June 10, 2013

TOTALITAS


Dalam dunia perfilman, tentunya kita tidak asing dengan sosok yang bernama Jackie Chan. Jackie Chan adalah aktor yang terkenal dengan film kungfu yang dibumbui dengan aksi kocak. Selain itu, Jackie Chan dikenal pula sebagai aktor yang memerankan sendiri setiap aksi berbahayanya tanpa menggunakan jasa stuntman alias pemeran pengganti.
  
Kali ini aku pengen menyoroti TOTALITAS yang dimiliki oleh Jackie Chan dalam setiap peran yang dimainkannya bahkan hingga ia selalu memerankan sendiri setiap adegan berbahaya. Menurutku, di dunia ini nggak banyak aktor/ aktris yang berani mengambil resiko sebesar itu. Sebagian besar orang pasti memilih untuk menyerahkan adegan-adegan berbahaya kepada stuntman ketimbang memerankannya sendiri.
    
Namun berbeda dengan Jackie Chan, dia memilih untuk memerankan sendiri semua adegan berbahaya yang ada di setiap film hingga dia berkali-kali mengalami cedera bahkan patah tulang di bagian lengan. Dia paham betul dengan resiko menjadi aktor yang selalu memainkan peran-peran yang membuat dirinya terluka. Sungguh sebuah sikap totalitas yang patut diacungi jempol. Nggak heran kalo dia terkenal dan diakui hingga dunia internasional.
  
Sebagai anak Tuhan, sudah seharusnya kita paham dengan resiko yang akan kita hadapi: menderita karena kebenaran, diolok-olok karena nggak mau kompromi, dikucilkan karena dianggap aneh, dan sebagainya. Namun, sebagai “aktor/aktrisnya Tuhan”, apakah selama ini kita berani mengambil resiko sampai ke level tertinggi atau kita malah menyuruh stuntman (a.k.a orang lain) ketika ada hal-hal yang nggak enak yang mestinya kita hadapi? Apakah selama ini kita bisa memerankan tugas dan tanggung jawab kita sebagai garam dan terang dengan sebaik-baiknya atau kita malah bersembunyi dalam selimut ketakutan kita?
    
Yang sering aku temui, banyak orang yang mengaku dirinya Kristen namun jika ada seruan untuk berdoa puasa, menyangkal diri, memikul salib atau bayar harga, mereka cenderung untuk melimpahkan tugas tersebut ke orang lain. Mirip sekali dengan sebagian besar aktor/ aktris yang menyerahkan bagian tersulitnya kepada stuntman, tanpa menyadari bahwa kekristenan adalah tentang memikul salib dan membayar harga.

Seringkali kita hanya mau “memerankan adegan-adegan” yang tidak menyiksa diri kita, seperti menerima berkat, jawaban doa, ataupun memperoleh promosi jabatan. Namun jika kita mulai menghadapi scene yang menegangkan atau beresiko, seperti difitnah tanpa alasan, dikhianati, ataupun membayar harga untuk mengampuni, kita memilih untuk mengorbankan orang lain untuk menjalani bagian tersebut. Berapa banyak dari kita yang ketika menghadapi masalah-masalah malah datang ke orang lain (pendeta atau pemimpin rohani) dan menyuruh mereka mendoakan atau bahkan berpuasa untuk kita, sementara kita tetap makan enak dan tidak mau datang ke bawah kaki Tuhan?

Padahal Yesus dengan jelas mengatakan; “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Matius 16:24). Jadi, yang namanya resiko dan bayar harga adalah satu paket yang kita harus terima sebagai orang yang mau mengikut Tuhan, bukan suatu option. Tentunya ada berkat dan kemuliaan yang akan kita peroleh setelah semua penderitaan yang kita alami.
         
Jika orang dunia aja kenal filosofi “no pain, no gain”, seharusnya sebagai seorang pengikut Kristus pun kita menyadari hal itu. Tak akan ada kemuliaan tanpa harga yang dibayar, tak akan ada berkat tanpa kemauan untuk membayar harga, tak akan ada pujian dari Sang Sutradara Agung tanpa kerelaan untuk memikul salib. Tanpa totalitas, nggak akan ada yang namanya hasil yang maksimal.
      
Jika engkau seringkali melimpahkan tanggung jawab atau masalah bayar harga ke orang lain, jangan heran jika dirimu nggak akan pernah dipercayai peran yang lebih besar. Jika engkau hanya ingin mengambil bagian “berkat” tanpa mau menjalankan totalitas dalam memainkan peranmu, jangan harap akan yang namanya pujian. Jika engkau hanya ingin bagian yang terbaik tanpa pernah mau menjalani bagian tersulitnya, maka engkau tak akan pernah mencapai yang namanya “ketenaran” ketika Bapa menilaimu di hadapan para malaikat-Nya.


June 8th 2013
3:18 pm

2 comments:

Unknown said...

wahhhh .... keren2 kak . saya jadi followers sejati ini kak ... :D

Rachel Lucy said...

Hai Jackson, salam kenal yah.
Tenkiu uda jadi follower blog ini
Yg keren tuh Tuhan Yesus :)