February 14, 2013

COME THIRSTY PART 1 (MAX LUCADO)


 "Jika kamu haus, datanglah! Jika kamu ingin air yang memberi kehidupan, datanglah dan teguklah. Semua ini cuma-cuma!" (Wahyu 22:17, CEV).

"Kita masing-masing sekarang adalah bagian dari tubuh kebangkitan-Nya, disegarkan dan disatukan dalam satu sumber--Roh-Nya--dimana kita datang dan minum" (I Korintus 12:13, MSG).


MEAGAN

1. Meagan, jangan keraskan hatimu. Kamu tidak diciptakan untuk menjadi pribadi yang sepemarah dan sekeras ini. 

2. Aku tahu bahwa kamu adalah seseorang yang jauh lebih baik daripada ini. Aku pun tahu bahwa tidak ada kata terlambat untuk berubah. Inikah jalan yang ingin kau tempuh?  Gedung-gedungnya tampak indah, tetapi jalannya tidak mengantarmu sampai kemana-mana.

3. Stres mengisyaratkan adanya kebutuhan yang lebih mendalam, suatu kerinduan. Kita rindu untuk dapat memenuhinya, untuk dapat melakukan perubahan. Diterima, dianggap berarti--semua itu penting bagi kita. 

4. Dimana Allah saat semua kemelut ini terjadi? Jauh lebih dekat daripada yang pernah kau impikan. Meagan, setiap orang yang minum air ini akan merasa haus lagi. Namun, Aku menawarkan minuman yang berbeda. Siapapun yang minum air yang Kuberikan tidak akan pernah haus lagi. Tidak akan pernah.


SATU: HATI YANG DEHIDRASI

1. Hati yang dehidrasi akan mengirimkan pesan yang bernada putus asa. Apakah menurut Anda, Allah menginginkan Anda hidup dengan semua itu? Tanpa harapan. Susah tidur. Kesepian. Kemarahan. Mudah tersinggung. Perasaan tidak aman. Semua itu adalah peringatan. Peringatan akan adanya gejala-gejala kekeringan dalam jiwa yang terdalam.

2. Pandanglah rasa sakit di hati Anda, bukan sebagai beban yang harus dipikul, melainkan sebagai suatu dahaga dalam diri yang terdalam yang harus segera dipuaskan--sebuah bukti adanya sesuatu dalam diri Anda yang mulai layu.

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup" (Yohanes 7:37-38)

3. Pengarahan Anda tidak diperlukan, yang Dia perlukn adalah izin Anda. Seperti air, Yesus tidak akan masuk, kecuali jika Anda meneguknya. Itulah sebabnya, kita harus dengan sepenuh hati berserah kepada kuasa-Nya. 

Demi mereka yang memerlukan kasih Anda, basahilah jiwa Anda! Pedulikanlah dahaga Anda.

4. Agama memang memberi rasa tenang, tetapi tidak mampu memberi rasa puas. Aktivitas gerejawi mungkin mampu meredam dahaga, tetapi hanya Kristus yang sanggup melenyapkan dahaga. Minumlah dari Dia.

5. Sebuah doa bagi hati yang dahaga. Bawalah selalu kemanapun Anda pergi. Anda akan dengan mudah mengingat doa ini dengan mengingat huruf yang ada dalam kata W-E-L-L (sumur), yang merupakan kependekan dari God's Work (Karya Allah), God's Energy (Kekuatan Allah), His Lordship (Kuasa-Nya), dan His Love (Kasih-Nya).


BAGIAN PERTAMA: MENERIMA KARYA-NYA

DUA: VAKSINASI DOSA

1. Penyebab wabah dosa adalah keputusan yang tidak ilahi. Adam dan Hawa tidak memedulikan Allah. Mereka bertindak seakan-akan tidak memiliki Bapa Surgawi. Kehendak-Nya diabaikan, dan dosa dengan sengat maut, menyusup ke dalam dunia. 

2. Keengganan untuk menempatkan Allah sebagai pusat kehidupan, akan mendorong kita menempatkan diri sendiri sebagai pusat kehidupan. Ketiadaan Allah menuntun kita kepada kehidupan yang diwarnai oleh keakuan, kehidupan yang kekanak-kanakkan, serta "hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kita yang jahat" (Efesus 2:3).

Allah menolak berkompromi soal kemurnian kerohanian surga.

3. Jika semua orang telah terinfeksi dosa dan dunia telah demikian bobrok kepada siapa kita harus berpaling? Jawabannya tetap sama hingga sekarang: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat" (Kisah Para Rasul 16:31). Mengapa Yesus? Kristus yang tidak berdosa dibuat menjadi berdosa, sehingga kita para pendosa, dapat dibebaskan dari dosa (lihat 2 Korintus 5:21).

4. Anda dapat memilih bapa rohani Anda. Anda dapat mengganti pohon keluarga Anda dari pohon keluarga Adam dan memindahkannya menjadi pohon keluarga Allah. Dan ketika Anda melakukannya, Dia akan bertindak. Kekebalan-Nya akan menjadi kekebalan Anda. 

5. Percayalah pada karya Allah bagi Anda. Selanjutnya, percayalah akan kehadiran Kristus di dalam diri Anda. Sering-seringlah meneguk minuman dari sumur anugerah-Nya. Anda perlu senantiasa diingatkan bahwa Anda tidak lagi berada di bawah ancaman maut. Oleh karena itu, janganlah hidup seperti orang berdosa.

 

TIGA: KETIKA ANUGERAH SEMAKIN DALAM

1. Terlalu banyak tugas. Menjaga jubah tetap tak ternoda, posisi cincin, ikatan tali sandal--siapakah yang sanggup memenuhi standar semacam itu? Beban merawat hadiah-hadiah itu mulai dirasakan si anak bungsu. Ia memilih menghindari dari sang ayah karena merasa tak sanggup menyenangkan hatinya. Ia tidak lagi mengenakan hadiah yang tidak sanggup lagi ia pelihara. Dan bahkan, ia mulai merindukan hari-hari semasa ia masih menjadi pengurus kandang babi. "Tidak seorang pun yang memburu-buru aku disana".

Citra diri Anda ditentukan oleh anugerah. Ketika anugerah tertanam dalam diri Anda, maka pudarlah segala pencitraan duniawi.

2. Dari Lodebar menuju ke istana; dari status yang tidak jelas menjadi seorang bangsawan; dari kehidupan yang tanpa masa depan kini ada di meja perjamuan raja. Sungguh sebuah lompatan besar bagi Mefiboset. Peristiwa ini pun menjadi sebuah tanda peringatan bagi kita. Ia menjadi gambaran perjalanan hidup kita. "...Dan memberikan tempat bersama-ama dengan Dia di surga" (Efesus 2:6).

3. Rendamlah jiwa Anda ke dalam ayat tersebut. Kelak ketika angin gurun yang kering berembus dan membubuhkan pencitraan berdasarkan segala bentuk perjuangan Anda pada masa lalu, raihlah bejana kemurahan Allah dan minumlah isinya. Anugerah Allah-lah yang membentuk pencitraan diri Anda.

"Karena kita ini buatan Allah. Dia telah menciptakan kita di dalam Kristus Yesus, sehingga kita bisa melakukan banyak hal baik yang telah Dia rencanakan sejak lama" (Efesus 2:10, NLT).

4. Anda dipampang laksana karya seni ciptaan Allah, suatu bentuk kesaksian yang dipamerkan di galeri anugerah-Nya. Biarkan Allah berkarya. Minumlah sepuas mungkin dari sumur anugerah-Nya. Ketika anugerah terpancang teguh dalam jiwa Anda, Lodebar akan berubah laksana sebuah titik saja di kaca spion. Masa kelam kehidupan tidak akan lagi menjadi citra diri Anda. Anda kini telah menjadi penghuni istana. 

5. Oleh karena itu, sekarang Anda tahu apa yang harus Anda katakan kepada "si sulung" di dunia ini. Perbuatan Anda tidak akan menyelamatkan Anda. Semuanya karena kasih karunia. Oleh karena itu, jika kelak "si sulung" mulai menggeram lebih keras, kutiplah perkataan rasul anugerah yang berbunyi, "Tetapi karena anugerah Allah aku ada sebagaimana aku ada sekarang" (1 Korintus 15:10).


EMPAT: KETIKA KEMATIAN BERUBAH MENJADI KELAHIRAN

Bersikeras mempertahankan satu tangan, mati. Tanpa satu tangan, hidup. Ketika diperhadapkan dengan pilihan semacam itu, ia memilih hidup. Apakah kita juga akan bertindak serupa? 

1. Namun kematian dari sudut pandang Allah, bukanlah hal yang patut diratapi. Allah menanggapi fakta mengerikan itu dengan menyampaikan kabar baik yang berbunyi: "Hari ketika engkau mati lebih baik daripada hari ketika engkau lahir" (Pengkotbah 7:1, NLT). Sama seperti kita yang tidak bersedih saat bayi-bayi dilahirkan ke dunia, penghuni surga pun tidak meratap ketika meninggalkan dunia ini.

2. Bagaimana dengan Anda? Apakah ketakutan Anda dalam menghadapi kematian telah merampas sukacita dari dalam hidup Anda? Jika demikian, minumlah! Apalagi, Yesus datang untuk "membebaskan orang-orang yang seumur hidup diperbudak karena takut kepada kematian" (Ibrani 2:15, NLT).

3. Kematian bukan lagi hal yang menakutkan jika Anda tahu bahwa surga adalah rumah Anda yang sejati. "Karena kewarganegaraan kita terdapat di dalam surga dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat" (Filipi 3:20).

Dengan Kristus sebagai sobat Anda dan surga sebagai rumah Anda, hari kematian menjadi lebih manis daripada hari kelahiran. 


LIMA: PULANG KE RUMAH DENGAN PENUH KERINDUAN

"Dan kamu tidak perlu lagi bersikap seperti budak yang diliputi ketakutan. Kau harus bersikap seperti anak Allah sendiri, yang telah diangkat untuk masuk dalam keluarga-Nya--dan memanggil-Nya 'ya Abba, ya Bapa'" (Roma 8:15, NLT).

1. Begitu kita menerima tawaran-Nya, status kita pun berubah dari seorang anak yatim piatu menjadi ahli waris. "Jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus" (Roma 8:17).

"Saudara-saudaraku, dunia ini bukanlah rumahmu, maka janganlah kau merasa nyaman dan terlena di dalamnya" (1 Petrus 2:11, MSG).

2. Janganlah meratapi waktu yang sudah berlalu, tetapi terimalah semua itu. Semakin banyak Anda minum dari sumur Allah, semakin Anda menginginkan jarum jam berputar lebih cepat. Sebagaimana yang dituliskan oleh Rasul Paulus, "Kita juga menunggu dengan cemas hari ketika Allah memberikan hak penuh kita sebagai anak-Nya" (Roma 8:23, NLT).

3. Berkat dan beban. Keduanya dapat menjadi jam weker yang membangunkan kita dari kelelapan tidur. Segala pemberian memicu kerinduan kita untuk pulang ke rumah. Begitu pula dengan segala perjuangan yang harus kita hadapi. Masa-masa ketika kita merasa tidak memiliki rumah membawa kita semakin dekat dengan saat ketika Bapa kita akan datang menjemput kita. 


BAGIAN KEDUA: MENGANDALKAN KEKUATAN-NYA

ENAM: HARAPAN BAGI KOTA YANG KEPAYAHAN

"Kamu telah mengawali hidupmu di dalam Kristus dengan kekuatan Roh Kudus. Kini apakah kamu akan berusaha untuk membuatnya selesai dengan kekuatanmu sendiri? Itu adalah kebodohan" (Galatia 3:3, NCV).

1. Manusia rohani adalah manusia yang hidupnya bergantung pada Roh, diarahkan oleh Roh, dikuasai oleh Roh. Mereka "hidup oleh Roh" (Galatia 5:16). Sebaliknya manusia yang tidak rohani menjalankan mesin kendaraan dan duduk merunduk di belakangnya. Mereka hanya mengizinkan Allah menyelamatkan, tetapi tidak untuk mengubah mereka.

