February 26, 2015

STILL SINGLE, WHY NOT?

    
Di post ini aku pengen mbahas tentang Valentine day, gpp lah ya walopun telat. Hehehehe. Tahun ini merupakan tahun dimana komitmenku untuk "still single to serve the Lord" berakhir. Yup, jarang ada yang tau tentang hal ini kecuali keluarga inti en beberapa sahabat terdekat. Jadi pas Natal 2012, aku komitmen untuk memberikan 3 tahun ke depan untuk semakin melayani Yesus. Bukan berarti sebelumnya aku nggak melayani, tapi aku mau semakin fokus mencintai en melayani Tuhan dengan menjaga diriku tetap single. En aku pengen menenggelamkan diriku dalam kasih sejati yang dari Tuhan. Nggak ada cinta seindah yang Tuhan berikan. 
     
Awal-awalnya mudah, karena aku belum mikir tentang pasangan hidup. Aku ngerasa masih banyak hal yang perlu digarap dalam hidupku (ngejar karir, melayani Tuhan, membahagiakan ortu, bangun persahabatan dengan banyak orang, belajar banyak hal baru, en juga travelling). Ditambah lagi kehadiran salah satu sahabat cowok yang bikin aku comfort with my singleness. His love and attention as my brother in Christ is more than enough. Aku nggak perlu galau karena aku dikasihi sedemikian rupa. Bahkan secara nggak sadar, aku selalu membandingkan cowok-cowok yang pdkt aku dengan dia. Aku sama sekali nggak goyah dengan cowok-cowok yang kasi perhatian dengan cara murahan en berpikir bisa dapetin hatiku dengan kata-kata gombal. Thanks God for a friend and brother like him.
     
Nah awal tahun ini, dia jadian ama cewek. Trus nggak lama kemudian, temen baik yang satunya juga deket ama cewek. Wah, our friendship mulai berubah. Nggak bisa lagi curhat-curhatan en saling support kayak biasanya. Kan mereka udah punya the special one, aku harus tau diri en menjaga perasaan pacar mereka kan. Sempet berasa kesepian sih, apalagi akhir Januari kemarin aku sempet sakit parah en terbaring lemah di ranjang sampai 2 minggu. But, God's grace is more than enough.
   
Sempet mikir, tahun 2014 kemarin aku sempet bergumul tentang 1 cowok yang ndeketi aku. He's one of my best friend. Awalnya aku nggak berpikir bakal ada yang spesial di antara kami, sampai dia ngajak aku jalan berdua en I felt comfort with him. Tapi dia masih belum berani nyatain perasaannya ke aku, karena dia ngira aku jadian ama salah satu sahabatku, en mungkin takut kutolak sehingga nggak bisa berteman baik lagi. Finally, aku ambil langkah yang salah dengan menghindari dia en dia pun mulai menjauh. How stupid I am!
       
Akhir tahun kemarin, tiba-tiba muncul seorang cowok yang tertarik sama aku en temen-temenku sepakat jodohin aku sama dia. Hmm, menurutku masih terlalu dini untuk ambil keputusan, mengingat baru kenal beberapa bulan en belum paham karakter aslinya luar dalam. En aku tetap pegang prinsip "pacaran sekali untuk menikah" serta "marry your best friend".
     
Kedua cowok yang jadi sahabat baikku support aku untuk mulai membuka diri sama cowok, sahabatku yang tinggal di Aussie juga support aku en bilang "the next turn is yours, Luc" karena dia pun jadian pas Val's day kemarin. Sebenernya aku sama sekali nggak galau dengan singleness karena aku percaya, God is preparing the best for me.  How blessed to have many friends that support me. The right one pun nggak bisa gantiin posisi mereka di hatiku *hug*
     
Sehari sebelum Val's day, aku sempet pergi rame-rame ama temenku. Trus salah satu cowok nyeletuk, si R (salah satu kakak kelasku) sempet bilang gini, "Banyak orang yang galau karena nggak punya seseorang di hari Valentine, tanpa pernah mengerti betapa lebih sakitnya nggak punya ortu di saat Father's day ato Mother's day". Kata-katanya bener banget. Nggak punya pacar tuh nggak semenderita nggak punya ortu.
     
Aku yakin kalo Val's day tahun ini adalah Val's day terakhir yang kulewati as a single. Single bukan berarti nggak laku, tapi adalah masa-masa berkualitas untuk spent time with family and friends, serta masa persiapan untuk menjadi the right one. Thanks God for make me still single till now. Thanks for the everlasting love that You gave to me *kiss*
   
Aku nggak tau siapa yang jadi my prince charming, tapi aku berdoa supaya aku bisa jadi penolong yang sepadan buat dia, jadi mahkota yang selalu bikin dia bangga, serta jadi besfriend yang always support en doain dia dalam segala keadaan. Tuliskan kisah cinta yang indah buat Lucy, Tuhan. I trust in You :)
      

No comments: