Tahun ini adalah tahun yang paling penuh warna yang pernah kualami. Selain bergumul tentang pelayanan en CG, aku bergumul juga tentang pekerjaan, studi lanjut, en juga tentang pasangan hidup alias PH. Tahun ini banyakkkk banged cowok yang PDKT aku dengan segala cara yang menurutku awkward, bikin ilfil, nggilani, sampe yang bikin deg-degan. Karena itu, baru-baru ini aku baca buku "Boy Meets Girl"-nya Joshua Harris en belajar banyak hal yang luar biasa tentang hubungan antara pria en wanita.
Well, seperti sebelum-sebelumnya, tetep aja banyak cowok yang PDKT aku, mulai dari temen kantor, temen CG, orang yang baru kukenal di CG pro-M, bahkan temen baik. Sebagian besar cowok-cowok itu geje, cuma ada 1 cowok yang sempet bikin aku deg-degan en pergumulin (xixixi). Bosen banged rasanya ngadepi cowok-cowok geje, yang cuma tertarik sama aku karena penampilan luar ato alasan dangkal. Bosen banged ngeliat cowok-cowok yang bisa dengan mantapnya sebutin alasan-alasan mereka suka sama aku, tapi diri mereka sendiri nggak punya kualitas seperti yang mereka sebutin. Misalnya mereka bilang suka aku karena aku cinta Tuhan, padahal kualitas kerohanian mereka masih dipertanyakan. Ato mereka bilang aku adalah orang yang punya karakter, eh ternyata mereka sebagai cowok aja belum bisa punya karakter yang berkenan di mata Tuhan. Arghhhhh.
Aku menyadari kalo semua orang emang butuh cinta, tapi cinta yang seperti apa? Apakah cinta sesaat, cinta kepepet, cinta kagum, cinta karena dikejar umur, ato cinta yang dibangun berdasarkan kasih Kristus? Banyak orang yang nggak memahami konsep ini. Padahal cinta yang paling membahagiakan adalah cinta yang dibangun berdasarkan persahabatan yang berkualitas, dinaungi oleh kasih Kristus, dan diuji oleh waktu.
Ada bagian dari buku ini yang membahas tentang "lebih dari teman biasa tapi belum jadi kekasih", yaitu tentang gimana menjaga hati masing-masing (tanpa harapan berlebihan akan kemungkinan berpacaran) namun tetap saling mengasihi sebagai saudara dalam Kristus. Paulus pernah berpesan sama Timotius dalam hal ini, "Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian" (I Timotius 5:1b-2). Joshua Harris bilang kira-kira begini: "Persahabatan antara lawan jenis adalah sebuah kesempatan untuk menjadi saudara di dalam Kristus dengan penuh kemurnian. Seorang pria perlu belajar menjadi seorang pemimpin, inisiator, dan melindungi saudarinya dalam Kristus. Seorang wanita perlu belajar bagaimana mendukung seorang pria sebagai saudara dalam Kristus, menghargai kepemimpinan seorang pria, dan mengembangkan karakter yang lemah lembut". Nah, inilah yang seharusnya dikejar terlebih dulu dalam hubungan antara pria dan wanita, bukan melulu tentang cinta!
Ini loh konsep hubungan yang benar, yang Tuhan inginkan dari putra dan putri-Nya. Yaitu sebuah persaudaraan yang murni, yang memuliakan Tuhan. Tumbuhnya benih-benih cinta adalah suatu bonus dari sebuah persahabatan. Tapi hubungan cinta yang dibangun instan tanpa didasari oleh persahabatan adalah cinta yang dangkal.
Refleksi:
Selama ini aku nggak pernah galau tentang masalah PH. Bertaun-taun aku berhasil fokus untuk melayani Tuhan en sesama, sekalipun temen-temenku uda pada punya pacar bahkan ada beberapa yang udah nikah. Awalnya aku berpikir kalo semua itu (selain karena kebaikan Tuhan) adalah karena aku punya kemauan yang kuat en prinsip “pacaran sekali untuk menikah”. Tapi aku baru sadar kalo ternyata Tuhan kasi aku seorang sahabat yang bener-bener berlaku as my brother in Christ, dimana dia memperlakukan aku dengan sangat baik, memenuhi kebutuhanku akan kasih en perhatian, membangun kehidupanku dalam Tuhan baik secara kerohanian maupun karakter, sehingga aku ngerasa nggak perlu untuk nyari-nyari cowok laen demi sebuah “status” or perhatian. Aku belajar banyak hal en dapet banyak kesempatan untuk berlaku as a sister in Christ, gimana jadi wanita yang support en negur dia tapi tetep ngehargain hakikatnya sebagai cowok.
Bener-bener bersyukur banget punya cowok satu itu bertaun-taun, sehingga hidupku sangat stabil (alias nggak galau tentang PH sebelum waktunya, hehehe). Bersyukur banget buat semua kesabaran, teguran, kasih, perhatian, en quality time yang dia berikan dalam hidupku. So dalam tahun-tahun kemarin, sekalipun buanyak cowok yang PDKT aku, aku sama sekali nggak tersentuh karena semua kebutuhanku sebagai cewek udah dipenuhi oleh sahabatku itu. En kedekatan kami ini nggak eksklusif, dalam arti masing-masing tetep punya waktu sendiri-sendiri untuk bangun hubungan dengan orang lain (sesama atopun lawan jenis), melayani Tuhan en sesama, maupun family time. Intinya tetep jaga hubungan yang sehat, pertumbuhan karakter en rohani, serta tetep jadi berkat buat orang lain.
Kami sama-sama tau, one day masing-masing kami akan punya pasangan sendiri en kami bersyukur buat waktu-waktu yang ada untuk saling membangun sebagai sodara dalam Kristus, bersyukur buat kesempatan belajar dari persahabatan lawan jenis yang kami bangun. The right one is on the way. Yeayyy!

4 comments:
hahahahhaaa nggilani owk ya...tapi keren cik post'nya...wkwkwkk
Hahaha. Tenkiu :)
The best is yet to come
Bukunya dapet di mana kak? Udah nyari nyari tapi kayaknya habis
Coba cari di toko buku Immanuel ato Metanoia. :-)
Post a Comment