Janji Tuhan… Pasti kita semua pernah memperoleh janji Tuhan dalam kehidupan kita, baik janji untuk pribadi, keluarga, kelompok, dan sebagainya. Tentunya kita pasti senang ketika kita mendapat janji dari Tuhan tersebut. Kita akan berkata, “Yesssss, amin Tuhan. Terjadilah seturut kehendak-Mu”.
Janji Tuhan memang merupakan hal yang kita sukai, kita harapkan, dan kita nantikan penggenapannya. Namun, agar janji Tuhan itu benar- benar digenapi dalam kehidupan kita, kita memerlukan waktu dan proses. Ada bagian yang harus kita lakukan, misalnya mengampuni, mengasihi, dan sebagainya. Ada tenggang waktu yang harus kita tunggu.
Menurutku, bagian yang paling sulit adalah menunggu itu. Menunggu… Semua orang cenderung menghindari aktivitas tersebut. Mengapa? Karena membosankan, karena tidak tahu kapan penantian itu akan berakhir, karena kita tidak suka menunggu.
Mari kita lihat tokoh Alkitab yang sabar menantikan janji Tuhan dalam hidupnya, hingga janji itu digenapi. Yuk buka di kitab Yosua 14:6-15. yang akan aku soroti adalah ayatnya yang ke-10 dan 11, “Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk”. Tokoh tersebut adalah KALEB. Dia adalah salah satu dari 12 pengintai yang disuruh oleh Musa, untuk mengintai tanah Kanaan. Dia adalah salah satu orang yang mempercayai janji Tuhan dan beriman bahwa Tuhan akan menepatinya. Dan dialah yang memegang teguh janji Tuhan dalam hidupnya, hingga 45 tahun lamanya.
Empat puluh lima tahun???? Lama banget yah…. Tapi Kaleb tetap setia. Kaleb tetap menunggu. Kaleb tidak kehilangan harapan. Kaleb tidak menjadi kecewa kepada Tuhan. Kaleb tetap percaya bahwa Tuhan yang berjanji, Dia juga yang akan menggenapinya. Dan apa yang Kaleb dapatkan sebagai upah kesetiaannya menunggu penggenapan janji Tuhan? Penggenapan itu sendiri! Di ayat 13-15 dikatakan bahwa Yosua memberikan Hebron kepada Kaleb, sesuai dengan yang pernah dijanjikan oleh Tuhan
Apa yang perlu kita pelajari dari seorang Kaleb? Banyak hal. Menurutku, nggak mudah untuk menunggu penggenapan sebuah janji selama waktu tersebut. Mengapa? Karena masa- masa Israel di padang gurun merupakan masa- masa yang sangat sulit. Padang gurun yang panas, kering, tak bersahabat, membuat banyak orang Israel lemah imannya dan menjadi kecewa pada Tuhan. Berputar- putar selama 40 tahun di padang gurun, tanpa tahu masa depan, akankah bangsa Israel dibawa masuk ke tanah Kanaan sesuai dengan yang Tuhan janjikan? Tidak ada kepastian, hanya janji dari Tuhan.
Namun Kaleb memiliki sikap hati yang benar. Dalam masa- masa sulit tersebut, dia tidak memandang kesulitan- kesulitan yang ada. Dia memandang apa yang bangsa Israel abaikan. Kaleb memandang penyertaan Tuhan selama 40 tahun, berupa tiang awan dan tiang api. Kaleb mensyukuri pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya, berupa makanan dan minuman yang selalu disediakan-Nya secara ajaib setiap hari. Kaleb melihat fakta yang mustahil, namun dia juga melihat kebesaran Tuhan.
Kaleb memutuskan untuk mempercayai Allah yang berjanji kepadanya, karena kebaikan-kebaikan-Nya melampaui segala kesulitan yang ada. Kaleb tetap memelihara janji Allah dalam hatinya, sambil merindukan penggenapannya terjadi. Dia menjagai dirinya agar tidak menjadi lemah ataupun lelah dalam menunggu. Dia menjaga rohnya tetap menyala-nyala bagi Tuhan. Dia tetap melakukan bagiannya untuk taat dan setia, sambil tetap berputar- putar di padang gurun, ikut menanggung ketidakpercayaan bangsa Israel.
What an amazing man! Tidak mudah untuk dijalani, namun ia berhasil melewati semua itu dengan penyertaan Tuhan, serta menerima apa yang dijanjikan Tuhan kepadanya. Ternyata setelah 45 tahun berlalu, Tuhan tidak lupa. Dia setia memelihara hidup Kaleb dan Dia menggenapi janji-Nya. Betapa Kaleb telah membuktikan di depan mata bangsa Israel yang tegar tengkuk itu, bahwa Allah yang disembahnya selama ini adalah Allah yang hidup.
Coba kita renungkan hidup kita masing- masing. Setiap kita pasti memiliki janji Tuhan kan? Sudah berapa lama kita menunggu Tuhan menggenapi janji- janji-Nya dalam hidup kita? Satu tahun, tiga tahun, lima tahun, 10 tahun, atau 20 tahun? Adakah kita mulai tidak percaya, ragu- ragu, bimbang? Ataukah kita bahkan sudah melupakan janji- janji tersebut karena kita merasa bahwa Tuhan sudah lupa dengan janji-janji-Nya? Mungkinkah kita berpikir bahwa Tuhan tidak sanggup menggenapi janji- janji-Nya? Tetapkah kita bertahan?
Peganglah janji-janji-Nya. Lakukanlah bagianmu. Tetaplah setia. Pegang teguh iman dan pengharapanmu di dalam Dia. Jangan padamkan rohmu. Jangan bersungut- sungut. Jangan putus asa. Jangan berpikir bahwa Tuhan lupa atau tidak mampu menggenapi. Dia tetap Allah yang sama. Allah yang menggenapi janji-Nya kepada Kaleb, adlaah Allah yang sama yang berjanji kepada kita. Nantikanlah Dia sampai Dia menggenapi janji-Nya dalam hidupmu. God bless you.
Friday, November 18, 2011
12:30pm
No comments:
Post a Comment