February 21, 2015

ALL THINGS FOR THE LORD

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu" (Keluaran 16:11-12)

Beberapa bulan terakhir ini, banyak hal yang aku keluhkan tentang kerjaan: gaji yang berkurang karena nggak ada lagi uang makan (diganti dengan katering dari kantor), kerjaan yang super numpuk, job desk temenku yang dialihkan ke aku, manajer yang selalu berusaha nyari-nyari kesalahan, lokasi kantor yang jauh en nggak nyaman buat kerja karena banyak "penunggunya", serta beberapa aturan baru yang bikin karyawan ngerasa terpenjara. Belum lagi malapetaka yang ditimbulkan sejak adanya katering, banyak karyawan yang kena diare, bahkan hepatitis A, aku sendiri kena gejala tifus. Duh, rasa-rasanya nggak ada yang bisa bikin aku bertahan di kantor ini yak. Ditambah lagi, karena sakit (seumur idup aku nggak pernah sakit parah kayak gitu), ortuku nyuruh aku nyari kerjaan lain yang lebih oke.
   
Aku sempet mikir, usiaku masih muda, aku punya kemampuan en bisa cepat belajar hal-hal baru, mestinya gampang nyari kerjaan di tempat lain. So, aku mulai berdoa, bergumul, en cari-cari lowongan kerja. Pas tergeletak sakit akhir Januari kemarin, tiba-tiba ada temen yang ngasi kabar kalo ada lowker (lowongan kerja) yang sesuai ama kriteria yang kudoain: lokasi kerja yang deket rumah, hari kerja senin-jumat, jarang lembur, ada bonus en kompensasi, serta perusahaan yang namanya lumayan besar. En kabar itu datang bertepatan dengan rencanaku, yaitu interview di awal Februari sehingga Maret/April baru pindah ke kantor baru, sehingga bulan Februari aku bisa ambil cuti untuk mbolang. Yesss, idup itu terasa indah banget ketika semua doaku "seolah-olah" terjawab :p
     
Sehari sebelum masukkin lamaran en tes akuntansi, aku berdoa sama Tuhan. Aku tau secara background pendidikan, pengalaman organisasi, en skill, aku nggak bakal ditolak. Pas doa, aku dapet damai sejahtera, tapi rasanya ada yang kurang klik di hati. Malam itu (2 Februari 2015), aku memutuskan untuk BERSERAH. Kalo emang Tuhan berkehendak untuk aku kerja disitu, pasti keterima, entah gimana caranya. Kalo nggak, He has something better in mind. 
     
Hal mengejutkan terjadi. Aku lupa dengan dasar akuntansi! Padahal soal tesnya gampang buanget. Saat itu galau abis, trus akhirnya aku ambil keputusan yang salah sehingga tesku failed. Pulang dari tes, aku sedih banget, yakin nggak bakal ketrima di perusahaan itu. Aku cerita ke mama en beliau bilang "Mungkin kesalahanmu emang fatal, tapi kalo Tuhan berkehendak kamu kerja disana, pasti ada kasih karunia". Yup, kata-kata mama bener. Idup ini bukan hanya tentang usaha kita sebagai manusia, tapi juga kasih karunia Tuhan.
     
Aku sempet cerita ke temenku en dia bilang "Kadang Tuhan tuh ngasi sesuatu bukan karena Dia pengen, tapi karena kita terus-terusan merengek". Jleb banget. Disitu aku sadar, kalo mungkin aja Tuhan ngasi lowker itu karena aku yang terus menerus merengek, seolah-olah Tuhan pengen buktikan kalo Dia mampu kasi semua yang aku mau, seperti Dia pernah kasi daging dan roti ke bangsa Israel. Sore itu aku nangis bukan hanya karena sedih, tapi juga bertobat. Ampuni aku karena mementingkan kenyamanan en egoku, Tuhan. Engkau nggak perlu lakuin mujizat apapun untuk membuktikan bahwa Engkau adalah Tuhan.
     
Sore itu aku belajar ngerti hati Tuhan, diingetin beberapa hal juga. Pertama, kotbah ko Philip yang bilang "mungkin Tuhan masih pengen kamu kerja di tempat itu untuk memberkati atasanmu". Kedua, kotbah ps.Jose Carol yang ngomong "seberapa sering kau melakukan sesuatu bukan untuk dirimu sendiri? Seberapa sering kau melakukan sesuatu yang nggak ada untungnya sama sekali buat dirimu, tapi menguntungkan orang lain? Jika kita melatih itu, you will have a different life!". Ketiga, kata-kata salah 1 sahabatku: "Kita ini sering banget minta tolong sama Tuhan untuk berkati hidup kita en Tuhan kasi. Pas Sahabat kita (Tuhan) minta sesuatu ke kita, masak kita nggak mau "nolong" Dia?".
     
Tiga hal itu bikin aku speechless. Aku tau kalo Tuhan masih pengen aku ada di kantor yang sekarang, aku tau kalo tugasku belom selesai, aku tau kalo Dia masih punya rencana bagiku disitu. Tapi egoku mengatakan hal sebaliknya, yaitu kalo ada tempat yang lebih baik, buat apa bertahan di kantor yang nggak ngasi keuntungan lebih. Kedagingan ini perlu dimatikan supaya aku bisa menggapai hal-hal yang menyukakan hati Tuhan. 
   
Aku nggak mau ngalami lagi yang namanya "kesusahan yang nggak perlu" karena aku berdoa memaksakan kehendakku. Aku nggak pengen mendapatkan sesuatu yang aku inginkan, kalo hal itu emang nggak ada dalam rencana Tuhan. Aku nggak mau mementingkan egoku kalo itu nggak sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna.
     
Kalo emang nggak ada alasan untuk aku bertahan di kantor ini, biarlah Tuhan menjadi satu-satunya alasan. Senyuman dan perkenanan-Mu, itulah yang kurindukan, Tuhan. Aku mau melakukan TEPAT seperti yang Kau inginkan.

"Whatever you do, work it with ALL YOUR HEART, as working for the Lord, not for men, since you know that you will receive an inheritance from the Lord as a reward. It is the Lord Christ you are serving" (Colossians 3:23-24).


Ajarku tuk mengerti jalan-jalan-Mu, Tuhan
Ajarku tuk mengerti rencana-Mu di hidupku
Sekalipun banyak hal yang takkan kupahami
Namun kutahu Engkau besertaku

Ajarku tuk bersyukur dalam segala keadaan
Ajarku merasakan kasih-Mu yang sempurna
Sekalipun kuberjalan dalam lembah yang kelam
Namun ku tetap percaya Kau setia

Reff:
Jalan-Mu adil dan benar
Rencana-Mu sungguh sempurna
Gunung batuku yang tak akan goyah
Kau memegang hari esokku
Dan menuntun setiap jalanku
Bersama-Mu ku tak akan goyah

No comments: