi. Orang-orang lain akan merasakan kejadian yang aneh dan gelembung-gelembung yang meresahkan jauh di dalam batin, dan tidak menyadari apa yang sedang terjadi, mereka secara periodik melepaskan tekanan itu dengan mengangkat selubungnya melalui tindakan frustrasi atau beberapa bentuk lain dari peredaan emosional. Namun bagi yang lain, kejadian-kejadian yang asing dalam batin itu disangkal, diabaikan, disembunyikan dengan berbagai alasan, dan bahkan ditekan seluruhnya sampai akhirnya wadah itu tidak kuat lagi menahannya dan meledak seketika dalam kegagalan moral yang berat atau dalam perilaku lain yang tak terduga, mengejutkan atau liar. Penyangkalan dan penekanan bersama-sama dengan ledakan emosi yang dihasilkan ini, khususnya lazim terjadi di kalangan para pemimpin religius sehingga mereka merasa memerlukan kendali yang menyeluruh atas hidup mereka agar mereka dapat melayani sesama secara efektif. Terlepas dari kira-kira seberapa mendadaknya ledakan itu, ia telah terpatri sejak masa kanak-kanak.


SUMMARY:
BAGIAN I: MEMAHAMI SISI GELAP KITA
BAB 1 (DIBUTAKAN OLEH SISI GELAP)
1. "Sisi gelap" menunjuk kepada dorongan batin kita, tekanan, motivasi, dan disfungsi yang menggerakkan kita menuju keberhasilan atau meremehkan pencapaian kita.
2. Sisi gelap kita berkembang perlahan sepanjang pengalaman hidup dan sering kali terungkap di dalam momen-momen yang menyebabkan frustrasi atau kemarahan.
3. Sisi gelap itu merupakan perkembangan yang lazim dari kehidupan dan dapat menjadi agen untuk kebaikan maupun keburukan di dalam hidup kita.

BAB 2 (BAHAYA DARI SISI GELAP)
1. Para pemimpin memiliki kekuatan untuk membuang bayangan gelap maupun terang dengan menerapkan kepemimpinan mereka, yang menciptakan etos tempat orang-orang lain hidup di dalamnya.
2. Sisi gelap para pemimpin dapat menyebabkan mereka membuat keputusan-keputusan yang tidak bijaksana, sembrono, beresiko, dan bahkan janggal yang berpotensi membahayakan diri mereka sendiri dan orang-orang yang mereka pimpin atau layani.
3. Jika para pemimpin tidak mau menempuh perjalanan batin untuk menggali dan menyelesaikan isu-isu sisi gelap mereka, sering kali akan mengakibatkan kegagalan kepemimpinan.

BAB 3 (REKAN PADA SISI GELAP)
1Sisi gelap bisa dijumpai dalam diri para pemimpin sepanjang zaman.
2. Orang-orang yang mengabaikan atau tidak mau mengakui sisi gelap mereka sering kali menghadapi kegagalan besar dalam tanggung jawab kepemimpinan mereka.
3. Para pemimpin yang menghadapi sisi gelap mereka dan menebusnya, melakukan yang terbaik sepanjang karirnya.

BAB 4 (MENYINARKAN TERANG ILAHI PADA SISI GELAP)
1. Sisi gelap manusia berakar di dalam awal sejarah seperti yang tertulis dalam Kejadian 1-3. Kesombongan, keegoisan, menipu diri dan motif-motif yang keliru adalah bahan-bahan baku yang terkandung dalam sisi gelap.
2. Kejatuhan banyak pemimpin yang dilukiskan dalam Alkitab dikaitkan langsung dengan komponen sisi gelap mereka. Karena providensia Allah, beberapa pemimpin adakalanya melaksanakan tanggung jawab kepemimpinan mereka kendati ada sisi gelap mereka.
3. Para pemimpin yang menyadari sisi gelap mereka dan bersedia menanganinya secara terbuka dan jujur di hadapan Allah akan dikuatkan agar lebih efektif.

