Januari lalu, sehari sebelum aku tergeletak sakit, aku ngelakuin kesalahan di kantor. Karena tagihan itu urgent en aku bikin giro di detik-detik terakhir sebelum pulang, aku nggak sadar kalo aku salah liat. Intinya aku tulis giro atas nama orang yang salah. Karena tau tagihan itu urgent, di hari aku nggak masuk, manajerku transfer tanpa ngecek lagi.
Kesalahan itu baru diketahui sekitar 10 hari kemudian. Aku sempet kepikiran pas sakit, "Duh gimana kalo orangnya nggak mau balikkin duidnya. Gawat kalo harus potong gaji sampai lunas, karena jumlahnya puluhan juta. Bisa-bisa aku nggak boleh resign sampai 2 tahun, huwaaa". Hari pertama aku kembali masuk kerja, masalah ini dibahas sampai ke GM (General Manager) keuangan. Manajer dan GM nggak berani marahi aku karena mereka ngeliat wajahku masih pucat pas ke kantor, mereka tau kalo aku belum sembuh total tapi maksain diri masuk kantor.
Selidik punya selidik, ketauanlah kalo orang yang nerima transferan duid itu sedang liburan. Gawat banget kalo dia pake duid yang nyasar ke rekeningnya itu trus diabisin sampai nggak tersisa. Karena posisi orang yang nerima duid tuh di luar pulau, I can do nothing.
Siang harinya aku ke toilet, berdoa en berserah sama Tuhan. Nggak ada satu orang pun yang bisa nolong aku dalam hal ini. Sama sekali nggak ada, kecuali Tuhan. "Tuhan, aku tau aku yang salah, tapi aku sama sekali nggak sengaja. Tolong bantu supaya orang itu mau ditemui, tolong gerakkan hati orang itu supaya mau balikkin duidnya, Tuhan. Lucy nggak bisa ngapa-ngapain. Lucy cuma bisa berdoa sama Tuhan karena Lucy tau cuma Tuhan yang bisa tolong". Saat itu juga damai sejahtera Tuhan turun dan Dia berkata, "Semuanya beres, anak-Ku". Aku pegang perkataan Tuhan itu, sekalipun masih belum ada perubahan.
Singkat cerita, akhirnya orang itu bisa ditemui dan dilobi untuk ngembaliin uang. Dia janji akan mencicil transfer. Hari-hari itu merupakan masa dimana aku belajar bergantung sama Tuhan en belajar untuk strecth imanku. Tiap hari ketika orang itu udah transfer sekian juta sesuai janjinya, aku bersyukur sama Tuhan. Sampai sisa 3,5 juta, orang itu nggak transfer sampai berhari-hari. Aku mikir, kalo harus ngganti yang 3,5 juta apa boleh buat. Puji Tuhan, akhirnya tanggal 24 Februari 2015, dia transfer hingga lunas.
Aku bersyukur banget sama Tuhan buat pengalaman ini, luar biasa bikin deg-degan, tapi sekali lagi aku ngalami bahwa janji-Nya selalu TEPAT. "Semuanya beres, anak-Ku", memang hanya 1 kalimat, tapi Dia sungguh-sungguh tepati. Tuhan dahsyat banget, bisa gerakkan hati orang itu untuk ngembaliin uang sampai lunas, sekalipun katanya dia harus menempuh jarak yang cukup jauh dari tempat tinggalnya ke ATM untuk transfer.
Kesetiaan Tuhan menjagai aku dari kesalahan yang aku perbuat. Damai sejahtera-Nya nggak berhenti mengalir saat hari demi hari menunggu orang itu balikkin duid. Janji-Nya iya dan amin. Thanks God.

No comments:
Post a Comment