December 6, 2015

"I AM THE WAY, THE TRUTH, AND THE LIFE"

Jesus answered, "I am the way and the truth and the life. No one comes to the Father except through me" (John 14:6)

Aku yakin setiap kita yang ngaku bahwa dirinya Kristen, pasti ngga asing dengan ayat di atas. Tapi, seberapa dalem sih kita paham en menghidupi ayat tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari? Akupun coba merenungkan ayat ini en ini sedikit dari hasil perenunganku.

Yesus jelas-jelas berkata bahwa Dialah jalan, kebenaran, dan hidup, ngga ada seorangpun yang dapat datang kepada Bapa di Sorga, kalo ngga melalui Yesus. Intinya adalah apapun yang ingin kita capai dalam kehidupan (persekutuan intim dengan Allah Tritunggal, berkat-berkat Sorgawi, kesuksesan dalam karir, kebahagiaan dalam keluarga, persahabatan yang langgeng, bahkan kekekalan) tuh jalannya cuma satu, yaitu Yesus. Tapi seberapa banyak dari kita masih sering pake kekuatan sendiri, koneksi, pengalaman masa lalu, harta en kekuasaan untuk mencapai segala sesuatu di hidup ini?

Yesus berkata bahwa Dialah jalan, tapi dengan kesadaran kita, kita masih sering nyari jalan alternatif buat mencapai tujuan kita. Ngga heran kalo akhirnya idup kita muter-muter ngga karuan. It's seems stupid, tapi sering banget kita ulangi lagi. Satu-satunya jalan tuh ya cuma Yesus, jadi libatkan Dia dalam segala aspek kehidupan kita, jangan ngoyo pake tenaga sendiri. Kalo Yesus uda ngasi kepastian, alamat yang bener, en jaminan yang kekal, ngapaen kita masih berjuang dengan usaha kita sendiri? Eits, bukan berarti kita tinggal ongkang-ongkang kaki trus semua keberhasilan berjatuhan dari langit, tapi inget bahwa sumbernya tuh Yesus, jalannya ya pake jalan yang Yesus mau, waktunya juga musti nunggu waktu yang sesuai ama kairos Tuhan. Itu yang namanya kita mengakui Yesus adalah JALAN.

Yesus berkata bahwa Dialah kebenaran. Seringkali ketika kita mulai hopeless karena tujuan belom tercapai, kita menghalalkan segala cara. Mulai ninggalin prinsip Alkitab, nggeser standart, maen curang dikit, sikut kanan kiri, menjilat orang. Kita berpikir dengan cara demikian, kita bisa lebih cepet nyampe tujuan. But, that's totally WRONG! Ngga ada satupun di luar kebenaran yang akan mencapai tujuannya. Maybe untuk sementara, you'll reach your destination, tapi ujungnya ada konsekuensi yang harus kita tanggung. Inget, bahwa kebenaran tuh mutlak, sesuatu yang ngga akan bisa digantikan ato diubah sampe kapanpun. So, kalo mau idupmu berhasil secara kekal, never leave the truth.

Yang ketiga, Yesus berkata bahwa Dia adalah hidup. Kehidupan seperti apa yang Yesus maksudkan? Dalam Alkitab, Bapa pernah berkata kepada Yesus, "You are my Son, whom I love; with you I am well pleased" (Mark 1:11). Menurutku, idup yang Yesus tawarkan kepada kita adalah hidup yang berkenan (menyenangkan) Bapa. Bukan sekedar idup asal bernafas, idup bergelimang harta, idup dalam popularitas semu. Jika kita hidup dalam Yesus, maka kita akan dituntun kepada kehidupan yang berkenan di hati Bapa.

So, intinya ketika kita mengakui dan menghidupi bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup, maka kita bakal berusaha lakuin 3 hal ini:
1. Jalan di jalan yang Tuhan tentukan, bukan usaha mati-matian, tapi taat ada di jalur yang Tuhan tentukan. Mau sesakit apapun, sesulit apapun, seberapa lama waktunya, kita bakal tetap stay di jalan yang kita tau uda Tuhan tentukan. Setiap proses, hambatan, en tantangan justru mempercepat kita mencapai apa yang Tuhan sediakan buat kita.
2. Tetep idup dalam kebenaran, sekalipun kondisi kejepit, kebutuhan makin membludak, en tuntutan makin bertambah. Karena kita tau bahwa ada upah dari orang yang idup dalam kebenaran, karena kita tau bahwa Yesus selalu mengajarkan kebenaran, karena kita tau bahwa kebenaran tuh ngga akan pernah mengkhianati kita. Jika kita mempertahankan idup yang benar, maka pembelaan Tuhan pasti akan datang.
3. Menjaga agar hidup kita selalu berkenan kepada Bapa. Hal ini berarti menjaga perkataan, perbuatan, tingkah laku, en seluruh aspek idup kita. Karena kita tau bahwa idup kita ini adalah milik Kristus en Tuhanlah yang akan menilai serta menghakimi. Kita akan mulai berhenti idup buat nyari perhatian manusia, ngundang tepuk tangan or decakan kagum sesama, serta berenti show off.

I hope this post will bless all of you, guys :-)

No comments: