"Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil" (Yohanes 3:30)
Kemaren pas mau ibadah, tiba-tiba Tuhan kasi aku hati yang berbeda. Jadi inget masa-masa awal bertobat dimana aku masih sangat berapi-api dengan semua perkara rohani, semangat banget jangkau jiwa, rajin pelayanan, antusias saat teduh. Seminggu tuh bisa ke gereja beberapa kali, ikut training, ikut CG, pelayanan doa, en ibadah hari Minggu.
Entah kenapa tiba-tiba hatiku kembali merindukan masa-masa anugerah itu, dimana aku ngga tau banyak hal tentang Tuhan, tapi aku bersukacita ngelakuin apa yang baru aku pelajari. Semua waktu, tenaga, uang, hati, en pikiran tertuju buat Tuhan en pekerjaan-Nya. Semakin bertambahnya kesibukan, masuk dunia kerja, en serangkaian pengalaman buruk dengan orang berlabel rohani, membuat aku ambil keputusan ngga terlalu aktif dalam gereja. Toh pelayanan tuh mencakup seluruh aspek kehidupan, ngga cuma di gereja. Buat apa terlalu dalam mencemplungkan diri di tempat yang dipenuhi orang-orang munafik en suka memfitnah.
Tiba-tiba pas ibadah, worship leadernya berulang-ulang nyanyiin sepenggal lirik lagu "Kubawa hatiku, penyembahanku. Kusmakin berkurang, Yesus smakin bertambah". Air mata langsung membanjiri pipiku, oh Tuhan, betapa aku sudah mendahulukan egoku dibanding kemauan-Mu. Aku menyadari bahwa semua pengalaman pahit itu memang Tuhan ijinkan terjadi, tapi aku ngerasa diriku ngga seharusnya diperlakukan seburuk itu karena aku uda ngelakuin begitu banyak hal yang baik dalam pelayanan. Betapa aku menganggap diriku sangat layak diperlakukan lebih baik karena "jasa-jasa" yang kulakukan ke pemimpinku.
Sombong? Memang, kuakui aku sombong. Aku lelah dengan semua limpahan pelayanan yang harus kukerjakan karena aku selalu punya pemimpin yang ngga kompeten, namun akhirnya berbalik menyerangku setelah aku membantunya "menutupi kekurangan pelayanannya". Pemimpin yang selalu minta bantuan karena merasa karuniaku lebih daripada yang dia miliki, akhirnya ngerasa kalah saingan denganku, lalu memfitnah dan membusukkan namaku. Bukan sekali dua kali aku mengalami hal itu, tapi 3x dengan orang dan tempat yang berbeda. Bagiku, 3x itu sudah lebih dari cukup. Aku punya karunia en talenta, aku bisa berdiri sendiri tanpa embel-embel CG atopun pelayanan di sebuah departemen.
Sejak keluar dari pelayanan en CG, aku punya begitu banyak waktu en kesempatan untuk mengembangkan diri lebih lagi: les Mandarin, bergaul dengan sebanyak mungkin orang, mengembangkan talenta menulis, en travelling. Semua orang terdekatku tahu bahwa hidupku berubah drastis, perubahan yang sangat positif tentunya, aku jadi orang yang fleksibel en lebih "mendarat". Setiap pelayanan yang aku lakukan tanpa agenda gerejawi, hanya menjalankan sesuai apa yang Tuhan percayakan. Dan sungguh, ngga pernah sekalipun aku menyesali keputusanku itu. Karena aku tahu ini yang terbaik bagi hidupku.
Tapi kali ini Tuhan memintaku sekali lagi mengijinkan Dia semakin besar dalam hidupku, bukan aku lagi yang memimpin hidupku, bukan aku lagi yang mengarahkan roda kehidupan dan pelayananku. Entah ke depan apakah aku harus kembali lagi ke CG atopun pelayanan, biar kehendak Tuhan yang jadi. Yang jelas, aku tahu bahwa semua perkembangan yang aku alami saat ini, ngga sebanding dengan pertumbuhan rohani yang pesat yang pernah kualami dulu. Hal duniawi ngga pernah bisa sebanding dengan hal sorgawi yang kekal. Tapi aku tahu bahwa Tuhan ijinkan aku seperti ini supaya aku punya kehidupan yang balance secara sekuler en rohani.
Kerjakan apa yang Kau mau kerjakan ya Bapa, aku tunduk sepenuhnya pada kehendak-Mu. Aku tahu bahwa setiap hal yang Kau ijinkan terjadi itu untuk membentuk karakter yang semakin indah di hidupku. Kalo aku perlu diremukkan lagi di dunia rohani yang penuh dengan pemimpin yang ngga menjalankan apa yang benar di mata-Mu, aku mau percayakan diriku hanya kepada-Mu. Biar Kau smakin bertambah dan aku smakin berkurang. Amen!
Semua karna anugrah-Mu hari ini ada
Bukan karna kuatku, namun karna Roh-Mu
Kubawa hatiku, penyembahanku
Kusmakin berkurang, Yesus smakin bertambah
Reff:
Mengikut Yesus itulah kesukaan hatiku
Kulepas semua hakku untuk
Mengenal kehendak-Nya di hidupku
Mengiring Yesus itulah kekuatan hidupku
Kuyakin anugrah-Nya mampu
Jadikan ku hamba yang berkenan slalu
No comments:
Post a Comment