BAB 5 (CARA SISI GELAP BERKEMBANG)
1. Sisi gelap dari kepemimpinan tumbuh melalui pola-pola yang dapat diprediksi walaupun detail-detailnya berbeda bagi tiap orang. Dengan pengecualian kecil pengalaman masa kanak-kanak dan remaja kitalah yang membentuk sisi gelap kita.
2. Walaupun kita mungkin hanya menyadari sisi gelap kita secara bawah sadar, ada tanda-tanda yang mengarah kepadanya. Tanda-tanda itu dapat diamati di dalam dorongan untuk berhasil, hasrat untuk diterima, ketakutan yang tidak masuk akal, kebutuhan untuk mengendalikan, perfeksionisme, atau berbagai tekanan.
3. Sisi gelap kita itu cenderung menjadi pengganti yang berlebihan atas kebutuhan-kebutuhan yang belum terpenuhi dalam hidup kita dan bertumbuh seiring kita berusaha membayar hutang eksistensial dari berbagai tingkat yang telah kita kenakan.

BAB 6 (SEAFOOD, PICTIONARY, DAN SISI GELAP)
1. Ada satu sisi baik dari sisi gelap itu. Ia sering berperan sebagai mentor senyap, yang tak kenal lelah melatih kita untuk menang di dalam area yang sama dari kehidupan kita yang pertama kali telah menciptakan sisi gelap itu.
2. Mereka yang merefleksikan akan melihat bahwa sisi gelap itu memiliki pengaruh yang kuat pada keberhasilan mereka sekarang

BAB 7 (PARADOKS DARI SISI GELAP)
1. Sisi gelap dapat memunculkan yang baik atau yang buruk, kegembiraan atau kesedihan, potensi atau masalah.
2. Aspek negatif dari sisi gelap mencuat ke permukaan ketika kita menggunakannya secara egois hanya untuk memenuhi kebutuhan dan kekurangan kita sendiri.
3. Kita dapat memanfaatkan sisi gelap kita untuk melayani maksud-maksud Allah di dalam hidup kita bukan hanya kebutuhan kita yang belum terpenuhi.

BAGIAN II: MENEMUKAN SISI GELAP KITA
BAB 8 (PEMIMPIN YANG KOMPULSIF)
1. Wujud dari sisi gelap adalah pertumbuhan pemimpin yang kompulsif. Musa adalah salah satu contoh yang terdapat di Alkitab.
2. Beberapa tanda dari seorang pemimpin yang kompulsif itu mencakup hal berikut: Para pemimpin yang kompulsif itu sadar status, mencari dukungan dan pujian dari mereka yang berkuasa. Mereka berusaha mengendalikan banyak kegiatan dan mempertahankan tatanan dan biasanya gila kerja. Adakalanya mereka itu moralistik, kaku dan suka menghakimi secara berlebihan
3. Di dalam hatinya, para pemimpin yang kompulsif memiliki sikap pemarah dan pemberontak. Karena mereka merasa tidak pantas mengungkapkan perasaan-perasaan mereka yang sebenarnya, mereka menekan kemarahan dan kebencian mereka. 

BAB 9 (PEMIMPIN YANG NARSISTIK)
1. Perwujudan dari sisi gelap adalah pertumbuhan dari sang pemimpin yang narsistik. Salomo adalah salah satu contoh yang dijumpai dalam Alkitab.
2. Beberapa tanda dari pemimpin yang narsistik mencakup hal-hal berikut: Para pemimpin yang narsistik terdorong untuk berhasil oleh kebutuhannya untuk dipuji dan dikagumi. Mereka bisa memiliki citra orang penting yang berlebihan sama seperti ambisi yang besar dan khayalan-khayalan yang membubung tinggi.
3. Di dalam hati para pemimpin yang narsistik ada absorbsi diri dan keraguan berkenaan dengan perasaan rendah diri yang dalam. Selain itu, mungkin mereka tidak menikmati keberhasilan mereka dan tidak terpuaskan dengan kehidupan mereka.

BAB 10 (PEMIMPIN YANG PARANOID)
1. Satu wujud dari sisi gelap adalah berkembangnya pemimpin yang paranoid. Saul adalah satu contoh yang ditemukan di dalam Alkitab.
2. Beberapa tanda dari pemimpin yang paranoid mencakup yang berikut: Pemimpin yang paranoid itu curiga, memusuhi dan penuh ketakutan, serta iri. Takut bahwa seseorang akan meremehkan kepemimpinan mereka, mereka hipersensitif terhadap tindakan-tindakan orang lain, mengenakan makna-makna subjektif pada motif-motif, dan menciptakan suatu struktur yang kaku untuk mengendalikan.
3. Di dalam hati pemimpin yang paranoid ada perasaan-perasaan tidak aman dan kurang percaya diri yang kuat.

BAB 11 (PEMIMPIN YANG KODEPENDEN)
1. Satu perwujudan dari sisi gelap adalah tumbuhnya pemimpin yang kodependen. Simson adalah salah satu contoh yang dijumpai di dalam Alkitab.
2. Beberapa tanda dari pemimpin yang kodependen mencakup yang berikut: Para pemimpin yang kodependen adalah para pendamai yang menyembunyikan masalah, ketimbang menghadapinya, dalam suatu upaya untuk menyeimbangkan sistem dari kelompok. Mereka bisa menjadi sangat ramah dengan toleransi yang tinggi terhadap perilaku yang janggal. Bersedia memikul lebih banyak pekerjaan agar mereka tidak perlu mengatakan tidak kepada siapa pun, mereka bereaksi bukan bertindak.
3. Di dalam hati pemimpin yang kodependen ada seorang yang tertekan dan frustrasi yang mempunyai kesulitan mengungkapkan emosi dan masalah secara penuh dan jujur.

BAB 12 (PEMIMPIN YANG PASIF-AGRESIF)
1. Satu wujud dari sisi gelap adalah pertumbuhan dari pemimpin yang pasif-agresif. Yunus adalah satu contoh yang ditemukan di dalam Alkitab.
2. Beberapa tanda dari pemimpin yang pasif-agresif mencakup yang berikut: Para pemimpin yang pasif-agresif itu keras kepala, pelupa, dan sengaja tidak efisien. Mereka cenderung mengeluh, menolak tuntutan, menangguhkan, dan membuang-buang waktu sebagai sarana untuk mengendalikan lingkungan mereka dan orang-orang sekitar mereka. Kadang kala mereka akan menerapkan kendali melalui penggunaan cetusan-cetusan kesedihan atau kemarahan yang singkat.
3. Di dalam hati pemimpin yang pasif-agresif ada kemarahan dan kebencian juga rasa takut terhadap keberhasilan, karena itu akan melahirkan tuntutan yang lebih tinggi.

BAGIAN 3: MENEBUS SISI GELAP KITA
BAB 13 (MENAKLUKKAN SISI GELAP)
1. Sisi gelap kepemimpinan tidak pernah dapat dihilangkan namun dapat ditaklukkan. Para pemimpin dapat menerapkan suatu tingkat penataan diri untuk memastikan sisi gelap mereka terkendali.
2. Tidak ada rumus sederhana yang dapat menaklukkan pengalaman-pengalaman seumur hidup yang telah membentuk sisi gelap kita. Akan tetapi, ketika kita menerapkan kebenaran Allah ke atasnya, kita dapat meminimalkan pengaruh-pengaruh negatifnya pada hidup, karir, keluarga dan pelayanan kita.
3. Menaklukkan sisi gelap kita pasti memerlukan disiplin, mawas diri yang terus menerus, dan upaya sepanjang hidup kita.

BAB 14 (PENGOMPOSAN ROHANI)
1. Terlibat di dalam proses dari isu-isu menaklukkan sisi gelap kita dan mengizinkan Allah untuk mengubah isu-isu itu adalah mirip dengan proses organik dari pengomposan.
2. Pengomposan rohani adalah tentang mengizinkan Roh Kudus mengubah aspek-aspek yang kurang diinginkan dari kepribadian kita dan selanjutnya mengintegrasikan mereka kembali ke dalam kehidupan kita, ketimbang menyangkal mereka dan mencoba membuang mereka dari kehidupan kita.
3. Melalui pengomposan rohani, kita dapat menyadari kebenaran dari kata-kata Paulus dalam II Korintus 12:9; kuasa Kristus menjadi sempurna di dalam kelemahan-kelemahan kita.
4.Dengan menerapkan disiplin pengomposan rohani, Roh Kudus dapat mengubah kelemahan-kelemahan kita menjadi humus rohani yang kaya, tempat hadirnya pelayanan kita yang paling kuat dan berbuah.

BAB 15 (LANGKAH 1: MENGENALI SISI GELAP ANDA)
1. Langkah pertama menuju penaklukkan sisi gelap Anda adalah mengakui bahwa ia ada dan memahami bentuk yang telah dikenakannya di dalam kehidupan Anda.
2. Para pemimpin biasanya menyangkali sisi gelap itu dan mempersalahkan orang lain atau keadaan-keadaan atas kegagalan mereka ketimbang memikul tanggung jawab pribadi.
3. Untuk menerima kekuatan Allah atas sisi gelap, Anda harus mengenali keberadaannya di dalam kehidupan Anda dan mengetahui karya pemberdayaan Allah melaluinya (II Korintus 12:9-10)

BAB 16 (LANGKAH 2: MEMERIKSA MASA LALU)
1. Langkah kedua untuk menaklukkan sisi gelap Anda adalah memeriksa masa lalu Anda. Sangatlah penting bagi Anda untuk mengambil manfaat dari karya Roh Kudus yang menuntun Anda menuju segala kebenaran.
2. Anda harus mulai dengan mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang telah membentuk kehidupan Anda dan yang telah meninggalkan tanda yang tak terhapuskan. Tatkala Anda ingat, Anda harus mengenali perasaan-perasaan yang tercetus di dalam diri Anda yang masih memotivasi Anda hari ini sebagai seorang pemimpin.
3. Memperoleh kelepasan dari sisi gelap Anda mencakup beberapa bentuk pengampunan. Pemberian pengampunan pasti akan melibatkan orang-orang lain tetapi termasuk mengampuni diri Anda sendiri.

BAB 17 (LANGKAH 3: MENOLAK TOKSIN DARI EKSPEKTASI TUNTUTAN-TUNTUTAN)
1. Langkah ketiga untuk menaklukkan sisi gelap Anda adalah menolak toksin dari tuntutan-tuntutan yang tidak realistik.
2.Tuntutan-tuntutan itu merupakan pedang bermata dua entah mendorong Anda untuk berhasil atau membebani Anda dalam kegagalan. Tuntutan yang tidak realistik menghasilkan gesekan dan tekanan di dalam kehidupan Anda yang pada akhirnya menuju suatu ledakan.
3. Mengenakan oli anugerah dari Allah pada kehidupan dan kepemimpinan Anda merupakan satu-satunya cara yang pasti untuk memerdekakan diri Anda sendiri dari tuntutan-tuntutan beracun yang tidak realistik.

BAB 18 (LANGKAH 4: MEMPRAKTIKKAN PEMAHAMAN DIRI YANG PROGRESIF)
1. Langkah keempat menuju penaklukkan sisi gelap Anda adalah mempraktikkan disiplin pemahaman diri.
2. Menaklukkan sisi gelap kepemimpinan menuntut kita senantiasa bercermin dari Kitab Suci, karena ia akan memberikan pemahaman diri yang paling akurat (Yakobus 1:22-25).
3. Praktik disiplin rohani mungkin akan mencakup pembacaan regular, perenungan akan Kitab Suci, periode-periode meditasi dan refleksi, pembacaan devosi dan doa, dan retret-retret rohani yang berkelanjutan.

