June 23, 2014

PEACE AND PROSPERITY


"Also, seek the peace and prosperity of the city of which I have carried you into exile. Pray to the LORD for it, because if it prospers, you too will prosper". (Jeremiah 29:7).

Bulan April kemarin adalah bulan dimana aku mulai drop. Banyak hal yang bikin aku lemah secara roh, antara lain: tekanan di tempat kerja, jengkel dengan rekan-rekan di connect group (CG) dimana para pemimpin nggak berfungsi dengan baik, serta penyesalan karena aku keluar dari pelayanan di saat tahun ini banyak pergerakan. Aku ngerasa hidupku sekarang ini nggak berguna buat Kerajaan Tuhan.
   
Semakin hari semakin banyak tekanan yang menghimpit aku di kantor. Hutang-hutang yang semakin menumpuk en nggak tau kapan akan dibayar, sementara kondisi keuangan perusahaan sedang sulit karena membiayai banyak proyek besar. Anak-anak di CG banyak cerita ke aku tentang pergumulan hidup mereka, en ketika aku minta mereka cerita ke pemimpin mereka masing-masing, mereka bilang "Aku nggak mau cerita ke pemimpinku, mereka sibuk sendiri gitu". Bahkan ada beberapa orang yang bilang kalo mereka nggak respek sama pemimpin mereka. What??? En ketika aku nyampeiin tentang perkataan anak-anak ke para pemimpin CG, mereka nggak berusaha untuk care sama anak-anak mereka, mereka cuma kaget en berjanji (lagi) untuk mulai perhatiin anak-anak mereka. En yang aku tau, nggak ada perubahan apapun, hanya janji-janji palsu seperti biasanya. Hufff.
    
Di gereja sedang banyak pergerakan, banyak KKR dan mission trip yang diselenggarakan. Aku yang selama bertahun-tahun selalu terlibat dalam pergerakan, ngerasa hampa banget pas aku udah nggak bisa ikut lagi dalam pergerakan yang ada.
    
Sedih, menyesal, kecewa, ngerasa hampa. Semua perasaan itu berkecamuk dalam hatiku. Aku ngerasa udah ambil keputusan yang salah untuk keluar dari pelayanan, tapi aku tau kalo aku nggak bisa balik. Aku bingung gimana harus ngatasi para vendor yang marah-marah karena tagihan mereka belum dibayar selama berbulan-bulan. Belum lagi, ketika aku butuh support dari CG, eh tiap kali aku datang malah nggak dapet apa-apa dari CG. Tiap dateng CG makin drop karena firman Tuhan yang dibagiin sangat dangkal, hadirat Tuhan nggak bener-bener dateng. CG hanya berjalan seperti rutinitas tanpa ada pemulihan, terobosan, maupun hadirat Tuhan yang mengubahkan.
      
Selama sekitar 2 minggu di bulan April itu, aku mulai menyibukkan diri dengan pekerjaanku. Aku habiskan seluruh waktu dan tenaga di kantor, pulang kantor aku segera tidur. Baca Alkitab pun rasa-rasanya nggak ada yang masuk ke otak ataupun hatiku, berdoa pun nggak bisa fokus. Seumur-umur belum pernah aku ngalami hal kayak gini. So, selama beberapa minggu, aku habiskan waktu-waktuku dalam penyembahan sampai aku tertidur. Itulah yang kulakukan hari demi hari karena aku udah nggak tau musti ngapain lagi. Dateng ke pemimpin en minta didoain bukan sebuah opsi bagiku.
     
Karena aku tau bahwa aku sedang butuh banyak makanan rohani untuk support diriku, akhirnya aku melarikan diri ke ibadah profesional muda (Pro-M). En suprisingly, Tuhan mengisi penuh bejana hidupku dengan hadirat-Nya, dengan firman Tuhan yang bener-bener sesuai dengan porsiku. Nggak nyesel deh bolos CG demi dateng pro-M! Bahkan aku sempet berpikir, mungkin memang sudah waktunya untuk aku pindah ke pro-M.
   
Di suatu hari di kantor, ketika aku sedang berdoa karena saking nggak kuatnya dengan telpon dari vendor yang ngucapin sumpah serapah, Tuhan ingetin aku satu ayat "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu" (Yeremia 29:7).
    
Aku tau sikap apa yang harus aku ambil ketika aku ngerasa nggak nyaman di tempat dimana Tuhan menempatkan aku (baik itu CG maupun kantor), yaitu BERDOA bagi kesejahteraan! Aku harus berdoa supaya Tuhan kasi kesejahteraan buat perusahaan tempatku bekerja supaya hutang-hutang bisa segera dilunasi. Bahkan aku harus berdoa supaya damai sejahtera Tuhan melimpah dalam hatiku agar aku tetap kuat berdiri menghadapi masalah en tekanan dalam hidup.

"Make yourselves at home there and work for the country's welfare" (Jeremiah 29:7, The Message).     

No comments: