July 6, 2015

LIFE GUIDE (NICK VUJICIC)

Hai... Akhirnya bisa ngepost sesuatu di bulan Juli ini, setelah beberapa hari sibuk ama kerjaan. Post kali ini, aku pengen share sedikit tentang 3 kelompok pemandu kehidupan yang ditulis Nick Vujicic di bukunya "Life Without Limits". En aku bersyukur buat setiap kelompok orang yang Tuhan taruh dalam hidupku, yang menginspirasi, memotivasi, menegur, en terutama yang menjadi rekan seperjalananku.

First: penasihat. Penasihat adalah orang yang sudah mencapai tempat yang ingin kau tuju, tetapi sekaligus menjadi pendukung dan pendorong yang meyakini impianmu dan sungguh ingin kau sukses. Orangtuamu adalah penasihat alamimu, tetapi jika kau beruntung, kau akan bertemu orang lain yang bersedia memegang peran itu di sepanjang hidup. Namun, pahamilah bahwa penasihat sejati bukan sekadar pemandu sorak-- penasihat sejati akan memperingatkanmu ketika kau berjalan keluar jalur. Kau harus bersedia mendengarkan kritikan dan pujian mereka, karena kau tahu mereka benar-benar peduli akan kepentinganmu.

Second: teladan. Teladan adalah orang yang telah mencapai tempat yang ingin kau tuju, tetapi mereka biasanya tidak begitu dekat denganmu seperti halnya penasihat. Biasanya kau melihat mereka dari jauh, mempelajari langkah mereka, membaca buku mereka, dan menjadikan karier mereka sebagai contoh bagi kariermu sendiri. Seringkali mereka adalah tokoh terkemuka di bidangmu dan telah meraih keberhasilan yang membuatnya terkenal dan dihormati.

Third: rekan seperjalanan. Rekan seperjalanan biasanya adalah teman, rekan kerja, dan orang lain yang memiliki tujuan serupa denganmu, yang sedang berjalan di jalan paralel. Bahkan mungkin mereka adalah pesaing, tetapi pesaing yang bersahabat. Kalian saling memberikan semangat dan dukungan karena kalian yakin hal itu membuat kalian berkelimpahan, bukannya kekurangan.

Jika kau percaya akan adanya kelimpahan (rahmat), berarti kau percaya bahwa Tuhan memiliki berkat-- pemenuhan kebutuhan, peluang, kebahagiaan, dan cinta-- yang cukup bagi semua orang. Aku mendorongmu untuk memakai cara pandang itu karena hal itu akan membuatmu terbuka kepada orang lain. Jika kau cenderung memandang dunia sebagai tempat dengan sumber daya dan peluang terbatas, kau akan menganggap para rekan seperjalananmu sebagai ancaman yang akan menghabiskan segala yang ada dan tidak menyisihkan apapun bagimu. Kompetisi memang bisa jadi sesuatu yang menyehatkan karena hal itu memotivasimu, dan kau pasti akan bertemu dengan orang yang menginginkan apa yang kau inginkan. Dengan pola pikir rahmat itu berkelimpahan, kau percaya akan adanya cukup ganjaran bagi semua orang. Oleh sebab itu, inti kompetisi lebih pada melakukan upaya terbaikmu dan menyemangati orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan meyakini adanya kelimpahan (rahmat), kau bisa melangkah bersama rekan seperjalananmu dengan rasa persahabatan dan saling mendukung.


NICK VUJICIC
Life Without Limits

No comments: