January 31, 2015

DO NOTHING... FOR A WHILE


Satu bulan udah kita jalani di tahun 2015. Banyak hal yang terjadi selama sebulan ini en aku bener-bener belajar yang namanya "Kerendahan Hati Mendahului Kehormatan", terutama soal Berusaha Tapi Tidak Kecewa, persis dengan kotbah yang disampaikan ko Philip Desember kemarin. Januari ini penuh dengan "surprise" yang nggak mengenakkan. Dimulai dengan dapet kabar kalo salah satu sahabatku jadian (kapan pdkt, kok nggak ada cerita), gagalnya aku balik les Mandarin karena kena gejala tifus, en namaku nggak ada di daftar lulusan sertifikasi.
     
Tapi Tuhan itu bener-bener baik, kasih karunia-Nya cukup dalam segala situasi en kondisi. Aku belajar banyak hal tentang manusia boleh merencanakan segala sesuatu dengan cermat dalam hidup, tapi keputusan akhir tetaplah Tuhan yang menentukan. Aku belajar memahami sahabatku yang super sibuk sehingga nggak sempet cerita tentang cewek yang dia pdkt, aku belajar rest dalam hadirat Tuhan en mengucap syukur saat aku terbaring lemah di ranjang (puji Tuhan, justru di saat sakit aku bisa baca 1 buku sampai habis dalam waktu 1 minggu), en akhirnya miskomunikasi soal sertifikasi terselesaikan sehingga namaku tercantum sebagai salah satu lulusan sertifikasi.
     
Tahun ini aku punya banyak rencana en jujur aja sempet berpikir "loh belum-belum kok gagal" begitu aku sakit sehingga nggak bisa les Mandarin. Tapi aku kembali disadarkan bahwa Tuhan punya rencana yang lebih besar bagiku. Dalam masa-masa sakitku, Tuhan mengajarkan aku banyak hal yang jauh lebih penting daripada sekedar mencapai target dan tujuan. Saat Tuhan ijinkan aku batal les bulan ini, Tuhan mengajarkan aku pakai uang lesku untuk bantu sodara yang sedang membutuhkan. Saat aku sakit, Tuhan ijinkan aku belajar banyak hal tentang relationship yang berkenan di hadapan-Nya (aku baca buku "I Kissed Dating Goodbye"). Saat aku terbaring lemah, Tuhan celikkan aku dari "blind side" tentang seorang teman baik yang sempat kusalahpahami. Saat aku nggak boleh ngapa-ngapain di rumah, Tuhan ajar aku untuk menulis blog lagi.
     
Dalam hidup ini, ada banyak hal yang perlu dicapai, ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan, tapi ada juga masa dimana kita perlu "berhenti sejenak" dari rutinitas kita dan belajar menoleh ke hal-hal yang selama ini kita abaikan. Seringkali hidup kita terlalu terburu-buru sehingga kita miss akan hal-hal sepele yang berarti. Seringkali kita terlalu fokus pada tujuan atau hal-hal yang besar sehingga kita lupa menghargai hal-hal kecil. Seringkali kita terlalu dikejar-dikejar deadline atau umur, sehingga kita lalai meluangkan waktu untuk hal-hal mendasar dalam hidup, contohnya tersenyum.
     
Saat tau aku sakit, salah satu teman baikku nyeletuk, "Gitu mau kuliah S2 ato ambil sekolah di Cina, kerja gini ae kamu sakit". Bahkan dia becanda "Kalo kamu jadi sekolah di Cina, sapa yang ngurus kalo kamu sakit?" Aku tersenyum ngeliat BBMnya yang simpel, namun menyadarkan betapa fokusnya aku pada pencapaian. Thanks uda bikin aku rileks bahkan senyum sejenak, my best friend.
     
Thanks buat 1 bulan yang boleh kulalui di tahun 2015 ini, Tuhan. Thanks buat semua pelajaran berharganya, teguran en kesempatan untuk rest, teman-teman baik yang selalu setia menemani, serta kasih karunia-Mu yang selalu baru. Ajar aku menikmati tahun ini bersama Engkau, bukan sekedar menjalaninya dengan agenda yang dipenuhi jadwal akan pencapaian dan target. Ajar aku menghargai orang-orang terkasih yang Kau letakkan dalam hidupku.



Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!" (Pengkotbah 12:1)

No comments: