Blind side atau titik buta adalah suatu titik dimana kita nggak bisa ngeliat sesuatu secara jelas. Dalam note ini, yang kumaksud adalah sisi dimana kita nggak bisa (atau tanpa sadar nggak mampu) ngeliat secara obyektif. Blind side bisa disebabkan oleh banyak faktor, antara lain pengalaman di masa lalu, kebiasaan, trauma, kurangnya kepekaan, kesombongan, bahkan ego kita.
Keberadaan blind side ini sering bikin kita memandang sesuatu hanya sekilas lalu kasi penilaian yang dangkal alias nge-judge. Misalnya, ketika ngeliat orang yang suka gonta-ganti pacar, kita nilai orang itu playboy/playgirl. Lalu ketika ada orang yang pernah nggak naik kelas, kita berpendapat kalo orang itu males belajar ato bodoh. Atau ketika ada orang yang gampang akrab sama lawan jenis, kita tuduh orang itu tukang PHP. Trus kalo ada orang yang pendiam, kita bilang orang itu nggak gaul.
Padahal belum tentu penilaian kita 100% bener. Siapa tau ternyata orang yang suka gonta-ganti pacar itu adalah orang yang punya luka hati di masa lalu karena nggak diperhatiin sama keluarganya. Mungkin aja orang yang pernah nggak naik kelas itu menghadapi perceraian orang tua saat dia kecil sehingga dia nggak konsen belajar. En siapa yang pernah menduga kalo orang yang gampang deket sama lawan jenis itu hanya berusaha bersikap baik ke orang-orang di sekitarnya, tapi keburu kita judge. Lalu orang yang pendiam belum tentu nggak gaul, bisa aja dia bingung mau ngomong apa ato sedang sakit gigi. Hehehe.
Seringkali kita memilih untuk memandang dengan cara kita sendiri, lalu terburu-buru membentuk persepsi, tanpa mau berusaha untuk menelaah lebih jauh. Seringkali kita menilai secara sepihak tanpa tau keseluruhan kisah yang sebenarnya terjadi. Seringkali kita terlalu cepat mengambil kesimpulan sebelum memahami hal-hal apa yang ada di balik alasan seseorang berbuat sesuatu yang menurut kita kurang tepat atau kurang baik.
Bener banget yang Tuhan bilang dalam II Korintus 3:16, "Tetapi apabila hati seseorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya". Mungkin emang rada nggak nyambung sih, tapi intinya aku pengen nyampeiin bahwa kita nggak bisa hanya menilai sesuatu berdasarkan pengamatan sepintas, pengalaman di masa lalu, apalagi kesombongan kita. Kita perlu Roh Tuhan untuk singkapkan banyak hal dalam hidup ini sebelum kita menilai sesuatu maupun ambil keputusan penting dalam hidup. Kita perlu belajar memandang dari sudut pandang yang lebih tinggi, yaitu sudut pandang Tuhan. Kita perlu membuka mata, pikiran, dan hati kita lebar-lebar sebelum kita menilai sesuatu. Bukan menilai secara sepihak, mengambil keputusan terlalu cepat, maupun terlalu mudah memberikan pendapat atas suatu hal.
Bapa, berikan kepada kami kepekaan dan kemauan untuk memandang segala sesuatu bukan dari sudut pandang kami yang terbatas, tapi dari sudut pandang-Mu yang sempurna. Ajar kami untuk memandang setiap orang bukan dengan mata yang menghakimi, namun dengan mata-Mu yang penuh kasih. Ajar kami tidak menilai sesuatu berdasarkan penilaian sepihak kami, namun berdasarkan kebenaran-Mu yang memerdekakan. Kami butuh anugerah-Mu ya Tuhan, mampukan kami.
No comments:
Post a Comment