BAB 19 (LANGKAH 5: MEMAHAMI IDENTITAS DIRI ANDA DALAM KRISTUS)
1. Langkah kelima untuk menaklukkan sisi gelap Anda adalah memahami identitas Anda di dalam Kristus.
2. Nilai Anda yang sejati bukan terletak pada kinerja, posisi, gelar, pencapaian, atau kuasa Anda (kondisi Anda di dunia). Bukan bergantung pada apapun yang telah kita lakukan atau yang akan kita lakukan.
3. Sumber keberhargaan Anda yang terbesar adalah dikenal oleh Allah dan dinyatakan saleh di dalam Kristus (posisi Anda di surga).


CATATAN TAMBAHAN
Sisi gelap kepemimpinan memiliki dampak yang besar baik dalam gereja maupun di antara sederetan pemimpin Kristen. Sedikit hal selama dekade delapan puluhan telah menodai pandangan dunia tentang kekristenan sedahsyat kegagalan beberapa pemimpin Kristen tingkat tinggi. Gereja hari ini menghadapi krisis kepemimpinan sebanding yang dihadapi Israel ketika nabi Yehezkiel menyatakan:
"Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu? Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan... Mereka berserak, oleh karena gembala tidak ada, dan mereka menjadi makanan bagi segala binatang di hutan dan terserak".
Yehezkiel 34:2-3,5

Karena para pemimpin rohani Israel tidak berhasil memimpin mereka secara benar dan malahan memimpin demi memuaskan kebutuhan pribadi mereka sendiri, umat itu menderita. Allah tidak membiarkan prostitusi kepemimpinan ini lepas dari hukuman. Yehezkiel juga menyampaikan pesan penghakiman Allah atas para pemimpin yang palsu ini:
"Perhatikanlah, Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu dan Aku akan menuntut kembali domba-domba-Ku dari mereka dan akan memberhentikan mereka menggembalakan domba-domba-Ku. Gembala-gembala itu tidak akan terus lagi menggembalakan dirinya sendiri; Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka, sehingga tidak terus lagi menjadi makanan mereka".
Yehezkiel 34:10

Betapa mudahnya kita, para pemimpin rohani memanfaatkan posisi-posisi pelayanan kita dan orang-orang yang dipanggil untuk kita pimpin, demi mencapai tujuan-tujuan dan mencukupi kebutuhan-kebutuhan neurotik kita sendiri.
Gelombang kegagalan yang konstan di antara para pemimpin Kristen hari ini dalam setiap denominasi mengancam jalinan gereja Yesus Kristus. Kredibiltas kita sudah terkikis di antara orang-orang yang harus kita jangkau karena tingkat kegagalan di antara para pemimpin Kristen telah menciptakan suatu sinisme terhadap gereja di dalam budaya kita.
Misi kita sedang dalam bahaya jika kita tidak bisa menghentikan jumlah pemimpin yang jatuh. Sangatlah penting gereja membicarakan isu ini sebelum kerusakan yang tidak dapat diperbaiki terjadi demi Kristus di dalam generasi ini. Kita harus menolong dan mengingatkan para pemimpin muda terhadap bahaya dari sisi gelap mereka. Sepenting aspek-aspek teknis pelayanan untuk berhasil (misal: eksegesisi, bahasa-bahasa, teologi, konseling), kemampuan mereka untuk menaklukkan sisi gelap dari kepribadian mereka itu bahkan lebih vital bagi pelayanan yang efektif. Jika pemimpin itu tidak berhasil dalam area yang sangat penting ini, semua keterampilan lainnya kurang bernilai. Menangani secara terbuka, langsung, dan alkitabiah terhadap sisi gelap itu sangat penting bagi masa depan gereja dan efektivitas pelayanan di dunia. Kiranya Allah mendapati kita setia.


GARY L. MCINTOSH& SAMUEL D. RIMA
OVERCOMING THE DARK SIDE OF LEADERSHIP

No comments: