Note ini akan membahas bagaimana seorang manusia berdosa menerima kasih karunia dari Tuhan yang Mahabesar. Kita akan membahas tentang Daud yang berzinah dengan Batsyeba, namun Tuhan memberi kasih karunia setelah Daud bertobat. Hal itu membuktikan bahwa Tuhan adalah Allah yang tidak mengingat- ingat dosa yang sudah diampuni-Nya, asalkan kita sungguh- sungguh bertobat dan tidak mengulanginya kembali.
“Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata:”Itu adalah Batsyeba binti Eliam, istri Uria orang Het itu” (II Samuel 11:3). Dan setelah Daud mengetahui bahwa Batsyeba mengandung dari hasil perzinahannya dengan Daud, maka Daud bermaksud menutupinya, namun tidak berhasil, sehingga akhirnya Daud “membunuh” Uria dengan perantaraan peperangan. “Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati” (II Samuel 11:14-15). Dan yang lebih kejam lagi adalah ini “Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki- laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN” (II Samuel 11:27).
Setelah kisah itu, maka nabi Natan diutus Tuhan untuk menegur Daud melalui sebuah cerita (II Samuel 12:1-14). Tuhan memutuskan untuk menghukum Daud dengan “membunuh” anak hasil perzinahannya, serta mendatangkan malapetaka- malapetaka atas keluarga Daud karena menghina nama Tuhan perihal mengambil istri orang lain. Disini kita melihat betapa seriusnya Tuhan ketika berurusan dengan dosa. Ia adalah Allah yang adil, ketika kita berdosa maka akan ada konsekuensi yang akan kita dapatkan. Namun ketika kita bertobat, maka Ia akan mengampuni dosa kita dan menerima kita kembali. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (I Yohanes 1:9). Namun hal ini tidak berarti bahwa kita boleh berulang kali berdosa dan bertobat, kemudian jatuh lagi dengan sengaja. Jangan mempermainkan kasih setia Allah!
Namun yang sangat luar biasa disini bukanlah Daud yang bertobat dan mengakui kesalahannya di hadapan Tuhan, ataupun doa puasa Daud untuk anak hasil perzinahannya. Yang luar biasa adalah kasih setia Allah setelah Daud bertobat. Walaupun Allah memberikan konsekuensi dan hukuman atas dosa Daud, Allah tidak membuang Daud. Allah berkenan untuk mengasihi anak Daud dengan Batsyeba, yang dilahirkan setelah pertobatan Daud itu, yaitu Salomo. Bahkan di kemudian hari Salomo merupakan seorang raja yang sangat diberkati Tuhan dengan hikmat, kemuliaan, kekayaan, dan kejayaan.
Dari kisah ini kita melihat betapa besarnya Tuhan yang kita sembah, bahwa Tuhan adalah Allah yang mengampuni dosa kita ketika kita mau sungguh- sungguh bertobat. Dan setelah kita bertobat, maka Ia tetap menunjukkan kasih-Nya dalam hidup kita. Haleluya!
No comments:
Post a Comment