Tidak ada obat yang lebih mujarab untuk mencegah orang nonkristiani menjadi orang percaya selain dari sikap orang kristiani yang muram.

2. "Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia" (Kolose 2:6). Bagaimana caranya untuk dapat menerima Kristus dan dapat hidup di dalam Kristus? Dengan cara datang kepada-Nya dengan rasa dahaga dan kemudian minum sepuas-puasnya.

"Allah yang memulai pekerjaan yang baik itu padamu, akan meneruskan pekerjaan itu sampai selesai pada Hari Kristus Yesus datang kembali" (Filipi 1:6, NLT). 

3. Kristus tidak akan memberi Anda sebuah mobil dan memerintahkan Anda mendorongnya. Dia bahkan tidak akan memberi Anda mobil dan kemudian meminta Anda mengendarainya. Tahukah Anda apa yang Dia lakukan? Dia akan membukakan pintu kursi penumpang, mempersilahkan Anda duduk, dan meminta Anda mengenakan sabuk pengaman untuk memulai petualangan dalam hidup Anda.

4. "Hendaklah kamu dipenuhi oleh Roh" (Efesus 5:18, NCV). Terus menerus karena "dipenuhi" (be filled) merupakan hal istimewa yang kita terima setiap hari. Kolektif karena undangan itu berlaku untuk semua orang. "Kamu semua akan dipenuhi oleh Roh". Sebagai orang kristiani, Anda memiliki segala kuasa yang Anda perlukan untuk mengatasi semua persoalan yang Anda hadapi.

5. Roh Kudus akan memenuhi hati Anda ketika Anda berdoa. Apakah Anda ingin dipenuhi oleh kekuatan? Tentu saja. Maka, berdoalah dengan demikian, "Ya Tuhan, hamba menerima kekuatan dari-Mu. Oleh kekuatan Roh Kudus-Mu, maka hamba dapat melakukan segala sesuatu melalui Kristus, yang memberi hamba kekuatan". Sambutlah Roh Kudus masuk ke setiap ruangan di dalam hati Anda.


TUJUH: MENANTI DATANGNYA KEKUATAN

"Kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuatan dari tempat tinggi" (Lukas 24:49).

1. Menunggu sebenarnya bukanlah berarti bersikap pasif, tanpa aktivitas apapun (inactivity)--justru sebaliknya kita harus melakukan aktivitas di dalam Dia (in HIM activity). Menunggu berarti berjaga-jaga menantikan kedatangan-Nya.

"Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah" (Yesaya 40:31).

2. Menurut Petrus, perpecahan adalah penyebab terhambatnya segala doa kita. Menunggu di dalam Allah berarti berupaya mengatasi konflik, mengampuni kesalahan, menyelesaikan perselisihan. "Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera" (Efesus 4:3).

Kerukunan kita menyenangkan hati Kristus. Yesus berjanji, "Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul karena Aku, Aku berada di tengah-tengah mereka" (Matius 18:20, MSG). 

3. Kekuatan itu akan tinggal di dalam Anda ketika Anda melaksanakan perintah, "Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam damai dengan semua orang" (Roma 12:18). Kekuatan itu juga akan datang ketika Anda berdoa. "Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah dengan mengucap syukur" (Kolose 4:2).

4. Ubahlah pengertian Anda tentang doa. Pikirkan doa bukan sekedar sebagai kegiatan untuk Allah, melainkan sarana untuk menggugah kesadaran kita akan adanya Allah. Akuilah kehadiran-Nya kemanapun Anda pergi.


DELAPAN: SARUNG TANGAN TUBUH ALLAH

1. Tangan adalah pasangan bagi sarung tangan, dan Roh Kudus adalah pasangan bagi orang Kristiani. "Lihat, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk menemui dia" (Wahyu 3:20). Allah berusaha memasukkan jemari-Nya ke dalam hidup kita, untuk mendapatkan kembali wilayah yang sebenarnya merupakan wilayah-Nya.

2. Seperti sarung tangan merespons kekuatan tangan, begitu pula seharusnya Anda merespons pimpinan Kristus, sehingga Anda dapat berkata, "tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam Aku" (Galatia 2:20).

3. Allah ada di dalam hati setiap orang percaya. Akan tetapi, tidak semua orang percaya menyerahkan hati mereka sepenuhnya kepada Allah. Ingatlah, yang menjadi pertanyaan bukanlah bagaimana saya dapat semakin memakai Roh Kudus, melainkan bagaimana Roh Kudus dapat semakin memakai saya?

4. Dosa yang tersembunyi mengganggu keleluasaan aliran Roh Kudus. Sebaliknya, dosa yang diakui dapat membuat kabel tersambung kembali dan memulihkan daya tangkap. 

5. Pandanglah keluar jendela. Sayap-sayap Allah menopang Anda. Mesin-mesin Allah menggerakkan Anda. Tugas Anda hanyalah duduk diam dan percaya: untuk menerima. Serahkanlah diri Anda dalam rencana-Nya. Dan pertahankan terus hal ini. Carilah Roh Allah tanpa jemu. 

Ingatlah singkatan berikut ini A-S-K, yakni Accept atau menerima. Surrender atau menyerahkan diri. Dan, Keep it atau teruslah mempertahankannya. A-S-K atau mintalah, maka "Bapamu yang di surga akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta dan terus meminta kepada-Nya" (Lukas 11:13, Phillips).


SEMBILAN: BUKAN ANDA YANG MENENTUKAN

1. Allah tidak pernah menjanjikan kehidupan yang tanpa masalah. Akan tetapi, Dia berjanji memberikan pertolongan melalui kehadiran Roh Kudus-Nya. Roh Kudus dengan cara terselubung, tetapi sekalipun begitu sangat diperlukan, bertindak sebagai kemudi bagi bahtera jiwa Anda, yang memampukan Anda tetap mengapung dan tidak tersesat. 

2. Meterai Roh Kudus, terbukti sangat berkuasa. Ketika Anda menerima Kristus, Allah akan memeteraikan Anda dengan Roh Kudus. "Di dalam Dia kamu juga--, karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--, di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu" (Efesus 1:13).

3. Bapa Anda tidak pernah berkeinginan membiarkan Anda terjatuh. Anda tidak dapat melihat-Nya, tetapi Dia ada. Anda "dipelihara dalam kekuatan Allah" (1 Petrus 1:5). Dia "berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu tanpa bernoda dan dengan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya" (Yudas 1:24).

"Sebab Roh, yang diberikan oleh Allah kepada kalian, tidaklah membuat kalian menjadi hamba sehingga kalian hidup di dalam ketakutan. Sebaliknya Roh Allah itu menjadikan kalian anak-anak allah. Dan dengan kuasa Roh Allah itu , kita memanggil Allah 'Bapa, ya Bapaku!' Roh Allah bersama-sama dengan roh kita menyatakan bahwa kita adalah anak-anak Allah" (Roma 8:15, 16). 

Alangkah baiknya jika kita mengetahui bahwa segala sesuatu tidaklah beegantung kepada kekuatan Anda sendiri. "Tetapi Roh sendiri yang bertindak sebagai pengantara kita".

4. Sadarkah Anda bahwa segala kebutuhan Anda tengah disampaikan di surga? "Roh Kudus sendiri menyampaikan permohonan kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia sesuai dengan kehendak Allah, memohon untuk orang-orang kudus" (Roma 8:26, 27).

5. Pundak Anda akan tegak ketika Anda menanggalkan beban keharusan menebus diri sendiri. Lutut Anda akan bertelut ketika Anda menyadari betapa besarnya kuasa Roh yang berdoa. Perjalanan yang lebih tinggi. Doa-doa yang lebih mendalam. Dan yang terpenting, kepercayaan diri tanpa gembar-gembor yang lahir dari pengetahuan bahwa segala sesuatu bukan kita sendiri yang menentukannya. "Lakukanlah apa yang perlu kau lakukan. Hanya saja ketahuilah ini: Allah ada di pihakku"..

No comments: